Happy reading reader ... ^^,
.
.
.
My (x) Boyfriend
Cast : Baekhyun (GS)
Chanyeol
Kyungso (GS)
Kim Jongin
Sehun
Luhan
Kris
CHAPTER 4
Should I...
Matahari sepertinya pagi ini tidak malu-malu untuk menyinari wajah Baekhyun yang sedang melakukan liputan. Akhir-akhir ini Choi sajangnim senang sekali menyuruhnya untuk liputan. Biasanya Baekhyun hanya diminta untuk menulis review film, buku, dan sebagainya. Baekhyun jelas tidak menolak. Karena lebih baik jika dia seperti ini dibanding harus terus berhadapan dengan layar PC.
Tetesan keringat mulai terlihat mengucir satu persatu di kening Baekhyun. Ia seperti sedang masuk mesin oven. Hari ini Baekhyun meliput acara launching buku yang di tulis oleh salah satu anggota boyband. Baekhyun perlahan megelap keringatnya menggunakan lengaannya.
.
.
.
.
Langit sudah berubah menjadi gelap. Jarum jam di jam tangan Baekhyun menujuk ke angka 9. Baekhyun berjalan menyusuri jalan yang sudah tidak terlalu ramai. Handphone Baekhyun berdering. Tertulis nama 'Kris Sunbae'.
"Oh, sunbae. Wae?".
"Ani, aku hanya rindu padamu", jawab Kris sambil terkikik.
"Ah, jinjja".
"Kau kemana saja? Akhir-akhir ini kau jarang sekali datang ke tempatku. Apa kau tidak rindu dengan wajah tampanku?".
"Jeosonghabnida, sunbaenim. Aku tidak sama sekali tertarik dengan wajah yang menurutmu tampan itu".
"Geurae, geurae... datanglah besok, aku baru saja membuat menu baru".
"Aigu, kau selalu menbuatku menjadi tester".
"Hoo.. wae? Sirheo? Karena jika tidak enak atau beracun, kau yang akan terkena efeknya bukan pelangganku", goda Kris sambil tertawa.
"Arasseo, arasseo... besok aku datang, teruslah rindu padaku sampai aku datang, sunbae".
Tidak terasa Baekhyun sudah sampai di depan rumahnya. Rumahnya terlihat sepi. Seprtinya Sehun dan ibunya sudah tidur. Baekhyun menghentikan langkahnya saat akan masuk ke dalam rumah. Ia terus memandangi handphonenya. Seperti mimpi. Ia menerima pesan yang isinya.
'Baekhyunie anyyeong... Ini aku Chanyeol. Park Chanyeol. Maaf jika aku mengganggu. Apa yang sedang kau lakukan? Aku harap kau membalas pesanku kali ini'
Ya, sejak pertemuannya beberapa minggu yang lalu, dan Baekhyun memberikan nomornya pada Chanyeol. Chanyeol selalu mengiriminya lesan teks. Tapi tak ada satu pesan pun yang ia balas. Baekhyun selalu ingin membalas semua pesan Chanyeol. Tapi Baekhyun terlalu takut. Sebenarnya tak ada yang perlu Baekhyun takuti. Tapi tetap, Baekhyun masih ragu untuk membalas pesan Chanyeol. Tapi kali ini Baekhyun memutuskan untuk membalas pesan Chanyeol.
'Annyeong... aku baru saja pulang'
Hanya lima kata. Hanya lima kata Baekhyun membalas pesan Chanyeol. Tapi bagi Chanyeol itu berharga. Chanyeol pun kembali membalas pesan Baekhyun. Tapi kali ini Baekhyun tak lagi membalas pesannya. Hari ini Chanyeol mendapat giliran jaga malam. Chanyeol duduk santai di ruang tunggu dokter spesialis paru. Ia memandang layar handphonenya. Ia memandangi foto Baekhyun. Klise memang. Chanyeol, mantan kekasih Baekhyun dan masih menyimpan fotonya. Chanyeol kembali mencoba menulis pesan. Tapi berulang kali ia menulis kemudia ia hapus, ia tulis kemudian ia hapis kembali. Ia berhenti melakukan itu setelah handphonenya bergetar karena ada pesan masuk. Itu dari Baekhyun.
