" I Choose To Love U "
By : Jieunlicious
Romance - School Life - Drama
: Cast :
- Byun Baekhyun -
- Park Chanyeol -
- Kim Jongin -
- Oh Sehun -
: Other Cast :
- Do Kyungsoo -
Zitao - Luhan - Yixing
Etc.
Summary :
Byun Baekhyun, siswi kelas 2 SMA Woosang dihadapkan dengan Kim Jongin sang mantan kekasih dengan Oh Sehun sahabat overprotective yang pernah ia tolak cintanya. Disaat itu ia dijodohkan dengan Park Chanyeol -kapten basket SMA Woosang- yang sudah memiliki kekasih, Do Kyungsoo.
Pairing :
CHANBAEK - HUNBAEK - KAIBAEK - CHANSOO
(GS!)
Previous Chapter :
"Lalu kenapa kau menerima perjodohan konyol itu? Ini tidak bisa terjadi Baekhyun, aku sudah punya kekasih dan kau bisa membahagiakan dirimu juga tanpa terbebani perjodohan ini" jelas Chanyeol. Bahkan disaat seperti ini ia masih bisa berbicara dengan nada yang lembut padahal hatinya begitu gusar.
"Apa maksudmu?" tanya Baekhyun. Ia merasa penjelasan Chanyeol cukup berbelit dan membuatnya bingung .
"Ayo kita bekerja sama membatalkan perjodohan ini"
.
.
.
.
.
.
Chapter 3 ~~~
"Maaf aku tidak bisa Chanyeol-ahh" jawab Baekhyun terdengar lirih namun masih dapat ditangkap oleh telinga Chanyeol.
"Wae?" Chanyeol dibuat terkejut dengan jawaban Baekhyun.
"Aku tidak menolak saat Ibuku menanyakan kesetujuanku terhadap perjodohan malam itu, dan bagaimana bisa sekarang aku mengatakan pada orangtuaku jika aku menolak" jelas Baekhyun.
"Tapi aku bisa membantu Baekhyun, lagipula aku juga akan mengatakan pada orangtua ku dan semuanya selesai" jelas Chanyeol.
"Tidak Chanyeol, bahkan aku bilang malam itu 'Keputusan orangtua ku adalah yang terbaik', tidak mungkin aku menyangkalnya sekarang. Itu akan membuat mereka kecewa" jelas Baekhyun lagi, nada bicaranya mulai terdengar dingin sarat akan ke'tidaksuka'annya pada rencana Chanyeol.
Chanyeol diam, tidak ingin melawan perkataan Baekhyun.
"Lagipula ini mudah buatmu mengingat malam itu kau tidak memberikan persetujuan atau penolakan apapun, jika kau benar - benar tidak mau perjodohan ini terlaksana, kau harus berusaha dan jangan libatkan aku".
Baekhyun menghela nafas kemudian berjalan menjauhi Chanyeol yang terdiam,sebelum itu ia berkata.
"Maaf aku lancang, tapi aku tidak suka kau berkata bahwa perjodohan ini 'konyol', itu sama saja kau mengatakan bahwa Orangtua kita yang konyol karena melaksanakan perjodohan ini" jawab Baekhyun pada akhirnya.
.
.
.
.
.
Chanyeol meghempaskan tubuhnya ke kasur, ia merasa benar - benar lelah fisik maupun fikiran. Tubuhnya berkeringat sehabis latihan basket dan pikirannya tertuju bagaimana mengatakan pada orangtuanya untuk membatalkan perjodohan ini. Ia takut pada ayahnya, Tn. Park adalah kepala keluarga yang hangat dan tegas disaat bersamaan, ia adalah seorang Anggota Akreditasi Kepolisian yang tegas dan sedikit kejam, tetapi jika sedang berkumpul dengan keluarganya ia akan menjadi suami dan ayah yang baik bagi istri dan anak - anaknya.
'Ayah pasti akan menembakku dengan pistol nya kalau aku mengatakan ini' geram Chanyeol kemudian mengacak rambutnya frustasi.
Cklek! Pintu kamar Chanyeol terbuka.
"Hei brother!" terdengar suara bass muncul dari arah pintu.
