Chapter 4
A/N : Eh ketemu lagi ternyata, :D gomen minna, di chap kemarin ada kesalahan penulisan Uciha yang seharusnya Uchiha dan team Shikamaru yang seharusnya team 10, terima kasih kepada Namikze Ryuuga dan Stellar Uzuki Yugao yang sudah mengingatkan author, buat orang orang yang suka ngasih flame, gw heran yang kaya gitu seneng amat ngehina karya orang, bisa buat kaga lu, tinggal ngomen enak, lah gw buat ceritanya, gw tabok ganti kelamin baru tau rasa lu, dasar sepion becak :D #abaikan, oke langsung baca aja.
Naruto Ootsutsuki
.
.
.
By : Ootsutsuki Al
Disclaimer : Naruto • Mashasi Khisimoto
Rate : T (Mungkin bisa berubah)
Genre : Adventure , -? , -?
Pair : Naruto x ?
Warning : Miss Typo , Alur Gaje , OOC , Gaje , ide pasaran (maybe) , Strong!Naru , Hyoton!Naru , Alive MinaKushi ..Etc
Don't Like Don't Read ..
.
.
.
Summary : Dia dianggap lemah dan diabaikan oleh 'orang tuanya' hanya karena memiliki sedikit chakra , Tapi dia bertekad akan membuktikan bahwa dirinya akan menjadi shinobi yang hebat.
.
.
.
Chapter 4.
.
.
.
Naruto dan Sasuke kini tengah berada di Training Ground 44, mereka tengah menunggu sang sensei.
Naruto kini memakai baju berkerah tinggi warna putih dengan simbol 9 magatama dibelakangnya, celana hitam khas Anbu dan sepatu ninja warna hitam.
Sedangkan Sasuke memakai baju hitam dengan kerah yang hampir menutupi mulutnya, dengan lambang Uchiha dibelakangnya, memakai celana pendek warna putih, dengan perban di paha kirinya, dan memakai sepatu ninja warna biru.
Sasuke sebenarnya sedikit heran dengan Naruto, dari kemarin setelah pertemuanya dengan sensei baru mereka, Naruto terlihat lebih banyak melamun, entah itu di jalan, kedai ramen, rumah, kamar mandi(?).
Dia memang tidak bertanya karena dia fikir itu urusan pribadi Naruto, tapi hal itu sungguh sangat membuat seorang Uchiha Sasuke penasaran, bayangkan saja Naruto lebih memilih melamun daripada memakan makanan para dewa nya, ya meskipun Naruto tidak terlalu maniak kepada ramen, tapi tetap saja itu aneh dan langka terjadi, karena biasanya dia memakan setidaknya 5 mangkuk ramen.
Sasuke menghela nafas kecil saat dia melihat Naruto kembali melamun dengan raut wajah sendu.
"Sebenarnya ada apa denganmu dobe, dari kemarin kau terus melamun, kau diputuskan pacarmu?, tapi mana mungkin orang sepertimu punya pacar".Tanya sekaligus ledek Sasuke dibagian akhirnya.
Naruto yang berniat mengabaikan pertanyaan Sasuke pun tidak jadi karena mendengar ledekan yang dimaksudkan padanya
"Apa maksudmu heh teme, aku ini orang tampan, perempuan mana yang tidak mau padaku".Balas Naruto narsis sambil menpuk nepuk dadanya.
"Benarkah ?, tapi kau bahkan be-".Ucapan Sasuke terpotong karena datangnya kepulan asap didekat mereka.
Dari balik kepulan asap terlihatlah seorang Jounin, memiliki rambut coklat dan mata berwarna hitam, memakai pakaian khas Jounin, memakai ikat kepala yang dipakai seperti bandana dan membawa pedang yang diikatkan dipunggungnya, dia adalah Jounin pembimbing team 11, Hayate Gekko sang Master Kenjutsu Konoha.
"Maaf sensei telat tadi ada sedikit urusan".ucap Hayate
"Hn".Balas Sasuke datar
"Tidak apa - apa sensei, bisa kita mulai test nya?".Jawab sekaligus tanya Naruto
"Baiklah, sebelum test nya dimulai aku akan memberi tahu tentang test yang akan kalian lakukan ini, pertama test ini merupakan penentuan apakah kalian layak menjadi genin atau tidak, dalam test ini kalian harus menyerangku dengan niat membunuh, dan yang paling penting adalah kalian harus merebut lonceng ini dariku".Jelas Hayate sambil menunjukan 2 buah lonceng yang ada di genggamanya.
