[special/taekook] Daddy Tae
G!
M-rated, PWP, daddy!kink, crappy, abal, don't try this at home(?)
notes: (greget, notesnya di awal2)
sooo, karena seri ini udah sampe chapter 3 (bahkan aku sendiri ga nyangka bisa nulis kaya gitu/? lolmg:"D) buat chapter kali ini aku persembahkan taekook special~! WOOHOOOOOOOOO /shot/
kali ini ratenya M /shot lagi/ bacanya pas buka biar afdol(?) /ngek/ sejujur2nya aku paling suka baca taekook yang si taenya itu gentle, warm, kindhearted, tapi agak2 bastard bitchy(?) /lah/, dan kooknya itu tipe2 sophomore, cutie-cutie, tapi bisa kalo adu mulut sama tae(?) wkwk dan sejujurnya lagi aku suka yoonmin yang dua2nya keliatan seimbang(?) gimana yah, 'seimbang'nya maksudnya salah satu dari mereka ngga terlalu 'seme' banget atau 'uke' banget gitu /dor
hahaha aduuh maaf ya kemarin aku bilang draft buat chapter selanjutnya udah ada (sebetulnya emang udah ada kok) tapi malah ngepost ini :v soalnya ide cerita ini udah teriak-teriak minta dikeluarin(?) jadilah aku tuangin cerita abalers gajeers odong-odongers/? ini :$
honestly, aku agak kesulitan nyari kata2 yang pas, aku ngeri buat kalian eneg nanti bacanya(?) :") jadi maaf kalau ini kurang memuaskan /bows/
semoga sebelum lebaran nanti aku udah ngepost chapter selanjutnya (psst aku bocorin sesuatu, chapter selanjutnya bisa namjin atau vhope+minkookㅋㅋ) dan (mudah2an) bisa lanjut ngepost abis lebaran dan abis mudik/?
daaaan kalian juga masih tetep dan akan selalu bisa request pairing ke aku, kapanpun dan siapapun pairingnya kaya gimana ceritanya yang kalian mau bilang aja ke aku yaaa itu sangat membantu dan sangat membuatku semangat XD
ampun, aku udah bacot panjang banget huhu maafkan /bows
okelah, prepare tissues for you to throw up(?) and enjoy~
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook selalu memikirkan suatu hal belakangan ini. Ia akan sepenuhnya berpikir tentang itu. Jungkook memang adalah tipe orang yang selalu fokus akan sesuatu yang sedang dihadapinya, dan termasuk 'hal' itu.
Pemuda raven itu tengah mendudukkan dirinya di atas ranjang empuk milik kekasihnya sambil memeluk boneka kelinci –milik kekasihnya, jangan terkejut, karena kekasihnya bilang bahwa boneka kelinci itu selalu mengingatkannya tentang Jungkook.
Ia berada sendirian di dalam kamar. Kim Taehyung, kekasihnya itu tengah keluar sebentar untuk mengambil jas yang akan dipakainya pada acara pernikahan kenalannya esok hari.
Jungkook menggosok-gosokkan hidungnya dengan hidung boneka kelincinya, "Apa menurutmu kukatakan saja? Jawab aku, bunny.." Jungkook mengerutkan bibirnya saat tak mendapatkan jawaban dari kelincinya.
Ia menyenderkan tubuhnya ke atas bantal dan menghela nafasnya, "Aku hanya penasaran bagaimana rasanya.. Jiminnie-hyung bilang itu sangat mendebarkan dan menggairahkan. Tapi Tae pasti akan selalu beralasan bahwa aku terlalu berharga untuk diperlakukan seperti itu." ujarnya pada boneka kelincinya.
Taehyung memang mempunyai pemikiran bahwa Jungkook-nya terlalu berharga baginya, sehingga ia tak akan berbuat macam-macam yang tidak Jungkook inginkan.
Namun kali ini, Jungkook menginginkan sesuatu.
"Aku penasaran dia akan memperlakukanku seperti apa saat kita berhasil melakukannya." Jungkook merasakan kedua pipinya memanas setelah mengatakan hal tersebut.
"Mungkin aku harus memberinya 'dorongan' seperti yang dikatakan Yoongi-hyung," Jungkook mengusap-usap bulu boneka kelincinya, "Right, bunny?" dan tepat setelahnya, sosok Taehyung muncul dari pintu.
"Baby, I'm home."
Jungkook menolehkan kepalanya ke arah pintu dan mendapati Taehyung berdiri dengan senyum khasnya. Taehyung, berjas hitam dan apa itu dasi yang melingkar di lehernya?
