Loveina CruelWorld Chap.4
Title : Love in a Cruel World
Author : Putri ChanBaek26
Casts :
- Byun Baekhyun - Park Chanyeol
- And All EXO members
Pairing : ChanBaek
Genre : Shounen-ai! Yaoi! BoyXBoy! Yang gak suka BoyxBoy mending kembali..
Summary : Baekhyun membuat iklan keperjakaannya disalah satu situs xxx karena ia harus membayar uang sekolah secepatnya. Apa jadinya jika ternyata ia menerima penawaran dari namja yang ia cintai sekaligus membenci dirinya? Apa yang akan terjadi?
"Hiks.. Jangan! Kumohon.."
"Kau sangat menggairahkan."
"Jangan Chanyeol! Ja-akh ah—"
Happy Reading
Chap 4.
Chanyeol menghisap nipple kiri Baekhyun dengan keras. Lidahnya menari – nari di sekitar puting berwarna pink itu. Sementara tangan kirinya memilin nipple sebelah kanan. Tentu saja hal itu membuat Baekhyun menggelinjang menahan kenikmatan. Tidak lupa tangan sebelah kanan Chanyeol sibuk meremas junior Baekhyun yang masih terbungkus celana.
Dan terdengarlah desahan dari kamar milik Chanyeol tersebut. Kita pasti sudah tau apa yang mereka lakukan, jadi tidak perlu dibahas lebih lanjut.
-oOo-
Cahaya mata hari pagi mulai mengintip malu - malu dari balik jendela yang tertutup gorden tersebut. Sedikit cahayanya mulai mengusik tidur seorang namja kecil dibalik selimut besarnya.
Ia kemudian melenguh pelan saat menggerakkan kakinya. Ia merasakan sakit ditubuh bagian belakangnya. Kemudian dengan mengerjap lucu ia berusaha membiasakan cahaya yang masuk ke penglihatannya.
"Eungh~" Lenguhnya lagi, kali ini sedikit keras.
"Aku dimana?" Gumamnya sembari mengumpulkan kesadarannya.
Kemudian ia menolehkan wajahnya kearah kiri, dan betapa terkejutnya ia saat melihat wajah Chanyeol yang tampak seperti bayi, benar - benar sangat damai. Ia pun tersenyum kecil saat melihat wajah tanpa dosa itu, benar - benar berbeda saat ia membuka matanya.
Dengan perlahan Baekhyun mendudukkan tubuhnya, namun ia merasakan sakit luar biasa dibagian bawah tubuhnya.
"Kau sudah bangun?" Tanya Chanyeol dengan suara serak khas suara baru bangun tidur.
"Ya." Jawab Baekhyun sambil sibuk menutupi tubuh telanjangnya.
"Pergilah. Aku tidak mau eomma-ku melihat keadaan kita yang seperti ini."
Baekhyun tidak mengangguk atau pun menggeleng.
Ia hanya berusaha menggulung tubuhnya dengan selimut. Setelah itu ia beranjak turun untuk mengambil bajunya. Namun Baekhyun tidak sadar bahwa selimut mereka satu, sehingga saat Baekhyun turun ke bawah selimutnya juga tertarik. Dan akhirnya tubuh polos Chanyeol pun terekspos.
"Ah, maaf." Kata Baekhyun sambil menutup matanya.
Chanyeol tertawa pelan.
"Kenapa kau menutup matamu? Bukankah kau sudah puas melihat dan merasakannya?" Tanya Chanyeol sambil menyeringai.
Baekhyun memerah mendengar perkataan frontal Chanyeol, namun ia tidak menjawab, ia kembali sibuk memungut pakaiannya.
Chanyeol segera berdiri dan memeluk tubuh Baekhyun.
"Lupakan malam ini, anggap saja ini tidak pernah terjadi." Bisik Chanyeol.
Baekhyun membelalakkan matanya kaget. Ia benar - benar terkejut mendengar perkataan Chanyeol itu.
"A-apa? Setelah apa yang kau lakukan kau malah menyuruhku melupakannya? Kenapa kau selalu menyuruhku untuk melupakan perbuatanmu? Kau anggap aku ini apa? Hah?!" Teriak Baekhyun yang sudah mulai menangis.
"Sst.. Tenanglah! Aku benar - benar tidak sadar saat melakukan itu."
"Kau tidak sadar? Memangnya kemana kesadaranmu? Kau pikir aku bodoh? Kau pikir aku tidak punya harga diri? Brengsek kau Park Chanyeol!" Baekhyun kembali berteriak. Emosinya sudah berada dipuncak.
