Ryan : Yo, Minna, bertemu lagi di Chapter 4. Maaf agak lama, sibuk dengan berbagai hal yang harus dilakukan. Walau melelahkan, tapi akhirnya dapat diselesaikan.

Suika : Yeyy! Chapter 4 (terjun sambil memeluk diriku)

Ryan : Woy, lepasin! (Nendang Suika). Dan apa yang kalian lakukan disini? Ini masih dialog pembukaan.

Nitori : Ga apa-apa, kan kalau kami dating sebelum FF dimulai?

Ryan : Ga sama sekali!

Youmu : Kami hanya memastikan kalau kau akan menepati janji atau kagak (keluar aura setan)

Ryan : Hiii! Baiklah Cirno, Disclaimer, please.

Cirno : Nani? (makan Es Krim Cor***lo)

Ryan : Disclaimernya!

Cirno : Uh, maaf (mengelap mulut). This is Chapter 4 of The Hunter of Gensokyo. Hak cipta ke-2 game dimiliki ZUN dan Capcom, and story by RyanusHunter9.

Ryan : Warning khusus Chapter ini : Jika kalian sedang makan, dimohon hentikan acara makannya, atau habiskan makanannya sebelum anda membaca chapter ini.

RCYSN : Hope you enjoy it.


Di pagi yang tenang…

Cirno : CEPETANNN! AKU GA TAHAN LAGIII !

Ryan : Hei! Aku bilang pagi yang tenang, koq malah ribut gini!

Cirno : Ryan-chan! Aku ga tahan lagi! Udah satu jam berdiri di sini, tapi Suika ga keluar juga. Udah di ujung nih!

Ryan : Soo dezune. Tunggu sebentar (memperhatikan naskah FF) Epic! Coba kau buka.

Sesuai perintah, Cirno pun membuka pintu WC, dan…

GUBRAKKK

Cirno, Youmu dan Nitori dibuat sukses jatuh ala anime, karena di dalam WC, terlihat Suika yang terkapar di… ehemm… kakus dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas, dan… ehemm… tidak memakai bawahan sama sekali. Kalau FF ini muncul dalam versi manga, akan terlihat seekor Felyne memegang tongkat dengan gambar kepala Rathian di ujungnya, menutupi bagian yang 'sangat tabu jika dilihat kaum pria' milik Suika. Mereka yang melihat Suika terkapar di WC karena mabuk langsung menariknya keluar dari WC.


Beberapa lama setelahnya, setelah Cirno memenuhi 'panggilan alam'nya , setelah Suika memakai rok dan setelah Youmu dan Nitori mengurus 'sesuatu yang tak boleh diketahui kaum pria', para Hunter berkumpul di gunung kecil dari Machalite Ore. Semuanya sudah memakai armor lengkap dengan senjata masing-masing. Cirno memakai armor dari Giadrome, dengan Frozen Blade di Punggungnya. Youmu memakai baju besi di dadanya, dengan empat lempengan besar terbuat dari sisik Rathian, betina dari klan Wyvern api, menempel di roknya dan sarung tangan dari material monster yang sama. Di pinggangnya ada 2 jenis Long Sword, yang warna hijau berukuran panjang dan terbuat dari material Rathian, dan yang warna merah agak pendek, sependek pedang SnS, terbuat dari material Rathalos, sang pejantan dari klan Wyvern api. Suika memakai armor Diablos lengkapnya dengan membawa serta Diablo Maul-nya dan botol sake-nya. Sisik biru Cephalos menghiasi Armor Nitori yang terlihat seperti seragam sekolah, dan ia membawa serta Gunlance-nya dan tas hijau yang berisi banyak item di dalamnya, mengingat peristiwa kemarin.

Merasa bingung karena ada orang baru diantara mereka, Cirno mulai bertanya "Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Siapa kau?"

