.

LONGLIVE UCHIHA

Sasuke kembali ke rumah sakit dan menemukan putrinya sedang bersandar di tempat tidurnya. Satu pertanyaan yang kini memenuhi benak Sasuke. Apakah putrinya benar-benar menggunakan Mangekyou Sharinggan atau tidak ? dan jika benar ia menggunakannya, siapakah orang berharga yang ia bunuh ? Karena syarat yang paling utama jika ingin mendapatkan Mangekyou Sharingan adalah membunuh orang yang berharga bagi si penggunanya. Untuk pertama kalinya ia merasa bahwa mata ini adalah kutukan untuknya , karena kali ini dia harus melihat putrinya sendiri mendapatkan konsekuensi yang begitu berat dari Sharingan

"Ayah ?" tanya putrinya begitu Sasuke masuk.

"Hn..."

"Darimana ? "Tanya Sarada.

"Aku ada urusan sebentar."

Hening. Sasuke duduk di kursi sebelah tempat tidur Sarada. Sesekali Sarada memijit-mijit kepalanya .

"Ayah, jika kau lelah lebih baik kau pulang. Aku tidak apa-apa ditinggal." Kata Sarada.

"Sarada ? apa kau menggunakan Mangekyou Sharingan ?" Tanya Sasuke to the point.

Tidak ada jawaban. Sarada tampak berpikir . Terdengar helaan napas pasrah dari Sarada. Sasuke tahu kalau Sarada tidak pernah berbohong padanya.

"Jawab Ayah !"

"Iya Ayah , aku bisa mengaktifkan Mangekyou Sharingan sejak dua bulan yang lalu. Tapi aku belum pernah menggunakannya dalam pertarungan." Jawab Sarada.

"Apa saat itu kau menggunakannya ?" tanya Sasuke lagi.

"Iya , kemarin aku memang memakainya."

Sasuke bingung harus bereaksi apa . Sarada menggunakan Mangekyou Sharingan kemarin . Putrinya sudah bisa menggunakan Mangekyo Sharingan sejak dua bulan yang lalu. Hal yang wajar untuk seorang keturunan Uchiha. Sasuke bingung, apakah harus bangga dengan peningkatan putrinya atau malah cemas dengan peningkatannya itu. Di satu sisi ,Sarada lupa dengan semua apa yang ia lakukan terlebih lagi dia jujur kalau dia memang menggunakan Mangekyou Sharingan. Tapi disisi lain Sasuke juga curiga dengan Sarada atas data-data missing-nin yang ada di buku catatan Sarada. Selain itu kemana saja Sarada selama ini , dia selalu pulang malam tanpa memberitahunya dan siapa 'orang' yang telah dibunuh oleh Sarada.

"Kemana saja kau selama ini ? Kau selalu pulang larut." Tanya Sasuke. Sarada masih terdiam.

"Sarada, jawab Ayah !" Kata Sasuke. Sasuke bisa melihat kalau Sarada sedang bergelut dengan pikirannya sendiri. Sarada sedang berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Ayahnya. Padahal jika ia memang tidak melakukan hal apapun ia tidak perlu menjawab selama ini kan ?

Sarada menghela napas panjang.

"Aku ... akhir-akhir ini membutuhkan waktu sendiri. Aku banyak merenung." Jawab Sarada pelan.

"Untuk apa ? Apa kau ada masalah ?" Tanya Sasuke .

"Tidak ada."

"Kau bohong. Jangan coba membohongiku Sarada." Kata Sasuke , dan Sarada langsung tahu bahwa ucapan Ayahnya adalah sebuah perintah yang tidak bisa di langgar.

"Aku.. belum bisa memberitahumu Ayah. Aku belum bisa memberitahumu. Mungkin nanti."

Stuck. Sasuke kembali berpikir. Sekarang apa yang harus dia lakukan ? Sarada mulai menyembunyikan sesuatu darinya. Ya, itu wajar saja terjadi karena Sasuke juga mengerti kalau setiap orang mempunyai privasinya masing-masing tak terkecuali dengan Sarada. Namun pikirannya kembali melayang ke masa lalunya dulu. Semua pengalaman pahit yang telah ia rasakan berawal dari hal-hal kecil seperti ini. Sasuke tidak mau kalau permasalahan kecil ini menimbulkan akibat yang besar dikemudian hari. Bagaimanapun Ia harus tau apa yang sedang di pikirkan Sarada demi kebaikan mereka sendiri.

"Ayah harap kau mengerti , tapi Ayah harus tahu apa masalahmu Sarada. Berbagilah, siapa tahu aku bisa membantumu." Kata Sasuke mencoba meyakinkan Sarada. Sarada masih saja berdiam diri dan masih tampak berpikir. Sasuke sendiri tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Sarada sehingga Sarada harus berpikir selama itu. Sasuke semakin yakin kalau putrinya telah menyembunyikan hal yang besar.

