Yeey, update kilat hehe :') Makasih semangatnya readers ^^
All Of Me Chapter 4
By Naravhychan
Naruto © Masashi Kishimoto
HAPPY READING
.
.
.
.
.
"Heii.. Sakura kenapa daritadi kamu tersenyum terus?" tegur Ino yang berjalan disamping Sakura. Mereka berdua berjalan menuju gerbang untuk meninggalkan kampus. Udara dingin disebabkan musim dingin membuat mereka sibuk mengusap tubuh dengan kedua tangan.
"Tidak apa-apa kok Ino?" balas Sakura cepat. "Eh, Bukannya hari ini Sai akan menjemputmu? Sakura balik bertanya.
"Entahlah, tapi mungkin dia akan datang menjemputku."
Mereka berdua terus bercerita dan bercanda sampai-sampai tidak menyadari kehadiran dua mobil mewah di depan gerbang kampus mereka.
Mobil itu hampir tiba bersamaan di depan kampus kecil mereka. Pemilik mobil itupun bersamaan keluar dari mobil. Pemuda yang bernama Sasuke Uchiha melepas kacamata hitamnya dan segera memasukkan tangannya ke dalam saku. Sedangkan Pemuda berkulit putih pucat bernama Sai tengah membetulkan mantel hangatnya. Mereka berdua terlihat mempesona dipandang mata. Sedangkan Ino dan Sakura hanya bisa mematung dan menganga. Pangeran pujaan mereka kini tampil sangat tampan. Sedangkan mereka hanya menggunakan pakaian seadanya saja. Ino yang merasa sangat malu segera menarik tangan Sakura untuk menjauh. Rupanya mereka belum terlihat oleh dua pangeran tampan itu.
"Ino… apa yang kau lakukan.." bisik Sakura pada Ino.
"Ssst.. Sakura, aku harus tampil secantik mungkin di depan Sai. " ujar Ino yang segera mengambil peralatan make up. Sakura membantu Ino memoles wajahnya dengan make up yang tipis agar wajah Ino terlihat lebih segar.
"Ino, kau lihat pria yang disamping Sai kan?" Tanya Sakura cemas. Sai rupanya tengah ngobrol dengan Sasuke. "Dia pria yang selama ini kuceritakan padamu. Dia sepertinya serius ingin menjemputku… " sambung Sakura menunduk. Mengerti dengan keadaan Sakura, Ino segera mengambil alih.
"Sa..sakura.. apa kau bercanda? Pria itu sangat tampan dibandingkan Sai… " ucap Ino tak percaya.
"Aku serius Ino." Sakura menghela nafas.
"Sakura! Kau tidak bisa bertemu dia dengan pakaian seperti ini. Ini aku bawa baju ganti. Cepat kamu pakai sebelum mereka berdua menemukan kita! Pinta Ino dan segera dilaksanakan Sakura. Tak butuh waktu lama Sakura segera menuruti perkataan Ino.
Tidak cukup 5 menit mereka berdua akhirnya keluar dari toilet dan segera menghampiri kedua pemuda tadi.
"Sakura.. kau cantik! " puji Ino "Ayoo Sakura.." Ino bergegas menyabet tangan Sakura untuk bertemu kedua pangeran yang telah menunggunya hampir 10 menit di tengan udara dingin seperti ini.
"Gomen ne Sasuke-kun… Kalau lama.." ujar Sakura. Sasuke melihat Sakura dari bawah hingga atas. Penampilan Sakura makin cantik saja.
"Kamu lama sekali Sakura." Ucap Sasuke datar.
"Er…maaf Sasuke-kun.."
"Sebagai hukumannya kau harus ikut denganku sepanjang hari ini." Ucap Sasuke
"Ta..tapi Sasuke, pekerjaan di rumahmu belum selesai." Ujar Sakura tak enak.
