IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. Thank You
Sorry for Typos
Happy Reading
..
Yunho menatap sendu pada sebuah bingkai foto yang sedang dia pegang. Foto yang menampilkan dua orang pria dan satu orang wanita yang sedang tersenyum lebar. Mengusap foto itu sambil tersenyum sedih. "Aku merindukan mu Jaejoongie"
Lalu dia mengambil sebuah bingkai yang ada di meja yang sama dengan bingkai foto sebelumnya. Itu adalah foto pernikahan nya dengan Taeyong. lalu senyum kembali terulas dibibirnya, kali ini senyumannya terlihat bahagia. "Aku seperti bersanding dengan mu Jaejoongie. Dia sangat mirip dengan mu"
-oOo-oOo-
Yunho berteman dekat dengan Jaejoong dan Taeyeon. Mereka sudah bersama sejak duduk di bangku Junior High School. Namun, Yunho menyimpan rasa yang di sebut cinta kepada salah satu sahabatnya.
Saat memasuki Senior High School, Yunho memutuskan untuk mengutarakan rasa yang dia pendam selama ini kepada salah satu sahabatnya.
Pada hari itu, Yunho mengutarakan nya kepada Jaejoong. Awalnya Jaejoong terkejut, tapi di luar dugaan, Jaejoong juga mencintai Yunho dan menerima Yunho menjadi kekasihnya. Mereka menjalin sebuah hubungan sepasang kekasih dengan bahagia. Tanpa mereka tahu, jika satu sahabatnya sedang memendam perasaan yang sama kepada salah satu pria yang sedang saling mencintai itu.
Taeyeon mencintai Jaejoong, tapi melihat Jaejoong yang sangat bahagia bersama Yunho membuat nya harus memendam perasaan itu dalam-dalam. Dia tidak ingin egois, jika Yunho adalah sumber kebahagiaan Jaejoong. Maka Taeyeon terima itu, karena kebahagian Jaejoong adalah kebahagiaannya juga. Sesederhana itu awalnya.
Namun, tiba-tiba saja takdir bermain di antara ketiganya. Tepat di hari kelulusan mereka sebagai siswa Senior High School, Taeyeon di vonis mengidap penyakit kanker darah. Di sisa umur yang dia miliki, Taeyeon mempunyai permintaan kepada kedua sahabatnya itu. Dia ingin menikah dengan Jaejoong dan mempunyai seorang anak.
Mendengar permintaan yang di utarakan Taeyeon, dengan berat hati Jaejoong dan Yunho menyanggupi permintaan tersebut. Bagaimanapun Taeyeon adalah sahabat mereka, dan mereka tidak ingin menyakiti hati Taeyeon hanya kerena keegoisan mereka masing-masing.
Awalnya mereka berfikir ini hanya untuk beberapa waktu saja, karena dokter sudah memvonis jika usia Taeyeon tidak akan berlangsung lama lagi. Walaupun terdengar jahat, jika mereka menunggu kematian Taeyeon, tapi mereka tidak bisa melawan rasa ingin saling memiliki satu sama lain.
Jaejoong dan Taeyeon resmi menikah seminggu setelahnya, pernikahan mereka sangat sederhana yang hanya dihadiiri oleh keluarga dan kerabat terdekat mereka. Hati Yunho sakit melihat cinta nya bersanding dengan orang yang bukan dirinya. Tapi, dia harus menahannya demi kebahagiaan mereka yang sudah mereka susun bersama setelah ini.
Satu bulan setelah pernikahan mereka. Taeyeon di nyatakan hamil. Sungguh, Taeyeon sangat bahagia. Dia merasa kebahagiaan nya sudah lengkap. Bila nanti dia sudah melahirkan bayi nya, jika Tuhan ingin mencabut nyawanya dia sungguh sangat ikhlas. Karena semua kebahagiaannya sudah terwujud.
Sebagai ganti rasa sakit yang Yunho rasakan, dia ingin kembali menyerahkan Jaejoong itu sudah pasti, tapi dia juga akan menyerahkan anaknya kepada Jaejoong dan Yunho untuk mereka anggap sebagai anak mereka.