"Ayah..."

Sasuke mendengarkan dengan seksama dan menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Sarada.

"...Aku menyayangi kalian semua dan aku tidak mau kalian semua disakiti. Aku menyayangi Ayah, Ibu dan juga semua penduduk desa. Tidak akan ku biarkan seorangpun merusak semuanya yang sudah di perjuangkan..."

Sasuke tidak mengerti apa yang dibicarakan putrinya . Jawaban macam apa ini ?.

"...Semua ini...semua yang terjadi , kita harus memperjuangkannya kan ? perjuangan para Hokage terdahulu, perjuangan para shinobi yang telah gugur ... perjuangan paman..." Ujar Sarada pelan dengan desisan di kalimat terakhir.

"Apa maksudmu Sarada ?" Tanya Sasuke masih tidak mengerti. Otak jeniusnya kini tak mampu mengartikan kata-kata anaknya sendiri. Memang Sarada sangat lihai memainkan kata-kata.

"...Aku hanya ingin melindungi semuanya."

Sasuke berjalan pulang ke rumah. Sakura yang menjaga Sarada sekarang . Meskipun Sarada sudah bersikeras untuk tidak perlu menjaganya namun sifat Sakura yang sama-sama keras kepala sudah mengalahkan pendirian Sarada.
Sasuke benar-benar ingin istirahat sekarang namun sama sekali tak bisa karena pikirannya sangat tidak tenang. Meskipun ia relah merebahkan diri di kasur yang empuk, sama sekali tak berpengaruh baginya karena kini pikirannya sedang melayang entah kemana.

Sekali lagi Sasuke berjalan ke kamar Sarada. Mungkin jika di disana ia akan menemukan sesuatu. Tidak akan ada yang mengganggu karena kini tidak ada orang dirumah. Saat Sasuke membukanya tidak ada yang berubah sama sekali semenjak terakhir kali ia kesini karena memang yang punya kamar tidak menyentuhnya sejak dua hari yang lalu. Beberapa buku masih tergeletak di tempatnya. Sasuke bergegas menuju meja belajar Sarada dan duduk disana. Buku-buku tebal itu masih bertumpuk disana dan mulai berdebu. Ada beberapa halaman yang di beri tanda di antara buku-buku tebal itu. Karena penasaran Sasukepun membuka buku yang berjudul 'RAHASIA LIMA NEGARA ALIANSI'.
Sasuke membuka Bab 'ISU YANG BEREDAR SETELAH PERANG' yang sudah di beri tanda oleh Sarada.

'Beberapa tahun setelah perang berakhir dunia kelima negara menjadi aman dan damai , dan hal itu juga bepengaruh terhadap negara-negara kecil disekitarnya. Namun ternyata dalam beberapa tahun terakhir terdengar isu yang mengejutkan bahwa bermunculan para missing-nin yang membuat sebuah organisasi rahasia yang mempunyai tujuan tertentu untuk menghancurkan perdamaian..'

Lalu Sasuke beralih pada paragraf lain yang sudah digaris bawahi.

'...berita tersebut sudah sampai ke telinga petinggi negara . Para petinggi pun sudah merespon dengan mengirimkan pasukan khusus untuk mencari organisasi tersebut. Namun dari laporan sampai saat ini para petinggi ke lima negara belum bisa melacak organisasi tersebut dan mulai meragukan kebenaran isu tersebut."

Lalu Sasuke menemukan sobekan surat kabar rapuh dan usang yang berisi foto Naruto sedang di wawancara oleh surat kabar lokal. Disana tertulis ;

"Kami sudah berusaha sebisa mungkin , tapi organisasi yang dicuirgai tersebut belum di temukan. Para petinggi mulai meragukannya. Jika dalam waktu enam bulan belum ada kabar tentang organisasi ini pencarian akan ditutup." Berikut adalah penuturan dari Hokege ke tujuh, Uzumaki Naruto.

"Surat kabar ini edisi sepuluh tahun yang lalu." Ujar Sasuke pelan.

Sasuke beralih pada buku tebal yang lain dan menemukan buku super tebal usang dengan Judul yang dilapisi huruf-huruf emas yang bertuliskan 'GENEALOGI KLAN'. Saat menyentuh buku ini Sasuke langsung bisa merasakan kalau buku itu telah di beri jutsu khusus. Sasuke pernah mendengar tentang buku ini. 'Buku Genealogi Klan' adalah buku khusus yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Buku 'Genealogi Klan' berisi silsilah dan data dari setiap klan. Buku Genealogi Klan hanya ada satu di dunia dan buku itu akan selalu di perbaharui otomatis saat ada pernikahan, kelahiran, atau kematian. Maka dari itu tidak aneh kalau buku ini sangat tebal dan isinya juga sangat rumit seperti benang kusut. Tapi buku ini adalah buku yang sangat penting dan sangat terlarang untuk dilihat, karena seluruh data dan rahasia klan akan terbongkar . Buku ini seharusnya tersimpan di bangsal terlarang di perpustakaan Konoha. Kenapa Sarada bisa mengambilnya . Apa mungkin Sarada mengambilnya tanpa izin ?.