"Tenanglah, Aku sudah membayar beberapa pelayan untuk mengganti tugasmu satu hari ini. Anggap saja ini hari istirahat buatmu Sakura." Kata Sasuke.
"Sakura.. aku pergi dulu yaa.." pamit Ino. Sai segera merangkul pinggang Ino dan membukakan pintu mobil. Betul-betul seperti tuan putri saja. Batin Sakura.
Di perjalanan…
"Sasuke-kun kita mau kemana?" ketus Sakura.
"Makan siang." Jawab Sasuke sekena-nya. Entah mengapa sikap dingin Sasuke kumat lagi. Dan hanya bisa dicairkan oleh Kultum no jutsu milik Sakura. Sakura hanya mendengus kesal dengan tingkah laku Sasuke yang dingin.
Taraa.. mobil milik Sasuke terparkir cantik di halaman restoran Ichiraku termahal di Konoha. Sakura dan Sasuke berjalan memasuki area itu.
"Sasuke-kun, bukannya tempat ini adalah restoran yang paling mahal di Konoha" bisik Sakura pada Sasuke. Sasuke hanya mendesah pelan.
"Makan saja. Aku yang bayar." Tukas Sasuke.
"Tapi Sasuke-kun.. kita bisa hemat kalo masak sendiri saja. Makan disini sama saja dengan menghabiskan uang jajanku selama seminggu. " ujar Sakura. Namun Sasuke malah tidak peduli.
Keheningan menyelimuti mereka. Sasuke Nampak sibuk dengan Smartphone-nya sedangkan Sakura lebih menyukai pemandangan diluar. Terasa sejuk memandanginya. Namun mata emerald-nya menatap lekat-lekat seorang anak kecil yang memandang restoran ini. Ia terlihat memegang sebungkus roti murahan yang ukurannya sangat kecil. Entah mengapa Sakura terus memperhatikannya .
"Makanannya sudah siap. Silahkan dinikmati.." ucap sang pelayan dengan ramah. Sasuke segera bersiap untuk makan. Namun Sakura malah melamun.
"Heii.. Sakura.."
"…."
"Sakura?"
"Ehh.. Gomen ne Sasuke-kun.. ada apa?" Tanya Sakura yang kembali mengumpulkan konsentrasinya saat ditegur oleh Sasuke.
"Makan!" ketus Sasuke. Sakura lalu memegang sumpitnya. Namun, Sakura kembali memperhatikan anak tadi. Ia tengah memegangi perutnya. Sakura merasa sangat kasihan. Di musim dingin ini masih ada seorang anak yang kedinginan dan kelaparan diluar sana. Batin Sakura. Sakura segera memanggil pelayan terdekat, tak lama pelayan itu datang pada Sakura dengan membawa plastik makanan. sakura segera mengemas makanannya dan mendapat tatapan bingung dari sang Uchiha.
" Apa yang kau lakukan Cherry?" ujar Sasuke tak paham.
"Sasuke-kun sebentar ya aku akan kembali." Ucap Sakura buru-buru dan berlari kecil keluar dari restoran. Sasuke memperhatikan Sakura yang kini tengah berada diluar. Udara dingin tak mengurungkan niat Sakura. Sakura terlihat tengah membelai seorang anak perempuan.
"Ne, siapa namamu gadis kecil?" Tanya Sakura lembut. Anak perempuan itu hanya tersenyum lirih.
"Namaku Yuki." Ucap gadis kecil itu.
"Wah nama yang cantik. " puji Sakura. " Aku melihatmu dari dalam restoran ini. Ngomong-ngomong Yuki-chan sedang apa disini?" Tanya Sakura berusaha selembut mungkin.
Yuki hanya menunduk lemas.
"Aku… ingin makan ramen disini" tiba-tiba air mata anak kecil itu meleleh membasahi pipi mungilnya. Sakura menjadi makin iba saja. "Aku ingin makanan hangat. Roti ini sudah basi dan dingin. Hiks..Hikss.." sambung anak itu. Begitu miris kehidupan anak ini. Hati Sakurapun menjadi iba.