"Ck.. Kau memang tidak punya harga diri! Memangnya berapa harga tubuhmu?" Chanyeol menyeringai meremehkan.
"Ka-Kau—" Baekhyun menutup mulutnya berusaha menahan tangisnya. Ia benar - benar tidak tahan. Chanyeol sudah keterlaluan.
"Kau akan menyesal mengatakan itu Chanyeol! Apa kau tidak sadar tubuhku yang tidak berharga ini kau nikmati? Harga dirimu lebih rendah dari harga diriku Park Chanyeol!"
'PLAK!
Chanyeol menampar pipi Baekhyun dengan keras, membuat tubuh kurus itu terjatuh kelantai.
"Jaga perkataanmu pelacur! Kalau kau mengatakan itu lagi, aku tidak akan segan untuk membunuhmu!" Chanyeol yang berteriak marah, suaranya sudah sampai ke seluruh penjuru rumahnya.
"Bunuh! Bunuh saja aku kalau itu membuatmu senang!" Baekhyun menangis pilu. Hatinya benar - benar hancur.
"Aku tidak akan membunuhmu. Kau mainanku." Kata Chanyeol pelan, sepertinya ia sudah bisa menahan emosinya.
"Ka-Kau benar - benar brengsek!" Maki Baekhyun tertahan.
"Sudah pergi sana! Eomma ku sebentar lagi pulang. Aku tidak mau dia melihat pelacur sepertimu."
Hancur~
Hati Baekhyun semakin hancur mendengar perkataan Chanyeol itu.
"Ingatlah Chanyeol, suatu saat kau akan terlihat lebih rendah dari diriku! Ingat itu! Kau akan mengemis padaku!" Ujar Baekhyun sebelum berlalu dari ruangan itu.
Menyesal~
Itu lah yang dirasakan Chanyeol ketika Baekhyun sudah berlalu dari hadapannya. Ia benar - benar menyesal telah menyakiti Baekhyun dengan kata - kata maupun tindakannya.
Ia sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti Baekhyun. Tetapi hatinya selalu menolak untuk mengakui ia masih mencintai Baekhyun. Ia menjadi kasar kepada Baekhyun. Tapi ketahuilah ia tidak pernah ingin membuat Baekhyun hancur. Dirinya saja yang terlalu munafik.
-oOo-
Tak terasa beberapa bulan Baekhyun menjadi model Luhan, membuat Baekhyun sekarang terlihat lebih profesional. Lihatlah gaya nya yang natural saat berpose, benar - benar membuat siapa saja yang melihat akan terpesona.
"Baik! Pemotretan kita sampai disini saja." Teriak Luhan sambil mengecek kamera nya. Baekhyun berjalan mendekat ke arah Luhan. Kemudian ia tersenyum lembut.
"Hyung." Panggilnya.
"Ya?" Tanya Luhan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Mm.. Hyung, aku kan sudah bekerja di sini selama 6 bulan. Apa hyung tidak bosan denganku?"
Baekhyun bertanya dengan hati - hati. Luhan segera mengangkat kepalanya untuk melihat Baekhyun.
"Kenapa? Apa kau yang sudah bosan?" Baekhyun menggeleng dengan cepat.
"Tidak. Hanya saja aku takut pembeli majalah ini akan bosan melihat wajahku terus." Ucap Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya. Luhan tertawa. Tapi beberapa detik kemudian ia langsung memukul kepala Baekhyun.
'Tok!'
"Yak! Sakit hyung!" Ringis Baekhyun kesakitan.
"Kau ini bodoh sekali! Kalau mereka bosan sudah pasti penjualan majalah akan turun. Tapi buktinya tiap bulan penjualan kita naik atau pun seimbang. Kau ini ada – ada saja."
Baekhyun pun mengangguk sambil memasang puppy eyesnya.
"Oh ya hyung, menurut hyung setelah aku lulus sekolah ini apa sebaiknya aku fokus dengan karirku atau aku kuliah saja?" Tanya Baekhyun seraya mendudukkan dirinya dikursi dekat Luhan.
Luhan tampak berpikir sebentar. Kemudian ia mengetuk - ngetuk dagunya. Setelah beberapa menit kemudian ia menatap shock ke arah Baekhyun.
"Kau akan lulus sekolah?" Baekhyun memutar bola matanya malas.
"Tentu saja. Masa hyung tidak tau. Aku kan sebaya dengan Sehun." Kata Baekhyun cemberut.
Luhan menggaruk tengkuknya sambil tertawa nyaring.
"Hehe, maaf. Hyung kira kau masih Junior High School."
Baekhyun semakin cemberut mendengar itu.
