Rise Stringer Shifter
.
Rias: Ray-sama hanya meminjam karakter saja, semua karakter disini bukan milik pacarku
.
Chapter 4
.
Distrik Trost kini benar-benar kacau, serangan Colosal Titan yang membuat banyak Titan normal masuk kedalam dinding benar-benar membuat kota itu setengah hancur
Para penduduk yang berada disana dengan panik menuju ke tempat evakuasi, dan para prajurit disana berusaha untuk mengulur waktu agar evakuasi berjalan dengan lancar
Sejujurnya mereka belum siap untuk dipanggil seorang prajurit, mereka hanya lah anak-anak yang masih dalam tahap pelatihan menjadi seorang prajurit
Jrassh
"Connie jangan melamun! " ucap Jean yang melayang menuju sang cadet botak otu untuk menyelamatkan nyawanya
Sedangkan Connie masih belum sadar, matanya menatap kearah markas mereka yang sudah dikerubungi para titan, sepertinya tim bantuan dalam bahaya
Dan terlihat di salah satu bangunan, Naruto, sang inspektur muda itu sedang mengawasi para titan dari bangunan tertinggi di Trost, sambil melihat apa yang sedang terjadi didepannya dia mengambil satu rokok dari sakunya dan menyalakannya
"Huffft" ini akan semakin sulit, batinnya berkata, dengan titan yang terus bertambah serta banyaknya para prajurit yang terluka maupun tewas kondisi disini jauh dari kata stabil bahkan ini akan sulit diatasi
"Apa yang harus kita lakukan Naruto"
Naruto tidak menoleh saat Sasuke atau saat ini kita panggil Satsuki bertanya, dia kini sedang memikirkan bagaimana caranya agar anak didiknya bisa ia selamatkan
Matanya melirik kearah markas, dan disana ia mendapati banyak sekali titan yang berkerumun di sekeliling bangunan tersebut, nah, akhirnya ia tau penyebab kenapa supply terhambat, ternyata tim penyalur terkepung!
Matanya kemudian melirik dimana para anak didiknya sesegera mungkin menuju markas, dan itu membuat garisan bibirnya keatas tanda ia tersenyum
Sepertinya dia tidak perlu menjelaskan, anak didiknya rupanya sudah paham bahwa tempat itulah yang teraman untuk sekarang, teraman bukan berarti bangunan itu kokoh tapi teraman karena disanalah pasokan amunisi, supply, dll ada disitu
"Satsuki-chan aku in-" Buakkh
Sebelum Naruto menyelesaikan kalimatnya ia terlebih dahulu ditonjok oleh sahabatnya itu
"Jangan panggil aku dengan suffix -chan, itu membuat ku merinding! " ucap Satsuki sambil menatap horror Naruto yang hanya cengegesan didepannya
"Kenapa harus merinding Satsuki-chan, kau ini sekarang perempuan kau tau" tapi tetap saja kan dia aslinya bertubuh laki-laki, dasar kuning bodoh, batin Satsuki saat mendengar ucapan yang teramat mudah terlontar dari mulut sahabatnya itu
Dan dia tersentak saat wajah si kuning jabrik itu mebdekat dan akhirnya berhenti tepat disamping telinganya, oh dia bisa merasakan nafas sahabat kuning itu
"Bahkan jika kau mau kita bisa melakukan hal itu, dan aku tidak siap untuk membayangkannya" ucap Naruto sambil tersenyum mesum sambil membayangkan dimana mereka berdua bersetubuh satu sama lain
Sepertinya dia harus bersyukur kami-sama menjadikan Satsuki perempuan dengan dada yang besar serta wajah yang sangat manis tersebut, ohh dia tidak sabar untuk menyentuh dada manis itu hehe
"B-Bakaaa!" teriak Satsuki dengan wajah yang sudah merah padam akibat ucapan dari rekan setimnya dulu itu
"Mah...sepertinya kau harus beradasi dengan dirimu yanv sekarang Satsuki-chan" ujar Naruto sambil tertawa dengan sikap sahabatnya
