Zitao mengerjapkan matanya berulang kali. Ia tidak percaya dengan yang dilihatnya kali ini. Sangat tidak percaya. Dihadapannya kini, sudah ada seorang pemuda tinggi dengan rambut kecoklatan dan senyum lebar khas-nya. Bukankah pemuda ini dulunya sempat menghilang? Bagaimana bisa ia bertemu lagi dengannya? Ia tidak mempercayai ini semua.
"Chanyeol ... hyung?"
"Apa kabar, Zitao?"
AUTOMNE
Chapter Four
Rated : T
Cast : Wu Yifan, Huang Zitao, Oh Sehun, Xi Luhan, Kai, Chanyeol, Suho and others
Warning : YAOI! TYPO TETEP AJA NONGOL
DON'T LIKE? DON'T READ!
NO SIDERS, NO BASH!
.
.
.
.
Nah, kali ini, Ira bawain chapter khusus Kristao aja^^. Sehun, Luhan dan Kai gabakal muncul di fanfic ini. Yah, kalo muncul, mereka cuma nyempil-nyempil doang kok wkwk. BTW, HAPPY BIRTHDAY URI SEHUNNAAA :V MAAF TELAT :V
ENJOY~~
"Aku masih tidak percaya kalu dapat bertemu disini denganmu hyung .." ujar Zitao, menyeruput green tea yang telah ia pesan. Chanyeol, hanya tersenyum dihadapannya.
"Ahahaha, maaf jika membuatmu terkejut, Zitao,"
"Kemana saja dirimu selama ini, hyung? Kau tahu, aku dan Yifan-" Zitao tercekat. Barusan ia menyebut apa? Yifan. Oh, Yifan. Haha. Yifan. Iya, Yifan. Zitao menggelengkan kepalanya, "Aku dan Yifan mencarimu selama ini," lanjut Zitao dengan senyum pahit.
Senyum Chanyeol memudar. "Zitao ... kau tak perlu berbohong padaku,"
Zitao bingung, "Berbohong apa, hyung? Aku selalu jujur padamu,"
Chanyeol menatapnya lekat. Ia tahu, Zitao saat ini tidak bahagia. Walaupun Zitao terus saja tersenyum, namun ia tahu, senyum itu bahkan tidak setulus dulu. Zitao yang ceria kini sudah tidak ada. Dan Chanyeol tahu penyebabnya. Yifan, kini tidak lagi bersamanya.
"Yifan meninggalkanmu?"
Skakmat!
Zitao menatap kaget pemuda yang lebih tua dua tahun di hadapannya ini. "Ah, apa yang kau katakan, hyung? Aku baik-baik saja, ahahaha," tawa Zitao, berusaha menyembunyikan semuanya. Chanyeol kini menatapnya tak suka. Inilah sifat buruk Zitao, sudah ketahuan berbohong, masih saja mengelak. Chanyeol menghela napas, kemudian, ia mengambil handphone yang berada disakunya.
Chanyeol menekan-nekan layar smartphone-nya, terkadang ia menggeser-geser layar tersebut. Zitao hanya memperhatikannya sambil menyendok cheese cake dihadapannya. Chanyeol menatap puas setelah apa yang dicarinya berhasil ditemukan. "Zitao, kemarilah," perintah Chanyeol, menyuruh Zitao untuk mendekat padanya. Zitao menurut, ia pun mendekat kepada Chanyeol, pemuda Korea itu memperlihatkan layar smartphone-nya.
"Line chat?"-Zitao menyerngit. Untuk apa hyung-nya itu memperlihatkan line chat-nya pada Zitao.
"Lihatlah lagi," ucap Chanyeol. Zitao membaca nama di chat itu.
.
.
.
.
Wu Yifan.
.
.
Terlihat disitu bahwa mereka bertukar chat tentang Zitao. Yifan menceritakan semuanya pada Chanyeol. Dan Chanyeol pun meresponnya dengan baik. Tubuh Zitao memanas. Ia geram. Untuk apa Yifan memberitahukan masalah mereka pada orang lain? Benar-benar membuang waktu!
"Yifan gege ... untuk apa dia memberitahukan hal itu pada Chanyeol hyung?" desis Zitao tajam. Chanyeol tentu saja terkejut. Ia tak tahu reaksi Zitao akan jadi seperti ini. "Zitao .. tenanglah dulu," ujar Chanyeol, berusaha untuk menenangkan Zitao.
