CIC FANFIC SHARE
.
.
.
-oOo-
.
.
"Nineteen (19)"
A fanfic by Prk NS
.
.
-oOo-
.
.
Main Cast : Chanyeol x Baekhyun
Category : Boys Love
Genre : Comedy, Fantasy, Romance
Length : Chaptered
Rate : T (+)
Note:
Bgm untuk setiap Chapter:
1. All with you [ost. Scarlet heart] - Taeyeon (Snsd)
2. For life - Exo
3. Stay with me [ost. Goblin] - Chanyeol (exo) ft. Punch
4. Always in my heart [Sm station] - Joy (Red velvet) ft Seulong
Must to hear, supaya menjiwai karna author nulisnya juga sambil dengerin lagu itu, bisa disebut itu tuh inspirasi author buat nulis cerita ini
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Sudah satu minggu berlalu tapi Baekhyun masih memikirkan bagaimana caranya Chanyeol muncul waktu itu.
"Berhenti melamun dan cepat bantu aku potong bawang ini!" Ucap Kyungsoo marah
Baekhyun merotasi bola matanya "Biasanya kau tidak pernah membolehkan aku masuk dapur atau menyentuh barang yang ada di area ini-"
"Aku ada kelas pagi dan sepertinya aku akan terlambat, jadi jangan banyak bicara dan bantu aku!"
"Tapi aku juga harus kesekolah!"
"Jam masukmu satu jam lebih lambat dariku" Kyungsoo menolehkan kepalanya menuju jam dinding diruang tengah "Aku harus bersiap-siap dan jika pekerjaanmu disini masih belum selesai juga, ku pastikan kau hanya akan memakan Ramyun instan seminggu penuh"
Baekhyun melotot "Baiklah! Aku akan melakukannya dengan sangat sangat sangat cepat!" Ia berseru
Ramyun bukan musuhnya, tentu saja. Tapi satu minggu penuh dengan Ramyun bisa membuat berat badannya membengkak, ia tidak mau dikatai babi lagi oleh teman-teman sekelasnya. Mereka menyebalkan
Baekhyun mengiris bawang-bawang itu dengan gerakan cepat
"Perih, mataku, auhh" ia bergumam
Matanya benar-benar perih sampai mengeluarkan air mata
Dan tanpa ia sadari seseorang yang sedang ia pikirkan ada dihadapannya atau lebih tepatnya di samping kanannya, Baekhyun masih belum menyadari itu sampai ia mendengar suara pekikan tertahan Chanyeol
Baekhyun menoleh dan suara teriakan mereka saling menyahut setelahnya.
.
.
.
Suasana tegang sangat terasa diruang tengah kediaman Kyungsoo (ia tidak mau menyebut Baekhyun sebagai pemilik rumahnya), penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah Chanyeol yang tiba-tiba ada didapurnya dengan hanya mengenakan celana boxer juga kaos hitam tanpa lengan.
Masing-masing dari mereka tidak ada yang mau membuka suara, Kyungsoo menatap tajam Chanyeol lalu ia menyikut lengan Baekhyun
"Apa dia kekasihmu?" Pria bermata belok itu bertanya dengan suara yang tidak bisa dibilang pelan, padahal Baekhyun mengira kalau sepupunya itu akan berbisik. Pertanyaan Kyungsoo sontak saja membuat Baekhyun dan juga Chanyeol terkejut
"Bukan!" Baekhyun melambai-lambaikan kedua tangannya di hadapan wajah Kyungsoo "Aku hanya pernah bertemu dengannya. Beberapa kali, Disuatu tempat" suara Baekhyum makin melemah diujung kalimat
"Teman kencanmu?" Baekhyun memukul kepala Kyungsoo sekeras yang ia bisa
"Apa kau gila?" Ucap Baekhyun setelahnya
Chanyeol berdehem dan mereka kembali memandang Chanyeol yang wajahnya sedari tadi sudah sangat merah, bahkan telinganyapun ikut memerah
"Aku tidak tau kenapa aku disini, tapi yang jelas seseorang diantara kalian ada yang memanggilku" Chanyeol menyilangkan lengannya didada
"Tidak ada yang-"
Kyungsooo memotong ucapan Baekhyun "Kau memanggil seorang pria paruh baya kerumah ku?! Kau pikir aku mengizinkanmu tinggal disini untuk melakukan hal itu?! Apa pekerjaanmu? Kau pelacur?!"
