Puppy love

Keluarga kece Oh Sehun

Keluarga besar Park Chanyeol

Keluarga kecil Kim Jongin

Rate : T-M

Warn : Yaoi, Tidak sesuai dengan Umur Cast Asli, Typo is the part of my life, Fluffy abal-abal dikarenakan masih belajar, and at least Don't Like Don't Read.

.

.

.

Hari minggu seharusnya menjadi hari berlibur untuk setiap orang. Baik yang tua maupun yang muda. Baik perempuan ataupun laki-laki. Tapi, hal ini tidak berlaku saat kau datang ke kediaman keluarga Park di hari minggu.

"Daddy ini ditaruh dimana?" Tanya Park Jackson, anak pertama di keluarga itu. Ia sedang membawa satu box besar yang berisi alat lukisnya.

"Digudang saja, Jack. Akhir-akhir ini wonie sering menggeratak. Bisa bahaya jika dia menemukan itu" jawab si kepala keluarga yang bernama Park Chanyeol.

"Daddy memanggil wonie?" Tanya seorang anak lelaki bungsu dikeluarga itu. Kepalanya hanya menyembul keluar dari dalam kamar orang tuanya.

"Ani. Sudah kau bantu Mommy saja" kata Chanyeol. Bisa gawat kalau anaknya yang satu itu mendengar perkataannya tadi.

"Dasar Daddy aneh" kata Jiwon dan kembali masuk menyelesaikan kegiatannya.

"Dad, ini apa?" Tanya seorang anak laki-laki lain bernama Jesper. Chanyeol memperhatikan buku yang dipegang Jesper. Ia pun menghampiri anaknya itu dan mengambil buku yang anaknya temukan.

Chanyeol tidak menyangka ia akan menemukan sebuah buku diary milik Baekhyun saat sedang kerja bakti memindahkan barang yang tidak penting ke gudang. Jesper dan Jackson yang melihat Daddynya hanya terdiam, sepertinya ikut tertarik dengan buku itu juga.

"Itu buku diary kan daddy?" Tanya Jesper yang sudah berumur 7 tahun, sama seperti Taeoh.

"Um"

"Bukunya Mommy?" Kali ini giliran Jackson yang bertanya

"Bagaimana kau bisa tahu?" Chanyeol hanya memandang anaknya bingung

"Lihatlah bagian depannya saja. Itu kan gambar peralatan make up yang sering mommy gunakan" jawab Jackson santai

"Mari kita baca daddy" kata Jesper yang langsung mengambil tempat duduk didepan Chanyeol

"Eh apakah boleh? Ini kan privasi Mommy, seharusnya kita tidak boleh membacanya" kata Chanyeol

"Ayolah Daddy, please please" kata Jesper mulai merengek

"Woniieeee" panggil Jackson tiba-tiba

"Kau mau apa jack?" Tanya Chanyeol heran, anaknya yang satu itu memang tidak bisa ditebak. Yang dipanggil pun hanya menyembulkan kepalanya keluar, sama seperti sebelumnya

"Sudah daddy tenang saja" kata Jackson menghampiri Jiwon dan membisikkan sesuatu.

"Bagaimana?" Tanya Jackson ke Jiwon

"Baiklah, tapi hyung janji akan memberikan foto itu"

"Tenang saja. Hyungmu ini kan tidak pernah berbohong"

"Okeeey, aku akan keluar sebentar lagi" kata Jiwon dan masuk lagi kekamar. Jackson hanya menunggu di depan kamar Jiwon. Dan benar sekitar beberapa menit kemudian Jiwon kembali lagi dengan senyuman dan kedua jempol ditanganya yang teracung.

"Oke, ayo daddy kita baca. Wonie tadi sudah meminta izin pada mommy" kata Jackson

"Eh benarkah? Itu benar wonnie?" Tanya Chanyeol tidak percaya

"Iya Daddy" jawab Jiwon dan kembali masuk ke kamar lagi.

Sebenarnya Chanyeol juga penasaran apa isi diary milik suami yang sudah melahirkan anak-anaknya itu. Tapi mengingat ini adalah privasi Baekhyun, seharusnya ia tidak boleh membacanya. Tapi tadi kan Jiwon sudah meminta izin pada Baek, itu tandanya sang suami mungilnya sudah memperbolehkan.

"Baiklah tapi hanya beberapa lembar saja nde?" Kata Chanyeol

"Yuph" kata Jesper semangat

"Dan juga tidak boleh menyinggung apasaja yang sudah dibaca ke mommy oke?"