Zitao tidak bisa tenang. Ia geram. Tubuhnya gemetar menahan amarah. Kemudian, matanya mulai memanas. Dan akhirnya, ia tak kuasa untuk membendung tangisannya lagi. "Kenapa .. kenapa Chan-hyung, kenapa Yifan gege begini ... ada apa dengannya ... apakah aku kurang untuknya? Apakah selama ini aku merepotkannya? Apakah aku jahat hyung? Hyung, jelaskan padaku, hyung ..." Zitao menangis. Chanyeol menatapnya iba. Baru kali ini ia melihat Zitao seperti ini. Zitao kini tidak lagi berseri-seri seperti dulu. Kini hanya kesedihan yang tampak pada dirinya.
"Zitao, ini semua tidak seperti yang kau pikirkan ..." Chanyeol menggenggam tangan Zitao. Dengan cepat ia melihat home line Yifan, kemudian memperlihatkan sebuah foto padanya. "Lihatlah ..."
Mata Zitao membelalak. Disana. Yifan. Yifan yang kini bukan lagi miliknya, merubah gaya rambutnya dan warna rambutnya. Pakaiannya bahkan terlihat seperti berandalan. Bahkan status-status line Yifan sangat tidak menunjukkan bahwa itu bukan dirinya. Tertulis kata-kata kasar disana, dan Zitao sangat merasakan perubahan pada diri Yifan.
"Tidak ... Chanyeol hyung, ini bukan Yifan gege ..." lirih Tao, air matanya terus mengalir menatap foto terbaru Yifan. Chanyeol hanya diam menatapnya. Ia harus membantu kedua insan ini untuk bersatu lagi. Untuk menemukan cinta mereka lagi. Untuk memberikan warna bagi kehidupan masing-masing. Sekarang, dihadapannya, tak lebih seorang Zitao yang kelabu dan juga Yifan yang kelam disana.
"Aku akan membantumu Zitao ... akan kubantu kau bersatu lagi dengan Yifan," gumam Chanyeol.
...
Yifan melangkahkan kakinya perlahan, berjalan menuju supermarket. Isi kulkas-nya benar-benar kosong sekarang. Ia harus pergi membeli bahan makanan, atau ia akan mati kelaparan. Ia harus hidup untuk menyelesaikan studi-nya di Canada, dan kembali ke Guangzhou untuk-
-bertemu dengan Zitao.
Yifan menghela napas. Sebenarnya, ia tidak tahu ingin membeli apa. Ia bingung, apa saja yang ia perlukan untuk dimakan, memngingat bahwa ia bukanlah seorang yang pandai memasak. Selama di Guangzhou, Zitao-lah yang selalu menyiapkan masakan, dan semenjak ia berada di Canda, ia lebih sering menghabiskan waktu untuk makan diluar. Yifan tahu, ia harus mulai berhemat sekarang. Walaupun ia juga tidak miskin, yah, Ayah Yifan adalah seorang petinggi Negara di China, tapi ia tetap harus berhemat dan berhenti untuk bermanja-manja.
Yifan pun memasukkan asal apa yang diliatnya. Mie instan, telur, ayam potong, beberapa jenis sayuran, kopi instant, dan juga tentu saja, sebotol wine. Saat Yifan berpikir untuk melihat-lihat sebentar, ia kemudian tertegun didepan stok coklat. Banyak sekali jenis coklat yang dipajang dengan rapi disana. Yifan menatap coklat-coklat itu, namun tetap tidak mengambilnya.
Hanya saja, coklat-coklat ini membuatnya teringat kembali pada suatu peristiwa.
.
.
.
.
Zitao tampak sibuk sekali. Tangan dan celemek-nya bahkan berlumur adonan coklat. Ia ingin memberikan kejutan pada Yifan. Yah, hanya sebatas kejutan kecil untuk kekasihnya, dengan membuatkan Yifan cake coklat dari dirinya sendiri. Hari ini, tanggal 14 Februari, Zitao tidak ingin melewati valentine tanpa coklat bagi Yifan. Zitao berjalan kesana kemari untuk melihat cake coklatnya di oven. Ia tidak sabar untuk melihat hasilnya. Dengan wajah tersenyum, ia mengirimi Yifan pesan.
To : Yifan-ge
Gege, kau bisa pulang lebih cepat hari ini kan? Ada sesuatu yang ingin kuperlihatkan
Zitao.
Tidak butuh waktu lama, handphone Zitao berbunyi, Yifan sudah membalas pesannya.
