A Spoiled Model and The Apprentice
( by Bay05 © 2013 )
Pairing :
KyuSung Slight! YeWon
Cast :
Kyuhyun, Yesung, Siwon
Genre : dunno
Rate : T
Disclaimer : Cast belong to each other ^^
Warning :
Boys Love, Crack pair, Cerita aneh, OOC, Typo(s)
.
.
Enjoy! ^^
.
.
Namja manis dengan onyx sabit tajam itu membolak-balik halaman sebuah majalah terkenal – dengan foto dirinya tempo hari lalu sebagai cover – dengan tidak berminat. Hanya membalik, membalik dan membalik tanpa membaca isinya. Terlihat sangat tak menarik walaupun majalah yang juga di distribusikan ke beberapa negara di sekitar Korea itu memiliki tujuh halaman yang khusus membahas tentang dirinya.
Sesekali bibir mungil milik namja manis bernama Yesung itu berdecak dengan kesalnya. Menghela napas lagi, untuk yang kesekian kalinya.
Oh, Yesung bahkan berani bersumpah dia tidak pernah merasa lebih bosan daripada ini. Sebenarnya Kyuhyun tentu saja sudah membelikan banyak hal yang ia minta.
Majalah.
Novel.
Kaset film.
PSP.
Album musik.
Gadget keluaran terbaru.
– Dan begitu banyak hal lain hingga aku rasa satu chapter ini tidak akan cukup untuk menjabarkan apa saja yang Yesung minta pada Kyuhyun. Namun toh, akhirnya semua barang dari Kyuhyun itu tidak ada yang tersentuh oleh Yesung, hanya tersusun rapi di lemari pribadinya.
Entah kenapa, jika bukan namja tampan dengan surai brunette itu yang berada di sisinya, Yesung merasa...
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Model manis dengan bayaran sangat tinggi itu menggeleng-geleng sendiri dan mengusap wajahnya kasar. Terlihat begitu imut, sehingga Kyuhyun pasti tidak akan tahan lagi untuk tidak memakan Yesung seandainya namja jangkung itu berada di sini sekarang.
Kriett...
Bunyi pintu yang dibuka membuyarkan lamunan nyeleneh Yesung. Onyx miliknya melihat ke sumber suara. Walaupun ia yakin bahwa si pembuka pintu adalah orang yang ia tunggu sedari tadi.
"Hai, Yesungie. Bagaimana keadaanmu?" namja dengan iris caramel cerah yang bisa kita panggil Kyuhyun itu masuk dengan senyuman lebar yang di bentuk bibir tebalnya. "Hng, baik."
Kyuhyun mengangguk sekenanya. Ia meletakkan tas hitamnya di sudut ruangan, lsedikit membenarkan letak dasinya, lalu berjalan menghampiri si manis. "Baiklah, Yesung. Sekitar dua jam lagi, kau ada jadwal pemotretan. Sebaiknya kita bersiap-siap dari sekarang, okay?"
.
"Sepertinya Yesungie kita yang manis ini sedang ngambek, eoh?" Kyuhyun tersenyum sambil mencubit pipi chubby Yesung, bermaksud menggoda. "Ya! Kyu, sakit tahu!" namja manis dengan surai raven tersebut langsung memukul-mukul lengan Kyuhyun dengan jemari mungilnya.
Kyuhyun tertawa renyah. "Jadi, apa yang terjadi pada Yesungie yang manis ini, mau bercerita?"
Yesung mendengus sebal, satu tangannya mengusap pipi chubbynya yang sudah dicubit Kyuhyun seenaknya. "Tidak ada, aku hanya bosan."
Satu alis Kyuhyun terangkat. "Bosan, huh? Bukankah aku sudah membelikanmu banyak hal?" Yesung berdecak kesal. Tidak ada maksud apa-apa, hanya bingung mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan Kyuhyun yang memojokannya.
Tidak mungkin, kan, Yesung berkata bahwa ia ingin Kyuhyun yang ada di sampingnya? Bisa bisa Kyuhyun akan terus menggodanya hingga pipinya terbakar karena malu.
Ah, tetapi apakah si manis ini melupakan satu hal? Kyuhyun itu jenius. Tentu saja dia sudah mengerti apa yang menganggu Yesung tanpa harus Yesung katakan. Dan lihat itu, sebuah smirk tercipta di bibir tebalnya. Sebaiknya kau berhati-hati saja, Yesung!
"Ah, aku tahu. Kau pasti..." Kyuhyun menggantungkan kalimatnya, bermaksud menggoda pemuda yang lebih pendek darinya itu. Smirk di bibirnya semakin melebar melihat wajah Yesung sudah mulai memerah.
"Yesungie, mengapa wajahmu memerah?" Kyuhyun bertanya dengan wajah menjengkelkannya.
"Tidak! Wajahku tidak memerah! I-ini pasti karena cuaca. Ya, karena cuaca yang panas. Pipiku memang suka memerah jika sedang kepanasan."
"Begitu? Tetapi bukankah disini ada empat pendingin ruangan? Apakah sebegitu panasnya udara di Seoul?"
Onyx Yesung membulat sempurna, menyadari kebodohannya. "Ish! Dasar menyebalkan!" Yesung berdiri dan menghentakkan kakinya dengan wajah semerah tomat. Ia pun berjalan menuju ruang pemotretan, meninggalkan Kyuhyun yang tertawa terbahak-bahak atas ucapan konyolnya yang begitu memalukan.
