Main pair: HunHan

Cast: Xi Luhan (GS)

Oh Sehun

Byun Baekhyun (GS)

Park Chanyeol

Do Kyungsoo (GS)

(Tokoh lain akan muncul sesuai jalan cerita)

Rate : T

.

Afa-ssi

.

.

Uri Sunbae My Everything (Chapter 3)

.

.

Enjoy ^_^

.

.

Hari menjelang petang saat Luhan memasuki pekarangan rumahnya. Pada saat itu juga Luhan melihat eommanya, Xi Ling An dengan wajah khawatir duduk di teras depan. " Luhan, kemana saja kau? ibu menunggumu dari tadi. Kau bilang akan pulang siang, tapi mengapa sore-sore baru pulang?"

" Maaf Eomma, aku tidak memberitahu eomma lebih dahulu. Mengapa aku pulang terlambat akan ku ceritakan setelah aku ganti baju, tidakkah Eomma kasihan melihatku berkeringat seperti ini?" Oh, ya ampun. Bahkan tak ada setetes pun keringat di tubuhmu Xi Luhan.

Wanita berusia 37 tahun itu hanya memandang putrinya dan megangguk. Setelah itu Luhan masuk dan membersihkan dirinya. Di benaknya masih tersimpan beberapa pertanyaan mengenai Sehun dan Chanyeol. Ah, Sehun... Saat Luhan memikirkannya, dia seperti merasakan jika hatinya menghangat. Entah karena mengingat kemauan sehun untuk membantunya atau karena hal lain. Sebenarnya Luhan bukanlah gadis yang mudah jatuh cinta, namun jika dengan sehun, luhan merasa seperti ada aura berbeda yang memancar dari diri sehun. Mata elang yang tajam saat memandang orang lain, alis yang menukik tajam, kulitnya yang putih susu, dan keistimewaan lain dari seorang Oh Sehun. Hal itu membuatnya tertarik untuk mengenal sehun lebih dekat.

.

.

"Luhaniee! Turun! Makan malam sudah siap. Kemarilah!" Teriakan Ling An membuat Luhan tersadar dari lamunannya dan segera menuju ke ruang makan untuk menikmati hidangan buatan Eommanya tercinta. Mereka berdua makan dengan tenang.

.

.

Kalian mungkin bertanya dimana ayah Luhan. Beliau bernama Xi Liu. Liu telah meninggalkan keluarganya untuk menuju kehidupan di dimensi lain sejak Luhan masih berusia satu tahun karena serangan jantung mendadak. Sekarang Luhan hanya hidup berdua dengan Ibunya karena Ling An merasa nyaman hanya hidup berdua dengan Luhan dan berkerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Seoul. Terkadang Luhan mencoba membujuk Ibunya agar menikah lagi walau hasilnya sia-sia. Hingga sekarang, Luhan tetap hidup berdua dengan Ibunya dan mencoba bersabar bila dirinya seringkali berdebat dengan Ling An hanya karena masalah sepele.

Mungkin Ling An terkadang merasa kesepian hingga mood-nya sangat mudah berubah, mengingat Luhanlah orang yang tinggal bersamanya. Ia kadang bersikap seolah Luhan adalah beban hidupnya, Ia tak jarang memarahi Luhan hanya karena suatu hal yang sangat sepele. Namun, sebenarnya Ling An sangat menyayangi putri tunggalnya. Dia juga selalu mendengarkan keluhan Luhan di sela kesibukannya

.

.

Hingga selesai tak ada obrolan yang penting. Hanya pertanyaan Ling An tentang hari pertama Luhan sekolah. Saat itu pula Luhan teringat untuk menceritakan kejadian hari ini pada Ling An.

"Eomma, aku ingin menceritakan sesuatu padamu," Luhan meminum air dan menatap ibunya. "Mengapa tidak? ceritakan pada ibu,nak." Ling An menatap deer eyes titisannya.