Satsuki hanya diam dengan pipi memerah karena malu, mungkin, kata-kata Naruto ada benarnya, apakah dia harus memulai berkata halus, sabar, dan suka berbelanja oke lupakan yang terakhir itu
Pemuda kuning itu lalu mengalihkan perhatiannya pada sekumpulan titan tersebut sepertinya dia harus segera membreskannya
"Ayo kalian berdua, mereka tidak akan bertahan lebih lama lagi" ucap Naruto yang lalu meloncat kearah titan dibawah mereka
Jrassh
Tenguk titan tersebut langsung terbelah saat Naruto terjun tepat dibawahnya dan belum sampai disitu. Naruto juga melompat kearah beberapa titan yang mencoba memakannya
Jrassh Jrassh
Dua titan itu bernasib sama seperti kawannya. Naruto menghembuskan nafas leganya setelah membunuh tiga titan tersebut
"Tiga tumbang tapi mereka masih banyak dan terus berdatangan" gumamnya, dia melihat kearah seisi kota. "Jumlah mereka terus bertambah"
"Apa yang harus kita lakukan Naru" tanya Satsuki
"Untuk kali ini kita menuju yang lainnya, sangat musathil untuk kita melawan mereka semuanya tanpa Chakra" ucapnya menganalisis
Sementara Mina hanya diam saja, Chakra? Sepertinya dia baru pertama kali mendengarnya, pikirnya
"Jika kau bisa menyamar, maka lakukanlah tapi jangan sampai membuat kerusakan" ujarnya
Satsuki tersenyum mengejek, teman kuning itu terlalu meremehkannya dirinya memang dia sudah berubah menjadi perempuan tapi kemampuannya masih ada
"Baiklah"
Ujarnya. Dia lalu melompat kearah para titan tersebut, dengan sekali ayunan satu titan terbunuh. Tiba-tiba Satsuki menggunakan shunshinnya dan muncul di belakang satu titan
Jrassh
Mina yang melihat Satsuki hanya terbengong. 'Aku sama sekali tidak melihatnya menggunakan gear, sebenarnya apa itu' batinnya, dia lalu menatap kearah Naruto
Naruto hanya menghela nafasnya saja. "Dasar tukang pamer" gumamnya, dia hanya menggeleng pelan saja saat melihat tatapan Mina
"Kalau ini sudah selesai maka aku akan menceritakan siapa diriku dan perempuan itu" ucapnya dan Mina hanya mengganguk saja
"Mina, segera menuju ke teman-teman mu, gas nya masih ada kan?" tanya Naruto
"Masih pak!" jawab Mina tegas
Naruto tersenyum saja dia lalu mengacak-acak rambut milik Mina. "Baguslah, aku akan menyusul Satsuki kita bertemu di markas" ujarnya lalu menghilang membuat Mina terkejut kembali
"Naruto sensei juga bisa melakukannya?, ah sudahlah lebih baik aku menuruti perintah sensei" ujarnya yang lalu melakukan manuever menuju arah teman-temannya berada
Sedangkan Naruto kini muncul di belakang salah satu titan ditangannya kini sudah ada sebuah kunai yang siap untuk menyerang titan tersebut
Jrassh
"Satu titan tersungkur" gumamnya, keduanya lalu shunsin ke sebuah tower dekat mereka
"Heh, kukira kau tidak akan menyerang mereka Naruto" ujar Satsuki mengejek temannya tersebut. Naruto hanya tersenyum mendengarnya
"Aku tidak akan membuatmu melakukannya sendiri bukan, lagian aku tidak ingin tunangan ku ini terluka akibat terlalu nekat" ujarnya
"Tunangan? kita bahkan belum pernah berpacaran bukan" ujar Satsuki kali ini terlihat ada rona merah tipis di wajahnya
Naruto hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sejujurnya aku ingin kita pacaran sehabis masalah ini selesai" ujarnya dan sukses membuat Satsuki blushing
"B-Baka, aku tidak akan menerimanya!" balas Satsuki sementara Naruto menyipitkan matanya menatap wajah cantik temannya
"Benarkah?, tapi kulihat wajahmu berkata sebaliknya" ujar Naruto menggoda temannya itu dan sebuah pukulan berhasil di daratkan oleh Satsuki
