EEquation

.

Akira memang wanita yang beruntung, bisa menikah dengan pria seperti Itachi Uchiha.

Tampan setengah mati. Jenius tingkat tinggi. Matang secara biologis. Mapan secara finansial. Mantap secara keperibadian. Tidak ada kekurangan. Kalaupun ada, itu hanya wajah stoic-nya yang tidak akan bisa diubah meski langit menguap sekalipun. Tapi karakter dingin dan cuek khas seorang Uchiha-nya dapat tertutup dengan karakter Akira sendiri yang ceriwis dan bersemangat.

Sempurna benar pria berambut hitam usam dan bermata legam ini.

Akira akui, dirinya benar-benar menikmati pandangan mata perempuan lain yang iri padanya. Baik itu wanita-wanita muda bawahan sang suami, wanita berumur sendirian yang duduk di meja sebelah mereka di restoran, bahkan sampai ibu-ibu hamil yang tengah menunggu giliran untuk pemeriksaan bulanan di bangsal kandungan.

Tapi Akira tidak pernah merasa kecil hati. Dia tahu dirinya pantas bersanding dengan si Sulung Uchiha ini. Akira tahu wajahnya sama sekali tidak bisa dilabeli 'pas-pasan'. Terlebih rambutnya, pamungkas utama yang membuatnya menjadi primadona dimana pun kakinya berjejak. Namun jika masalah otak, menahan emosi, dan acara lipat-melipat … Akira tahu dirinya tidak bisa menyaingi Itachi.

Itachi Uchiha memang layak dianugerahi medali pria alpha abad ini.

Alpha, memang tepat untuk menggambarkan suaminya ini.

Akira, kau beruntung luar biasa.