Kini Akane sudah tidak bisa menahan tubuhnya lagi ia pun ambruk hingga jatuh terduduk "Ternyata aku masih belum bisa menyampaikannya dengan baik" gumamnya
Bel sekolah sudah berbunyi sejak tadi, Akane pun kembali kekelasnya koridor sudah terlihat sepi artinya semua murid sudah masuk kekelas masing – masing. Akane berjalan lesu dengan kepala menunduk saat akan berbelok. BRUKK "Aduh!" Akane menabrak sesorang didepannya "Ah maaf aku tidak sengaja" tubuhnya langsung membungkuk tanpa melihat siapa yang ia tabrak.
"Eh!" pemuda itu melebarkan matanya "AkaneCchi! Sudah lama kita tidak bertemu, kau semakin cantik" pemuda itu memeluk erat tubuh Akane "Ki-se aku tidak bisa bernafas"
Moichido
Akashi – Akane's fic by Cleonakacloti
Kuroko No Basket Fujimaki tadatoshi
.
.
.
Warning : banyak TYPO bertebaran(?), gaje, abal, lebay dsm(dan semacamnya)
" ..." dialog
'...' bicara dalam hati
RnR please
Chapter 4 : Lebih Lama Lagi
Kise masih memeluk Akane tanpa memperdulikan seorang guru yang sudah tampak terlihat jelas di wajahnya seolah berkata 'Berani – beraninya kalian berpelukan didepan guru kalian sendiri' Empat sudut siku-siku terlihat jelas. "Pletak"
"Aduh!" Kise memegang kepalanya yang kesakitan "berani sekali kalian berpelukan di sekolah apalagi didepanku. Tidak sopan"
"Ah maaf sensei, Aku reflek memeluknya karena kami sudah lama tidak bertemu dan aku lupa kalau sensei sedang bersamaku" Kise menjelaskan dengan wajah berseri tanpa dosa tangannya masih memegang kepalanya yang lumayan sakit. 'Anak ini tidak hanya wajahnya yang tampan tapi kelakuannya cukup membuatku kesal' sedangkan Akane ia masih mengatur napasnya matanya melihat seragam yang Kise kenakan sama dengannya itu artinya 'murid pindahan'. Ryu sensei mengalihkan pandangannya pada Akane
"dan kau Akane, kenapa kau belum masuk kelas?"
"A-aku baru saja dari toilet sensei. Sekarang aku akan segera kekelas " terangnya bohong ia pun melesat pergi meninggalkan mereka berdua langkahnya semakin cepat karena tidak ingin kena marah pada akhirnya ia memutuskan berlari. Sensei pun memakluminya.
Ketika Akane didepan pintu kelasnya ia menarik dan menghembuskan nafas terlebih dahulu mencoba menghilangkan perasaan tidak enak dihatinya Ia pun menggeser pintu secara perlahan. Didalam kelas tengah terjadi perdebatan yang membuat suasana ricuh.
"Nggak mungkin! Nggak mungkin Akashi-kun sama cewek eeeuuuh itu!" cibir seorang anak cewek coklat dikuncir kuda di antara kumpulan anak-anak itu. Yang lain juga ikut mengagguk.
"Iya, bener, nggak mungkin kan Akashi menyukai level serendah, dia?" timpal yang lainnya. Beberapa ada yang tertawa geli sedangkan beberapa diantaranya ada yang gusar.
'he, Sudah Kuduga...' Akane tersenyum sinis mendengar apa yang barusaja ia dengar, Akane melangkah masuk menuju tempat duduknya ia sudah tidak perduli lagi dengan yang lainnya toh sebelumnya dia sudah mengalami yang lebih parah dari ini.
Sedangkan kedua temannya Emi dan Mirei terduduk diam sambil melihat kerarahnya entah apa yang mereka pikirkan.
KRIEEET
Ketika Emi akan mengatakan sesuatu, pintu kelas kembali terbuka. Kali ini terlihat Ryo sensei memasuki kelas dibelakangnya seorang laki-laki berrambut pirang dengan postur tubuh tinggi dan parasnya yang tampan, mampu membuat para gadis terpesona melihatnya. Lain halnya dengan Akane ia sedikit terkejut karena ternyata Kise sekelas dengannya.
"Minna. Hari ini kita kedatanagan murid pindahan silahkan perkenalkan dirimu" Ryo sensei mempersilahkan Kise untuk memperkenalkan diri. Kise sedikit maju kedepan sebelum memperkenalkan diri matanya melirik kesegala penjuru senyumnya mengembang kala matanya menemukan apa yang dia cari.