' '
Hanya itu isi pesan Baekhyun kali ini. Tidak ada kata apa pun. Chanyeol tak melanjutkan niatnya untuk membalas pesan Baekhyun. Ia harus memeriksa pasiennya.
.
.
.
.
Coklat panas, sepiring biskuit gandum tersedia di meja. Baekhyun lagi-lagi harus begadang karena pekerjaannya. Sudah beberapa hari ini Baekhyun tidak memasukan tulisannya ke website. Baekhyun terlalu sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Sambil terus memandangi layar laptop sesekali Baekhyun menyeruput coklat panasnya dan memakan biskuit gandumnya.
.
.
.
.
Kyungso sedang berdiri sambil melipat tangannya. Terus melihat ke kanan dan ke kiri. Ia menunggu Baekhyun. Malam ini managemen artis tempat Jongin bekerja mengadakan acara konser kecil. Jongin meminta Kyungso datang karena Jongin akan tampil. Berkali-kali Kyungso melihat angka di benda bundar bertali yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Ah, Byun Baekhyun. Selalu seperti ini", omel Kyungso.
Tak lama ia melihat sosok orang yang sudah ia tunggu sejak 15 menit yang lalu sesang berlari menghampiri Kyungso.
"Ya, kau dari mana? Aku su-".
"Mian, mian", ucap Baekhyun sambil tersenyum.
Bis berikutnya tiba. Baekhyun dan Kyungso memiliki kendaraan pribadi sebenarnya. Tapi mereka jarang sekali menggunakannya. Alhasil mobil Baekhyun lebih sering dipakai oleh Sehun. Baekhyun dan Sehun tiba di tempat mereka tuju. Acaranya di adakan di sebuah bar di Gangnam. Acara sudah mulai sekitar 20 menit yang lalu. Jongin memberitahu sebentar lagi ia akan tampil. Kyungso berdiri tepat di depan panggung agar bisa melihat kekasihnya lebih jelas. Akhirnya giliran Jongin tampil tiba. Kyungso sedang tersihir dengan betapa kerennya Jongin meliuk-liukan tubuhnya dan menggerakan tangan dan kakinya. Sedangkan Baekhyun. Ia hanya melihat tanpa ekspresi. Jongin selesai dengan penampilannya. Acara berikutnya adalah fanshion show. Pakaian dan barang-barang milik artis yang masuk di management tersebut, untuk diperagakan dan nantinya akan dilelang untuk acara amal. Model-model mulai satu persatu keluar dari back stage. Sampai Baekhyun dibuat membelalakan matanya melihat siapa yang sedang berjalan dengan penuh percaya diri. Itu Sehun. Sehun adiknya. Baekhyun kembali meyakinkan dirinya sendiri kalai yang ia lihat itu benar Sehun. Baekhyun akhirnya benar-benar yakin setelah Kyungso berkomentar.
"Baekyuna, itu Sehun?".
Sehun akhirnya melihat sosok nunanya yang sedang melihat ke arahnya dengan pandangan kesal. Jika di film-film kartun atau animasi, sekarang ini ada api di kedua mata Baekhyun karena kesal pada Sehun. Selesai acara fashion show, Sehun menghampiri nunanua yang sedang berdiri di depan bar dengan kedua tangan yang melipat menandakan ia kesal. Begitu Sehun sampai, Baekhyun lalu memukul lengan Sehun.
"Aaaaa... apeo".
"Jadi ini perpustakaan? Jika eomma tahu apa yang kau lakukan ini kau pasti habis dimarahi".
"Kenapa aku dimarahi, aku tidak berbuat salah. Aku malah menghasilkan uang untukku sendiri".
"Karena kau sudah berbohong, kau bilang tiap malam jika kau pergi ke perpustakaan atau belajar bersama temanmu. Apa tempat ini terlihat perpustakaan?".