"Eomma ingat saat aku dibully kan? Tadi pagi ada seorang seniorku yang menawarkan bantuan untuk mencari tahu siapa yang melakukan pembullyan padaku dan hal-hal yang menyangkutnya. Nah, Dia juga berbincang denganku sepulang sekolah tadi. Itulah alasanku kenapa aku pulang terlambat." Luhan menjelaskan hal tersebut dengan singkat yang ditanggapi tatapan heran

"Seniormu menawarkan itu? memang dalam rangka apa dia melakukan itu?" Luhan tersadar suatu hal, dia belum menanyakan mengapa sehun –kelihatannya- dengan senang hati ingin membantu luhan. "Entahlah, aku akan menanyakannya besok. Apa eomma tidak keberatan jika aku terkadang pulang agak sore untuk menyelesaikan masalah ini? Tenang saja bu, aku akan langsung pulang jika sudah selesai"

" Hm... jika setelah itu kau benar-benar segera pulang, eomma pikir tidak apa"

"Oh, terima kasih eomma, aku janji. Dan mungkin aku harus segera belajar. Eomma tak ingin aku menjadi gadis bodoh kan?" Ling An tersenyum dan mengangguk. Setelah itu Luhan pun langsung pergi ke kamarnya di Lantai 2 untuk belajar, seperti yang dia katakan pada ibunya. Tentu saja setelah dia membereskan alat makan yang sudah ia kotori.

.

.

Saat dirinya barusaja menutup pintu kamarnya, Terdengar ponselnya berbunyi memberitahukan pada sang empunya bahwa ada panggilan masuk. Luhan menatap layar smartphone-nya yang menampilkan nama 'Baekhyunee' segera saja Luhan mengangkat telepon itu

"hai bee, ada apa meneleponku malam-malam begini? apa kau merindukanku hm?"

"Hai lu, aku meneleponmu bukan karena aku merindukanmu, rusa manja. Aku menghubungimu karena aku ingin menanyakan buku novelku, apa benda itu terbawa olehmu?"

"Tidak bee, aku bahkan tidak tahu kalau kau tadi membawa novelmu. Coba kau tanyakan pada Kyungee atau Zhera, bukankah kau tadi bersama mereka?"

"Mungkin, aku akan menghubungi ya, tadi kau kemana sepulang sekolah? kau tidak ikut dengan kami untuk pulang?apa kau menemui seorang lelaki? Oh ya tuhan, jika iya, kau harus mengenalkannya pada kami lu!"

" Ah, kau itu baek, aku memang menemui lelaki, tapi itu sunbae kita. Besok akan ku ceritakan padamu. bye bee.."

PIP

Luhan menutup telepon Baekhyun cepat-cepat untuk menghindari rancauan sahabatnya itu. Kemudian Luhan segera mengambil buku dan membacaya. Tapi baru 15 menit membaca, Luhan teringat akan kertas yang diberikan Sehun padanya. Kertas yang berisikan nomor HP Sehun. Luhan langsung mencari ke dalam saku rok yang dipakainya hari ini. Setelah menemukan lipatan kecil itu, Luhan langsung mendaftarkannya sebagai kontak baru di ponsel miliknya. 'Sehun-sunbae' Nama yang Luhan berikan untuk nomor baru itu.

Mata rusa milik Luhan menyipit tanda sang empunya sedang tersenyum lebar. Ya, Luhan tersenyum setelah selesai mendaftarkan kontak baru itu. Sadar akan apa yang bibirnya lakukan, Luhan langsung menutup mulutnya. berpikir bahwa dirinya sudah gila karena sesosok pria yang bahkan baru beberapa jam dikenalnya. Luhan kembali mengambil bukunya untuk belajar, namun baru beberapa kalimat, dirinya mengusak rambutmya 'Ya tuhan, ada apa denganku?' Luhan bertanya pada dirinya sendiri. Pikiran Luhan ternyata sudah dicemari oleh satu nama yaitu 'Oh Sehun'.

Sebenarnya Luhan bukanlah gadis yang mudah jatuh cinta, tapi saat bertemu dengan Sehun, Luhan pikir ia telah terjebak dalam pesona seorang Oh Sehun. Sempat Luhan pikir ini terlalu cepat mengatakan bahwa dirinya sudah jatuh cinta, tapi harus dikatakan apa rasa ini? Luhan masih tidak yakin untuk mengatakan ini cinta, Jadi dia memutuskan untuk SEMENTARA mencoba mengabaikan perasaannya terhadap sehun. "untuk apa aku memiliki rasa terhadap dia? bahkan aku baru bertemu dengannya beberapa jam yang lalu." Pikir Luhan.


Kadang, sesuatu yang kita pikir sebagai " Cinta " ternyata hanyalah sepercik perasaan suka yang hadir karena kita terbiasa berjumpa dalam beberapa waktu. Bukan murni karena si hati menginginkannya. Namun hanya sebuah ilusi berbalut obsesi.

Afa-


Esoknya, Luhan tiba di sekolah dengan disambut sahabat centilnya yang memberondong dia dengan berbagai pertanyaan soal "Lelaki". Luhan pun hanya bisa pasrah saat Kyungsoo juga menambahi siksaan pada Luhan. Gadis bermata rusa itu mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya, namun yang terjadi adalah Luhan malah digoda oleh sahabat – sahabatnya.

