Chapter 4


"Apakah kau tahu mengapa ketua kita berusaha menghapuskan cakra dari dunia ini? Menurutku tidak ada yang salah dengan penggunaan cakra."

"Kau orang baru di sini, tetapi selama cakra masih digunakan kedamaian tidak akan pernah muncul."

"Tetapi bukankah kondisi dunia sekarang ini sangat stabil. Perang dunia ninja keempat kemarin juga membuktikan bahwa shinobi dapat bersatu untuk tujuan yang sama."

"Perang dunia ninja keempat yang kemarin membuktikan bahwa perang tidak pernah hilang dari dunia shinobi. Kedamaian yang mereka nikmati sekarang hanyalah sementara. Manusia dengan kekuatan akan terus mencoba meraih sesuatu yang lebih tinggi. Untuk menciptakan kedamaian sesungguhnya manusia harus dibuat tidak berdaya."

"Ah… ketua, maafkan kami, kami hanya…"

"Tidak perlu minta maaf, kita bekerja untuk tujuan yang sama. Tidak ada masalah dengan hal itu sepanjang tujuan tersebut benar. Daripada itu, bagaimana persiapan kita?"

"Tidak ada masalah ketua, lima ratus orang kita telah bersiap untuk bergerak."

"Kerja bagus, ini akan menjadi langkah awal kita untuk mewujudkan perdamaian."

Malam telah larut, Kabuto yang sudah sampai di Konoha segera mengaktifkan kunci yang didapat dari Orochimaru untuk masuk ke dalam desa. Dia bergegas menuju kediaman Hokage. Dilihatnya Naruto yang sedang membaca dokumen.

"Siapa di sana?"

"Tenanglah Naruto, ini aku"

"Yakushi Kabuto, kau sudah lama menjadi buronan tetapi tidak ada yang pernah berhasil menangkapmu. Apa tujuanmu?"

"Kau akan mengerti setelah membaca ini."

Kabuto menyerahkan surat yang dititipkan oleh Orochimaru untuk Naruto.

"Sample? Baiklah aku akan segera mengirim orang ke tempat Orochimaru. Tetapi Kabuto, apa alasanmu agar dapat keluar dari tempat ini?" Tanya Naruto.

"Apakah aku perlu menjawabnya?." Jawab Kabuto sambil tersenyum.

Tiba-tiba Sasuke muncul di belakang Kabuto dan menempelkan pedangnya ke leher Kabuto.

"Sasuke, kapan terakhir kali kita bertemu?" Tanya Kabuto.

"Itu tidak penting, kau sudah terbebas dari jurus Itachi. Tetapi itu tidak menjamin pikiran dan ideologi bodohmu itu itu tidak kembali lagi."

"Kabuto, apakah kau kawan atau lawan?" Tanya Naruto.

"Aku berada di pihak Orochimaru."

Suasana menjadi hening. Sasuke menjauhkan pedangnya dari leher Kabuto dan menghilang. Naruto pun mengisyaratkan Kabuto untuk pergi. Naruto berpikir apakah tindakannya yang membiarkan Orochimaru dan Kabuto bergerak bebas itu benar. Tiba-tiba Sakura masuk ke ruang kerja Naruto.

"Naruto, apa yang kau lakukan di sini?"

"Ah… Sakura, kau sudah pulang. Aku hanya sedang memeriksa beberapa dokumen tua."

"Tidak biasanya kau di sini. Mencari tahu tentang mereka?"

"Ya, tapi dokumen-dokumen ini tidak banyak membantu."

"Naruto, kemari."

"Ada apa Sakura?"

Naruto menghampiri Sakura. Sakura menempelkan bibirnya di bibir Naruto. Untuk beberapa saat, mereka mengingat masa-masa awal pernikahan mereka.

"Sakura, kenapa tiba-tiba…?"

"Kau bekerja terlalu keras Naruto. Sudah seminggu ini kau mengalami mimpi buruk. Bukankah kau ingin bersantai dan bermain-main sejenak?" Jawab Sakura sambil tersenyum.

"Kau benar Sakura." Naruto tersenyum lebar dan segera membawa Sakura ke kamar.

Kegelapan malam yang menyelimuti Konoha telah berganti menjadi sinar matahari yang bersinar dengan terang. Untuk pertama kalinya dalam seminggu terakhir, mimpi buruk yang dialami sang Hokage menghilang. Naruto bangun dengan penuh semangat dan bergegas menuju kantornya. Dibukanya pintu kantor dan sang Hokage mendapati Sasuke, Shikamaru, Kakashi, dan beberapa tetua Konoha sudah menunggunya.

"Akhirnya kau datang."

"Ada apa Sasuke?" Tanya Naruto.

"Aku baru saja mendapat info bahwa Iwagakure diserang oleh kelompok tersebut. Jumlah mereka ratusan dan Tsuchikage telah meminta bantuan kepada desa-desa sekitar. Banyak shinobi mereka yang telah kehilangan cakranya."

"Kalau begitu apa yang kalian lakukan di sini? Segera kirim bantuan!" Perintah Naruto.

"Ini bukan sesuatu yang bisa kami putuskan sendiri, selain itu hal ini sangat beresiko untuk shinobi desa kita. Terlebih lagi kita kekurangan info tentang mere…" Salah seseorang tetua menjawab.