"Kalau aku masih Junior High School, sudah pasti hyung ku tuntut karena berani memperkerjakan anak dibawah umur dengan berpose seperti orang dewasa."
Lagi - lagi Luhan tertawa.
"Ya, hyung hanya bercanda. Kau kan sering datang kesini dengan baju seragammu."
Baekhyun hanya melengos pergi. Ia memasang wajah kesal walaupun masih tampak imut.
-oOo-
Acara kelulusan pun tiba, Baekhyun bersyukur bisa lulus dengan nilai yang lumayan. Ia juga bersyukur karena eommanya datang pada saat hari kelulusannya.
Tidak ada moment yang istimewa bagi Baekhyun pada hari kelulusan itu, karena Chanyeol terlihat sibuk dengan yeoja chingu nya. Bahkan mereka tidak pernah bertemu pandang. Baekhyun hanya bisa pasrah kalau memang nantinya mereka tidak akan pernah bertemu lagi.
"Jadi Baekhyun~ah kau akan ikut eomma ke Busan?" Tanya Eomma membuyarkan lamunan Baekhyun. Padahal mereka sedang berada di halte bus sekarang.
"M-maaf eomma, aku tidak bisa. Aku akan kuliah disini." Jawab Baekhyun sedikit takut.
Eomma terlihat sedih mendengar jawaban Baekhyun.
"Baekhyun~ah, kau pasti tau kalau Eomma tidak akan sanggup membiayai kuliahmu. Eomma—"
"Ah! Eomma itu.. Mm.. Aku akan membiayai diriku sendiri. Eomma tenang saja." Kata Baekhyun setelah memotong perkataan Eommanya.
"Bagaimana bisa Baekhyun~ah? Kau bilang kau hanya bekerja sebagai pelayan, tapi kau selalu mengirim eomma uang. Dan sekarang kau mau kuliah? Uang kuliah itu besar nak." Ucap Eomma sambil menunduk sedih.
Baekhyun menengadahkan kepalanya agar air mata yang sedari tadi ditahannya tidak jatuh.
Kemudian ia memeluk yeoja yang paling disayangnya itu.
"Eomma tenang saja, aku akan bekerja keras disini. Lagi pula aku punya Suho hyung yang selalu membantuku. Jadi Eomma tidak usah khawatir."
Eomma mengangguk didalam pelukan Baekhyun. Kemudian ia menangkup wajah anak satu - satunya itu.
"Ya, Eomma percaya kalau kau bersama Suho. Tolong sampaikan ucapan terima kasih Eomma padanya, karena telah menjagamu. Eomma benar - benar berhutang budi padanya. Dan juga, kau harus menjaga dirimu dengan baik. Eomma tidak mau kau terjerumus ke jalan yang salah. Apa kau mengerti?" Ucap Eomma panjang lebar.
Baekhyun hanya mengangguk dengan kencang. Air mata telah turun mulai dari tadi saat mendengar perkataan Eommanya. Apalagi saat mendengar Eomma mengatakan jangan sampai terjerumus ke jalan yang salah. Ia benar - benar sedih dan takut karena membuat Eommanya kecewa.
"Baiklah Eomma akan pulang. Jaga dirimu. Makan dengan teratur dan jangan sampai kelelahan."
"Ya, Eomma juga harus menjaga kesehatan." Kata Baekhyun dengan manja.
Eomma tertawa, kemudian Eomma menghapus jejak - jejak air mata dipipi Baekhyun.
"Ya, jangan pernah menangis lagi. Anak Eomma kan sudah besar. Tapi wajahnya masih imut seperti anak kecil."
Baekhyun mempoutkan bibirnya. Melihat itu Eomma kembali tertawa.
"Eomma pergi dulu. Dah sayang." Kata Eomma sambil menaiki Bus yang berhenti didepan mereka.
"Ya! Hati - hati Eomma!" Ujar Baekhyun seraya melambaikan tangannya.
Eomma hanya membalas dengan senyuman dan lambaian.
Setelah Bus itu menjauh, tetesan air mata kini kembali mengalir di kedua pipi
Putih Baekhyun.
"Maaf Eomma." Lirihnya pelan.
-oOo-
Baekhyun tersenyum memandang kampus barunya, ia benar - benar merasa senang bisa menginjakkan kakinya dikampus yang lumayan terkenal itu. Apalagi rasanya benar – benar susah untuk masuk ke universitas itu, apalagi dengan otaknya yang tidak terlalu pintar.
Sebenarnya ia sama sekali tidak menyangka bisa menuju tahap perkuliahan, bermimpi pun ia tidak pernah. Karena bahkan bersekolah saja orang tuanya tidak sanggup, jadi bisa berkuliah seperti ini merupakan keajaiban baginya.
