Title : Naughty Uke
Author: LoveHyunFamily
Cast : Oh Sehun
Kim Jongin
Other
Rated : M / 21 (Tapi terserah yang mau baca umur berapa aja. Ovie juga belum sampai segitu kok '-')
Genre : Romance, Drama, Family
Warning : Yaoi, BL, Sho-ai, Ide pasaran, ADULT CONTENT! DIRTY TALK EVERYWHERE!
Disclaimer: Semua cast disini milik tuhan, orang tua dan agensi masing-masing, tapi cerita murni dari otak jenius Ovie. Jadi jangan coba-coba untuk copas ini cerita, karena Ovie tahu yang copas atau tidak.
Sumarry : Jongin itu memang 'nakal' dari awal pada Sehun—kekasihnya. Dan karena ke'nakal'an nya itulah Sehun menjulukinya 'Naughty Uke'. Mereka masing-masing berprofesi sebagai model, namun beda agensi. Hingga sampai seorang pengelola majalah khusus gay menawarkan mereka untuk menjadi model di majalahnya, dan harus berpose se-hot mungkin. Apa yang akan terjadi? /"Hey, aku tak pernah melakukan perkerjaan seperti ini Sehun"/"Lakukan saja sesuai instingmu dan anggap tidak ada orang disini"/"Sudah lama kita tidak bercinta, pen*s mu makin indah saja Sehun"/"Emhh.. S-Sehun, Ack—"
.
.
Happy Reading
.
.
Sehun masuk ke ruang keluarga dikediaman keluarga Park sembari meminum air yang baru saja ia ambil dari dapur. Dan menyeringai saat mendapati wajah kekasihnya tersebut tengah memerah dengan sebuah buku yang berisi foto-foto mereka saat pemotretan tadi.
"Kau terlihat hot disana sayang. Dan aku suka itu"
BLUSH
"A-apa apaan kau Sehun. Aku kan memang hot asal kau tahu" Jongin menutupi rona merahnya dengan mengelak Sehun sembari membanggakan diri kalau dirinya memang hot walau tanpa Sehun pun.
"Benarkah? Tapi asal kau tahu. Aku selalu memberimu servis ditengah-tengah pemotretan agar kau ber-pose dengan maksimal" Sehun mendekatkan wajahnya dapa telinga Jongin. "Dan kau sepertinya menikmati itu semua" kemudian menjauh dengan cepat. Hanya untuk melihat wajah Jongin yang semakin memerah hingga telinga.
"A-aku tidak!"
"Kadang mengelak adalah suatu pembenaran yang nyata" Sehun berujar santai sembari meletakkan gelasnya ke meja yang ada disitu.
"A-apa? Asal kau tahu—"
"Apa ini ahjumma? Whoaahh.. Ahjumma sangat cantik disini" Jongin menoleh saat mendengar celotehan kecil. Dan membelalak saat melihat Jesper yang tengah memandangi foto-foto—porno- nya dengan tatapan kagum.
"He-hey Jesper. Apa yang kau lakukan disini? Hey, kau tidak boleh melihat ini tahu" Jongin menjauhkan foto fotonya saat Jesper tetap saja memakukan matanya pada foto-foto nya. Sehun hanya diam menatap kedua orang yang sedang—entahlah- Sehun pun tak tahu.
"Huh? Kenapa tidak boleh?" Tanya Jesper polos dengan tatapan 'ingin tahu'nya.
"Karena Jesper masih kecil. Jadi tidak boleh, Jesper sana main saja dengan Jackson" Jongin menyuruh Jesper seenak jidat seakan mereka sudh sangat lama kenal. Entahlah, mereka cepat akrab padahal baru kemarin bertemu. Keluarga Park juga yang mudah bergaul, jadi bisa membuat siapa saja dengan mudah akrab dengan mereka.
