Your Gesture Says I Like You
Author: Pewds1205
Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Xi Luhan, Oh Sehun, Kim Jongin
And other...
Disclaimer: original story. Cerita punya saya tapi cast milik semua
WARNING: YAOI, B X B, BOYS LOVE, OOC, typho(s)
YANG HOMOPHOBIC JANGAN BACA!
NO BASH, NO PLAGIAT
Hope you enjoy this story~
.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun berdiri di depan kelas dengan gugup. Seongsaenim menyuruhnya memperkenalkan diri berhubung dia murid baru. Dan kini berpuluh pasang mata namja memandang Baekhyun dengan kagum sambil sesekali berbisik-bisik samar, entah kenapa Baekhyun tidak tahu sebabnya.
Oh ayolah masa Baekhyun tidak tahu ia ditatap begitu lapar oleh teman-teman barunya adalah karena penampilan malu-malu kucingnya yang terlihat sangat menggemaskan itu? Tapi Baekhyun yang sepertinya kelewat polos-atau bodoh-itu tidak menyadarinya, yang jelas ditatap intens seperti barang langka pajangan museum begitu sangat tidak menyenangkan. Terlebih lagi jika yang melakukannya adalah namja-namja berwajah sangar.
"Ah.. annyeonghaseyo aku Byun Baekhyun, bangapseumnida~" Baekhyun tersenyum manis membuat semua siswa di kelas itu tertegun dan berdecak kagum.
"Kau manis sekali~ jangan-jangan kau yeoja?" Seorang namja berwajah kotak berseru dengan tidak elitnya dari bangkunya dan langsung mendapat sorakan "huu" dari para siswa lainnya.
Baekhyun melotot.
"A-Aku namja tulen" bantahnya tak terima.
"Mohon maafkan si idiot Jongdae ini Baekhyun, otaknya sudah lama bergeser jadi bicaranya kebanyakan tidak bermutu seperti orang mabuk!" tepis seorang namja chinese bermata panda.
"Yak Tao! Seenaknya saja menyebutku idiot dan seperti orang mabuk!" Si wajah kotak berkata kesal.
"Lalu? Kau kan memang idiot! Mana ada yeoja yang memakai celana dan bersekolah di sekolah khusus lelaki?"
"Mungkin saja ada! Siapa tahu Baekhyun itu yeoja yang menyamar sebagai namja seperti Sulli di drama To The Beautiful You!"
"Ck, drama picisan begitu pun kau tonton?" Sela Luhan, tiba-tiba nimbrung.
"Jangan menjelek-jelekkan, rusa idiot!"seru si wajah kotak yang ternyata bernama Jongdae itu dengan kesal, tak terima drama favorite yang dibintangi idolanya dibilang picisan.
"Kau yang idiot!"
"Sudahlah, kalian sesama idiot jangan saling mengejek." namja bermata bulat yang duduk di sudut berucap dengan malas membuat tawa meledak seketika di dalam kelas itu.
"Ya-Yak kalian semua tenang!" Seongsaenim merasa kewalahan dengan keributan yang mulai tidak wajar.
Baekhyun yang masih berdiri di depan kelas hanya mengulum senyum. Awalnya ia jengkel dikira yeoja oleh si wajah kotak tadi, tapi melihat semua keakraban dan canda tawa para penghuni kelas, Baekhyun yakin kelas itu akan menyenangkan meskipun muridnya namja semua. Sepertinya sekolah khusus lelaki memang tidak semenakutkan yang Baekhyun kira.
BRAK
Semua menoleh ketika pintu kelas terbuka dan 2 sosok menjulang masuk. Mata Baekhyun melotot dan tubuhnya menegang ketika ia mengenali sosok berambut kelabu yang berjalan paling depan.
"Park Chanyeol dan Oh Sehun, tahukah sekarang jam berapa? Kalian telat 20 menit dari jam masuk!" tegur seongsaenim menunjuk jam yang tergantung di sudut kelas.
"Josonghamnida seongsaenim, kami tak akan mengulanginya lagi." ucap Sehun sopan, sementara Park Chanyeol yang berdiri di belakangnya hanya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan gaya angkuh
Seongsaenim kelihatannya ingin menegur lebih keras lagi dan memberikan hukuman, namun tatapan tajam dari kedua namja jangkung itu membuatnya mengurungkan niat dan hanya mempersilakan mereka duduk di bangku masing-masing.
