Bipolar Disorder merupakan gangguan mental yang ditandai oleh perubahan perasaan yang cenderung labil. Mood si penderita biasanya selalu berubah dalam waktu yang cepat antara dua kutub (Bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagia (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa adanya pola atau waktu yang pasti. Umumnya kelainan ini meyerang remaja ataupun dewasa, namun beberapa kasus telah terbukti bahwa anak berusia 3 – 15 tahun pun dapan mengalami Bipolar Disorder.
Kata demi kata yang berada didalam buku tersebut terus ia amati, sebuah buku usang ditangannya yang mungkin tebalnya hingga beratus-ratus halaman. Entah sudah berapa lama Sasuke membacanya dengan berulang-ulang, namun sepertinya tak sedikit pun ia berniat untuk berhenti memahami isi bacaan didalam buku kedokterannya.
Kegelisahannya tentang sikap Boruto akhir-akhir ini membuat Sasuke tergoda untuk mengobrak-abrik kembali semua modul-modulnya yang tersimpan rapih ketika ia masih kuliah dulu. Walaupun spesifikasinya bukanlah seorang Dokter kejiwaan, namun sedikitnya ia memahami adanya sesuatu yang salah dalam diri Boruto. Dan ia cukup yakin akan hal itu.
Hingga terdengar suara pintu kamar yang dibuka dari arah sampingnya, barulah Sasuke menghentikan kegiatannya itu.
"Apa yang sedang kau lakukan dengan tumpukan buku-buku itu, Sasuke ?" Tanya suaminya dengan raut bingung yang kentara diwajahnya.
"A-Aku... Se-Sebenarnya.. ada hal yang ingin aku bicarakan padamu." Balas Sasuke yang kini malah terlihat gugup setelah melihat Naruto memincingkan tatapannya tajam tanda bahwa suaminya itu semakin penasaran.
"Tentang..?"
Menghela nafas pelan demi untuk mengurangi rasa gugupnya, Sasuke pun memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari Naruto. "Ini tentang.. Boruto."
"Boruto ? ada apa dengan Boruto ?"
Jeda beberapa saat ketika Sasuke hendak bersuara lagi, namun tak ingin membuang waktu lebih lama lagi ia pun kini mentap Naruto dalam dengan raut wajah yang terlihat serius. "Sepertinya kita harus membawa Boruto ke Dokter spesialis kejiwaan." Ucapnya pelan namun terisi keyakinan didalam kalimatnya.
Mendengar penuturan Sasuke lantas saja membuat Naruto menegang sempurna, rasa marahnya datang begitu pasti hingga rasanya daya jantung Naruto berdetak keras.
"Apa maksudmu berbicara seperti itu SASUKE ! KAU PIKIR ANAK KU GILA HAH !" Teriakan keras dari Naruto membuat Sasuke tersentak kaget. Ia sungguh tak menyangka respon suaminya akan separah ini. Bagaimana pun ia tak ingin terus merahasiakan tentang kelainan yang alami Boruto. Dan rasa sayangnya terhadap Boruto pun tak ingin membuat anak itu semakin tenggelam dalam penyakitnya. Ia hanya ingin yang terbaik bagi kedua anaknya saat ini.
"Bu-Bukan .. maksudku i-ini hanya untuk memastikan saja..." ucap Sasuke dengan rasa takut yang luar biasa karena teriakan dan tatapan tajam yang dilayangkan Naruto kearahnya.
"Itu berarti kau memang menganggap Boruto sudah Gila !"
"Naruto.. kumohon dengarkan aku dulu.. Boruto.. kemungkinan besar memiliki penyakit Bipolar."
"Jika kau memang tidak menyukai Boruto katakana saja ! jangan menghinanya seperti ini, Sasuke !"
Raut wajahnya pun mulai memerah karena menahan tangis yang terus ia tahan. Mendapat tuduhan sepihak dari Naruto membuat ia begitu sakit. Rasanya ia benar-benar tidak dipercaya oleh suaminya sendiri. "A-Aku sudah memperhatikannya akhir-akhir ini, dan setelah aku kembali membaca semua buku kedokteran ku, aku pikir memang b-benar bahwa Bo—"
"CUKUP SASUKE ! sekali lagi kau mengatakan hal buruk tentang anak kandungku.. maka aku akan segera menceraikan mu" Ucap Naruto tajam. "Dan akan kupastikan hak asuh Menma berada ditanganku." Lanjutnya memandang Sasuke dengan raut wajah yang begitu dingin.
Seketika kedua Onyx Sasuke pun melebar sempurna. Kini rasa sesak didalam rongga dadanya sangatlah meyiksa. Ancaman yang diucapkankan Naruto membuat ia tak berkutik, bahkan air matanya pun sudah mengalir deras membasahi kedua pipinya yang memerah. Ia sangat tak bisa membayangkan jika ucapan Naruto benar-benar akan terjadi.. berpisah dengan Menma adalah salah satu hal terburuk dan paling tidak ia inginkan seumur hidupnya. Sungguh ia tidak akan sanggup...
"Hiks.. K-Kumohon jangan pisahkan aku dengan Menma.. Hiks..M-Maafkan aku.. Naruto.." Isakan pilu begitu saja keluar dari bibir tipis itu. Membuat kamar yang ditempatinya itu bedengung pelan. Bahkan air matanya pun terus menetes saja hingga tergenang diatas lantai.
"Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku Sasuke." Ucap Naruto dengan suara berat.
"A-Aku berjanji.. aku tidak akan membahas hal ini lagi.. kumohon percayalah.."
Permohonan demi permohonan ia layangkan dengan suara yang bergetar, tak memperdulikan bahwa harga dirinya kini telah digenggam erat oleh Naruto. Yang mungkin saja dapat hancur jika ia kembali mengungkit masalah Boruto. Dan Sasuke cukup tahu bahwa kekuasaan penuh yang dimiliki suaminya itu sangatlah absolute. Hanya dengan jentikan jari saja Naruto akan bisa memisahkan Menma dengannya.
"Ingatlah janjimu itu Sasuke.. " Balas Naruto tenang. "Dan satu hal lagi yang harus kau lakukan adalah perlakukan Boruto sebaik mungkin." Lanjutya sambil berjalan melewati Sasuke menuju kearah pintu kamarnya berada. Meniggalkan ia yang kini jatuh terduduk diatas dinginnya lantai sambil terus mengais pilu.
.
.
.
.
.
.
TBC
Pengertian Bipolar disorder dicopy dari si Mbah.. jadi mohon maaf jika rasanya ada kesalahan tentang penyakit trsb.
Akhir kata, untuk membuat Author tambah semangat..
Review .