"Nuna, dengarkan aku dulu. Aku seperti ini karena aku ingin. Aku juga tetap belajar untuk ujian. Jadi nuna jangan khawatir".
"Aku kira obsesimu dengan wajah tampanmu itu tidak akan sampai sejauh ini. Aku tidak akan bilang pada eomma tentang ini. Tapi jika ujian nanti aku tahu nilaimu bermasalah. Awas kau...", ancam Baekhyun.
.
.
.
.
Baekhyun pergi ke rumah sakit untuk meminta resep karena semua obatnya sudah habis. Hal ini harus Baekhyun lakukan hingga beberapa bulan ke depan. Karena dirinya sendiri ia harus seperti ini. Hari ini ia sedang ada ada tugas apapun di kantor. Kemudian ia sudah mengirim tulisannya ke website untuk beberapa hari ke depan. Jadi hari ini Baekhyun tidak perlu terburu-buru. Baekhyun menuju ruanv dokter. Ia masih harus menunggu sampai namanya dipanggil. Mp3 playernya selalu menjadi teman setia Baekhyun jika menunggu seperti ini. Kali ini Baekhyun membawa buku untuk ia baca sambil menunggu. Sudah hampir setengah jam namanya masih belum di panggil oleh perawat. Lehernya mulai pegal karena sedari tadi menunduk saat membaca. Baekhyun meregangkan otot-ototnya.
"Ah, gabjagya...", Baekhyun terkejut saat melihat ke sampingnya ada seseorang yang sedang memandanginya.
Orang di sebelahnya mengangkat tangannya menyapa Baekhyun.
"Annyeong", sapa Chanyeol.
"Kau. Kenapa ada di sini?".
"Aku? Aku sedang menyapamu".
"Sejak kapan kau duduk di situ".
"Sejak kau mulai membaca buku".
"Jeongmal? Tapi, kenapa aku tidak tahu kau..."
"Aigu, kau selalu seperti ini jika sudah asik dengan buku dan mp3 playermu. Jika ada yang melakukan sesuatu padamu saat kau asik sepert ini bagaimana?".
"Ini rumah sakit, tidak akan ada yang berbuat jahat padaku".
"Ada. Aku", Chanyeol mengangkat kedua tangannya menakuti-nakuti Baekhyun.
"Apa kondisimu tidak baik lagi?".
"Aniya, aku hanya datang untuk meminta resep, obatku habis".
"Kau pasti tersiksa harus meminum bat begitu banyak. Kau harus berhenti minum jika ingin hidup".
"Ne, seosangnim".
Nama Baekhyun belum juga di panggil. Tapi Baekhyun tidak terlalu kesal karena Chanyeol sejak tadi duduk di sampingnya, bercerita ini dan itu. Meski Baekhyun tidak mengerti apa yang Chanyeol ceritakan tapi setidaknha ia ada teman menunggu.
"Kau tidak bekerja?", tanya Baekhyun.
"Aku tugas malam kemarin, jadi pagi ini aku baru selesai dan akan pulang".
"Lalu kenapa kau tidak pulang?".
"Karena aku menunggumu".
Baekhyun diam tak bereaksi sambil memandang ke arah Chanyeol.
"Byun Baekhyunnim", panggil perawat.
Baekhyun langsung berdiri dan masuk ke dalam ruangan tanpa mengatakan apapun pada Chanyeol. Tak perli waktu lama. Baekhyun tak sampai 10 menit berada di ruang dokter. Ia keluar ruangan. Lagi-lagi ia melihat Chanyeol masih duduk di kursi yang sama sambil memegang tasnya.
"Kau masih di sini?".
Chanyeol menarik kedua ujung bibirnya, memberikan senyuman pada Baekhyun. Baekhyun berjalan menuju pintu keluar. Tapi Chanyeol masih ada di belakangnya.
"Baekhyuna..."
Baekhyun menghentikan langkahnya dan memmbalikan badannya.
"Mwo?".
"Ayo kita makan tteokbeokki".
