Youkoso waga veruveto *PLAK* aduh apaan sih?
U: itu lain lagi ceritanya woi... yang bener donk...
ukh ya udah... Youkoso... hyahahaha makasih untuk semua reviewnya... hiks... aku masih harus lebih berkembang... OOOU...
U: bagus selamat berjuang...
okeh kita masuk sesi balas Reviews...


xtreme guavaniko

Cao Pi: silahkan... *sign*

Zhou Yu: hahaha aku tau itu... hahahahaha...

Author: tau apaan?

Zhou Yu: ntahlah...

Lee Xia

hahahaha makasih...

Author: Cao Pi sialan beraninya lo buat kek gitu ke pembaca gue yang berharga... mau gue bunuh? hah?

Cao Pi: aku gak tau... masalahnya aku gak sadar... hahaha... haha... ha... *kabur*

Author: *kejar Cao Pi*

Evil Red Thorn

hyahahaha... ketahuan yah... aku tau makanya aku berani... kamu betul Evil-san... dia lolicon... sama kek aku... hyahahahahah... oh aku

ingin cerita yang berbeda dari yang aslinya... "padahal gak tau yang sbenarnya" hyahahahaha... heheheh okeh...

scarlet and blossoms

wah keren aku pengen liat adegan bedarahnya... hyahahahahaha...wah kek mana yah... keknya bakalan masuk dalam catatanku nih...

biar nanti Xiao Qiao make semua senjata yang disebutin... hyahahahaha... hiks... rupanya kamu perhatian sampe tulisan nama yang

salah pun kamu bahas... hiks... baiklah aku akan buat catatannya... hyahahhaha

fanficmember

hyahahaha... gak apa aku emang mengharapkan kritikan... itu juga agar ceritanya tambah oke... tabun... ah... emang sengaja ku gituin...

biar Pang Tong gak cuma jadi pajangan ensiklopedia DW... hyahahahaha... ah Jin belum kebentuk... soalnya Sima Yi masih dakan Wei...

Aiko Ishikawa

alasan dimengerti... hyahahaha... hyahahahah ternyata kamu pratiin sampe tulisannya yah hiks... aku jadi terharu...

U: yokatta desune...

iya...

Cao Cao: oi sialan beraninya lo nukar julukan ama nama gue... *injek-injek Author*

Author: hyahahaha... lo cuma nginjek debu begok... hyahahhahaha *kabur*

ah iya Disclaimer: semua chara dalam cerita ni belong to KOEI

okeh kita masuk dalam cerita... hyahahhha... selamat menikmati *lari lagi*


Author: Ukh capek aku turun bentar ah... mau beli Baozi... *setelah turun* du du du... *senandung* wah beli dimana yah? Ah napa tuh? *liat orang2 berkerumun* wah... aku preview dulu deh... *keluarin Android*

*preview*

Setelah berpisah dengan Zhuge Liang, Zhou Yu jalan menuju toko yang ditunjuk oleh Zhuge Liang. Saat sedang berjalan dia merasa ada yang tengah mengikutinya, lalu ia melirik dan benar ia melihat 3 bayangan hitam tengah mengikutinya.

"hmm... sepertinya ada yang mengikutiku... tapi sebaiknya aku pergi ketempat yang lain dulu... aku harus bertemu mereka..." ucapnya sangat pelan lalu berjalan ke toko tempat tujuannya.

Setelah beberapa saat berjalan akhirnya ia sampai di toko tujuannya... begitu sampai nampak Sun Ce, Da Qiao, Xiao Qiao, Lu Xun, Lu Meng, dan Din Feng keluar dari toko tersebut.

" ahh... Tuan Zhou Yu..." ucap Xiao Qiao lari menuju Zhou Yu.

" ah... Xiao... fuh akhirnya aku bertemu dengan kalian..." ucapnya yang lansung di peluk oleh Xiao Qiao

Author: *gigit jari karena ngiri*

" hmm... Zhou Yu... bagaimana kamu sampai sini?" tanya Sun Ce.

" aku di beri tahu oleh Tuan Zhuge Liang dari Shu" ucap Zhou Yu menatap Sun Ce

" Tuan... sepertinya ada teman anda yang mengikuti anda..." ucap Din Feng merenggangkan tubuhnya.