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Tuk
Jemari panjang Kyuhyun menaruh gelas hitam berisi coklat hangat itu di sudut meja belajarnya, menimbulkan bunyi yang bisa di dengar Kyuhyun mengingat betapa sepinya ruangan ini. Namja yang harus kita akui tampan itu memang lebih senang bekerja dalam kesunyian.
Caramelnya kembali menatap tumpukan kertas di hadapannya. Kembali menghela napas kecil. Bibir tebalnya sibuk merutuki Bom seonsaengnim yang dengan tega-teganya memberi tugas sebanyak sepuluh paket untuk dikerjakan di rumah.
Baiklah, Kyuhyun memang memiliki otak yang sangat encer, namun bukankah tugas ini begitu keterlaluan? Bahkan Kyuhyun merasa tangannya akan copot di saat ia baru mengerjakan setengah dari seluruh tugas Bom seonsaengnim.
Jemari panjangnya terulur untuk mengambil bulpen. Akan kembali ke aktifitasnya tadi – mengerjakan tugas Kimia. Namun baru saja ia membaca soal nomor enam belas ketika –
Tok Tok – ia mendengar suara pintu yang diketuk.
Kyuhyun memutar kursinya untuk menghadap pintu. "Masuk."
Cklek
Satu alis Kyuhyun terangkat melihat seorang namja manis dengan piama kura-kura masuk dengan ragu-ragu ke dalam kamar bernuansa hitam dan putih miliknya. "Yesungie?"
"Apakah aku menganggu?" Yesung bertanya dengan polosnya, tidak lupa ia meletakkan telunjuk mungilnya di bibir, membuat Kyuhyun harus mengigit bibir bagian bawahnya untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan. "Sebenarnya aku sedang mengerjakan tugas Kimia. Tetapi tidak apa-apa, kau boleh masuk."
Kaki mungil Yesung melangkah masuk, wajah manisnya membentuk senyuman imut. Yang dibalas senyuman juga oleh Kyuhyun. "Aku hanya bosan, Kyu. Jadi aku ingin kesini. Kau lanjutkan saja tugas Kimia-mu."
Si tampan mengangguk, dan detik kemudian ia sudah kembali hanyut dalam soal-soal Kimia rumit miliknya, meninggalkan Yesung yang hanya berbaring di kasur putih Kyuhyun seraya memainkan jemari mungilnya dan mengamati Kyuhyun.
"Kyuu~" Beberapa menit kemudian, suara manja Yesung terdengar. "Hnn?" Kyuhyun menjawab sekenanya tanpa mengalihkan pandangannya dari soal Kimia.
"SMA itu bagaimana, sih?"
Kyuhyun menghentikan pekerjaannya, caramelnya menatap Yesung. "Mengapa kau bertanya seperti itu, Yesungie?"
"Tidak ada, aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya."
"Menyenangkan. Tetapi tidak seluruhnya. Tugasnya cukup berat, dan tanggung jawab juga semakin besar. Tetapi banyak hal menyenangkan yang bisa kau lakukan."
"Kedengarannya mengasyikkan."
"Iya, tetapi tidak selamanya begitu."
Yesung mengangguk mengerti. "Ah, begitu ya."
Kyuhyun kembali mengalihkan pandangannya ke tugas Kimia yang sudah hampir terselesaikan tiga perempatnya.
"Ah, akhirnya selesai juga." Kyuhyun merenggangkan otot-ototnya. Tersenyum puas melihat hasil pekerjaannya. Siapapun bisa menjamin Kyuhyun akan mendapatkan angka sempurna besok. "Sudah selesai, Kyu?" suara baritone lembut itu menyapa telinga Kyuhyun.
Kyuhyun menoleh, mendapati Yesung yang tengah bermain dengan boneka kura-kura yang ia belikan beberapa hari lalu, entah kapan namja manis itu mengambil boneka kura-kura mungilnya. Namja tampan itu mengangguk.
"Oh ya, Kyu. Tadi siang aku bosaaaan sekali. Apakah kau tidak bisa menemaniku sekali-kali?"
Kyuhyun menghela napas berat. "Tidak bisa, Yesungie. Kau tahukan bahwa aku harus bekerja keras untuk menggapai impianku. Jika aku tidak lulus sekolah menengah, bagaimana bisa aku–"
"–bisa melanjutkan masa depanku. Yeah, kau mengatakannya beribu-ribu kali, Kyu!" Yesung buru-buru memotong omongan Kyuhyun. "Nah, bukankah kau tahu sendiri, jika aku tidak akan pernah dan bisa membolos?"
Yesung menggembungkan pipinya, bibirnya pun maju beberapa senti, menunjukkan bahwa dia sedang kesal. Kyuhyun mengacak surai brunette-nya. Sedikit mengoceh kecil mengapa namja mungil di hadapannya ini begitu senang merajuk.
"Yesungie~ jangan merajuk. Begini saja, aku akan menuruti semuaaaa permintaanmu asal bukan membolos, bagaimana?" Yesung menaikkan satu alisnya. "Apapun?" Kyuhyun mengangguk mantap.
Yesung tersenyum dan mengangguk senang, membuat Kyuhyun akhirnya bisa bernafas lega. "Baiklah, aku ingin sekolah bersama Kyu saja!" Caramel Kyuhyun membola. "A-apa?"
"Ne, aku ingin bersekolah bersama Kyu! Pasti menyenangkan!"
