I will die if im not kissing
Disclaimer: Masashi Kishimoto©Naruto

Fic I Will Die If Im Not Kissing©Mey Hanazaki
Last Chapter:

Sasuke menoleh ke Sakura, tampak Sakura memijit-mijit kakinya yang nyeri lagi.

"Ck merepotkan." kata Sasuke, menunduk dan mensejajarkan wajahnya dengan Sakura dan syuut….

"Kyaaaaaa" teriak Sakura. Naruto dan yang lainnya, yang mendengar teriakan Sakura langsung berbalik melihat ke arah Sakura dan Sasuke, tapi mata mereka terbelalak kaget melihat kajadian di hadapan mereka yang berjarak seratus meter dari mereka berdiri.

Genre: Romance.
Rate: T+
Pair: SasuSaku slight SakuGaa, NaruHina, SaIno, NejiTen, ShikaTema and other pair.
Inspirated Fic: I will die if im not kissing by_(lupa nama pengarangnya '_') tapi hanya terinspirasi aja, alur ceritanya akan berbeda.
Warning: AU, Typo(s), Ooc, alur mudah ditebak, ide pasaran.

Chapter 4

Sasuke menggendong Sakura ala bridal style di hadapan semua orang, untuk kesekian kalinya dalam sehari ini banyak banget yang meperhatikan gerak-gerik yang dilakukan oleh sepasang anak muda ini. Sakura blushing berat dalam gendongan Sasuke.

"Sasuke-sen..senpai tu..tu..turunkan a..aku" pinta Sakura gugup sambil memperhatikan orang-orang yang memandang mereka.

"Hn." hanya kata itu yang keluar dari bibir seksi Sasuke, ia tidak menghiraukan permintaan Sakura, ia juga tidak menghiraukan tatapan-tatapan dari orang-orang sekitar malah ia terus berjalan menuju tempat Naruto dkk berdiri yang juga memperhatikan dua sejoli ini.

"Kenapa bengong? Ayo jalan." kata Sasuke pada teman-temannya. Hinata, Ino, Temari, Neji, Tenten, Shikamaru dan Sai akhirnya sadar dari kekagetannya tetapi tidak untuk Naruto, kepalanya masih memproses kejadian yang terjadi sekarang ini.

"Apakah mereka berdua sebenarnya pacaran?" gumam Naruto. "Kalau mereka tidak berpacaran, kenapa dari tadi mereka mengumbar kemesraan?" gumam Naruto lagi. Hinata menepuk bahu Naruto lembut.

"Na…Na..Naruto-senpai." kata Hinata lembut, Naruto belum sadar juga dari dunianya, Shikamaru yang melihat Naruto langsung menjitak kepala duren Naruto. Pletak

"Auw sakit bodoh." bentak Nruto pada Shikamaru. Shikamaru yang dibentak hanya menguap seperti biasanya.

"Ayo cepat jalan." kata Neji. Mereka semua lalu melanjutkan perjalanan mereka. Naruto berlari menyusul Sasuke yang sudah berjalan paling depan yang Sakura dalam gendongannya. Setelah sejajar Naruto langsung menyerbu Sasuke dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedari tadi mengganganggu pikirannya.

"Teme, sebenarnya kau ada hubungan apa sich dengan Sakura-chan? Apa kalian berpacaran? apa kalian berbohong tentang cerita kutukan tadi? Ayolah Teme ngaku saja pada kami, kalau kalian sebenarnya pacaran kan" Tanya Naruto bertubi-tubi, sedangkan yang ditanya hannya memutar bola matanya bosan, dan gadis yang ada di gendongannya tabah blushing berat..

"Kami tidak pacaran Dobe, dan cerita yang diceritakan si Pinky itu memang benar." sahut Sasuke.

"Terus, kenapa kalian begitu dekat? Kalian megumbar kemesraan di depan umum."

"Hn, susah bicara denganmu yang memiliki otak pas-pasan. Baka Dobe." sindir Sasuke.

"Apa kau bilang Teme? Awas kau." Naruto hendak mencengkram kerah baju seragam Sasuke, tapi keburu ditahan oleh Shikamaru.

"Sudahlah Naruto, Sasuke sedang menggendong Haruno. Kau mau dia terluka." Kata Shikamaru malas

"Kali ini ku ampuni kau Teme."