Jungkook melebarkan matanya, mulutnya terbuka lebar menatap Taehyung yang sepertinya sengaja berpenampilan seperti itu untuk menggodanya.
Taehyung terkekeh melihat Jungkook yang menampilkan ekspresi lucu, ia membetulkan kerah bajunya dan berkata, "Bagaimana menurutmu?"
Jungkook tersadar dari lamunannya, ia menggerutu pelan, "Apanya yang bagaimana? Mengapa kau memakai itu sekarang?" Jungkook menatap lelaki yang lebih tua darinya itu dari atas ke bawah.
Ugh, everything's just perfect.
Taehyung berjalan mendekati Jungkook yang mulai terlihat tidak nyaman. Kemudian ia mendudukkan dirinya di sebelah Jungkook, "Karena aku ingin tahu komentarmu. Apakah bagus atau tidak, babe." suara Taehyung yang begitu berat dan parau membuat Jungkook bergidik, menimbulkan suatu sensasi di sekujur tubuhnya.
"O-oke, bagus, yeah, sangat pantas untukmu." jawab Jungkook.
Taehyung tertawa kembali melihat reaksi Jungkook yang benar-benar menggemaskan. Ia menjauhkan dirinya perlahan dari Jungkook, tak ingin menggodanya lebih jauh.
"Baiklah, sweetcheeks." ujarnya seraya menusuk-nusuk pipi gembil Jungkook.
Sebelum Taehyung beranjak, Jungkook menarik ujung kain jasnya.
Tanpa kata-kata Taehyung menyadari bahwa Jungkook ingin dirinya tetap di sini, jadi ia tersenyum, "Ada apa, Kook?"
Okay, here goes nothing.
"Hyung.. Aku penasaran akan sesuatu.." Jungkook menatap Taehyung.
Untuk sekilas, Taehyung bersumpah ia melihat pancaran berahi dari Jungkook. "Tentang apa?"
Tiba-tiba Jungkook meraih kerah baju Taehyung dan mempertemukan bibir mereka. Kedua mata Taehyung melebar saat ia menyadari kali ini bukan sekedar menempelkan bibir seperti biasa, Jungkook mengesapnya dalam-dalam.
Perlahan Jungkook melepaskan tautan mereka dan menyisakan untaian benang saliva yang menjembatani bibir mereka, "Tentang itu.. Kenapa kau tak pernah memberitahuku bahwa rasanya sangat mengagumkan..?"
Taehyung kembali melihat pancaran itu dari kedua manik Jungkook. Dalam hatinya ia bersorak, karena menginginkan ini sejak lama. Ia berusaha terlihat normal, "Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu jika kau menggodaku dan menyentuhku seperti tadi." sebuah seringai terukir di wajahnya. Selama ini Taehyung selalu menahan dirinya untuk menerkam Jungkook yang terlihat sangat irresistible seperti saat ini. Namun sepertinya tidak untuk kali ini.
"Oh, come on, aku hanya ingin tahu rasanya seperti orang-orang lain." Jungkook menggerakkan tangannya dan membuat lingkaran di sekitar dada bidang Taehyung.
"Kalau begitu katakan apa yang kau inginkan."
"Hyung, aku ing–"
"Call me 'daddy'" sebuah pikiran gila terlintas di otak Taehyung.
Jungkook mengerutkan dahi, "Aih, hyu–"
Taehyung membungkam bibir Jungkook menggunakan bibirnya. Membiarkannya memberi beberapa jilatan dan bermain sebentar. Membangkitkan libido bagi keduanya.
"Wrong name, babe." ujar Taehyung sembari menjilat bibir bawahnya.
Kedua mata Jungkook telah dipenuh berahi dengan sempurna, ia mencengkram kerah baju Taehyung, "O-oke.. Daddy.." ujarnya lengkap dengan ekspresi sayu miliknya.
'Daddy'-nya hanya ber'hm' sebagai balasan.
"D-daddy, a-aku ingin.." tiba-tiba Jungkook merasa suhu ruangan meningkat. Sebuah lenguhan keluar dari bibirnya. Keningnya perlahan dihiasi oleh bulir-bulir peluh.
"What do baby wants?"
Jungkook merasakan bagian bawahnya mengeras dan menjadi kaku.
"Iwantutotouchme." ujarnya cepat.
Taehyung, sebenarnya menangkap maksud Jungkook dengan jelas, namun ia sengaja menggoda pemuda raven itu agar memohon padanya, "What?"
"T-touch me! Right now!" pekik Jungkook sedikit kesal karena Taehyung benar-benar membuatnya kacau, cengkramannya pada kerah Taehyung menguat.