"Iya, ayo cepat daddy"

Chanyeol membuka lembaran pertamanya, dan sebuah tawa tertahan langsung keluar dari mulut Jesper dan juga Jackson.

"Itu mommy? Astaga, ia memakai eyeliner sebanyak itu? Pffftt" Kata Jesper saat melihat foto milik Mommynya yang memakai eyeliner kelewat tebal. Maklum saat itu Baekhyun sudah tergila-gila pada eyeliner tapi masih belum bisa memakainya.

"Memang sih, dulu mommy kalian itu sangat menggilai eyeliner"

"Buka lembar selanjutnya daddy" Chanyeol pun membuka lembaran selanjutnya.

'Selasa, 13 Desember

Hari ini aku diajak kencan oleh Chaniee, kyaaaaaaaaaaaa, aku sungguh senang. Chanie itu adalah org yg kusuka sjk prtma kali aku msuk kuliah. Dia sngt tampan dan seksi'

"Cie daddy cieee" kata Jesper meledek Chanyeol

"Suutttss diamlah"

'Sebaiknya aku hrs pakai baju apa ya? Bgaimana kalau nnti dia tidak menyukai penampilanku? Bagaimana klau nnti dia malu berjalan dgnku? Haish tidak tidak, aku harus optimis. Aku akan meminjam baju Kyungsoo yg manis agar Chanie menyukaiku'

"Ternyata mommy sangat menggilai daddy ya?" Kata Jesper yang dijawab anggukan oleh Jackson. Chanyeol tidak menjawab, pikirannya hanya membayangkan saat pertama kali mereka kencan.

Saat itu langit begitu cerah, bahkan sangat cerah untuk ukuran cuaca diwaktu musim semi. Seorang namja berparas tampan sepertinya sedang menunggu seseorang, ia hanya membalas senyuman dari lirikan orang-orang disekitarnya. Bukannya tidak tahu apa yang dikatakan para yeoja yang sengaja berjalan didepannya itu, Chanyeol si namja tampan itu sebenarnya selalu tahu bisik-bisik kumpulan yeoja atau bahkan ibu-ibu saat melihatnya, salah satunya berbunyi seperti ini "Astaga, dia tampan sekali, aku harusnya menjadikannya menantuku, tapi sayang aku tidak punya anak perempuan" atau "Kyaaaaa, jika saja aku bisa berdekatan dengan namja seperti itu, pasti aku akan menjadi wanita beruntung yang kemana-kemana selalu ditemani pria tampan". Tapi jika Chanyeol boleh jujur, sebenarnya ia tidak pernah tertarik sedikit pun dengan yeoja manapun. Bahkan saat sahabatnya Kim Jongin memperlihatkan satu majalah playboy padanya, Chanyeol tetap seakan tidak peduli. Dan sepertinya jawaban akan semua itu datang saat ia diperkenalkan dengan Baekhyun oleh Kyungsoo pacar Jongin. Entah kenapa Chanyeol merasa langsung tertarik. Ada sesuatu diperutnya seakan seperti kupu-kupu yang berterbangan saat melihat dan mendengar suara Baekhyun.

"Chanieee"

Lamunan Chanyeol terbuyar saat seseorang yang sudah ia hapal suaranya memanggilnya. Dan untuk yang pertama kali juga dalam hidupnya Chanyeol mimisan melihat betapa manisnya makhluk didepannya ini.

Chanyeol tersenyum dan kemudian membuka lembar selanjutnya. Jarak waktu penulisannya cukup lama, kira-kira sebulan kemudian Baekhyun baru menulis lagi.

15 januari

'Kau tahu? Hey kau tahu tidak? Ya tuhaaaaaaan. Masa kau tidak tahu? Sungguh? Kau benar-benar tidak tahu? Kyaaaaaaa yaampun Kau harus tahu ini'

"Sepertinya mommy sedikit gila daddy" kata Jackson memandang aneh halaman yang bertuliskan tidak jelas itu.

Chanyeol tahu, saat itu tepat sebulan setelah kencan pertamanya ia menyatakan cintanya pada Baekhyun dan jawaban Baekhyun adalah ...

'Aku menerimanya ! Iyaaaaaa ! Yatuhaaaaan, sungguh aku menerimanya. Jangan tanya perasaanku bagaimana, aku ... aku ... kyaaaaaaa rasanya aku ingin mati saja disaat aku benar-benar bahagia seperti ini, pasti dengan begitu kematianku akan tenang.'