Ia kemudian melangkahkan kakinya dengan perasaan senang. Bagaimana pun juga ia sangat ingin mendapatkan seorang teman, apalagi saat Senior High School ia tidak punya seorang teman pun.
Kemudian ia menuju ruang kelas nya setelah sebelumnya ia bertanya kepada orang - orang.
Sesampainya di depan kelas ia pun kembali tersenyum. Ia melangkahkan kakinya ke arah bangku paling depan. Ia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, masih beberapa mahasiswa yang berada ruangan itu. Ia kembali duduk dengan tenang sambil melihat beberapa mahasiswa baru terlihat memasuki ruangan itu.
Baekhyun hanya berharap tidak mengenal siapapun nantinya yang akan masuk keruangan itu, apalagi teman satu kelasnya yang dulu. Ia benar - benar tidak berharap berjumpa dengan salah satu dari mereka.
"Haha, yeoja itu cantik sekali kan Chanyeol?"
"Ya, Kai."
DEG~
Jantung Baekhyun berdetak lebih cepat dari biasanya,apalagi saat mendengar nama dan suara orang itu. Ia mendongak dengan pelan. Kemudian..
DEG~
Lagi - lagi jantung Baekhyun berdetak semakin cepat. Disana, didepannya, telah berdiri 3 orang namja yang sama terkejutnya dengan Baekhyun. Kemudian dua dari tiga orang namja itu tersenyum kearah Baekhyun, sementara yang satunya terlihat merengut.
"Hai Baekhyun~ah! Ternyata kita satu kelas!" Sapa Sehun sembari duduk disamping Baekhyun.
Baekhyun hanya tersenyum sambil mengangguk kaku.
"Haha, ternyata dunia sempit sekali. Kita bisa satu kelas seperti ini benar - benar suatu keajaiban." Kata Kai sambil menepuk pundak Baekhyun. Kemudian ia ikut duduk di sebelah Baekhyun.
"Ya." Hanya itu respon yang bisa diberikan Baekhyun. Ia masih belum bisa menghilangkan keterkejutannya.
"Berlebihan sekali. Ck." Ujar Chanyeol sambil berdecak kesal. Ia lebih memilih duduk dibelakang.
Melihat tingkah Chanyeol yang menyebalkan membuat Sehun hanya bisa menghela napas. Kemudian ia menatap Baekhyun yang terlihat diam.
"Tidak apa – apa?" Tanyanya dengan raut yang khawatir.
Baekhyun mengangguk sembari tersenyum.
"Ya, aku tidak apa – apa."
"Syukurlah. Tapi lebih baik jangan perdulikan dia, dia memang begitu."
"Ya, aku tau kok."
-oOo-
"Baekhyun~ah, kau mau ikut ke Cafetaria? Kami mau pergi ke sana." Ajak Sehun.
Baekhyun yang sedang membereskan bukunya pun hanya menggeleng.
"Maaf, aku tidak bisa Sehun~ah. Aku mau pulang."
"Ayolah.. Setelah ini kita kan tidak ada kelas. Apalagi ini hari pertama kita kuliah, jadi lebih baik kita bersenang – senang." Ajak Sehun lagi.
"Aku—"
"Jangan menolak. Atau aku akan menciummu." Ucap Kai dengan seringaian mesumnya.
Sehun memutar matanya malas. Temannya yang satu ini memang sangat mesum. Mesum kepada siapa saja tanpa memandang gender. Tapi percayalah dia itu normal.
"Y-ya." Akhirnya Baekhyun mengangguk dengan ragu.
Sementara Chanyeol yang berada dibelakangnya hanya mendengus kesal.
-oOo-
"Jadi setelah ini kau ada pemotretan?" Tanya Sehun membuka pembicaraan sambil menyeruput minumannya.
"Ya. Tapi sekitar jam 7 malam." Jawab Baekhyun yang terlihat mengaduk - aduk minumannya tanpa berniat meminumnya.
"Ah ya! Tadi pagi Luhan hyung mengatakan akan ada pemotretan malam ini. Tapi tidak distudio, benarkan?" Baekhyun mengangguk.
"Ya. Malam ini pemotretannya di dalam gedung tua dibelakang sekolah ku dulu."
"Gedung tua? Aish. Luhan hyung itu bodoh atau bodoh? Apa dia tidak takut?" Gerutu Sehun.
Mendengar itu, Kai yang duduk tepat disamping Sehun pun merespon.