"Yuki-chan jangan menangis ya. Nee-san sudah membelikannya satu untukmu" hibur Sakura. Yuki menyeka air matanya.
"Benarkah Nee-san?" mata anak itu kembali berbinar. Sakura hanya mengangguk.
"Nah, sekarang Yuki-chan harus pulang. Nanti Tou-san sama Kaa-san nyariin Yuki-chan loh. Jangan lupa rotinya harus dibuang ya Yuki-chan." Pinta Sakura. Yuki hanya menatap Sakura dengan tatapan sangat bahagia.
"Arigatou Neesan.." ucap gadis itu. Sebelum pulang Sakura memberikan mantel hangatnya untuk anak itu. Setelah melihat anak itu pergi Sakura tiba-tiba mengingat Sasuke yang sempat dilupakannya beberapa menit lalu.
"Gomen ne, Sasuke-kun" tukas Sakura yang kini menghampiri Sasuke. Wajahnya takut memandang sang Uchiha.
"Duduklah Sakura. Aku memesannya satu untukmu lagi. Kau harus makan. Cuaca sedang dingin dan daritadi siang kau belum makan kan?" Tanya Sasuke. Sakura hanya mengangguk. Makanan hangat segera disiapkan sang pelayan untuk Sakura. Sakura akhirnya dengan tenang menyantap makanannya. Mereka Nampak canggung untuk memulai percakapan baru. Namun melihat gelagat Sakura yang tidak tenang memecah pandangan sang Uchiha. Sasuke dengan cepat melepas mantel hangat nan mewahnya untuk dipakaikan pada tubuh Sakura.
"Kau terlalu baik untuk jadi calon istriku, Sakura." Ujar Sasuke.
Sakura ingin tersedak rasanya.
"Ma-maksudmu, Sasuke-kun?"
"Ha, lupakan. Kau akan tahu nanti. Mantelnya tidak usah kau lepas. Ambil saja."
"Ne, tidak usah Sasuke-kun.. Aku sudah merepot-"
"Tidak apa-apa Sakura." Ucap Sasuke sembari memakan makanannya.
"Arigatou Sasuke-kun." Ucap Sakura lirih.
Perut mereka berdua kini terasa penuh. Cukup untuk menghangatkan tubuh mereka ditengah cuaca dingin seperti ini.
"Sakura?" panggil Sasuke sembari memainkan smartphone-nya.
"Ya, ada apa Sasuke-kun?"
"Selfie bersamaku."
Sakura sweatdrop di tempat.
Pipi Sakura merona. Baru kali ini seorang pria mengajaknya untuk berfoto.
"Ta..tapi aku tidak pandai dalam hal itu Sasuke-kun. "
"Jangan malu. Keluarkan saja semua ekspresi yang kau punya" ucap Sasuke dan kini duduk disamping Sakura.
"Sakura siap ya." Sasuke segera memegang Samsung S5nya. Kamera depan segera mendominasi wajah cantik dan wajah tampan Sasuke.
Klik..
Klik..
"Lagi Sakura.."
Klik..
Klik..
"Hei Sasuke-kun daritadi ekspresimu sama terus" tukas Sakura mencibir.
"Itu hanya permulaan Sakura. Siap-siap yah"
Klik..
Klik..
"Sudah Sasuke… Aku capek" Sakura kini menurunkan tangan Sasuke.
"Hn. Baiklah. Ayo kita lihat hasilnya." Ujar Sakura sambil tertawa kecil.
Dan Sakura menjadi semangat lagi.
Dan Taraa..
Hasil fotonya. Ekspresi Lucu Sakura 18 dan Ekspresi Lucu Sasuke 0!
"Sasuke-kun… Wajahmu datar sekali. Hahaha! Apa jangan-jangan kau jarang sekali berfoto ya" tebak Sakura. Wajah Sasuke Nampak tegang.
