I'am Sorry

Disclameir :

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

Cast : KYUMIN and Friends ^^

Waning : YAOI, Typo(s), OOC, M-Preg

Chapter 4

.

.

A/N : chapter 4 ini alurnya cepet ya jadi bacanya pelan2 aja biar ga pusing heheheh. Enjoy! ^^

.

Sungmin dan Kyuhyun beriringan keluar rumah. Waktu masih menunjukan pukul 6 pagi. Pasangan suami 'istri' itu memutuskan untuk sekedar jalan-jalan pagi.

"Pagi Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi."

Sungmin dan Kyuhyun menoleh pada dua wanita paruh baya, tetangga mereka. Kyuhyun membungkuk sopan sembari tersenyum dan balas menyapa. "Selamat pagi Shin Ahjumma, Go Ahjumma." sedangkan Sungmin hanya tersenyum tipis.

"Mau jalan-jalan, ya?" tanya Go Ahjumma.

"Ne, kami mau jalan-jalan ke taman. Olahraga," jawab Kyuhyun ramah. Sungmin sebenarnya ingin mendengus, kenapa Kyuhyun harus meladeni dua wanita paruh baya yang suka menggosip. Dari mana Sungmin tahu? Tentu saja dari perkumpulan tetangga yang khusus pasangan muda disekitar komplek.

Shin Ahjumma terus saja memandang Sungmin, membuat Sungmin risih. "Kenapa, Ahjumma?" tanya Sungmin datar.

Shin Ahjumma tersenyum. Ia menatap perut Sungmin yang mulai membunyit. "Oh, jadi kau beneran hamil, Sungmin-ssi? Aku kira itu hanya guyonan tetangga." Sungmin tersenyum sinis. "Sudah berapa bulan?" tanyanya lagi.

"Empat," jawab Sungmin singkat. Sungmin melirik Kyuhyun yang tadi menyenggol bahunya pelan.

'Apa?'

'Sopan sedikit jika berbicara dengan orang tua.'

'Tsk!'

Kira-kira begitu arti dari komunikasi lewat mata yang Kyuhyun dan Sungmin lakukan. "Jenis kelaminnya apa?" kini yang bertanya Go Ahjumma.

"Kami memutuskan untuk tidak melihatnya. Ya hitung-hitung kejutan," kata Kyuhyun tersenyum manis.

"Perutmu akan semakin besar. Aku sarankan kau harus memakai dress khusus ibu hamil atau daster, kau tahu itu kan Sungmin-ssi? Jangan terus memakai celana trainning seperti ini." nasihat Shin Ahjumma sembari menunjuk celana yang Sungmin pakai.

Sungmin langsung menatap Kyuhyun tajam. Ia tidak ingin berlama-lama bercengkrama dengan Ahjumma-ahjumma itu. Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk pelan. "Ahjumma, kami pamit dulu ya. Takut hari semakin siang," ucap Kyuhyun membungkuk pelan lalu menarik Sungmin dari sana.

"Bukannya dari tadi," cibir Sungmin. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa geleng-geleng kepala.

I'am Sorry

"Sungmin benar hamil," bisik Go Ahjumma.

"Kok pria bisa hamil? Aneh kan?"

"Nah aku juga penasaran ingin tahu,"

"Oh mungkin, Sungmin itu dulunya wanita lalu menjalani operasi menjadi laki-laki tanpa mengangkat rahimnya?" Shin Ahjumma menyimpulkan.

"Transgender maksudmu."

"Ya. Aku rasa seperti itu. Pasti Sungmin dulunya wanita. Tidak mungkin bukan pria hamil."

"Benar juga. Ah sayang sekali ya, kenapa Sungmin harus merubah gender? Pantas saja wajahnya cantik begitu."

Sungmin menggeram mengingat bisikan Shin Ahjumma dan Go Ahjumma tadi yang masih bisa di dengar olehnya. "Sialan sekali dua Ahjumma itu. Mengataiku seenaknya," gerutu Sungmin sembari menggosok giginya.

Karena badmood, acara jalan-jalan paginya dengan Kyuhyun batal. Sungmin memilih kembali kerumah padahal mereka sudah setengah jalan.

Sungmin menghentikan gerak tangannya yang tengah menggosok gigi. Ia menatap lamat-lamat pahatan wajahnya dari cermin.