"Diam orang tua! Hal itu tidak penting, kita tidak bisa diam saja ketika desa lain di ambang kehancuran. Shikamaru, segera kumpulkan shinobi yang menurutmu cocok. Kakashi-sensei akan memimpin dengan Lee yang akan menjadi wakilnya."

"Bagaimana dengan anbu?" Tanya Kakashi.

"Anbu akan memprioritaskan keamanan Konoha, tetapi aku akan memimpin sebuah tim untuk mencari pimpinan mereka. Ini adalah kesempatan bagus untuk menangkap mereka. Sementara itu Naruto, anbu di sini berada di bawah kendalimu." Jawab Sasuke.

"Bagus, segera berangkat sekarang!" Perintah Naruto.

"Bagaimana dengan penelitian Orochimaru? Tanya salah seorang tetua.

"Aku akan mengirim orang ke sana untuk menanyakan hal itu." Jawab Naruto.

Sementara itu, Iwagakure sedang berusaha menghentikan musuh yang menyerang wilayah mereka. Pertahanan desa sudah semakin menipis dan Tsuchikage sendiri turun tangan untuk menghalau musuh yang berusaha masuk. Ratusan musuh sebenarnya bukanlah masalah bagi shinobi Iwagakure, akan tetapi para shinobi tidak bisa sembarangan menggunakan ninjutsu karena musuh dapat dengan cepat menyegel cakra mereka.

"Tsuchikage, ini sudah hari ketiga, musuh sudah mengepung desa kita. Jika ini terus berlanjut desa kita akan musnah."

"Jangan bicara! Fokus pada musuh di depanmu!" Teriak Tsuchikage.

"Sialan! Ke mana saja desa-desa lain saat kita membutuhkan bantuan. Konoha seharusnya sudah sampai sejak tadi pagi"

"Tenanglah, aku percaya mereka akan datang."

"Lihat! Ada sekelompok shinobi yang menyerang musuh dari bagian selatan!"

"Akhirnya mereka datang." Jawab Tsuchikage sambil tersenyum.

Tim yang dipimpin Kakashi dan Lee akhirnya sampai di Iwagakure. Jumlah mereka sekitar lima puluh. Shinobi yang datang diutamakan ahli dalam taijutsu dan fuinjutsu.

"Lee, kau akan menekan musuh dari luar, sedangkan aku menerobos masuk ke dalam desa."

"Apa tidak apa-apa Kakashi-sensei? Jumlah mereka sangat banyak."

"Jangan remehkan aku Lee, aku masih cukup muda untuk melakukannya."

"Lee, apakah Kakashi-sensei akan baik-baik saja? Dia tidak akan bisa menggunakan sharingannya di tengah musuh yang bersiap menyegel cakranya."

"Aku percaya padanya sama seperti aku percaya pada Guy-sensei."

Kakashi berlari menerobos kepungan musuh. Di tangannya terdapat pedang yang digunakannya ketika ia masih menjadi anbu. Ia berlari sambil memotong musuh di depannya dengan kecepatan yang luar biasa. Melihat seorang shinobi yang menerobos masuk, sekelompok musuh mencoba menghadang Kakashi. Kakashi mengalirkan raikiri ke pedangnya tanpa seorang pun yang mengetahuinya. Dengan cepat ia mengalahkan musuh.

"Tsuchikage, seorang shinobi berlari menerobos kepungan musuh."

"Hm, Hatake Kakashi, anak Shiroi Kiba, kemampuannya tidak menurun sejak perang kemarin."

"Tsuchikage, apakah anda baik-baik saja." Tanya Kakashi yang sudah sampai di hadapan Tsuchikage.

"Kau selalu terlambat Kakashi."

"Hahaha… maaf-maaf, cukup sulit untuk mengatur formasi shinobi sebanyak ini."

"Di mana shinobi yang lain Kakashi-san?" Tanya Shinobi Iwa.

"Mereka menekan musuh dari luar. Daripada itu, bagaimana situasi di sini?" Jawab Kakashi.

"Lebih dari seratus shinobi kita kehilangan cakra mereka, musuh memusatkan penyerangan di keempat sisi, sementara untuk jumlah mereka diperkirakan sekitar lima ratus. Sedangkan untuk kemampuan mereka kau sudah lihat sendiri, mereka hanya dapat menggunakan taijutsu dan jurus penyegel cakra tersebut."

"Kalau begitu apa yang membuat mereka special selain jurus penyegel mereka? Dari apa yang kulihat, kemampuan mereka hanya sebatas chuunin atau mungkin jounin tingkat bawah."

"Menurut informasi yang kudapat, mereka bisa menghidupkan rekan mereka berkali-kali dengan menggunakan pohon cakra, tetapi aku belum bisa membuktikannya. Tetapi yang jelas, jumlah mereka tidak berkurang banyak semenjak hari pertama pengepungan."

"Ini benar-benar menyusahkan. Sasuke, kau dengar itu?" Tanya Kakashi.

"Aku akan mencari cara untuk menghentikannya." Jawab Sasuke.

Sementara itu, orang yang dikirim Naruto telah sampai di markas Orochimaru.

"Orochimaru-sama, aku diutus Konoha untuk mencari tahu perkembangan penelitian anda."

"Tidak perlu, aku dan Kabuto akan menuju Konoha sekarang. Dunia shinobi benar-benar terancam."


TBC