Title : 5 Request
.
Genre : Romance
Rate : Teen
Pairing : Gaara Sabaku & Ino Yamanaka
Desclaimer : EdelweissHime
Warning : OOC , Typo , EYD hancur dan segala kekurangan
.
.
Chapter 4 : Third and Fourth Request
Teeetttt.. teetttt …
Suara bel yang menandakan waktu istirahat habis, juga menyadarkan Ino yang dari tadi memikirkan perkataan Gaara. Buru-buru Ino berlari menuju kelas nya. Sampai nya di kelas, ternyata Asuma-sensei sudah datang.
"Darimana saja, Yamanaka-san ?" tanya Asuma-sensei tajam.
"A-ano go-gomen sensei. Tadi saya dari atap." ucap Ino sambil menunduk.
"Cukup, sekarang ambilkan buku sensei di perpustakaan." perintah Asuma-sensei tajam. Ino mengangguk dan berjalan gontai menuju perpustakaan. Saat melewati toilet siswa, seseorang menarik tangan Ino dan mendorong nya cukup keras.
"Ittai." ucap Ino saat merasakan punggung nya menabrak dinding toilet dengan keras.
"Kau pikir pantas untuk Gaara-kun, ha ?" ucap seorang gadis berambut merah dan berkacamata kotak.
"Karin-senpai, maksud senpai ?" tanya Ino tidak mengerti.
"Tak usah berlagak bodoh, kau dengan Gaara-kun pacaran kan ?" tanya Karin emosi. Ino hanya diam tak berani menjawab.
"Berarti benar, aku sangat membencimu." Karin mengeluarkan gunting dari saku seragam nya dan bersiap menggunting rambut pirang Ino.
"Karin-senpai, hiks jangan hiks kumohon." pinta Ino pada Karin, namun seperti nya Karin menulikan telinga nya.
Sreekkk …
Kemeja Ino digunting memanjang oleh Karin, rok Ino yang semula 2 centi di atas lutut dipotong menjadi 10 centi di atas lutut. Karin tersenyum puas atas hasil kerja nya. Ino menangis melihat pakaian nya seperti ini. Karin pun meninggalkan Ino.
"Hiks ,, hiks ,, kenapa ? kenapa harus aku ?" Ino menangis di toilet.
.
.
.
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi, Sakura berniat mencari Ino.
"Sakura." panggil pemuda bernama Gaara.
"I-iya." jawab. Entah kenapa perasaan Sakura tidak enak saat Gaara memanggil nya.
"Apa kau lihat dimana, Ino ?" Tanya Gaara tajam. Sakura menggeleng pelan tapi pasti.
"Hahh, pulanglah. Aku akan mencari Ino." ucap Gaara lalu meninggalkan Sakura. Sakura akhir nya memilih mengikuti perintah Gaara.
Sudah 1 jam Gaara mencari Ino, tapi belum juga ia sengaja Gaara melewati toilet siswa, ia mendengar suara isakan. Segera saja Gaara membuka pintu toilet dan melihat Ino duduk di lantai dengan pakaian compang camping.
"Ino." panggil Gaara lembut mendekati Ino. Ino berusaha menghindar dari Gaara.
"Pergi hiks ,, hiks ,," ucap Ino lirih.
Gaara sempat terkejut mendengar ucapan Ino. Tapi, bukan Gaara jika ia tidak keras kepala. Gaara menarik Ino ke dalam pelukan nya, berusaha menenangkan Ino . Lama mereka berada di posisi itu, Gaara merasakan nafas Ino lebih teratur dan tenang. Ternyata Ino tertidur di pelukan Gaara.
Gaara membawa Ino menuju mansion nya, sampai nya di mansion Sabaku tidak ada satupun keluarga nya di rumah. Gaara membawa Ino menuju kamar tamu dan membaringkan nya, lalu menyuruh para maid nya mengurus Ino. Tiba-tiba Gaara mendapat email dari kakak nya, Temari. Bahwa mereka pergi ke rumah nenek di Suna karena nenek Gaara yang ada di Suna sedang sakit keras. Gaara menghela nafas panjang meredakan rasa kesal nya.
"Tuan, nona Yamanaka sudah sadar." ucap seorang main bernama Ayame.
"Hn." jawab Gaara lalu berjalan menuju kamar tamu menemui Ino. Dilihat nya Ino menunduk menahan tangisan nya.
"Kenapa ?" Tanya Gaara pelan.
"Aku takut, sangat takut." jawab Ino pelan sambil terisak lirih.
"Ada apa ?" Tanya Gaara lagi kali ini lebih lembut. Ino hanya menggelengkan kepala nya pelan.
"Baiklah, permintaan ku yang ketiga beritahu aku siapa yang melakukan ini." ucap Gaara dingin sukses membuat Ino mendongakan kepala nya.
"Ka-karin-senpai. Dia bilang aku tidak pantas bersama mu." ucap Ino lirih sambil menangis.
Lagi-lagi Gaara menghela nafas kesal, Gaara berjalan menuju Ino dan memeluk nya erat. Seakan-akan jika dilepaskan sedikit akan menghilang dari pelukan nya. Ino lagi-lagi menangis di dalam pelukan Gaara.
.
.
.
Pagi ini burung-burung berkicau riang, matahari pun bersinar dengan sangat terang. Ino terbangun dari tidur nya, dilirik nya ke samping tapi nihil ia tak menemukan Gaara disamping nya.
"Ino baka, apa yang kau pikir kan. Mana mungkin Gaara ada di samping mu." ucap Ino pada dirinya. Tiba-tiba pintu kamar Ino terbuka menampakkan pelayan bername tag Ayame.
"Nona, anda ditunggu tuan Gaara di ruang makan, dan ini pakaian untuk anda." ucap Ayame sambil meletakkan dress berwarna biru laut di sebelah Ino.
"Arigatou, Ayame-san." ucap Ino pelan.
Ino bergegas menuju kamar mandi, mandi dengan cepat kemudian keluar dari kamar mandi dengan dress biru laut di tubuh nya. Karena rambut Ino masih basah, ia gerai rambut nya yang panjang. Kemudian Ino turun menuju ruang makan, ia melihat Gaara mengenakan T-shirt dark blue dengan jeans biru juga sepatu kets berwarna putih. Entah mengapa hal itu membuat Ino mengeluarkan semburat merah di pipi nya.
"O-ohayo." Ucap Ino malu-malu. Gaara memandang nya sekilas lalu tersenyum tipis.
"Hn." ucap Gaara santai.
"Ino, aku masih punya 2 permintaan, bukan ?" Tanya Gaara sambil tersenyum tipis.
"I-iya." jawab Ino waspada.
"Permintaanku yang ke empat. Turuti semua ucapanku." ucap Gaara mantap.
~TBC~
Gomen, kalau nggak nyambung minna-san. Maklum author baru #bungkukmohonmaaf.
Tapi tolong tetep review iia ,, Arigatou ..