" hahahaha... sepertinya begitu..." ucap Zhou Yu berbalik.

Begitu Zhou Yu berbalik, mereka melihat sebuah mobil limosin hitam berhenti di depan mereka, lalu beberapa orang dengan pakaian hitam keluar... tak lama 3 bayangan hitam yang mengikuti Zhou Yu tadi ikut keluar dan mereka juga menggunakan pakian hitam juga...

*play*


Author: oh gitu ceritanya... hmm... ya udah aku akan cerita lag... AAAHHH Baozi... *lari ke tempat orang jualan Baozi*

Uum: woi... ceritanya kek mana? *teriak*

Author: lo aja yang cerita dulu...

Uum: ukh... ya udah... kapan lagi aku akan cerita... hehehehe... oke pembaca untuk sementara aku dulu yang jadi narator... hehehehe... kita lanjut...

Eto... sampai mana yah? Hmm... oke dapat...

" mau apa kalian?" tanya Zhou Yu dengan tenang...

" tak usah banyak bicara... kami belum pernah melihat kalian disini... dari kelompok mana kalian? Hah?" ucap salah seorang dari orang berpakaian hitam.

" hmm... kelompok? Munkin yang mereka maksud adalah kerajaan..." ucap Zhou Yu setengah berbisik. " kami dari kelompok Wu..." ucapnya lantang.

" tak pernah dengar... beraninya kalian membuat kelompok baru di wilayah Xen ini... kalian harus mati..." ucap orang yang berbicara tadi sambil mengeluarkan machine gun begitu pun dengan anggotanya yang lain.

Melihat adanya senjata yang dikeluaran kelompok tadi membuat masyarakat menjarak dari kerumunan itu... tapi tidak dengan anggota Wu... mereka tak gentar walaupun mereka tidak tau senjata jenis apa yang digunakan oleh lawan mereka...

" Tuan Sun Ce... biar aku yang menghadapi mereka... Musou ku sudah penuh..." ucap Din Feng.

Uum: eh Musou? Emangnya masih bisa di gunain? *telpon Author* hallo... mereka make Musou emang masih bisa?

Author: akh aku gak peduli gak tau orang lagi rebutan Baozi... biarin aja mereka mau lakuin apa aja...

Uum: ah yaudah...

" hmm... baiklah aku tidak akan melakukan apapun...semuanya serahkan pada Din Feng" ucap Sun Ce dengan pada yang lain... yang lain pun hanya diam mengerti... lalu Din Feng maju...

" huh... mau apa kau?" ucap orang yang tadi bicara.

" hahahaha... mau apa? Tentu saja mau melumat kalian bocah tengik..." ucap Din Feng nyengir.

" sialan... tembak..." ucapnya... lalu mereka menembak Din Feng... tapi sebelum mereka menembak mereka sudah tepar(?)

Uum: hah? Tepar? Kok bisa... ukh... ngaco nih... ya udah preview dulu...

*Preview* *slow motion*

Tampak Din Feng mengeluarkan Musounya... begitu siap ia lansung menyerang orang-orang dari Xen... pertama ia memukul tepat pada hulu hati orang yang bicara pertama tadi, lalu melayangkan tendangan pada 2 orang disebelahnya, setelah itu ia melayangkan pukulan bertubi-tubi pada yang lainnya... *capek nulis* tapi ada yang aneh... Din Feng entah kenapa melayangkan satu pukulan yang tak berarah...

*play*


Uum: ah biarlah... yang penting aku tau sekarang hahahaha...

Author: nih... Baozi... buat upah gantiin aku... *kasih Baozi pada Uum*

Uum: ah makasih... gyaaaaa... *kaget liat muka Author yang bonyok* napa? Kok bonyok?

Author: itu tuh... liat waktu preview... nampak Din Feng nonjok gak berarah kan? Dia nonjok aku... *elus elus muka*

Uum: *liat Preview* ah benar... oh jadi waktu ini... duh kasian... ya udah aku makan duluan yah... silakan lanjutin Author... bye bye...

