Disclaimer: Masashi Kishimoto-sensei
Warning: OOC, Gaje, Typo, Abal dan Err.. Lemon gak terlalu hot-hot banget!
Chapter: 4
Rating: T berpindah ke rating M
.
Hmm.. Aku bikin Lemon sesuai dengan permintaan yang udh review ficku. NaruSaku-nya aku bikin ciuman aja. . SasuHina baru Lemonnya..
Don't like, don't read!
.
Setelah sudah membaca buku yang Naruto barusan beli, Naruto segera melaksanakan tugasnya. Hari ini Naruto sengaja ke rumahnya Sakura karena dia ingin bermain-main saja. Naruto masih terlihat tampan seperti hari-hari lainnya, tapi dibagian pipinya sedikit membiru, yah begitulah. Karena Sasuke Uchiha yang memukulnya.
'Hemm, Sakura sedang bikin apa yah? Atau perlu aku telepon dia? Ah, aku akan membuat kejutan kecil untuknya. Dan aku akan membeli emm, sebuah bunga mawar yang indah, tapi dimana tempatnya? Oh, aku tau! Rambut pirang itukan mempunyai sebuah toko bunga, pasti dia menjual bunga mawar disana!' Batin Naruto panjang lebar.
Naruto-pun segera ke kediaman Yamanaka untuk membeli sebuah bunga mawar dan pastinya buat Sakura.
Setelah melewati perjalanan dari rumah Naruto akhirnya Naruto sampai di rumah Ino.
''Hai emm, I..ino? Benarkan namamu Ino?'' Ucap Naruto yang agak cengingiran.
''Ah, ternyata kau Naruto. Iya namaku Ino. Kau mau apa kesini ada perlu apa denganku?'' Tanya Ino yang baru datang.
''Begini, aku bukan perlu denganmu! Aku ingin membeli sebuah bunga mawar, ada tidak?''
''Bunga mawar, ada. Ehem, untuk siapa nih?'' Goda Ino.
''Itu bukan urusanmu! Cepat berikan aku seikat bunga mawar!''
''Harganya 25.000ryo. Kau pasti ingin memberikannya untuk Sakura, iya kan?'' Kata Ino masih menggoda.
''Ini uangnya. Kalau iya memangnya kenapa! Weekk.. Aku pergi dulu!'' Ucap Naruto menjulurkan lidahnya.
''Huh!''
.
Ting tong..
Naruto menekan tombol bel di depan pintu rumah Sakura. Sakurapun keluar dengan baju yang sangat sexi, dan sangat menggairah bagi Naruto. Sakura memakai baju tembus pandang dan memakai dalaman yang tipis bisa terlihat juga sedikit garis dibagian dada Sakura, apalagi Sakura memakai celana diatas diatas lutut. Ah, liur Naruto terjatuh sangat cepat.
''Ah~ Sa-sakura-chan, kau sangat menggairah sekali.'' Liur Naruto tambah berjatuh banyak.
''Eh, apanya Naruto-kun?'' Tanya Sakura bingung.
''Err.. Tidak ada apa-apa! Boleh aku masuk?''
''Oh ya silahkan, hehe.''
Naruto masuk sambil terus melirik Sakura. Mulai dari kaki Sakura hingga kepala Sakura. Sakura dengan cepat menutup bagian terpentingnya.
''Eh, apa-apaan kau Naruto! Dasar mesum!''
''Hehehe, habisnya kau terlalu menggoda Sakura-chan.''
''Ya sudah kau duduk dulu, aku akan mengganti bajuku.'' Ucap Sakura yang hampir pergi tapi dicegah Naruto.
''Jangan!''
''Memangnya kenapa? Katanya kau, aku sangat menggoda. Makanya aku ingin mengganti bajuku.''
''Ma..maksudku kau tidak perlu mengganti baju. Aku kesini untuk memberikanmu ini.'' Naruto memberikan seikat bunga mawar yang sangat indah, Sakura agak tersontak kaget. Tapi dengan cepat Naruto menarik tangan Sakura, dan mendekatkannya kepelukan Naruto.
''Kau akan menjadi milikku Sakura!'' Bisik Naruto kepada Sakura.
''Ah, Na..naruto-kun! Hmmbb..''
Naruto segera mengunci mulut Sakura dengan lembut. Sakura hanya menikmati ciuman panas Naruto.
''Hmmppff.. ah~ Nha.. Hmm..'' Desah Sakura.