"Hyung mu itu memang bodoh! Kau baru menyadarinya? Haha." Kata Kai tepat ditelinga Sehun.
'Plak!'
Terlihat cap kelima jari Sehun kini berada dipipi Kai, membuat si pemilik pipi mendengus kesal. Baekhyun yang melihat hal itu hanya bisa tertawa kecil. Ia tidak merasa kasihan kepada Kai, karena lihat lah wajah Kai yang sekarang. Ia benar - benar semakin tampan dengan cap kelima jari Sehun dipipinya.
"Aku akan pergi ke pemotretan itu dengan Luhan hyung. Aku tidak mau kalian kenapa – kenapa." Kata Sehun tanpa memperdulikan Kai yang terlihat ingin memakannya.
"Tenang saja. Kami punya beberapa kru lain kok." Ucap Baekhyun.
"Tetap saja aku tidak percaya pada mereka. Aku tetap ikut."
"Tapi.. Itu—" Baekhyun terlihat ragu, wajahnya tampak memerah.
Sehun dan Kai saling berpandangan. Mereka heran melihat Baekhyun yang tiba – tiba terlihat gugup dan memerah.
"Memangnya kenapa Baekhyun~ah?" Heran Kai.
"Disana aku.. Aku akan.. Mmm.. Aku akan melakukan pemotretan tanpa busana. Hanya memakai underwear."
'Glek!
Sehun, Kai, dan Chanyeol membelalakkan mata mereka secara bersamaan.
Baekhyun si model cantik akan berpose tanpa busana?
Ketiganya punya pemikiran yang berbeda.
Sehun yang kini merasa bersalah, karena dirinya lah Baekhyun menjadi seperti itu.
Kai yang hanya membayangkan hal itu saja sudah merasa bernafsu.
Sementara Chanyeol yang berada disebelah meja mereka merasa benar - benar tidak rela. Tidak rela? Tidak rela kenapa?
"Yes! Aku akan ikut dengan mu Sehun! Yes! Yes!" Teriak Kai kegirangan.
"Yak! Kau tidak boleh ikut! Kau kan tidak ada kepentingan!" Ujar Sehun merasa kesal karena otak pervert Kai kambuh.
"Aku akan melindungi Baekhyun kalau begitu." Ucap Kai sambil berpindah tempat dan kini merangkul Baekhyun.
"T-Tidak usah Kai~ah. Aku punya Lay hyung, Kris hyung, dan beberapa kru disana kok." Tolak Baekhyun lembut.
"Tidak apa – apa. Aku tetap akan melindungimu." Kai bersikeras.
Baekhyun hanya bisa mengangguk pasrah.
"Kris hyung masih bekerja dengan Luhan hyung?" Heran Sehun.
"Ya. Kris hyung memperpanjang kontraknya."
"Oh." Sehun melirik Chanyeol yang berada disebrang meja mereka. Walaupun Chanyeol terlihat tidak peduli tapi siapa yang tahu kalau ternyata dari tadi dia menyimak apa yang dibicarakan oleh ketiga orang itu.
Sehun tersenyum licik. Kemudian ia berdehem agak keras.
"Hmm.. Jadi nanti malam Kris hyung juga ikut dalam pemotretan itu?" Tanya Sehun dengan suara yang sengaja dibesar - besarkan.
"Ya. Dia juga akan berfoto sepertiku."
"Maksudmu setengah naked begitu?" Tanya Sehun lagi dengan wajah pura - pura terkejut.
"Ya." Baekhyun mengangguk malu. Ia membayangkan bagaimana kalau kulit nya bersentuhan dengan kulit Kris. Pasti sangat menyenangkan.
Kontras dengan wajah seorang namja yang berada disebrang meja. Lihatlah wajahnya yang merengut itu. Benar - benar tidak enak dipandang. Tapi yakinlah ia masih tetap tampan dengan wajah merengutnya.
"Aku tidak selera dengan Kris." Kata Kai berbicara pada dirinya sendiri.
"Siapa yang menyuruhmu untuk selera dengan Kris hyung? Dasar kau tidak waras!"
"Yak Oh Sehun!"
-oOo-
Baekhyun terlihat mengusap - usap lengannya. Ia berusaha menghangatkan tubuhnya yang sedang setengah naked itu. Tiba - tiba dari arah pintu Lay muncul dengan selimut tebal.
"Kedinginan ya?" Tanya Lay sambil melemparkan selimut itu.
"Tentu saja hyung." Jawab Baekhyun yang langsung menenggelamkan tubuhnya ke dalam selimut.
"Kris sekarang sedang pemotretan di ruangan sebelah. Kau tau? Teman - temanmu sangat ribut. Apalagi yang paling hitam. Siapa namanya?"