Taehyung menyeringai sempurna begitu mendengar ucapan Jungkook. Ia mengusap jemari Jungkook yang tengah mencengkram kerahnya dan mengecup ujung hidung Jungkook yang memerah, "As baby wishes. There's no turning back now, does baby understand?"
Jungkook mengangguk cepat, tanpa keraguan, "Baby is understand. Baby just wants daddy to touches him." ujarnya sembari melingkarkan lengannya pada leher Taehyung.
"Baiklah. Tapi jangan coba-coba menghentikan 'daddy' karena 'daddy' tak akan berhenti." Taehyung meraih kedua tangan Jungkook, mengajaknya berdiri.
Kemudian ia melepaskan jas dan dasi yang sedari tadi menempel di tubuhnya dan memperlihatkan bentuk tubuhnya dari balik kemeja putihnya. Jungkook menelan salivanya saat melihat bentuk tubuh Taehyung yang benar-benar membuatnya hard.
Taehyung menaikkan alisnya dan menyeringai pada Jungkook, "Daddy has been workout for baby." ia menautkan jemari mereka dan mulai meraup plump Jungkook.
Taehyung mendorong tubuh Jungkook dan menyematkannya ke dinding, tanpa melepaskan tautan mereka. Ia mencengkram jemari Jungkook dan menaikkannya ke atas kepala.
Sementara lidahnya melakukan pekerjaannya memanjakan gua hangat milik Jungkook. Lidah Taehyung berhadapan dengan lawan yang setimpal, mereka saling menunjukkan kebolehan tanpa henti.
Kedua kaki Jungkook perlahan kehilangan kekuatan untuk menumpu tubuhnya, ditambah lengannya yang ditahan kuat oleh Taehyung di atas kepalanya membuatnya semakin lemah. "Mmahh.." erangnya di sela-sela tautan mereka. Jungkook tak tahu rasanya akan begitu menakjubkan.
Taehyung tak memberi kesempatan bagi plump Jungkook untuk bebas, ia terus menubrukkan miliknya, seakan tak ingin kehilangan rasa dari plump Jungkook yang sangat candu.
"Ngahh.." lenguhan kembali keluar dari bibir Jungkook. Ia benar-benar tak sanggup untuk menahan tubuhnya.
Beruntung, Taehyung menyadarinya dan ia segera membebaskan lengan Jungkook dan membawa kedua kaki Jungkook melingkari pinggangnya agar ia tidak jatuh.
Jungkook segera melingkarkan lengannya pada leher Taehyung, tanpa sekalipun berniat untuk melepaskan tautan mereka. Kedua tangan Taehyung masih menopang kedua kaki Jungkook yang melingkar di pinggangnya. Ia melepaskan tautannya sejenak untuk menatap bayi -nya, "Does it feel amazing?" ia mempertemukan kening mereka.
Pipi Jungkook kembali memanas, "Umm. But daddy said that daddy wont stop.."
Rengekan Jungkook yang memanggilnya 'daddy' dengan bibir yang sudah membengkak benar-benar membuat berahinya memuncak. "Biarkan daddy melanjutkannya."
Taehyung merebahkan tubuh Jungkook perlahan ke atas ranjangnya lalu ia mengurung tubuh Jungkook dengan berada di atasnya.
Jungkook menatap Taehyung dengan penuh harap dan gairah, hal ini mengundang Taehyung untuk kembali menggodanya.
Ia menindih Jungkook perlahan-lahan dan mendekatkan dirinya ke telinga Jungkook, "Baby wants it, hm?" ujarnya sembari menjilat cuping Jungkook. Menyebabkan Jungkook bergidik dan bergerak-gerak di dalam kurungannya. "Eungahh.." racaunya.
"Baby really wants it." Taehyung melanjutkan godaannya dengan mencium dan mengesap pipi gembil Jungkook. Ciumannya perlahan turun menuju tulang selangka Jungkook. Ia kembali menempelkan bibirnya dan mengisap serta memainkan lidahnya di sana.
Rasa itu kembali menyebabkan Jungkook menggeliat dan meronta dengan rasa kenikmatan yang menjalar di sekujur tubuhnya. Ia memutuskan untuk mencengkram rambut Taehyung, meluapkan rasa kenikmatannya.
Taehyung menempelkan bibirnya ke atas bulatan kecil yang sudah mengeras di atas dada Jungkook yang masih tertutup oleh kain. Ia menyeringai saat Jungkook kembali menggeliat tatkala dirinya menciumi bulatan itu berkali-kali.
"Sepertinya baby sudah tak sabar. Daddy tak ingat telah mengajari baby seperti ini." Taehyung kembali menyerang Jungkook dengan godaannya. Ia dengan sengaja menggesekkan miliknya dengan milik Jungkook yang masih terbungkus kain.