"Ah... Jadi seorang Luhan yang belum pernah merasakan cinta ini sedang dekat dengan anak kelas XI, eoh? nanti jika kau perlu bantuan dalam masalah ini, kau katakan saja pada kami. Nanti kami bantu untuk menaklukkan dia" Kata Baekhyun menggoda Luhan yang wajahnya sudah semerah kepiting rebus.

Sementara Zhera yang dari tadi hanya cekikikan melihat apa yang Baekhyun dan Kyungsoo lakukan, hanya bisa berkata "kalian hentikan. Kasihan Luhan" sambil tetap tertawa, namun bukan itu yang menyelamatkan Luhan, tapi bel masuk yang berbunyi sangat nyaring.

.

.

Saat jam istirahat, mereka –Luhan, Kyungsoo, Baekhyun, Zhera- seperti biasa pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka karena cacing di dalam situ benar- benar sudah tidak bisa diajak berkompromi. Tentu saja masih dengan berbagai candaan soal Luhan. Termasuk setelah memesan makanan, Zhera berkata bahwa Dia saja yang mengantarkan kertas pesanan kepada ibu kantin, sedangkan Luhan diminta menyusun rencana untuk menarik perhatian Sunbaenya bersama Kyungsoo dan Baekhyun.

.

. Luhan POV

" Kalian berhentilah! Sehun-sunbae hanya bermaksud menolongku. Bukan mendekatiku untuk bisa berpacaran denganku" ku pikir bibirku sudah maju 3 cm sekarang. Tapi lihat, mereka bahkan semakin tertawa melihat tingkahku. Ah, ya sudah terserah mereka saja. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan ini. Hey! tunggu sebentar, Apa itu? Aku seperti melihat seorang gadis yang seperti tak asing di retinaku. Dan ya, ternyata dia gadis yang membully aku waktu itu.

Tiba – tiba, ketakutan masa lalu itu kembali hinggap di benakku. Teringat semua perlakuannya padaku, wajahnya yang nampak bangga karena telah mempermalukanku. Tapi, segera kutepis jauh - jauh bayangan itu. Teringat olehku wajah Sehun-sunbae yang telah berjanji membantuku menemukan dan menindak orang itu.

"Luhan, kau kenapa?" adalah kalimat yang menyadarkan diriku dari tatapan kosongku ke arah gadis tersebut

"Ah.. A.. Aku baik, tidak apa – apa kok.. hehe" Kyungsoo memicingkan matanya "Kau aneh Lu"

Aku pun segera mencoba mengalihkan perhatian teman - teman dengan cara mengajak mereka untuk segera makan. Dalam hatiku, bertekad untuk menghubungi Sehun-sunbae setelah ini.

.

.

Author POV

Sepulang sekolah, Luhan menunggu Sehun di tempat kemarin mereka bertemu. Ya, Setelah mendapat info dari Luhan, Sehun meminta untuk bertemu Luhan sebentar. Dan di sini lah Luhan sekarang. Di depan seorang Oh Sehun yang bercucuran keringat "Maaf aku agak terlambat, tadi ada yang harus kuurus terlebih dahulu"

Ah, Luhan jadi merasa tidak enak. Sehun ternyata memiliki urusan yang harus dilakukan, sementara Luhan malah merepotkannya dengan masalah pembullyannya. Melihat Luhan yang terdiam, Sehun merasa aneh "Jika kau pikir kau merepotkanku dengan masalahmu, kau salah Luhan, aku tak merasa seperti itu. Benar, tak apa kok"

'Wow, Apakah Sehun-sunbae seorang paranormal? tapi penampilannya terlalu tampan dan gagah untuk menjadi seorang paranormal' Pikir Luhan yang sedetik kemudian langsung ia singkirkan.

"Ah iya, terima kasih telah meluangkan waktumu Sehun-sunbae" Kata Luhan.

Setelah itu, obrolan pun dimulai. Walau tak sepanjang kemarin, tapi selama pembicaraan, mata Luhan tak lepas dari dua kristal elang milik Sehun dan saat itu pula, Luhan semakin merasa nyaman berada di dekat sehun. Hatinya juga ikut merasakan dampak dari apa yang si mata tangkap. Rasanya, Luhan ingin berada lebih lama di dekat Sehun. Tapi ia sadar, keberadaan Sehun di sekitarnya semata – mata hanya untuk membantunya mencari pelaku ketidakadilan terhadap Luhan.