Namun, lagi-lagi takdir tidak memihak kepada mereka, justru semakin mempermainkan kehidupan mereka. Saat usia kandungan Taeyeon menginjak usia 5 bulan, Jaejoong di kabarkan meninggal karena kecelakaan yang di alaminya saat pulang dari kerja. Mendengar kabar ini membuat Taeyeon dan Yunho sangat terpukul. Taeyeon merasa bersalah kepada Yunho, sedangkan Yunho mengalami depresi berat.
Semua kebahagiaan yang sudah dia susun bersama Jaejoong dimasa depan nanti, hancur berantakan, semuanya sia-sia. Keadaan Yunho sangat memprihatinkan pasca meninggalnya Jaejoong. Maka dari itu keluarga Yunho membawa pergi Yunho jauh dari Korea dan yang pasti jauh dari masa lalu yang membuat Yunho merasa depresi.
Ayah Yunho mengenalkan anak teman bisnisnya kepada Yunho. Seorang gadis cantik, baik, dan berhati lembut bernama Im Yoona. Sejak mengenal Yoona, Yunho kembali mmerasakan debaran di dadanya, walaupun tidak sekuat saat bersama Jaejoong. Tapi dia akan berusaha untuk mencintai Yoona dengan tulus, sebab wanita itu lah yang menemaninya di saat-saat dia terpuruk karena kepergian Jaejoong.
Yunho dan Yoona menikah, menjalin sebuah rumah tangga yang cukup harmonis. Mereka di karuniai seorang anak, yang masih berada di kandungan Yoona. Yunho kembali merasakan sebuah kebahagiaan, walaupun ingatan akan Jaejoong masih terus memenuhi pikirannya. Tapi dia akan menyimpannya sebagai masa lalu yang bahagia.
Namun, seperti nya Tuhan memang tidak menginginkan Yunho terlalu banyak berbahagia. Yunho kembali di hadapi masa-masa sulit. Tepat hari itu, disaat Yoona berjuang melahirkan anak mereka, Yunho lagi-lagi harus mendengar kabar kematian dari orang yang sangat dia cintai. Yoona meninggal dunia tepat disaat dia melahirkan anak mereka ke dunia. Meninggalkan Yunho dengan seorang anak yang Yunho beri nama Jung Jaehyun.
Karena kehadiran Jaehyun, Yunho tidak terlalu terpuruk karena kematiaan Yoona. Jaehyun adalah alasannya untuk tetap tegar menghadapi semua cobaan hidup yang harus dia jalani. Awalnya, ibu dan ayah nya ingin mengambil Jaehyun dari nya. Karena mereka yakin Yunho sangat sibuk dan tidak akan bisa mengurus anak nya. Tapi Yunho menolaknya, dia ingin mengurus Jaehyun dengan tangannya sendiri walaupun nanti masih ada campur tangan orang lain. Yunho ingin Jaehyun terus bersama dengannya.
Sempat terputus kabar antara dirinya dengan Taeyeon karena dia harus di bawa pergi keluar dari Korea. Yunho mendengar kabar, jika Taeyeon sudah melahirkan seorang anak lucu yang sekarang sudah menginjak usia 2 tahun. Yunho juga mendengar jika anak Taeyeon sangat mirip dengan ayahnya, Jaejoong.
Yunho memutuskan untuk kembali ke Korea dan menemui sahabatnya. Setelah melihat keadaan Taeyeon yang sangat memprihatinkan, Yunho pun membantu sahabatnya itu. Mengingat penyakit yang di derita Taeyeon, dengan segenap kebaikan hati Yunho. Dia membantu Taeyeon membiayai semua perobatan Taeyeon dan kebutuhan sehari-hari Taeyeon dengan anaknya bernama Lee Taeyong.