Baekhyun yang mengerti pun tertawa kecil.
"Namanya Kai."
"Ah ya! Ia terus menerus bertengkar dengan Sehun. Sementara yang paling tinggi terus menerus melihat ke ruangan ini. Benar - benar aneh."
Baekhyun mengernyitkan keningnya. Yang paling tinggi? Mungkin kah Chanyeol? Tapi, tidak mungkin.
"Maksud hyung Chanyeol?"
"Chanyeol? Ya! Kai berkali - kali memanggilnya dengan nama itu."
Baekhyun menunduk. Ia cukup heran kenapa Chanyeol bisa ikut bersama Sehun dan Kai.
Tapi ia tidak terlalu ambil pusing, mungkin Chanyeol hanya ingin ikut saja.
Setelah beberapa saat, Luhan muncul lengkap dengan kameranya.
"Ayo keruangan itu, kalian akan difoto berdua."
"Ya hyung!"
Baekhyun melangkahkan kakinya menuju ruangan pemotretannya dengan Kris. Saat ia berjalan kesana ia melihat kearah tiga temannya itu. Baekhyun hanya melemparkan senyum kearah mereka.
"Ayo Baekhyun~ah, buka selimutmu." Perintah Luhan.
Dengan ragu Baekhyun pun melepaskan selimutnya. Ia membelakangi ketiga temannya itu. Meskipun hanya sebatas pinggang, tapi ia cukup malu untuk membalikkan tubuhnya.
"Geez! Lihatlah! Bahkan badannya saja mulus seperti itu, bagaimana dengan bagian lain? Pasti lebih - lebih mulus lagi." Bisik Kai ke arah Sehun. Terdengar tegukan ludah Kai yang membuat Sehun jijik setengah mati.
Kris yang berada dihadapan Baekhyun hanya tersenyum, tidak menyeringai tepatnya.
"Kau naiklah keatas tubuh Kris. Dan tatap dia dengan tatapan menggoda." Kata Luhan kepada Baekhyun.
Baekhyun mengangguk kecil. Seperti yang diperintahkan, Baekhyun menaiki tubuh Kris yang setengah naked itu. Sama seperti tubuhnya.
"Kau sexy." Bisik Kris seductive.
Baekhyun memerah. Ia bingung harus bagaimana. Apalagi kulit mereka tengah bersentuhan, menimbulkan sensasi yang aneh. Namun Baekhyun menyukai sensasi itu.
"Baekhyun, ekspresimu." Teriak Luhan.
Baekhyun langsung merubah ekspresinya menjadi ekspresi yang menggoda. Mata sayu dan dengan sedikit menggigit bibir mungilnya.
"Shit. You're f*cking hot" Bisik Kris lagi.Kalian tidak lupa dengan Chanyeol kan? Lihatlah wajahnya sudah merah padam layaknya tomat, tangan yang terkepal, dan gigitan dibibir, bukan gigitan menggoda seperti Baekhyun, tapi gigitan untuk mengurangi rasa sakit didada nya. Ia panas. Ingin rasanya ia berlari dan menerjang tubuh Kris yang berani menempel ditubuh Baekhyunnya.
BaekhyunNYA?
"Kau ada waktu malam ini?" Tanya Kris sambil mengelus wajah Baekhyun.
"T-tidak hyung."
"Begitu?"
"Eum."
'Cup'
Kris mengecup kilat pipi kanan Baekhyun. Membuat sang pemilik pipi semakin memerah.
"Shit! Shit! Shit" Maki Chanyeol dalam hati. Seandainya ia tidak mempunyai akal sehat, pasti ia sudah membunuh Kris.
"Menyenangkan sekali menjadi Kris. Tubuh mulus itu menjadi miliknya malam ini." Ucap Kai sambil menghela napas.
"Bukannya Chanyeol lebih menyenangkan? Dia sudah pernah menjamah Baekhyun." Kata Sehun tertawa.
"Ah kau benar!" Kai menimpali.
"Diam kalian brengsek!" Rutuk Chanyeol. Kedua model itu kini terlihat sudah berganti posisi. Kris diatas dan Baekhyun dibawah. Bukankah posisinya benar - benar berbahaya?
"Ah hyung." Bisik Baekhyun saat Kris mencubit nipple nya.
"Kau suka?" Baekhyun hanya diam, entah apa yang ia pikirkan.
"Benar - benar menarik. Kris cium bibirnya!" Teriak Luhan sambil tersenyum.
Chanyeol membelalakkan matanya. Berciuman? Dibibir? B-I-B-I-R.