"Ngahh..!" pekik Jungkook tertahan saat ia merasakan sesuatu yang sudah keras dan tegang menyentuh bagian bawahnya.
Pemandangan Jungkook yang sedang terengah dengan bibir membengkak dan tatapan yang begitu sayu benar-benar berhasil membangunkan 'milik' Taehyung yang selama sembilan belas tahun harus menyembunyikan dirinya.
Taehyung melucuti pakaian atas Jungkook yang dipatuhi dengan jinak oleh si pemilik pakaian. Bahkan Jungkook membalasnya dengan menarik kemeja Taehyung dan membuka kancingnya dengan terburu-buru.
Jungkook kembali merasa hard saat menatap tubuh atas Taehyung yang sudah bersih dari segala kain yang menutupinya. Ia menarik tengkuk Taehyung dan menyambar bibirnya.
Taehyung terkekeh di dalam ciumannya karena ia tak pernah mengira bahwa Jungkook akan benar-benar senafsu ini. Sebagai seorang lelaki ia tak akan membiarkan pasangannya menikmati sendiri 'permainan' ini. Taehyung menggerakkan bibirnya seirama dengan Jungkook dan memicingkan kepala agar dirinya dapat melesap lebih dalam.
Butiran saliva turun perlahan dari kedua bibir mereka, namun tak ada yang berniat untuk melepaskan tautannya.
Jungkook mengusap-usap leher serta dada Taehyung, memberinya belaian dan pijatan.
Setelah menyadari mereka butuh asupan oksigen, Taehyung melepaskan tautan dengan tidak rela. Jungkook mengerjapkan matanya beberapa kali, dan hidung serta kedua pipinya masih memerah.
Taehyung tersenyum memikat padanya dan mengelus surainya, "Ready?"
Jungkook membalas senyuman Taehyung, "Selama itu kau yang menyentuhku aku akan selalu siap."
Taehyung mengecup sekilas plump Jungkook, lalu menurunkan celana Jungkook untuk memberi salam pada 'milik' Jungkook.
"Daddy, kau juga harus melepasnya.." tiba-tiba Jungkook menahan lengan Taehyung. Ia teringat akan ucapan Yoongi.
Kookie, jangan lupa bila kau sedang melakukannya dengan Tae minta dia berlaku adil terhadapmu.
Taehyung kembali terkekeh mendengar ucapan polos Jungkook. "Jika daddy melepasnya apa baby akan merasa senang?"
Jungkook mengerucutkan bibirnya, "Tentu saja.. Cepat lepaskan.." Jungkook merengek sambil menarik-narik celana Taehyung.
"Unzip it, baby." tanpa ragu, Jungkook segera menurunkan resleting celana Taehyung begitu mendengar ucapannya.
Jungkook kembali menenggak salivanya berat-berat begitu kedua matanya bertemu dengan kepunyaan Taehyung yang nampak berkedut.
"Nah, baby, sudah lihat sendiri, bukan?" Jungkook mengangguk. Matanya masih terfokus pada 'objek' itu dan pikirannya melayang.
"Daddy, baby ingin melakukan sesuatu.." pinta Jungkook lengkap dengan tatapan memelasnya pada Taehyung.
"Hm?"
Jungkook meminta Taehyung untuk berdiri di tepi ranjang dan Taehyung mengikutinya. Taehyung tak terlalu mengerti apa yang akan diakukan Jungkook pada awalnya. Namun setelah ia melihat Jungkook mendekatkan wajahnya pada kejantanannya yang tengah menegang, akhirnya ia mengerti.
His baby is trying to give him some pleasure.
Jungkook mengisap kejantanan Taehyung dengan gerakan perlahan. Ia mengulumnya layaknya sebuah permen batangan. Sesekali mengeluarkannya dari mulut dan memasukkannya kembali setelah memberikan jilatan di atasnya.
"Euuahh.." erang Taehyung penuh dengan kenikmatan. Jungkook benar-benar tahu cara memanjakannya dengan baik.
Jungkook yang merasa gemas dengan milik Taehyung, memberinya sedikit gigitan. Menyebabkan Taehyung memekik tertahan.
"Baby, don't be naughty." ujarnya seraya menangkup wajah Jungkook yang telah menyelesaikan 'kegiatannya' di bawah sana. Jungkook memberinya sebuah cengiran sebelum mencium bibirnya kembali.
Taehyung memundurkan tubuh Jungkook dan kembali memposisikan dirinya di atas Jungkook. Sedangkan Jungkook menatapnya dengan penuh excitement.