Kuasa Tuhan, Taeyeon mampu hidup hingga Taeyong menginjak umur 15 tahun. Di hari terakhirnya, Taeyeon meminta kepada anaknya untuk berjanji kepadanya. Taeyeon meminta kepada Taeyong untuk membalas semua kebaikan seorang pria bernama Jung Yunho, dan Taeyeon juga meminta agar Taeyong menikah dengan pria itu.
Selain kepada Taeyong, Taeyeon juga mengatakannya kepada Yunho. Dia meminta kepada Yunho untuk menikahi anak nya di masa depan nanti. Taeyeon mengatakan itu sebagai permintaan maaf nya karena memisahkan Yunho dengan Jaejoong, dan juga sebagai ucapan terima kasih nya karena Yunho sudah banyak berbuat baik kepada nya.
Awalnya Yunho hanya menganggap nya sebuah lelucon, mana mungkin Taeyong yang masih muda mau dengan seorang pria paruh baya seumur ayahnya. Tapi dugaan Yunho salah, saat hari itu Taeyong datang dan menjelaskan semuanya kepada Yunho. Lalu meminta Yunho untuk menikahinya. Tanpa berfikir dua kali, Yunho menyanggupinya karena dia juga sudah terpikat oleh pesona Taeyong yang sangat mirip dengan Jaejoong.
-oOo-oOo-
Hari ini adalah keberangkatan Yunho ke New York seperti yang sudah Yunho katakan kepada dua orang yang sangat dia sayangi.
Taeyong menatap Yunho dengan ekspresi sedih. "Hyung, maaf aku tidak bisa mengantar mu ke bandara. Sungguh, kelas ku hari ini tidak bisa di tinggalkan"
Yunho tersenyum dan mengacak rambut Taeyong pelan. "Tidak apa-apa, aku bisa sendiri. Lagi pula kuliah mu lebih penting"
Taeyong menganggukan kepalanya sambil tersenyum. "Hyung hati-hati disana, makan yang teratur, jangan tidur larut malam, selalu kabari aku. Oke?"
Yunho menarik Taeyong kedalam pelukan hangatnya. Mengecup puncuk kepala Taeyong. "Aku akan sangat merindukanmu. Aku berjanji, akan menyelesaikan kendalanya dengan cepat agar bisa bertemu dan memeluk mu lagi"
Taeyong menganggukan kepalanya di dalam pelukan Yunho.
Yunho melepaskan pelukannya, lalu mengecup kening Taeyong. "Maaf, aku tidak bisa mengantar mu kuliah hari ini"
"Tidak apa-apa hyung. Aku bisa berangkat sendiri"
"Kau pergi bersama Jaehyun, oke?"
Taeyong menganggukan kepalanya.
"Baiklah aku berangkat sekarang. Kenapa aku sangat tidak rela meninggalkan mu"
Taeyong tertawa, menunjukan deretan gigi nya yang rapih dengan matanya yang menghilang.
Mengusak rambut Taeyong, Yunho pergi meninggalkan istri nya.
-oOo-oOo-
Taeyong berjalan ke arah kamar Jaehyun. Berniat untuk membangunkan Jaehyun, karena mereka harus pergi kuliah hari ini. Saat ingin membuka pintu yang ada di depannya, pintu itu sudah terbuka lebih dulu. Menampilkan Jaehyun yang sedikit terkejut karena keberadaan Taeyong, lalu kembali memasang wajah datarnya.
Taeyong tersenyum. "Selamat pagi Jaehyun"
Tanpa membalasnya Jaehyun pergi meninggalkan Taeyong.
Taeyong mengikuti Jaehyun dari belakang. "Jaehyun, Yunho hyung sudah pergi ke bandara. Dan bolehkah hari ini aku ke kampus bersama mu?"
Jaehyun membalikan tubuhnya dan menatap Taeyong tajam. "Bukankah sudah pernah ku katakan? Jangan pernah berhubungan lagi dengan ku di kampus"
Taeyong terdiam, senyuman dibibirnya menghilang karena jawaban Jaehyun yang menyakitinya.
Jaehyun kembali meneruskan langkahnya meninggalkan Taeyong.
