Warn : Typo is always, Gaje..

Don't Like, Just Go away~~

BEGIN

Dari semua laki-laki tampan di dunia ini, kenapa Oh Sehun yang selalu di bawa oleh Chanyeol. Kyungsoo sampai bosan melihat pria minim ekspresi itu di rumahnya. Kyungsoo tidak pernah sekalipun berkenalan dengan teman-teman kakaknya. Berkenalan resmi dengan berjabat tangan apalagi. Bagaimana Kyungsoo tau nama Sehun? Semua berkat mulut ala sales sang kakak. Ya, Chanyeol setiap hari selalu menyebut-nyebut nama Sehun setelah nama kekasihnya tentu saja. Belum lagi Oh Sehun adalah teman kakaknya dari High School. Padahal Sehun itu junior Chanyeol satu tingkat tapi mereka kelewat akrab. Saat itu Kyungsoo mengira kalau mereka ada affair, tapi mengingat sang kakak yang tergila-gila dengan Byun Baekhyun, Kyungsoo jadi membuang jauh-jauh pemikiran itu.

Kyungsoo tidak pernah peduli dan tertarik dengan teman-teman kakaknya. Kyungsoo kapok terakhir, dia dekat dengan salah satunya malah berakhir patah hati stadium akhir karena ternyata hanya dianggap adik. Kyungsoo lebih memilih suka dengan salah satu ketua taekwondo di sekolah yang kerennya minta ampun (menurut Kyungsoo). Itu juga jadi alasan kenapa Kyungsoo ikut club taekwondo dan menguasainya.

Seperti hari ini, Kyungsoo pulang sekolah dan masuk rumah seperti biasanya. Langkah kakinya melambat begitu melihat seorang pria yang duduk di ruang tengah sambil tertidur. Kyungsoo mengendap-endap penasaran siapa pria itu. Dari samping sih sepertinya tampan terlihat dari garis hidung yang tinggi. Kyungsoo mengamati dari dekat, detik berikutnya Kyungsoo menutup mulutnya. Itu Oh Sehun, karib sang kakak. Kyungsoo merasa menyesal memujinya tampan tapi kenyataannya memang demikian. Jauh lebih tampan dari sang idola di sekolah tapi soal keren tetap sang ketua club taekwondo yang utama. Tunggu sampai kau berubah pikiran dear...

Kyungsoo memutuskan untuk duduk di ujung sofa mengamati sang objek yang masih tertidur. Kyungsoo akan terkikik begitu kepala Sehun semakin menunduk dan kembali ke posisi semula tapi dengan mata yang terpejam. Cukup lama Kyungsoo memperhatikan sebelum akhirnya Sehun mengerjapkan matanya. Kaget melihat Kyungsoo di sampingnya yang memiringkan kepalanya sambil nyengir lebar, membuat Sehun kaget dan memudurkan badannya.

"emm... kau sudah lama?" tanya Sehun kemudian, kali ini matanya benar-benar terbuka.

"Ya, cukup untuk tidur nyenyak" jawab Kyungsoo tanpa mengalihkan pandangannya pada lawan bicaranya.

"Maafkan aku, aku sengaja menunggumu pulang tapi malah aku ketiduran" Sehun mengaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Menungguku?" Kali ini Kyungsoo melihat ke arah Sehun.

"Ya, kakakmu menyuruhku menjemputmu. Ada acara di rumah Baekhyun" sudut siku-siku muncul di dahi Kyungsoo.

"Tapi Baekhyun eonni tidak bilang apapun padaku" lirih Kyungsoo namun Sehun mendengar dan hanya mengedikkan bahunya.

"Baiklah sebentar aku ganti bajuku dulu" Kyungsoo beranjak dan meninggalkan Sehun yang masih memperlihatkan gadis mungil itu.

-begin-

Kyungsoo duduk di sebelah Sehun yang sedang sibuk mengemudi. Tidak ada pembicaraan di antara mereka. Sehun sibuk mengemudi, Kyungsoo sibuk dengan dirinya sendiri. Sebenarnya Kyungsoo sedang berfikir bagaimana memulai pembicaraan. Terlalu sepi dan itu tidak menyenangkan. Tapi Kyungsoo juga enggan memulai.

"Hei, mau mendengarkan musik?" Kyungsoo menoleh ke arah Sehun kemudian mengangguk. Sehun memutar musik di radio. Sehun tidak memutar playlistnya karena takut Kyungsoo tidak menyukai dan radio lebih aman daripada musiknya.

Suara penyiar radio menjadi latar perjalanan mereka, yang terasa panjang padahal jaraknya tidaklah jauh. Sesekali mereka akan tertawa mendengar candaan yang dilontarkan oleh dua penyiar.

"Baiklah kita bacakan pesan yang sudah masuk. Pesan dari Sunny yang bercerita bahwa dia sedang terjebak dengan seseorang di dalam mobil. Tidak ada percakapan dan saling diam. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Percakapan apa yang cocok untuk memulai? Tolong bantu aku..."

Mendengar hal itu Sehun dan Kyungsoo menoleh. Kemudian mereka tertawa bersama.