"Sepertinya kau orang baru yang Suika sering bicarakan. Perkenalkan, aku Kawashiro Nitori, Hunter desa yang belum lama bergabung kembali dari misi yang panjang. Salam kenal."

"Aku Cirno, Hunter yang akan menjadi yang terkuat di Gensokyo. Salam kenal."

"Cirno, ya. Kau terlihat begitu menjanjikan." Menjanjikan ancurnya.

"Terima kasih" kata Cirno sambil mengusap bawah hidungnya dengan bangga.

Kemudian Youmu mulai berbicara "Itu artinya, kau sudah mendapatkan kupu-kupu itu. Iya, kan?" Dan Nitori hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Tiba-tiba topan kecil muncul dihadapan mereka, meniupkan sekumpulan kelopak bunga Sakura, dan Yuyuko muncul dari tengah topan kecil itu. Ia mulai berbicara "Salam, para Hunter. Setelah sekian lama, akhirnya desa ini memiliki tim inti juga. Dan kau, Nitori, aku sempat memerintahkan Suika untuk membawamu pulang, dengan atau tanpa kupu-kupu itu, tapi sepertinya kau sudah mendapatkannya. Bisa kau perlihatkan kepadaku?"

"Bisa, nona." Lalu Nitori merogoh saku tasnya, dan mengeluarkan sebuah botol, dimana terdapat Phantom Butterfly yang diawetkan didalamnya. Semua mata tertuju padamu (salah, lupakan yang tadi). Semua mata tertuju pada Phantom Butterfly yang masih memberikan sensasi 7 warnanya yang khas. Setelah beberapa lama, Nitori memasukkan kembali botol itu ke dalam tas.

"Kau sudah mendapatkan kupu-kupu itu, jadi apa kalian bisa membuatnya?"

"Memang membutuhkan waktu yang lama, tapi kami usahakan."

"Bagus. Sekarang alasan kalian kukumpulkan kesini. Akhir-akhir ini seekor Qurupeco telah mengacaukan gunung Youkai dan sekitar, tetapi Momiji, Aya dan Hatate masih harus absen karena kekalahan atas Kushala Daora waktu itu, luka mereka masih parah. Jadi, kukirim kalian untuk menghabisinya. Ingat, meski misi ini bintang tiga, tapi bisa berubah menjadi 5, atau bahkan high level. Wakarimashitaka?" Kushala Daora adalah seekor elder dragon penguasa angin yang memiliki kulit sekeras besi, sementara Qurupeco adalah seekor Wyvern burung yang mirip dengan burung tropis dan pandai menyanyi.

"Hai, wakarimashita." Dan mereka pergi ke gunung Youkai untuk misi.


"Emm, Nitori, boleh nanya?" kata Cirno kepada Nitori. Saat ini mereka sedang berjalan di sekitar tempat terbuka (Area 2) di gunung Youkai.

"Bertanya apa, Cirno?"

"Soal kupu-kupu barusan, seberapa pentingnya sehingga membuatmu berkelana selama ini? Dan apa maksud kata 'membuatnya' itu?"

"Oooh, itu. Mungkin Youmu bisa menjelaskannya, berhubung jatah munculnya kurang."

"Terima kasih, Nitori" kata Youmu "Seperti yang kita semua tahu, monster-monster tersebut kebal akan sihir murni. Iya, kan?"

"Iya, sih" kata Cirno polos.

"Dan kau tahu hantu itu hanya terbentuk atas roh, kan? Maka dari itu jika para hantu menyerang monster secara fisik, entah dengan senjata atau tangan kosong, tenaga hantu akan merosot sedikit demi sedikit. Tetapi ada satu material dimana hal itu bisa dicegah, yaitu Phantom Butterfly. Jika kupu-kupu itu dimasukkan sebagai material pembuatan senjata, maka hal itu bisa dicegah. Tapi sayang kupu-kupu ini sulit dicari, memakan waktu setahun untuk Nitori mencarinya."