"Nggg... Yesungie, sekolah itu tidak enak. Belum lagi kalau tugasnya banyak dan disuruh ini-itu. Lagipula kau tidak akan aman jika berada di sekolah." Yesung menggeleng. "Aku tidak peduli, pokoknya aku mau sekolah bersama Kyu!"
Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. "Begini saja, aku akan membelikan puppy yang sangat menggemaskan untuk Yesungie. Setuju?" Yesung tetap menggeleng. "Tidak mau! Aku hanya ingin sekolah! Tadi Kyu berkata bahwa Kyu akan menuruti semua permintaanku!"
"Tapi–"
"Jika Kyu tidak mengizinkanku, aku akan menelpon SooMan ahjussi saja kalau begitu." Yesung mengambil ponsel dari saku piamanya, membuat Kyuhyun panik.
"Yah! Yah! Jangan. Baiklah, kau akan sekolah." Kyuhyun berteriak sedikit heboh sambil memegang pergelangan tangan Yesung.
"Yeaaay! Terima kasih, Kyu!" Yesung bersorak gembira, tersenyum begitu manis hingga mata sipitnya membentuk garis lurus. Kyuhyun hanya mengangguk tidak yakin. Ah, bahkan Kyuhyun merasakan kedua kakinya sudah melemas sekarang.
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Harus diakui memang, bahwa namja jelmaan iblis – atau yang lebih baik kita panggil dengan sebutan Cho Kyuhyun – memiliki ketampanan di atas rata-rata.
Surai ikal brunette, bibir tebal, mata caramel bening, dagu yang tajam dan juga wajah yang tegas membentuk perpaduan yang sempurna. Sayangnya, namja jangkung itu tidak memanfaatkan ketampanannya dengan baik, membuatnya tidak berada di golongan anak-anak populer.
Jangan memandangnya dengan tatapan seperti itu. Salahkan saja kesibukan magangnya dan sikapnya yang kelewat dingin itu, membuat orang-orang tidak betah berlama-lama di sekitarnya.
Dari bangku sekolah dasar, namja yang tergolong jenius itu memanglah bukan golongan anak populer yang biasa menjadi pusat perhatian. Ah, jangankan menjadi pusat perhatian, memasukkan namja Cho itu ke tengah kerumuman orang saja adalah hal yang sangat sulit.
Oleh sebab itu, pemilik surai brunette hanya bisa memandang lantai koridor sekolahnya saat ini. Ia risih akan hal ini, ketika mereka – atau lebih tepatnya hanya Yesung – menjadi pusat perhatian. Kebanyakan memandang sang raven dengan pandangan kagum, namun tidak sedikit juga namja berstatus seme atau yeoja genit yang melempar pandangan menggoda.
"Kyu, mengapa melihat lantai terus?" suara baritone polos menghentikan Kyuhyun dari aktifitas awalnya – mengumpat dan merutuk. "Aku hanya tidak nyaman dengan pandangan mereka pada kita, Yesungie."
Pemilik onyx sabit itu tertawa, membuat wajahnya terlihat lebih menggemaskan, membuat namja dan yeoja yang berada di sekitar mereka seakan melayang di langit ketujuh. "Kau ini lucu sekali, Kyu. Memangnya kenapa? Bukankah menyenangkan jika semua orang memperhatikan dan menyadari keberadaan kita?"
Yang lebih tinggi menggeleng. "Ini lebih terasa seperti ada kejadian pembunuhan beberapa menit lalu, dan semua orang mencurigaiku sebagai tersangkanya. Dan ah, Yesung! For god's sake, bisakah kau tidak menunjukkan senyuman manismu itu? Lihatlah, semua menatapmu dengan pandangan lapar." si brunette mengoceh. Entah mengapa, ada rasa tidak nyaman di hatinya melihat Yesung ditatap seperti itu.
"Oppa, kau begitu tampan."
"Hey, manis. Sudah punya pacar?"
"Bagaimana kau bisa terlihat menggemaskan, manis, cantik dan tampan sekaligus?"
"Selamat pagi, cantik."
"Jika ada kau, aku rela masuk seminggu penuh."
"Oppa, apakah malam ini oppa ada acara?"
"Aku menyukaimu, Oppa!"
Baiklah, Kyuhyun tidak bisa membantah jika pesona Yesung memang begitu besar. Bahkan ia berani bertaruh Yesung dapat membuat selusin orang bertekuk lutut di hadapannya hanya dengan berkedip. Tetapi tidak bisakah fans dadakan Yesung sedikit menghormatinya? Dan– Hey, apa itu? Mengapa kini mulai banyak namja maupun yeoja yang menyentuh-nyentuh Yesung seenaknya.
Namja penyandang marga Cho itu kembali menggerutu kecil ketika melihat Yesung tidak melakukan apapun untuk menyingkirkan orang-orang di sekitarnya. Hanya menampilkan tampang polos yang membuat semua orang ingin memakannya saat ini juga.
"Ehem," Kyuhyun berdehem sedikit keras. Bermaksud mengusir lima yeoja yang dengan seenaknya bergelayut manja di lengan Yesung.
Kyuhyun membuang nafasnya kasar. Ia yakin telinga kelima yeoja itu masih berfungsi dengan sangat baik. Namun toh hasilnya tidak ada satupun dari mereka yang bergerak menjauh satu inchi pun dari Yesung.
"Permisi, siapapun-nama-kalian, bisakah kalian minggir? Kami sedang buru-buru."