Pantas saja wajahnya cantik begitu

Hah! Sungmin menghembuskan nafasnya lalu kembali menggosok gigi. Memang, banyak dari saudara-saudara dan teman-temannya yang mengatakan dirinya memiliki wajah yang cantik. Ya, ya, ya terserah lah. Menurut Sungmin sendiri, dirinya adalah lelaki yang tampan.

Transgender maksudmu

Singgg!

Sungmin dengan menggebu semakin mempercepat menggosok gigi. Ucapan dua Ahjumma itu sungguh membuat suasana hatinya buruk. "Transgender? Cih! Sudah dari lahir aku mempunyai pen*s. Dasar Ahjumma tukang rumpi."

Tak!

"AKHHH"

.

.

Kyuhyun menyibakkan bibir atas Sungmin keatas. Melihat luka yang di timbulkan karena pukulan (?) dari batang sikat gigit.

"Gusimu luka." Kyuhyun menyodorkan segelas air dari keran pada Sungmin menyuruh istrinya untuk berkumur. Sungmin meringis saat merasakan perih di gusinya. Saat ia memuntahkan, air itu sudah bercampur dengan sedikit darah.

"Aish, sial! Pasti nanti jadi sariawan," umpat Sungmin. "Gara-gara dua Ahjumma itu, gusiku berdarah."

Kyuhyun terkekeh pelan. "Itu bukan karena mereka. Gusimu luka karena kau menggosok gigi terlalu bersemangat."

Sungmin menatap Kyuhyun tajam. Kenapa suaminya malah mengejeknya seperti itu. "Kau menyebalkan ya," ucap Sungmin sarkatis. Kyuhyun yang gemas, ia mengusak rambut istrinya.

Kyuhyun keluar kamar mandi di ikuti Sungmin.

Sungmin menggeplak tangan Kyuhyun saat suaminya itu akan mengambil dasi berwarna coklat. "Jangan yang itu," ucapnya datar. Kyuhyun tersenyum, ia lalu duduk di kursi meja rias sembari memperhatikan Sungmin yang sedang memilih dasi untuk ia pakai.

Sungmin menghampirinya lalu memakaikan dasi berwarna dark blue. Kyuhyun mengulurkan tangannya menyentuh rambut hitam istrinya yang sudah menutupi leher. "Rambutmu sudah mulai panjang. Mau pergi kesalon setelah aku pulang kerja?"

Sungmin menggeleng. "Aku sengaja akan memanjangkanya."

"Kenapa ingin memanjangkan rambut?"

Sungmin memberi sentuhan akhir merapikan kerah kemeja suaminya dan selesailah ia memakaikan dasi pada Kyuhyun. "Rahasia," ucap Sungmin sok misterius.

"Oh sudah main rahasia-rahasia an dengan suamimu sendiri?" tanya Kyuhyun tersenyum menggoda yang di balas senyum genit oleh Sungmin sembari mengedipkan sebelah matanya.

Kyuhyun mengerutkan dahinya lalu detik berikutnya ia menyunggingkan senyumnya. Selama ini, Sungmin selalu rajin memotong rambutnya. Berkilah jika telat saja ia tidak memotong rambut, orang-orang akan menyangkanya seorang gadis. Mungkin kah? Ah, Kyuhyun tahu alasan apa di balik misteri (?) Sungmin yang akan memanjangkan rambutnya.

Sungmin berjalan ke luar kamar, menuju dapur. Beberapa menit kemudian, Kyuhyun menyusulnya dengan membawa jas dan tas kerjanya lalu duduk di kursi meja makan. Dengan telaten Sungmin menyediakan sarapannya.

Mereka sarapan diiringin berbincang. Membicarakan tentang perusahaan, tentang terapi Sungmin dan lain-lainnya sampai acara makan mereka selesai.

"Oh ya, sayang." Sungmin menghentikan gerak tangannya yang sedang mengumpulkan piring bekas sarapan tadi, menatap Kyuhyun. "Apa?"

"Cobalah memakai dress yang Umma belikan, dulu." Kyuhyun tersenyum hati-hati, takut istrinya tersinggung.

"Hm."

Eh?

Biasanya Sungmin akan langsung marah jika Kyuhyun menyinggung masalah pakaian wanita itu. "Sayang?"

"Apa?"

"Kau tidak marah?"

"Kau ingin aku marah?"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat sembari tersenyum lebar. "Tidak. Tidak. Jadi..." Kyuhyun memicingkan matanya. "Kau akan mencoba memakainya?"

