Hahahawy~~ -salam yang makin aneh T_T- Konnichiwa, semua! Anisha desu~! Oke, anisha mau nerusin ah ke chap. 3...

Chapter 3: Rirumu meets Mirumo

--- still Doug's Inn ---

"Tuan Gray, tuan Gray..." panggil Rirumu riang pada majikan barunya.

"Apa?" tanya Gray kalem.

"Aku pingin ketemu sama cowok yang aku sukai! Boleh kan?" pinta Rirumu.

"Hem, boleh juga... Aku juga pingin tau siapa orang yang nampung periyang kamu taksir itu! Yuk!" Gray lalu memakai topinya.

"Oke!!" Rirumu lalu numpang ke atas bahu Gray.

--- Street ---

"Ngomong-ngomong, apa Cuma aku aja yang bisa ngeliat kamu?" tanya Gray.

"Iya! Cuma orang yang mengisi dan memanggil peri yang bisa mendengar dan melihat peri!" jelas Rirumu. "Nanti juga tuan Gray bisa merasakan aura peri seperti kami!"

"Hem..." jawab Gray kalem.

"Tunggu, auranya lurus terus..." pinta Rirumu menunjuk jalan.

--- 5 minutes later ---

"Nah, kita sudah sampai!" ucap Rirumu riang. "Auranya terasa disini!"

Gray bengong.

Ini kan Haibara farm... pikir Gray merinding. Jangan-jangan... Si Claire?! Masa sih dia pelihara peri juga...

--- Meanwhile ---

"Uwaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!" Mirumo yang lagi asyik ngeganyem cokelat tiba-tiba tereak kenceng sampe Claire mental beberapa senti dari tempat duduknya.

"Aduh, sampai kaget... Ada apa sih, Mirumo?" tanya Claire sambil mengelap mukanya dengan saputangan, kayak yang di komik-komik.

"Aku merasakan... Ada aura peri lain disini!" ucap Mirumo kaget.

"Wah! Pasti dia mau bertamu ke sini!" ucap Claire riang.

Tok tok tok. Terdengar bunyi pintu Claire diketuk.

"Wah, dia datang!!" ucap Claire. "Liat yuk, siapa yang datang!"

"Enggak ah, males..." ucap Mirumo merinding. Mukanya langsung jadi ungu.

"Kenapa?"

"Jangan-jangan dia..." Mirumo langsung merinding.

"Siapa?" tanya Claire.

"Ah, enggak..." kilah Mirumo.

"Ayo, cepat, Mirumo!" Claire langsung menarik Mirumo ke pintu rumahnya.

KREK! Daun pintu Claire terbuka.

"Ya, selamat da..." Claire langsung terpaku.

Gray?!!!

"Ke... kenapa bisa datang ke sini..." Claire kaget saking gak percaya cowok pirang pujaannya dateng ke rumahnya.

"Eee, aku..." Gray langsung gagap.

"Selamat siang!" sapa Rirumu.

Claire langsung terpaku akan makhluk kecil berwarna pink di bahu Gray.

Kayak Mirumo, tapi perempuan! Lucunyaaa... pikir Claire kaget.

Mirumo yang ada di kepala Claire langsung ngerinding.

"UWAAAAAA!!!!!" Mirumo langsung nyumput ke meja dapur.

"Tunggu, Mirumo! Kenapa kamu lari?!" Claire kaget.

Gray tiba-tiba dateng dengan peri... Dan Mirumo yang sombong itu lari terbirit-birit... Sebenarnya siapa peri ini?

**_**

"Waah, benar-benar kejutan! Enggak sangka Gray bawa teman cewek Mirumo!" Claire langsung mengajak Gray dan Rirumu minum teh.

"Aku juga enggak nyangka, temannya tinggal di rumah kamu..." ucap Gray agak males.

"Namaku Rirumu! Salam kenal, Claire-chan!" ucap Rirumu.

"Salam kenal, Rirumu-chan!" jawab Claire riang.

Mirumo nyumput di panci dapur, gak mau bicara sama Rirumu.

"Hei, Mirumo, jangan sembunyi di panci terus! Ayo dong, ngobrol sama Rirumu! Pacarmu cantik nih!" sindir Claire.

"Berisik! Lagian dia sama sekali enggak cantik! Liat aja baik-baik..."

"Mirumo!" Tau-tau Rirumu udah ada didepan Mirumo.

"UWAAAA!" tereak Mirumo kenceng.

"Aku kangen banget sama kamu! Apa kabar?" tanya Rirumu ceria.

"Aku enggak kangen sama kamu tuh! Sana pulang kampung!" usir Mirumo kasar.

"Mirumo! Kenapa kamu kasar gitu?!" bentak Claire.

"Kita itu bertunangan, Mirumo, tapi kok kamu cuek sama aku?" tanya Rirumu bingung.

"Iya, kalian bertu..." perkataan Claire terputus saat mendengar 'bertunangan' Ternyata Mirumo tak berperasaan!!!

"Aaah! Berisik! Berisik! Lagian orang tua kita aja yang seenaknya ngejodohin kita!" bentak Mirumo.

"Mirumo... Kamu benci aku?" tanya Rirumu mulai menangis.

"Iya! Aku sangat benci sama kamu!" balas Mirumo angkuh.

"Kejamnya..." Rirumu mulai menangis lagi. "Mirumo... Mirumo... JAHAAAAAATTTT!!!!" Rirumu langsung melancarkan 'bogem' yang tak disangka-sangka. BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK BUK!!!