"Mommy benar-benar tidak waras" kata Jesper, Chanyeol hanya menyengir, tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya lagi.

Chanyeol tidak tahu apakah ini benar atau salah. Ia menyukai lelaki. Seorang namja. Sama seperti dirinya. Chanyeol tahu meskipun orang tuanya tidak mempermasalahkan ia menyukai pria atau wanita dan meskipun ini memang salah, Chanyeol tidak bisa mengelak ia sudah jatuh cinta pada pesona seorang Byun Baekhyun, dan karena itu pula hari ini Chanyeol ingin menyatakan perasaannya pada lelaki cantik itu. Chanyeol tidak ingin ada orang lain yang mendahuluinya untuk memiliki Baekhyun, karena Chanyeol tahu bahwa Baekhyun banyak menjadi incaran para lelaki yang sama seperti dirinya.

"Baek"

"Iya Chanie" kata Baekhyun yang masih asik bermain Candy Crush game kesukaannya

"Aku ingin berbicara"

Baekhyun langsung terdiam dan mengalihkan pandangannya ke Chanyeol. Tidak tahukah Chanyeol, jantung Baekhyun sekarang seakan berhenti berdetak saat Chanyeol mengatakan itu. Pikiran Baekhyun kini sudah mulai berterbangan kemana-kemana.

Apa Chanyeol tidak menyukainya hingga ingin ia menjauhi Chanyeol?

Apa Chanyeol muak dengan cara makan Baekhyun hingga ia memutuskan untuk pergi dari Baekhyun?

Atau yang lebih parah.

Apa Chanyeol ingin mengantarkan undangan pernikahannya dengan seorang yeoja atau namja yang lebih cantik darinya?

"Aku hanya akan mengatakannya sekali" kata Chanyeol yang tidak ditanggapi oleh Baekhyun karena Baekhyun masih terfokus pada pemikirannya.

"Aku mencintaimu, dan sekarang kau jadi pacarku, ya?"

Sungguh jika dilihat dari segi manapun sebenarnya itu seperti bukan pernyataan cinta tapi lebih tepat sebagai pemaksaan karena Chanyeol tidak memberikan pertanyaan mau atau tidak mau yang biasanya para lelaki ucapkan saat menyatakan cintanya. Tapi saat itu, yang Chanyeol ingat Baekhyun dengan wajahnya yang merona dan dengan tersipu ia mengucapkan "Nado Saranghae"

"Aish apa sebenarnya yang mommy maksud sih? Buku ini benar-benar tidak jelas, sudahlah aku bosan" kata Jesper dan membaringkan tubuhnya dipaha Chanyeol, sepertinya ia sudah tidak berniat membaca buku diary milik Baekhyun lagi.

"Daddy aku mengantuk, bangukan saat jam makan siang ya" kata Jackson yang juga ikut-ikutan berbaring di paha Chanyeol.

Kedua anaknya sepertinya sudah terlelap, tapi tidak dengannya, ia masih penasaran dengan isi buku milik Baekhyun.

"Seharusnya tidak boleh seperti ini, tapi ya beberapa lembar lagi saja sepertinya tidak apa-apa" gumam Chanyeol dan membuka secara acak lembaran di buku Baekhyun.

Tidak tertera tanggal, yang ada hanya tulisan tangan Baekhyun yang tidak serapih biasanya. Bisa Chanyeol rasakan sepertinya saat Baekhyun sedang menulis ini ia tidak baik-baik saja.

'Bagaimana aku bisa baik-baik saja dasar bodoh! Pabo! Chanie jahat! Bagaimana bisa ia tidak memberitahuku ia akan ke Tokyo selama seminggu lebih! Bagaimana bisa ia mengatakan hal itu disaat besok ia harus berangkat dan dengan nada santainya ia berbicara "mari kita bertemu lagi senin depan Baekiiii". Bodoh! Chanyeeeeeoool bodoh ! Dan kenapa dengan bodohnya pula aku mengatakan tidak apa-apa. Aku .. hiks ... Eommaaaaaa aku merindukannya. Aku merindukan senyumnya yang idiot itu, aku merindukan suaranya yang seksi itu. Huwaaaaaaa sepertinya aku tidak sanggup jika harus berpisah dengannya selama seminggu.

Cepatlah kembali Chanyeoliiii, aku merindukanmu. Bogoshippo.'