Sungmin memalingkan wajahnya. "Berisik. Sana pergi kerja."

Kyuhyun mengulum bibirnya, menahan senyum. Ya, Sungmin akan mencobanya. Pasti, Kyuhyun yakin itu.

Kyuhyun mendekat pada Sungmin, mencondongkan tubuhnya hingga ia bisa meraup bibir shap M 'istri'nya. "Aku pergi."

"Hati-hati" Sungmin merona. "Kyu," panggilnya lagi.

Kyuhyun membalikkan badannya. "Ya?"

"Aku malas memasak. Jadi bisakah pulang nanti kau beli sushi dan juga jajangmyon? Aku ingin makan itu untuk makan malam."

Kyuhyun tersenyum. "Siap. Cantik."

"Aku tampan," dengus Sungmin. Kyuhyun malah tertawa.

I'am Sorry

Dahi Sungmin mengerut sedangkan bibirnya mengerucut. Dia sungguh ingin membantah melihat pantulannya sendiri. Tapi, kenyataan tetaplah kenyataan bukan.

"Aku seperti wanita," dengusnya pasrah.

Setelah membersihkan seluruh rumah, tak terasa waktu sudah beranjak sore. Tentu saja Sungmin harus membersihkan tubuhnya. Saat dirinya akan berpakaian, ia teringat perkataan Kyuhyun yang memintanya untuk mencoba dress tidur yang Ibu mertuanya berikan.

Jadilah seperti ini. Tubuh rampingnya terselimuti sebuah daster berwarna biru langit dengan corak gambar kepala kelinci. Ditambah lagi ia menjepit poninya kesamping dan rambutnya yang sudah menutupi leher. Sungguh, penampilannya sekarang bagaikan seorang wanita tulen.

"Hah, bagaimana aku yang jantan, bisa berakhir seperti ini?" monolognya. Sungmin mengelus perutnya yang sedikit membuncit. Tatapanya jauh menerawang entah ia memikirkan apa.

"Sayang, aku pulang."

Teriakan itu membuat Sungmin tersadar dari lamunannya. Ia bergegas keluar kamar menyambut Kyuhyun.

"Kau membawa pesananku?" bukannya mengurus suaminya yang baru pulang. Sungmin malah langsung menyambar tas plastik yang Kyuhyun bawa. Senyumnya melebar saat Kyuhyun membelikan apa yang ia minta.

Sungmin hendak melesat kedapur untuk menyiapkan makan malam mereka, namun ia menolah saat Kyuhyun menggengam tangannya. "Hm?"

Ah, Sungmin tidak menyadari saja, jika sedari tadi Kyuhyun mematung melihat penampilannya.

Kyuhyun tersenyum manis. "Kau memakainya?"

Blush~

Sungmin lupa dengan penampilannya sendiri. "Iseng saja, nanti aku akan menggantinya."

"Tidak usah. Keliahatannya itu tampak nyaman untuk di pakai."

Sungmin melepas pegangan tangan Kyuhun. "Nyaman?" tanyanya dengan alis terangkat. Kyuhyun menganguk.

"Kau ingin mencoba memakainya?"

Ngek!

Kyuhyun tergelak, istrinya ada-ada saja bukan. Kyuhyun mengecup kening Sungmin. "Cha, siapkan makan malam." Kyuhyun melangkah menuju kamarnya meninggalkan Sungmin yang mengeructkan bibirnya.

I'am Sorry

Dua bulan kemudian

Kyuhyun merasa kakinya hampir rontok. Dari 2 jam yang lalu ia membuntuti Sungmin kesana kemari dalam rangka mencari daster dan dress baru karena stok (10 pcs, daster. 10 pcs, dress) yang pernah di belikan oleh mertuanya sudah tak muat lagi. Perutnya sudah semakin membesar sekarang.

Namun sayang selama dua jam ini Sungmin belum menjatuhkan pilihannya.

Oh ya, sekarang ini Sungmin memakai mini dress berwarna pink, kesukaannya. Rambut hitam yang ini sudah panjang se bahu berganti warna pula menjadi pirang. Sungmin mengecatnya dua minggu yang lalu. Dengan tampilan seperti itu, tak ada yang menyangka jika Sungmin adalah seorang pria.