"Aku tidak takut padamu Dobe, sekarang juga aku bisa melawanmu."

"Kau.."

"Hei..hei kalian seperti anak kecil saja, berhentilan bersikap kekanak-kanakan." sindir Sai yang disertai senyum palsunya.

"Aku bukan anak kecil." kata Naruto dan Sasuke barengan. Semua teman-temannya pada ketawa melihat tingkah Sasuke dan Naruto. Sakura memandang wajah tampan Sasuke yang muncul semburat merah tipis.

"Sasuke-senpai lucu juga kalau lagi malu." Batin Sakura sambil tersenyum kecil. Sasuke menoleh kearah Sakura yang pas saat itu Sakura tersenyum tanpa sebab.

"Kenapa kau tersenyum? Dasar gila." ejek Sasuke, sedangkan yang diejek langsung berhenti tersenyum.

"E..enak saja aku gak gi..gila." kata Sakura memalingkan wajahnya dari Sasuke.

"Hn". Teman-teman mereka yang ada di belakang pada asyik ngobrol-ngbrol, sedangkan Sasuke dan Sakura masa sekali tidak ada yang mau berbicara. Tiba-tiba Sakura merasakan sesak di dadanya, nafas Sakura mulai memburu.

"Hosh..hosh.." Sakura terengah-engah dalam gendongan Sasuke. Sasuke yang merasa bahwa ada yang tidak beres dengan gadis yang ada di gendongannya, langsung menoleh kearah Sakura, Sasuke kaget melihat Sakura, nafasnya sudah memburu, wajahnya pucat, dan keringat dingin mulai membasahi wajahnya. Sasuke menghentikan perjalanan, sontak teman-temannya yang ada di belakang ikut berhenti.

"Hey, Pinky kau tidak apa-apa?" tanya Sasuke pada Sakura.

"Nafasku hoh..se..sesak hosh..hosh.." ucap Sakura terbata-bata. Bibir sakura sudah mengap-mengap mencari pasokan udara.

"Ck merepotkan." kata Sasuke.

"Hoi Teme kenapa berhen,,," Naruto tidak melanjutkan omongannya, karena lagi-lagi ia dan teman-temannya dibuat tercengang oleh tindakan yang dilakukan Sasuke. Sasuke mencium Sakura yang ada digendongannya, dan Sakura tampak tidak berontak sedikit pun oleh tindakan yang dilakukan Sasuke.

"Ck…ck,,mmereka ciuman lagi." kata Tenten sambil geleng-geleng kepala.

"Mu..mungkin kutukan ya..yang Sakura-chan tadi ceritakan mu..mulai berefek la..gi" ucap Hinta dengan wajah yang merona.

"Teme, sangat beruntung bisa mencium Sakura dengan seenak jidatnya." seru Naruto dengan wajah pengen.

"Itu dia lakukan karena untuk menolong nyawa seseorang Naruto." jelas Shimaru.

"Huh, tapi tetap saja." kata Naruto. Sasuke dan Sakura kembal;I menjadi bahan soratan beberapa pasang mata, mereka berciuman sudah tiga menit lamanya, tapi diantara keduanya tidak ada yang mau melepas caiman itu.

"Kayaknya bukan hanya karena pertolongan saja mereka berciuman." celetuk Temari.

"Maksud kamu apa Temari-chan?" tanya Tenten.

"Kayaknya mereka ciuman juga kerena mereka berdua saling menyukai." kata Temari melipat kedua tangannya di depan dada sambil memperhatiakan kedua insane yang sedang berciuman itu.

"Kanapa kau bisa tau?" tanya Ino

"Emm, kenapa ya? Mungkin karena aku ngelihat dari cara mereka berciuman dan tadi kan aku baru bilang kayaknya." ucap Temari santai.

"Tapi setahuku bukannya Sakura menyukai Gaara!" celetuk Tenten

"Iya, Sakura kan menyukai Gaara." timbrug Ino. Temari hanya mengangkat kedua bahunya. Karena dirasanya pasokan oksigen menipis, akhirnya mereka berdua melepaskan bibir yang saling membelit sedari tadi, benang-benang saliva masih terhubung begitu mereka melepas ciumannya. Sasuke memandang wajah Sakura yang merona merah, begitu pun Sakura ia memandang wajah Sasuke dengan terengah-engah sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya. Seringai jahil terkembang di bibir Sasuke.