Author: huh... mau enaknya ndiri... adududuh *elus elus muka*... sampe mana nih? Ah...

Setelah para anggota Xen tumbang Zhou Yu lansung mendekati salah satu dari mereka. Lalu mengankatnya dan memasang tampang seram...

" katakan... dimana markas kalian? Aku ingin banyak menanyakan masalah dunia ini pada raja kalian!" ucapnya pada orang yang dipegangnya.

" huh kau kira aku akan bocorkan rahasia kelompok hanya dengan ini? Hah? Hahahahah" ucap orang itu dengan sinis.

" hmm... begitu... *tampar* bicaralah aku sudah banyak membunuh orang hingga saat ini... tidak hanya puluhan tapi ratusan... kau kira aku becanda hah?" ucap Zhou Yu dengan wajah lebih seram

" ukh... aku tak..." ia berhenti bicara melihat tampang Zhou Yu yang tambah seram. "baiklah... kalian pergilah ke arah utara... saat melihat tanda yin dan yang dengan warna biru muda di sekitarnya di situlah markas kami... ukh..." ucap orang itu ketakutan.

" Tuan... wajahmu menakutkan..." ucap Xiao Qiao ketakutan

" ah maafkan aku aku tak akan melakukannya lagi... hmm baiklah... ayo Tuan Sun Ce sebaiknya kita bergegas kesana..." ucap Zhou Yu begitu melepas orang yang di pegangnyan tadi.

" ayo!" ucap Sun Ce segera melangkah menuju tempat yang di tunjukan oleh orang tadi.

" uhuk..." Din Feng tiba-tiba ambruk.

" Tuan Di Feng ada apa?" ucap Lu Meng yang berada di dekatnya lansung menangkapnya.

" a... aku tak tau... sejak memakai Masou tadi... tubuhku seperti kehilangan tenaga..." ucap Din Feng kepayahan.

" hmm... sepertinya itu masalahnya... baiklah aku akan membantumu berjalan tuan Din Feng Lu Xun bantu aku..." ucap Lu Meng pada Lu Xun.

" baik master..." ucap Lu Xun segera membantu Din Feng berjalan.

" sebentar kita tak perlu jalan... sepertinya kita bisa pergi dengan cepat..." ucap Zhou Yu menghentikan langkah yang lain.

" apa maksudmu Tuan" ucap Xiao Qiao.

" mereka datang dengan kendaraan ini kenapa tidak kita gunakan saja..." ucap Zhou Yu sambil menunjuk Limo yang di pakai oleh orang-orang Xen.

" hmm... tapi tak ada yang bisa mengendarainya..." ucap Lu Meng

" tak masalah kita suruh orang tadi mengendarainya..." ucap Zhou Yu berbalik ke arah orang yang di tanyainya tadi. " hei.. kau bawa kami ketempat yang kau bicarakan tadi..." ucapnya menyeret orang itu.

" tidaaaak... kau tak mau... aku akan di bunuh kalau begitu..." ucapnya histeris.

" hmmm... kau mau mati sekarang atau nanti itu pilihanmu..." ucap ucap Sun Ce mendekat ke arah Zhou Yu.

" ukh ba... baiklah... aku akan mengantar kalian..." ucapnya pasrah, lalu mereka segera masuk ke dalam mobil.


Setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu lama mereka akhirnya sampai di tempat tujuan. Begitu mereka keluar dari mobil, mobil segera berlalu... lalu mereka lansung masuk ke dalam bangunan yang ada di depan mereka. Setibanya di dalam meraka di cegat oleh beberapa orang.

" Tuan biarkan aku saja" ucap Xiao Qiao begitu melihat Zhou Yu ingin maju

" tak apa... aku tak setega itu menyuruh seorang yang ku cinta maju..." ucap Zhou lansung menahan Xiao Qiao.

Mendengar ucapan Zhou Yu, Xiao Qiao lansung terdiam malu. Lalu Zhou Yu maju, tak butuh waktu yang lama bagi Zhou Yu untuk menyelesaikan urusannya. Lalu mereka melanjutkan jalan mereka menuju ruangan teratas. Sesampainya mereka di atas.