"Waktu kemarin Jesper juga liat kok foto-foto tante Zitao, dia juga sangat cantik. Bahkan seksi"
"Hey, apa yang kau ketahui tentang seksi hah?" Jongin menatap Jesper dengan tidak percaya. Yang benar saja, Jesper yang masih dibawah lima tahun sudah tahu tentang sesuatu yang seksi, ia harus mengatakan ini, "Ya! Baekhyun-ah! Ada apa dengan anakmu ini?" Jongin berteriak dan datanglah Baekhyun dengan berlari tergopoh-gopoh sembari menggendong Jackson yang sepertinya baru bangun dari tidur siangnya. Lihatlah, Jongin berteriak seakan-akan Baekhyun adalah pembantunya. Padahal ini rumah siapa coba? Sehun hanya geleng-gelang dengan yang itu, lalu ia bangkit, mendatangi Chanyeol mungkin lebih baik daripada berkumpul dengan ibu-ibu disini—pikirnya.
"Maafkan dia" Baekhyun mengernyit bingung saat Sehun mengatakan itu dengan pelan, "Karena ia berteriak" sambung Sehun saat tahu Baekhyun yang kebingungan dengan kata-katanya. Lalu Baekhyun mengangguk dengan cepat sambil tersenyum pada Sehun kalau ia menjawab tidak apa.
"Ya Baekhyun!" Lamunan Baekhyun buyar saat Jongin memanggilnya. Baekhyun berjalan kearah Jongin dan ikut mendudukkan pantatnya yang bohay disamping Jongin. "Ini! Anakmu ini, kenapa diperbolehkan melihat hal yang tidak senonoh huh?" Baekhyunmngernyit, siapa yang memperbolehkan? Siapa yang melihat hal tidak senonoh? Jesper?
Baekhyun menatap Jesper yag juga menatapnya dengan pandangan polos. "Siapa yang kau maksud melihat hal yang tidak senonoh?" Tanya pada Jongin yang entah kenpa ia bersendekap.
"Tentu saja anak tengahmu, Jesper" Baekhyun kembali menatap Jesper yang menatap Baekhyun masih dengan pandangan khas lugu Baekhyun.
"Jesper melihat hal tidak senonoh?" Tanya Baekhyun entah kepada siapa, dan disebelahnya, Jongin memutar mata bosan ia berpikir, Baekhyun itu bodoh atau apa sampai tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.
"Ini" Jongin melempar foto-foto nya bersama Sehun tadi dan Baekhyun membulatkan matanya dramatis.
"Ooo.. Jadi Jesper melihat ini.." Baekhyun menatap Jesper dengan pandangan memicing, membuat Jesper yang melihat mamanya seperti itu bersembunyi disebelah tubuh Jongin. "Kenapa Jesper melihat ini? Kau tahu, Jesper masih belum cukup umur"
"Tapi kemarin Jesper juga lihat kok fotonya baba Luhan dan tante Minseok" cicit Jesper. "Tante Minseok cantik" cengirnya kemudian.
Dan selanjutnya kalian bisa membayangkan Baekhyun yang tengah menceramahi Jesper yang disebelah Jongin, sedangkan Jongin berada ditengah-tengah mereka. Jongin melupakan kalau dia dan Baekhyun baru kenalan kemarin, dan ia seperti sudah terikat dengan keluarga ini saja. Keluarga Park itu tak tahu malu dengan berceloteh ria didepan tamunya. Dan Jongin hanya dengan wajah datarnya menghadapi mulut ibu-ibu milik Baekhyun.
"Jongin" Dan suara itu berhasil membuat Baekhyun serta Jesper mengalihkan pandangannya, celotehannya pun berhenti hingga ruangan hening dalam sesaat. Siapapun yang memanggilnya itu ia akan berterima kasih dengan sangat.
"Wahh.. Sehun ahjusii!" pekik Jesper. Sehun hanya tersenyum kecil dan kembali menatap Jongin yang kini juga sudah menatapnya.