Taeyong berlari menyusul Jaehyun. Menahan sebelah tangan Jaehyun. "Jaehyun, ku mohon. Kau bisa menurunkan ku di halte dekat kampus tidak perlu sampai masuk ke kampus"
Jaehyun menghempaskan tangan Taeyong, membuat Taeyong tersungkur di lantai. Jaehyun membelalakan matanya, hendak ingin membantu Taeyong namun dia urungkan niatnya. "Pergi saja dengan bus, atau kau bisa menggunakan salah satu mobil yang ada" setelah mengatakan itu Jaehyun pergi meninggalkan Taeyong yang sedang menatap nya penuh kesakitan yang terpancar dari matanya.
Taeyong tidak bisa mengendarai mobil, lagi juga dia tidak mempunyai surat izin mengemudi nya. Taeyong terlahir bukan dari keluarga kaya seperti Jaehyun, jadi untuk apa dia sibuk belajar mengemudi jika dia tidak mempunyai kendaraannya. Taeyong juga tidak bisa meminta supir, karena Yunho tidak mempekerjakan seorang supir. Maka dari itu dia memutuskan untuk berjalan kaki hingga ke halte. Walaupun jarak rumah Yunho dengan halte sangat jauh, Taeyong sebisa mungkin mempercepat langkahnya agar tidak terlambat masuk kelas.
-oOo-oOo-
Taeyong sudah terlambat 15 menit, dan dia tidak tahu apakan Dosen Park yang terkenal kejam itu membiarkannya masuk kelas atau justru mengusirnya. Dengan hati-hati dia membuka pintu kelas nya, lalu matanya bertemu dengan mata Ten yang menatap nya cemas.
"Lee Taeyong kau terlambat 15 menit"
"Maafkan saya"
"Keluar dari kelas saya. Saya tidak toleransi soal keterlambatan"
Menghembuskan nafasnya kasar, Taeyong membungkuk lalu pergi keluar kelas. Dia sudah sebisa mungkin berjalan dengan cepat, tapi sepertinya keberuntungan belum berpihak kepadanya.
Taeyong belum sarapan, dan tadi dia harus berjalan jauh menuju halte. Itu membuat perutnya sangat lapar. Dengan lemas, dia melangkahkan kakinya menuju kantin.
Taeyong bertemu dengan Jaehyun yang sedang berjalan keluar dari kantin. Namun dengan cepat dia menundukan kepalanya dan segera memesan makanan untuk sarapan paginya.
Jaehyun mengerutkan keningnya, bukankah sekarang Taeyong harusnya berada di kelas Dosen Park? Tanpa ingin banyak berfikir, Jaehyun mengangkat bahunya dan pergi meninggalkan kantin.
-oOo-oOo-
Saat kelas Dosen Park berakhir, dengan cepat Jaehyun menarik tangan Ten untuk mengikutinya. Ten yang bingung hanya bisa mengikuti kemana Jaehyun membawanya. Mereka berhenti di halaman belakang kampus yang cukup sepi.
"Tadi kenapa Taeyong tidak masuk kelas?"
"Dia terlambat. Apa kau tidak pergi bersamanya?"
Jaehyun menggelengkan kepalanya.
"Kenapa? Bukankah sekarang kalian tinggal serumah?" diseluruh mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kampus ini memang hanya Ten yang tahu status Taeyong yang sekarang sudah menjadi ibu nya Jaehyun.
"Mana mungkin aku membiarkan diriku jatuh lagi kepadanya Ten"
"Sungguh, aku sangat pusing memikirkan hubungan kalian. Bukankah bisa saja kau mengatakan kepada ayah mu jika Taeyong adalah kekasih mu?"