Baekhyun menatap nyalang Kyungsoo, ia tidak suka ada orang yang menyela perkataannya dan ia lebih tidak suka lagi dituduh sebagai pelacur. Karna demi negara tercintanya dia bukan pelacur! Apa-apaan itu tadi?! ia hendak protes tapi suara Chanyeol kembali terdengar
"Dia bahkan belum bekerja"
"Kau tau dari mana?" Tanya Kyungsoo dan Baekhyun serempak
"Aku mengetahui semuanya, dan bisakah kalian membiarkan aku pulang?" Chanyeol berdiri
"Kalau kau memang tau segalanya, beri tau dimana aku akan bekerja!" Baekhyun ikut berdiri dan menghadang langkah Chanyeol
"Aku akan memberitaumu kalau kau membiarkan aku pergi"
"Tidak-"
"Aku tidak bisa membiarkan orang asing keluar masuk rumahku seenaknya!" Kyungsoo kembali memotong perkataan Baekhyun dan sekali lagi Baekhyun membenci itu
"Baiklah" Chanyeol berjalan santai melewati Baekhyun, menembusnya dan menghilang
Baekhyun merasakan getaran aneh saat Chanyeol melewati tubuhnya, dada dibagian kirinya terasa sangat sesak, detak jantungnya jadi tidak karuan, ia mengerang sambil mencengkram dadanya yang sakit
Mata bulat Kyungsoo melebar "Tadi itu, apa?" Lalu Kyungsoo tidak sadarkan diri
Baekhyun menghela nafas berat, memperhatikan Kyungsoo sambil terus berusaha mengontrol detak jantungnya yang makin terasa menyesakkan "Sepertinya aku akan dihukum lagi"
.
.
.
"Bagaimana dia melakukannya?" Baekhyun menendang batu krikil yang menghadang kakinya
Jam sudah menunjuk pukul tujuh malam, ia baru saja menyelesaikan jam sekolah dan hukuman karna terlambat dijam pelajaran pertama
Baekhyun mengeratkan pegangan pada kedua tali tasnya, tampak berfikir sampai kerutan dikeningnya membuat kedua alisnya hampir menyatu
"Pertama saat aku sekolah dasar, aku dihukum. Kedua sepulang dari rumah ibu. Ketiga saat aku mengiris bawang" Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya, lalu ia teringat sesuatu "Aku menangis karna dihukum, aku menangis setelah mendengar perkataan ayah dan aku mengeluarkan air mata saat mengiris bawang. Ya! Pasti itu jawabannya, baiklah!"
Baekhyun membuka matanya lebar-lebar, meniupkan angin kematanya "Aku tidak tau ini akan bekerja atau tidak" ia mencoba untuk mengibaskan tangannya membuat matanya makin terasa perih dan air mulai menggenang disana "merepotkan sekali, auh, perihnya, mataku berair" ia terus bergumam dan mengibaskan tangannya membuat air mata mengalir dipipinya dan tanpa ia sadari Chanyeol sudah berada disisi kanannya
"Sampai kap-" ia menoleh ke sisi kanannya lalu menghentikan gerakan tangannya dengan gerakan lamban saat menyadari Chanyeol sudah berada disana dengan ekspresi yang tidak menyenangkan, ia tersenyum kaku "Hah, apa yang aku lakukan?" Ia menurunkan lengannya
"Jadi begitu caramu memanggilku?" ucap Chanyeol dengan nada tidak bersahabat
Baekhyun tertawa pelan "Apa aku mengganggumu, ahjussi?"
"Aku sudah mengantri hampir satu jam untuk mendapatkan sandwich spesial dengan tambahan keju tapi kau membuatku berada disini, apa itu bisa kusebut dengan mengganggu?" Chanyeol membuat suara keras dengan 'hah' diakhir kalimatnya, pada kenyataannya ia saat ini sedang berbohong
"Maafkan aku" Baekhyun setenggah berbisik
"Kenapa kau memanggilku?" suara Chanyeol melunak
"Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan... tentangmu. Apa itu boleh?"
"Sepuluh menit, cepatlah"
.
.
.
"Aku tidak tau jika sepuluh menitmu itu sama dengan hampir dua jam" Baekhyun tersenyum lebar
Chanyeol menggidikan bahunya "Aku hanya berfikir jika kau bukan orang yang membosankan dan bisa menjaga rahasia, kepribadianmu hampir sama dengan Sehun dan aku sedang butuh seseorang untuk diajak mengobrol"
"Ahh, ngomong-ngomong dimana dia? Kufikir dia akan menyusul seperti waktu itu" Baekhyun menoleh kesegala arah untuk mencari Sehun "Apa dia marah karna aku memukulnya?"
"Tidak, Dia pergi kesuatu tempat" raut wajah Chanyeol berubah, tapi Baekhyun tidak menyadari itu
Baekhyun menggumam sambil menganggukan kepalanya mengerti "Satu lagi, kau belum memberitahuku dimana aku akan mendapatkan pekerjaan paruh waktu"
"Kedai kopi" Chanyeol menjawabnya dengan tatapan datar
"A-"
Baekhyun bahkan baru menyebut satu kata, tapi Chanyeol sudah menghilang -lagi
"Kenapa ahjussi itu senang sekali menghilang tiba-tiba?!" Baekhyun mendengus
.
.
.
Tbc or End?
.
.
.
Gimana cerita ini menurut kalian? Ngebosenin ya? Aneh ya?
Review juseyo~