"Oh Astaga bukankah itu juga kita alami?" Kyungsoo akhirnya yang pertama kali mengeluarkan kalimat di tengah tawanya yang merdu.

"Ya, dan aku rasa membicarakan tentang cuaca hari ini bagus ya.. Itu terlalu buruk" Sehun menambahkan.

"Apa kau berniat melakukannya sekarang?" Kyungsoo menanggapi dan mereka tertawa lagi.

Satu kesamaan yang mereka ambil saat itu, selera humor mereka tidak begitu baik. Mereka berdua mudah tertawa. Namun nyatanya hal itu mampu meruntuhkan kecanggungan diantara dua orang yang tidak pernah terlibat pembicaraan apapun sebelumnya.

-begin-

Seminggu setelah acara di rumah Baekhyun, kedua orang ini tidak lantas dekat begitu saja. Sehun tidak sering datang seperti sebelumnya, Kyungsoo berfikir mungkin sibuk karena kakaknya juga jarang di rumah. Kyungsoo sedang duduk di ruang tengah dengan buku-buku berserakan di meja. Kyungsoo tidak terlalu suka belajar di kamar. Gadis itu lebih senang belajar di ruang tengah dengan menonton televisi. Meskipun membuka kesempatan lebar untuk sang kakak menganggunya. Kyungsoo tidak menyentuh pr-nya. Hanya menaruh pipinya di meja, mencorat-coret buku sesuka hati.

"Aku pulaang~~~" suara berat yang Kyungsoo sudah tahu siapa pemiliknya.

"Haii babysoo~~" Kyungsoo mengaduh keras, saat tangan sang kakak mencubit pipinya.

"Ya! Jerapah jelek tanganmu itu kotor tau" Kyungsoo mengejar sang kakak. Chanyeol yang menaiki tangga terhuyung ke depan begitu Kyungsoo dengan gemas mengarahkan tendangan ke punggung Chanyeol. Ya, sudah dibilang Kyungsoo itu jago taekwondo.

"Ya! Sakit babysoo astaga tulangku" Chanyeol mengelus punggungnya. Sementara Kyungsoo tertawa menang. Chanyeol menghampiri Kyungsoo yang sudah bersiap mundur.

"Bukan begitu caranya bersikap di depan namja tampan babysoo. Pamormu akan turun aku yakin itu" Chanyeol berbisik di telinga Kyungsoo. Perasaan Kyungsoo kini tidak enak, dan gadis itu menoleh ke belakang.

Tada~~

Ada seseorang yang kemarin dia bilang tampan sedang melihat adegan kakak beradik barusan dengan diam. Tidak ada ekspresi di wajahnya. Kyungsoo sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan yang jelas dia malu. Dalam hati mengamini ucapan sang kakak bahwa pamornya akan turun di hadapan pria tampan. Imagenya sebagai gadis manis pasti langsung hilang yang ada hanya gadis bar-bar yang menakutkan.

"Teknik tendangan yang bagus" kata Sehun kemudian

"Hehehe" Kyungsoo hanya bisa tertawa bodoh menanggapi pujian atau mungkin sindiran Sehun.

"Kapan-kapan bisa kita sparing?" Sehun mencoba mencairkan suasana, dia paham sekali gadis di depannya itu malu.

"Eh? Kak Sehun juga taekwondo?" tanya Kyungsoo antusias, matanya yang bulat berbinar lucu.

"Aku karate, bukannya tidak banyak berbeda?" Kyungsoo mengangguk paham. Karate dan taekwondo memang tidak jauh beda.

"Ayo, kak Sehun tentukan saja kapan"

"Kak Sehun? Ehee sudah ada panggilan manis eh?" Goda Chanyeol yang melihat interaksi adik dan sahabat beda usianya itu.

"Ck, jerapah jelek" sembur Kyungsoo ke Chanyeol membuat Sehun mengulum senyum karenanya.

"Sehun aku ingatkan, hati-hati mendekati gadis ini. Kau bisa jadi samsaknya jika sedang marah" Chanyeol masih saja mengoda adiknya yang sekarang tengah membereskan alat tulisnya. Kabur ke kamar.

"Tidak akan, aku kan juga bisa beladiri memangnya Hyung" jawab Sehun. Kyungsoo menjulurkan lidahnya karena Sehun ada di pihaknya.

Kyungsoo benar-benar naik ke kamarnya saat sang kakak kini menguasai ruang tengah. Bermain game console apalagi. Kyungsoo menoleh sekilas kemudian tersenyum kepada Sehun yang balas tersenyum sedikit. Sedikit sekali hanya saja eye smilenya cukup terlihat jadi Kyungsoo tahu jika Sehun tersenyum.

"Ya! Oh Sehun kau benar-benar menyukai adikku?" tanya Chanyeol ketika Kyungsoo sudah benar-benar masuk ke kamarnya.

"Ck, pertanyaan itu lagi Hyung kan sudah memberiku restu bagaimana sih?" Sehun menjawab dengan mata yang masih fokus dengan game yang mereka mainkan.

