Recital 4 : Jealousy?

Lapangan football itu tertutup tumpukan tipis salju, sedikit menggunduk di beberapa tempat. Seperti gula-gula kapas di atas rumput hijau.

Selangkah…ia mengingat memori masa lalu.

"Touchdown.." bisiknya pelan ketika sampai di ujung sisi lapangan. //Tapi bagiku...time out…// tunduknya sedih. Di belakangnya, ia mendengar suara yang sangat familiar memanggilnya…

"Kuso Chibi…"

//…Tidak mungkin..// Sena berbalik takut."Hiruma….san." Susah payah ia mengatakan itu. Karena mengingat apa yang dilihatnya selama berada di negeri itu sudah cukup membuatnya mati rasa."Kenapa kau bisa…"

"Ponselmu tak diangkat, orang rumahmu bilang kau sudah keluar dari rumah dan tinggal sendiri….Kuso saru bilang, kau ijin dari sekolahmu selama dua minggu, dengan alasan khusus yang tak bisa diberikan kecuali pada keluarga."

"…Ah, ya…Kau tahu dari mereka.."

"Tentu saja. Aku tak mau Devil Bats terbengkalai tanpa tanggung jawab."

"Aku sudah memberi wewenang pada Monta."

"Ya….lalu kau kemari tanpa tujuan? Tinggal di tempat terpencil dan terselubung dalam sisi kota yang jarang dikunjungi. Apa yang kau lakukan disana?"

"…Mengunjungi seseorang…Nenek Phanter yang dulu pernah membantuku."

"Begitukah?"

"Apapun itu, aku tak punya kewajiban untuk meberitahu Hiruma-san dulu kan?" Ia berkata dingin. Lelah rasanya…

Hiruma terdiam dengan kalimat itu. Salju mulai turun lebat ketika ia bicara."Kau bahkan tak menonton pertandinganku kemarin sampai habis."

"…Kau tahu ?"

'Tentu saja."

"Oh…"

"Kenapa?"

"Yah, kau pasti menang." Ia mengangkat bahu.

"Hmph…tidak."

"Eh?"

"Aku menang mutlak."

"Oh…baguslah…"

"….Itu saja?"

"Ya, itu saja…"

Pemuda jangkung itu menyepat pelan. "…Kuso chibi, kenapa kau kemari?"

"…Aku ingin melihat American Football dan bertemu teman-temanku disini."

"Kenapa kau kemari?"

"Hh…Aku sudah bilang, aku ingin menonton American football dan bertemu teman-temanku…"

"Chibi, kenapa kau kemari?"

"Hiruma-san…kau sudah mendengarku tadi.."

"Sena."

"…."

"Kenapa?"

"….Entahlah…Aku bahkan tak tahu…"

"…Aku menang dalam pertandingan itu."

"Kau tadi sudah bilang."

"Aku menang dari lawan…tapi aku kalah telak dari benda sialan ini…"

"…"

"Salju bisa membuatmu tersenyum….Tapi, aku hanya bisa membuatmu menangis…" Ia mengusap pelan buliran kristal cair yang jatuh di pipi pucat pemuda dihadapannya.

"Kau…bohong…"

"…Sudah tahu ya?"

"Rasanya sakit…aku bahkan berpikir luka parah lebih baik dari ini…"

"Maaf…."

"Hiruma-san…kau bohong…" Jemari ramping berusaha menyentuhnya lagi, namun ia menjauh. "…Aku…lelah sekali…"

"Sena…dengarkan aku dulu."

"Aku tak perlu alasannya…Toh, pada akhirnya, aku harus pergi kan?"

"…Keh..kau makin tajam, chibi…"

"Hiruma-san orang yang baik…aku tak perlu tahu penjelasannya karena aku percaya."

"Andai…andai aku bisa…"

"Dan?...Dia…lebih membutuhkanmu..."

"…Kuso chibi…"

"Sudahlah…"

"Chibi…"

"Hiru-"

GREP!

Lengan panjang menariknya kembali dalam pelukan. Pemuda mungil itu memandang lurus bola mata hijau dimana kini pemiliknya bicara tegas padanya. "Dengar….dengarkan aku…Aku…Hiruma Youichi…hanyalah milik Sena Kobayakawa…"

-My Happy Birthday-

-Bersambung-

Di apartemen studio….