.
.
.
.
Baekhyun duduk di sebuah kedai pinggir jalan. Di depannya sudah ada seporsi tteokbeokki. Baekhyun melirik ke sebelahnya. Di sampingnya sekarang ada seorang pria yang sedang sibuk mengisi mulutnya dengan tteokbeokki.
"Kenapa aku harus menuruti ajakanmu", gerutu Baekhyun.
"Molla, aku hanya mengajakmu saja tadi, aku tidak memaksamu untuk berkata iya".
"Aku pergi", seru Baekhyun sudah dalam posisi berdiri. Tapi Chanyeol memegang lengannya menahan Baekhyun pergi.
"Tteokbeokkimu belum habis".
"Aku tidak lapar, dan aku sedang tidak ingin makan tteokbeokki. Lagi pula aku harus kembali ke kantor".
"10 menit".
"Heh?".
"10 menit lagi saja kau duduk, baru kau pergi", pinta Chanyeol yang masih terus menyuapi mulutnya dengan tteobeokki dengan tangan kanan dan sebelah tangannya masih memegang lengan Baekhyun menahannya pergi. Baekhyun pun kembali duduk. Ia melihat jamnya memastikan waktunya tepat 10 menit. Baekhyun akhirnya memakan tteokbeokinya. Chanyeol selesai memakan tteokbeokinya. Piring tteokbeokkinya sudah kosong. Baekhyun yang meihat itu kembali berdiri untuk segera kembali ke kantornya. Tapi lagi-lagi Chanyeol menanhannya.
"Masih ada 2 menit 15 detik", komentar Chanyeol.
"Tapi tteokbeokkimu sudah habis".
"Aku meminta watu 10 menit, dan kau kembali duduk itu berarti kau bersedia memberikan 10 menitmu untukku".
Baekhyun menyerah. Sejak dulu ia tidak pernah menang jika berdebat dengan Chanyeol. Baekhyun terus memandangi jam tangannya. Berharap 2 menit 15 detiknya cepat berakhir. Setelah 10 menit tepat, Baekhyun kembali berdiri untuk lembali ke kantornya. Kali ini Chanyeol tidak menahannya. Ia membiarkan Baekhyun benar-benar pergi.
"Na galke".
"Hmm...".
Baekhyun membalikan badannya, melangkahkan kaki pergi dari hadapan Chanyeol. Chanyeol masih melihat ke arah Baekhyun. Baekhyun tahu itu karena Baekhyun melirik ia masih melihat sosok tinggi memakai jaket, menggendong tas sedang bediri sambil memasukan kedia tangannya ke saku celana.
"Baekhyuna, gomawo...", teriak Chanyeol.
Baekhyun tidak merespon. Ia malah mempercepat langkahnya untuk semakin jauh dari Chanyeol. Baekhyun duduk di bangku halte. Sesekali ia berbicara pada dirinya sendiri.
"Michoso, michoso", ucap Baekhyun sambil menepuk kepalanya sendiri.
Ia kembali melanjutkan bicara pada dirinya sendiri. Baekhyun hanya sendiri di halte. Karena itu ia berani berbicara sendiri, karena tidak ada yang melihatnya.
"Apa yang aku lakukan? Aku menemaninya hari ini, aku bahkan tidak sungkan saat dia menungguku tadi di rumah sakit".
"Sadarlah Byun Baekhyun, kau ini sudah tidak ada hubungan apapun dengannya. Bagaimana jika dia sudah memiliki kekasih yang baru sejak berpisah denganku. Bagaimana nanti jika kekasihnya tahu dia pergi denganku. Bagaimana jika kekasihnya mendatangiku, membentakku, memarahiku karena mendekati kekasihnya seperti yang terjadi di drama-drama.".
Baekhyun membiarkan pikirannya ke sana kemari. Membayangkannya saja Baekhyun tidak sanggup. Baekhyun berhenti berbicara pada dirinya sendiri setelah ada orang lain yang juga menunggu bus.
.
.
.
.