From : Yifan-ge
Tentu, Love. Tunggu aku ya :*
Yifan
Zitao tersenyum, bersamaan dengan senyumnya yang mengembang, cake coklatnya sudah jadi. Zitao terburu-buru mengambilnya, kemudian menatanya. Ia menuliskan nama Yifan dan namanya, tentu saja, lalu menggambarkan hati dari krim, dan memberikan ceri sebagai hiasan. Kue buatan Zitao tampak sangat lezat.
Bel apartemennya berbunyi, Zitao segera saja mengangkat kue buatannya dan berdiri di depan pintu. Menunggu Yifan untuk membuka pintu. "Yifan ge, masuklah!" ucap Zitao, ia terkikik geli, ingin mengetahui bagaimana reaksi Yifan nanti.
"Ng ... Zitao, bisakah kau yang membuka pintu?"-suara Yifan terdengar meminta. Zitao menyerngit.
"Ge, kau saja yang buka pintunya,"
"Ah, kau saja, Zi. Bukalah pintunya, sayang,"
"Ge? Sebenarnya ada apa? Kau bukalah pintunya," nada suara Zitao kali ini kelihatan menuntut. Bagaimana bisa ia membuka pintu jika kedua tangannya memegang kue?
"Oh, Zi ..." keluhan Yifan terdengar, Zitao hanya terkekeh. Tangan besarnya pun membuka pintu apartemen yang menghalanginya dengan Zitao tersebut.
"Happy valentine, Ge!" "Hapy valentine, dear!"
Oh, kini keduanya terdiam mematung. Yifan tertegun begitu melihat Zitao yang berada dihadapannya yang tampak terkejut, dengan kedua tangannya yang membawa sepiring besar cake. Dan Zitao, yang tampak terkejut, begitu mengetahui bahwa Yifan membawa sebuket bunga mawar dengan warna pink, putih dan merah didalamnya. Tanpa sadar, air mata Zitao terjatuh. Ia merasa sangat terharu.
"Zi ..."
"Huaa .. gege ... kenapa kau selalu berhasil membuatku mencintaimu ..." tangisnya, dengan pipi yang merona merah. Yifan tersenyum mendengarnya. Dengan segera ia meletakkan buket bunga itu, kemudian mengambil cake buatan Zitao, dan ikut menaruhnya disamping buket bunga mawar cantik itu.
Grep!
Yifan tak kuasa untuk menahan dirinya lagi. Dipeluknya Zitao yang tengah terisak, kemudian dikecupnya surai hitam milik si cantik. "Kau selalu membuatku kagum Zitao ... aku sungguh mencintaimu ..." bisik Yifan, mengeratkan pelukannya pada Zitao. Zitao hanya menangis bahagia dalam dekapan Yifan, ia membalas pelukan kekasihnya.
Lama mereka berpelukan seperti itu, hingga Yifan melepaskan pelukan mereka, kemudian menatap Zitao lembut, mengecup kening Zitao dengan lama. Pandangannya pun kini beralih pada cake Zitao yang tampak cantik disana. "Kau yang membuatnya?" Tanya Yifan. Zitao mengangguk sambil menghapus airmatanya. Yifan tersenyum, ia pun mencicipi kue yang susah payah dibuat kekasihnya itu.
"Enak sekali," puji Yifan. Zitao hanya tersenyum manis disana, memperhatikan sang kekasih yang mulai melahap kue buatannya. Tangan Zitao kemudian mengambil sebuket bunga mawar yang tadi dibawa oleh Yifan. "Gege, terima kasih .." ujarnya, menciumi bunga mawar itu. Yifan kembali mematung melihatnya. Melihat kekasihnya memegang buket bunga, tampak cantik sekali dimata Yifan. Seperti seorang malaikat. Malaikat Yifan, tentu saja.
"Ge?! Kau baik-baik saja?!"
Dan, hahaha, Yifan mimisan melihat Zitao yang dipenuhi bunga mawar itu.
.
.
.
.
"Wu Yifan?"
Yifan menoleh begitu mendengar namanya disebut. Ia sedikit terkejut begitu melihat siapa yang dilihatnya.
"Suho?"
"Ah, tak kusangka kita bertemu di Canada! Apa yang sedang kau lakukan di Canada?"
"... Aku melanjutkan studi-ku,"
Suho mengangguk mendengarnya, kemudian ia memperhatikan Yifan yang tampak berubah. "Yifan? Kau tampak berubah," sungut Suho. Yifan hanya diam, tidak membalas perkataan Suho.