Agaknya kali ini dewi fortuna berpihak pada Kyuhyun, kelima yeoja itu akhirnya pergi, walaupun semuanya memberikan death glare pada Kyuhyun. Namun toh, apa pedulinya?
Kyuhyun menautkan jemari panjangnya ke jemari mungil Yesung dengan tiba-tiba, membuat semburat merah tipis terlukis di wajah manis Yesung dengan sempurna. Membuat Kyuhyun mau tak mau tersenyum tipis melihatnya.
"K-kyu, apa yang kau lakukan?"
"Hanya tindakan pencegahan."
Yesung tidak mengerti apa yang dimaksud dengan tindakan pencegahan oleh Kyuhyun. Namun sisi polosnya memutuskan untuk membiarkan Kyuhyun mengenggam tangannya tanpa bertanya lebih jauh lagi.
"Halo, manis." suara baritone berat yang Kyuhyun yakini ditujukan untuk Yesung membuat keduanya berhenti melangkah. Dan tepat di depan mereka, kini berdiri lima orang namja dengan pakaian yang sedikit acak-acakan.
"Namaku Siwon, Choi Siwon." salah satu diantara mereka – yang Yesung perkirakan sebagai pemimpin – mengulurkan tangan kekarnya ke depan Yesung. Yang disambut dengan sedikit bingung oleh si namja manis.
Namja yang memperkenalkan dirinya sebagai keturunan Choi itu tersenyum, memperlihatkan kedua dimple indahnya. "Jadi, manis. Kau adalah anak baru, ya? Aku, Siwon, adalah pemilik sekolah ini." namja dengan iris obsidian itu berkata dengan penuh arogan.
"Mereka adalah teman-temanku. Seunghyun, Jiyong, Junsu dan juga Andy." Siwon memperkenalkan empat namja di belakangnya. "Jadi, bolehkah aku mengetahui namamu?"
Yesung baru saja akan membuka mulut ketika tahu-tahu Kyuhyun sudah mendahuluinya. "Dia adalah sepupuku, Siwon-ssi. Namanya Cho Jeremy. Dari Kanada."
Obsidian Siwon menatap tajam Caramel Kyuhyun. "Aku tidak bertanya padamu, Cho." Kyuhyun memutar bola matanya bosan. "Maaf, Siwon-ssi. Tapi selama Jeremy berada di Korea, dia adalah sepenuhnya tanggung jawabku."
Siwon mendengus tidak suka. Namun ia memilih tidak melanjutkan perdebatannya dengan Kyuhyun. "Baiklah, Jeremy. Senang berkenalan denganmu." Siwon tersenyum pada Yesung, yang hanya dibalas anggukan oleh si manis.
Namja dengan tubuh atletis itu pun berlalu, bersama dengan teman-temannya, membuat Kyuhyun akhirnya dapat menghembuskan nafas lega.
"Kyu, mengapa kau berbohong soal namaku?" onyx Yesung mengerjab-ngerjab polos, kebingungan. "Yesungie~ tentu saja kita harus menyamarkan identitasmu selama kamu berada di sini. Maaf tidak memberi tahumu sebelumnya."
Yesung mengangguk paham, kemudian senyum manis terbentuk di wajahnya. "Jeremy~ Jeremy~ Jeremy~ itu nama yang sangat bagus, Kyu. Aku menyukainya."
Yang lebih tinggi hanya bisa terkekeh pelan dan mengacak-ngacak raven Yesung. "Baiklah, sekarang kita ke kelasmu, okay?"
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
"Jeremy-ah, apakah benar kau ini laki-laki?" seorang laki-laki bertubuh tegap dengan surai disemir blonde – atau yang lebih baik kita panggil Himchan saja – duduk di depan Yesung. Yang ditanya hanya bisa melihat Himchan dengan polos, tidak mengerti maksud sebenarnya dari pertanyaan namja itu. "Ung?"
"Yaampun, Himchan-ah. Aku benar-benar harus menahan libidoku agar tidak memakan si manis ini sekarang!" namja dengan iris obsidian – Eli, sedikit berseru. "Hng memakan? Tapi ini kan belum jam istirahat."
Yesung berceletuk dengan begitu polosnya. Sedikit konyol memang, namun toh namja dan yeoja di sekitarnya langsung melayang mendengar penuturannya. "Yah! Jeremy! Bolehkah aku membawamu pulang?"
Yesung menggembungkan pipinya. Oh, nampaknya seseorang harus mengingatkan Yesung agar tidak bertingkah terlalu imut disini. Tidakkah sang raven menyadari bahwa teman sekelasnya memandangnya begitu lapar?
"Ehem," deheman berat Mr. Park membuat Himchan dan Eli berjengit dengan tidak elitnya.
"Himchan-ssi, Eli-ssi. Apakah kalian sudah selesai dengan urusan kalian?" Mr. Park memberikan death glare terbaiknya kepada dua namja tampan itu.
Sementara Eli dan Himchan hanya menatap Mr. Park tidak berminat, memutar bola matanya sebelum akhirnya kembali ke kursi mereka dengan berat hati.
.
Si manis Kim memajukan bibirnya beberapa senti. Berniat kesal yang nyatanya malah membuat beberapa orang mimisan di tempat. "Oppa, mengapa oppa cemberut seperti itu? Oppa terlihat sangat menggemaskan."
Seorang gadis dengan name tag Yuri mendekati Yesung seraya menampilkan senyum terbaik yang ia punya. Yesung hanya menggeleng. "Tidak apa, Yuri-ah. Aku hanya sedikit lapar."
