Halo semua… maaf saya telat hohohoho… *kena death glare* hehe, ngg ucapan terima kasih sekali untuk…
Angga Uchiha Haruno, Chiwe-SasuSaku, Arishima Ryuu-chan, Amethyst is Aphrodite, KuroShiro6yh, Haruchi Nigiyama, Fusae Deguchi, Argi Kartika 'KoNan', Shena BlitzRyuseiran, Light-Sapphire-chan, Fuyuki Namikaze, Pick-a-doo, Nakamura Kumiko-chan, Princess Megumi Kisai, ayui-chan181, Enda'chan, NaMizu no Mai, Haruchiwa Kanata, myta-chan, TurQuoise Sky, Kakkoii-chan, Naara Akira, hehe, Haibara kawaii, ifkiwi, Akinayuki Nyo, ReikaRozenDiamond, Kasumi Yumaeda, Sora chand, Nca-chan
Makasih banyak ya atas review kalian semua. Maaf ya, aku gak bisa bales satu-satu kayak biasanya, ini semua gara-gara komputer laknat saya *ngelirik komputer* haha, tapi aku tetep berterima kasih pada komputerku sih hehe *meluk komputer –readers sweatdrop* untuk chap yang berikutnya, kuusahakan kembali bales satu-satu kayak biasanya ^^
Baiklah, selamat membacaaa…!!
Disclaimer : Always Masashi Kishimoto
Genre : Romance/Mystery
Pairing : SasuSaku, GaaSaku
DETECTIVE GIRL
CHAPTER 4 : PERKIRAAN GAARA
Pukul 01.00 dini hari
"Sasuke jelek..!! Baguuuun…!!!!" gerutu Sakura, oh salah Kira. Berkali-kali Kira membangunkannya dari tadi, tapi tetap saja Sasuke tidak bergeming dari tempat tidurnya. Tentu saja hal ini membuat perempuan yang memakai wig hitam itu emosi dan menyiapkan kuda-kudanya..
"Huff, satu dua tiga. HIYAAAA...!!"
BRAAAKKK !!
"AAAAAHHH..!! Sakit tahu punggung gue..!! Apaan sih..!?" gerutu Sasuke yang punggungnya habis ditendang Kira. Tapi sialnya, teriakan Sasuke terdengar oleh yang lainnya sehingga mereka terbangun.
"Hoaaah, ada apa sih teriak-teriak..!?" gerutu Kiba sambil menguap malas.
"Kalian.. tidak lihat sekarang jam berapa..??" tanya Neji dengan penekanan di setiap katanya. Matanya sedikit berair setelah menguap bareng Kiba tadi.
"Kira dan Sasuke, setelah tadi bolos seharian sekarang apa lagi..?? Mendokusaaaii," gumam Shikamaru yang akhirnya kembali tepar di tempat tidurnya. Membuat yang lain memutar bola matanya bersamaan.
"Eh, ngg, maaf semuanya. Se.. Sebenarnya, aku pingin ke kamar mandi. Tapi karena kelihatannya gelap, jadi aku bangunkan Sasuke untuk menemaniku, hehe," jelas Kira dengan berusaha memakai wajah tanpa dosa.
"Heeee...??? Rupanya Kira penakut juga ya..??" tanya Naruto dengan wajah innocent. Kira tersenyum canggung walau sebenarnya dalam hatinya dia mengucapkan 'sialan' berkali-kali.
"Ya.. Ya begitulah, ayo Sasuke cepat..!!" ajak Kira sambil menarik tangan Sasuke kencang. Membuat laki-laki pantat ayam itu mengaduh-aduh di tengah jalannya menuju kamar mandi di ujung kamar mereka. Tentu saja hal ini membuat yang lain sweatdrop, tapi setelah itu mereka kembali membaringkan diri di tempat tidur.