"Aku duluan," seru Yifan, dengan cepat mendorong trolly-nya, beranjak meninggalkan Suho.
"Yifan, kau ada masalah dengan Zitao?"
Langkah Yifan terhenti.
...
Suho mengikuti langkah Yifan. Pemuda blasteran China itu mengajak Suho ke apartemennya. Dan Suho tentu saja setuju. Ia tahu, ada yang salah dengan Yifan dan Zitao. Rambut Yifan sudah menjelaskan semuanya. Zitao sangat suka warna pirang emas pada helaian rambut Yifan, dan Yifan pernah berkata untuk tidak merubah tampilan rambutnya. Tapi, sekarang, perkataan itu tidak berguna lagi. Warna hitam kemerahan pada rambut Mohawk Yifan memperjelaskan semuanya.
Suho memperhatikan apartemen Yifan. Cukup rapi. Yah, walaupun ia tahu Yifan sedang dalam masalah, tapi ia tahu sahabatnya itu sangat membenci suatu hal yang berantakan. Matanya akan gelisah jika melihat sesuatu yang kotor maupun berantakan.
"Kau mau wine?" Tanya Yifan, menoleh pada Suho yang merebahkan dirinya pada sofa.
"Hei, aku bukan peminum," sahut Suho menolak. Yifan hanya menggendikan bahunya, kemudian menghampiri Suho begitu ia selesai menata belanjaannya.
"Jadi, bisa kau jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?" seru Suho, mengambil remote tv dan segera menyalakan benda tak bernyawa dihadapannya tersebut.
Yifan menghela napas, lagi. Ia terdiam cukup lama, membuat Suho menunggu jawabannya. "... Kau tahu, ia meninggalkanku ..." ujar Yifan, tatapan matanya sendu. "Aku melakukan sebuah kesalahan yang tidak bisa ditoleran lagi olehnya ..." lanjut Yifan lagi. Suho menatapnya lekat. Ada satu yang Yifan belum rapikan saat ini. Yaitu dirinya yang berantakan.
"Apa kau masih mencintainya, Yifan?"
"... Tentu saja, Suho. Aku akan tetap mencintainya walau jika ia tidak mencintaiku lagi," ujar Yifan lirih. "Kau mau membantuku, Suho? Aku mohon padamu ..."
Suho terkejut mendengarnya. Seorang Wu Yifan, meminta tolong padanya? Wow, ini hebat! Suho harus mengabadikan hal ini!
Eumh, tenanglah, Suho
"Tentu saja aku akan menolongmu, Yifan. Akan kubuat kau dan Zitao bersatu lagi,"
Yifan tersenyum tipis mendengarnya. "Terima kasih,"
...
"Apa permohonan natalmu, Zitao?" Tanya Chanyeol, bertanya pada Zitao sebelum ia masuk kedalam rumah Sehun. Zitao tertegun sejenak. Ah, ini tanggal 24. Malam natal. Sehun pasti sudah menunggunya, ia harus cepat masuk kedalam rumah. "Entahlah, hyung. Mengharapkan sinterclaus datang?" seru Zitao sambil terkikik geli. Chanyeol tersenyum.
"Ini malam natal, Zitao. Apapun yang kau harapkan, Tuhan pasti akan mendengarnya," gumam Chanyeol, yang kembali membuat Zitao tertegun. "Jadi, berharaplah yang selama ini kau harapkan," lanjut pemuda tersebut, kemudian mengucapkan selamat natal pada Zitao, dan segera melajukan mobilnya untuk pergi. Zitao uring-uringan. Apa yang harus ia harapkan?
"Aku pulang .." sahut Zitao, memasuki rumah besar Sehun yang tidak terkunci. Tidak ada seorang pun disana. Sunyi senyap. Zitao terheran. Dimana Sehun? Apakah ia pergi? "Sehun? Kau dimana?" Tanya Zitao sambil melepaskan sepatu miliknya. Ia pun mengecek handphone-nya, barangkali ada pesan atau telepon yang masuk. Ah, ada 26 pesan! Zitao segera membukanya.
From : +10923846xxx
Happy Chrismast panda! Ini nomorku, hubungi aku jika kau butuh sesuatu
Chanyeol
"Oh, Chanyeol hyung," gumam Zitao, segera menyimpan nomor Chanyeol. Setelahnya, ia membuka pesan lagi.
From : Sehun
Maaf, sepertinya aku akan pulang terlambat. Aku ada kuliah dadakan malam ini. Kau bisa berjalan-jalan sebentar jika mau, Zitao. Jangan lewatkan dirimu sendirian dirumah pada malam natal ini, ya :)
Oh Sehun.