Lagi pada nonton dorama terbaru dua anggota tadi…Hiruma ama Sena ga ikut, karena

lagi ada jumpa fans…

Agon: Gila...si pendek itu aktingnya makin nyeremin aja tiap episode…*muka ga percaya* Ck,ck ck….

Riku: Huks…Sena….Hue….Hiruma jahat…*Terbawa emosi, nangis ampe gigit sapu tangan*

Shin: Hiruma juga makin ahli. Bisa terlihat nyata begitu…mungkin karena pakai nama asli, jadi lebih bisa menjiwai peran…*tampang datar*

Riku: Aku sih malah takut lihat dia begitu…*begidik*

Rui: *angguk* Kebayang kalau orang tahu sifat aslinya di luar kamera kayak apa…

Agon: Si brengsek itu pemarah, merusak properti musik…

Riku: Suka mencuri cadangan makananku, tuker kostumku dan Sena sembarangan…

All: Kalau yang kedua itu sih kami setuju aja..//Soalnya jadi cute abiz…//

Riku: loh?! Kok malah dukung dia sih?! Baju yang dia tuker itu selalu kependekan, atau kaya cewe! Males banget, padahal dah cape-cape dipilihin…Ah, balik lagi…suka nyulik adekku…

All: Kan emang cowonya.

Riku: Tapi pas malem-malem lagi tidur coba!

All:…oh…//Asli Hiruma banget…// *ga ngomong karena takut ngamuk*

Rui: *hela* Bikin bangkrut kalau main game…TwT

Riku: Kamu selalu pake taruhan sih…=w=

Rui: *mendengus bangga* Itu namanya selera pemberani.

Riku: Ada juga selera orang bego…

Agon: Ho? Shin ga ada masalah dengan dia ya?

Shin: Tentu ada. Dia pernah sembunyi di tempatku waktu kabur dari Sena. Merepotkan...

*…hening….*

All: HAH!? APA?! Kalian selingkuh?!

JDAK JDAK JDUK! *jitak*

All: Maaf…YxY

Shin: Hn….

Riku: Eh, tunggu dulu. Tadi kau bilang dia kabur…Memangnya kenapa?

Shin: Kalian tahu hobi Hiruma kan?

Rui: Menembak? :?

Shin: Bukan yang itu.

Agon: Judi? -_- ?

Shin: Bukan…

Riku: Jadi stalker Sena? XD

Shin:…Hah…bukan….

Rui: Oh! Komputernya ya?!

Shin: *angguk*

Agon: Ngha? Apa hubungannya?

Shin: Agon, kau pernah ke apartemen Hiruma kan?

Agon: Ya, selalu untuk finishing touch lagu.

Shin: Tahu apa yang ada di rak kecil sebelah TV?

Agon: Oh…CD film…Aa..tunggu…kalau tidak salah, aku pernah nyuri satu…

Riku+Rui: //Orang ini…sama temen sendiri kok…// =.=;

Shin: Apa isinya?

Agon: Isi…isi…DEG! GLEK! *tampang pucat*

Rui: Ke-kenapa? Emang apa isinya? Video pembunuhan? Rekaman operasi kejam? Pembantaian? Perang?

Riku: Rui…kamu kok tahu yang begitu..? *curiga*

Rui: Bukan..Cuma kayanya kok cocok…

Agon: Itu…Game simulasi…Yaoi…Dulu Unko-chan nemu itu dan aku nyaris mati hanyut di laut…*begidik*

All: //Uwah..kakak yang overprotektif…=w=a//

Shin:Ya..itu dia.

Rui: Tunggu..aku masih ga konek nih. Bukannya biasa saja, terus kenapa?

Shin: Begini…

-Flashback-

Suatu hari, Hiruma lagi maen game di laptopnya, di studio Cuma ada Shin doang yang lagi nelpon buat kontrak modeling. Sena lagi keluar buat cari snek…

Hiruma: Owh….sexy banget ni uke…*suara bernapsu*

Shin: Fotonya Sena-kun? *tampang datar dah terbiasa*

Hiruma: Bukan itu. Ini loh…*balik kompu*

Shin: Hm? Dating game simulasi? Wah..ada percakapan juga ya?