"Ah, apa Oppa ingin aku temani ke kantin?" gadis lain bernama Jiyeon menawarkan. Sementara Yuri hanya menatap Jiyeon tajam dengan tatapan 'jangan-ambil-punyaku'.
Yesung tersenyum. "Tidak usah. Lagipula, aku tidak membawa uang. Hehe."
"Jeremy-ah. Apakah kau mau makananku?"
"A-ah, tidak usah. Lagipu–,"
Namun tidak ada yang mendengar perkataan si manis penyandang marga Kim itu. Dan detik berikutnya, meja Yesung sudah terisi penuh oleh sekitar empat belas jenis makanan yang berbeda.
Glek
Pemilik onyx sabit itu menelan ludahnya. Adalah hal yang tidak mungkin untuk menghabiskan semua ini, bahkan dalam waktu beberapa hari sekalipun. Baru saja Yesung akan membuka mulutnya, ketika teman-teman sekelasnya sudah mendahuluinya.
"Selamat makan, Jeremy!"
.
Si manis bermarga Kim itu hanya bisa menunduk dan meremas ujung seragamnya. Pipi chubby-nya yang menggemaskan menampilkan semburat merah padam, persis seperti tomat masak yang tengah siap dipanen. Mengapa Yesung bersikap seperti itu, kalian bertanya?
Ah, soal itu. Salahkan saja teman-teman sekelasnya – baik namja maupun yeoja – yang menatapnya dengan pandangan pervert seperti itu. Sama sekali tidak peduli pada sang guru Matematika yang mulai kesal dengan sikap murid-muridnya. Dan, Ya! Apa itu?! Mengapa banyak sekali murid-murid kelas lain yang berkumpul di depan jendela kelasnya dan menatap pemilik raven dengan pandangan kepingin?
Ayolah, bahkan ini belum genap satu hari Yesung berada di Seoul International High School, tetapi seantero sekolah ini sudah mengenal dirinya. Bahkan namja Choi yang meng-klaim sekolah ini sebagai miliknya pun sudah menggodanya dengan terang-terangan.
Jemari mungil Yesung merogoh saku celananya, mengambil ponsel putihnya. Bermaksud untuk mengecek waktu.
Bibir mungilnya mengeluarkan decakan kecil ketika onyx sipitnya melihat bahwa saat ini hanya lewat sekitar tiga menit dari terakhir kali ia mengecek jam di ponselnya. Oh, ayolah. Bahkan waktu pun tidak dapat berkompromi dengannya.
"Anak-anak." suara galak Mrs. Ahn membuat semua murid yang berada disana sedikit kaget dan berhenti memperhatikan Yesung untuk sejenak. "Sepertinya kalian tidak berminat untuk menyelesaikan soal-soal ini. Apakah soal ini terlalu sulit untuk kalian?" Mrs. Ahn berkata sarkastik.
Beberapa anak menggerutu kecil, namun tidak ada yang terdengar di telinga Mrs. Ahn. Yeoja berusia akhir dua puluhan itu menghembuskan nafasnya berat. "Baiklah, begini saja. Saya akan memutuskan untuk membentuk kelompok berisi empat orang untuk mengerjakan soal-soal ini. Kalian boleh memilih sendiri anggota kelompok kalian."
Suasana tenang berubah menjadi gaduh seketika.
"Jeremy-ah, apakah kau sudah mementukan anggota kelompok?"
"Jeremy-ah, maukah kau sekelompok denganku?"
"Oppa, Aku ingin sekelompok denganmu."
"Jeremy-ah. Bersamaku saja!"
"Jeremy Oppa, aku bersamamu ya?"
"Bersamaku saja, Jeremy. Aku adalah yang terbaik di matematika."
"Dia berbohong, Jeremy. Aku yang terbaik."
"Jeremy-ah..."
"Jeremy-ah..."
"Jeremy Oppa..."
"Jeremy..."
Sementara Yesung hanya bisa meneguk ludahnya dan menatap teman-teman sekelasnya dengan pandangan pasrah. "Terserah kalian saja."
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
"Hari pertama yang berat, eh?" suara bass Kyuhyun membuat si manis yang tengah duduk santai di sofa berjengit kaget dengan tidak elitnya. Ia menatap si tampan dengan surai brunette dan bibirnya maju beberapa senti. "Kau mengagetkanku, Kyu!"
Kyuhyun hanya terkekeh pelan, kemudian meletakkan gelas yang masih mengepul-ngepulkan udara panas di tangannya di meja. Coklat hangat. Beberapa minggu tinggal bersama si model membuatnya sedikit-banyak memahami kesukaan namja dengan onyx sabit itu.
Yesung meniup-niup gelasnya, bermaksud sedikit mendinginkan cairan panas itu, mungkin. "Terima kasih, Kyu." Yang lebih tinggi hanya mengangguk, kemudian mengambil tempat duduk di sebelah Yesung.
"Jadi, bagaimana sekolahmu, Yesungie?"
"Mereka menyenangkan sekali." Yesung mengangguk dan tersenyum polos. "Namun perhatian mereka terlalu berlebihan. Dan mereka memandangiku sepanjang waktu." sang pemilik surai raven itu menunduk, semburat merah tipis terlihat di pipi chubby-nya. Ah, manis sekali.
