Yesung, Kyuhyun, Donghae, Eunhyuk and Others
.
Warn : Boys Love, Miss typo(s), OOC, Alur berantakan, Totally GAJE! UN-OFFICIAL PAIR!
( KyuSung )
.
DON'T LIKE? BETTER JUST GO AWAY FROM HERE.. BECAUSE IT'S MY YEWONDERFUL WORLD WITH SPARKYU ON THE CLOUD..
::
Aku seorang yang membenci hujan. Kau tau kenapa?
Karena Hujan merenggut kebebasanku. Hujan menjadikan awan-ku tiada. dan itu yang membuatku makin membencinya
Tapi, kau adalah lain...
Karena kau, Kini hujan yang selalu kubenci berubah menjadi suatu yang kurindukan kehadirannya
Karena setelah hujan pergi, pelangi akan datang menyambut. Menyemarakan dunia
Hujan, pelangi dan kau... sekarang adalah semua hal yang kutunggu dan kucintai..
—KyuSung
CHAPTER 4
.
.
ROMANTIC RAINBOW
Pernahkah kau merasa Tuhan itu sangat baik? Sangat menyayangimu? Sangat mengistimewakanmu?
Kalau iya, maka Kyuhyun juga akan sependapat denganmu. Dan Ia akan menjabat tanganmu, karena saat ini ia tengah merasakan hal itu.
Lalu, pernahkah kau merasa Euforia yang berlebihan tapi juga menyenangkan? Yang seakan membawamu terbang kelangit tingkat tujuh lalu menidurkanmu diatas putihnya awan ditemani Oleh bidadari-bidadari surga yang sangat jelita?
Kalau belum, Cho Kyuhyun akan coba membantumu untuk memaparkan bagaimana semua rasanya itu.
Senang
Gembira
Penuh suka cita dan apapun itu yang indah-indah bergumul jadi satu. Dan yang Kyuhyun tau, ia bagaikan tokoh pangeran dari negeri dongeng yang tengah disuguhi oleh putri cantik nan elok rupaya untuk ia persunting saat ini juga.
Yesung
Sosok indah itu berdiri anggun tepat didepan matanya. Terjangkau dalam pandangannya, dan terlukis dalam memorinya. Satu kata, sempurna. Yesung benar-benar sempurna. Ajaib.
Senyum indah itu tak juga mau luntur dari bibir Kyuhyun, melebar malah. Bagaimana tidak, jika apa yang ia harapkan, yang ia mimpikan, yang membuat tidurnya tak nyenyak semalam, kini sudah ada didepan mata. Mau apa lagi?
Tunggu..
Apa yang harus ku lakukan sekarang? Kyuhyun membatin
Apa langsung memeluknya saja? membawa sosok indah itu kedalam dekapan hangatnya?
Atau... langsung memberinya satu kecupan lembut... lalu menjadi sebuah lumatan yang manis.. lalu beralih menjadi sebuah ciuman yang panjang... yang dalam... yang menuntut... yang panas.. dan akhirnya...
Stop!
Cukup Cho Kyuhyun! Hentikan sejenak sistem kerja Otakmu yang sepertinya tengah mengalami masalah yang kompleks itu!
Lihatlah, kau sampai melewatkan sosok indah itu.
Membuatnya menerjap-kan Onyx sipitnya dengan sangat imut. Membuatnya harus memiringkan sedikit kepalanya, hingga surai panjangnya itu menutupi sebagian wajahnya. Dan ayolah, jangan lupakan bibir plum nan Kissable itu yang mengerucut.. dan itu malah makin membuat sosok itu sangat-sangat-sangat-amat indah!
"Cho Kyuhyun!"
"..."
Entah apa yang ada dipikiran namja tanpan itu sampai-sampai suara semerdu itu-pun tak ia gubris. Yang ia tau ia tengah terpesona telak...terpesona sangat parah kepada sosok indah itu. astaga!
"Ya! Cho Kyuhyun..!" Yesung mencoba kembali memanggil Kyuhyun yang masih membatu. Kali ini dengan bantuan tangan mungil-nya yang mengibas-ibas tepat didepan wajah Kyuhyun.
"CHO KYUHYUN!"
"Huh?! Ne!" gelagap Kyuhyun, seraya menegapkan tubuhnya cepat. Dilihatnya kini, Pipi gembil itu makin terlihat Chubby manakala Yesung menggembungkannya sekarang.
"Ung~ Cho Kyuhyun, kau mengacuhkanku!" bibir plum itu makin terpout. Tak lantas membuat Kyuhyun ingin segera mengklaim sepenuhnya. Aishh..
"A-aniya! Aku hanya.."