Di dalam kamar mandi, Kira alias Sakura itu langsung menutup pintu dan menguncinya. Sasuke mengedip-ngedipkan matanya karena masih ngantuk. Setelah berhasil menguasai dirinya, Sasuke menatap Sakura malas...
"Apa-apaan wajahmu itu..!? Sadar dong, kita mulai sekarang..!!" perintah Sakura dengan jengkel, Sasuke yang sepertinya memang masih setengah sadar hanya menanggapinya dengan tersenyum lalu mendekati Sakura hingga gadis itu menabrak pintu di belakangnya.
"Oh, jadi mau lagi?? Bilang dari tadi dong," gumam Sasuke sambil memegang pintu di belakang Sakura dan mulai mencium tengkuk Sakura.
"He.. Hei..!! Bukan ini maksudku..!! Kau lupa? Tadi siang kan aku bilang padamu, tengah malam nanti kita akan memulai penyelidikan..!! Sasukeee...!!!!" dengan sukses Sakura mendorong Sasuke hingga menabrak tembok di belakangnya, membuat laki-laki itu setengah mengutuk perempuan di depannya.
"Huh iya, iya, tapi cepat ya," gumam Sasuke sambil menggaruk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal. Sakura memutar bola matanya lalu berbalik untuk melihat keadaan anak-anak yang lain.
"Hei Sasuke, kayaknya mereka sudah tertidur, ayo kita mulai," ajak Sakura sambil membuka pintu perlahan. Sasuke hanya mengangguk-angguk tak jelas lalu mengikuti gadis di depannya.
Sakura dan Sasuke berjalan mengendap-endap berusaha untuk tidak ketahuan. Tapi hampir saja ketahuan, karena Sasuke berkali-kali hampir tertawa melihat gaya teman-temannya tertidur. Naruto mengorok dengan mulutnya terbuka. Kiba berkali-kali mengigau "Akamaru, guk guk," Shikamaru tidur berputar hingga 180 derajat karena tahu-tahu dia sudah tidur dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas bantal. Neji tidurnya biasa saja, tapi berhubung rambut coklat panjangnya berantakan dia jadi terlihat seperti kuntilanak yang siap bangun dari kuburnya.
Akhirnya setelah berhasil keluar dengan aman, Sasuke dengan puas tertawa terbahak-bahak walau masih berusaha mengecilkan volumenya. Tentu saja ini membuat Sakura sweatdrop. Sasuke yang dikenalnya dingin selama ini ternyata mempunyai sisi yang sangat berlawanan. Tapi gadis ini tidak ambil pusing, sehingga dia langsung menarik lengan Sasuke.
"Hei Sasuke, kau tahu tidak informasi para guru dan murid itu biasanya di mana?" tanya Sakura setelah mereka lama terdiam.
"Di ruang guru, tepatnya di ujung lorong sana,"
"Oh begitu, eh?" Sakura merasa heran, suara itu berasal dari belakangnya. Sedangkan Sasuke di sebelahnya sedang menatap heran padanya. Akhirnya Sasuke dan Sakura melihat ke belakangnya bersamaan.
"Ka.. Kabuto-senpai, lagi..?" gumam Sasuke setengah bingung. Kabuto hanya tersenyum menanggapinya lalu berjalan mendekati Sasuke dan Sakura.
"Kalian sedang apa sih di sini..?? Sudah jam setengah dua lho," tanya Kabuto heran. "Hampir saja kalian akan kuhajar karena kukira maling," canda Kabuto sambil tertawa.
"Oooh begitu, ngg kami.." Sakura bingung mencari alasan, dia menyikut lengan Sasuke.
"Ka.. Kami ingin mengambil barang yang ketinggalan di ruang guru itu," gumam Sasuke akhirnya. Kabuto ber'oh' ria.
"Kebetulan, nih," gumam Kabuto sambil memberikan beberapa kunci yang digantung jadi satu. Sasuke menerimanya dengan ragu. Sedangkan Sakura menatap Kabuto dengan curiga yang semakin menjadi.