Zitao hanya tersenyum melihatnya. Kemudian, ia membuka pesan-pesan yang lain. Ternyata dari teman-temannya yang mengucapkan selamat natal kepada Zitao. "Ah, Suho hyung," Zitao bergumam begitu melihat pesan dari Suho.
From : Suho
Selamat natal panda! What's your wish?
Suho
Zitao terkikik geli mengingat hyung-nya yang satu lagi, yang bahkan tidak lebih tinggi darinya. Zitao tahu, bahwa Suho juga berada di Canada karena dimutasi dan mengharuskan dirinya pindah ke kantor cabangnya di Canada.
To : Suho
Kuharap semua orang bahagia hyung
Zitao
Zitao tersenyum puas begitu melihat pesannya terkirim. Dengan langkah kecil, ia menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya. Sesuai yang Sehun katakan di pesan, malam ini malam natal. Ia tidak boleh melewatkan malam natal sendirian dirumah. Jadi, ia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar.
Zitao sudah sangat rapi sekarang. Ia memakaikan syal merah pada dirinya, hingga memenuhi leher dan sebagian wajahnya. Zitao beranjak keluar rumah, kemudian menyalakan motor Sehun, dan segera pergi meninggalkan rumah.
Malam natal adalah malam kesukaan Zitao. Ia bisa lihat dijalanan menghambur orang-orang yang pergi keluar, toko-toko yang menaikkan diskon, dan juga para sinterclaus jalanan yang memainkan bel di tangan mereka. Zitao tetap melanjutkan perjalanannya hingga ia sampai di gereja. Sejak kecil, Zitao selalu menghabiskan malam natal di gereja. Dan kebiasaan ini dibawanya hingga besar.
Pintu gereja terbuka, dan Zitao masuk kedalamnya. Tidak terlalu banyak orang yang berada disitu. Hanya beberapa orang dan juga paduan suara yang sedang berlatih untuk besok.
Zitao duduk, mengatupkan kedua tangannya. Dan berdoa agar semua orang diberikan kebahagian. Ia mendoakan semuanya, Sehun, Chanyeol, Suho, dan juga-
-Yifan.
'Berikanlah kesehatan dan kebahagiaan pada Yifan-ge ... semoga natal ini ia tidak merasakan kesepian, jauhkan ia dari penderitaan dan kesedihan Tuhan ...' Batin Zitao, mendoakan sang terkasih. Selama ini, Zitao selalu mendoakan Yifan, bahkan sebelum ia tidur. Zitao ingin agar Yifan baik-baik saja di Canada sana, walaupun ia tidak tahu kabar dari Yifan.
Zitao membuka matanya, kemudian memperhatikan paduan suara yang melantunkan lagu-lagu suci dengan lembut. Mereka masih SMP, ia jadi teringat bahwa dirinya dulu sempat mengikuti paduan suara gereja, namun semenjak ia mengikuti seni bela diri, ia tidak lagi menjadi paduan suara. Yah, seni bela diri cukup menyita waktunya pada saat itu. Zitao tersenyum melihat mereka semua, ia merasa seperti bernostalgia, "Hhhh, gereja memang yang terbaik," gumamnya.
Pikiran Zitao mulai melayang. Sejujurnya, ia sangat ingin mengirimi Yifan pesan yang berbunyi, 'selamat natal, ge'. Namun, tidak mungkin ia melakukan hal tersebut. Yifan pasti sudah melupakannya. Tidak mungkin ia mengganggu Yifan lagi.
Zitao mengecek handphone-nya. Ada sebuah pesan.
From : Suho
Kau tak ingin mengucapkan natal pada Yifan?
Suho
Mata Zitao sedikit membelalak melihat isi pesan tersebut. Itu sangat tidak mungkin ia lakukan. Apa yang harus ia jelaskan pada Suho? Tidak mungkin ia menceritakan masalahnya dengan Yifan. Tiba-tiba, ada sebuah pesan lagi yang masuk. Zitao melihatnya. Lagi-lagi dari Suho.
From : Suho
Aku sudah mengetahuinya, Zitao. Maafkanlah dia ...
Semua hal yang telah ia lakukan memang salah. Namun, bisakah kau memaafkannya di malam natal ini?
Suho
Zitao menutup kelopak matanya. Ia menghela napas panjang. Tanpa sadar, ia meneteskan sebuah air mata.