Naruto mulai memutar-mutar lidahnya didalam mulut Sakura, Sakura hanya terus menikmati karena sebenarnya dia juga mau. Setelah itu Naruto mulai melepaskan ciuman itu.
"Engg, Sakura chan!"panggil Naruto
"Ah iya ada a..apa Na..naruto-kun?" Kata Sakura yang blush karena masih mengingat kejadian tadi.
"Aku mencintaimu, sejak pandangan pertama." Ucap naruto sambil memegang wajah Sakura dan memandangnya.
"Ah Naruto kun~ a..aku juga me..mencintaimu sejak pertama aku bertemu denganmu." Kata Sakura yang wajahnya mulai tak jelas.
''Maukah kau menjadi pacarku, Sakura-chan?'' kata Naruto lalu mempraktekkan gerakan bagai pangeran yang sedang melamar seorang putri cantik.
''Eh? Ma..mau Naruto-kun.'' Sakura tersontak kaget ketika Naruto mengucapkan kata-kata tadi.
''Be..benarkah? Ini bukan mimpikan Sakura?'' Naruto mengira ini adalah mimpi disiang bolong karena Sakura baru saja menerima Naruto.
''Ini bukan mimpi Naruto-kun!''
''Aku masih tidak percaya!''
''Kalau kau tidak percaya, rasakan ini!'' Sakura mencubit pinggang Naruto yang lumayan keras sehingga membuat Naruto meringis kesakitan.
''Aaaaa... Aduh, sakit! Iya benar ini bukan mimpi Sakura-chan! Err, bolehkah aku menciummu satu kali lagi? Hehe.'' Naruto menggaruk kepalanya yang padahal tidak gatal sama sekali.
''Dasar mesum!'' Sakura menjulurkan lidahnya walaupun sebenarnya dia mau lagi.
'Ciumanku dengan Naruto lebih mengasyikkan, dari pada waktu aku dan Sasuke berciuman! Saat Naruto menciumku aku merasa ada perasaan yang sangat nyaman dan penuh rasa sayang. Saat aku dan Sasuke berciuman, cuma asal ciuman saja, dan tidak mempunyai perasaan!' Batin Sakura.
''Huh, bilang saja kalau kau sebenarnya mau lagi, Iya kan!' Goda Naruto.
''Hehehe..'' Sekarang giliran Sakura yang menggaruk kepalanya, padahal tidak ada gatal sama sekali.
''Ayo kita lanjutkan Sakura-chan!'' Ucap Naruto dengan nada mesum.
''Uh, I...iya deh!'' Kata Sakura agak malu-malu.
Akhirnya Sakura dan Naruto melanjutkan pertunjukan tadi. Bagaimanakah ceritanya? Cuma Naruto dan Sakura saja yang tau!
.
.
Keesokan harinya murid-murid seperti biasanya, Sekolah untuk mencari ilmu. Tapi disini banyak juga yang sibuk dengan sekedar berpacaran.
Sitttt...
Naruto memberhentikan motornya, dia juga menggonceng Sakura dibelakang. Kenapa bisa begitu? Kalian pasti tahu, karena baru-baru saja kemarin Sakura dan Naruto menyatakan cintanya masing-masing hingga mereka jadian seperti sekarang.
''Nah, Sakura-chan sayangku ayo kita kekelas!'' Ajak Naruto lalu menggandeng tangan Sakura dengan sengaja ketika melihat Sasuke didekat mereka.
''Eh, Ayo!''
'Dia pikir dia siapa? Memanggil Sakura dengan ucapan 'Sayang'. Aku sangat, sangat membencimu Naruto! Untuk kedua kalinya aku akan menghajarmu, aku tidak tau resikonya, yang penting aku bisa membuatmu menderita!' Batin Sasuke yang sangat marah. 'Saatnya beraksi!' Sasuke mulai menghampiri Naruto dan Sakura dengan sangat cepat Sasuke menarik lengan Naruto dan memukulnya.
Buaggh!
Satu pukul kuat mendarat di dagu Naruto.
''Ah, Naruto-kun! Hey, Sasuke berhentiii!'' Kata Sakura dengan nada berteriak.
Sasukepun menghentikan aksinya. Lalu melepas Naruto.
''Akh!'' Naruto meringis kesakitan.