"Apa-apaan dia..!?"
"Kupikir kalian akan membutuhkannya, jadi..."
"Kabuto-senpai bisa ikut bersama kami..!?" potong Sakura cepat. Sasuke menatap Sakura kaget sedangkan Kabuto terdiam sambil mengangkat alis.
"Kami takut kalau cuma berdua, lagipula ruang guru itu ada di ujung, mana gelap banget lagi. Ya?" ujar Sakura dengan nada memohon. Kabuto tersenyum kecil.
"Yeah, jika itu yang kalian mau," gumam Kabuto lalu berjalan di depan Sasuke dan Sakura dengan tenangnya. Dalam sekejap, suasana di antara mereka jadi sepi karena tidak ada yang mau mengajak bicara di antara mereka...
-
-
-
Di depan ruang guru..
"Nah, mana kuncinya..??" tanya Kabuto lalu meminta kunci pada Sasuke. Setelah itu dia mencoba kuncinya satu persatu hingga menemukan satu yang bisa.
CKLEK
"Nah, baiklah sekarang ambil barang kalian yang ketinggalan itu. Aku menunggu di luar saja," gumam Kabuto. Sasuke mengangguk dan segera menarik lengan Sakura. Tapi...
"Jangan, kami tetap ingin bersama Kabuto-senpai," pinta Sakura lagi, kali ini dengan nada memelas. Awalnya Kabuto terdiam tapi akhirnya dia menurut juga. Kabuto mengikuti Sasuke dan Sakura dari belakang. Setelah itu, Sakura berbisik pada Sasuke.
"Jadi, di mana tempat Shizune..??" bisik Sakura sambil sesekali melirik Kabuto yang sedang melihat-lihat dokumen guru yang lain. Sasuke menunjuk tempat yang paling ujung.
"Tuh, kalau nggak salah yang itu deh," jawab Sasuke. Akhirnya mereka berdua langsung menuju tempat ujung itu sedangkan Kabuto masih melihat-lihat meja guru yang lain.
Sakura memperhatikan meja Shizune. Tapi ada yang janggal, padahal sudah hampir 3 minggu sejak terbunuhnya Shizune tapi meja itu tetap penuh dengan barang-barangnya. Bahkan foto-fotonya pun masih ada, Sakura tertarik untuk melihat salah satu foto di ujung meja kerjanya. Ya, foto itu adalah foto Shizune dan Kakashi, Sakura terdiam melihat senyum kedua insan itu.
"Aneh, terlalu banyak yang janggal. Bukankah jika guru pindah, maka mejanya pun akan dibereskan paling tidak seminggu setelah kepergiannya. Tapi ini.. Apalagi foto ini..."
"Sasuke,"
"Hn? Apa lagi sekarang..??" tanya Sasuke malas.
"Kau bilang, Shizune dan Kakashi sudah bertunangan kan? Tapi.. apakah mereka dipaksa?" tanya Sakura dengan ragu. Sasuke terdiam.
"Mungkin. Shizune selalu cerita tentang perasaannya selama ini," gumam Sasuke.
"Shizune selalu bercerita kepadamu..??" tanya Sakura bingung. Sasuke mengangguk.
"Ya, entah kenapa kadang dia suka tiba-tiba menceritakan masalahnya. Padahal aku tidak mengerti apa-apa," jawab Sasuke dengan pandangan kosong. "Tapi, kadang-kadang juga dia selalu memarahiku tanpa sebab," tambah Sasuke lagi dengan ketus, Sakura tertawa kecil.
"Hahaha sepertinya dia guru yang menarik ya, ngg?" mata Sakura tertuju dengan daftar nama murid yang diurus Shizune. Sakura mengangkat alisnya.
"Sasuke? Kenapa ada namamu di sini..??" tanya Sakura, mengingat Sasuke adalah murid Kakashi.