"Ya tapi kau ini tidak ada pergerakan. Aku kan sudah memberimu id linenya dari lama"

"Aku kan menunggu timing yang tepat Hyung, mendekati yeoja itu ada tekniknya"

"Jika kau terlalu lama aku akan mencabut ijinku" ancam Chanyeol.

"Tunggu saja Hyung, bukannya Kyungsoo ulang tahun minggu depan?" Chanyeol mengangguk mengiyakan.

Percakapan dua laki-laki tampan ini terus berlanjut dengan bahasan-bahasan lainnya juga. Sementara Kyungsoo di kamar sedang bertukar pesan dengan Minseok. Sahabatnya yang selalu mendengarkan semua cerita Kyungsoo, tentang Sehun terutama. Gadis itu memang mulai membahas nama Sehun setelah kejadian waktu itu.

-begin-

Perjalanan Kyungsoo dan Sehun itu tidak instan. Mereka dekat dengan alami dan membutuhkan waktu yang lama. Tidak seperti film dan drama yang dekat dengan cepat karena teknik editing dan tuntutan cerita sehingga waktunya berjalan dengan cepat. Kyungsoo dan Sehun masih punya waktu 24 jam setiap harinya dan nyatanya itu tidak cukup untuk membuat mereka cukup dekat. Memang saat ini mereka sudah sering mengobrol jika Sehun datang ke rumah Kyungsoo. Hanya sebatas itu, tidak saling bertukar pesan. Belum..

Hari ini Kyungsoo ulang tahun. Tengah malam tadi Appa dan Eomma serta kakaknya sudah memberikan kejutan dengan membawa kue ulang tahun. Kyungsoo sendiri tidak menginginkan ada pesta untuk ulang tahun ke 17 tahunnya. Gadis itu justru memilih untuk ikut acara amal dengan eommanya beberapa hari yang lalu. Di sekolahpun Kyungsoo menerima beberapa kado di lokernya yang tidak ada namanya. Banyak? Lebih dari jari di kedua tangan sih. Belum lagi dari sahabat dan teman-temannya. Sebenarnya Kyungsoo tidak suka menerima hadiah seperti itu, tapi teman-temannya akan selalu memberi hadiah karena Kyungsoo yang tidak pernah absen memberi kado untuk teman-temannya.

Tidak ada yang berbeda dengan aktivitas gadis mungil dan cantik itu. Dia tetap sekolah, tetap mengikuti les yang menguras energinya. Kyungsoo sampai rumah sudah sore, lagi-lagi menemukan Chanyeol duduk di depan TV. Kakak lelakinya itu menyambutnya dengan senyum lebar yang membuat Kyungsoo ngeri.

"Babysooo~~~ aku punya hadiah untukmu" suara Chanyeol terdengar sangat riang.

"Eh Kyungsoo sudah pulang?" Kyungsoo menoleh, ternyata Baekhyun kekasih kakaknya.

"Selamat ulang tahun dear, wish you all the best" Baekhyun menghampiri Kyungsoo memeluknya, jangan lupakan cipika-cipiki.

"Jajaa~~~" Baekhyun mengambil kotak di sebelah Chanyeol dan memberikan kepada Kyungsoo.

"Eonni~~ aku kan sudah bilang tidak suka hadiah" Kyungsoo mempoutkan bibirnya, tapi tangannya tetap menerima kotak dari Baekhyun.

"Ini dariku" Chanyeol ikut menumpuk kotak dengan kertas kado warna pink.

"Ini dari Sehun" sekali lagi kado menumpuk di tangan Kyungsoo, kali ini kotakknya lebih kecil dan berwarna merah.

"Terimakasiiihh~~ aku akan membukanya" Seru Kyungsoo sambil menaiki tangga ke kamarnya.

"Oppa, bantu paman Zhang membawa kado ke kamarku. Aku mendapat banyak hari ini~~" tambah Kyungsoo. Chanyeol hanya tertawa beserta Baekhyun yang tersenyum manis. Tadi ada yang bilang tidak suka hadiah tapi sekarang antusias seperti itu. Dasar Pororo.

Kyungsoo, sampai di kamarnya. Buru-buru membuka kado dari Chanyeol dan Baekhyun. Sebelumnya Kyungsoo juga melihat satu kotak besar di kamarnya. Kyungsoo yakin dari orang tuanya. Tak lama, paman Zhang dan Chanyeol membawakan beberapa hadiah yang Kyungsoo dapat dari teman-temannya tadi. Diantara kotak-kotak kado itu entah kenapa matanya tertarik dengan kotak berwarna merah.

Dari Sehun..

-TBC-

Haii aku balik lagi~~

Kali ini jadi tbc karena panjang... aku tidak sempat mengedit jadi maafkan jika makin gak jelas dan typo bertebaran~~

Ini buat yang kemarin request awalnya mereka ketemu, sekalian juga kebarengan ultahnya si Kyung..

Heii, kalian pecinta Hunsoo yang tersembunyi...

Tinggalin jejak dong~~~ #nadasokimut

So, thank for all reader.. see you for the next chap..

Lovv ya~~ :*

-Caramelia-