"Yosh! Namaku Ryota Kise, hobiku basket!–" tangannya terangkat seolah akan memasukan bola ke ring "–keahlianku karaoke–" tangannya seperti memegang mic "–Ah itu tadi terbalik, aku dari SMA Kaijou aku juga bekerja sebagai model–" ia menyisir rambut dengan jarinya bak seorang model "– jadi...mungkin aku akan sering absen tapi mohon bantuannya" kali ini mengedipkan satu matanya dibarengi hormat dua jari. "Apa dia anggota generasi kejaiban? Mencolok sekali" komentar sebagian murid khususnya laki – laki, berbeda dengan murid perempuan mereka tatap terpesona meski Kise terlihat Mencolok. 'hehehe sangat dirimu sekali' Akane tersenyum melihat tingkah teman dekatnya sejak SMP.
"Baiklah semoga kalian bisa berteman baik dengannya" Ucap Ryo sensei sambil membenarkan kaca matanya "Kise kau boleh duduk di..." matanya mencari sebuah bangku yang kosong "Sebelah Akane"
"Haaaaii" Jawab Kise dengan semangat ia pun berjalan menuju bangku kosong kemudian duduk lalu memalingkan wajahnya "Ternyata kita sekelas lagi ya AkaneCchi" ucapnya dengan wajah ceria.
"haaah sepertinya aku akan mulai bosan"Akane menopang dagu dengan tangannya
"eeeehhh... kejam sekali"
"Keluarkan buku kalian dan buka halamam 123" Ryo sensei mulai memberi perintah kepada semua muridnya dan mulai mengajar.
.
.
.
Akane POV
KRIIIING!
"Baik semuanya pelajaran hari ini cukup sampai disini" Ryo sensei menutup buku yang ia pegang "dan jangan lupa dengan tugas yang sensei berikan, minggu depan dikumpulkan" tambahnya
"Haaaiii" semuanya menjawab dengan kompak kemudian Ryo sensei pergi meninggalkan kelas. "Haaa baru masuk sudah dapat tugas" keluh kise sambil menyandarkan punggungnya pada bangku Semua murid sibuk membereskan buku – buku serta alat tulis yang mereka gunakan murid perempuan terlihat bisik – bisik melihat ke arah Kise entahlah apa yang mereka bicarakan. Kise Merasa dirinya sedang dibicarakan ia pun menengok kearah mereka semua gadis itu terkaget karena tertangkap basah sedang membicarakan sang murid baru wajah mereka memerah entah malu karna sudah membicarakannya atau terpesonaa karena senyuman yang kise tunjukan pada mereka, Aku yang melihat Kise dan tingkah para gadis itu Aku sedikit tersenyum serta menggelengkan kepalaku. Aku ingat ketika pertama kali sekelas dengan Akashi Mereka persisi seperti diriku ketika dibangku SMP. yah walaupun tidak dibalas dengan senyuman seperti Kise tentunya. Tapi cukup membuat hatiku meleleh ketika pertama melihatnya.
kise memutar tubuhnya kearah ku sambil menopang lengannya ke sandaran kursi.
"Ne, AkaneCchi Mau ke Maji Burger?" ajak Kise padaku.
"Hmm..." Aku berfikir apa aku ada janji atau urusan sepulang sekolah 'sepertinya tidak' "Boleh, sudah lama aku tidak kesana"
"Yosh! Ikoh" Wajah kise begitu senang ketika aku mengiyakan tawarannya kami pun pergi.
Sekilas aku mendengar dan melihat para gadis terlihat kesal padaku tak terkecuali Emi dan Mirei. "Ya ampun si Akane sialan itu, bisa – bisanya Kise mengajak Akane si pendiam tak berguna itu? Apa bagusnya dia."
"Ya benar sekali sebelumnya Akashi sekarang Kise ck ck ck" temannya yang lain menimpali. 'Sudahlah, terserah mereka mau berfikir apa tentangku. Kuharap bibir berminyak mereka berubah menjadi lem agar kalian tidak banyak bicara' umpatku dalam hati setelah meninggalkan kelas "Rasanya aku ingin cepat keluar dari sekolah ini" gumamku
"Hm? Nani?" Kise merasa aku mengatakan sesuatu
"Hmm nandemonai" Aku menggeleng untuk tidak menjelaskan apa yang baru saja aku katakan.
