FLASHBACK

Keluarga Kurosaki sedang sarapan bersama diruang makan

"Ichigo,kapan kau akan menikah dan memberiku cucu yang lucu?" Isshin memulai pembicaraan

"hn" Ichigo hanya menjawab seadanya

"apa maksudmu dengan 'hn'?"

"aku akan melamarnya hari ini" sontak ekspresi adik adik Ichigo dan ayahnya berubah total

"BENARKAH?Wah,Masaki! Anak kita akan menikah" Isshin mulai bicara pada foto yang dipajang didinding rumah

"ayah,biasa saja"Ichigo mulai risih

"kakak,akan menikah dengan Senna nee-chan?"tanya Yuzu

"ya"Ichigo tersenyum

Dan keluarga itu melanjutkan makan dengan membahas pernikahan Ichigo

Setelah makan,Ichigo mendapat pesan singkat dari Senna dan minta bertemu ditaman

"maaf terlambat,apa kau sudah lama?"Ichigo berlari kecil menghampiri Senna yang sedang duduk ditaman

"tidak,baru saja"

"jadi,mau bicara apa?oh ya,aku juga mau bicara"raut wajah Ichigo sangat bersemangat

"kita..sampai disini saja ya"Senna menggenggam tangan Ichigo

Otak Ichigo tidak bisa mencerna kata kata Senna

"maksudmu?"

"kita putus,aku harus pergi ke Swiss..aku akan menjadi model yang sukses"

"apa hanya karena itu?"Ichigo tidak bisa berpikir dengan jernih lagi

"ya,dan aku tak bisa membuatmu menungguku lagi"

"kalau kau mencintaiku,seharusnya kau bilang padaku untuk menunggumu..benar benar mengecewakan"Ichigo melepas tangan Senna dan berjalan pergi namun kembali berbaik

"ini,sepertinya memang harus berakhir disini"Ichigo tersenyum lirih dan memberikan kotak kecil berwarna merah pada Senna

"selamat tinggal Senna,hiduplah dengan baik"Ichigo meninggalkan Senna yang masih terpaku dengan kotak itu dan membukanya perlahan

Sebuah cincin perak dengan berhiaskan berlian mungil yang membuatnya nampak cantik. Melihat benda itu,Senna tidak tau harus bagaimana,senang karena Ichigo melamarnya atau sedih karena mereka sudah putus..

FLASHBACK OFF

Ichigo memikirkan kata kata Rangiku tadi malam membuat hati Ichigo benar benar dia benar benar masih mencintai Senna?

TOKK TOKK

"permisi Kurosaki-san" Orihime memasuki ruangan Ichigo dengan membawa beberapa berkas

"kau bawakan yang kuminta?" tanya Ichigo

"ini,semuanya sudah saya periksa" Orihime memberikan berkas data pasien yang dia operasi kemarin

"ano..semalam,Rukia-chan mencari anda,apa ada masalah?" Orihime sudah mengetahui kedekatan Ichigo dan Rukia

"Rukia?" Ichigo mengenhentikan aktifitasnya yang berkutat dengan berkas berkas tadi dan mengingat Rukia,mungkinkah gadis itu menunggunya?

"baiklah,terima kasih"Ichigo tersenyum dan mempersilahkan Orihime keluar

Ichigo bangun dari kursinya dan berjalan ke jendela,dilihatnya jendela kamar Rukia masih tertutup

"apa masih tidur?"Ichigo melihat jam sudah jam setengah tujuh,masih terlalu pagi,Ichigo tak pulang ke apartemennya tadi malam dan langsung ke rumah sakit,dia hanya menghubungi Renji untuk menjaga rumahnya,dia pikir ada gunanya juga Renji datang

Ichigo pergi ke kamar Rukia dan saat membuka pintunya,dia tak menemukan seorang pun disana

"Rukia?"Ichigo mencoba memanggil manggil Rukia namun tak ada jawaban

Ichigo keluar sedikit kecewa karena tidak menemukan Rukia,namun saat dijalan di lorong dulu dia dan Rukia pernah akan ke taman bersama,dia melihat sesuatu tergeletak di taman dan mendekatinya

"Rukia!"Ichigo mengangkat kepala Rukia dan menyentuh wajahnya dan Ichigo kaget karena wajahnya sedingin es

Ichigo membawa Rukia ke UGD,Yoruichi keluar dari ruang penanganan Rukia dan menghampiri Ichigo yang duduk di luar UGD

"sebenarnya…apa yang terjadi?"suara Yoruichi bergetar

"ada apa?Rukia baik baik saja kan?"