Taehyung melebarkan kedua kaki Jungkook, memberikan sentuhan di sekeliling lubang kemerahannya.
"Unghh.." lenguh Jungkook saat ia merasakan jemari Taehyung menggelitik 'pintu masuk' hole miliknya.
Jungkook mencengkram seperai ranjang dengan kuat saat Taehyung menundukkan kepalanya dan menjilati area sekeliling hole-nya.
"Haa..mhahh.." erang Jungkook kembali. Tubuhnya serasa tersengat listrik.
"Lick it." Taehyung menyodorkan tiga jemarinya dan meminta Jungkook untuk menjilatinya. Tanpa aba-aba, Jungkook segera memasukkan jemari Taehyung dan mengulumnya berkali-kali penuh berahi.
Setelah selesai, Taehyung memposisikan jemarinya di hadapan hole Jungkook dan berusaha mengalihkan perhatian Jungkook dengan menciumnya.
Jungkook tersentak saat satu jemari Taehyung memasuki hole-nya dan bergerak-gerak di sana.
"Nghh.." Taehyung menciumi leher Jungkook yang tengah menengadahkan kepalanya, berusaha mengalihkan perhatian Jungkook.
Taehyung kembali menambah jumlah jari di dalam hole Jungkook yang membuat si pemilik memekik, "Anghh..!"
Tak ingin membuat baby-nya menunggu lama, Taehyung mengeluarkan jemarinya dan tersenyum pada Jungkook. "Here we go, baby. Peringatkan daddy jika daddy menyakitimu." ujarnya sembari mengecup kening Jungkook.
Jungkook mengangguk dan mengecup plump 'daddy'-nya, "I trust daddy." ujarnya sembari tersenyum manis. Taehyung selalu jatuh dalam pesona senyuman Jungkook yang begitu manis dan indah. Ia balas mengecup Jungkook sebelum memposisikan tubuhnya.
Taehyung meraih kedua lengan Jungkook dan menaruhnya di sekeliling pundaknya. "Baby can always hang on daddy."
Jungkook kembali tersenyum mendapat perlakuan manis dari Taehyung. Namun sedetik kemudian senyuman itu memudar, digantikan oleh sebuah pekikan.
"Ngahhh..!" pekiknya saat kejantanan Taehyung memasukki hole-nya yang dirasa mendadak.
Taehyung mendorong lebih dalam dengan gerakan lambat karena ia merasa hole Jungkook begitu ketat dan sempit yang menyebabkan kejantanannya berkedut.
"Haa..! Eung ahh..!" Jungkook kembali meracau tatkala kejantanan Taehyung yang terasa penuh menyelusup lebih dalam. Jungkook merasakan sakit bercampur rasa kenikmatan yang amat sangat. Ia mencengkram dan meninggalkan bekas cakaran di atas pundak Taehyung disebabkan luapan rasa sakitnya.
Taehyung menyapu air mata yang turun dari kedua manik Jungkook dengan bibirnya, lalu berusaha mengalihkan rasa sakit Jungkook dengan cara menciumnya kembali.
Taehyung merasakan kejantanannya terjepit dalam hole Jungkook dan hal itu benar-benar memberi sensasi di sekujur tubuh keduanya. Ia kembali mendorong dan menumbukkan kejantanannya.
"D-daddy..! There, ahh..!" erang Jungkook yang semakin menguatkan cengkramannya pada pundak Taehyung saat ia merasakan kejantanan Taehyung menumbuk prostatnya beberapa kali.
Taehyung menahan segala perih yang disebabkan oleh cengkraman Jungkook karena hal itu tidak sebanding dengan perih yang dirasakan oleh Jungkook. Ia meneruskan kegiatannya menumbuk titik tersebut.
Jungkook menggelinjangkan tubuhnya saat dirasa akan mencapai klimaksnya, "D-daddy..! I-I'm coming already..!"
"Together, baby?"
Dengan satu tumbukkan terakhir, Taehyung mengeluarkan cairan ereksinya di dalam hole dan Jungkook menghiasi tubuh mereka serta seperai ranjang dengan miliknya. Bahkan milik Jungkook mengenai kemeja serta jas yang baru saja diambil Taehyung dari toko.
"Uh-uh, sepertinya daddy harus mencari jas baru."
.
.
.
.
.
.
.
.
end!
uwaaaaah maaf endingnya aneh(?) D":
ok, aku tak sanggup menulis lebih jauh(?) tunggu abis lebaran(?) /shot/
critics/comments are surely appreciated~! kindly press the fav/follow/review button if you guys interested~! thank you 3