Dengan cepat ia menghapus air matanya. Sungguh, ia sudah memaafkan Yifan, rasa cinta Zitao begitu kuat, tidak mungkin ia sanggup memusuhi Yifan. Jemari-jemari Zitao gemetar, ia membalas pesan Suho.
To : Suho
Sampaikan salam natalku padanya, hyung
Zitao
Zitao tertegun pelan. Ini malam natal. Apa sebenarnya yang Zitao harapkan?
Yifan.
Zitao menggelengkan kepalanya. Hingga ia teringat perkataan Chanyeol tadi. "Ini malam natal, Zitao. Apapun yang kau harapkan, Tuhan pasti akan mendengarnya. Jadi, berharaplah yang selama ini kau harapkan,". Sebenarnya, apa yang Zitao harapkan?
Kau hanya mengharapkan Yifan, Zitao. Jangan mengelak lagi.
Zitao menangis.
"Ya ... aku mengharapkan Yifan ..." serunya lirih. Kembali ia mengatupkan kedua tangannya, meminta doa yang selama ini ia pendam. "Tuhan ... aku ingin Yifan-ge kembali .. persatukanlah kami lagi, Tuhan ... walaupun kami menentang perintahmu dengan melakukan dosa ... persatukanlah kami lagi, Tuhan ... aku mencintainya ..." doa Zitao lirih. Air mata-nya tidak berhenti mengalir. Inilah yang selama ini ia harapkan. Hanya Yifan.
Doamu akan terkabulkan, Zitao ...
Zitao menghapus airmatanya, kemudian mengecek lagi handphone-nya. Ada sebuah pesan masuk. Ah, kali ini bukan dari Suho. Pesan ini ...
From : Yifan-ge
Merry Chrismast, Zi
Semoga dirimu tetap bersinar ... jaga selalu kesehatanmu ...
Aku merindukanmu
Yifan.
Kini, Zitao menangis bahagia. Keajaiban natal memang selalu ada.
...
Zitao menggeliat kecil. Ia merasa posisi tidurnya kurang nyaman. Dan sepertinya, Zitao sedang duduk, bukannya berbaring. Tunggu, jelas-jelas Zitao tadi pulang kerumah Sehun, menyapa Sehun yang sudah menunggunya, lalu merebahkan dirinya di kasur. Kenapa ia merasa tak nyaman? Perasaan, selama ini, ia tidur dengan lelap dan cukup nyaman di kasur Sehun.
Perlahan, mata Zitao terbuka. Ini benar-benar tak nyaman.
.
.
.
Eh?
Sekarang, mata Zitao membelalak sempurna. Ada apa ini? Bukannya tadi ia tidur di kamar Sehun?! Sejak kapan ia berada di kamar yang tampak mirip sekali dengan pesawat?! Bahkan ia tertidur di kursi pesawat! Ini gila! Tunggu, mungkin saja ia sedang bermimpi.
"Kau sudah bangun?"- Zitao sangat terkejut begitu mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal disampingnya. Chanyeol hyung? ada Chanyeol juga dimimpinya? Sebenarnya Zitao mimpi apa di malam natal ini?!
"Chanyeol-hyung, kau ada di mimpiku?" racau Zitao tak jelas.
Chanyeol menyerngit, "Mimpi? Kau tidak bermimpi, Huang Zitao,"
"Hah? Tapi, pesawat? Aku bahkan ingat sekali kalau aku tertidur di kamar Sehun, hyung!"
Chanyeol terkekeh, "Aku menculikmu,"
Dan selanjutnya, suara keras Zitao mengagetkan seluruh penumpang pesawat.
.
.
.
"Kau gila, hyung?! Bagaimana kau bisa menculikku?! Bahkan Sehun sudah memastikan pintu dan jendela terkunci saat malam!"
"Ssst, pelankan suaramu, Zitao. Sudahlah, kau tenang saja, aku akan menjadi sinterclas-mu tahun ini," ujar Chanyeol, mengambil posisi nyaman. Zitao tak mengerti, apa maksud Chanyeol?
Dan pemuda China itu masih terkejut, bagaimana cara Chanyeol membawanya pergi dari rumah Sehun? Apalagi sampai ke bandara dan menaiki pesawat! Bukankah itu sangat mustahil?! Sepanjang perjalanan ia tertidur, bagaimana bisa penjaga pesawat memperbolehkannya naik?! Oh, kepala Zitao serasa ingin meledak sekarang. "Hyung, bagaimana dengan Sehun? Ia pasti akan terkejut mengetahui kau membawaku! Dan bagaimana dengan kuliahku? Bisa-bisa aku tak lulus nanti," keluh Zitao lirih.