''Sasuke kau sungguh kejam! Akukan sudah bilang aku tidak ada hubungan apa-apa lagi denganmu, jadi aku mohon kau pergi dari kehidupanku!'' Ucap Sakura yang hampir menangis.
''Kalau itu memang maumu, aku akan pergi hari ini detik ini!'' Kata Sasuke dengan nada yang cukup tinggi lalu meninggalkan Naruto dan Sakura.
''Hiks, hiks!'' Sakura mengeluarkan isak tangisan. Naruto memeluk Sakura dengan sangat erat dan tak mau melepaskannya.
''Sudahlah Sakura-chan, Aku tak apa-apa kok! Jangan cengeng yah, aku akan selalu disampingmu!'' Naruto mengusap rambut Sakura dengan lembut dan masih memeluknya dengan erat.
''Makasih Naruto-kun, kau memang sangat perhatian padaku!''
''Hehe, itu namanya 'Laki-laki sejati'. Betulkan? Kalau begitu senyum dulu dong!'' Naruto mulai menghibur Sakura dengan cengingirannya. Lalu melepaskan pelukkannya
''Uh, Iya deh!'' Sakura mulai tersenyum kembali dan melupakan semua kejadian barusan.
'Hahay asyik, buku itu memang sangat ampuh! Terima kasih buku kesayanganku!' Ucap Naruto dalam hati dan bergembira.
''Ayo kita lanjut kekelas Sakura-chan!'' Kata Naruto lalu merangkul pinggang Sakura.
''Uh, kau ini!'' Sakura mencubit tangan Naruto dengan pelan sambil tersenyum.
''Hehehe..''
Naruto dan Sakura melanjutkan perjalanannya hingga sampai kekelasnya. Tiba-tiba ada yang memanggil Naruto.
''Naruto!'' Panggil seseorang wanita bertipe rambut panjang bermerah kecut, dan berkaca mata. Karin!#Cewek yang paling aku benci.
''Aku?'' Tanya Naruto bingung.
''Ya iyalah kamu, Siapa lagi! Nama Naruto itu cuma satu tau gak!''
''Iya, iya! Ada apa Karin?''
''Kau dipanggil Tsunade-sama!''
''Oh iya yah, kemarin aku kan disuruh ke ruangan Tsunade-sama.'' Ucap Naruto yang baru sadar.
''Kamu bikin apa ke ruang Tsunade-sama Naruto-kun?'' Tanya Sakura.
''Ah, enggak kok! Aku pergi dulu yah Sakura-chan.''
''Iya.''
-Sementara dibagian Sasuke-
''Hey kau yang bernama Sasuke Uchiha!''
''Hn? Aku?''
''Iya kau, siapa lagi!''
''Ada apa?''
''Kau dipanggil Tsunade-sama.'' Kata seorang laki-laki dengan tipe berambut mangkok mie, dan beralis mata tebal. Siapa lagi kalau bukan Rock Lee!#Laki-laki yang paling menggelikan.
''Hn.'' Sasuke akhirnya pergi ke ruang Tsunade dengan bosan.
Naruto dan Sasuke sudah berkumpul di ruangan Tsunade. Untuk apa? Yah, tentang masalah kemarin antara Naruto dan Sasuke.
Tsunade pertama menanyai Naruto.
''Naruto, apa lukamu masih sakit?'' Tanya Tsunade.
''Sudah membaik Tsunade-sama!'' Jawab Naruto sopan.
''Bagus, dan kau Sasuke! Kudengar kau membuat masalah lagi di Sekolah ini.'' Ucap Tsunade lalu menatap Sasuke dengan sinis.
''Hn.'' Jawab Sasuke cuek.
''Jawab aku! Jangan cuma Hn!'' Tsunade memukul meja dengan jengkel.
''Hn, iya.'' Sasuke masih saja cuek.
''Ini, surat pindahan Sekolah kau boleh keluar dari Sekolah ini! Cari Sekolah lain!'' Tsunade melempar selembar kertas kemuka Sasuke, membuat Sasuke jengkel dan berkata.
''Baik, aku keluar dari Sekolah bodoh ini!'' Sasuke mengambil selembar kertas tadi, dan ia segera keluar dari ruangan itu.
''Apa? Sasuke keluar?'' Kata Naruto yang tidak terima.
''Dia sudah melanggar peraturan Sekolah lagi. Apa kau ingat, kemarin aku sudah bilang jika dia membuat pelanggaran lagi, dia akan dikeluarkan dari Sekolah ini.'' Tsunade meninggikan suaranya. ''Sekarang kau boleh pergi!''