"Dan membuat ayah ku tersakiti?" Jaehyun menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa Ten. Aku sangat menyayangi ayahku"
"Lalu sekarang? Kau menghindari Taeyong. Apa itu tidak menyakiti Taeyong? Tolong jangan egois Jaehyun, jika kau memang merelakan Taeyong bersama ayah mu maka bersikaplah sewajar nya seperti anak kepada ibu nya. Tidak perlu menghindarinya"
"Aku belum bisa menerima semua kenyataan ini"
Ten menghembuskan nafasnya kasar, saat dia hendak ingin pergi meninggalkan Jaehyun tapi justru Jaehyun menarik tangannya dan menciumnya tepat di bibir. Ten terkejut, lalu tak lama netra nya melihat tubuh Taeyong yang sedang berlari menjauhi mereka.
Dengan cepat dia mendorong dada Jaehyun dan meninju pipi kiri Jaehyun hingga membuat sudut bibir pria itu berdarah. Ten ingin mengejar Taeyong dan menjelaskan kesalah pahaman ini. Tapi Jaehyun sudah lebih dulu menahan tangannya.
"Jangan katakan apapun kepada Taeyong. Ku mohon"
"Persetan Jung, jangan bawa aku kedalam masalah kalian"
"Ku mohon Ten, bantu aku kali ini. Aku hanya ingin Taeyong berhenti mencintai ku"
Ten mengusap wajahnya kasar lalu menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Jaehyun.
-oOo-oOo-
Setelah melihat Jaehyun yang mencium Ten di halaman belakang kampus. Taeyong memutuskan untuk menghabiskan waktunya di perpustakaan kota. Membaca buku untuk menghilangkan rasa sakit yang menjalar di hatinya. Tapi mungkin karena terlalu larut dengan buku-buku yang dia baca, Taeyong lupa waktu hingga semalam ini baru pulang. Itupun Taeyong diingatkan oleh penjaga perpustakaan, jika hari sudah malam dan dia harus menutup perpustakaan.
Dengan langkah lemasnya dia berjalan menuju halte. Terduduk di halte tanpa menaiki bus yang akan mengantarkannya ke rumah. Taeyong hanya melamun, memikirkan kelanjutan perasaannya kepada Jaehyun. Haruskah dia melupakan perasaannya dengan Jaehyun?
Tapi sungguh, Taeyong sudah melakukan itu, dan dia tidak bisa melukankanya. Jika bisa, dia ingin sekali mencintai Yunho yang sudah berstatus sebagai suaminya. Tapi, semua hati nya seolah penuh dengan nama Jaehyun.
Saat sedang melamun, Taeyong terkejut saat ada sebuah mobil yang sangat dia kenal berhenti di depan halte.
Jaehyun turun dari mobilnya saat melihat sosok orang yang sedang di carinya. Sungguh Jaehyun sudah frustasi mencari Taeyong, dan dia sangat khawatir mengetahui Taeyong belum pulang hingga larut malam seperti ini. Maka dari itu dia mengesampingkan ego nya, dan pergi mencari Taeyong, Jaehyun sangat khawatir kepada pria itu.
Melihat Jaehyun yang sedang berjalan ke arah nya dengan sorot mata yang tajam, membuat Taeyong ketakutan dan berlari dari halte, menghindari Jaehyun. Dia tidak ingin melihat Jaehyun, sungguh dia takut jika dia akan menangis di depan Jaehyun saat ini.
Jaehyun mengejar Taeyong dan meraih sebelah tangan Taeyong, lalu menariknya berjalan menghampiri mobilnya. Jaehyun membuka pintu mobilnya dan memasukan Taeyong degan kasar. Membuat Taeyong sedikit meringis kesakitan karena tubuhnya yang di dorong paksa. Dengan cepat Jaehyun memasuki mobilnya dan menjalankannya.
Tidak ada pembicaraan di anatara mereka. Taeyong sibuk memandang keluar jendela yang berada di sampingnya. Sedangkan Jaehyun hanya fokus mengemudi.