Kise kembali menolehkan kepalanya kearah depan "Souka"
"Sekarang kau sudah lebih tinggi rupanya AkaneCchi" tangannya menepuk dan menggesek pelan kepalaku membuat rambutku sedikit berantakan Aku menolahkan kepalaku padanya "Benarkah?" yah jika dilihat aku memang sedikit lebih tinggi, kepalaku sejajar dengan pundaknya. "Aa...dan kau tau, pipimu lebih chabi" Kepalaku ditarik mengunci kepalaku menggunakan lengannya membuat kepalku bersentuhan dengan dada sebelah kanannya. Kise mulai mencubit pipi kiriku "AAA sakit.. lepaskan Kise. Aaa" Aku membalasnya dengan cara menarik hidungnya "Aaa hai hai" Akhirnya Kise melepaskanku juga "Kau pikir aku boneka yang bisa kau cubit seenaknya" aku sedikit marah sambil mengusap pipiku yang sakit
"Apa pipiku memang terlihat chabi ya" aku bertanya untuk memastikan. Kise mengusap Hidung yang terlihat merah 'sepertinya aku terlalu keras menariknya'. "Yah terlihat seperti Shinchan. Hahahaha"
Aku langsung memegang kedua pipiku 'shinchan?'. "Hah aku benar – benar harus diet"
DEERRRTT DEEERRRTT DEEERRRTT DEERRRTT
"Hm" Aku merasakan ponselku bergetar didalam tas lalu ku ambil dan membuka kunci layar ponselku 'pesan?' ku lihat nama pengirimnya 'Akashi' Aku cukup terkejut. Dengan cepat ku sentuh gambar pesannya 'Datanglah ke Gym Sekarang, tugasmu akan dimulai hari ini juga. Dan Aku tidak suka MENUNGGU' mataku terbelalak setelah membaca pesan darinya "Gawat!"
"Ha. Apanya yang gawat" Kise bertanya
"Gomme Kise-kun aku lupa hari ini aku ada urusan mendadak" Aku merasa tidak enak pada kise "Aku harus pergi sekarang. ja" lalu aku pergi dengan langkah cepat, sebelum menuruni tangga Kise berteriak "Kalau begitu Aku Akan menunggu"
"Hmm." Aku menggelengkan kepala "Tidak usah, sepertinya aku akan lama Kise-kun pulang saja duluan. Hati – hati dijalan ya Kise-kun" aku langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Kise.
'Memangnya urusan apa? Buru – buru sekali' kise memanyunkan bibirnya merasa badmood.
'kenapa harus hari ini sih? Kenapa tidak mulai dari besok saja' jalanku terlalu cepat sampai – sampai orang yang berlawanan arah hampir aku tabrak.
Aku sudah berada didepan Gym, aku melihat ke dalam semuanya sedang berlatih 'Haah Aku gugup sekali dan kenapa Kakiku merasa berat sekali untuk masuk
"Hei,mau sampai kapan kau akan terus disitu?" Akashi berteriak ke arahku "hai" Aku menjawab sedikit keras "Huuff" aku mulai melangkah masuk untuk menghampiri Akashi.
End POV
.
.
Seperti biasa suara decitan sepatu dan pantulan bola terdengar jelas di gym siang itu anggota klub basket Rakuzansedang berlatih basket seperti rutinitas mereka setiap hari. hanya Sanga kapten, Akashi seijuro yang tidak ikut latihan saat ini ia sedang duduk di bangku pinggir lapangan iya tidak perlu berlatih terlalu lama baginya berlatih lama – lama hanya membuang energinya saja pada akhirnya ai selalu menang di setiap pertandingan dan itu mutlak. Tangannya ia masukan kedalam saku untuk mengambil ponselnya kemudian ia membuka sebuah ikon bergambar email dan mulai mengetik sebuah pesan singkat lalu mengirimnya. Kemudian ia masukan kembali ponselnya kedalam saku celanya. Matanya kembali fokus pada setiap anggota yang sedang berlatih.
'sudah 10 menit. Apa yang dia lakukan? Apa dia sudah lupa jalan kearah gym?' Akashi memasukan kembali ponselnya. Pendangannya beralih ke arah pintu 'he panjang umur rupanya' Akashi menertawakan apa yang ia liat sebelah sudut bibirnya sedikit terangkat. 1 menit berlalu membuat bibir Akashi kembali datar
"Hei,mau sampai kapan kau akan terus disitu?" Akashi berteriak pada Akane. Sebagian anggota menoleh mendengar Akashi berteriak "Kapten berteriak pada siapa?" Kotaro bertanya pada Chihiro "Entahlah, sepertinya pada gadis itu?" jawabnya sambil menunjukan kearah Akane
"Hai" Akane menjawab sedikit keras ia pun mulai masuk menghampiri Akashi
"10 menit."