"Berarti LS Youmu juga mengandung Phantom Butterfly didalamnya, dong?"

"Tidak. Tapi pengurasan tenaga tak terjadi padaku, karena setengah manusiaku mencegah hal itu terjadi" kata Youmu yang membuat mulut Cirno membentuk huruf O besar.

"ROAARR" teriak sekumpulan Velociprey, saudara Giaprey yang tinggal di daerah yang lebih lembap dan hangat dan berkulit biru gelap, dengan pemimpin mereka, Velocidrome. Tatapan mata mereka seakan-akan mengatakan bahwa mereka ingin memakan para Hunter.

"Tunggu! Biar aku atasi mahluk-mahluk kecil ini. Sudah lama aku tidak beraksi. Human Sign 'Slash of Present'" Youmu menghilang dari hadapan semuanya. Tidak, ia hanya bergerak sangat cepat hingga batang hidungnya tidak terlihat sekalipun. Setelah kurang dari tiga detik, tubuhnya terlihat lagi, menyarungkan pedangnya. Terdengar bunyi "CRIK" dari pedangnya, dan semua Velociprey mati tertebas.

"ROAARR!" teriak Velocidrome marah, lalu melompat ke arah Youmu, segera menyergapnya.

"Life ending Sword 'Meditation'" Pedang Youmu mengeluarkan semacam aura hijau, membuat pedangnya terlihat lebih panjang dari aslinya, lalu menebas Velocidrome. Ia tewas.

"Huh, pamer!" cetus Suika. Dan mereka kembali jalan, mencari Qurupeco.


"Baiklah, itu dia" bisik Nitori di balik semak, lalu menggenggam sebuah bola. "Oke, tunggu aba-aba. 1… 2…"

"HEEEIIIYYAAA!" teriak Cirno berlari, mengangkat LS-nya menuju Qurupeco yang sedang asyik makan, membuat Hunter yang lain dan Qurupeco terkejut.

"Baka!" umpat Suika melihat tindakan bodoh Cirno. Sambil menarik senjata masing-masing, mereka keluar dari persembunyian mereka. Tentu saja Qurupeco tersebut terkejut. "Faiiiaa Oniii!"

Sekumpulan bola-bola lava keluar dari bawah tanah, tapi Qurupeco dapat menghindari itu. Nitori menembakkan beberapa peluru ke Qurupeco, tapi sama saja, ia dapat menghindarinya.

"Lotus Stance Cut" ia menarik Roukanken (merah) nya lalu membelah udara dengan kedua pedangnya, dan menciptakan aura X yang segera melukai Wyvern hijau itu, tapi sekali lagi dapat ia hindari. Lalu Qurupeco mengembangkan kantong yang terletak di kerongkongannya, menyanyi dan menari. Youmu terkejut. "Cepat hentikan dia sebelum seekor monster datang!"

Tapi terlambat. Seekor Aoashira dan Rathian datang menyerbu para Hunter. Si beruang biru melompat dan menyerang Suika dengan cakarnya, sementara sang ratu terbang, menukik dan menyerang Youmu dengan serangan putaran ekornya. Tapi untung saja Youmu dan Suika dapat menghindari serangan mereka. Nitori melempar suatu bola menuju salah satu monster, dan mengenai Aoashira dan Suika didekatnya.

Sesuatu yang aneh tercium. Tercium seperti… DUNG BOMB! "Kampret lu Nitori! Kenapa lu kagak bilang kalau lu mau ngelempar poop Popo!" umpat Suika sambil menutup hidung. Untungnya, Aoashira segera kabur karena tidak tahan mencium bau bom yang terbuat dari kotoran Popo.

"Tapi yang penting ia kabur" kata Nitori sambil menyerang Rathian.