"Sudah jelas?".Lanjut Hayate
"Ha'i Sensei".Jawab Naruto
"Hn".Jawab Sasuke datar
"Baiklah, waktu test sampai tengah hari, jika diantara kalian tidak ada yang mendapatkan lonceng ini, kalian aku nyatakan gagal, baiklah test dimulai".Ucap Hayate
Setelah perkataan terakhir Hayate Naruto dan Sasuke langsung melesat bersembunyi di dalam hutan.
'Mari kita lihat, sejauh mana kemampuan kalian'.Batin Hayate
Di Tempat Naruto dan Sasuke
"Baiklah Sasuke, kita akan menyusun rencana untuk merebut lonceng itu dan jangan terlalu menonjolkan kemampuan kita, menurutku test ini bertujuan untuk mengukur kemampuan kita, dan kerja sama team tentunya, karena hal yang mustahil bila kita bekerja perseorangan untuk merebut lonceng tersebut, kau mengerti?".Jelas Naruto pada Sasuke
Sasuke mengangguk mengerti atas penjelasan Naruto yang memang masuk akal.
"Team kita hanya dua orang ini akan semakin menyulitkan kita, kalau begitu ..." Naruto dan Sasuke pun mulai membuat rencana untuk merebut lonceng yang berada pada sang sensei.
Sementata itu Di Tempat Hayate
Hayate kini sedang menunggu kedua muridnya, kemudian menghela nafas kecil.
"Haahh, lebih baik aku mencari mereka saja, menunggu hanya membuatku bosan ".Ucap Hayate mengeluh, kemudian langsung berlari mencari keberadaan kedua muridnya.
Baru lima meter Hayate berlari, dia tiba - tiba merasakan bahaya yang berasal dari sisi kirinya, diapun menoleh dan melihat beberapa shuriken yang mengarah padanya.
Dengan cepat hayate mencabut pedang yang berada dipunggungnya lalu menangkis semua shuriken yang mengarah padanya.
Trankk Trank Trank ..
Naruto dan Sasuke yang merupakan pelaku pelemparan kini masih bersembunyi dibalik pohon, Naruto memandang kearah Sasuke.
"Kita lakukan sesuai rencana".Ucap Naruto yang dibalas anggukan oleh Sasuke.
Naruto dan Sasuke mengambil kunai dari kantong ninja nya masing - masing lalu melompat turun dan langsung melesat kearah Hayate yang baru saja selesai menangkis shuriken yang mereka lemparkan.
"Alhirnya kalian datang juga, ayo maju".Ucap Hayate saat melihat kedua muridnya melesat kearahnya dengan memegang kunai ditangan kanan nya masing - masing.
Sasuke melemparkan kunainya ke arah Hayate, namun dengan mudah ditangkis oleh Hayate, Naruto langsung maju kedepan Sasuke dan langsung mencoba menebaskan kunainya secara vertical kearah Hayate namun dengan mudah ditahan oleh Hayate menggunakan pedangnya.
Trankk Trankk Trankk ..
Benturan kunai Naruto dan pedang Hayate mulai terdengar, meskipun begitu Hayate lebih unggul dibanding Naruto.
'Cih'.Naruto mendecih dalam hati ketika serangan nya kembali di block, dia menengok ke belakang ke arah Sasuke yang kini tengah membuat heandseal.
Naruto melompat kebelakang sambil melmparkan kunai yang tadi ia pegang.
Trankk ..
Akan tetapi dengan mudah Hayate menangkisnya dengan pedangnya, Sasuke yang sudah selesai melakukan heandseal langsung menarik nafas dalam dalam.
"Katon : Gokakyou No Jutsu"
Naruto yang melihat Sasuke mengeluarkan bola apinya mulai melakukan heandseal dengan cepat.
"Fuuton : Daitoppa"
Bola api Sasuke semakin besar saat bergabung dengan jutsu angin Naruto, Hayate yang melihat gabungan jutsu Naruto dan Sasuke hanya berkeringat dingin.
'Sial, mereka benar - benar mau membunuhku, kerja sama mereka tak bisa diremehkan'.Umpat Hayate dalam hati.
Hayate lalu melakukan heandseal singkat.
"Bunshin No Jutsu"
Munculah kepulan asap dan menampilkan 3 replika Hayate, Hayate melihat kearah bunshin nya lalu mengangguk, dia lalu memposisikan katananya seperti ingin menebas diikuti ketiga bunshin nya.