"Hmmph" Satsuki memalingkan wajahnya. 'Sialan kenapa aku malah senang saat Naruto bilang ingin memacari ku' batin Satsuki
"Maa maa kurasa kita akhiri dulu perbincangan ini, kita harus segera membantu yang lainnya" ujarnya
Mereka lalu melakukan shunsin kembali, kali ini mereka berada di atap gedung dimana Mina dan lainnya berada
"Naruto sensei!" teriak Mina kaget, dirinya baru saja ingin melihat kesekitar dabn tiba-tiba gurunya dan perempuanbitu berada di belakangnya
Mereka yang mendengar teriakan Mina langsung menatap kearah Mina. Mata mereka membulat saat melihat sosok Naruto berdiri dengan senyumannya mereka shock, gurunya yang dilaporkan hilang kini kembali
"Naruto sensei!" ujar mereka. Naruto ingin menjawabnya tapi sebuah pelukan membuatnya tak jadi melakukannya, dia lalu menatap kearah sosok yang memeluknya
Mikasa, ia tersenyum saja saat merasakan bahwa bajunya basah oleh sesuatu. Dia lalu mengelus rambut hitam legam itu secara perlahan
"Kau mengkhawatirlan ku?" tanya Naruto, Mikasa tidak menjawab hanya mengangguk kan kepalanya pelan pertanda dia sangat khawatir dengan dirinya
Sementara lainnya hanya diam. Mereka tak berani menganggu momen ini, mereka lebih memilih untuk memperhatikan sekitar apakah tempat mereka sudah aman
Beberapa menit kemudian Mikasa melepas pelukannya, dia lalu menatap wajah senseinya itu. "Jangan pergi lagi dariku Naru" ujarnya, bibirnya bergetar menahan isakannya agar tidak keluar
Naruto tersenyum saja, "Aku berjanji" ujarnya singkat. Dia lalu berjalan ke pinggiran atap nampak banyak sekali titan yang berkerumun di bawah sana
Naruto nampak memutar-mutarkan kunainya, matanya menyipit kearah dimana sebuah titan sedang memegangi lehernya layaknya ia sedang tersedak
Tiba-tiba titan tersebut mengeluarkan sesuatu yang tidak terduga yaitu titan lain. Nampak perut hingga leher titan tersebut tidak terbentuk
"A-Apa itu, T-Titan?" ujar Jean dengan horror menatap titan yang keluar dari tubuh titan lain.
Armin nampak shock, "B-Bukannya itu titan yang memakan Eren" ujarnya membuat mereka semua menatap kearahnya
Bibir itu melengkung melihat kejadian itu. Matanya segera menatap para anak didiknya. "Kita bergerak, titan itu bisa menjadi tameng buat kita" ujarnya
'Eren...aku tidak menyangka bahwa tebakan ku benar' batin Naruto, dia lalu menghampiri Satsuki yang ada di belakangnya
"Satsuki-chan ikut denganku" ujarnya dia lalu melompat ke gedung lain disusul oleh Satsuki yang ada di belakangnya. Mantan ninja blonde itu lalu menatap para muridnya yang ada di belakangnya
"Kalian segera menuju markas, sebisa mungkin kalian pertahankan markas tersebut dan cari anggota pembawa supply. Aku akan segera menyusul kesana nanti" ucapnya pada para muridnya
Mereka menggangguk, dengan segera mereka menuju ke arah markas, sebelum mereka bergerak nampak Mikasa menandang Naruto dan Satsuki dengan pandangan yang sulit dijelaskan
'Sebenarnya siapa dia, kenapa perempuan itu nampak dekat dengan Naru' batinnya melamun sampai teriakan temannya terdengar olehnya
"Mikasa ayo!" Mikasa tersentak, dengam segera ia mengikuti lainnya meninggalkan Naruto dan Satsuki yang sedang memandang penjuru Distrik Trost
"Jadi apa rencanannya Naruto" ujar Satsuki sambil menatap wajah Naruto yang sedikit menyeringai itu
"Tidak ada rencana Satsuki-chan cukup kita habisi mereka tapi jangan semuanya karena itu akan membuat yang lain curiga, paham Satsuki-chan"
Satsuki mengangguk, dia lalu mengeluarkan kunai yang ada di dalam bagnya dan memainkannya layaknya sebuah mainan.