"Uwaaaaaaaaaa!!!" Mirumo hanya bisa 'pasrah' menerima pukulan telak dari Rirumu.

"Mirumo jahat!!!!" Rirumu langsung mengangkat Mirumo dengan tangan kecilnya, dan membantingnya ke dinding. "KEJAMM!!"

BRAAAKKK! Mirumo terbanting ke dinding dengan manteb. (SFX: Cicak, cicak, di dinding, diam-diam merayap. Datang Mirumo, Cicak pun gepeng)

"Mirumo?!!!!!" Claire langsung schok, sama seperti Gray, dan dia segera menolong Mirumo.

"Eh? Ah?... Ya ampun! Lagi-lagi kelepasan! Tabahkan hatimu Mirumo!!" Rirumu langsung mendekati Mirumo yang mulutnya mulai mengalir darah segar.

'Lagi-lagi'....?!! Claire dan Gray langsung merinding.

--- Moment, please ^^---

"Hueee......" Mirumo berbaring dengan luka parah. Kepalanya diperban, sebagian badannya diperban dengan satu kaki diangkat.

"Sebenarnya, aku lahir dengan kekuatan yang besar... Jadi setiap kali aku marah, aku langsung ngamuk tanpa sadar..." Rirumu curhat ke Claire dan Gray.

"Oooh, begitu...." sahut Claire dan Gray.

"Aku sedih sekali kalau aku menyakiti Mirumo, dan aku enggak tau kalau Mirumo benci sama aku..." isak Rirumu.

"Rirumu-chan..." Claire mulai simpati. Kasihan Rirumu, padahal dia benar-benar menyukai Mirumo...

"Tenang aja, Rirumu-chan!" ucap Claire ceria.

"Claire-chan?"

"Enggak apa-apa meski kamu menyakiti Mirumo karena enggak sengaja! Lagian Mirumo luka sedikit gitu enggak usah dikhawatirkan kok!" ucap Claire.

Apanya yang enggak dikhawatirin... Awas aja kalau aku udah sembuh, aku sihir dia jadi lobak! pikir Mirumo di kasurnya yang mungil.

"Yang penting, harus senyum! Cewek harus tetap cantik supaya ditaksir cowok!" ucap Claire sambil menambatkan senyum.

"I, iya Claire-chan... Aku akan berusaha!" ucap Rirumu terhibur. "Oh ya..."

"Apa?" tanya Claire.

"Claire-chan suka sama tuan Gray kan?" tebak Rirumu sambil berbisik.

"Iya, betul," sahut Claire riang.

"Sebenarnya aku sengaja pilih mitra dengan tuan Gray karena aku tau Claire-chan naksir sama tuan Gray!" bisik Rirumu.

"Waaaw!"

"Gimana kalau Claire-chan jodohin aku dengan Mirumo, lalu aku jodohkan Claire-chan dengan tuan Gray?" bisik Rirumu.

"Wah, ide yang sangat brilian!" balas Claire.

Apaan sih, bisik-bisik gitu... Gray langsung sweatdropped karena dicuekin dari tadi.

Claire dan Rirumu menatap Gray dengan sinis.

Apaan sih... Gray tambah sweatdropped.

**_**

"Oh, ya, Gray, ngomong-ngomong..." ucap Claire mangalihkan topik. "Gray minta permintaan apa, sampai muncul Rirumu?"

Muka Gray langsung merah. "Eh, enggak minta apa-apa kok!"

"Tuan Gray pingin jadi novelis! Keren kan!" jawab Rirumu dengan gamblangnya.

"RIRUMUUUU!!!!!" Gray langsung mencubit kedua pipi Rirumu. "Kok kamu bilang-bilang sih?!!!"

"Kan itu cita-cita yang bagus kan??" balas Rirumu.

Wow, novelis!!! pikir Claire kagum.

"Waaaw, Gray keren! Sudah punya cita-cita! Pantas aja kamu rajin baca buku di Library ya!" puji Claire.

Muka Gray udah bener-bener kayak tomat matang. "Ta... Tapi... Kakek, Ann dan ayahku juga belum tahu cita-citaku... Jangan bilang siapa-siapa ya!"

"Iya!" Claire mengangguk riang. Asyik! Rahasia berduaan aja sama Gray!!

Gray hanya bisa menghela napas sambil menyembunyikan sebelah mukanya.

Hiaa!

Hiaa!

Hiaa!

**_**

"Oke, sampai besok..." Gray dan Rirumu pamitan.

"Iya, sampai besok juga ya!!" jawab Claire riang.

"Kamu kenapa sih, berisik dari tadi?" balas Gray.

"Abisnya aku seneng bisa ketemu sama Gray hari ini!" balas Claire.

"Waah, Claire-chan terus terang sekali!" puji Rirumu.

Terlalu terus terang... Makanya aku jadi malu... pikir Gray.

"Selamat malam Claire-chan!"

"Selamat malam Gray, Rirumu-chan!"

Setelah Rirumu dan Gray pergi, Mirumo mulai manja. "Claire, bikinin cookie cokelat dong! Lagi sakit memang gampang laper nih!"

"Ah, dasar Mirumo... Nih, makan cokelat batangan aja dulu!" Claire melemparkan 3 batang cokelat ke bantal Mirumo.

"Oi... Enggak sampai... Ambilin dong..."

"Dasar peri manja."Claire tertawa sambil mendekatkan cokelatpemberiannya supaya bisa dimakan Mirumo.

_*****_

Haaaiyat -mukul genteng- akhirnya chapter 3 selesai... Kasian amat si Mirumo yah... Tapi memang itulah nasibnya...