"—Sudahlah, mungkin Cho Kyuhyun tak mau aku ada disini. Lebih baik aku pergi." Sela Yesung seraya mulai membalikkan tubuhnya dari Kyuhyun.
Caramel Kyuhyun sontak melebar, lansung diraihnya lagi tangan mungil itu yang membuat Yesung sedikit limbung kembali kearah Kyuhyun hingga jarak keduanya kini sangat dekat. Hanya dalam hitungan centi.
Deg
Kyuhyun bisa merasakan nafas hangat nan harum yang menguar dari Yesung. Dan dengan jarak yang sangat dekat ini pula, Kyuhyun dapat melihat rona merah muda samar pada Wajah manis itu. dan percayalah, itu malah makin membuatnya berkali-kali lebih manis.
"Tetaplah disini, jebal.." nafas Kyuhyun menerpa wajah Yesung yang membuat sosok manis itu menutup matanya kegelian.
Kyuhyun tersenyum. Diusapnya pipi yang masih merona itu yang membuat Onyx oriental itu kembali terbuka.
"Jangan pergi," ucap Kyuhyun lagi. Dan pelan namun pasti, Yesung mengangguk.
"B-baiklah." Balas Yesung lirih.
Lagi, Kyuhyun tersenyum. Efek berdekatan dengan Yesung memang ajaib. Membuatnya sering tersenyum.
"anak pintar!" diacaknya rambut Yesung pelan. "Ayo, ikut aku!" belum sempat Yesung mengeluarkan protesnya, tangannya telah kembali ditarik oleh Kyuhyun yang membuatnya hanya bisa mengendus sebal.
Keduanya berjalan beriringan, dengan Kyuhyun yang terus menggenggam jemari mungil Yesung. Dan yang dilakukan Yesung hanya mengikuti disamping.
"kau mau membawaku kemana, Cho Kyuhyun?" tanya Yesung. Pasalnya, sedari tadi Kyuhyun hanya terus menariknya tanpa sepatah kata apapun.
Kyuhyun menoleh. Memang posisi Yesung berjalan dibelakangnya, dan sedari tadi ia berjalan tanpa menengok sedikitpun.
"Hmm.. kesuatu tempat tak jauh dari sini." Balasnya tak lupa dengan sedikit senyum. Sudah kubilang, berada didekat Yesung membuat Kyuhyun rajin tersenyum.
"Tapi waktuku tak lama lagi, Cho Kyuhyun."
"Iya, sebentar lagi sampai." Balas Kyuhyun tanpa melihat Yesung. dan bibir indah itu kembali terpout. Kenapa Cho Kyuhyun suka sekali mengacuhkannya, eoh?
Namun itu tak berlangsung lama, ketika Yesung merasakan angin menerpa lembut wajahnya. Membuat rambutnya terurai sempurna. Dan jangan lupa juga dengan tangan Kyuhyun yang masih menggenggam tangannya, membuatnya merasa senang.
"Cho Kyuhyun," panggil Yesung lagi.
"Hmm.."
"tanganmu hangat."
Eh!
Kyuhyun sontak menoleh, dan menemukan Yesung yang tengah tersenyum. Dan kembali ia terpana olehnya.
Apa Yesung bilang? Tangannya hangat? Bernarkah? Ya Tuhan, manisnya sosok ini. inner Kyuhyun.
"kalau begitu, aku akan sering menggenggam tanganmu." Akhirnya Kyuhyun menjawab. Yesung lantas tertunduk, entah mengapa tiba-tiba pipinya memanas untuk alasan yang tak ia mengerti.
Kyuhyun berteriak dalam hati. hari ini, untuk kedua kalinya ia menyaksikan wajah manis itu merona. Dan hebatnya penyebabnya adalah dirinya. Great! Kau memang Jenius Cho Kyuhyun! Narsisnya dalam hati.
"Nah, sudah sampai!" seru Kyuhyun seraya sedikit berlari kecil yang menyebabkan tautan tangan itu terlepas.
Yesung merengut. Apa-apaan Cho Kyuhyun itu. sekarang malah namja tampan itu dengan santainya duduk disebuah bangku taman yang cukup panjang seraya tersenyum jail padanya.
"palli!" titah Kyuhyun dengan melambaikan tangannya pada Yesung. Yesung hanya menurut, lalu segera menempati tempat dan duduk disebelah Kyuhyun.
Set
Eh!
Onyx Sipit itu membola tak sempurna, ketika tiba-tiba Kyuhyun tidur dipahanya dan mulai menutup matanya.
"C-cho Kyuhyun.." gugup Yesung. Kyuhyun tersenyum simpul dengan mata masih terpejam.