"kenapa dia bisa diluar kamarnya semalaman?"suara Yoruichi meninggi

"dia..semalaman diluar?"

"iya..aku tau kau bukan dokter Rukia,tapi bisakah kau tak mengatakan padanya kau akan menjenguk dan melihat keadaannya bila kau tak bisa melakukannya?kenapa membuat Rukia menunggu?"suara Yoruichi terkesan membentak Ichigo

"kemarin,aku ada urusan mendadak,jadi aku harus pergi"

Yoruichi tak menjawab dan matanya berkaca kaca,melihat itu Ichigo panik

"sebenarnya ada apa dengan Rukia?"tanya Ichigo

"tumornya otaknya kambuh"nafas Ichigo tercekat

"a-apa?"Ichigo melihat Yoruichi yang menunduk dalam dalam,dia tak mungkin bercanda

"sebelumnya tak ada yang salah dengan pemeriksaanku,tapi kenapa tiba tiba.."Yoruichi merasa terpukul,dia sudah merawat Rukia selama 13 tahun dan menganggapnya sebagai putrinya sendiri,namun disaat Rukia sudah bisa tersenyum dengan tulus,kenapa penyakit ini datang lagi

Ichigo tak bisa bicara lagi dan dia meninggalkan Yoruichi yang masih shock

"apa menyenangkan menertawakan gadis cacat sepertiku?"Ichigo mengingat kata kata Rukia tempo hari dan merasa bersalah

Dia membuka kamar Rukia,harum Lavender menyambutnya dan Ichigo perlahan duduk dipinggir kasur Rukia dan melihat vas yang berisi 2 tangkai Lavender dan lonceng kaca disebelahnya

Ichigo mengambil lonceng kaca itu dan menggantungnya dijendela Rukia lalu keluar dari kamar itu

Keesokannya,Ichigo mencari Rukia di UGD,namun perawat disana bilang kalau Rukia sudah dipindahkan kekamarnya lagi

Ichigo pergi ke kamar Rukia

"bagaimana perasaanmu?"tanya Ichigo saat duduk dihadapan Rukia

"haruskah aku senang saat tau penyakitku"jawab Rukia ketus sambil membaca bukunya

"ah,maaf.."

"apa salahmu aku akan mati?"bibir Ichigo terasa kelu mendengar kata kata Rukia

"jangan bicara begitu,tak ada yang akan mati"Ichigo berusaha menghibur Rukia

"hahaha,tak ada?kalau begitu kenapa aku disini?kenapa aku tidak dirumahku yang nyaman bersama orang tuaku saja?kau membual"Rukia melanjutkan aktifitasnya

Ichigo menahan tangan Rukia yang membaca dan Rukia ingin melepaskan cengkraman tangan Ichigo namun terlalu kuat

"apa yang kau lakukan?!"bentak Rukia

"maafkan aku,kemarin aku ada urusan mendadak"

"iya aku tau..lagipula kau bukan dokterku,kenapa aku menunggumu"Rukia tak memberontak lagi

"kau menungguku?"

"aku tak tau apa yang aku lakukan,tapi setiap bersamamu,aku merasa..nyaman. Jadi setiap kau tak ada,aku ingin menunggumu,dan kemarin kau bilang akan kesini,tapi kau tak datang. Aku pergi ke taman dan berharap kau akan datang kesana,tapi.."Rukia menunduk,tetesan air matanya jatuh ke selimut yang diapakai menutupi tubuh dinginnya

Cengkraman Ichigo melonggar dan Ichigo melepasnya

"aku tau aku gadis buta bodoh yang terlalu berharap,tapi untuk pertama kalinya dalam hidupku yang mungkin singkat ini..aku menyukai seseorang"Ichigo menatap Rukia dan hatinya terasa dicubit

"Rukia.."

"jangan bicara! Aku tak suka orang mengasihaniku,kalau kau mau pergi,pergi saja..jangan membuat dirimu terbebani karena aku,aku juga akan mati dalam 3 bulan"Rukia menghapus air matanya kasar

Ichigo tak banyak bicara malah menarik Rukia kedalam pelukannya,dan mendekapnya erat

"kau akan sembuh,kau akan dioperasi Rukia"Rukia tak memberontak,hanya saja dia tak membalas pelukan Ichigo dan menggeleng pelan

"aku tak mau"Ichigo melepaskan pelukannya dan menatap wajah Rukia

"kenapa?kau masih bisa hidup"

"aku sudah pernah dioperasi,apa alasan itu tidak cukup kalau tuhan tak memberiku hidup yang panjang dan indah?"bahu Rukia bergetar,Ichigo tau gadis ini sedang menangis

"tapi kita tak tau hasilnya kali ini kan?"