"Ooh, itu daftar nama murid tahun lalu. Ah iya, aku belum beri tahu kamu ya? Tahun lalu aku adalah murid Shizune," jawab Sasuke dengan santai sambil sesekali menguap.
"Ooh, lalu kenapa cuma namamu yang dilingkari dengan pulpen merah seperti ini..??" tanya Sakura lagi. Sasuke menggeleng.
"Entahlah, sepertinya Shizune punya sentimen pribadi denganku. Makanya dia suka memarahiku tanpa sebab, menyebalkan..." gerutu Sasuke sambil sesekali menerawang. Sakura memutar bola matanya mendengar jawaban Sasuke yang kurang memuaskan baginya.
"Tapi... kenapa ya? Nama Sasuke yang dilingkari ini terasa aneh, apa ada sesuatu yang lain?"
DRAP DRAP
"Ng? Kabuto-senpai?" tanya Sasuke melihat Kabuto tiba-tiba berlari ke arahnya dan Sakura dengan wajah pucat.
"TI... TIARAP...!!!" teriak Kabuto sambil memegang Sasuke dan Sakura agar mereka terlindung dari sesuatu. Sehingga posisinya Sasuke dan Sakura jatuh tertidur di bawah, sedangkan Kabuto tengkurap melindungi mereka.
ZRAATS !! CREEEP !!!
"AAAAHHK !!" teriak Kabuto sambil memegang lengannya yang berdarah seperti tersayat sesuatu.
"A.. Apa itu tadi..!?" teriak Sakura sambil memegangi Kabuto, Sasuke langung melihat ke belakangnya. Rupanya ada panah yang menancap di tembok belakang.
"Panah..!?" gumam Sasuke lalu dia kembali melihat ke depan.
Tepat jauh di depannya ada seseorang yang sedang memegang bow gun ke arah mereka. Sepertinya dia mengincar salah satu di antara Sasuke, Sakura, dan Kabuto. Orang itu tidak terlihat karena gelap, yang kelihatan hanyalah bow gunnya yang terkena cahaya dari luar. Setelah Sasuke melihatnya, dia langsung berlari keluar. Sasuke mengambil inisiatif untuk mengejarnya.
"Sialan..!! SA.. EH, KIRA JAGA KABUTO-SENPAI..!!" teriak Sasuke lalu dia berlari keluar.
"Ah, Sasuke tunggu..!!" cegah Sakura berusaha teriak, tapi dia bingung karena nanti Kabuto akan sendirian.
"Ka.. Kau kejar.. Sasuke saja, lekas..!! Aku bisa menjaga diriku sendiri," gumam Kabuto sambil menahan rasa sakit di lengannya yang terus mengeluarkan darah. Akhirnya Sakura menurut dan langsung mengejar Sasuke.
Di luar, tepatnya di koridor panjang Sasuke masih mengejarnya. Orang itu memakai jubah hitam dari atas ke bawah dan memakai tudung, hingga tidak kelihatan siapa sebenarnya dia. Tapi orang itu berlari sangat cepat hingga akhirnya Sasuke benar-benar kehilangan dia ketika berbelok di tikungan. Dengan kesal, Sasuke memukul tembok di sebelahnya.
"Sialan..!! Siapa dan mau apa dia..!?" ketus Sasuke dengan kesal.
"Sasuke..!! Rupanya kau di sini.." keluh Sakura saat berhasil mengejar Sasuke. Dia terengah-engah dan berusaha mengatur nafasnya.
"Ngapain kau di sini..!? Bukannya aku sudah bilang supaya kau menjaga Kabuto-senpai, eh..!?" gumam Sasuke setengah marah.
"Maaf, maaf habis kau langsung mengejar orang mencurigakan itu tanpa perhitungan, lagipula Kabuto-senpai yang menyuruhku untuk mengejarmu. Dan.. jangan marah hanya karena hal seperti ini dong," jelas Sakura panjang lebar. Sasuke mendengus.