Ada lebih dari lima halaman yang di tandai oleh Sarada. Sasuke membuka halaman-halaman tersebut dan menemukan data-data dari beberapa Klan . Yang pertama Sasuke menemukan Klan Shindo dan menemukan nama Shindo Hikari telah di garis bawahi. Garisnya terlihat masih baru dan Sasuke yakin kalau Sarada lah yang melakukannya. Lalu Sasuke menemukan Klan Fujiwara dengan nama Fujiwara Korei yang di garis bawahi, lalu Shinai Kumora, Ryoji Hiroshi , Takashige Minagawa ,Yoshide Kyo, Merika Kagami, Rizzumi Rei, dan Kahaza Harada.

Mata Sasuke membulat, tidak mengerti kenapa Sarada menandai nama-nama ini. Selain itu Sarada juga menggaris bawahi beberapa penjelasan dari setiap Klan yang ditandai. Sasuke berpikir keras . Apa hubungannya Sarada dengan orang-orang ini.

Sasuke beralih ke buku catatan Sarada dan menemukan data-data missing-nin yang dua hari lalu ia lihat . Jika ia lihat lebih detail lagi kartu itu mirip seperti kartu identitas shinobi yang diperlihatkan Kabuto bertahun-tahun yang lalu. Itu adalah nama-nama yang tadi ditandai , dan empat diantaranya telah dicoret di bagian fotonya. Sasuke berspekulasi kalau Sarada telah menyerang orang-orang ini. Ia harus tahu siapa missin-nin yang telah di serang oleh Sarada dua hari yang lalu. Karena dari tujuh data yang ada , tinggal tiga yang tersisa. Merika Kagami, Kahaza Harada, dan Rizzumi Rei.

Gesekan pena memenuhi seluruh ruangan yang sepi itu. Hanya ada suara gesekan pena dan jam dinding yang berdetak teratur. Mentari sudah tenggelam satu jam yang lalu dan Naruto masih berada di kantornya untuk mengerjakan tugasnya.

"Laporan ini memang tidak ada habisnya, padahal aku kan ingin makan malam dirumah." Keluh Naruto di sela pekerjaanya.

Beberapa detik kemudian terdengar suara ketukan pintu.

"Masuklah..." Kata Naruto.

Terlihat pria berjubah hitam masuk ke dalam ruangannya.

"Sasuke ? Ada apa ?" Tanya Naruto begitu sahabatnya itu masuk.

"Ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu." Kata Sasuke.

Sasuke duduk di kursi di sisi ruangan yang memang disediakan untuk tamu.

"Apa yang ingin kau bicarakan ?" Tanya Naruto meninggalkan segudang laporannya.

"Ini tentang Sarada..."

Naruto sedikit mengernyitkan alis .

"Apa cideranya separah itu ?" Tanya Naruto sedikit merasa bersalah karena mengirim Sarada seorang diri untuk memburu missing-nin.

"Cidera soal biasa. Matanya sedikit cidera, karena dia menggunakan... Mangekyou Sharingan kemarin." Kata Sasuke merebahkan badannya di kursi karena tubuhnya sangat lelah. Bahkan sudah terlalu lelah untuk menceritakan apa yang terjadi pada Sarada.

" Bukankah itu kemajuan yang bagus?" Tanya Naruto hampir tersenyum lebar.

"Ya, tapi banyak dia sembunyikan dariku..."

"Apa maksudmu ?"

Sasuke menceritakan semuanya pada Naruto. Bagaimanapun Naruto adalah orang yang paling bisa dia percaya. Meskipun Sasuke tahu akibatnya jika memang kemungkinan yang terburuk Sarada melakukan hal yang tidak diinginkan dan membuat putrinya mendapatkan sanksi berat. Demi kebaikan semuanya dan Sarada sendiri Sasuke harus menceritakan semuanya pada Hokage. Sasuke menceritakan semua yang ia temukan di kamar Sarada tentang data-data itu bahkan surat kabar edisi sepuluh tahun yang lalu.

"Apa kau tahu siapa para missing-nin itu ?" Tanya Sasuke begitu ia selesai menceritakan semuanya.

"Hm...Mereka missing-nin yang terkenal, dan memang melakukan keonaran sepanjang tahun ini, dan salah satunya adalah missing-nin yan di bunuh Sarada dua hari yang lalu. Kahaza Harada."