"kalau aku mati bagaimana?"

"tidak akan,kau harus tetap hidup Rukia"Ichigo menangkup wajah Rukia dan Ichigo memuji dalam hati kalau Rukia benar benar cantik

Ichigo menenangkan Rukia dan tetap berada dikamar itu,dia ingin menebus kesalahannya kemarin dengan menemani Rukia hari ini

"kau tak ada pasien?"tanya Rukia

"entahlah"

"kau bolos?"suara Rukia meninggi

"siapa yang membuatku begini?"

"aku tak menyuruhmu,aku bilang bila mau pergi pergi saja"

"baiklah"Ichigo berdiri sambil melirik Rukia

"aku pergi"Ichigo tetap diam diposisinya sambil melirik Rukia yang nampak menggigit bibir bawahnya dan tangannya yang hendak terangkat

"kau tak mau mencegahku?"tanya Ichigo,bingung karena Rukia tak menyuruhnya tinggal

"eh?"Rukia terkejut mendengar pernyataan Ichigo

"aku sungguh akan pergi"Ichigo nampak kesal

"ba-baiklah pergi saja"Ichigo dapat melihat semburat merah dipipi Rukia

Ichigo tak menanggapinya dan mengambil benang dilaci lalu menghampiri jendela Rukia

"bunyi ini?"Rukia meraba mejanya saat mendengar dentingan lonceng

"kau mencari loncengnya?"tanya Ichigo

"kau belum pergi?"

"sebentar lagi.."Ichigo mengikatkan benang dilonceng itu lalu berjalan ke arah Rukia dan mengangkat tangannya

"ada apa?"Rukia merasa Ichigo sedang mengikatkan sesuatu dijarinya

"sudah selesai"Ichigo mengikatkan benang yang menghubungkan loncengnya ke jari Rukia

"apa ini?"tanya Rukia

"kalau kau kesepian dan aku tak bisa datang,tariklah loncengnya,dengan begitu aku selalu berada disampingmu"wajah Rukia memerah dan dia tersenyum lembut

"terima kasih..Ichigo"

"kau harus bertahan Rukia"Ichigo memegang tangan Rukia dan melepasnya pelan lalu berjalan pergi

Rukia masih tak tau harus bagaimana,dia sudah menyerah untuk dioperasi tapi di sisi lain,seseorang akan membantunya bertahan

Rukia memejamkan matanya erat,berharap saat dia membuka matanya,dia tak ada di rumah sakit,tidak sakit,dan..dicintai oleh seorang Kurosaki Ichigo

DRRT DRRT

Ichigo merogoh sakunya dan mengambil handphone-nya yang bergetar dan membuka pesan singkatnya

From:Senna

"Ichigo,apa kau sibuk?aku merindukanmu"

Ichigo mendesah panjang saat melihat pesan dari Senna

To:Senna

"Aku di rumah sakit,kau sudah keluar?"Ichigo menutup handphone flip-nya

"iya,aku sudah keluar"Senna tiba tiba muncul dari balik pintu dan masuk ke ruangan Ichigo

"kau..kapan datang?"tanya Ichigo setengah terkejut

"baru saja"Senna tersenyum

"ayo makan siang,aku lapar"ajak Senna,dan Ichigo hanya bisa mengiyakan

Saat mereka berjalan dikoridor rumah sakit,mereka bertemu Yoruichi

"selamat siang Yoruichi-san,mau makan siang?"tanya Ichigo

"baru saja selesai"Yourichi melirik Senna

"ini kekasihmu?"tanyanya lagi

Ichigo diam

"aku tunangannya,senang bertemu anda Yoruichi-san"Senna tersenyum

Setelah Yoruichi pergi,Ichigo masih terngiang ngiang kata kata Senna di kepalanya

'apa ini benar?' Batin Ichigo saat melihat Senna tersenyum dan tertawa lepas bersamanya

Saat selesai makan,Senna minta Ichigo bercerita kehidupannya yang baru di Soul Society dan tentu saja Ichigo bercerita tentang Rukia dengan semangat

"apa..kau menyukainya Ichigo?"tanya Senna takut mendengar jawaban yang tidak dia suka

"apa?" kenapa reaksi mereka sama?Renji dan senna,saat Ichigo bercerita tentang Rukia..Batin Ichigo

"kau menceritakannya dengan mata berbinar dan hati yang menggebu gebu"Senna menambahkan