"Ayo pulang"
"Apa? Kenapa cepat sekali?" Itu bukan Jongin yang menyahut, tapi Baekhyun. Ia berdiri dengan masih menggedong Jackson ala koala.
"Kita sudah tidak ada apa-apa disini, jadi kami ingin pulang saja karena tidak mau mengganggu hari kalian" jawab Sehun sopan, "lagipula kami ada urusan yang belum diselesaikan Baekhyun-ssi" Sehun menyambung saat Baekhyun hendak membuka mulutnya kembali.
"Urusan apa, kan bisa ditunda" Baekhyun kemudian menatap Jongin yang bangkit dan menggait lengan Sehun. "Uuuuh… Jongin, tinggal lah lebih lama lagi" Baekhyun merengek, oh Tuhan, bahkan sudah punya tiga anak pun masih bisa merengek.
"Mereka ada urusan dan biarkan mereka pulang Baekhyun" itu Chanyeol yang baru datang dari ruangan kerjanya.
"Chanyeoliie, aku kan tidak ada teman disini" Baekhyun menghentakkan sebelah kakinya, ia bahkan lupa kalau ia sedang menggendong Jackson yang hanya memandnag semuanya bingung.
"Kau tidak boleh seperti itu sayang," Chanyeol mengambil Jackson yang ada digendongan Baekhyun. "Kau boleh pulang Sehun, Jongin. Terima kasih sudah mau bekerja sama denganku" Chanyeol tersenyum pada Sehun.
"Itu sudah pekerjaan kami" Jawab Sehun.
"Aku yakin kalian pasti akan menjadi pasangan paling fenomenal bulan ini" Jongin hanya diam memandang Chanyeol yang berbicara demikian, fenomenal katanya? "Oya, edisi bulan ini terbit minggu depan, semoga puas dengan hasil potretan kami. Jika kami ingin, kami bisa menghubungi kalian lagi kan untuk jadi modelku?" Tanya Chanyeol dengan antusias, Sehun tersenyum, ia tahu Chanyeol akan memakai mereka lagi dibulan depan.
"Boleh saja jika kami ada jadwal kosong"
"Ah syukurlah"
"Baik, kami pulang dulu"
"Oke, terimakasih atas kerjasamanya" kemudian mereka berjabat tangan. Dan SeKai pun meninggalkan rumah keluarga Park dengan meninggalkan Baekhyun yang sedari tadi merengek agar Jongin masih tinggal dirumahnya. Jongin hanya tersenyum meminta maaf pada Baekhyun.
.
Naughty Uke
.
"Sehun, kau ingin makan?" Jongin bertanya saat ia sedang mengambil piyama nya dilemari. Dan Sehun yang masih memakai bathrobe diatas tempat tidurnya—sudah mandi.
Saat ini sudah malam, sepulang dari rumah keluarga Park mereka berjalan-jalan sebentar untuk menghilangkan rasa penat. Padahal Jongin sudah menyuruh Sehun untuk istirahat saja, tapi kekasih nya itu bersihkukuh untuk mengajak Jongin berkeliling Seoul dengan mobilnya.
GREBB
Jongin tersentak saat merasakan perutnya yang dipeluk dengan erat. Dan siapa lagi kalau bukan Sehun yang memeluknya. "Aku ingin makan" ucap Sehun pelan disamping telinga Jongin.
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan memesan makanan" Jongin berjalan meninggalkan Sehun dan mengambil ponselnya yang ada dinakas, ia tidak bisa memasak tentu saja, bahkan yang pintar memasak disini adalah Sehun.
BRUKK
Sebelum ia men-dial nomor si restoran cepat saji, ia sudah dikejutkan dengan Sehun yang menghempas tubuhnya ke kasur hingga ia telentang.
"Kau jangan pura-pura bodoh Jongin sayang. Aku bukan lapar yang itu, tapi aku lapar ini"
"Eghhh" Jongin menggeram saat Sehun meremas penisnya dibawah sana.