Sasuke sudah menduganya.

"..dan nama-nama itu termasuk dalam daftar misi Rank A yang akan ku berikan , tapi beberapa hari yang lalu aku mendengar kabar bahwa beberapa diantaranya sudah di temukan tewas, dan yang terakhir adalah Kahaza Harada." Jelas Naruto.

"Kemungkinan besar yang membunuh missing-nin lainnya adalah Sarada . Tapi apa alasannya ?" Ujar Sasuke.

"Mungkin...Ini ada hubungannya dengan organisasi yang kau ceritakan itu Sasuke." Naruto bangkit dari kursinya dan berjalan ke lemari berisi gulungan-gulungan laporan .

"...Sepuluh tahun yang lalu memang ada isu seperti itu. Aku sempat menerima beberapa laporan , tapi karena data yang di berikan tidak meyakinkan dan juga kami tidak kunjung mendapatkan kejelasan tentang organisasi ini. Nah ini dia..." Naruto mencabut gulungan berwana merah yang tidak terlalu tebal. Naruto pun membukanya dan membacanya kembali. Naruto berjalan ke arah Sasuke dan duduk kembali di sebelah Sasuke.

"Menurut laporan yang tertulis disini, organisasi ini pernah aktif beberapa kali memata-matai Konoha. Saat itu kami belum tahu pasti siapa anggota organisasi dan nama organisasi ini. Tapi dari laporan yang kami dapat kalau tujuan organisasi ini adalah untuk memusnahkan klan-klan tertentu, dan...salah satunya adalah Uchiha."

" Kenapa aku tidak tahu soal ini ?" Tanya Sasuke.

"Saat itu kau sibuk dengan posisimu sebagai ketua ANBU dan lagipula berita ini masih simpang siur. Aku sengaja tidak memberitahu mu. Beberapa bulan kami menunggu reaksi dari organisasi ini. Namun ternyata tidak pernah ada kabar tentang organisasi itu. Jadi kasus ini ditutup. Tidak kusangka kalau kejadian ini berhubungan dengan kasus sepuluh tahun yang lalu." Ujar Naruto.

"Yang paling membuatku cemas saat ini adalah Sarada tidak bisa mengendalikan dirinya. Kakashi bilang bisa saja Sarada kehilangan kesadarannya sendiri akibat dari jutsunya sendiri karena tubuhnya yang belum terbiasa dengan jurus Mangekyou Sharingan. Jika Sarada bisa membunuh seorang missing-nin yang jauh lebih hebat dan berpengalaman ,Sarada bisa saja melakukan sesuatu yang lebih buruk."

Sasuke terdiam. Lagi-lagi ia berpikir kenapa Sarada membunuh semua missing-nin itu.

"Jika kau jadi Sarada, apa yang membuatmu sampai membunuh para missing-nin itu ?" Tanya Naruto.

Sasuke mencoba menghubungkan semunya.

"...bermunculan para missing-nin yang membuat sebuah organisasi rahasia yang mempunyai tujuan tertentu untuk menghancurkan perdamaian..'

"...Semua ini...semua yang terjadi , kita harus memperjuangkannya kan ? perjuangan para Hokage terdahulu, perjuangan para shinobi yang telah gugur ... perjuangan paman..."

"...Tidak akan ku biarkan seorangpun merusak semuanya yang sudah di perjuangkan..."

"...tujuan organisasi ini adalah untuk memusnahkan klan-klan tertentu, dan...salah satunya adalah Uchiha."

"...Aku hanya ingin melindungi semuanya."

Mata Sasuke membulat . Sebuah spekulasi telah muncul di kepalanya seperti bom waktu yang meledak tiba-tiba.

"Apa mungkin...Sarada mengira kalau orang-orang itu adalah anggota dari organisasi rahasia itu dan berniat membunuh mereka semua ?" tebak Sasuke.

Naruto juga merasa di bangunkan ketika mendengar tebakkan dari Sasuke .

"Ya, itu bisa saja. Tapi aku yakin Sarada punya alasan yang kuat untuk membunuh semua missing-nin itu. Dia itu jenius Sasuke, dia tidak mungkin menggantungkan semua keputusannya pada dasar perkiraan saja." Kata Naruto.

"Kalau begitu hanya ada dua kemungkinan sebelum kita mengetahui kebenarannya. Sarada mengira kalau mereka adalah anggota dari organisasi rahasia yang ingin menghancurkan klan Uchiha. Atau memang Sarada benar-benar mengetahui kebenarannya." Ujar Sasuke yakin.

"BRAKKK..."

Pintu di gebrak sekuat tenaga.

"SASUKE-KUN SARADA TIDAK ADA DI RUANGANYA ! DIA KABUR !"