Mata Baekhyun bersiborok dengan onyx Chanyeol ketika Chanyeol melewatinya, dan lagi-lagi tubuh Baekhyun membeku oleh sorot dingin itu. Namun Chanyeol memutus kontak dan berjalan melewati Baekhyun menuju bangkunya yang terletak di barisan belakang bersama Sehun.
"Eh.. ehm, baiklah mari kita mulai pelajaran hari ini." Ahn-seongsaenim berdeham.
"Seongsaenim, aku belum tahu harus duduk di mana." Baekhyun menginterupsi sebelum kehadirannya benar-benar dilupakan.
"Ah maaf, benar juga." Seongsaenim memandang berkeliling kelas, sementara Baekhyun melihat di deretan belakang Luhan melambai padanya. Beberapa siswa lain termasuk namja mata panda serta namja berwajah kotak tadi malah mengacungkan tangan terang-terangan menawarkan tempat duduk di sebelah mereka yang jelas-jelas sudah terisi.
"Mungkin kau duduk di sebelah Park Chanyeol saja."
Jantung Baekhyun nyaris berhenti mendengar nama itu disebut, bersamaan dengan erangan kecewa dari beberapa orang yang sudah mengincar Baekhyun.
"Tapi seongsaenim, Chanyeol kan sudah duduk dengan Sehun!" Seru kesal seorang namja imut bernama Taemin, yang mendapat gumam setuju dari teman-temannya.
"Sehun, kau pindah dengan Xi Luhan."
Kejutan kedua. Kali ini Baekhyun memperhatikan bagaimana rahang Luhan yang langsung jatuh dan raut wajahnya berubah kusut.
Namun yang membuat Baekhyun lebih terkejut lagi adalah Sehun yang langsung berdiri tanpa protes dari bangkunya dan pindah duduk di sebelah Luhan. Baekhyun ingin tertawa ketika melihat wajah Luhan yang semakin berubah kusut, namun ia menahannya dengan mengulum bibir bawahnya.
"Bakhyun kau bisa duduk sekarang." Suara Ahn-seongsaenim membuat Baekhyun tersentak dan mengalihkan perhatian dari Luhan.
"Ne gomawo seongsaenim.."
Baekhyun berjalan ke deretan belakang kelas. Ia pun duduk di bangku di sebelah Chanyeol yang awalnya ditempati Sehun. Baekhyun meletakkan tasnya lalu melirik canggung Chanyeol, bingung ingin mengajak bicara atau tidak.
"Semuanya buka halaman 12 dari buku Sejarah. Baca dan pahami selama 15 menit dan catat atau tandai bagian yang dirasa penting. Mulai." Umum Ahn-seongsaenim, dan serentak semua siswa langsung mengambil buku tebal itu dari tas masing-masing.
...
...
From: Bocah Albino
Hey Park licik, kepidahan tempat duduk ini semua ulahmu kan? -_-
XxX
Chanyeol tersenyum membaca pesan yang ia terima dari sahabatnya, dan mulai mengetik balasan di bawah meja,
From: Chanyeol
Tentu saja, aku yang membisiki Pak tua itu. Tapi kau sendiri tak protes kan?
XxX
From: Bocah Albino
Hehe, aku merasa mendapat jackpot, tuan Park. Kadang aku berterimakasih karena kelicikan busukmu itu.
XxX
From: Chanyeol
Kalau begitu traktir aku makan siang nanti!
XxX
From: Bocah Albino
Tidak mau! Kau kan kaya, dasar iblis pemeras -_-
XxX
From: Chanyeol
Kalau begitu aku akan meminta seongsaenim memindah tempat dudukmu lagi.
XxX
From: Bocah Albino
O-oke, baiklah tuan Iblis! Jangan lakukan itu!
XxX
Chanyeol tersenyum puas ketika membaca pesan itu. Sepertinya ia telah menemukan Kartu As sahabat albinonya.
From: Bocah Albino
Oh ya apa yang akan kau lakukan pada namja manis itu? Kau mau mengerjainya?
XxX
Chanyeol mengerutkan dahi sebentar, sebelum mengetik kembali balasan.
From: Chanyeol
Entahlah, aku masih merencanakannya.
XxX
From: Bocah Albino
Wow, kau benar-benar tertarik padanya, Bung?
XxX
"Aissh, bagaimana ini..."
Gerakan Chanyeol dalam membalas pesan Sehun terhenti saat ia mendengar rengekan lirih di sampingnya.