"He?" Akane merasa bingung
"Kau membuang waktuku 10 menit" Akashi memperjelas namun wajahnya tidak terlihat kesal, terlihat seperti biasa saja
"Ah gommen" Akane sedikit membungkuk dan wajahnya sedikit memerah karena marasa tidak enak.
"Sudahlah" Ucap Akashi
"Semuanya hentikan latihan kalian dan berkumpul"
Anggota klub basket Rakuzan pun menghentikan latihan mereka dan mulai berkumpul semuanya melihat kearah gadis yang berada di sebelah kapten mereka ekspresi wajah mereka seolah berkata 'Siapa gadis itu'/ 'Apa gadis itu yang menggantikan Shota higuchi-san' / 'Kawaii'. Yah begitulah terlihatnya.
"Mulai hari ini Harumi Akane yang akan menggantikan Shota Higuchi-san untuk sementara" Akashi menoleh pada Akane
"Ah! Hajimemashite Harumi Akane desu yoroshiku ne minna-san" Akane memperkenalkan diri sedikit gugup membuatnya terlihat lucu, sebagian tertawa pelan melihanya.
"Mohon bantuannya Harumi-san" semua menjawab dengan kompak.
Perkenalan selesai Semuanya kembali berlatih, sedang Akane sedang diberi arahan oleh salah satu anggota kelas satu apa saja yang harus dilakukan, jam berapa ia harus sudah ada di Gym dan usahakan jangan terlambat atau membuat kapten menunggu. Yah Akane sudah tahu itu. Akane dan kira membawa minuman dan handuk untuk semua anggota yang sedang berlatih.
Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore mereka sudah selesai latihan, Akashi pun membubarkan Anggotanya "Hari ii cukup sampai disini Kalian boeh pulang."
"Ha'i , Kapten"
Anggota klub basket pun melangkahkan kaki menuju ke bangku mengambil untuk mengelap keringat dan minum. Setelah itu, mereka mengganti baju dan pulang kerumah.
Keesokannya Akane sudah berada di Gym 5 menit lebih awal dari yang lainnya. Dia bahkan sudah menolak ajakan Kise untuk pulang bersama dengan alasan yang sama seperti kemarin.
Reo mebuchi melihat Akasi yang terus melihat Akane 'jarang sekali kapten melihat Akane seperti itu'
"Dia berusaha keras ya!" Reo datang menghampiri Akashi
Akane sedang membawa botol minuman sebanyak 5 botol dalam pelukannya kemudian menaruhnya di bangku, Akashi terus memperhatikannya Membuat Akashi tersenyum. Saat Akane berbalik ia kaget ada bola datang kearahnya reflek Akane mundur tapi kaki kirinya membentur banku, KREK membuat akane terjatuh pergelangan kakinya terkilir salah satu anggota menghampiri Akane dan bertanya "Kau tidak apa – apa?" Akane mengangguk.
Akashi menghampiri Akane "hehe... sampai segitukah kau takut pada bola? Harusnya kau menagkapnya bukan menghindarinya" Akashi tersenyum dan Akane terpesona pada Akashi yang kini sedang menatapnay dan tersenyum padanya. Akashi berjongkok kemudian menekan agak keras pergelangan kaki Akane "aww" Akane mengaduh kesakitan "Haah... kau sebut ini baik – baik saja?" Akashi menghela nafas disertai seringai tipis. Akane tidak menjawab ia memilih menundukan kepalanya.
"Cepat Naik"Akashi membalikkan tubuhnya
"He. Tidak usah aku bisa berdi-" Ucapannya dipotong cepat oleh Akashi
"Jangan membuatku menunggu" Akashi memaksa Akane naik ke punggungnya. Akane pun naik kepunggungnya dan langsung di gendong oleh Akashi. Semua orang pun langsung melihat hal itu dan tentu saja Fans Akashi yang paling cemburu melihat itu.
Akashi menggendong Akane ke arah pintu luar menuju UKS. 'Hangat, punggungnya begitu hangat dan tercium Aroma mint dari tubuhnya membuatku nyaman' Akane hanya bisa tersenyum senang dan memejamkan matanya menikmati kehangatan dan Aroma mint yang ia suka. 'andai waktu bisa berhenti, aku ingin lebih lama lagi'.
TBC
Review please ^v^
Maaf sudah menunggu lama. saya baru bisa publis hari ini karna ada tugas yang harus diselesaikan dalam seminggu.
Spesial thank's
Juvia hanaka, akaverd20, Niechan Seicchi, Alice dreamland, Crystal Sheen, LeafandFlower,
, KurogamiCchi.
