Okay, kita lanjuuuut! Karena kesenangan ngeliat Guo Jia yang panik, wa jadi deg-degan sendiri... .
ScarletAndBlossoms:
Harusnya wa begitu, karena wa baek dan berwibawa... *Muntah aja, wa udah duluan kok* jadi kulepaskan dari sarangnya... Terbanglah~ *gaya gaje* okay! Kita lanjuuuut!
Chapters 4: Jangan sekarang...
.
"Wa... Wa-san..." panggilku mengoyang goyang pundaknya.
"M... Aupu, kau sudah sembuh yah?" jawab Wa, suaranya agak serak dan matanya terlihat sipit olehku.
"Iya, kelihatannya aku sudah baik-baik saja"
"Oh ya? Sayang sekali" jawab Wa-san, kecewa sambil menghela nafas.
"Apa maksudmu?"
"Orang yang gampang marah kayak kamu lebih baik tidak sehat"
"Sebel"
Aku menatap dia dengan tatapan kesal. Ini anak apa maunya sih? Lama lama dia jadi mirip Guo Jia.
"Nona Aupu!" panggil Guo Jia tiba-tiba.
"Hwa!"
"WA! Guo Jia! Dia baru sembuh!" ucap Wa mundur beberapa langkah.
"Maaf, saya terlalu terbawa senang"
"Terlalu?" tanya Wa sekali lagi.
"Iya, melihat kalian berbicara dengan senang, rasanya ingin tahu"
.
"Tidak, kali ini kau tidak akan kubiarkan bolos" ucapku menjewer kuping Wa-san.
"Adu, duh, duh..."
"Sakit tidak Nona Wa?"
"KAU MAU MENCOBANYA!?"
"Tidak..."
Aku menyeretnya masuk kelas, sedangkan Wa-san mengusulkan Guo Jia juga sekolah tempat ku dengan masuk kelas SMK 2, kau mau membunuhku ya Wa-san? Kok kamu ngidem amat.
Hm? Kulihat ada rame rame didepanku, didepan papan peringatan. Apaan itu yah?
"Hei, ada apa?" tanya Aupu.
"Eh Aupu? Lihat itu!"
"Pak Zhou Yu dan Anak kelas kita Xiao Qiao!"
"Wah wah..." ucap Wa, kelihatannya dia kesenangan.
"Ini dipotret seseorang di hotel di kota sebelah!"
"Hotel?" aku dan Wa-san serempak.
"Waah... Kok bisa sih Pak Zhou Yu yang payah itu barengan dengan Xiao Qiao yang keras kepala! Hebat juga" ucap Wa-san, kagum sambil mengelus dagunya.
"Oh! Itu dia!" teriak seseorang dari sebrang., langsung mengambil foto itu. "Kembalilah ke kelas! Cepat!"
.
"Xiao Qiao itu... Bagaimana jadinya ya?" tanya seorang teman Aupu.
BRAK!
"Gawat! Di rapat guru katanya Xiao Qiao akan dikeluarkan dari sekolah!"
"Hah!?" kejutku.
"Ketua POMG bersikeras menuntunnya dan tak seorangpun yang bisa menentang!"
"Mustahil!" ucapku. "Baiklah... Aku akan protes!"
"Tu... Tunggu Aupu!"
"Gawat! Kepala sekolahkan selalu menuruti ketua POMG!"
Aku berlari keluar dan menelusuri koridor. Tidak peduli!
"Huh..."
"Lho? Kakak kelas... Kalau tidak salah sepupu Aupu yah?"
"Huaaam... Dasar cewek menyusahkan" ucap Wa-san, menguap didepan jendela koridor.
.
"Apakah itu jelas, saudara saudara?" ucap Bu Guru ketua POMG tentunya~ "Hari ini juga, Xiao Qiao dikeluarkan dari sekolah, silakan pak kepala sekolah!"
"Ngg, karena itu, rapat hari ini..."
SREGG!
"Tunggu dulu!"
"Siapa kamu?"
"Saya Aupu Red Rosses, bendahara kelas Xiao Qiao" ucapku dengan tatapan memohon. "Tolong beri dia kesempatan untuk membela diri! Saya rasa dia serius dengan Pak Zhou Yu, karena itu..."
"DIAAAM!"
"..."
"Rapat sudah selesai, mari Pak Kepala Sekolah"
"Iya"
"Tu, tunggu Bu! Pak Kepala Sekolah!"
"Percuma saja ngomong" ucap seseorang. "Pada orang orang seperti itu"
"Wa-san? Sejak kapan kau disitu?"
"Dalam hal seperti ini, mata harus dibalas dengan mata!"
"Eh?"
.
"Kita mau ngapain disini? Didekat hotel ntar dikira penguntit" Ucapku.
"Tuh tau" jawab Wa-san, santai.
"APA?"
"Guo Jia, isolasi mulutnya!"