Chanyeol menoleh dan melihat Baekhyun yang hampir menangis mencari-cari panik di dalam ranselnya.
"Hmm.. ada masalah?" Bisik Chanyeol tanpa basa-basi.
Baekhyun menoleh kaget pada Chanyeol dengan mata membelalak. Chanyeol menaikkan sebelah alisnya. Bingung mengapa namja berambut kecokelatan itu menatapnya seperti melihat hantu.
"Kenapa tatapanmu seperti itu?" Chanyeol menegur dingin.
"A-Ah mi.. mianhe!" Baekhyun menggaruk tengkuknya canggung.
Chanyeol menghela nafas. Entah mengapa ia membenci kecanggungan yang begitu kentara ini dan kenyataan bahwa Baekhyun takut dengannya. Jadi Chanyeol mencoba melembutkan nada suaranya dan bertanya lagi.
"Jadi ada masalah apa?"
Chanyeol lega melihat raut wajah Baekhyun yang kembali rileks.
"A-Aku tidak bawa buku Sejarah.." Baekhyun berucap sambil memainkan ujung dasinya.
Astaga ternyata hanya itu! Chanyeol kira ada masalah yang benar-benar serius karena Baekhyun sampai menangis tadi.
"Kita pakai saja bersama." Chanyeol mendorong buku Sejarah-nya ke tengah meja.
"Jinjja? Gomawo, Yeol~" Baekhyun tersenyum manis dan mulai menyiapkan alat tulisnya.
Chanyeol mengedip selama beberapa detik melihat senyum itu, namun ia kemudian menggeleng keras ketika melihat nama Bocah Albino yang tertera di layar ponselnya.
From: Bocah Albino
Hey kelihatannya kau sedang bersenang-senang dengan bocah itu sampai melupakan sahabatmu ini. -_-
XxX
Chanyeol melirik ke arah Sehun duduk, dan ia melihat Sehun menyeringai semntara namja berambut brunette di sampingnya terlihat kesal. Chanyeol pun mulai mengetik balasan.
From: Chanyeol
Kau juga. Jangan lakukan yang aneh-aneh pada si namja rusa, kau masih bocah.
XxX
From: Bocah Albino
Cih, kau juga Park. Dan jangan panggil aku bocah mentang-mentang kau lebih tua dariku.
XxX
From: Chanyeol
Baiklah. Selamat berjuang bocah~
XxX
From: Bocah Albino
YAK PARK CHANYEOL SIALAN JANGAN PANGGIL AKU BOCAH! AKU-
Chanyeol mematikan ponselnya sebelum membaca utuh pesan tersebut lalu menyimpannya di sakunya.
...
Baekhyun menatap datar Luhan yang duduk di hadapannya hanya bertopang dagu sambil mengaduk-aduk bulgoginya tanpa minat.
"Lu,cukup, aku bosan melihatmu seperti ini terus!" Baekhyun meletakkan sumpitnya dengan jengah.
"Ini semua gara-gara Seongsaenim!" Luhan menusuk-nusuk bulgoginya dengan geram.
Baekhyun menaikkan satu alisnya.
"Kenapa dengan Seongsaenim?"
"Dia membuatku duduk dengan Seh.. aish, sudahlah aku malas menyebut namanya!"
Baekhyun mulai mengerti dan raut wajahnya perlahan berubah datar.
"Jadi kau ngambek dan merajuk seharian seperti ini hanya karena duduk dengan Sehun? Memangnya kenapa?"
Baekhyun memperhatikan bagaimana wajah Luhan berubah tegang.
"Ah ya aku sebenarnya bingung kenapa kau begitu sensi jika kita sedang membicarakan Sehun. Apa kalian sedang ada masalah?" Baekhyun bertanya penasaran.
"A-Ani Baek, sama sekali tak ada!"
Dan Baekhyun terkejut melihat wajah Luhan yang berubah merah. Atau lebih tepatnya.. merona?
"Heum, tapi kenapa wajahmu merah begitu?"
Pertanyaan Baekhyun itu Luhan anggap Baekhyun sedang menggodanya-meski kenyataanya tidak-jadi entah mengapa Luhan malah menanggapi serius, terbukti dari wajahnya yang semakin merona merah.
"Tidak ada Baek! Sungguh!"