"kau bercanda"Ichigo tertawa pelan dan meminum kopinya,namun Senna tak demikian,raut wajahnya nampak sedih

"kau nampak menyukainya"Ichigo mengalihkan pembicaraan

"ayo kembali,ada banyak pekerjaan yang belum kuurus"mereka kembali ke ruangan Ichigo

"baiklah,Ichigo aku harus pulang"Senna bersiap siap pulang

"kau bawa mobil?"tanya Ichigo

"bawa,oh iya.."Ichigo melihat Senna

"bila hubungan ini tak bisa dikembalikan ke tempat semula,katakan padaku,supaya aku bisa mundur sendiri tanpa kau harus membuatku menjadi pecundang..mengerti?"terdengar suara tawa diakhir kalimat Senna

Ichigo membatu,kenapa Senna bicara begitu?bukankah Senna akan mencoba dari awal hubungan mereka?kenapa tiba tiba berubah

Ichigo tiba tiba teringat sesuatu dan berlari keluar

"dimana Dokter Yoruichi?"tanya Ichigo pada salah satu perawat disana

"Yoruichi-san tadi sedang memeriksa pasien Kuchiki Rukia diruang pemeriksaan" Ichigo tanpa babibu langsung melesat kesana

Saat sampai di ruang pemeriksaan mata,dia melihat Rukia sedang duduk bak patung dikursi tunggu di luar,dan tak lama Yoruichi keluar

Yoruichi melihat Ichigo dan mengajaknya bicara sebentar

"bagaimana?masih ada harapan kan?"tanya Ichigo cemas akan hasil pemeriksaan Rukia,hasil tes ini akan memutuskan apakah Rukia dapat dioperasi atau tidak

"hasilnya hanya 10%"Yoruichi menatap Rukia yang masih duduk

"a-apa?"lutut Ichigo terasa lemas

"tapi,bila kita tak coba belum tentu tak berhasil kan?"Ichigo masih bersikukuh

"lalu bagaimana dengan 90% kegagalannya?dia..bisa mati"

Ichigo merutuki nasib Rukia,dia menatap Rukia dengan perasaan campur aduk dan menghampiri Rukia

"hei"Ichigo berusaha menghilangkan suara bergetarnya dan jongkok dihadapan Rukia

"Ichigo"Rukia meraba raba wajah orang dihadapannya

"aku disini"Ichigo meraih tangan Rukia dan menggenggamnya erat

"ittai" lirih Rukia saat Ichigo terlalu erat menggenggam tangannya

"maaf" Ichigo melonggarkan genggamannya

"oh iya,aku ingin mengatakan sesuatu" terlihat senyum mengembang diwajah Rukia

"apa?" Ichigo memandangi wajah gadis yang membuat hatinya bisa campur aduk saat melihatnya

"aku..memutuskan mau dioperasi" nafas Ichigo tercekat,dadanya sesak

"ke-kenapa tiba tiba berubah pikiran?"

"aku mau sembuh,dan kata Yoruichi,bila ini berhasil,ada kemungkinan aku bisa melihat lagi"Rukia tak berhenti tersenyum,namun Ichigo tak tahan lagi,air mata sudah jatuh di pipinya

"benarkah,aku ikut senang"Ichigo menunduk

"aku mau melihatmu,orang pertama yang mau kulihat adalah kau"Yoruichi yang melihat pemandangan ini turut menangis dalam diam

"kenapa aku?"

"karena kau orang pertama yang membuat diriku merasa lebih baik dan berarti"

Mendengar perkataan Rukia,ada rasa sesal didalamnya,dan Ichigo mengecup tangan Rukia

"kau menangis?"Rukia merasakan tangannya basah

"ah,iya..aku hanya bahagia"Ichigo merasa tangan Rukia menghapus air matanya

"jadi,sekarang kau juga menyukaiku?"tanya Rukia

Mungkin ini perasaan Ichigo yang sebenarnya,bagaimana bisa gadis yang dia temui baru 1 bulan yang lalu merubah hidupnya begini?bahkan membuatnya menangis

"tidak"ada raut kekecewaan dalam wajah Rukia

"aku mencintaimu"Ichigo menambahkan membuat jantung Rukia seakan mau meledak

"benarkah?"

"aku mencintaimu,Kuchiki Rukia..karena itu,teruslah hidup dan mencintaiku selamanya"Ichigo terus mengecup punggung tangan mungil Rukia dengan sayang

Ichigo ingin sekali menggenggam gadis ini ditangannya,tidak memperbolehkan siapapun merebutnya,termasuk penyakit ini dan Tuhan..

TBC