"Mikazuki No Mai"
Sratt Sratt Sratt ..
Hayate dan ketiga bunshin nya pun menebaskan katana mereka masing masing dan dari tebasan tersebut terlihat gelombang angin tipis berbentuk bulan yang mengarah kepada jutsu gabungan NaruSasu.
Dhuuaaarrr ..
Terjadilah ledakan besar akibat benturan dua jutsu tersebut sehingga menimbulkan kepulan asap yang cukup tebal.
Wushh ..
Dari balik kepulan asap itu muncul shuriken raksaksa yang mengarah kepada Hayate, saat shuriken itu sudah dekat dirinya langsung melompat kesamping, tak disangka Hayate Naruto kini sudah ada disampingnya, mencoba mengambil lonceng yang ada dipinggangnya
Tak disangka Naruto, Hayate langsung menancapkan katananya ketanah untuk menghentikan lompatan nya dan langsung melakukan salto kebelakang.
Tapi tak disangka Hayate, Sasuke kini tengah berada dibelakang hayate sambil melakukan heandseal.
"Katon : Honseka No Jutsu"
'Sial'.Umpat Hayate dalam hati karena tidak sempat menghindar.
Dhuuarr Dhuuar Dhuuar ..
Sasuke terlihat terengah engah, tak lama kemudian Naruto berlari menghampirinya.
"Apakah berhasil?".Tanya Sasuke pada Naruto yang kini disampingnya.
"Entahlah".Jawab Naruto sambil terus memperhatikan kepulan asap bekas ledakan tadi.
Dan setelah kepulan asap menghilang, terlihatlah kawah bongkahan kayu yang sudah gosong.
'Kawamiri?'.Batin Naruto dan Sasuke.
"Kalian cukup hebat untuk seorang genin".Ucap seseorang dibelakang mereka yang ternyata adalah Hayate.
Kriing Kriing Kriing ..
Jam weker pun berbunyi
"Waktu kalian habis".Ucap Hayate
Naruto menghela nafas kecil, lalu kemudian berteduh dibawah pohon, diikuti Sasuke di belakangnya.
Sasuke hanya menghela nafas kecil.
"Apa kau mendapatkan nya?".Ucap Sasuke seraya melihat kearah Naruto
Sedangkan Naruto yang ditanya seperti itu hanya mengangguk meng iya kan.
Tak lama kemudian Hayate menghampiri mereka.
"Baiklah karena kalian tidak bisa mendapatkan lon-".Ucapan Hayate terpotong oleh Naruto.
"Siapa bilang".Ucap Naruto santai sambil menunjukan 2 lonceng yang sekarang berada di genggaman nya.
Sasuke menyeringai tipis.
Hayate tersentak kaget, mata Hayate membulat lalu melihat kearah pinggang tempat lonceng nya tadi, dan memang benar lonceng nya tidak ada.
"S-sejak kapan".Tanya Hayate kaget.
Naruto menyeringai tipis.
Flashback On
Wushh ..
Dari balik kepulan asap itu muncul shuriken raksaksa yang mengarah kepada Hayate, saat shuriken itu sudah dekat dirinya langsung melompat kesamping, tak disangka Hayate Naruto kini sudah ada disampingnya, mencoba mengambil lonceng yang ada dipinggangnya
Tak disangka Naruto, Hayate langsung menancapkan katananya ketanah untuk menghentikan lompatan nya dan langsung melakukan salto kebelakang.
Tanpa disadari Hayate sesaat sebelum dirinya melakukan salto kebelakang Naruto membuat jarum es dari udara, lalu melemparkan nya kearah tali lonceng hingga membuatnya putus dan jatuh ketanah tanpa disadari Hayate, Naruto pun langsung mengambil lonceng tersebut dan berlari menghampiri Sasuke yang terengah - engah.
Flashback Off
"R-A-H-A-S-I-A"Jawab Naruto sambil tekekeh pelan.
Hayate menghela nafas, kemudian tersenyum bangga.
"Kemampuan kalian sungguh mengagumkan untuk seorang genin, dan kerja sama kalian pun bagus, baiklah karena Naruto berhasil merebut lonceng itu, aku nyatakan kalian lulus, sekarang kalian boleh istirahat, besok aku tunggu kalian jam 8 disini, kita akan mengambil misi, kalau begitu aku pergi dulu Jaa ne".Ucap Hayate lalu menghilang dengan kepulan asap
Skip Time
.