Baekhyun sebenarnya masih bingung melihat reaksi Luhan yang sedikit terlalu berlebihan/? Dan masih penasaran, namun karena menurutnya terlalu ingin tahu itu tidak sopan, maka Baekhyun hanya mengedikkan bahu dan melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.
"Oh ya, bagaimana rasanya duduk dengan Chanyeol?" Kali ini Luhan yang penasaran, sekaligus mencoba mengganti topik.
"Heum, biasa saja. Tapi tak kusangka orangnya ternyata baik, tadi dia memijamiku buku Sejarah waktu aku tak membawanya." Ucap Baekhyun sambil mengulum ujung sumpitnya.
"Wow, jinjja? Kau benar-benar beruntung Baek, dipinjami buku oleh Pangeran Sekolah kita. Haah~ rasanya aku ingin bertukar tempat duduk denganmu.." Luhan menghela nafas.
"Haha.. sudahlah Lu, lama-lama kau pasti terbiasa dengan Sehun~" Baekhyun tersenyum dan menepuk pundak Luhan.
"Aku justru tak mengharapkan akan terbiasa." Keluh Luhan.
...
...
"Aku pulang~" Baekhyun membuka pintu rumahnya. Ia mengerutkan dahi bingung saat melihat sepasang high heels berwarna pink di pintu depan.
Baekhyun yakin ibunya bukan pemilik sepatu itu, lagipula Baekhyun tidak yakin Heechul mau memakai high heels berwarna pink jadi Baekhyun mengendap-endap memasuki ruang keluarga.
Ruang keluarga kelihatannya ramai. Baekhyun bisa mendengar suara ibunya dan Baekboom yang tengah tertawa. Juga.. suara seorang yeoja yang tak dikenali Baekhyun.
"Ah, Baekhyun, sini!" Baekhyun mendengar ibunya memanggil.
Baekhyun memasuki ruang tengah dan ia melihat ibunya, Baekboom, dan seorang yeoja cantik berambut kecokelatan sepertinya duduk di sofa putih ruang keluarga.
"Ada apa?" Baekhyun bertanya, namun perhatiannya masih terfokus pada si yeoja asing.
"Ah kenalkan, dia Baekhyun donsaengku." Kata Baekboom pada si yeoja asing.
"Aku Park Yoora." Yeoja asing itu tersenyum anggun dan mengulurkan tangannya pada Baekhyun.
"Aku Byun Baekhyun, adiknya Baekboom." Baekhyun menjabat tangan Yoora sambil tersenyum manis. Ia benar-benar kagum dengan keanggunan wanita di depannya itu.
"Kau manis ya. Aku juga punya adik laki-laki yang seumuran denganmu." Ucap Yoora mengamati Baekhyun dari atas ke bawah.
"Oh ya? Pasti adikmu itu sangat tampan ya, karena noona juga sangat cantik~"
"Haha benar, tapi dia sangat menyebalkan dan tidak sopan, beda dengamu." Yoora tersenyum.
"Jinjja? Ah gomawo noona, tak ada yang pernah bilang begitu padaku." Baekhyun tertawa sambil melirik ibu dan kakaknya yang hanya memutar bola mata mereka malas.
Baekboom tersenyum melihat kekasihnya bisa akur dengan Baekhyun. Tapi yah itu sesuai dugaannya, Baekhyun memang cepat akrab dengan siapa saja. Ia menatap ibunya, dan Heechul mengangguk sambil tersenyum.
++TBC++
A.N:
Hai hai~ aku udah update nih. Chapter ini udah aku panjangin sesuai dengan permintaan salah satu readers.. tapi aku gak tau chapter ini memuaskan atau nggak habisnya aku bikinnya agak gak fokus gitu.
Special thanks to:
(neli amelia), (guest), (Haihallobaek), (fangirl97), (kthk2), (SHINeeexo), (baekyeolohh), (hunniehan), (seogogirl), (Zahra492), (Richa Byun926), (Bcdhl), (orenji) yang udah ngereview dan nyemangatin aku.
Dan juga yang udah mau Favorite/Follows, serta yang sudah mau mengkoreksi kesalahan saya dalam menulis judul, iya apostrophe-nya udah aku ilangin... terimakasih banyak semuanyaa^^ kalian bersedia menyemangati author yang pemalas ini..
Semua review kalian benar-benar berarti bagiku. Aku jadi merasa dihargain gitu.. aku seneng banget, love you all~
Masihkah kalian bersedia memberi kritikan atau saran pada chapter ini?
Xx 20 September 2015xX