"Dasar pervert." ejek Sasuke pada Sakura. Sakura yang dibilang pervert wajahnya langsung memerah dan ia tidak terima dibilang begitu oleh Sasuke.

"A..aku ti..tidak pervert." Ucap Sakura.

"Benarkah? Dasar pembohong."

"A,,ku bukan pembohong?" Sakura tidak melanjutkan perkataannya karena omongannya sudah disela oleh Neji.

"Hn."

"Enggak."

"Iya."

"Mau sampai kapan kalian bertengkar setelah berciuman ..Hah?" kata Neji yang emosi melihat Sasuke dan sakura bertengkar karena hal sepele. Mereka berdua langsung berhenti bertengkar.

"Ayo jalan" kata Shikamaru. Mereka semua pun melanjutkan perjalanan menuju tempat dimana mobil mereka diparkir. Sesampainya di tempat parkir, Sasuke langsung mendudukkan Sakura di jok depan mobil Temari. Ino, Tenten dan juga Hinata dduk di kursi penumpang belakang sedangkan Temari, ia yang mengemudikan mobil ferrai miliknya ini. Sasuke, Naruto, Neji duduk kursi penumpang belakang mobil, Sai duduk di jok depan di samping Shikamaru yang mengemudikan itu mobil. Setelah semua ada pada tempatnya #plak* lho kira barang?* mereka pun meninggalkan pelataran parkir Mall Konoha. Temari mengantar Sakura terlebih dahulu dikatrenakan kaki Sakura yang terkilirr.

))) )))Mey ))) )))

At 06.45 a.m

Kriing..kringg… bunyi jam weker berbentuk bunga sakura milik gadis pink yang masih bergelut dalam selimut. Kring…kring jam weker itu tanpa henti mengeluarkan bunyi nyaring. Terdengar bunyi klik.. Sakura memencet tombol yang ada di atasnya, seketika itu juga jam weker itu berhenti berbunyi.

"Engg,,," Sakura menggeliat manja dalam gulungan selimutnya, ia duduk di ranjangnya sambil mengucek-ngucek kudua matanya.

"Hoahemm, ternyata sudah pagi." Sakura menggaruk-garuk tengkuknya kemudian ia turun dari ranjang dan bejalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Lima belas menit Sakura mandi, akhirnya ia keluar juga dari kamar mandi.

"Saku-chan, bangun sayang sudah pagi" teriak Kaa-san Sakura dari dapur.

"Iya, Kaa-san. Saku sudah bangun kok." teriak Sakura balik. Tidak ada lagi teriakan dari Kaa-san, Sakura lalu memakai seragamnya, setelah itu ia memakai make-up tipis dan lips gloss warna pink tipis rasa cerry. Wajahnya cantiknya tambah manis dengan ditambahnya bandana warna soft pink di kepalanya yang rambutnya ia biarkan terurai.

"Oke, sempurna" kata Sakura pada dirinya sendiri di depan kaca. Sakura melirik jam dinding yang ada di kamarnya. Pukul 7.10 a.m.

"Ternyata aku bangun terlalu pagi." kata Sakura. Kemudian ia turun ke bawah, di bawah sudah ada Saaori, Kaa-san dan Tou-san sakura.

"Ohayou minna." sapa Sakura ceria.

"Ohayou." sapa keluarga Haruno balik. Sakura duduk di samping Sasori.

"Saso-nii, ambilin rotinya." suruh Sakura. Sasori mengambil roti yang ada di depannya, kemudian menaruhnya di piring Sakura.

"Sekalian selai strawberrynya,,,hehehe." kata Sakura nyengir kuda.

"Merepotkan." walaupun Sasori berbicara begitu, tapi ia tetap mengambilkan Sakura selainya. Acara sarapan keluarga Haruno diselingi canda tawa yang membuat suasana sarapannya jadi lebih ramai.

))) )))Mey))) )))

Konoha Gakuen

Sisiwa-siswi di Konoha Gakuen berlalu lalang di setiap penjuru sekolah. Ada yang di kantin, ada yang lagi nongkrong di taman, ada juga yang pacaran. Kenapa mereka tidak dapat pelajaran, karena guru-guru pada sibuk rapat mengenai festival sekolah yang memang setiap satu tahun sekali diadakan, perayaannya selama dua hari. Selain guru-guru, OSIS dan pengurus kelas juga sedang rapat.