Sementara itu, Cirno sedang sibuk-sibuknya menyerang Qurupeco, yang sayangnya tak satupun serangannya mengenai Wyvern itu. "Icicle Sword" dan LS Cirno berubah sedikit lebih panjang dan besar, lalu menebas Qurupeco, memberi luka cukup besar pada tubuh Qurupeco.

"KWAAKKKAKAKAKKK!" sekali lagi Qurupeco menyanyi dan menari, dengan nada dan gerakan sedikit berbeda. Cirno terkejut ketika luka yang berhasil ia berikan tertutup kembali. Qurupeco itu mengetuk kedua "Flintstone" yang terletak di ujung kedua sayapnya, memberi suara "CRIK" lalu memukul Cirno dengan itu. Tubuh Cirno terbakar.

"Tolong, badanku terbakar!"

"Cepat, Cirno, jeburkan dirimu ke danau!" teriak Youmu yang sedang menghindari bola api Rathian dengan lompatannya. Mengikuti saran Youmu, Cirno segera menceburkan dirinya ke danau. "Suika, apa kau siap?"

"Baik!" Palu Suika berubah menjadi besar, dan kepalanya dikelilingi aura api, dan Myon Youmu berubah menjadi mirip dengan dirinya. Mereka segera terjun menuju Rathian, mempersiapkan serangan mereka.

"Wyvern Sign : 'Queen Devil Strike!'" Berbagai tebasan dan ledakan menyerang sang ratu, membuat Rathian menjadi terkapar. Dengan mata bagaikan setan kelaparan, Cirno dkk menatap Qurupeco, membuat Qurupeco gugup dan berkeringat dingin. Dengan tubuh sedikit bergetar, sekali lagi ia menari, dengan nada jauh lebih keras.

DUMM… DUMM… DUMM…

Tanah di sekitar mereka bergetar. Terlihat senyuman jahat dari Qurupeco.

GROOOAARRRRR

Di belakang mereka, berdiri seekor monster. Terlihat seperti seekor T-Rex, dengan ekor yang besar, warna hijau dan sangat bengis. Ternyata monster yang dihadapan mereka adalah seekor Deviljho. Mata merah sang devil menatap para gadis, dengan air liur di sekeliling mulutnya. Ia mengangkat kakinya, menginjak mereka, tapi berhasil dihindari. Asap merah mengelilingi mulutnya, lalu melepaskan nafas hitam yang sangat mematikan. Sekali lagi, mereka dapat menghindarinya.

"Yang benar saja, ngapain si Jho disini?" umpat Suika.

"Hello, apa kau tidak tahu? Ia seekor monster nomaden, jadi tidak heran jika ia tiba-tiba berada di daerah dingin gunung Youkai" jawab Nitori.

"Menyusahkan saja." Deviljho membenamkan kepalanya ke dalam tanah, lalu melemparkan batu besar ke arah para Hunter. Dengan tatapan Oni (?), Suika menyiapkan pose seperti pemain baseball umumnya. "SERANGAN PAYAH INI MENDING GUE KUBUR* AJAA!"

Dengan serangan palunya, Suika berhasil mementalkan serangan batu Deviljho. Jika FF ini adalah Doujin, untuk mendramatisirnya, terlihat background berupa Barry Bonds dari Giants berhasil mencetak homerun (?).Dan segera Jho menikmati senjatanya sendiri. Berhasil membalas serangan Jho, Suika yang ternyata penggemar Baseball (?) melakukan pose kemenangan idolanya (?), Barry Bonds, berupa mengangkat kedua telunjuk.

Dan kembali ke Laptop, eh salah, maksudnya mereka kembali lagi mengurus Qurupeco. Dengan tatapan setan, Cirno memegang LS yang bersinar biru. "AKU GA TAHAN LAGIIII! BLOWING ICE '(FREAKING) ICE TORNADOOO!'"

Youmu juga mempersiapkan spell menyeramkannya. "Voidness Sword 'Slash Clearing the Six Sense'."