.
Naruto dan Sasuke kini sedang duduk dibawah pohon sambil mengistirahatkan tubuh mereka.
"Sebenarnya bagaimana caramu mendapatkan lonceng itu?".Tanya Sasuke penasaran, meski dirinya sudah tau strategi pengalihan nya, tapi dirinya
penasaran dengan cara Naruto mengambil lonceng tersebut.
Naruto terkekeh pelan kemudian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, setelah mendengar cerita Naruto Sasuke hanya mengulum senyum tipis.
"He, kau cerdik juga ternyata, kukira kepintaranmu sudah hilang".Ledek Sasuke
"Tentu saja aku cerdik, dan hei apa maksudnya itu".Jawab Naruto setengah membentak
"Ohh, ayolah dobe kau pasti mengerti maksudku".Ucap Sasuke sambil menyeringai kearah Naruto yang terlihat kesal.
Bagi Sasuke Naruto yang kesal itu adalah hiburan nya, dia sungguh ingin tertawa jika melihat wajah kesal Naruto yang malah terlihat konyol dimatanya.
"Ck, sialan kau teme".Kesal Naruto kepada Sasuke.
Tak lama kemudian mereka tertawa bersama, inilah yang membuat Sasuke betah bersama Naruto dan menganggapnya saudara, Naruto bisa membuatnya 180 derajat berubah dari datar dan dingin menjadi bersahabat dan hangat.
Sementara itu Di Ruangan Hokage ..
Terlihat Sandaime dan Yondaime Hokage sedang menerima laporan dari para Jounin pembimbing.
"Tim 7 Lulus Hokage-sama".Ucap Jounin berambut perak dengan masker yang menutupi mulut dan hidungnya, memakai hittai- ate agak miring sehingga hanya terlihat mata kanan nya saja, dia adalah Hatake Kakashi, anak si taring putih dari konoha.
Semua orang tersentak kaget atas laporan Kakashi yang biasanya tidak meluluskan calon genin nya, sekarang meluluskan calon genin nya.
"Meskipun kerja sama team mereka bisa dibilang buruk tapi mereka lebih mementingkan teman daripada peraturanku, meskipun Menma terlihat tidak peduli sih".Lanjut Kalashi
Minato menghela nafasnya mendengar prilaku anaknya yang entah kenapa menjadi arogan dan tidak perdulian itu.
"Baiklah, bagaimana dengan tim mu Hayate".Tanya Minato
Hayate tersenyum, sehingga membuat semua orang bingung.
"Tim 11 Lulus dengan sempurna".Ucap Hayate terdengar bangga.
"Bisa kau jelaskan lebih rinci Hayate".Ucap Hiruzen
Hayate mengangguk.
"Kerjasama team 11 sangat bagus, bahkan mereka bisa menyudutkan ku dan membuatku terpaksa mengeluarkan jurus andalanku, dan yang paling mengagumkan, Naruto bisa merebut lonceng dariku tanpa kuketahui, saat aku bertanya bagaimana dia mendapatkan lonceng itu, dia hanya menyeringai sambil berkata Rahasia".Jelas Hayate disertai keluhan dibagian akhirnya
Semua yang mendengar penjelasan Hayate hanya membulatkan matanya kaget, 2 orang genin mampu menyudutkan Jounin sekelas Hayate yang dikenal dengan Kenjutsunya yang sangat hebat, itu cukup mengagumkan untuk seorang genin.
Hiruzen tersenyum mendengar Naruto yang sepertinya berkembang pesat, kemudian dia melirik ke arah Minato, dan dia melihat Minato sedang menunduk.
Hiruzen menghela nafas pelan.
"Baiklah kalian boleh bubar, dan besok kalian sudah mulai bisa mengambil misi untuk team genin kalian".Ucap Hiruzen
Kemudian semua Jounin menghilang meninggalkan kepulan asap.
Hiruzen menoleh kearah Minato yang sedang menunduk.
"Sudahlah Minato, jangan kau sesali, yang lalu biiarlah berlalu".Ucap Hiruzen
Minato pun semakin menunduk mendengar ucapan Hiruzen.
Hiruzen yang melihat Minato menunduk semakin dalam hanya menghela nafas pasrah.
Minato Pov
Apa aku sudah salah karena mengabaikan Naruto?
Tapi dia bukan anak kandungku, aku tidak salah kan jika aku mengabaikan nya demi anak kandungku Menma.