Begitulah alasan Sungmi tidak memotong rambunya. Ia sudah berpenampilan seperti wanita beberapa bulan ini dan di pastikan itu berlanjut sampai melahirkan. Tidak mungkin dengan perut besar ia memakai baju pria. Ia tidak mau sampai disebut gila dan di pandang aneh orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentangnya.

Wajah Kyuhyun sudah tertekuk sejak tadi. Namun Sungmin tetap tidak memperdulikannya. Huh, padahal sebelumnya pria manis itu menolak mentah-mentah memakai pakaian ibu hamil, tapi sekarang?

"Sayang." Kyuhyun berbisik pada Sungmin yang sibuk memilih pakaian. Sungmin hanya berdehem membuat Kyuhyun sebal. "Ayo cepat pilih salah satu." Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada.

"Sabar Kyunie. Kalo berbelanja itu harus teliti," kata Sungmin tidak mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. Ia mengambil dua buah daster yang satu berwarna hijau muda satu lagi berwarna kuning. "Bagus yang mana?" tanyanya.

Kyuhyun cemberut. Ia menatap kedua baju itu tak peduli. "Terserah."

Mendapati nada suaminya yang terdengar malas. Dengan kasar, Sungmin menyimpan dua baju itu ketempatnya lagi. "Bilang jika tidak ingin menemaniku belanja. Apa susahnya," ketus Sungmin lalu pergi keluar toko baju meninggalkan Kyuhyun yang menatapnya cengo.

Apa istrinya itu marah?

Kyuhyun menghembuskan nafasnya. ia berlari pelan menyusul Sungmin. Kyuhyun menyekal tangan istrinya. "Sayang, jangan marah."

"Tidak. Aku hanya kesal saja."

"Aku minta maaf, oke." Kyuhyun melempar wajah memohon. Sungmin masih cemberut menatap Kyuhyun tanpa minat. "Baiklah. Ayo kita cari pakaian yang kau inginkan. Ketoko mana lagi yang belum kita kunjungi?" Kyuhyun berucap sembari menyeret Sungmin yang mengembangkan senyumnya.

Aku menang batin Sungmin.

.

.

Sungmin berseonjoran di sofa. Tangannya sibuk memegang cemilan. Sesekali pria itu akan tertawa terbahak-bahak saat adegan lucu kartun yang ia tonton.

Kyuhyun sendiri sedang sibuk menyiapkan makan malam. Makanan kiriman Ibunya, lebih tepat. Tadi sore Heechul datang, bermaksud memberi makanan yang ia masak sendiri khusus untuk anak dan menantunya sekalian juga wanita paruh bawa itu memberi tahu Kyuhyun jika dirinya akan ikut suaminya yang akan mengurusi perusahaan di jepang, dan mereka berangkat besok pagi.

Kyuhyun memasukan satu persatu makanan buatan ibunya kedalam microwave untuk menghangatkan. Ia terkejut saat Sungmin yang sedang asyik dengan tontonannya, berteriak keras memanggil namanya.

"KYU. KYUHYUN. KYUNIE."

Tentu saja tergopoh-gopoh Kyuhyun menghampiri Sungmin yang terlihat menengan. Kyuhyun berjongkok di hadapan istrinya. Menatap khawatir. "Ada apa?" tanya cepat.

Sungmin menarik salah satu tangan Kyuhyun lalu meletakkan di atas perutnya. Kyuhyun tidak mengerti namun-

-Duk!

Kyuhyun tertegun. Apa baru saja, ia meraskan tendangan di perut Sungmin?

Kyuhyun mendongak menatap wajah cantik Sungmin yang menggambarkan jika istrinya pun tak kalah takjub. "Dia menendang, kan?" Sungmin tersenyum. "Dia menendang," serunya.

Kyuhyun merasa letupan-letupan di dalam dadanya. Untuk pertama kalinya ia merasakan pergerakan nyata dari bayinya di perut Sungmin.

"Eoh? dia menendang lagi," ujar Kyuhyun antusias.

Sungmin menganguk. Entah mengapa, hatinya pun berdesir saat tadi ia merasakan sinyal itu dari perutnya. Sungguh, sulit di ungkapkan dengan kata-kata.

.

.

.

.

.

TBC

Makasih buat yg udah kasih reviewnya di chapter 3 kemaren. Untuk chapter 5 ketemu kamis depan ne, hehehe.

Reviewnya aku tunggu ya :p

Lov u all #flyingkiss #bow

Review review review!