Sakura, Temari. Ino, Hinata, dan Tenten mereka sedang duduk-duduk di taman sekolah. Mereka di sana ngobrol-ngobrol sambil makan cemilan yang tadi mereka beli di kantin.

"Wah, kira-kira kelas kita buka stan apa ya pakai festival sekolah, ini kan tahun pertama kita ikut partisipasi dalam festival ini." celetuk Ino.

"Aku sudah pernah datang ke festival yang biasanya diadain Konoha Gakuen kok." kata Sakura.

"Aku juga pernah, tapi bukan itu maksudku,,hufft" Ino menghela nafas sejenak. "Maksudku kita yang langsung jadi panitianya sama anggotanya, bukan hanya sebagai pengunjung." Lanjut Ino.

"Oh gitu, iya juga ya? Kelas kita buka stan apa ya enaknya?" ucap Sakura.

"Emm gimana kalau kita usulin buat cafee maid aja." usul Temari. Semuanya tampak berpikir sejenak.

"Aa, boleh juga tuh." kata Tenten yang disertai anggukan dari Sakura, Ino dan Hinata.

"Tapi, ki..kira-kira, te..te..teman-teman se..sekelas se..setuju gak sa..sama u..usul tadi?" tanya Hinata.

"Mudah-mudahan aja setuju." sahut Temari.

"Ya. Mudah-mudahan saja." ucap Sakura.

'Pengumuman..pengumuman. Untuk semua siswa-siswi Konoha Gakuen harap masuk ke kelas masing-masing untuk mendiskusikan stan apa yang akan dibuat oleh kelasnya. Sekian pengumumannya, terima kasih.'

Semua siswa-siswi KG langsung masuk ke kelasnya masing-masing begitu juga Sakura dkk langsung pergi ke kelasnya. Di kelas 1-2, banyak siswa-siswinya mengusulkan stan yang akan dibuat di kelas itu. Ketua kelas dan wakil ketua kelas berdiri di depan kelas.

"Jadi, karena banyak yang mengusulkan, stan apa yang akan kita buat, mending kita adain polling aja denagn angkat tangan. Stan apa yang banyak peminatnya , stan itu yang akan dibuat oleh kelas kita. Kalian setuju kan?" ucap Mia sang ketua kelas.

"Setujuuuu." sahut semuanya.

"Baiklah, kalau begitu siapa yang mau kelas kita mengadakan stan kerajinan tangan yang kita buat sendiri?" tanya Mia. Yang angkat tangan cuma dua orang.

"Terus, siapa yang mau stan makanan khas Jepang?" yang angkat tangan hanya lima orang.

"Yang setuju membuat stan lomba pelemparan gelang tangan ke botol?" yang angkat tangan tiga orang.

"Yang setuju buat stan caffe maid?" yang angkat tangan 22 orang.

"Ini stan yang terakhir, siapa yang setuju kalau buat stan Host Club" yang angkat tangan 18 orang.

"Jadi kita putuskan akan membuat stan caffe maid." kata Mia. Semua tadi yang memilih stan caffe maid bersorak gembira, sedangkan orang-orang yang stannya gak jadi dipakai, menampilkan wajah cemberut dan lesu.

"Apakah ada yang tidak setuju?" tanya Kiba wakil ketua kelas. Semua mengangguk setuju.

"Jadi kita persiapkan peralatannya dari sekarang, karena festivalnya akan diadakan lima hari lagi yaitu tepat hari Sabtu." kata Kiba.

"Baik." sahut semuanya. Mia dan Kiba pergidari kelas 1-2, mereka mau menyerahkan hasil keputusan yang tadi kepada wali kelas 1-2. Sedangkan siswa-siswi yang tadi ada di dalam kelas semua berhamburan keluar kelas.

"Hei, kita ke kantin yuk." ajak Temari.

"yuk, boleh." kata Ino. Mereka berlima pergi ke kantin. Setelah mereka sampai di kantin, ternyata semua tempat duduknya penuh.

"Gimana, jadi makan gak nih?" tanya Sakura kepada teman-temannya.