"Kau siap?" Tanya Sehun dengan seringai tercetak diwajah tampannya. Jongin yang baru saja membuka mata karena kenikmatan sekejap tadi mengalungkan kedua tangannya di leher jenjang Sehun, tak lupa juga seringai menggodanya yang membuat seringai Sehun bertambah lebar.
"Untung aku belum sempat menghubungi restoran itu, jika sudah apa reaksinya karena mendengar kita mendesah nanti" Jongin membelai bibir tipis Sehun dengan telunjuknya. "Aku selalu siap sayang" lanjut Jongin dengan memasukkan jari telunjuknya tadi kedalam mulut Sehun. Dan Sehun tentu saja dengan senang hati menyesap jari itu, menyesapnya dengan sensual.
Jongin mengeluarkan jarinya, dan menatap Sehun dengan pandangan seductive. Setelah melempar seringai satu sama lain, Jongin menarik kepala Sehun hingga bibir keduanya menyatu. Awal dengan lembut dan saling menikmati betapa nikmatnya bibir sang kekasih, setelahnya terjadi ciuman ganas yang membuat birahi keduanya melonjak seketika.
"Unghh…" Jongin melenguh saat Sehun dengan sengaja mengigit lidahnya.
Masih dengan pagutan panas, tangan Sehun menyusup dibalik piyama Jongin yang bermotif beruang. Oh, sungguh kekanakan. Jari jari Sehun membelai lembut perut Jongin yang lumayan berbentuk namun tak sebagus dirinya itu. "Egg—cpk! hhahh.. hmmph" Sehun mendengar desahan Jongin lagi disela sela ciumannya saat telunjuk Sehun dengan sengaja menggelitik bagian dalam pusar Jongin. Dan sebagai rasa frustasi, Jongin menjambak surai Sehun dengan gemas.
"Mmhh.. hh.." Telinga Sehun kembali dimanjakan dengan desahan Jongin saat ia menghisap lidah Jongin.
"Ummh.. Seh-uhnn lepaskan ahhh" Jongin meminta lepaskan celananya tentu saja, karena Sehun dengan erat mencengkram penisnya yang sudah setengah ereksi itu.
CPK!
Oh, bagus, kita tahu seberapa dalamnya ciuman itu. "Sehun.. Lepaskan hahh" ucap Jongin kembali karena Sehun terus saja meremas remas penisnya yang masih berbalut celana piyama itu dengan lumayan keras.
"Kau tahu aku akan bermain-main dulu sebentar Jongin sayang" Sehun menjilat sepanjang leher Jongin hingga berhenti di daun telinganya. Tangan kiri Jongin masih betah pada kepala Sehun guna melampiaskan perasaannya.
"Aku tahu kau ingin ahh—bermain main, tapi aku tidak tahan lagi—oohh, Sehun ack—" Jongin tak dapat melanjutkan kalimatnya saat Sehun dengan cepat meurut penisnya yang tegang—masih dalam celana-tersebut. "Se-Sehun, aku—aku akan—Oh Sehuunnn.." Dan tentu saja Jongin orgasm. Untuk yang pertama kali di malam ini.
"Enak hmm?" Sehun menghirup telinga Jongin dengan kencang, membuat bulu kuduk Jongin meremang, namun ia menyukainya. Jongin tak menjawab, ia masih asik menetralkan deru napasnya yang berantakan, oh sungguh nikmat setelah beberapa minggu Sehun tidak meng-oralnya seperti tadi.
"Sungguh enak sampai sampai aku tidak bisa berkata kata Hun" oh, Jongin menjawab ternyata setelah cukup lama ia masih menetralkan deru napasnya. "Dan aku merindukan Sehun kecil, cepat keluarkan aku sudah tidak tahan" Jongin berucap seraya melepaskan celana—laknat-nya dengan tergesa. Sehun yang wajahnya disamping wajah Jongin pun hanya menahan seringainya saat kekasihnya itu sangat tidak sabaran.