"Gimana aku nggak marah..!? Tadi kau hampir terluka tahu..!! Untung tadi ada Kabuto-senpai, coba kalau nggak..!?" gerutu Sasuke tiba-tiba.
"Hah? Apa tadi kau bilang?" tanya Sakura, sepertinya dia merasa salah dengar. Masa' sih Sasuke dingin ini mengkhawatirkan dirinya? Spontan wajah Sasuke memerah saat Sakura mendekatkan wajahnya, menatapnya dengan bingung.
"Kenapa Sasuke..!?" tanya Sakura sambil mengangkat sebelah alisnya. Sasuke menggeleng cepat, wajahnya sudah semerah tomat sekarang.
"Ti.. Tidak, bukan apa-apa. Ayo lekas kembali ke tempat Kabuto-senpai," ajak Sasuke lalu dia jalan di depan Sakura.
"I.. Iya," jawab Sakura dengan bingung lalu mengikuti Sasuke.
-
-
-
Di markas ANBU, 03.00 dini hari...
TIK TIK TIK TIK TIK
Suara ketikan di keyboard memenuhi ruangan tengah yang sepi itu. Ada dua orang di sana. Salah satunya sedang duduk di depan komputer sambil mengetik sesuatu. Sedangkan di sebelahnya berdiri seseorang yang menatapnya dengan malas, terlihat sekali dia sangat mengantuk. Sepertinya mereka berdua juga salah satu anggota ANBU, tapi apa yang mereka lakukan dini hari begini..??
"Hoaaah, masih belum selesai, Gaara?" gumam seorang laki-laki berambut merah dengan wajah baby facenya. Dia menguap sambil sesekali menggaruk rambut merahnya yang tidak gatal.
"Ya sabar, kak Sasori. Pasti sebentar lagi ketemu," gumam laki-laki yang disebut Gaara itu masih tetap terpaku dengan komputer di depannya. Hingga akhirnya Gaara menekan sebuah tombol 'Enter'.
"Ah, ini dia," gumam Gaara sambil memperhatikan sesuatu di komputernya itu. Gaara tersenyum dan berdiri.
"Kak Sasori, maaf bisa tolong print e-mail itu..??" pinta Gaara dengan memohon. Sasori memutar bola matanya.
"Nggak ah, aku malas memasang printernya. Kau saja," jawab Sasori. Gaara menghela nafas panjang.
"Haaah, kalau gitu tolong kak Sasori cari di komputer sebelah sana, tolong cari... Sasuke Uchiha," gumam Gaara sambil melihat tulisan di komputernya.
"Ha? Buat apa? Lagipula siapa Sasuke Uchiha itu..??" tanya Sasori sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Aku.. menemukan suatu bukti penting yang belum ditemukan Sakura. Dan kalau perkiraanku benar, pasti orang itu pelakunya," gumam Gaara sambil menatap Sasori serius.
"Hah..!? Maksudmu, Sasuke Uchiha itu pelakunya..!?" tanya Sasori. Gaara menggeleng cepat.
"Bukan, bukan dia. Pokoknya kak Sasori cari saja dia. Sasuke adalah salah satu murid di SMA Konoha no Aoi," jawab Gaara lalu mendekati Sasori yang sedang menyalakan komputer di seberangnya.
Sasori dan Gaara menunggu komputer itu nyala. Setelah komputer itu sudah ON, Sasori segera memasang koneksi internet. Dia mengetik alamat website SMA Konoha no Aoi, lalu mengetik nama Sasuke Uchiha di situ. Beberapa saat kemudian, semua data tentang Sasuke muncul di layar komputer.
"Hei Gaara, kenapa sih dengan dia?"
"...."
"Gaara? Hei?"
"...."
"Haloooo, Gaara..!"
"Dia.. kalau perkiraanku benar, Sasuke adalah korban selanjutnya," gumam Gaara tiba-tiba. Sasori membelalakkan matanya.