Bruk!
Tiba – tiba Kris terlihat tergeletak tak berdaya dilantai ruangan itu. Sudut bibirnya mengeluarkan darah. Terlihat seorang namja berada diatas tubuhnya, dan memukulinya tanpa ampun. Baekhyun memandang shock dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu. Chanyeol yang tengah menghajar Kris.
"Yak! Apa - apaan kau Park Chanyeol!" Pekik Luhan dengan keras. Orang - orang yang berada diruangan itu berusaha untuk melerai mereka.
'Bruk!
Chanyeol tiba – tiba terhempas ke lantai. Ternyata Sehun yang memukulnya dengan keras sehingga ia terhempas begitu saja.
"Kau pikir kau siapa berani melukai model? Hah?!" Teriak Sehun yang terlihat emosi.
"Si brengsek itu yang salah! Berani sekali ia menyentuh Baekhyun!" Teriak Chanyeol tak kalah keras, ia lebih emosi.
"Memang sudah sepantasnya ia menyentuh Baekhyun! Lagipula memangnya Baekhyun siapa mu? Hah?!" Mendengar teriak Sehun itu Chanyeol terdiam.
Benar, ia memang bukan siapa - siapanya Baekhyun. Ia benar - benar bodoh.
"Kenapa kau diam?"
Chanyeol menatap Sehun sinis. Dengan berdecih kemudian ia menarik paksa Baekhyun agar ikut dengannya. Sontak semua yang berada diruangan itu terkejut. Namun mereka bisa apa?
"Lepaskan dia Park Chanyeol!" Teriak Luhan sambil berusaha melepaskan pegangan Chanyeol ditangan Baekhyun. Tapi tidak bisa, Chanyeol sangat kuat.
"Lepaskan aku!" Ronta Baekhyun akhirnya
Tapi sayang, Chanyeol tidak peduli. Ia terus menarik Baekhyun hingga ke dalam mobilnya.
'Bruk'
"Sakit." Rintih Baekhyun saat Chanyeol mendorongnya kasar.
Chanyeol hanya diam, ia tetap menjalankan mobil tanpa memandang Baekhyun.
Hening beberapa saat, Chanyeol masih terlihat marah. Rahangnya masih mengeras menahan emosi. Sunyi senyap, hanya suara deru mobil yang terdengar.
Hingga tiba - tiba suara gemeletuk gigi Baekhyun memecah keheningan. Dengan wajah sinis nya Chanyeol menoleh kearah Baekhyun. Namun seketika ia merasa bersalah. Baekhyun terlihat pucat, bibirnya bergetar, dan ia terus menerus memeluk tubuhnya yang hampir naked itu. Ia menghentikan mobilnya. Tanpa memandang Baekhyun ia membuka resleting mantelnya.
"Masuklah." Katanya.
Baekhyun menatap bingung. Chanyeol menyuruh masuk kemana ia benar - benar tidak tahu.
"Naik keatas tubuhku." Kata Chanyeol lagi.
Baekhyun semakin bingung.
"Ayo naik!" Ucap Chanyeol agak keras.
Baekhyun menurut. Ia naik keatas pangkuan Chanyeol. Walaupun agak sedikit sempit karena terhimpit stir. Wajah mereka berhadapan membuat Baekhyun lagi lagi memerah. Tiba - tiba Chanyeol menarik resletingnya membuat Baekhyun terkurung didalam mantel hitam itu. Baekhyun tidak habis pikir mengapa tubuhnya muat didalam mantel Chanyeol. Sementara mereka berdua yang memakai jaket itu. Apa ia yang terlalu kecil? Atau mantel Chanyeol yang terlalu besar? Entahlah. Ia juga bingung.
"Tundukkan kepalamu. Aku tidak bisa melihat apa – apa." Ucap Chanyeol pelan.
Baekhyun mengangguk. Ia kemudian membenamkan kepalanya ke ceruk leher Chanyeol. Benar - benar nyaman dan hangat rasanya saat itu. Ia bahkan dapat merasakan detak jantung Chanyeol yang berdetak tidak stabil. Sama seperti detak jantungnya.
'Tuhan, kalau ini mimpi, tolong jangan pernah bangunkan aku.' Lirih Baekhyun dalam hati.
-oOo-
Chanyeol menggendong Baekhyun seperti menggendong anak kangaroo karena Baekhyun masih berada didalam mantelnya. Ia tidak mau membangunkan Baekhyun, karena baekhyun terlihat sangat nyaman dalam tidurnya. Setelah sampai dikamarnya kemudian ia merebahkan tubuh mungil Baekhyun ditempat tidur.