''Ba..baik Tsunade-sama!'' Naruto keluar dengan sangat cepat karena takut melihat wajah Tsunade yang begitu mengerikan, akhirnya Naruto kembali kekelasnya. Setelah ke kelasnya, Naruto dudk dibangkunya dan Sakura bertanya.
''Naruto-kun, tadi kamu ngapain sih ke ruang Tsunade-sama?'' Tanya Sakura agak penasaran.
Naruto menceritakan semuanya kepada Sakura, Sakura tersontak kaget.
''Apa? Jadi Sasuke keluar dari Sekolah ini?'' Tanya Sakura dengan nada tinggi tapi senang.
''Apaa? Sasuke-kun keluar? Huweeehh, Sasukekuu...'' Ucap Karin bagai bayi yang ditinggalkan oleh Ibunya.
''Kau bisa diam tidak nenek sihir!'' Kata Lee jengkel.
''Kau bilang apa? Aku nenek sihir? Kamu buta apa! Aku cantik gini dibilang nenek sihir! Dasar Si alis tebal!'' Karin mulai mengejek Lee.
''Kau cantik? Bwuahaha... Kau sedang bermimpi yah?'' Ucap Lee terbahak-bahak.
''Huhh! Memangnya kamu ganteng!''
''Hwuahh, tentu saja!'' Kata Lee lalu menunjukkan gigi mengkilatnya.
''Woyy.. Karin, kau cantik kan?'' Tanya Kiba ke Karin.
''Ya iyalah, masa ya iya dong!''
''Dan kau Lee, kau ganteng kan?'' Tanya Kiba lagi kepada Lee.
''Sudah pasti! Kan ikut keturunan.''
''Kalian cocok dong, cantik sama ganteng! Bwuahahaha...'' Kiba tertawa terbahak-bahak.
''Ih, amit-amit deh!'' Ucap Karin dan Lee bersamaan.
''Itu kan? Kalian memang cocok! Hahahaha..'' Kiba masih saja mengejek dan tertawa.
Di kelas terjadilah perang dunia kedua, antara Lee, Karin, dan Kiba.
''Ck, membosankan!'' Kata Shikamaru lalu melanjutkan tidurnya.
''Pacaran itu tidak mengasyikkan! Lebih baik makan! Nyam, nyam, nyam.. Lezaatt!'' Kata Choji sambil terus makan dengan sangat rakus.
Naruto dan Sakura cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala. Sakura bertanya lagi pada Naruto.
''Sasuke benar keluar dari sekolah ini Naruto-kun?'' Tanya Sakura.
''Iya. Kenapa? Kau tak suka?'' Kata Naruto agak sedih.
''Bu..bukan begitu! Aku malah senang sekali karena tidak akan ada lagi pengganggu di Sekolah ini. Kau jangan bersedih begitu dong, katanya kau 'Laki-laki Sejati' ! Gimana sih.'' Sakura tersenyum indah.
''Hehehe.. Iya Sakura-chan sayangku!'' Sakura mencubit pipi Sakura dengan gemas, membuat Sakura meringis.
''Adoh, adoh doh.. Sakit tau!'' Sakura memegang-megang pipinya.
''Benarkah? Sini deh aku cium, pasti sakitnya jadi hilang!''
''Ini kan di Sekolah! Kau tidak malu apa!''
''Oh, jadi kalau di rumahmu bisakan?''
''Huh, enak saja!'' Ucap Sakura malu-malu tapi mau.
'Aku tidak pernah sedekat ini dengan Sasuke, tidak pernah ada romantisnya. Dia selalu cuek dan cuek. Uh menyebalkan, tapi untungnya ada pengganti Sasuke yaitu Naruto. Yang tidak pernah membuatku menangis dan selalu menghiburku. I Love You Naruto-kun.'' Batin Sakura dan tersenyum senang.
TBC
.
Gomen, gomen, gomenn!
Sorry yah, di chapter ini belum ada Lemonnya. Janji deh chapter depan pasti ada. Janji, janji, janji! #Author suka ingkar janji nih!
Oh iya, kalau mau cari fic ini lagi di Rating M saja yah, mau ada lemonnya kan? Hehehe..
Narutonya cuma ciuman saja yah, engg.. Takut bikin lemonnya terlalu banyak.
Yosh, segitu aja!
Review y . . . .