"Gak tau." jawab Ino.

"Emm jadi aja yuk, soalnya cacing-cacing di perutku sudah pada demo. Tadi pagi aku cuma makan camilan." ucap Temari.

"Terus kita duduk di mana?" tanya Ino. Temari memandang seluruh pelosok kantin. Siapa tahu masih ada tempat yang kosong untuk mereka tempati, dan gotcha. Temari menemukan tempat duduk untuk mereka berlima.

"Kita duduk saja di tempat Shika-kun dan teman-temannya itu." ujar Temari sambil menunjuk tempat duduk yang ada di pojok kantin paling timur. Di tempat itu ada Naruto, Sai, Neji dan juga Shikamaru.

"Aku tidak mau." kata Ino tiba-tiba.

"Kenapa? Di situ juga ada Sai-senpai kok." kata Temari.

"Ta..ta.." belum sempat Ino melanjutkan perkataannya, tangannya sudah ditarik oleh Temari.

"Shika-kun." sapa Temari begitu sampai di tempat Shikamaru dkk berada.

"Hmm, tumben berani menyapaku di sekolah." kata Shikamaru.

"Itu, karena,, emm ternyata teman-temanmu tidak senakal yang aku kira." ucap Temari yang langsung dapat deatglare dari Naruto, Sai dan Neji sedangkan yang dideatglare senyum-senyum gaje.

"Boleh kami duduk di sini?" tanya Temari.

"Hm, silahkan." jawab Shikamaru. Mereka berlima kemudian duduk di kursi yang masih kosong, Ino memasang wajah cemberut. Hinata duduk di samping Naruto, Sakura duduk di samping Naruto yang berarti Naruto diapit oleh dua gadis. Ino duduk di samping Temari yang duduk di samping Shikamaru. Sedangkan Tenten duduk di samping Neji yang duduk di samping Sai.

"Hinata-chan mau pesan apa?" tanya Naruto pada Hinata.

"Aku pe..pesan… nasi go..go..goreng saja." ucap Hinata, entah kenapa setiap ia dekat dengan Naruto pasti wajahnya memanas, mungkin karena dia suka Naruto kali ya?

"Kalau kalian semua pesan apa?" tanya Naruto kepada Sakura, Ino, Temari dan Tenten.

"Emm aku pesanasi goreng juga." kata Tenten

"Aku nasi goreng." kata Temari.

"Aku juga." ucap Ino.

"A..aku tidak makan, pesan minum saja." kata Sakura gugup, ia masih tidak berani dengan Naruto dkk, makanya ngomongnya dia tu gugup.

"Kau harus makan, nanti kau tambah ceking Pinky." kata seseorang dengan nada datar yang berada di belakang Sakura . Sakura menoleh ke belakang, didapatinya Sasuke berdiri di belakangnya. Blush… tiba-tiba wajah Sakura memerah, Sasuke yang melihatnya hanya mengangkat kedua alisnya, ia kemudian duduk di samping Sakura yang menundukkan wajahnya.

"Cepat, Pinky kau mau pesan makanan apa?" tanya Sasuke.

"A..aku su..sudah kenyang." jawab Sakura.

"Kalau begitu kau pesan nasi goreng saja biar sama dengan teman-temanmu" kata Sasuke yang memuruskan dengan seenak jidatnya. Sai, Neji, naruto dan Shikamaru hanya menyeringai lebar melihat tingkah Sasuke yang memutuskan seenaknya saja, gadis-gadis ini semua memesan minuman yang sama yaitu jus lemon. Ctik, Sasuke menjentikan jari tangannya, seketika itu juga pelayan yang ada di kantin KG menghampiri meja tempat Sasuke berada (A/N: Ceritanya kantin di Kg ini seperti di restaurant, yang memiliki pelayan sekitar 6 orang, maklumlah namanya juga sekolah elit).

"Lima nasi goring, lima jus lemon dan satu jus tomat." kata Sasuke kepada si pelayan.

"Baik, akan kami siapkan." sahut si palayan. Kemudian si pelayan pergi dari hadapan mereka.

"Teme,,sudah selesai urusanmu tadi?" tanya Naruto.

"Hn." jawab Sasuke sekenanya.

"Ada berapa mereka?" tanya Naruto lagi.

"Delapan orang."