"Aku paham" jawabnya singkat. Matanya lalu melirik kearah Naruto, sebuah senyuman tiba-tiba terukir dari wajah cantiknya. "Ne Naruto, bagaimana kalau kita banyak-banyak membunuh titan" ujarnya menantang temannya itu.
Naruto hanya menatap deadpann sahabatnya itu. "Sudah kubilang, aku tidak ingin kau membunuh mereka semua"
Gadis itu cemberut mendengarnya, wajahnya yang manis membuat dirinya sangat imut dimata sang mantan shinobi tersebut
'Sialan, dia benar-benar kawai' batin Naruto mengumpat. Nampak gadis itu menampilkan pose congkak kearahnya. "Kita tidak akan membunuh mereka semua, cukup yang berada di sekitar kita. Dengan begitu mereka tidak akan curiga kan" ucapnya
Dia tidak ingin menghiraukan keinginan bertarungnya yang sudah lama ia pendam, makanya dia berusaha membujuk temannya itu
Naruto menghebuskan nafasnya lelah, dengan segera ia menatap Satsuki. 'Jujur dia sangat imut dan cantik, tapi sikapnya masih saja sama' batinnya.
"Baiklah kita akan melakukannya, tapi ingat hanya yang berada di dekat kita" ucapnya
Satsuki tersenyum puas. "Ini akan menjadi sangat seru dan menarik" ucapnya sebelum dirinya dan Naruto terjun ke kerumunan para titan
Sedangkan di lain tempat tepatnya di markas nampak Mikasa dan yang lainnya sudah sampai. Dengan segera mereka mencari anggota supply yang masih tersisa
"Kalian!, apakah kalian ingin membunuh kami!" teriak Jean membuat semua mata menatap kearahnya. Nampak sekarang Jean sedang memegang kerah baju salah satu anggota supply
"K-Kami tidak bisa kemana mana, mereka semua sudah mengepung kami" jawab prajurit itu membela dirinya dan yang lainnya. Tubuhnya lalu dilempar oleh Jean
"Kalian..." gumam Jean sambil mendekati prajurit itu bersiap untuk memukulnya tapi pergerakannya seketika terhenti
Tepat di depannya sebuah pedang siap untuk memenggalnya jika ia maju mendekati prajurit itu, pelakunya tidak lain adalah Mikasa yang menatap datar kearah Jean
"Bukankah Naruto-kun menyuruh kita untuk menyelamatkan mereka dan membantu mereka mempertahankan tempat ini" ucapan Mikasa itu sontak membuat Jean yang ingin berbicara kembali terdiam
Dari sisi manapun perkataan gadis itu benar, bukan saatnya mereka untuk bertengkar. Dengan menghentak-hentakan Jean berjalan menjauhi mereka. Mereka tidak ada yang berani menyahut
Mikasa menatap datar kearah Jean sampai matanya lalu teralihkan kearah titan yang sedang menyerang para titan lainnya dengan ganas
"Kita serahkan yang besar kepada titan itu, kita akan membereskan yang kecil-kecil, kalian! ikuti aku" ujarnya sambil berjalan kearah lift disusul oleh yang lainnya
Mata Mikasa memincing, 'sesuai dugaanku mereka juga masuk kesini' batinnya, dia mengintrupsikan untuk tetap tenang dan tidak membuat suara
Mereka berjalan tepat diatas para titan yang ada di bawah hingga mereka semua sudah berada di atas tenguk para titan yang berukuran kecil itu