"Nona Wa..."
"Iya, iya Cuma bercanda aja dianggap serius amat"
"Bukan, dari tadi saya merasa kalau kalian memakai bahasa yang aneh aneh, apa-apaan itu?"
"Itu bahasa negara atau mungkin bahasa aktris, aktor, dan artis"
Kok tumben tumbennya Wa-san berbicara santai dan tidak gugup dengan Guo Jia? Sejak kapan mereka akrab? Kemarin aja aku dan Guo Jia sempat berantem!
KLIK! KLIK!
"HAH?"
"Hehehe, halo!"
"Ketua POMG, kepala sekolah!?" teriakku.
"Ke, kenapa kalian ada disini!?"
"Ini jatuh dari bapak dan ibu, korek api hotel, dan tiket potongan harga ini" ucap wa menunjukkan bungkusan yang kecil tertulis Hotel Rashini "Rasanya keterlaluan kalau anda berdua sering datang ke hotel macam ini, tapi ternyata dugaanku benar!"
Bohong, aku tahu itu... Soalnya, Wa-san waktu itu dia... Menerobos Ketua POMG dan Kepala Sekolah yang jalan dikoridor, mungkin dia mengambil sesuatu dikantong mereka untuk menjadikan bukti.
"Nah, foto ini harus kuapakan yah?" Wa-san menunjukkan dua foto Ketua POMG dan Kepala Sekolah keluar hotel. "Bagaimana kalau kubawa ke dewan pendidikan?"
"Dewan pendidikan?" tanya Ketua POMG dan Ketua Sekolah serempak.
"Ka, katakan! Kamu mau uang atau nilai?" tanya Kepla Sekolah.
"Oh yaa?" Ucap Wa-san sambil tersenyum lebar.
"WA!" teriakku.
"Kalau begitu, tolong dengarkan sebentar KEEGOISANKU"
.
"Berhasil! Syukurlah Xiao Qiao, Ketua POMG itu tak jadi mengeluarkanmu! Sulit dipercaya!" kata seorang teman yang berkumpul dengan Xiao Qiao. "Ini mungkin berkat protes, Aupu"
"Eh, bukan kok" ucapku, tersenyum paksa.
"Benarkah? Aupu protes pada Ketua POMG itu... Maaf sekali yah, demi aku Aupu sengaja..."
"Tidak apa apa... Aku tak melakukan apa apa" ucapku kembali, sedikit membela.
Aku tetap tersenyum paksa, padahal bukan gara gara aku, bukan aku... Terima kasih, ya Wa-san...
.
"Yah, apa boleh buat... Tampaknya aku harus pulang sekarang! Hahahahaha!" tawa Xiao Qiao begitu gembira.
"Kamu kok senang, ya?" tanya Wa cekikikan.
"Semoga sehat selalu yah!" ucapku.
"Ya, semoga kalian juga, Aupu-chan, Wa-san"
"Kapan kapan kami akan kerumahmu" lanjut Wa-san. "Tunggulah saat itu yah!"
"Ya... Aku tak akan lupa... Tak akan pernah melupakan kalian..."
Xiao Qiao menangis sesaat pintu kereta api tertutup. Itu adalah air mata pertama yang diperlihatkan, gadis tegar itu.
"Oh ya, Aupu-chan... Ini" kata Wa-san, memberikan ku sesuatu yang bulat dan berwarna putih, atau abu abu? Ah, terserahlah...
"Apa ini?"
"Saat kau pingsan karena pendarahan, Guo Jia bercerita dia ingin pulang tetapi kamu tidak megijinkannya. Karena itu, seharian penuh wa membuat ini. Namanya batu bulan, konon katanya dapat mengembalikan apapun jika memohon, berikan kepada Guo Jia oke?"
Mataku terbelalak, ternyata... Wa-san yang pemalas, kejam, angkuh, cuek, sombong, dan dingin*lo kate kulkas ape?* ternyata banyak taktik dan sangat serius bahkan perhatian.
"Oh yah, dia kelihatannya masih sekolah, kau jemput yah. Wa ngantuk, capek, dan mo tidur sambil ngorok yang kencang" ucap Wa-san santai sambil menguap.
"I, iya..."
Pulang? Dengan begini aku bisa bebas? Dengan begini kehidupanku akan kembali seperti biasa? Mungkin bagiku itu baik baik saja, tapi... Rasanya sengsara... Sedikit... Atau banyak...?
.
"TOLONG!" teriak Guo Jia kabur pontang panting.
"Woi! Tunggu!" kejar anak anak sekelas lainnya.
Aku menatap sambil cengo, kok jadi aneh gini yah? Apaan sih Guo Jia? Dari dulu sampai sekarang bikin reseh, rusuh, capek, dan mati(?) hah...
.
.
.
Walah, kayaknya wa bakal kena bohong ni... Ada nggak DW8 di PS2? Wuaneeeeeh...