"Kris Hyung? Kapan kau kembali?" tanya Chanyeol cukup terkejut dengan kedatangan Hyung-nya.
Kris atau Park Yifan adalah putra sulung keluarga Park yang otomatis adalah kakak kandung Chanyeol. FYI, Chanyeol adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, Anak pertama adalah Park Yifan, kedua adalah Park Joohyun si putri tunggal keluarga dan terakhir adalah Park Chanyeol.
"Aku tiba tadi pagi saat kau masih sekolah, karena kau tak ada aku pergi ke kantor Joonmyeon dan baru saja kembali" jelasnya.
Yifan adalah seorang wakil direktur perusahaan rekaman yang ada di China oleh karena itu ia berdomisili di China dan pulang ke Korea hanya sekali sebulan untuk melepas rindu pada keluarganya. Ngomong - ngomong nama Kris yang disematkan Chanyeol tadi adalah nama Kanada Park Yifan saat ia kuliah di Ottawa dulu.
"Kudengar kau sudah bertemu dengan calon istrimu," ujar Kris berjalan
Uh! Jangan ingatkan Chanyeol lagi tentang ini.
"Calon istri? Aku bahkan masih SMA, kau yang sudah 25 tahun pun belum juga menikah" dengus Chanyeol.
"Hei tenang saja, kau akan terima undangan pernikahan ku dua bulan lagi" ucap Kris secara gamblang.
"H-hyung akan menikah? Dengan Sooyeon Noona?" Chanyeol cukup terkejut dengan ucapan Hyung-nya.
"Tentu saja, mana mungkin aku menikah dengan Joonmyeon" jawab Kris bercanda.
"Aku turut bahagia Hyung" ujar Chanyeol tersenyum, tapi tersirat rasa gelisah dalam dirinya.
Kris terdiam, ia tahu adiknya sedang memikirkan suatu hal.
"Ah! bagaimana dengan calon tunangan mu? Eomma bilang namanya Byun Baekhyun. Apa dia cantik?" tanya Kris dan seketika Chanyeol menegang karena itu.
Kris dapat menangkap sikap kaku Chanyeol. Hingga Chanyeol bersuara.
"Hyung? Aku ingin menolak perjodohan ini, tapi- aku takut Appa marah padaku"
Kris terdiam, hal semacam ini juga terjadi padanya dulu saat pertama kali bertemu Sooyeon, "Akan sulit untuk menolak Yeol-ahh, kau tahu kan? Keluarga besar selalu melaksanakan perjodohan. Kalaupun kau menolak perjodohan dengan gadis bernama Baekhyun itu, Appa pasti akan mencarikan mu wanita lain untuk dijodohkan denganmu"
"Tapi Hyung, aku sudah punya kekasih dan aku mencintainya" jelas Chanyeol frustasi.
"Ini lah perbedaanmu denganku, Appa menjodohkan ku dengan Sooyeon saat aku tidak punya kekasih dan perjodohan itu dilaksanakan saat aku sudah menjadi mahasiswa di Universitas. Sedangkan kau, Appa sudah menjodohkan mu dengan Byun Baekhyun saat kau sudah memiliki kekasih dan kau masih seorang pelajar SMA. Appa punya cara tersendiri untuk mengurus anak - anaknya, Percayalah Yeol, pilihan orangtua adalah yang terbaik walaupun kau tidak suka sekalipun" jawab Kris pada akhirnya. Ucapan Kris sama dengan apa yang diucapkan Baekhyun padanya sebelumnya.
.
.
.
.
.
Baekhyun sedang duduk di counter dapur memperhatikan Eomma nya yang sedang memasak makan malam, sesekali ia mengunyah strawberry segar yang ada di hadapannya.
"Eomma.." panggil Baekhyun.
"Hmm.." Ny. Byun menjawab dengan deheman singkat.
"Kenapa.. Eomma menyetujui.. Perjodohanku?" tanya Baekhyun ragu - ragu.
Ny. Byun terdiam, kemudian tersenyum pada putri bungsunya.
"Eomma hanya ingin yang terbaik nak, Keluarga Park adalah keluarga yang baik. Eomma percaya untuk menyerahkanmu padanya di masa depan, Eomma hanya takut kau memilih lelaki yang salah nantinya, dan Chanyeol adalah lelaki yang bertanggung jawab, Eomma percaya itu" ujar Ny. Byun.