"Hah… Bagaimanapun wajahku tetap tampan seperti biasa" bela Sasuke.
Sakura Nampak bahagia. Ia tidak menyangka akan menghabiskan waktu seharian bersama Sasuke. Ternyata Sasuke punya sisi hidup yang jarak dinampakkan pada orang lain. Sasuke punya sisi hangat juga. Batin Sakura.
Sakura menatap rahang tegas Sasuke. Pria itu benar-benar membuatnya jatuh cinta.
"Sakura..?" panggil Sasuke tiba-tiba.
"Aku punya Sesuatu untukmu. Tunggu disini" Sasuke lalu berlari kecil menuju mobilnya dan mengambil kotak yang sudah dihias terlebih dahulu.
"Aku harap kau mau memakainya suatu saat nanti. " ucap Sasuke tulus.
Sasuke lalu membuka kotak itu dan Sakura takjub melihat isinya.
Sepotong gaun mahal merah yang sangat anggun
Sakura menyimpan kotak itu disampingnya.
"Sasuke-kun.. aku berterima kasih padamu." Balas Sakura disertai senyum nan indahnya. Sasuke tersenyum puas.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pm. Sakura mulai mengantuk. Menyadari hal itu Sasuke reflex menawarkan pulang. Sakura mengangguk.
Garasi Rumah Uchiha
"Sasuke-kun. Arigatou gozaimasu."
"Sama-sama Sakura. " Setelah mengatakan hal itu Sasuke segera masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya. Ia juga sangat lelah menghabiskan waktu indah bersama Sakura. Iapun memilih berendam air hangat untuk melepaskan semua penatnya.
Tak butuh waktu lama sekitar 20 menit Sasuke keluar dari kamar mandi. Ia lalu memakai pakaian tidurnya namun saat hendak berbaring suara orang mengetuk pintu membuatnya mengurungkan niatnya itu.
Ceklek..
"Gomen ne, Sasuke-kun sudah menganggumu. Aku hanya ingin mengantarkan susu dan kue ini." Ucap Sakura.
"Hn. Taruh saja di meja Sakura." Balas Sasuke. Meskipun Sasuke memanjakan Sakura, Sakura tidak pernah lupa bahwa ia tetaplah pelayan sang Uchiha. Sasuke tersenyum puas.
"Arigatou Sakura.." Sakura hanya tersenyum dan meninggalkan Uchiha bungsu itu.
…
Sinar sang surya menembus gorden kamar Uchiha itu. Mata obsidiannya terbuka perlahan disebabkan berkas cahaya yang menyapu matanya. Sasuke Uchiha itu segera bangun dari tidurnya dan membuka gorden. Ia menguap sembari melihat keadaan diluar. Namun matanya terbelalak melihat sesuatu yang membuat hatinya sesak.
"Sasori-kun kau tak perlu repot-repot menjemputku. " ujar Sakura sambil tertawa.
"Tidak apa-apakan Sakura-chan. Ayo segera naik. Kau bisa membeku jika kelamaan disini" Sakura membenarkan perkataan Sasori dan segera patuh. Sakura duduk dibelakang Sasori dan langsung mengayuh sepedanya sekuat tenaga namun terlihat santai.
"Cih, mau apa pemuda merah itu" ucap Sasuke. Ia segera menyambar handuknya dan segera mandi.
Tak terasa sudah hamper dua bulan putra bungsu Uchiha itu berada di Jepang. Sasuke termasuk mahasiswa yang jenius dan kaya, ia bisa cuti kapanpun yang ia mau. Namun minggu depan ia harus segera kembali ke Inggris untuk melanjutkan studinya. Ia benar-benar menyesal sekarang. Andai dari dulu ia tinggal di Jepang mungkin sekarang ia dan Sakura sudah bahagia. Ia tak perlu repot-repot kursus bahasa Jepang selama setengah tahun dan bolak balik seperti ini. Ia bahkan hampir melupakan kehidupannya di Inggris. Mungkin inilah maksud perkataan Itachi. Dimanapun Sasuke tinggal sekalipun itu negeri yang indah dan jauh namun tidak sebanding dengan kehidupan dimana ia sesungguhnya berasal.