Dan juga kata Jiraiya sensei dulu, Menma yang akan menjadi penyelamat dunia shinobi, apa aku salah jika aku lebih memperhatikan anak kandungku yang akan menjadi penyelamat dunia shinobi dan mengabaikan anak angkatku yang memiliki sedikit chakra dulu?
Sekarang Naruto semakin berkembang pesat, meski Menma juga lumayan berkembang pesat karena sekarang dia sudah bisa menguasai jutsu rasengan, tapi perbedaan sikapnya dengan Naruto lah yang membuatku kecewa pada diriku sendiri, Naruto meskipun aku sudah mengabaikan nya dia tetap sopan dan tegar menghadapinya, sedangkan Menma, semakin lama dia semakin arogan.
Aku menyesal telah mengabaikan Naruto karena ramalan dari Jiraiya sensei dan fakta bahwa dia bukan anak kandungku.
Baiklah aku akan menemui Naruto nanti dan mengajaknya kembali kepada keluargaku.
Minato Pov End
Skip Time ..
Saat ini Naruto dan Sasuke tengah berada dikedai ramen, setelah test tadi mereka memutuskan untuk makan dan berakhirlah mereka disini, di ichiraku ramen.
"Paman Miso ramen satu lagi".Teriak Naruto.
Sedangkan disebelahnya, Sasuke tengah menatap Naruto dengan air mata anime yang mulai keluar.
"Kukira kau akan memesan 1 mangkuk dan melamun sambil mengaduk ngaduk ramen mu lagi seperti kemarin, aku menyesal meneraktirmu kali ini Dobe".Ucap Sasuke lesu.
Sementara Naruto yang mendengar keluhan Sasuke hanya nyengir kepada Sasuke.
"Paman 1 mangkuk lagi".Teriak Naruto lagi.
'Oh tidak, kosonglah dompetku'.Batin Nista Sasuke.
Skip Time Next Day
Matahari mulai menampakan dirinya, para warga konoha juga sudah memulai aktifitasnya masing - masing.
Terlihat disebuah apartemen meringkuk 2 bocah berumur 12 tahun tengah tertidur dengan lelapnya.
Anak pertama yang mempunyai surai pirang jabrig tengah tidur dengan posisi yang exsotis (baca ; menungging), sedangkan disampingnya anak bersurai biru gelap tidur dengan posisi biasa tapi disertai suara dengkuran halus.
"Eenngghhh"
Sang pemilik surai pirang aKa Naruto menggeliat perlahan lalu membuka matanya, dia menengok kearah samping dan melihat Sasuke masih tertidur.
Tiba - tiba ide jahil Naruto muncul, dia langsung bangun dan berjalan kearah kamar mandi, tak lama kemudian Naruto kembali sambil membawa gayung berisi air ditanganya.
Byuuuurrrr ...
Setelah menyiram Sasuke,Naruto langsung berlari kearah kamar mandi dan menguncinya.
"Huuaa Banjirr banjirr dobee banjirr".Teriak Sasuke panik saat bangun dari tidur nya, dia lalu mengok kearah kanan kiri.
"Eh?".Guman Sasuke.
Kemudian dia melihat gayung yang tergeletak dilantai.
"DOBEEEEEE !".Teriak Sasuke kesal.
Sementata dikamar mandi Naruto hanya tertawa mendengar teriakan Sasuke.
Skip Time ..
Saat ini Naruto dan Sasuke sedang berjalan bersama Hayate menuju gedung Hokage untuk mengambil misi.
Disepanjang perjalanan, Sasuke hanya mengumpat ngumpat kesal kepada Naruto karena kejadian tadi pagi, sementara Naruto yang menjadi sasaran umpatan Sasuke hanya tertawa, dan Hayate hanya bisa sweetdrop melihat kedua muridnya ini.
Tak terasa mereka kini sudah berada di depan pintu ruangan Hokage.
Tok Tok Tok ..
Hyate langsung mengetok pintu ruangan.
"Masuk".Terdengar suara seseorang dari dalam, mereka bertiga pun langsung masuk.
Dan terlihatlah Sandaime yang sedang merokok, dan Yondaime yang sedang mengurus berkas berkas.
Minato mengalihkan pandanganya kearah Naruto dan menatapnya sendu, sedangkan yang ditatap hanya cuek saja.
"Tim 11 datang untuk mengambil misi Hokage - sama".Ucap Hayate sopan.