"Easy boy, kita bermain-main dulu sebentar." Tapi Sehun tidak menghentikan pergerakan Jongin hingga bagian bawah Jongin sudah terekspos dengan sempurna. Penis yang becek akibat orgasm nya tadi sampai terlihat mengkilat di kamar yang bernuansa putih tulang tersebut,menambah kesan yang errr.. saat melihat penis Jongin yang tentunya sudah tertidur. Sehun harus menahan libidonya dulu jika hendakbermain-main dengan Jongin.
"Baik, sekarang giliranku" Sehun yang tidak siap pun sekarang dirinya menjadi telentang karena Jongin membalik tubunnya dengan tiba-tiba. Jongin langsung saja melepaskan bathrobe Sehun hingga sekarang Sehun telanjang bulat.
"Hhh" Sehun mengeluarkan napasnya saat mulut Jongin bermain disekitar nipplenya yang—tentunya-sudah keras tersebut.
Jongin memainkan lidahnya diatas puting coklat milik Sehun layaknya kucing sedang minum susu. Lalu setelahnya ia lahap putting nikmat tersebut, dan mengulumnya layaknya seorang bayi yang kehausan akan ASI ibunya. Tak lama, ia menurunkan wajahnya lagi dan sampai pada pusar Sehun,
Slurpp
"Ahhh J-Jonginhh" Sehun mendesah saat kekasih tercintanya tersebut dengan rakus menghisap dan memainkan lidahnya didalam sana, membuat sesuatu seperti hendak keluar pada ujung penisnya, namun bukan orgasm.
"Whoahh.. Hey Little Huniie" Jongin sampai pada sumber kenikmatannya—kenikmatan Sehun juga- dan menggoyang-goyangkan benda tersebut kekiri kekanan dengan senyum—seringai-innocent/? "Sudah lama kita tidak bercinta, penis mu makin indah saja Sehun" Jongin memasukkan kepala penis Sehun kedalam mulutnya, menyesap cairan yang sedikit keluar dari ujungnya tersebut. "Dan tentunya tambah besar," lanjutnya, "Tapi aku suka ini" bisiknya seductive lalu melahap sebagian penis besar Sehun. Hanya sebagian, karena mulutnya tidak muat menampung semua penis nan besar itu.
"Aghhh.. Jongin.." Sehun mendesah saat Jongin mengulum serta mengocoknya dengan cepat. Jongin dapat merasakan penis Sehun yang mengeras serta urat-uratnya.
"Agh, cukup!" Sehun berusaha bangkit dari tidurnya karena Jongin makin brutal dibawah sana, setelah berhasil ia mengangkat tubuh Jongin hingga duduk dipangkuannya.
"Ayolah Sehun, kau belum keluar!" Oh, Si Jongin yang merajuk. Lihatlah wajahnya yang cemberut, ditambah lelehan air liur di dagunya. Ugh, Sehun tidak sabar untuk menerkam beruang betina/? ini.
"Aku hanya akan keluar didalammu. Seharusnya kau tahu itu sayang" Sehun menghapus lelehan air liur tersebut.
"Kalau begitu ayo keluarkan didalam tubuhku Sehun. Lihatlah, dia kelaparan" Ouh Sehun meneguk liurnya kasar saat Jongin memundurkan punggungnya, tapi memperlihatkan lubangnya yang berkedut minta dimasuki. Ingat posisinya sekarang ia memangku Jongin, jadi lubang Jongin yang berkedut tersebut diatas penisnya yang tengah mengeras.
Sehun mendekatkan kepala Jongin kearahnya, Jongin mengira Sehun akan menciumnya, maka ia menutup matanya. Dan Sehun yang melihat itu hanya tersenyum geli. "Kalau begitu puaskan dirimu sendiri" ternyata Sehun berbisik dan Jongin membuka matanya dengan perlahan. Lalu tidak lama seringainya muncul lagi.