Ia pun memandangi wajah cantik itu dengan sendu. Sekarang betapa ia sadar bahwa ia benar - benar mencintai namja itu.
"Selamat tidur." Bisiknya.
Kemudian ia mencium bibir Baekhyun sekilas, dan menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mungil itu.
-oOo-
"Eungh." Baekhyun terbangun dari tidurnya karena terganggu oleh cahaya matahari yang berani mengusik tidurnya. Setelah menggeliat sebentar, kemudian ia mengucek matanya dengan imut. Benar - benar pemandangan yang menggemaskan.
"Kau sudah bangun?" Tanya sebuah suara.
Baekhyun menoleh ke asal suara itu, dan mendapati Chanyeol sedang meneguk teh sambil memandang keluar.
"Ya." Jawabnya singkat.
"Apa kau lapar?" Tanya Chanyeol lagi.
"Tidak." Bohong Baekhyun,padahal ia sebenarnya sangat lapar.
"Kau mandilah. Aku sudah menyediakan baju dikamar mandi. Setelah itu kita sarapan bersama." Perintah Chanyeol sambil berlalu keluar. Baekhyun hanya mendengus mendengar perintah Chanyeol itu.
-oOo-
Baekhyun mendudukkan dirinya dikursi ruang makan Chanyeol. Tangan kanan nya memotong – motong omelet yang ada dihadapannya. Mungkin ia sudah kenyang.
"Kenapa kau tidak memakan omelet itu?"
"Aku sudah kenyang." Kata Baekhyun seraya meminum susu yang berada dihadapannya. Chanyeol mengangguk.
"Apa kau berpacaran dengan Kris?" Tanya Chanyeol langsung.
Baekhyun sedikit terkejut dengan pertanyaan Chanyeol tersebut, namun ia berusaha untuk menutupinya.
"Memangnya kenapa?"
"Tidak, aku hanya bertanya."
"Kami hanya hyung dan dongsaeng, tidak lebih." Jawab Baekhyun tegas.
"Tapi sepertinya kau menyukainya."
Baekhyun menatap Chanyeol sambil tertawa sinis.
"Kalau aku menyukainya memangnya kenapa?"
"Apa kau tidak mencintaiku lagi?"
Baekhyun terdiam. Kemudian ia menatap Chanyeol dengan tajam.
"Memangnya orang bodoh mana yang mau bertahan mencintai namja sepertimu? Sepertinya tidak ada." Chanyeol menunduk sambil tersenyum miris.
"Aku bersyukur kalau kau tidak mencintaiku lagi. Berarti aku bebas dari namja gay sepertimu." Kata Chanyeol sambil tertawa remeh.
"A-Apa?" Baekhyun menatap tidak percaya. Perkataan namja itu benar - benar menusuk hatinya. Sebegitu menganggunya kah ia dimata Chanyeol? Ia benar - benar tidak habis pikir karena ia bahkan tidak pernah menganggu hubungan mereka.
"Ya, aku senang bisa tenang menjalani hubungan ini dengan Ahra noona. Walaupun ia berada di Amerika untuk melanjutkan study nya tapi aku tetap akan setia menunggunya." Kata Chanyeol sambil tersenyum.
"Kau pikir aku peduli dengan kau dan dia? AKU TIDAK PEDULI! Jadi stop semua omong kosongmu!" Teriak Baekhyun sembari berlari keluar.
Chanyeol hanya bisa membelalakkan matanya karena kaget dengan teriakan Baekhyun yang luar biasa itu.
-oOo-
Baekhyun mempercepat laju larinya, walaupun kakinya yang tanpa alas itu sakit, tapi ia tidak peduli. Yang ia butuhkan sekarang hanyalah waktu untuk menenangkan diri.
'Brak!
Baekhyun membuka pintu apartemen nya dengan keras. Kemudian ia berlari menuju kamarnya. Tidak ia perdulikan teriakan ke khawatiran dari Suho.
"Hiks, hiks." Tangisan itu tidak dapat ia tahan kan lagi, air matanya bahkan sudah membanjiri wajah cantiknya.
"Kau benar - benar brengsek Chanyeol! Kenapa aku selalu rendah dimata mu? Kenapa hah? Hiks."
Baekhyun semakin mengeraskan tangisannya. Ia tidak perduli Suho yang berkali - kali mengetuk pintunya. Ia benar - benar tidak menghiraukan itu semua. Karena yang ada dipikirannya hanya CHANYEOL seorang.
"Hiks! Sakit Chanyeol! Sakit! Kau harus merasakannya."
.
.
.
TBC