Chanyeol tersenyum. "Tenanglah Zitao, aku sudah mengurus semuanya. Kau tidak akan meragukan kemampuan hyung-mu ini kan?"
"Aku tidak meragukanmu hyung, hanya saja aku takut ..."
"Takut kenapa?"
"Entahlah ..." Zitao mengusap wajahnya, kemudian kembali menatap Chanyeol. "Kau mau membawaku kemana, hyung?"
"Berjanjilah kau tidak akan berteriak ataupun menangis begitu aku menjawabnya," ucap Chanyeol, Zitao hanya mengangguk menyetujui.
"Amerika Utara, Ottawa,"
Zitao mulai mengerutkan keningnya. Ottawa kalau tidak salah adalah ...
"Ibukota Canada,"
Zitao kembali membulatkan matanya dengan sempurna.
.
.
.
.
.
Yifan menatap langit dengan sendu. Memperhatikan salju yang turun dengan cantiknya. Ia masih tak percaya, dirinya berani, sangat berani mengirimi Zitao pesan setelah apa yang terjadi. Berbagai pikiran negative mulai datang dalam otaknya. Bagaimana jika Zitao malah semakin membencinya? Bagaimana jika Zitao merasa jijik akan pesannya? Bagaimana jika Zitao tidak ingin berhubungan lagi dengannya? Yifan takut. Sangat.
Yifan mengatupkan kedua tangannya. Dirinya berlutut, menatap langit yang seolah-olah memberikannya jawaban.
"Persatukanlah kami, Tuhan ... dengan kebahagiaan dan keajaiban natalmu ... persatukanlah kami, Tuhan ..." gumam Yifan lirih. Ia tahu, doanya sangat bodoh sekali. Meminta Zitao kembali pada dirinya, sehingga mereka bisa kembali bersatu. Namun, tidak mungkin hal itu terjadi begitu saja. Zitao pasti sedang berusaha untuk melupakannya.
Tidakkah kau tahu, Yifan, Zitao mendoakan hal yang sama
"Zitao ... kembalilah ..."
.
.
.
.
FIN~
.
Enggak leh, wkwk ira bercanda. Masih TBC kok :v hehe hanya ingin sedikit menggoda readers. Nah, bagaimana menurut readers tentang chapt ini? Membosankan ya? Ahaha ira tau kok, kenyataan memang pahit :'v
Balasan review Chapter 3 :
wuziper : "Halloo, wkwkwk aduh ira juga mau dong diharepin ama si albino. Hahaha, iya, ira ngebayanginnya juga ngakak. Kek out of character banget si abangKris wkwk. Saya ambil judul fanfic ini Automne, bahasa prancis dari Musim gugur. Karena, menurut saya, pengennya ff ini berawal dari musim gugur dan juga berakhir di musim gugur. Dan karena menurut saya (lagi), karakter Tao disini itu seperti musim gugur :D. Thanks udah review"
luphbebz : "Halloo, aduh ira juga gatau kenapa bisa ngebuat sehun jadi kyk psikopat gini huhuhu T_T. Huntao? Ira usahain yaa. Thanks udah review"
yuikitamura91 : "Halloo, ira betul-betul minta maaf harus membuat crack pair seperti ini, karena memang seperti ini rencana ffnya, maaf jika merasa kurang nyaman saat membacanya, tapi ira gak bisa kasitahu end-nya ... nanti bukan secret lagi :3 Dan ira juga gabisa maksa reader buat baca ff ira ... jadi jika reader kurang menyukai ff ira dan terpaksa membacanya, lebih baik dihentikan(?) Terima kasih banyak sudah menyempatkan diri untuk membaca ff ira dan juga mereview-nya,"
meliarisky7 : "Halloo, iya ini udah lanjut kok. Thanks udah review"
annisakkamjong : "Halloo, hehehe Huntao shipper yah? Ira usahain buat moment huntao-nya yah. Thanks udah review"
Guest : "Halloo, hehe ini ff yaoi, bukan gs. Dan ira ngerti kenapa bisa sampe bingung gini, pasti karena ada kata-kata 'si cantik' bukan? Ahahah ira sengaja tampilin kata-kata itu buat menunjukkan kalo tao itu cantik, dan itu salah satu faktor yang membuat kris, sehun dll menyukai dia XD. Thanks udah review"
Safitri676 : "Halloo, yaps, tebakan anda benar sekalii XD wah Kristao? Entahlah kapan bersatunya, itu masih secret wkwk. Thanks udah review"