Tidak ada yang Baekhyun lakukan di kantor. Ini pertama kalinya sejak 3 tahun ia bekerja di sini. Ia baru sekarang merasa sesantai ini. Baekhyun sedikit heran dan senang tak terkira, karena akhir-akhir ini Choi sajangnim tak seperti dulu. Membentaknya saat masuk ruangannya, selalu menyuruhnya mengulang tulisannya, dan yang lainnya, hal yang jelas-jelas membuat Baekhyun sulit tersenyum. Baekhyun termenung. Hari ini bukan hanya pertama kalinya ia bersantai di kantor.
Tapi, hari ini juga pertama kalinya ia melihat wajah mantan kekasihnya, Chanyeol, setelah 3 tahun mereka sama sekali tidak salaing menghubungi. Memang aneh, sudah tiga tahun mereka menjadi rang asing, tidak bicara, tidak bertemu, dan tidak saling menghubungi. Tapi hari ini, Baekhyun bisa bertemu bahkan bisa pergi dengannya, dan Baekhyun tidak merasa canggung atau apapun. Bahkan Baekhyun menikmatinya. Apa aku bisa seperti dulu lagi dengannya? Bukan sebagai seseorang baginya, hanya sebagai teman. Baekhyun bertanya pada dirinya aendiri. Pikiran Baekhyun buyar saat mendengar handphonenya berdering. Senyum Baekhyun muncul saat melihat nama siapa yang meneleponnya. Dengan jelas Baekhyun melihat nama 'Chanyeol'. Baekhyun menerima panggilan Chanyeol. Beberapa detik Baekhyun sempat terdiam. Apa yang ia lakukan? Kenapa ia menerima panggilan Chanyeol?.
.
.
.
.
Baekhyun tak lagi ragu untuk membalas pesan Chanyeol atau menerima panggilan darinya. Waktu seperti terulang. Baekhyun bisa kembali bercerita banyak hal dengan Chanyeol Pergi makan dengannya. Meski Baekhyun masih belum tahu apakah Chanyeol sudah punya kekasih yang baru atau tidak. Baekhyun tidak mau terlalu memikirkan itu. Ia biarkan semuanya berjalan begitu saja. Baekhyun akhirnya mendapat jawaban dari pertanyaan yang selalu muncul dalam pikirannya. Apakah bisa ia seperti dulu dengan Chanyeol?. Untuk saat ini jawabannya adalah iya. Baekhyun tidak tahu bagaimana nanti. Terpenting sekarang hanya jalani yabgbterjadi saat ini. Berikutnya biarlah Baekhyun kembali bertanya pada dirinya sendiri.
Jeongmal-jeongmal gowamo buat reder yang udah kasih review... selalu ditunggu review kalian reader.
Karena ada yang minta buat tulis arti-arti bahasa korea yang ada di ff ini aku mulai dari chapter ini chingu... Terima kasih sarannya . Maaf ya kalau artinya masih ada salah-salah...
Selalu ditunggu review reader semua...
untuk yang baca tau bahkan sampai suka ceritanya terima kasih
sekali lagi review juseyo... *bow*
Sunbae/sunbaenim : Panggilan untuk kakak kelas
Ani/aniya : Tidak
Jinjja : Benar, yang benar saja, benarkah?, sungguh
Jeosonghabnida : Saya mohon maaf (formal)
Geurae : Iya, benarkah?
Aigu : Astaga, OMG, ya ampun
Wae : Kenapa
Sirheo : Tidak mau, tidak suka
Arasseo : Baiklah, aku mengerti
Annyeong : Halo
Mian : Maaf (informal)
Apeo : Sakit
Gabjagya : Terkejut (kalau dalam percakapan suka dipake untuk ekspresi kaget, jadi artinya "ah, aku kaget" )
Ne, seosangnim : Iya, dokter. (seosangnim juga kadang dipake untuk memanggil orang yang dihormati kaya guru)
Mwo : Apa
Molla : Tidak tahu
Gomawo : Terima kasih (informal)
Michoso : Are you crazy?