"Baik, aku akan melakukannya" Jongin menunduk dan mengambil penis ereksi Sehun,kemudian mengarahkannya ke lubang pink miliknya yang berkedut. Jongin semakin bernafsu saat melihat bulu-bulu kecil pada pangkal penis kekasih tercintanya.
"Enghh" Jongin melenguh saat setengah bagiannya masuk kedalam tubuhnya, Sehun hanya diam menahan tubuhnya agar tidak menghentak agar penisnya segera masuk dengan sempurna. Ia tahu Jongin tengah menyesuaikan karena mereka lama tidak melakukannya, dan ia sebagai pihak jantan disini, hanya diam menahan desisan saat saraf sarafnya menjalar hingga ke kepala rasanya.
JLEB
"Aagghh!" Jongin memekik saat dirinya sendiri menurunkan tubuhnya dengan menghentak, hingga penis Sehun tertanam sempurnya pada tubuhnya. "Ahh.. Aku merindukan saat-saat seperti ini" Jongin mengucapkan itu disamping telinga Sehun karena kepalanya jatuh di bahu kokoh milik Sehun.
"Aku juga, jika sudah siap gerakkan lah sendiri bear" Sehun mendengar Jongin mendengus, ia tahu karena Jongin tidak suka dipanggil seperti itu.
"Sudah berapa kali kubilang, aku tidak suka kau, akc!" Jongin memekik saat Sehun dengan sengaja menghentakkan pinggulnya hingga mengenai titik terdalam Jongin. Oh, sungguh nikmat.
Jongin melupakan kalimat protesnya karena panggilan Sehun tadi, ia langsung menaik turunkan tubuhnya dengan perlahan, mengabaikan Sehun yang kembali menyunggingkan seringai karena berhasil mengalihkan perhatian Jongin yang hendak marah-marah.
"Emhh.. S-Sehun, Ack—" Jongin kembali memekik saat dirinya menemukan sendiri titik terdalamnya. Yaampun, sudah lama aku tidak merasakan ini! Jongin membatin histeris.
Saat Jongin mulai melajukan dan semakin laju hentakkan tubuhnya hingga tidak teratus, tangan Sehun dengan sigap memegang pinggul Jongin dan ikut menghentakkan pinggulnya berlawanan arah hingga mereka mendesah dengan hebat saat merasakan sensasinya/?
"Ahmm—Sehun.. Aaahhh" Jongin mengeluarkan desahannya tanpa ditahan-tahan.
"Ughh Jonginhh.. Uh,kau hebat sayang ah!" Sehun menggeram. Dan menarik kepala Jongin untuk diraupnya bibir penuh tersebut.
"Uhm.. Hmpph.. Cpk! Ahmm hmm"
"Mmm.. Hmm.. Ssshh" Desahan saling bersahut-sahutan hingga Sehun tidak tahan dengan posisi ini dan membaringkan Jongin masih dengan bibir dan sesuatu yang masih bertaut dengan intim.
Setelah berhasil membaringkan Jongin, Sehun mengarahkan kedua kaki Jongin hingga memeluk pinggangnya agar memudahkannya untuk menggenjot lubang nikmat milik Jongin.
"Ahmm Sehun ugh!"
CPK!
Kecipak nyaring kembali terdengar setelah Jongin memalingkan wajahnya dan mendesah dengan kepala miring.
Sehun menyembunyikan kepalanya diperpotongan leher Jongin dan menyesap leher tersebut dengan kuat serta mengigitnya hingga tercipta beberapa hickey disana dengan indahnya. Dan Sehun masih berada di kecepatan normal, ia terus menyodok lubang Jongin hingga ranjang yang mereka tempati berderit. Mengabaikan bentuk sprai dan juga selimut yang sudah tidak teratur lagi.