#GUBRAK...

" siapa kalian?" ucap seorang pria gemuk berpakaian kemeja ungu dengan emas melingkar di lehernya.

" kami dari Wu kami kesini untuk mendapatkan yang kami inginkan..." ucap Sun Ce jelas.

" apa mau mu... apa kalian mau ku bunuh...? hah?" ucap pria gemuk itu sambil mengacungkan pistol pada Sun Ce.

" hah? Apa kau bilang mau membunuhku? Itu pun kalau kau bisa..." ucap Sun Ce sudah berada di depan pria itu dengan menghunuskan pedangnya.

" hiiii... maafkan aku..." ucap Pria itu menjatuhkan pistol di tangannya.

" hmm... bagus... orang seperti memang hanya berguna untuk peran figuran..." ucap Sun... waaaa... itu gak ada dalam naskah woi... *pukul Sun Ce*

Sun Ce: sialan beraninya kamu mukul aku...

Author: itu salah lo... sialan... *brenti nyerang karena Da Qiao tiba-tiba berada di tengah* ukh... Da Qiao-chan tolong minggir...

Sun Ce: benar Da Tolong minggir...

Da Qiao: maaf tuan... cerita chapter ini sudah terlalu panjang pembaca sudah mulai bosan... cepatlah kita selesaikan cerita ini...

Author: ah... aku yang buat cerita jadi terserah aku donk...

Da Qiao: ... ... ... ... Sialan jadi lo mau nantangin gue? Hah? Sini gue kasih lo pukulan terbaik gue... *pukul Author* *Author terbang* CIH... ah... sifat jelekku keluar lagi... maaf tuan silahkan di lanjutkan...

Sun Ce: *terdiam*

Ukh... adududuh... kayak de ja vu deh... duh... ya udah... kita lanjut...

" ukh... apa mau anda tuan...?" ucap pria itu ketakutan.

" aku ingin menguasai Hongkong..." ucap Sun Ce.

" i...itu tak munkin tuan karena di Hongkong sudah di bagi atas wilayah-wilayah yang masing-masing dimiliki oleh angota mafia yang berbeda tuan..." ucap pria itu menjelaskan ketidak munkinan permintaan Sun Ce.

" hmm... jadi untuk menjadi penguasa Hongkong kami harus menguasai para mafia yang mengusai daerahnya... hmm... itu mudah... itu sama dengan yang kita lakukan selama ini tuan..." ucap Lu Meng mendudukan Din Feng di sofa.

" itu mustahil tuan karena nada harus memiliki berbagai hal yang susah di dapatkan..."ucap pria itu semakin berkeringat.

" hmm... itu mudah... apa gunanya kami menduduki tempat ini jika bukan untuk tujuan itu..." ucap Lu Xun mendekat ke arah Sun Ce.

" itu benar..." ucap Sun Ce.

" baiklah tuan.. aku akan memberikan wilayahku pada anda... tapi biarkan aku hidup..." ucap pria itu.

" hahahaha... tentu saja aku membutuhkan tempat bertanya disini... kau akan ku biarkan hidup.. jadi sebagai gantinya kau akan mengajarkan kami untuk memakai segala senjata dan kendaraan yang ada disini..." ucap Sun Ce berjalan ke tempat pria itu lalu duduk di Sofa tempat pria itu duduk sebelumnya.

" apa maksud tuan?" ucap pria itu.

" huh... kamu tak perlu tau... cukup turuti saja perintahnya..." ucap Zhou Yu.

" baiklah tuan aku akan menurut..." ucap pria itu mundur.

" baiklah... kita mulai penaklukan Hongkong... hahahahahaha" ucap Sun Ce dengan lantang.


tsuduku (bersambung)

hyahahahah akhirnya Chapter 4 finish... hore... kanpai... *minum coco panas* yey...

U: yey... akhirnya aku muncul sbagai narator... kanpai...

ah ya mulai chapter selanjutnya kita bakalan masuk cerita mafianya... hyahahhaa... okeh... thanks buat baca cerita ku yang kurang pendek (?) hyahahahaha... *plak* gomenasai...

soreja review onegaishimasu... matta nee...