Berikutnya, Suika. "Oni Sign 'Massacre on Mt. Ooe'"

Terakhir, Nitori. "Kappa '(Mad) Monster Cucumber.'"

Dan Qurupeco dihujani berbagai serangan Danmaku, yang sudah dicampuri rasa benci dan marah (?). Setelah selesai menghujani Wyvern itu dengan berbagai serangan, rasa amarah di wajah para Hunter hilang. Qurupeco terlihat kejang-kejang.

"Tunggu, itu masih belum cukup!"

Mereka kaget akan suara di belakang. Suara itu ternyata berasal dari Jho yang bahasanya sudah diartikan lewat Google Translate (?). Terlihat Rathian dan Aoashira dibelakang juga. Dengan tatapan monster mereka, mereka menghujani Qurupeco dengan berbagai serangan.

"Ini untukmu karena aku telah diberi Homerun yang tidak berkenan!" Jho memberi Dragon Breath-nya.

"Ini untukmu karena wajahku tidak cantik lagi!" Rathian memberi hujan bola apinya.

"Ini untukmu karena aku dilempari kotoran!" Aoashira memberi serangan cakarnya bertubi-tubi.

Setelah puas menghujani Qurupeco, Rathian dan Aoashira akhirnya pergi, tapi Jho masih berdiri di tempat, menetesi Qurupeco dengan liurnya. "Gua telah berkeliling berminggu-minggu tanpa makanan, dan kegiatan ini membuat gua makin lapar. Kalau ga keberatan, gua makan lu." Segera Jho mendaratkan giginya yang penuh taring ke tubuh Qurupeco, mencabik-cabik tubuhnya dan memuncratkan darah segar. Youmu segera menutup mata Cirno karena peristiwa mengenaskan ini.

Jho segera berbalik ke arah para gadis, sambil membawa kepala Qurupeco. "Maafkan gua, para Hunter, karena sudah mengganggu kegiatan berburu kalian. Ini, gua berikan kepala si pengganggu ini sebagai permintaan maaf" lalu ia meletakkan kepala itu di depan mereka, membuat Cirno dan Nitori muntah. "Jika kita berjumpa lagi, bukan sebagai yang memburu dan diburu, gua ingin mengajak kalian ke Koshien Hanshin. Gua kepikiran kapan pertandingan antara Lotte dengan Hanshin selanjutnya." Cirno, Youmu dan Nitori hanya bisa ber-sweatdrop ria melihat kepergian Jho, sementara Suika berteriak.

"Beri tanda, biar gua kagak menyerang lu, jika kita bertemu lagi."

"Gua akan melompat 100 kali jika bertemu dengan lu. Tenang saja!"

Lalu Suika melambaikan tangan, menyambut kepergian Jho. Jika ini adalah manga, akan terlihat background berupa matahari terbenam (?)

Dengan rasa jengkel, Youmu berkata "Ini FF mulai aneh. Udah, mending tutup aja sekarang!"

TBC (To Be Continued)


Ryan : Hah? Sudah selesai?

Youmu : Yaaa… (muka kayak mayat hidup)

Ryan : Ada apa, Youmu? Kau terlihat lesu.

Youmu : Berada di FF abal bikin aku cape.

Ryan : Muncul salah, ga muncul salah. Mana sih yang benar?

Youmu : Minimal bisa ga sih bikin yang lebih jelas dikit!

Ryan : Masalahnya ini genre-nya humor, jadi harus dibikin sedikit abal.

Youmu : …

Suika : Selamat atas peluncuran Chapter ke-4 (mengangkat mangkuk berisi sake)

Ryan : Hey, no sake allowed, dan kenapa Jho dan Rathian bisa ada disini?

Suika X Jho X Rathian: Suka-suka kite, dong.

Ryan : (Fistpalm). Gilee. Udah, daripada tambah aneh, mending tutup chapter ini.

CYSNJR : Terima kasih udah mengikuti kami sampai Chapter ini. Review, please.