Baekhyun terenyuh mendengarnya, kini ia 100% yakin bahwa pilihan Eomma nya tidak salah. Dan dia tidak akan melepas Park Chanyeol, karena ini keinginan orangtuanya dan Baekhyun akan berusaha menyanggupi nya.
"Ta-tapi Eomma... Chanyeol, sudah punya.. Kekasih" ucap Baekhyun lirih.
Baekhyun sedikit ragu mengatakannya, karena ia takut Eomma nya belum mengetahui ini dan berakhir dengan kekecewaan pada Chanyeol.
"Eomma sudah tahu sayang, sebenarnya..."
Ny. Byun terdiam begitu juga Baekhyun, tersirat wajah ragu dalam dirinya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berbicara.
"Alasan Park Yoon Ae -Eomma Chanyeol- yang sebenarnya adalah ia ingin Chanyeol putus hubungan dengan kekasihnya. YoonAe tidak suka dengan kekasih Chanyeol yang sekarang, Eomma juga tidak tahu kenapa?" Ny. Byun menghela nafas kemudian melanjutkan, "Awalnya Eomma ragu karena menurut penglihatan Eomma terlihat seperti memanfaatkan mu, tapi YoonAe meyakinkan Eomma bahwa ia sangat menginginkanmu untuk jadi pendamping Chanyeol di masa depan, dan Eomma pun setuju" jelas Ny. Byun.
"Lagipula kau belum pernah membawa lelaki manapun kerumah selain Jonghyun dan Sehun, dan kau hanya bilang bahwa mereka adalah sahabat mu" ujar Ny. Byun bercanda.
Baekhyun terkekeh pelan, tiba - tiba pikiran nya tertuju pada Chanyeol dan kekasihnya, Do Kyungsoo. Ia bisa menebak apa alasan Ny. Park tidak menyetujui Chanyeol berpacaran dengan Kyungsoo.
(Flashback)
Do Kyungsoo, anak bungsu Keluarga Do yang kaya raya. Ayahnya adalah direktur utama Bank Swasta Terkenal di Seoul dan Eommanya juga mempunyai pekerjaan yang deadline nya selalu padat.
Baekhyun mengenal Kyungsoo saat mereka berada di kelas yang sama saat kelas 3 SD, mereka duduk bersebelahan saat itu. Awalnya Baekhyun sedikit iri melihat Kyungsoo yang kaya raya, selalu berganti tas dan sepatu yang cantik setiap harinya, Kyungsoo bahkan sudah memakai handphone saat teman sekelas nya yang lain belum punya handphone. Setiap pulang sekolah Kyungsoo selalu dijemput oleh supir pribadi nya menaiki mobil mewah. Dan Baekhyun kecil saat itu berfikir begitu bahagianya kehidupan Kyungsoo yang kaya.
Tapi semenjak kenaikan kelas, Baekhyun tidak lagi sekelas dengan Kyungsoo. Hingga saat masuk SMP mereka tidak pernah lagi berteman, sesekali jika bertemu mereka hanya saling melempar senyum. Kyungsoo yang sekarang benar - benar berbeda, ia bukan lagi Kyungsoo yang polos dan pendiam tetapi ia berteman dengan anak - anak nakal yang tidak betah dirumah. Hingga Baekhyun tahu bahwa teman - teman Kyungsoo berteman dengannya hanya untuk 'uang'nya. Mau tak mau Kyungsooo
(Flashback END)
Baekhyun mengenal Kyungsoo sudah begitu lama, bahkan lebih lama dari Chanyeol. Baekhyun yang dulu nya iri dengan kehidupan Kyungsoo yang berlimpah harta kini tidak lagi, ia tidak mau jadi Kyungsoo yang kurang perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya.
.
.
.
.
.
Baekhyun baru saja mendapatkan makan siangnya di kantin bersama Sehun, ya Sehun karena Tao tidak sedang sekolah karena sedang mengikuti kejuaraan Wushu di Daegu.