Hiruzen langsung melihat lihat lembaran misi yang ada dimejanya.
"Apakah team mu siap jika melakukan misi rank C, Hayate?".Tanya Hiruzen
Hayate melirikan ke arah dua muridnya sejenak kemudian mengangguk mantap.
"Siap Hokage - sama".Ucap Hayate mantap.
"Tapi Sandaime - sama, mereka baru lulus menjadi genin apa tidak apa - apa mereka langsung melakukan misi rank C ?".Tanya Minato ragu.
"Tidak apa Minato, aku yakin mereka bisa melakukanya, lagipula tidak ada misi rank D yang tersisa hari ini".Balas Hiruzen seraya menghembuskan asap rokoknya.
Minatopun hanya menghela nafas pasrah.
"Baiklah, kalian akan melakukan misi pergi ke perbatasan Konoha, dari kabar yang ku terima ada beberapa bandit yang sering melakukan perampokan bahkan pemerkosaan disitu, Misi kalian adalah menangkap para bandit itu, jika mereka memberi perlawanan kalian boleh membunuh mereka, kalian bisa berangkat sekarang".Lanjut Hiruzen
"Ha'i Hokage - sama, kalau begitu kami permisi dulu, dan untuk kalian berdua aku tunggu kalian di gerbang 2 jam lagi".Ucap Hayate dan diikuti anggukan Naruto dan Sasuke.
Hayate dan kedua muridnya pun langsung pergi untuk menyiapkan barang barang nya.
Skip Time ..
Saat ini Hayate tengah berada di depan gerbang, dirinya tengah menunggu kedua muridnya, tak lama kemudian Naruto dan Sasuke pun sampai disana.
Saat ini Naruto memakai jaket berwarna orange dengan daleman kaos warna biru, memakai celana pendek warna biru dan sepatu ninja warna hitam, dan membawa ransel warna hitam.
Sedangkan Sasuke memakai baju berwarna biru dongker dengan kerah yang agak tinggi dan juga dengan lambang uchiha dibelakangnya, memakai celana pendek warna putih dengan lilitan perban yang berada di paha kanan nya dan sepatu ninja warna biru, dan juga membawa ransel warna hitam.
"Baiklah kita berangkat".Ucap Hayate
Skip Time..
Saat ini Team 11 tengah melompati dahan dahan pohon, mereka tengah menuju ke perbatasan yang dimaksud yaitu perbatasan Konoha dan Kirigakure.
"Sensei kira - kira perjalanan dari Konoha ke perbatasan berapa lama".Tanya Naruto
"Mungkin hanya beberapa jam".Jawab Hayate sambil terus melompati batang pohon.
Naruto hanya mengangguk dan kembali diam, selama perjalanan tidak ada yang bersuara hanya keheningan yang melanda ketiganya.
Setelah beberapa jam mereka melakukan perjalanan, mereka kini sampai diperbatasan, sebelum mencari keberadaan para bandit mereka memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu.
"Dengarkan aku, kita akan mencari bandit bandit itu besok, sekarang kalian istirahatlah, hari sudah mulai sore".Ucap Hayate sambil melihat kearah matahari yang sedang tenggelam.
Naruto dan Sasuke mengangguk mengiyakan.
"Naruto"
Naruto yang sedang menyender dipohon tersentak kaget saat ada suara berat yang memanggilnya, Naruto celingak celinguk mencari darimana asal suara tersebut.
Sasuke yang berada disebelah Naruto mengangkat alisnya melihat Naruto yang celingak celinguk.
"Kau mencari apa dobe?".Tanya Sasuke heran.
"Ah, Tidak aku tidak mencari apa - apa".Jawab Naruto bohong
Sasuke menyipitkan mata kemudian menghela nafas.
Naruto langsung bangkit dan berjalan kearah hutan.
"Mau kemana kau Naruto".Tanya Hayate
"Jalan - jalan sebentar sensei".Jawab Naruto sambil terus berjalan.
"Tapi ini sudah mulai gelap Naruto, Heyy dengarkan aku murid durhaka".Teriak Hayate kesal karena teriakanya tak didengar Naruto.
"Sudahlah sensei, dia akan baik - baik saja, mungkin dia sedang banyak fikiran".Ucap Sasuke
Hayate menghela nafas pasrah kemudian melihat kearah Naruto yang mulai menghilang kedalam hutan.
In Naruto Place
Saat ini Naruto tengah duduk di pinggir sungai, yang lumayan dekat dengan tempat pengistirahatan team nya.