"Sebentar saja, seperti ini sangat nyaman." Jawab Kyuhyun santai. Dan dengan santai pula, ia meraih tangan Yesung untuk kemudian ditaruhnya diatas rambut. Bermaksud agar Yesung mau membelai rambutnya.
"huh.. selalu seenaknya!" cibir Yesung dengan wajah yang memerah. Namun toh tangannya mulai membelai surai madu Kyuhyun. Mengusapnya lembut yang membuat Kyuhyun makin nyaman dengan posisinya sekarang. ck.. dasar.
"kau mau mendengar sebuah cerita?" tanya Kyuhyun sembari membuka matanya dan mendongak pada Yesung hingga kedua manik kembar itu bertemu.
"Cerita, tentang?" tanya Yesung dengan tangan yang terus membelai rambut Kyuhyun.
"tentang kebencianku pada hujan."
Yesung menangguk. "Ya.. ceritakan!" Balasnya penasaran.
"sebenarnya, aku adalah anak angkat dari kedua orang tuaku sekarang." mulai Kyuhyun. Sedikit menyamankan posisinya pada paha Yesung.
Yesung diam. Lebih tepatnya tak mau menyela dulu.
"pada awalnya, aku hanyalah anak dari keluarga miskin yang terlilit hutang. Ayahku suka mabuk-mabukkan dan ibuku sudah sakit-sakitan sejak mengandungku."
Kyuhyun memejamkan matanya sebentar, mencoba mengingat kembali kenangan pahit yang telah ia simpan rapat-rapat dalam hatinya.
"saat aku berumur 5 tahun, ayahku meninggal karena over dosis minuman keras dan ia meninggalkan begitu banyak hutang akibat kalah berjudi yang mengakibatkan ibu harus rela menjual rumahnya untuk melunasi hutang ayah. Aku dan ibu sempat menjadi tuna wisma bahkan gelandangan."
Kyuhyun mendongak, menatap mata teduh Yesung yang mulai berkaca-kaca.
"hingga suatu ketika, saat hujan deras, ibu meninggalkanku didepan sebuah panti asuhan pada saat aku tertidur dalam gendongannya. Saat itu umurku baru menginjak 6 tahun. Ketika aku terbangun, hanya sendirian. Menggigil kedinginan karena saat itu sudah tengah malam. Yang bisa kulakukan hanya menangis dalam diam. Sejak saat itu aku jadi membenci hujan. Hujan hanya akan mengingatkanku pada kenangan buruk. Kenangan saat aku dicampakan, dikucilkan dan diasingkan oleh ibu kandungku sendiri."
"hiks..hisk.."
Kyuhyun tak jadi kembali melanjutkan ceritanya ketika dilihatnya Yesung terisak. Perlahan ia merubah posisi menjadi duduk tegak.
"Stt.. uljimma.. kenapa menangis?" tanya Kyuhyun khawatir. Yesung sesenggukan menahan isakannya.
Lalu dengan cepat, ia menangkupkan kedua tangannya pada sisi wajah Kyuhyun.
"Cho Kyuhyun pasti sangat menderita.." diusapnya perlahan pipi pucat Kyuhyun.
Masih dengan deraian airmata, Yesung tersenyum lebar.
"tapi tenang, ada aku. Aku akan selalu melindungi Cho Kyuhyun." Janji Yesung.
Kyuhyun hanya cengo. Kenapa sosok didepannya ini sangat ajaib dan polos. Namun lantas membuat hati Kyuhyun menghangat. Lalu ia ikut tersenyum.
"janji akan selalu melindungiku?" tanya Kyuhyun bermaksud menggoda. Yesung masih saja setia membingkai wajahnya.
Lalu Yesung tersenyum lucu, "janji!"
Dikaitkannya kedua kelingking itu. Kyuuhyun meringis. Seperti anak kecil ia merasa. Tapi tak apa, dengan begini mood-nya kembali membaik setelah menceritakan kisah pahitnya itu.
"baiklah, aku pegang janjimu!" Yesung mengangguk imut.
"aishh... kenapa ada makhluk semanis kau, eoh?" dicubitnya hidung mancung Yesung, yang membuat empunya meringis pelan.
"Ya! Cho Kyuhyun, Sakit!" keluh Yesung.
"Benarkah?"
"Ung!" Yesung mengangguk polos.
CUP
Dengan satu gerakan cepat, Kyuhyun mengecup hidung Yesung lembut.
Blush~!
Yesung menerjap-nerjapkan matanya. Masih memproses namun tak ayal, rona merah muda itu kembali menjalar. Mulai merata dikedua pipinya. Oh astaga.. kenapa wajahnya terasa sangat panas sekarang?
"Bagaimana, apa masih sakit?" tanya Kyuhyun, lebih tepatnya menggoda Yesung.