….
"Maaf, Sasori-kun! Tapi…"
"Sakura kau tidak perlu menjawabnya sekarang. tentu kau perlu waktu bukan?"
"Sasori.. aku bisa menjawabnya dengan jujur sekarang.."
"Katakan Sakura.."
"Aku mencintai pria lain. "
Deg
"Jadi selama ini? Apa artinya aku buatmu Sakura.. kita sudah bersama-sama cukup lama."
"Aku hanya menganggapmu sebagai saudara Sasori, tidak lebih. Biarkan aku memilih "
"Baiklah… Semoga kau bahagia dengannya."
Pria berambut merah itu pergi meninggalkan Sakura begitu saja. Sakura hanya menatap nanar pria yang baru saja menyatakan cintanya. Ia tidak bisa membohongi perasaanya kan? Ia yakin bahwa hatinya benar-benar telah memilih Sang Uchiha.
..
"Sasuke-kun.. Ada apa? Kau mencariku?" Tanya Sakura ceria. Ia kemudian duduk disamping Sasuke melihat indahnya bulan purnama yang sedari tadi seolah memerhatikan mereka. Taman keluarga Uchiha tampak indah apalagi dihadiri oleh dua orang sejoli ini.
"Sakura.. Minggu depan ak-"
"Aku sudah tahu Sasuke." Wajah Sakura melemah. Sasuke sempat kaget namun memfokuskan pandangannya pada bulan purnama.
"Mikoto-sama sudah memberitahukanku jauh-jauh hari." Sakura tersenyum masam.
"Baguslah kau sudah tahu Sakura." Sasuke menghembuskan nafas dengan letih. Sakura tidak bisa lagi membendung ari matanya. Butiran Kristal miliknya jatuh begitu saja.
"Sakura terima kasih. Kau sudah hadir dihidupku. Malaikat memang hanya datang sementara tak selamanya." Sasuke memejamkan matanya. Ia tersenyum getir.
"Sakura… Aku mencintaimu lebih dari aku mencintai hidupku.." sakura terbelalak menyaksikan sang Uchiha ini menyatakan perasaannya.
"Aku tahu aku bodoh dalam hal ini. Tapi aku berjanji aku akan menyelesaikan kuliahku dan pindah kesini. Kalau aku pulang nanti aku akan segera melamarmu." Sasuke lalu memeluk tubuh kecil Sakura dengan erat.
"Sa..suke-kun…"
"Tolong jangan katakan pria berambut merah itu kekasihmu! Karena mulai sekarang aku milikmu sekarang Sakura..
"Sasuke-kun.. Arigatou.. Aku akan selalu menunggu dan mencintaimu."
"Sakura tunggu aku." Sasuke tak melepaskan pelukannya. Ia akan benar-benar merindukan Cherry-nya ini.
Itachi yang tak sengaja melihat adegan menyedihkan itu hanya bisa memejamkan matanya dan berdoa…
"Sakura, aku tidak tahu caranya berterima kasih kepadamu." Batin Itachi.
Cinta butuh pengorbanan
Kalau tidak ada yang dikorbankan
Yakinlah, itu bukan cinta.
Terima Kasih buat yang review kemaren hehe, Oh ya, ada yang punya ide cerita untuk chapter selanjutnya? Soalnya kalau nggak ada, chapter selanjutnya udah chapter terakhir. :( bingung banget nih. hehehe
TO BE CONTINUED
Terima Kasih telah membaca sampai akhir ^^
MIND TO REVIEW?
