Disclaimer = I do not own L&G and the character Maria Roosevelt, it belongs to my friend, Maria (forgot to mentioned it before)
Part 3
"Prelude"
Setelah pengumuman, Darren segera memanggil teman temannya untuk mereyakan pesta
"Ayo! Kita pesta! Aku yang traktir!" kata Darren
"eh? Memang kau masih punya makanan? Kau kan sudah merayakan pesta bulan lalu! Kita tidak boleh keluar sembarangan"
"Hahahaha, jangan panggil aku Darren Heiligdom Shane kalau nurut sama aturan ga jelas begitu!"
Begitulah Darren, setelah berkata begitu, dia segera mereyakan pesta dengan teman temannya secara sembunyi, merasa persediannya sudah habis, dia pun memamjat tembok dan menuju ke luar untuk membeli makanan, di kota
Sama halnya dengan Darren, Edge juga seorang pemberontak, secara kebetulan, mereka bertemu saat melompati tembok
"HUWAAA!" teriak keduanya, karena kaget melihat satu dengan yang lainnya
"Kau….. kau Darren Shane, yang tadi dipanggil kan?" kata Edge
"ah, ia, kau pasti murid baru, aku tidak mengenali wajahmu, kau level 4 yah?" kata Darren
"IA,memangnya kenapa? Meremehkanku?" kata Edge, terbawa emosi
"bukannya meremehkan…., yah sudahlah, karena kita sudah bertemu, ayo kita pergi sama sama!" kata Darren
"Hah? Gila apa! Kalau ketahuan, kita bias kena masalah!" kata Edge
"kan kau juga sudah melompat" kata Darren
Tiba tiba, sesorot lampu senter menyoroti tubuh mereka berdua
"SEDANG APA KALIAN DISANA!" kata salah satu guru disana
"Hey….Uma (Kuda)" kata Darren santai
"U…Uma katamu! Berhenti mengataiku seperti itu!" kata guru itu
"ia ia… ruangan itu lagi kan?" kata Darren
"Benar! Cepat ikud bapak ke ruang BP!" kata guru itu
Edge hanya diam saja melihat itu semua, dia juga kaget akan tindakan nekat Darren yang mengatai guru disana
"Kau juga! Sedang apa bengong disitu? Aku juga ikud!" kata guru itu menunjuk Edge
"apa? Aku juga?" kata edge
"kau juga ingin keluar kan? Tapi kebetulan bertemu Darren! Dasar… baru level 4 sudah berani membangkang!" kata guru itu
"Ah, aku sudah membangkang sejak level 1 koq." Kata Darren, membela Edge
"kamu….. apa kau tidak takut mati!" kata guru itu sambil memukul Darren tepat di perutnya
BUAKKKK!
"ADAAWW!" teriak guru itu, kesakitan
Darren lalu membuka bajunya dan memperlihatkan lempengan besi pemberat yang melilit perutnya, sekitar 50 kilo
"hahaha kena kau!" kata Darren, menjulurkan lidahnya
"kau….. kau….. masuk ruang merah BP!" katanya
"ruang merah ya… hahaha sudah berapa kali aku masuk sana…. Ya sudahlah.." katanya, dengan pasrah mengikuti guru tersebut
Edge, akhirnya tidak ikut ke ruang BP, hanya melihat dari kejauhan
"Oh ya, siapa namamu?" kata Darren, berhenti mendadak dan menanyakan nama Edge
"Edge, Edge Blaze!" teriak Edge, agar terdengar oleh Darren
"oke! Aku menantikan perbincangan lagi denganmu! Ahahaha!" kata Darren sebelum menghilang ke kegelapan
Di sisi lain, Maria Roosevelt, sedang berlatih menggunakan pedang dan sejenisnya, tiba tiba mendapat tamu seorang guru. Yang kebetulan menyaksikan ujian ujian yang diikuti Maria sampai saat ini
"Maria Roosevelt?"
"ya? Masuklah" kata Maria, menyarungkan senjatanya
"aku sudah memperhatikanmu sejak awal" kata guru itu
"ya?"
"kau ini selalu gagal naik ke level 4 gara gara teman setim mu, bagaimana kalau kau mengikuti lagi ujiannya, tapi sendiri?" kata guru itu
"apa bisa?"
"ya, namun, ini akan sedikit lebih sulit dari ujian biasa"
"baiklah, akan kuikuti"
Di lain pihak, Brett dan yang lainnya sedang menunggu Edge yang tidak kunjung tiba. Sehingga pada akhirnya, Edge memasuki ruangan
"lama sekali kau!" kata Brett, memarahi Edge
"ia, aku hanpir kena tangkap" kata Edge
"Lebih tepatnya, sudah tertangkap" kata Jo yang dari tadi memperhatikan Edge dengan laptopnya yang sudah dipasangi alat penerima signal dari alat pelacak yang dipakai Edge
"Dasar…. Bisa bisanya ditolong musuh!" kata Brett
"Tapi, si Darren itu kelihatanya orang baik" kata Hammer
"ya, kau benar, dia melindungi Edge" kata Miller
"tetap saja! Disini, kita semua saingan!" kata Brett
"madsudmu, bahkan kami yang disini itu sainganmu?" kata Jo, sedikit kesal
"ah… bukan itu madsudku" kata Brett
"Memang si, dia cukup mencurigakan, yah, tapi sebaiknya kita tidak menjadikannya musuh" kata Jo
"Itulah yang ingin kukatakan!" kata Brett
"tadi kau jelas bilang dia itu musuh!" kata Jo
"Sudah…sudah…" kata Miller, melerai mereka
Begitulah malam itu berlalu, sementara, Darren saat ini sedang berada di ruang BP merah. Suatu tempat mengerikan yang tidak akan pernah ingin dimasuki seseorang
Ruangan itu berupa lubang. Lubang yang sangat dalam. Lubang itu adalah lubang yang digunakan untuk pembuatan kompos, baik tumbuhan maupun hewan. Tentu saja itu sangat tidak enak. Belum lagi, rasa gatal dan iritasi yang akan disebabkannya, karena cairan yang ada di lubang itu dicampur sejenis senyawa yang mirip air keras.
Greekkk…Grook….. beruntungnya, Darren ternyata sudah kebal dengan ruangan itu, dia tudur tanpa masalah (Ngorok lagi)
~Part 3 finished~