Hiruma: Dia manis ga sih? Ini tokoh utamanya…*kasih liat cowo ramping, rambut pirang, mata biru abis mandi*

Shin: Sepertinya aku pernah lihat…Oo, Ayase Yukiya? Okane Ga Nai?

Hiruma: Wuih! Gua ga tau lu bisa kenal game ero juga! *nepuk pungung dengan simpati* Kamu berkembang Shin, mungkin ini gara-gara punya cowo yang juga artis dumay…(dunia maya)..

Shin: Jangan ngaco…Hei, apa gapapa tuh. Kalau ketahuan Sena-kun gimana? *Shin ga kan ngadu karena paham sebagai sesama seme…inilah perjanjian diam antar lelaki…*

Hiruma: *pose narsis* Hmph, ga papa deh. Ga kan ketauan ini kok….Ah, lihat. Ayase ini nurut-nurut aja, mau torture, maen ama vibe, cosplay cewe, lakuin 3x sehari kaya makan juga bisa, pake posisi apapun juga mau, bisa kapan saja dimana saja praktis banget...*ngiler*

Shin: Maksudnya…*mundur*

Hiruma: Ya! Akan kubuat kuso chibi jadi seperti ini!! Dan kami akan menjelajahi dunia penuh cinta bersama-sama…*Bekgron bunga dan petir….maksudnya jogres torture ama fluffy.*

Shin: *beda bayangan…yang ada juga Sena di dalem kurungan kayu..* Uh..mending jangan deh…

Hiruma: *hela* Iya, tau…memang perjalanan panjang, tapi setidaknya bisa ngayal kan? Ah…andai Sena itu kaya Ayase…*mandang haru layar computer, sekarang lagi torture* Owh, mantep abis ya, Aya-chan…*bisik-bisik mesra*

KLEK!

Pintu terbuka dan ada suara bisik-bisik kaya film horor…

Sena: Hiruma-san…

Hiruma: *berbalik* Oh! Kau sudah kembali, Kuso…chi…bi…*mengecil*

Sena: Siapa itu 'Ayase'? *hawa-hawa hitam….karena sulit dijelaskan, bayangkan saja sendiri tampangnya seperti apa.* Apa maksudnya dengan.... 'Aya-chan' ?

Shin : *begidik* Uh..um…a-aku permisi dulu…*lari secepat suara keluar dari ruangan*

Hiruma: AH! Shin! Sial, pengkhianat!!

Sena: Hiruma-san…

Hiruma: *balik pelan-pelan* Y-ya?

Sena: *senyum malaikat padahal iblis* Jelaskan padaku ya?

Hiruma: *siap mati di tempat*….Ya….ha…?

-End of Flashback-

All:….

Agon: …..

All: …..

Riku: …A-aku bisa membayangkan…aku tahu kalau adikku marah besar…*pucat*

Rui: Um…lalu…gimana? Setelah itu?

Shin: Entah… Aku minjemin dia tempat aja, klo ada masalah lagi juga, biasanya apartemen yang bukan tempat kerjaku kupinjami...Besoknya habis kejadian itu langsung libur cuti kerja, jadi aku ga tahu sama sekali..

Agon: *bengong ga terpengaruh* Libur cuti…HAH! *tiba2 inget*

Riku: A-apa? *takut-takut*

Rui: Jangan ngagetin gitu dong..

Agon : *keringat dingin* Jangan bilang, kejadian itu sehabis kita luncurin album ke empat…

Shin: Ah, iya. Itu.

Agon: *nginget2*…dia sepertinya ketahuan di apartemenmu..…soalnya, sehari setelah kita libur…di-dia di rumah sakit….Waktu itu aku ke sana untuk ambil kunci studio untuk cari data, kalau-kalau mau mixing lagu di rumah…Kupikir waktu itu karena dia ceroboh, jadi aku ketawa….ta-tapi…ma-masa sih…si cebol itu…*begidik*

All: Ke-kenapa katanya?

Rui: Hiruma kenapa?! Kok kita ga tahu…

Riku: jaga imej ya?

Agon: *angguk pelan*…..Ha-habis o-operasi pembengkakan 'bagian belakang'….*pake tanda kutip di udara* dan….

All: *GLEK! Tegang…*

Shin: D-dan?

Agon: …. Impoten sementara karena trauma…

All: Oxo !! %&$&%(#)!

-x-x-x-

Apa yang terjadi saat itu? Terserah anda…XD