Namun, Jaehyun terkejut saat mendengar suara isak tangis yang berasal dari seseorang yang ada disampingnya. Jaehyun menepikan mobilnya dan berbalik badan menghadap Taeyong yang sedang terisak sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Menggenggam kedua pergelangan tangan Taeyong, Jaehyun perlahan menurunkan tangan itu dari wajah Taeyong. seketika hatinya teriris melihat air mata yang mengalir dari kedua mata indah Taeyong. Menangkup wajah Taeyong dengan kedua tangannya, Jaehyun membersihkan air mata yang mengalir di pipi Taeyong dengan ibu jarinya.
"Maafkan aku" ujar Jaehyun lembut dan terdengar sangat tulus.
Tangisan Taeyong semakin kencang, dan air matanya semakin deras keluar membasahi pipinya.
Mendekatkan tubuhnya, Jaehyun membawa Taeyong kedalam pelukan hangatnya. Mengusap punggung Taeyong lembut, sambil berkali-kali mengecupi puncuk kepala Taeyong.
Taeyong terisak kencang, menenggelamkan wajahnya kedada bidang Jaehyun.
Tapi tiba-tiba saja Taeyong melepaskan pelukan Jaehyun dan menatap Jaehyun dengan mata yang memerah. "Jaehyun, ada hubungan apa kau dengan Ten?" Tanya Taeyong di sela-sela isakannya.
Jaehyun membasahi bibirnya yang kering dengan lidahnya. Lalu menggelengkan kepalanya. "Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Ten"
"Lalu kenapa tadi kau mencium nya?"
"Itu hanya sebuah rencana ku"
"Rencana? Untuk?"
"Untuk membuat mu berhenti mencintai ku"
Taeyong kembali menangis sambil memukul dada Jaehyun dengan sekuat tenaga. "Kenapa kau sejahat itu Jaehyun? Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu"
"Justru itu Taeyong, kita tidak bisa melakukan ini. Tolong, ingat dengan status di antara kita" mata Jaehyun memerah, karena dia sedang menahan air matanya agar tidak keluar.
Taeyong menundukan kepalanya, masih dengan isakannya. "Aku sudah berusaha untuk mencintai ayah mu, aku sudah berusaha untuk melupakan mu. Tapi…" ucapan Taeyong terputus karena isakannya. "Tapi, tidak semudah itu. Namamu sudah memenuhi seluruh bagian di hati ku Jaehyun. Tidak ada lagi celah untuk orang lain masuk, lalu sekarang aku harus bagaimana? Aku bingung" Taeyong masih saja menangis sambil menundukan kepalanya.
Jaehyun menghembuskan nafasnya, sambil berkali-kali mengucapkan kata maaf kepada ayahnya di dalam hati. Jaehyun menangkup wajah Taeyong dengan kedua telapak tangannya, mengangkat wajah Taeyong agar menatap nya. "Aku juga sangat mencintai mu, Taeyong" bisik Jaehyun lirih namun masih dapat di dengar oleh Taeyong karena jarak mereka yang sangat dekat.
Setelah itu Jaehyun menempelkan bibirnya di atas bibir Taeyong. Melumat bibir atas dan bawah Taeyong bergantian. Kini air matanya sudah tidak bisa di tahan, Jaehyun menangis. Merasa bersalah dengan ayahnya, dia juga merasa sakit yang dia rasakan di hatinya.
Taeyong mengalungkan tangannya di leher Jaehyun, balas melumat bibir bawah Jaehyun. Biarkan untuk malam ini dia melupakan statusnya sebagai istri Yunho. Biarkan untuk malam ini, hatinya yang menguasai dirinya. Untuk malam ini saja dia ingin mengulang kembali masa disaat mereka saling mencintai dengan perasaan bahagia.
To Be Continue….
Ff ini mungkin berapa chapter lagi bakalan end.
Dan di atas udah di jelasin yaa gimana terjadinya perjanjian antara Taeyeon dan Taeyong.
Kalian jangan terlalu baper sama Jack and Rose ya. Wkwkwk jangan kesel juga sama uwu. Mereka kan Cuma di tuntun karena pekerjaan. Oke. Hehehehe inget moment Jaeyong pas di Mubank ajah. Itu lebih keliatan alami banget.
NiniSoo1288