Yang lebih tinggi mengangguk paham, kemudian sedikit mengacak surai Yesung. "Yesungie, dengar ya. Ketika kau di sekolah, jangan terlalu menarik perhatian orang banyak, okay?"
Si manis memiringkan kepalanya. "Hng, kenapa?"
"Tentu saja agar identitasmu tetap tersamarkan, Yesungie. Mulai besok, kau akan masuk lebih pagi, duduk di pojok saat di kelas maupun saat makan siang. Dan juga, ketika bel berbunyi segeralah keluar dan menemuiku. Jangan pergi dengan teman-temanmu yang lain, mengerti?"
Terlihat perempatan di dahi Yesung. "Hng? Terdengar tidak menyenangkan."
"Tetapi jika itu untuk kebaikanku, baiklah." Kedua sudut bibir Kyuhyun tertarik, membentuk senyuman lebar di wajah tampannya.
"Good boy. Segera selesaikan minummu dan segeralah tidur, Yesungie. Kau membutuhkan banyak tenaga untuk sekolah besok."
Kriettt...
Bunyi pintu di buka terdengar begitu mendominasi, mengingat suasana ruangan yang begitu sepi. Keduanya – atau sebut saja Yesung dan Kyuhyun masuk ke kamar bernuansa baby blue milik Yesung.
Si manis berbaring di tempat tidurnya, sementara si tampan menyelimuti tubuh mungilnya. Bermaksud memberikan kehangatan dan kenyamanan. Kyuhyun pun merapikan selimut dan posisi tidur Yesung sebagai sentuhan terakhir.
Jemari panjangnya terulur untuk mengelus raven Yesung lembut. "Selamat tidur, Yesungie." Kyuhyun tersenyum, yang juga dibalas dengan senyuman manis dari Yesung.
Baru saja Kyuhyun akan beranjak meninggalkan namja Kim itu ketika Yesung menahan tangannya. "Ada apa, Yesungie?"
Yesung menggeleng pelan. "Aku ingin tidur bersamamu, Kyu." satu alis Kyuhyun terangkat. "Huh?"
Jemari mungil Yesung makin erat mengenggam tangan Kyuhyun. "Temani aku tidur, ne?" Yesung memohon dengan puppy eyes andalannya. Kyuhyun menghela nafas kecil. Jika sudah begini, tentu saja ia tidak akan sampai hati untuk menolak permintaan Yesung.
"Baiklah, baiklah," pada akhirnya Kyuhyun berkata.
Si manis bersorak kecil. Menggemaskan, seperti biasa. Kyuhyun pun mengangkat selimut Yesung dan ikut masuk ke dalamnya. Ikut bergabung dengan kehangatan bersama Yesung.
"Keberatan jika aku memelukmu?" entah mendapat keberanian dari mana, namja dengan marga Cho itu bertanya.
Dan tanpa diduga, Yesung menggeleng. "Kau boleh memelukku, Kyu." Kyuhyun tersenyum tipis sebelum meletakkan tangannya di sekitar tubuh bagian atas Yesung. Ah, seandainya semua dapat melihat ini. Ketika tubuh mungil Yesung terlihat begitu pas di tubuh kekar Kyuhyun. Benar-benar terlihat seperti Yesung diciptakan hanya untuk Kyuhyun.
"Pelukanmu hangat, Kyu." Yesung berkata begitu polos, mengundang kekehan dari Kyuhyun. "Begitu? Aku akan memelukmu sepanjang malam jika kau mau, Yesungie?"
Yesung tersenyum. Tidak menjawab, hanya memilih mengangguk kecil dan menikmati suasana dalam dekapan Kyuhyun.
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Rencana Kyuhyun untuk membuat Yesung tidak terlihat mencolok dan menjadi pusat perhatian nampaknya tidak terlalu berjalan mulus. Tidak, kali ini bukan karena sikap Yesung yang kelewat polos. Namun karena pesona si manis Kim yang mampu membuat semua orang bertekuk lutut di hadapannya.
Kyuhyun berdecak kesal. Ini sudah kedelapan kalinya ia ditabrak oleh fans dadakan Yesung dalam satu menit terakhir. Ayolah, apakah –
Bruk!
"Ah, maaf sunbae." seorang yeoja dengan name tag 'Tiffany' – yang tadinya tengah memotret Yesung – menubruk Kyuhyun tanpa sengaja. Dan kini gadis itu sibuk meminta maaf dan membungkukkan badannya berkali-kali.
"Sekali lagi, aku minta maaf, sunbae." Kyuhyun mengangguk malas. "Hng. Sebenarnya kau tidak–,"
Bruk! – Kyuhyun baru saja akan melanjutkan kata-katanya ketika ada seorang namja mungil dengan surai berwarna red wine kembali menabraknya. Dan tanpa memperhatikan apapun, Kyuhyun tahu bahwa namja itu adalah salah satu dari fans dadakan Yesung.
"Yah! Bisakah kalian berhenti menabrakku dan minggir? Berikan jalan untukku dan Jeremy." Kyuhyun berseru agak kencang. Perpaduan tegas dan kesal.
Kyuhyun mengenggam jemari mungil Yesung dengan erat. Dalam keadaan seperti ini, bukan tidak mungkin ia kehilangan Yesung jika ia tidak memegang tangan namja manis ini dengan erat.
Dan setelah perjuangan menghindari dan menabrak fans-fans Yesung yang sangat melelahkan, akhirnya sang brunette dan sang raven sampai di depan kelas Yesung. "Mereka sangat liar." Kyuhyun menggerutu sedikit kesal, berdecak kecil ketika menyadari baju seragamnya benar-benar lusuh dan penuh keringat sekarang.