zipanda : "Halloo, ahaha maaf yah harus crack pair gini .. aduh kalo itu belum tahu wkwk. Thanks udah review"
beruanggajah : "Halloo, hahah iya, ira selalu berusaha untuk cepet update kok. Thanks udah review,"
ang always : "Halloo, maaf yah harus crackpair gini ... heheh iya ira usahain kok, pasti! Thanks atas semangat dan review-nya"
LVenge : "Halloo, si Kris kuliah di Canada .. pasti bingung karena ada Luhan kan? Ehehe Luhan dan Kai disini ceritanya juga kuliah di Canada. Wkwkwk aduh kasihanilah albino kitaa, dia hanya haus akan cinta(?) Thanks udah review dan semangatnya"
HUANGYUE : "Halloo, aduh ini semua salah ira atuh bukan salahnya si albino wkwk. Heheh, ira juga greget sama si luhan yang imut unyu itu :3 wkwk end-nya sih masih secret ... Thanks udah review"
Fuyuka11 : "Halloo, iya dah elu sering muncul dan ngangenin(?) Btw, ajarin ira buat ng ... yah buat .. rated M? kmu kan masternya wkwkk. Thanks udah review"
Bunda Tao : "Halloo, siip deh. Ini udah lanjut kok, thanks udah review"
Xyln : "Halloo, iya tuh si sehun, obsesi sama tao mulu, sekali-sekali sama gua napah? Wkwkk sifatnya luhan disini sengaja ira buat agak greget(?) Soal ending-nya sih itu masih secret XD Thanks udah review"
Huang Zi Mei : "Halloo, aduh kasian atuh kalo Kris jadi jones wkwkwk. Thanks untuk semangat dan reviewnya,"
celindazifan : "Halloo, maaf yah harus buat crack pair dulu ... ehehe tenang aja, ira juga gatahan kalo liat tao menderita. Thanks udah review,"
Kirei Thelittlethieves : "Halloo, iya ini udah lanjut kok. Thanks udah review,"
Aiko Michishige : "Halloo, hehe ini yaoi kok. Ira kan fujoshi wkwk. Thanks udah review,"
taohun : "Halloo, heheh emang kejam, biar abang hun-nya makin berkharisma(?) :v Thanks udah review"
Ko Chen Teung : "Halloo, ini yaoi kok, ira fujoshi, jadi agak terbebani jika membuat ff gs wkwk. Thanks buat semangat dan reviewnya"
YuRachan : "Halloo, wah, kmu readers yang unik! Malah suka si antagonis sehun wkwkk. Thanks udah review"
fausia shara: "Halloo, ahaha iya Kai kan asistennya abang albino wkwk. Thanks udah review"
Hoshi no Haru : "Halloo, heheh tapi kan ada chanyeol dan suho yang membantu mereka bersatu wkwk. Thanks udah review"
sehunna : "Halloo, hehehe, Luhannya gregetin yah? Thanks udah review"
zitaopandaa : "Halloo, wah, ada yang nanyain umur ira nih wkwk XD Ira kelahiran tahun 2000, jadi sekarang umur ira 14 tahun. Thanks udah review"
ajib4ff : "Halloo, yah dia polos, tapi siapa tahu kai nanti malah manfaatin biar tugasnya makin ringan? Hehehe thanks udah review"
BabyWolf Jonginnie'Kim: "Halloo, hehehe makasih atuh{} Krishan? Luhannya bikin greget gak? Siip, ira usahain biar fast update kok. Thanks udah review"
icegreentealatte : "Halloo, iya ini udah lanjut kok. Thanks udah review,"
owe : "Halloo, siip, ira juga gatega kok liat Kristao lama-lama dipisahin. Thanks udah review"
anis.l mufidah : "Halloo, hehehe complicatex yang rumit yah wkwk. Thanks udah review"
barbiecake47 : "Halloo, wkwkk iya, si sehun dikasi peran licik dulu disini biar makin gregetan :v iya ini udah lanjut kok. Thanks udah review"
Terimakasih untuk readers yang menyempatkan diri membaca ff saya ^^/
Buat para reviewers, favoriters, followers, terimakasih banyak. Big thanks for you all.
Dan terimakasih buat yang nyemangatin ira yaah. Ira selalu usahain buat fast update kok. Semangatin ira terus ya readers^^
Last, MIND TO REVIEW again? :D