Dan kali ini Chanyeol merasa bersalah, ia sudah membuat Baekhyun menangis. Tentu saja saat Chanyeol mengatakan itu yang ia dengar Baekhyun mengatakan "tidak apa-apa, it's ok. Baik-baiklah disana" tidak ada tangisan dan hal itu membuat Chanyeol kecewa.

Baekhyun adalah sosok periang yang tidak pernah mengeluarkan air mata didepannya kecuali saat ia melamar Baekhyun dan saat Baekhyun melahirkan ketiga putranya. Sungguh, serius. Jika Chanyeol juga diharuskan menghitung berapa kali ia melihat Baekhyun menangis, sepertinya sepuluh jari Chanyeol pun masih tersisa banyak.

Tapi sekarang, ia tidak menyangka bahwa Baek sering menyembunyikan perasaan terdalamnya agar terlihat baik-baik saja. Betapa Chanyeol sangat bangga pada sosok suami cantiknya itu sekarang. Tidak ingin membuat siapapun resah karena air matanya, cinta Chanyeol pada Baekhyun semakin bertambah.

"Kau memang yang terbaik, Chagi" ujar Chanyeol pelan.

Chanyeol pun menutup buku diary Baekhyun dan menaruhnya di dalam kardus berisikan album foto masa-masa kuliahnya. Tangan Chanyeol beralih ke album foto itu dan membuka tiap lembarannya

Ceklek.

Baekhyun keluar dengan raut wajah kaget. Melihat dua putranya tertidur di kedua paha Chanyeol.

"Apa kau tidak apa-apa mereka disana Chanie?" Tanya Baekhyun cemas, takut Chanyeol merasa kram pada kakinya.

"Aku kuat sayang"

"Terserahlah, jadi kau melihat buku itu?" Tanya Baekhyun dan duduk disamping Chanyeol dan langsung bersandar di pundak Chanyeol.

"Iya, apa itu tidak apa-apa jika aku dan anak-anak melihatnya?" Tanya Chanyeol

"Tentu, mengapa tidak? Itu kan buku sejarah kita Chan"

"Tapi itu kan privasimu" kata Chanyeol, sebenarnya Chanyeol bingung mengapa Baekhyun yang pemalu dengan tanpa beban memperbolehkan ia dan kedua anaknya membaca buku diary milik Baekhyun.

"Bagaimana bisa menjadi privasi sementara ini kan hanya sebuah album foto" kata Baekhyun yang mengambil album foto di tangan Chanyeol.

Tunggu sepertinya disini ada kesalahpahaman

"Lagipula jika harus melihat album foto, kenapa kau sampai meminta izinku?"

Dan Chanyeol tahu sekarang, bahwa Baekhyun tidak benar-benar mengizinkannya membaca buku diary milik Baekhyun sendiri. Tetapi sedari tadi yang Baekhyun maksud adalah album foto yang sekarang ada ditangannya itu.

Matilah kau tuan Park jika ketahuan membuka hak privasi milik seorang Baekhyun.

Dan Chanyeol pun pingsan membayangkan itu.

.

..

OMAKE

"Wonnie bisakan meminta izin pada mommy kalau kita akan membaca buku miliknya?" Tanya Jackson

"Hyung menyuruhku?" Tanya Jiwon polos

"Nanti akan hyung berikan foto Haowen yang sedang tertidur jika Wonnie mendapatkan izin mommy" bujuk Jackson "Bagaimana?"

"Baiklah, tapi hyung janji akan memberikan foto itu"

"Tenang saja. Hyungmu ini kan tidak pernah berbohong"

"Okeeey, aku akan keluar sebentar lagi" kata Jiwon dan masuk lagi kekamar. Jiwon mendekati Baekhyun yang sedang merajut syal untuk musim dingin.

"Mommy katanya hyung dan daddy ingin melihat buku mommy"

"Buku yang mana?" Tanya Baekhyun

"Tidak tahu"

"Yasudah, tidak apa-apa, lagipula kenapa harus izin ke mommy" Kata Baekhyun bingung. Jiwon hanya menggendikan bahunya pertanda juga tidak tahu.

"Jadi mommy mengizinkan?" Tanya Jiwon memastikan

"Iya sayaang"

"Baiklah" kata Jiwon tersenyum lebar, akhirnya ia akan mendapatkan foto Haowen ge dengan cara yang mudah seperti ini

..

.

..

...

End

...

..

.