"Kau hadapi sendirian?"

"Hn."

"Terus bagaimana keadaan mereka?"

"Sekarat."

"Hebat kau Teme, tanpa kami bantu kau menglahkan mereka seorang diri.". mendengar obrolan Naruto dan Sasuke, perempuan yang ada di dekat mereka bergidik ngeri.

"Menyeramkan." Batin Sakura, Ino, Hinata, Temari dan Tenten. Sepuluh menit kemudian pesanan mereka datang. Acara makan bersama mereka diiringi obrolan, semua siswa-siswi yang ada di kantin itu memandang iri pada Sakura dkk karena mereka dengan mudahnya dapat bergaul dengan pangeran-pangeran tampan sekaligus troublemaker KG.

"Ngomong-ngomong kelas kalian akan buat stan apa untuk festival sekolah?" tanya Sai.

"Maid Caffe." jawab Ino ketus."

"Kalau kelas kami membuat stan Caffe Italian" kata Naruto.

"Wahh keren tuh." celetuk Tenten

"Tapi kami tidak akan berpartisipasi." kata Neji.

"Ka..kenapa?" Tanya Hinata.

"Hn, malas." jawab Shikamaru.

"Yahh, sayang sekali." kata Temari.

"Kalau kalian tidak ikut, nanti kunjungi stan kami ya." ucap Tenten yang diikuti anggukan oleh teman-temannya.

"Baiklah." Kata Neji.

Setelah mereka semua selesai makan, mereka belum juga mau beranjak dari kantin. Di pintu kantin tampak seseorang laki-laki berambut merah berdiri sejenak sambil memperhatikan tempat Sakura dan semua teman-temannya sedang bercengkrama, dengan wajah dingin Gaara berjalan kearah Sakura.

"Saku." panggil Gaara kepada Sakura. Sakura yang mendengar namanya dipanggil langung menoleh kearah sumber suara.

"Eh, Gaara-kun ada apa?" tanya Sakura yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

"Bisa kita bicara sebentar" kata Gaara.

"Bisa, ayo bicaralah." ucap Sakura dihiasi senyum manisnya. Sasuke melihat Sakura yang sedang tersenyum kepada Gaara dari sudut matanya, dia meresa kesal tapi ia tidak tahu karena apa.

"Sial." geram Sasuke.

"Bukan di sini, tapi di taman belakang." kata Gaara.

"Baiklah." ucap sakura. "Teman-teman aku pergi dulu, dan senpai a..ku per..pergi dulu." pamit Sakura. Ia kemudian pergi bersama Gaara menuju taman belakang.

"Cih, pergi saja sana." ucap Sasuke yang ikut pergi meninggalkan kantin. Semua pada bingung melihat tingkah Sasuke.

Di taman belakang, Sakura dan Gaara sama-sama diam sejak mereka sampai di sana.

"Mau bicara apa Gaara-kun?" tanya Sakura akhirnya.

"Sebenarnya aku akan megikuti pertukaran pelajar ke London selama tiga bulan." kata Gaara.

"Wah bagus dong. Terus masalahnya apa?"

"Sebelum aku ke London, aku ingin mengungkapkan perasaanku padamu."

Deg

"Aku cinta kamu." ucap Gaara dengan tegas. Sakura mendapat pernyataan cinta dari orang yang disukainya dulu. Sakura bengong masih mencerna pernyataan yang diutarakan Gaara tadi.

"Saku apa jawabanmu?" tanya Gaara sambil memegang kedua pundak Sakura dan memandangnya lekat-lekat.

"A..aku,,,,,,,,,,,,,,,,"

Apakah Sakura akan menerima pernyataan cinta dari Gaara? Tunggu di chapie selanjutnya.

TBC

Author Zone:

Hai minna-san, gomen baru bisa update. Semoga masih ada yang menunggu kelanjutan fic ini. Sedikit informasi, di sini Gaara kelas 2 karena dia ikut program akselerasi, sedangkan Temari kelas satu sedangkan Kankurou kelas tiga. Sebernya umur Temari lebih tua setahun daripada Gaara, sedangkan Kankurou di sini saya buat jadi kakaknya mereka berdua.

Maaf saya gak bisa membalas review chapter 3. Gomen..gomen..gomen *membungkuk 3x*

RnR