"Ahh Sehunhh.. A-aku ingin"
"Bersama sayang"
CROOT
CROOTT
Jongin merasakan sesuatu yang hangat menembus dirinya. Bukannya ia bodoh untuk tidak tahu apa itu, ia sangat tahu. Dan ia meresapi kehangatan tersebut dengan memejamkan matanya sembari tersenyum lembut. Bercinta mereka benar-benar hebat.
"Kau membuatku bangga sayang" Sehun mengecupi wajah Jongin dengan penuh perasaan. Dan saat berada didepan bibir Jongin, ia meraupnya dan dibalas dengan senang hati oleh pemiliknya. Tidak ada ciuman ganas, hanya ciuman lembut yang merasakan ketulusan cinta masing-masing.
"Mau ronde kedua?" Tanya Sehun. Dan Jongin menoleh hingga wajah mereka berhadapan dengan jarak kurang dari lima senti.
"Doggy Stlye?"
"As you wish babe"
Dan setelahnya kembali terdengar desahan yang membuat siapa saja akan terangsang. Dengan Jongin menungging untuk Sehun dan Sehun yang menggenjot lubangnya dengan tidak berperasaan namun tersirat cinta yang sangat dalam. Hingga mereka orgasme bersama lagi.
"Aku mencintaimu Jongin"
"Aku juga mencintaimu Sayang" balas Jongin yang tengkurap dan masih menstabilkan deru napasnya.
Mata Jongin yang setengah terbuka melihat Sehun yang mengambil sesuatu di laci nakas mereka, penis Sehun dengan lubang Jongin masih menyatu oke.
Setelah menutup lacinya kembali, Jongin melihat Sehun memegang sesuatu yang digenggamnya dengan erat. Jongin hanya mengerutkan kening.
"Jongin, buka matamu sayang" ucap Sehun saat dirinya sudah berbaring disamping Jongin dan mencabut sesuatu dibawah sana.
"Ya, aku juga melihatmu Sehun" jawabnya lirih. Sehun tersenyum gemas dan mengangkat helaian basah Jongin yang menutupi matanya.
"Aku tidak akan mengatakannya jika kau belum benar-benar bangun"
"Oke, oke aku bangun sekarang" Jongin memutar tubunnya kearah Sehun hingga mereka berhadapan sekarang. Mengabaikan bahwa tubuh mereka masih telanjang bulat tanpa sehelai benang pun, tertutupi selimut saja tidak.
Sehun tersenyum dan mengeluarkan benda yang digenggamnya tadi. Mengambil tangan kanan Jongin dan menyematkan sesuatu di jari manis Jongin.
"Menikahlah denganku Jongin" Dan Jongin membelalak dengan mata berkaca-kaca.
.
END
.
.
Aduuhhh ini fast up gak sih? Mian mian, Ovie sibuk banget hiks, ini aja baru ngetik hari ini jadi maklumin jika ada typo yang tidak mengenakkan ya.
NC nya hot gak nih? Ovie yakin deh enggak hot. Akhirnya gantung? Tapi Sehun ngelamar Jongin ciyeee.. Yang bakal jadi pengantin baru..
Ovie gak banyak ching chong karena ini juga udah tamat ya..
Big Thanks To:
soramour; kaiXoo1214; ParkJitta; Kamong Jong; tokisaki; nandaXLSK9094; geash; Mizukami Sakura-chan; xoxossekai; Wiwitdyas1; saya. orchestra; utsukushii02; EXO 12-XLKSLBCCDTKS; DwiKkamjong; jungdongah; Inne751; BabyWolf Jonginnie' Kim; jonginisa; salhunkai; kthk2; Kkimjong; SILENT READER; outcaaast; diannurmayasari15; ariska; cute; novisaputri09; lightlogy; Beserta siders.
Terimakasih buat kalian semua yang udah nyempetin baca ff abal ini dan me-reviewnya. Ovie terharu hiks
Akhir kata
EXO-L Jjang!