"Lu, kau pulang naik bus, kan? untuk kali ini, ayo ku antar saja" Kata Sehun yang berhasil membuat Luhan melongo. Bagaimana tidak? Luhan barusaja berpikir untuk dekat dengan Sehun lalu ia diberi tawaran seperti itu, hal ini sukses membuat jantung Luhan seperti berhenti berdetak.

"Ah, tidak perlu Sunbae, aku naik bus seperti biasa saja. Nanti aku malah merepotkanmu" Oke, Luhan membohongi dirinya sendiri.

"Tidak apa, sekali ini saja, Ibumu juga tak akan marah, kan?" Sehun tetap kukuh pada keinginannya untuk mengantar Luhan pulang.

Akhirnya dengan segala bujukan Sehun, Luhan menyerah. Dia pikir tak apa mengajak Sehun ke rumah Luhan. Lagipula, Ibunya pasti tidak keberatan karena beliau sudah sedikit tahu soal Sehun. Dan disinilah Luhan, membonceng sepeda Sehun. Sekilas, mereka seperti sepasang kekasih yang memutuskan untuk pulang bersama. Di dalam perjalanan, Luhan memilih untuk diam dan menyelami pikirannya yang rumit – sambil sesekali menunjukkan arah pada Sehun- . Saking asyiknya, dia tidak sadar jika mereka berdua sempat berpapasan dengan teman – teman Luhan di persimpangan dekat sekolah.

.

.

Sesampainya di rumah Luhan, sang tuan rumah mencoba mempersilahkan si tamu untuk singgah sebentar. Namun berakhir dengan sebuah penolakan halus dengan alasan "Orang tuaku memintaku untuk membeli sesuatu untuk mereka" Sang tuan rumah tidak memaksa. Setelah melepas Sehun pulang, Luhan segera masuk ke rumahnya dan tidak menemukan Ling An. Ia berniat untuk mencari Ibunya sebelum Dia ingat jika Eommanya masih bekerja. Luhan pun memutuskan untuk mengganti seragamnya dengan pakaian rumah, lalu mencoba untuk mengisi perutnya yang kelaparan.

Luhan baru teringat pada handphonenya saat Ia sedang membaca novel milik Zhera. Ia ingin bicara pada kawannya itu bahwa Dia ingin meminjam benda itu lebih lama. Tapi, sebuah notifikasi pesan dari Baekhyun membuat matanya melotot dan tubuhnya menegang

From : Baekhyunee

" Aku tadi melihatmu berdua bersama Sehun-sunbae. Aku tahu kalian diam - diam berpacaran. Tak apa, kalian cocok.. Kalian tadi benar – benar seperti sepasang kekasih. Kyungsoo dan Zhera juga tau soal ini. Jadi untuk merayakannya, besok traktir kami di kedai ramen, ya?."

Tunggu, apa? Mereka melihatnya? Apakah jika Luhan kembali mencoba untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mereka akan percaya dengan mudah?

Bagus... Masalah baru hadir

.

.

To be continue

Budayakan review..

.

HAI! ADA YANG INGAT AFA GA? ADA YANG INGAT STORY INI GA? TAMPAR GUE! GUE SADAR, GUE HIATUS KELAMAAN BANGET..

Kenapa Afa lama banget hiatus? Karena ternyata event yang harus kuikuti lebih banyak. Dan kalo mau ngetik, pasti ada ae hambatannya

Sebenarnya Gue mau update H+3 Lebaran, tapi karena berbagai saran, bujukan, himbauan, bahkan intimidasi dari berbagai pihak. Gue update lebih cepat deh

Afa tau chapter ini membosankan, maklum lah.. Lama ga nulis soalnya.. Dan waktu nulis, Mood gue naik turun, jadi mungkin feelnya di chapt ini kurang dapet.

Ya udah sih, itu aja. Udah kepanjangan gue curhat(?)


BIG THANKS TO

Dhefriyan Hassan M, Schehana (kaihhyo), Jeny (Hansnowflakes99), Arina

Kak Arthur Kim aka Kak Tyas

All my friends yang udah ngedukung gue dan nodong buat update

Para senior yang udah mau mengarahkan Afa dalam penulisan

Geo Tata327, auliaMRQ, ParkChan10, riana, July Cutie, exo12, KimaSL, Sarrah243, JunaOh, Apink464, , Hannie222, Arifahohse, xiHan.a-oh

Dan segenap readers-nim terhormat


Afa-ssi

June 2017