Yesung tertawa kecil. "Kau lucu jika kau menggerutu, Kyu." Yesung tersenyum imut. Membuat hati Kyuhyun menghangat. Amarah dan kekesalan namja jangkung itu pun langsung menguap entah kemana.
Kyuhyun tersenyum kecil, lalu mengacak raven Yesung. "Kau ini menggemaskan sekali, Sungie." Yesung hanya membalasnya dengan senyuman manis. "Baiklah, sana masuk. Aku akan menjemputmu saat istirahat nanti untuk makan bersama, bagaimana?"
Yang lebih pendek hanya mengangguk begitu imut dengan senyum polosnya.
.
"Ini," Kyuhyun menaruh nampan yang berisi sup kimchi di hadapan Yesung. "Terima kasih," Yesung berkata simpul yang dibalas anggukan oleh Kyuhyun.
Pemuda jangkung itu menarik kursi dan mendudukkan dirinya berhadapan dengan Yesung.
Kyuhyun meneguk lemon tea-nya. "Untunglah aku cukup cepat membawamu kesini, sehingga fans fansmu itu tidak perlu repot repot membuntuti kita." Onyx sabit Yesung menatap Kyuhyun penuh tanda tanya. "Apakah Kyu tidak suka menjagaku?" nada sedih sangat ketara dalam nada suara Yesung.
Si brunette menggeleng cepat. "Bukan begitu, Yesungie. Aku suka menjagamu. Hanya saja, fans fans-mu itu benar-benar merepotkan dan keterlaluan." Pemilik raven itu hanya bisa mengangguk dengan wajah polosnya.
"Selamat siang, manis." suara baritone bernada arogan yang jelas ditujukan untuk Yesung membuat Yesung dan Kyuhyun menoleh. Disana terlihat Choi junior bersama empat 'pengikutnya', berjalan dengan arogan.
Obsidian milik Siwon terlihat begitu mengintimidasi. Senyum meremehkan tercipta di wajah tampannya ketika melihat para murid perlahan menyingkir dan memberikannya jalan dengan mudah. Ia bangga dengan ini. Ketika semua orang menyadari kekuasaan dan kedudukannya.
Yesung tidak menyadari ketika tahu-tahu Siwon sudah duduk di sebelahnya. Tangan kekarnya pun melingkar di bahu Yesung dengan seenaknya.
"Mengapa kau duduk di pojok, huh? Aku jadi sulit mencarimu." Yesung hanya tersenyum canggung.
Siwon menyodorkan kertas berwarna dominasi biru ke hadapan Yesung. Mengayun-ayunkan di tangannya seolah kertas tersebut adalah trofi yang patut dibanggakan. "Aku mengadakan pesta di rumahku, lusa. Maukah kau datang ke pestaku, Jeremy?"
Yesung memandang kertas biru di tangan kanan Siwon yang ia duga adalah sebuah undangan. "Aku suka pesta. Aku akan datang."
Kedua sudut bibir Siwon tertarik, menampilkan senyum yang memperlihatkan dimple menawannya. "Aku sudah tahu kau akan menerimanya, Jeremy-ah." Siwon menyodorkan undangan tersebut pada Yesung, yang diterima dengan senang hati oleh Yesung.
"Siwon sunbae–,"
"Hyung." Siwon mengoreksi cepat.
"Ah, baiklah. Siwon hyung, dimana undangan untuk Kyu hyung?" Yesung bertanya dengan wajah innocent-nya. "Orang tua-ku hanya akan mengizinkanku pergi jika Kyu hyung juga ikut bersamaku." Yesung menjelaskan.
Siwon memandang Kyuhyun tidak suka, yang hanya dibalas tatapan datar oleh Kyuhyun. Jemari panjang Siwon bergerak-gerak, meminta undangan pada teman di belakangnya. "Ini untukmu, Cho." Seunghyun berkata dingin seraya melempar undangan tersebut.
Namja tampan bermarga Choi itu pun berdiri, tersenyum tipis pada Yesung. "Aku akan menunggu kehadirankalian. Datanglah tepat waktu, okay?" Siwon kembali tersenyum sebelum akhirnya memberikan ruang untuk Yesung dan Kyuhyun menghabiskan waktu berdua.
Sepeninggal Siwon, caramel Kyuhyun langsung menatap Yesung tajam. "Yah! Yesungie, apa yang baru saja kau lakukan? Bukankah aku sudah berkata agar tidak bersikap mencolok di sekolah ini?"
Sang raven memutar bola matanya jengah. "Ayolah, Kyu. Walaupun aku tidak bertingkah mencolok pun, aku yakin Siwon hyung akan tetap mengenali dan mengejarku." Kyuhyun terdiam. Sebenarnya perkataan Yesung hampir sepenuhnya benar. Tanpa bersikap mencolok pun Yesung akan tetap terlihat mencolok dengan wajah manis dan cantiknya serta sikap polosnya yang natural.
"Lagipula, bukankah ini akan menyenangkan? Kau dan aku akan pergi ke pesta berdua, bersama! Kita bisa menggunakan pakaian manis yang serasi."
"Ayolah, Yesungie. Kau tahu sendiri bahwa Siwon menaruh hati padamu. Tentu saja kita tidak mungkin menggenakan pakaian yang serasi." Yesung memainkan bibirnya. "Ngg... paling tidak kita akan kepesta bersama."