Awalnya ia ingin mengajak Luhan dan Yixing makan bersama, tapi tiba - tiba Sehun datang menawarkan ke kantin bersama, dan Baekhyun terlalu segan untuk menolak.
"Kita duduk dimana, Baek?" tanya Sehun.
"Terserah kau saja"
Baekhyun sedikit risih melihat tatapan para murid seangkatan nya, mereka berfikir Baekhyun dan Sehun pasangan kekasih yang baru resmi berpacaran.
Pada akhirnya mereka memutuskan untuk duduk di meja dekat jendela bersama teman sekelas mereka yang lainnya.
Dimeja lain, tampak Kyungsoo dan Chanyeol yang sedang makan siang bersama, kening Kyungsoo sedikit berkerut melihat Sehun dan Baekhyun.
"Oh Sehun?" lirih Kyungsoo.
"Kau bicara sesuatu?" tanya Chanyeol.
"Itu, disana ada Oh Sehun dan Baekhyun"
Mendengar nama Baekhyun membuat Chanyeol langsung menegakkan kepalanya fokus mencari wanita yang berstatus 'calon istri' nya -begitu kata Kris-. Dan yang ia temukan Baekhyun berjalan bersisian bersama seorang namja asing yang belum pernah ia lihat disekolah.
"Apa Sehun dan Baekhyun sepasang kekasih?" tanya Kyungsoo entah pada siapa.
"Kau kenal lelaki itu?" tanya Chanyeol.
"Namanya Oh Sehun. Kami berada di Sekolah Dasar yang sama dulu, saat SMP juga. Aku rasa ia baru pindah sekolah kesini" jawab Kyungsoo seadanya.
"Apa hubungan mereka berdua?" tanya Chanyeol.
"Entahlah, pacaran atau hanya teman biasa" jawab Kyungsoo.
Chanyeol terdiam sebentar, matanya menatap Baekhyun dan Sehun bergantian hingga seringaian tipis tercetak di wajah tampannya.
...
Sehun baru saja akan menaiki motornya saat Kim Jongin tiba - tiba datang dan berjalan kearahnya. Sehun terlihat bingung dan sedikit waspada, ada apa Jongin mendatanginya?
Tapi kewaspadaan nya sirna saat Kim Jongin berhenti di depan sebuah motor sport hitam yang berada tepat disamping motor sport miliknya.
"Tidak kusangka kau akan memarkir motor disamping motorku" ujar Jongin dengan nada bicara yang cuek.
"Jika aku tahu ini motor mu aku tidak aka sudi" jawab Sehun dengan nada dingin yang dimilikinya.
"Aku rasa aku harus menandai motormu agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali" ujar Jongin sombong.
"Cih! Aku juga tidak sudi sebenarnya" jawab Sehun tak kalah sombong.
Mereka berdua diam, hingga Jongin kembali bersuara.
"Kudengar cinta mu ditolak Baekhyun bahkan sebelum kau akan menyatakan perasaan" ujar Jongin.
Sehun tertegun, rahang nya mengeras "Bukan urusanmu!" jawab Sehun.
"Aku kasihan padamu, kau sangat mencintai nya bahkan melindunginya, tapi apa yang kau dapat? Penolakan?" Jongin berujar dengan nada sinis yang kentara sekali.
"Setidaknya, kami pernah berstatus kekasih. Ia tidak menolak cinta ku saat itu walau aku tahu ia tak benar - benar mencintaiku saat itu" sambung Jongin.
"Diam kau! Aku menyayangi nya dan ingin menjaganya, sedangkan kau hanya mempermainkan Baekhyun. Kau bukanlah seorang lelaki sejati, Kim Jongin" Sehun mulai tersulut emosi.
BUKK! Pukulan dihadiahi oleh Sehun pada Jongin membuat Jongin terhuyung kebelakang.
"YAKK! KAU GILA?" marah Jongin.
BUKK! Jongin melayangkan pukulan lebih keras ke pipi Sehun hingga membuat Sehun tersungkur.
Dengan cepat Jongin menggamit kerah baju Sehun dan mencengkram nya kuat.