Naruto menatap bulan yang sudah terlihat dengan tatapan sendu.
'Kaa - san , Tou - san benarkah kalian ada disana'.Batin Naruto sambil terus menatap bulan yang bersinar terang.
Tak terasa air mata mulai mengalir kepipinya.
"Naruto"
Naruto kembali tersentak kaget saat ada suara berat yang memanggilnya lagi.
"Siapa itu?".Tanya Naruto setengah berteriak.
Naruto mulai beranjak dari situ dan mencari asal suara tadi, kemudian dia berhenti disebuah gua yang tak jauh dari tempatnya duduk tadi.
"Naruto"
Suara tersebut kembali terdengar kali ini lebih jelas dan suara tersebut berasal dari dalam gua tersebut.
Narutopun perlahan mulai melangkahkan kakinya kedalam gua.
Naruto terus berjalan kedalam gua tersebut.
Tap Tap Tap ..
Suara gema langkah kaki Naruto terdengar sangat jelas.
Tap ..
Naruto berhenti ditengah gua, didepan nya kini terdapat bongkahan es yang lumayan tinggi, dan diatas es tersebut terdapat sebuah pedang berwarna biru es.
"Selamat datang Naruto - sama".Ucap seseorang dari arah belakang Naruto.
Naruto yang sedang melihat lihat pedang yang berada diatas es tersebut pun tersentak kaget saat seseorang mengucapkan selamat datang padanya dengan embel embel sama pula.
Naruto membalikan badan dan melihat seorang gadis yang nampaknya seumuran dengan nya, memiliki surai putih panjang dengan mata berwarna biru es yang indah dan yang membuat Naruto kaget bukan hanya kedatangan gadis itu tapi juga keadaan gadis itu yang bisa dibilang Hott !, bayangkan saja gadis ituu telanjang sekali lagi ku tekan kan TELANJANG !.
Meskipun didalam gua tapi Naruto bisa melihat dengan jelas karena cahaya bulan yang masuk dari atas gua, mata Naruto beralih kepada dua buah gundukan yang lumayan besar untuk gadis seumuran nya, Naruto meneguk ludah dengan susah payah, kemudian pandanganya turun ke perut dan ke- Ok stop ! fic ini belum naik rate :D.
"S-siapa kau?".Tanya Naruto sambil memencet hidungnya untuk menahan sesuatu yang ingin keluar dari hidungnya.
Gadis itu tersenyum manis sambil melangkahkan kakinya kearah Naruto sehingga membuat Naruto semakin mengencangkan jepitan tangan nya terhadap hidungnya.
'Oh shit, dia manis sekali kami - sama, dan juga err sexy'.Batin Naruto mulai kacau.
Gadis tersebut langsung memeluk Naruto.
"Aku adalah pelayanmu Naruto - sama".Ucap Gadis itu yang entah kenapa terdengar begitu sexy di telinga Naruto.
Dan Narutopun pingsan dengan senyum mesum disertai darah keluar dari lubang hidungnya.
"Are ?".Sigadis hanya memiringkan kepalanya bingung melihat tuan yang sudah ditunggunya malah pingsan dengan senyum aneh.
Beberapa saat kemudian Narutopun bangun.
"Eenngghh dimana ini".Naruto kembali mengingat ngingat apa yang terjadi sebelum dirinya pingsan.
"Naruto - sama sudah bangun?".Ucap gadis yang beberapa menit lalu membuatnya pingsan.
Naruto harus kembali menahan untuk tidak mimisan lagi saat gadis tersebut menatapnya dengan wajah polos dan masih telanjang tentunya, Naruto kemudian melepas jaket orange nya dan memberikan nya kepada gadis tersebut.
"Pakai itu".Ucap Naruto
Si gadis hanya memiringkan kepalanya bingung, Naruto menghela nafas pelan.
"Pakai itu untuk menutupi tubuhmu, tak baik seorang gadis bertelanjang dihadapan lelaki".Ucap Naruto seraya menutup matanya.
Sigadis pun langsung memakai jaket orange Naruto.
"Sudah Naruto - sama".Ucap gadis itu
Naruto yang tadinya menutup mata, langsung membuka nya, dan mukanya langsung memerah melihat gadis itu memakai jaketnya, malah terlihat semakin manis.
'Sial, dia terlihat begitu manis'.Batin Naruto
Naruto kemudian memasang wajah seriusnya.