Kyuhyun menatap Yesung tidak bersemangat. "Entahlah, aku tidak begitu menyukai pesta." Yesung terkekeh pelan. " Setelah pesta di rumah Siwon hyung, kau akan menjadi penggila pesta, Kyu."
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Kyuhyun meremas surai brunette-nya kasar. Entah mengapa, sejak jam makan siang di sekolah tadi – tepatnya setelah Siwon memberikan undangan pada Yesung dan undangan terpaksa padanya, mood-nya menjadi sangat buruk.
Ia tidak menyukai ekspresi bahagia Yesung ketika mendapat undangan dari Siwon. Walaupun Yesung sudah mengatakan bahwa ia menyukai pesta, dan bukannya Siwon, itu tetap tidak memberi ketenangan untuknya. Ditambah lagi ekspresi menjengkelkan Siwon yang seolah meng-klaim jika Yesung adalah miliknya.
"Kyu?" suara baritone polos Yesung menarik namja dengan iris caramel itu dari lamunannya. "Ne?"
"Ada masalah? Kau terlihat sedikit... berantakan?" Kyuhyun tersenyum tipis dan menggeleng. "Tidak ada, hanya sedikit lelah dengan tugas yang semakin lama semakin banyak saja."
Dibalik kepolosonnya, Yesung mengerti bahwa Kyuhyun sedang berbohong. Namun, ia juga mengerti jika Kyuhyun sepertinya tidak berminat untuk menceritakan masalahnya lebih lanjut, maka ia hanya mengangguk dan mengambil duduk di sebelah Kyuhyun.
"Jadi, mengapa kau belum tidur, Yesungie?"
"Aku menunggumu." Satu alis Kyuhyun terangkat. "Menungguku?"
"Tadi malam, saat kau memelukku sepanjang malam. Kuakui itu menyenangkan Kyu. Dan-" Yesung tidak melanjutkan kata-katanya. Ia hanya menatap ke bawah, pipi chubby-nya sudah memerah sempurna sekarang.
Kyuhyun sedikit kaget mendengar penuturan Yesung, namun pada akhirnya senyuman lebar terlukis di wajah tampannya. Hey, bukankah secara tidak langsung Yesung mengatakan bahwa Yesung ingin Kyuhyun memeluknya sepanjang malam lagi?
Dan, jangan salahkan namja Cho itu jika sekarang ia mulai berharap lebih pada perasaan Yesung.
Kyuhyun melingkarkan lengannya di pundak Yesung. Kemudian berjalan menuju kamar sang model. Ah, agaknya ini akan menjadi malam yang begitu indah untuk keduanya.
.
.
.
.
TBC
Nah-_- apa ini . Aneh ya? Nggak jelas juga? Maaf ya T.T Bay sebenernya juga agak ragu pas mau publish ff ini. Cuma kalau enggak di publish Bay malah dihantu-hantui sama utang dong /apa. Dan Bay minta maaf bikin WonDad keliatan bad boy disini T.T
Oke, Bay bakal jawab beberapa pertanyaan yang sering ditanyain readers via review maupun PM^^
1. Apa Yesung bakal polos sepanjang cerita?
Disini, Bay emang buat Yesung karakternya polos gitu. Untuk kedepannya, Ye umma bakal tetep polos, tapi kadar polosnya (mungkin) berkurang.
2. Kapan bakalan ada konflik yang berat?
Mungkin sekitar satu atau dua chapter lagi^^
3. Adegan romance-nya kapan?
Soal romance. Bay sebenernya nggak berencana buat yang pure romance gitu. Bay nyoba nyelipin beberapa adegan romance saat Appa njaga Umma. (ngerti nggak? Bay juga bingung soalnya /dilempar bakiak/)-_-
4. Bisa naikkin rating-nya nggak?
Yah! Bay masih polos. Oke, itu sebuah kebohongan._.v Tapi untuk naikin rating, Bay minta maaf ya, Bay belum bisa nulis ff rate M. Baru bisa baca /apa. Maaf ya T.T
5. Bay itu cewek atau cowok?
Oke, yang ini emang enggak ada hubungannya. Tapi entah kenapa banyak banget yang tanya soal ini T.T Gini ya, Bay itu yeoja. Yeoja. Y-E-O-J-A, tapi ke namja-namjaan *loh-_-v
Nah, itu tadi jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan readers^^. Yang nomer lima enggak usah diperhatiin. Bagi yang mau tanya atau ngasih saran, boleh review ataupun PM Bay. Yang mau kenalan juga boleh. Ditunggu PM-nya^^ Baiklah, Bay kebanyakan ngomong disini. Last, Bay minta reviewnya ya ^^
Special Thanks To :
Jy – Cloud246 – Aquila3424 – Cloudz – ermaclouds – ajib4ff – kyusung shiper – 24 – iwsumpter – aku suka ff – nin nina – CloudsYesungie – AsHa Lightyagami kisslicksucks – Dewi CloudSparkyu – Harpaairiry – cloudya – BlueDaimonds – .9 – rina afrida – Liekyusung – yesunghyunggue90 – Yanie – Sasaclouds – Ranimaharsi – GaemCloud – libra love clouds – – Veeclouds – SparQclouds – Cutesungie – Cloudhy3424 – Lukyuky – TrinCloudSparkyu
(Maaf kalau ada yang enggak kecantum atau typo ._.v)