"Dengar! Aku tidak pernah menyakiti perasaan Baekhyun, kau tahu kenapa? Karena Baekhyun lah yang memulai semuanya, ia tidak pernah mencintaiku walau saat itu aku begitu mencintainya. Dan aku ingin membalasnya, apa aku salah?" mata Jongin berkilat marah mendengarnya.
Sehun pun mendorong tubuh Jongin kuat hingga cengkraman itu terlepas.
"Kau salah! Kau bukanlah lelaki jika menginginkan balas dendam pada wanita. Dan kau bilang kau mencintai nya? Kau tidak akan membuatnya sakit hati jika kau mencintai nya, Kim Jongin! Kalau aku jadi kau, aku akan berusaha membuatnya jatuh cinta padaku, bukan balas dendam seperti yang kau lakukan" jelas Sehun.
Tanpa mereka tahu, seorang Park Chanyeol ada disana menguping pembicaraan mereka. Bukan menguping dalam hal sebenarnya karena Chanyeol pada awalnya hanya ingin menghentikan pertengkaran mereka, tapi mendengar nama Baekhyun disebut membuatnya bersembunyi dan menguping pembicaraan mereka.
"Byun Baekhyun, yeoja itu cukup misterius ternyata" bisik Chanyeol.
.
.
.
.
.
"Aku pulang!" sapa Chanyeol ketika memasuki rumah nya.
Chanyeol mengganti sepatunya dengan sandal rumah, tapi raut bingung terpampang diwajahnya melihat sepatu asing ada di rak rumahnya.
"Sepatu siapa ini?" gumamnya.
Chanyeol pun melangkahkan kaki nya masuk lebih dalam, dari dapur ia mendengar suara Ibunya yang berbicara entah dengan siapa? Langkah kakinya dibawa menuju dapur dan menemukan Ibunya, Noona nya dan ... Baekhyun?
"Chanyeollie~ sudah pulang?" panggil Joohyun. Yang diangguk kaku oleh Chanyeol.
Mata Chanyeol menatap Baekhyun yang sibuk mengocok adonan krim tanpa menatap kearahnya.
"Baekhyun sayang, ganti seragammu dulu di kamar Joohyun, kemudian kita lanjutkan membuat kue nya" suruh Ny. Park tapi Baekhyun tampak sedikit ragu.
"Ahh Eomonim ingat, kau tidak tahu kamar Joohyun ya? Chanyeol, ayo hantar Baekhyun!" suruh Ny. Park yang mau tak mau disanggupi Chanyeol.
Mereka berjalan berdampingan di tangga, hanya keheningan yang tercipta hingga Chanyeol membuka suara terlebih dahulu.
"Bagaimana kau ada disini?" tanya Chanyeol.
"Tadi saat aku tiba dirumah, Joohyun Eonni sudah ada disana, awalnya aku tidak tahu hingga Eomma bilang bahwa Joohyun Eonni adalah Noona mu dan ia mengajakku kerumah untuk merayakan ulang tahun Tuan Park, jadi aku tidak menolak. Eonni bahkan tidak mengizinkan ku mengganti baju, ia terlalu bersemangat" jelas Baekhyun.
Chanyeol terdiam, Noona nya bukanlah gadis yang mudah dekat dengan orang lain, ia akan menilai seseorang terlebih dahulu sebelum mengenal dekat orang tersebut. Tapi ia ingat, Baekhyun bukanlah orang lain lagi di keluarga nya, Baekhyun akan menikah dengan nya dimasa depan. Oh jangan bicarakan pernikahan!
"Ini kamar Joohyun Noona, masuklah! Kamar ku ada disebelah.. Jika kau.. Membutuhkan sesuatu" ujar Chanyeol gugup.
Baekhyun yang tak kalah gugup hanya menganggukkan kepalanya, kemudian masuk kedalam kamar Joohyun.
Berjalan berdampingan, saling berbicara walaupun hanya 2 potong kalimat tetap membuat jantung Baekhyun berpacu untuk melompat keluar.
'Oh Tuhan ! Apa aku benar - benar akan jatuh?' geram Baekhyun sambil mengacak rambut nya frustasi membuat rambut itu terlihat kusut berantakan.
.
.
.
.
.
! TBC !
Thank's for Review + Follow + Favorite ^^
Proud of you Our Readers *hug*
Wait for Next Chapter ^^