"A.. Apa? Maksudmu, Sasuke yang akan dibunuh selanjutnya?" tanya Sasori. Gaara mengangguk dalam diam.
"Ka.. Kalau begitu, kita harus cepat mencegahnya. Kau sudah tahu siapa pelakunya kan Gaara?" tanya Sasori. Gaara terdiam seribu bahasa. Lalu dia melihat lagi data Sasuke..
RUANGAN : KAKASHI VII
"Ng, kak Sasori, coba klik 'Kakashi VII' itu," pinta Gaara kemudian. Sasori akhirnya mengklik link itu. Rupanya setelah mengklik link itu, akan muncul nama anak-anak yang tinggal dalam ruangan itu...
KAKASHI VII :
SASUKE UCHIHA
NARUTO UZUMAKI
KIBA INUZUKA
SHIKAMARU NARA
NEJI HYUUGA
KIRA KUDO
"Wah, wah. Yang Kira Kudo itu, namanya norak sekali..!!" ejek Sasori sambil tertawa kecil. Gaara mendengus, sudut bibirnya sedikit tertarik.
"Haha, aku jadi penasaran dengan wajahnya. Aku klik ya Gaara?" tanya Sasori, Gaara hanya menjawab 'terserah'. Akhirnya Sasori benar-benar mengkliknya.
"Heee, ternyata anaknya lumayan cakep juga ya," gumam Sasori terbengong-bengong melihat foto anak itu. Gaara tertegun, sepertinya dia mengenali anak itu. Spontan Gaara terdiam, degup jantungnya tidak menentu...
"Itu... Sakura.." gumam Gaara tiba-tiba. Sasori menghentikan tawanya dan menatap Gaara bingung.
"Sakura..!?" tanya Sasori. Gaara mengangguk cepat dan menoleh ke printernya tadi. Kertas itu sudah selesai diprint. Dengan cepat Gaara menyambar kertas itu dan mengambil jaketnya.
"He.. Hei, Gaara kau mau ke mana..!?" tanya Sasori.
"Sudah jelas kan..!? Aku akan ke SMA Konoha no Aoi..!!" jawab Gaara sambil tetap berjalan lurus.
"Apa..!? Sekarang..?" tanya Sasori tambah bingung. Dia mematikan komputernya.
"Tentu saja, Sasuke yang kemungkinan diincar itu sekamar dengan Sakura. Bukan tidak mungkin, Sakura juga dalam bahaya kan..!?" jawab Gaara, dia menggenggam erat-erat kertas yang dipegangnya.
"Ka.. Kau benar," gumam Sasori. Setelah mematikan semua peralatan yang dinyalakan. Dia bergegas mengambil jaketnya lalu mengejar Gaara...
"Hei Gaara, tunggu aku..!!"
To Be Continued
Akhirnya selesai juga (-,-") maaf ya telatnya hampir sebulan hehe. Habis kalau liburan, aku selalu ke luar kota sih jadi ya begini deh hohoho *innocent -dibantai*
Ada beberapa yang menanyakan kenapa Kabuto dimunculkan di fic ini. Hehe itu semua karena, Kabuto adalah salah satu chara favritku...!! *nebarin bunga –readers sweatdrop* hahaha gak tahu kenapa aku bisa suka Kabuto, tapi aku mulai suka dia sejak aku punya game psp Naruto. Sumpah disitu, Kabutonya keren abis..!! (^O^)b
Terus, maaf di chapter ini gak ada lemonnya ya. Soalnya sekarang yang penting menemukan titik temu dulu siapa pelakunya, nah apa udah ada yang menemukan..?? (^^)a Tapi, aku janji di next chapter bakal ada lemon, jadi jangan lewatkan yaaa...!!! *updatenya aja lama -ditendang ampe kutub utara*
(-,-")
Ok, review pleaaase..?? :3