"T-tidak, sudah tidak s-sakit lagi." balas Yesung gugup. Kyuhyun terkekeh. hah, Yesung benar-benar membuatnya gila.. membuat Kontrol-nya lemah.
Tanpa basa-basi, Kyuhyun kembali tidur dipaha Yesung. sementara Yesung masih sedikit shock dengan tindakan Kyuhyun tadi, mengecup hidungnya tiba-tiba.
"Y-Ya! Cho Kyuhyun!" tegur Yesung pelan, melihat Kyuhyun kembali tidur dipahanya.
"sekarang, giliranmu untuk bercerita." Ucap Kyuhyun tanpa mengindahkan teguran Yesung itu.
Yesung menyergit bingung, "cerita? Cerita apa?"
"apa saja.. tentang jati dirimu mungkin?" balas Kyuhyun.
Yesung terlihat berpikir sebentar, lalu mulai menundukkan wajahnya, menatap Kyuhyun yang juga tengah menatapnya.
"sebenarnya ini rahasiaku dengan langit." mulai Yesung.
"apa aku tak boleh mengetahuinya?"
"Ani, bukan begitu. Hanya saja.."
"Kau curang, aku kan sudah menceritakan rahasiaku yang bahkan Eunhyuk dan Donghaepun tak tau soal itu." sela Kyuhyun. Bermaksud mengorek lebih dalam tentang Yesung. ia juga penasaran, kau tau?
"tapi, aku takut langit akan marah."
Kyuhyun tersenyum, "tidak akan. Tuhan itu baik, dan tak akan tega memarahi makhluk seindah kau."
Yesung hanya bisa kembali merona. Kyuhyun suka sekali mennggodanya.
"tapi, apa kau akan percaya dengan ceritaku ini?"
"kenapa tidak?" balas Kyuhyun enteng.
Yesung menghembuskan nafas frustasi, "baiklah.. aku akan menceritakan sedikit rahasiaku."
Kyuhyun tersenyum menang, dan mulai memfokuskan diri untuk mendengar kisah Yesung
"sebenarnya aku terlahir sebagai manusia."
Huh?
Mata Kyuhyun sontak terbelalak. Kaget.
"be-benarkah?" Yesung mengangguk sekilas.
"hanya saja, pada saat aku masih berumur 5 bulan aku meninggal karena suatu wabah penyakit yang menyerang negeriku waktu itu."
Kyuhyun masih setia menjadi pendengar walaupun rasa kaget itu masih mendominasi.
"entah melalui fase yang bagaimana, aku menjadi seperti sekarang ini. berenkarnasi menjadi sosok yang muncul bersama pelangi. Aku rasa Tuhan masih berbaik hati padaku, memberikan kehidupan kedua untukku." Jelas Yesung seraya tersenyum.
"Jadi dulu kau manusia?" Yesung mengangguk.
"aku punya perjanjian dengan langit."
"perjanjian apa?" tanya Kyuhyun penasaran.
"aku bisa kembali menjadi manusia.. jika..." Yesung sedikit menggantung kalimatnya saat melihat Kyuhyun bangkit dari posisi tidurnya.
"menjadi manusia lagi? Bagaimana..."
"stt.. dengarkan aku dulu." tutur Yesung sambil menaruh telunjuknya tepat didepan bibir Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk paham.
"aku bisa kembali menjadi manusia jika ada manusia yang menyadari keberadaanku, bisa melihatku dan juga.."
Yesung menatap penuh arti Kyuhyun, hingga ia berucap..
"...juga manusia yang bisa mengajarkanku arti cinta dan juga mencintaiku dengan tulus."
Deg!
Kali ini Jantung Kyuhyun serasa ingin meloncat. Semua fakta itu.. sadar...melihat.. dan yang terakhir..
...cinta?
Hanya itu?
Kyuhyun tersenyum misterius pada Yesung yang saat ini tengah memandangnya bingung.
"hanya itu?"
"huh?"
"hanya itu perjanjian yang bisa membuatmu kembali menjadi manusia?" tanya Kyuhyun lagi.
Yesung menangguk, masih bingung dengan tatapan Kyuhyun yang ambigu itu.
Senyum itu berubah menjadi seringai.. dalam hati ia berterimakasih sebanyak-bayaknya pada Tuhan.
"lihatlah, Kau akan menjadi milikku, Yesung... dan akan kuajarkan cinta padamu.."
.
.
.
:: To Be Continue ::
.
.
.
Oke, terserah apa pendapat kalian tentang cerita klise yang gaje nan abstrak ini. berasa kaya Kisah jaka tarub or segala macemnya itu juga gapapa. It's up to you..
.
So, wanna gimme reviews?
.
125+ bisa?