"Satu... Dua... Tiga!" dengan cepat mereka lumpuhkan titan-titan tersebut. Mereka bernafas lega, akhirnya markas sudah aman, dengan perlahan beberapa dari mereka menutup pintu masuk yang cukup untuk membuat titan berukuran kecil masuk
"Baiklah Mikasa, markas sudah aman" ucap Connie kepada Mikasa, mereka semua berkumpul kearah Mikasa. Nampak wajahnya nampak berpikir, 'selanjutnya apa?, Naruto-kun tidak memberi tugas selain ini' batinnya
Roaarrr
Suara auman itu sukses membuat mereka membeku. Suara itu...kalau tidak salah adalah suara titan yang mengamuk dan membunuh titan lainnya
Mikasa nampak memasang wajah datar, "Kita keatas, Naruto-kun tidak memberi tahu tugas lain untuk kita jadi aku ingin setengah dari kalian berjaga dan lainnya ikut aku keatas" ujarnya
Mereka semua menurut. Walaupun Mikasa bukan kapten mereka tapi ia sudah mereka anggap sebagai kapten. Bukan tanpa alasan, Mikasa sudah menyelamatkan mereka beberapa kali dan juga paling banyak menbunuh titan diantara mereka
Mikasa lalu keatas bersama lainnya untuk melihat keadaan. Sekarang kita kembali lagi kepada duo yang saat ini sedang 'bersenang-senang' sendiri
Mereka nampak membunuh para titan yang mencoba untuk menangkap mereka. Mereka saling menyelamatkan satu sama lain membuat mereka terlihat seperti partner dekat
"Naruto! Kau sudah membunuh berapa" tanyanya dengan suara lantang menanyai sahabatnya itu. Sedangkan Naruto hanya memperlihatkan seringainya saja
Sudah lama darahnya tidak mendidih seperti ini, walaupun yang mereka lakukan termasuk pembantaian tetapi entah kenapa dia benar-benar menikmatinya. Salahkan para musuhnya yang selalu lemah untuk melawannya
"15 kau sendiri!" jawab Naruto dengan suara tak kalah keras dengan suara Sasuki, dia lalu meloncat ke atas dan dengan cepat meluncur kebawah dan membelah titan tersebut
"14 tcih, aku tidak akan kalah aku ak-" entah kenapa ia berhenti berkata, dia bisa merasakan uap panas yang tiba-tiba terasa di dekat mereka
Pandangan mereka langsung menuju kearah kanan mereka dimana sang Female Titan dan juga Collosal Titan muncul
"Terkutuklah kalian!" teriak Nruto frustasi
TBC
Bang kok updatenya lama sih!?
Bang kok nggak pernah nongol sih
Bang kamu kemana aja sih
Bang kok wordnya cuma 2K sih
Just simpan saja pertanyaan itu nanti oke? aku tidak mood untuk menjawabnya
Oke maaf banget yang nunggu lama dan w ngecewain kalian dengan word yang jumlahnya benar-benar dikit, akan kuusahakan untuk membuat lebih banyak word besok
Aku down kemarin saat melihat Sasha mati dan Historia hamil itu membuatku spechless untuk melanjutkan membuat chapter ini tapi entah kenapa semangatku balik lagi walaupun hanya bisa membuat chapter ini berisi 2K sadja
Untuk yang mau bercakap-cakap denganku bisa gabung ke RoF ID kalian bisa PM si Shiba Tatsuya jika ingin bergabung
Thx banget untuk kalian yang nunggu ceritaku besok ku janji akan buat update selanjutnya 5K
RNK Log out