"Ekkhhmm, baiklah sebenarnya siapa kau dan apa suara berat tadi itu berasal darimu?".Tanya Naruto serius.
"Aku adalah pelayanmu sekaligus penjaga pedang milik clan Ootsutsuki, Naruto - sama, dan suara berat yang Naruto - sama dengar bukan berasal dariku melainkan dari pedang yang tadi diperhatikan oleh Naruto - sama".Jelas gadis itu sambil tersenyum manis.
Naruto tersentak kaget, jadi gadis ini adalah penjaga pedang clan nya, suara berat yang tadi didengarnya berasal dari sebuah pedang yang tadi dilihatnya.
Naruto Pov
Ini sungguh sangat mengagetkan, tapi jika asumsiku benar maka yang di maksud pedang clan Ootsutsuki olehnya adalah pedang yang tadi kulihat menancap diatas bongkahan es itu.
Lalu disuruh siapa gadis ini?
lebih baik aku tanyakan saja langsung
Naruto Pov End
"Lalu kau ini sebenarnya disuruh siapa? dan jika asumsiku benar maka yang kau maksud pedang keturunan clan Ootsutsuki adalah pedang itu".Tanya Naruto sambil menunjuk pedang yang masih menancap di atas bongkahan es.
"Anda benar Naruto - sama, dan aku disuruh oleh orang tua anda untuk menjaga pedang ini sampai anda menemukan nya dan memberikan pedang ini pada anda, dan saya akan mengikuti kemanapun anda pergi Naruto - sama".Jelas si gadis terdengar senang diakhir kalimatnya.
Naruto tersentak kaget, orang tuanya? jadi pedang ini adalah pemberian orang tuanya ?
Kemudian dia menatap bulan yang memang terlihat.
'Terima kasih kaa - san, Tou - san'.Batin Naruto senang.
Tunggu dulu, orang tua asli Naruto itu kan berada di bulan, jadi apakah gadis ini berasal dari bulan?, oke memikirkan itu membuat Naruto pusing.
"Anda benar Naruto - sama saya berasal dari bulan".Ucap Gadis itu
Naruto tersentak kaget, gadis ini bisa membaca pikiran nya? pikirnya.
Swuussshh Slebb ..
Pedang berwarna biru es yang tadinya menancap diatas bongkahan es tiba - tiba melesat dan langsung menancap tepat didepan Naruto.
Naruto kembali tersentak kaget, pedang tersebut kemudian berkelip kelip, Naruto pun mencoba mengambil pedang itu, saat tangan Naruto dan pedang itu bersentuhan pedang itu bercahaya sangat terang kemudian meredup lagi.
"Are? apa yang terjadi?".Tanya Naruto bingung.
"Itu adalah tanda anda telah resmi menjadi masterku Naruto - sama, dan maafkan atas kelancanganku tadi tidak menyebut anda dengan embel embel sama".Ucap sebuah suara yang berasal dari pedang itu.
"A- ah tidak apa - apa".Ucap Naruto sambil tertawa kikuk.
"Sebenarnya kau ini pedang apa sih?, kenapa bisa bicara?".Tanya Naruto kepada pedang tersebut.
Sedangkan gadis yang belum diketahui namanya hanya menyimak percakapan Naruto dengan pedang clan Ootsutsuki yang dihadiahkan kepada Naruto, oleh orang tuanya tersebut.
"Aku adalah pedang yang mempunyai jiwa sendiri, pedang yang melambangkan keabadian, pedang yang mampu membekukan apapun, aku adalah ..
.
.
Yukianesa"
To Be Countinued ..
Hehe akhirnya selesai juga, maaf jika ceritanya kurang menarik, jujur aja saya males ngetiknya, ngetiknya dihape sih mana hp layar sentuh, salah mulu.
Maaf ga bisa bales reviewnya satu satu, tapi saya sudah baca semuanya ko, dan untuk penampilan Naruto berubah masih lama, bareng sama Naruto dapetin doujutsu, untuk kapan nya rahasia, maaf jika word nya masih pendek.
Ok berikan tanggapan untuk chap ini.
Tadinya saya mau buat polling pairing tapi saya buat OC aja jadi pair Naruto hehe gomen, saya juga minta saran buat pair Sasuke, dan Naruto mending Harem apa 1 aja?
kalau begitu sampai jumpa di chap depan.
.
.
.
Jangan lupa reviewnya ..
Ootsutsuki Al
.
.
.
Logout ..
