Lovely Café
Disclaimer: Seluruh cast yang pasti bukan milik saya kecuali…. *ngelirik Donghae*
Cast:
Lee Sungmin(Yeoja)
Cho Kyuhyun(Namja)
Lee Donghae(Namja)
Lee Hyukjae(Yeoja)
Kim Jongwoon a.k.a Yesung(Namja)
Kim Ryeowook(Yeoja)
And another cast…..
Pair: HaeMin or Kyumin
Warning: Genderswitch, OOC, Typos.
Summary: Selamat datang di Lovely Café. Café milik seorang yeoja polos yang pastinya akan membuatmu ketagihan jika datang ke sana. Di dalam kesempurnaan café tersebut, terukir kisah cinta yang terasa manis seperti coklat namun terkadang pahit seperti kopi. Di awali dengan perjuangan seorang artis yang mengejar cinta yeoja pemilik café, dan juga persaingan sang artis dengan pengusaha muda yang juga mencintai yeoja itu. HaeMin or Kyumin? Genderswitch
*Prev Chapter*
"Kami tadi ada meeting di kantorku, Hae-ah." Jawab Sungmin lembut.
"Kau dengar sendirikan apa yang dikatakan Sungmin?" sahut Kyuhyun yang juga kini tengah menatap sinis ke arah Donghae.
"Haah,, baiklah jika begitu." Ujar Donghae seraya mengelus pelan pipi Sungmin. Perlakuan Donghae ke Sungmin berhasil membuat sang evil prince sangat ingin mencekik Donghae saat itu juga.
*End Prev Chapter*
.
.
.
*Kyuhyun POV*
Apa-apaan namja ikan itu! Seenaknya saja menyentuh Minnie-KU! Mwo? Tunggu dulu, sejak kapan Minnie jadi milikku? Aish, jangan bodoh Cho Kyuhyun. Tapi sebodoh-bodohnya aku, aku masih bisa merasakan adanya rasa tak suka jika melihat Sungmin disentuh namja lain. Apa aku….. 'jatuh cinta' padanya? TIDAK MUNGKIN! Aku kan baru mengenalnya kemarin, masa aku jatuh cinta padanya? Ayolah, dengan wajahku yang tampan ini sudah dapat dipastikan banyak yeoja cantik yang tergila-gila padaku. Jadi buat apa aku merasa kesal melihat Sungmin didekati namja lain, sedangkan dia bukan siapa-siapa bagiku. Sudahlah, aku malas memikirkannya lagi.
"YA! EVIL bodoh!" tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang menjitakku. Dapat kulihat kini seorang kura-kura, ah ani.. maksudku seorang namja penyuka kura-kura sedang menatapku dengan kesal.
"Appo Hyung. Ya! Kenapa kau menjitakku!"
"Kau ini seenaknya, sudah memesan tapi setelah itu kau pergi entah kemana." Cerocos Yesung-hyung.
*End Kyuhyun POV*
"Aku ada urusan penting hyung. Appa tiba-tiba menelponku."
"Aish, terserah. Aku malas mengurusimu." Yesung beranjak memasuki dapur, meninggalkan tiga manusia yang sedang sibuk dengan kegiatannya.
"Aku ngantuk. Aku pulang dulu, ne?" Sungmin tampak menguap sambil sesekali mengusap pelan matanya.
"Mau kuantar?" tawar Donghae.
"Ani! Biar aku saja yang mengantarnya." Sahut Kyuhyun tiba-tiba. Kyuhyun tak tahu lagi, kenapa dirinya malah menawarkan diri mengantar Sungmin pulang.
"Aku bisa pulang sendiri. Annyeong." Sungmin berjalan keluar dari café.
'Aish, aku tak mungkin membiarkannya pulang sendirian' ujar Kyuhyun dalam hati seraya mengikuti Sungmin diam-diam.
"aku akan semakin mengawasimu." Gumam Donghae ketika melihat Kyuhyun yang mengikuti Sungmin.
~YeWook side~
"Aish, hari ini café sepi." Keluh seorang yeoja mungil kepada namjachingunya.
"Tapi aku senang jika café ini sepi." Sahut namja bermata sipit.
"Wae? Bukankah jika café sepi justru sangat membosankkan?" tanya Ryewook pada Yesung yang kini sedang membuat 2 cangkir kopi.
"Memang membosankan, tapi jika ada kau, aku merasa dunia sangat menyenangkan. Ini minumlah." Ucap Yesung sambil menyerahkan secangkir kopi kepada Ryeowook.
"Gomawo Chagi." Ryeowook mulai meneguk perlahan kopinya. Dia begitu menikmati ketika cairan berwarna hitam pekat itu mulai menebar rasa pahit bercampur manis keseluruh penjuru mulutnya.
Yesung tersenyum hangat sambil mengamati setiap jengkal wajah sang yeojachigu tercinta. 'Apa aku harus mengatakannya sekarang?' ujar Yesung dalam hati.
"Chagiya, jangan menatapku seperti itu." Wajah Ryeowook bersemu merah ketika menyadari namajachingunya sedang menetapnya tanpa berkedip.
"Umm,, Wookie.. Bolehkah aku bertanya?"
"ne, mau tanya apa?"
Yesung mengeluarkan kotak merah mungil dari saku celananya. Dengan perlahan dibukanya kotak itu sambil berlutut di hadapan Ryeowook.
"Ye..yesung?" Ryeowook menjadi salah tingkah, jatungnya mulai berdetak tak karuan.
"Maaf jika aku melamarmu disaat yang tidak romantis. Maaf juga aku tak membawakanmu bunga, namun maukah kau menikah denganku? Would you marry me?" Yesung menatap penuh harap pada Ryeowook.
"Aku tidak bisa…" sahut Ryeowook sambil menampakkan wajah sedihnya.
"Be..begitu? Ah, baiklah.. Tak apa." Tampak sorot mata kecewa dari seorang Kim Jongwoon.
"Aku tidak bisa….. Menolakmu." Senyum mulai terlukis di wajah Ryeowook.
"J..jadi, kau mau menikah denganku?"
"Ne Yesungie."
"Gomawo, CHAGIYAAAA!" ucap Yesung sambil memeluk tubuh Ryeowook.
~End YeWook Side~
.
.
Sungmin melangkahkan kakinya menyusuri jalanan kota Seoul yang selalu ramai meski tengah malam sekalipun. "Umm, sebelum pulang aku mau mampir beli cemilan dulu ah." Ucap Sungmin pada dirinya sendiri seraya berjalan memasuki sebuah minimarket sederhana yang sangat kontras dengan gedung-gedung tinggi yang menghimpit bangunan kecil itu.
"Annyeong ahjumma." Sapa Sungmin pada si pemilik mini market.
"Wah, kau mampir lagi Minnie-ah. Biar kutebak, mau membeli cemilan?" wanita setengah baya itu tersenyum lembut pada sang langganan setianya.
"Ne, ahjumma!" jawab Sungmin semangat. Sungmin mengambil keranjang belanjaan sambil mulai memasukkan berbagai jenis cemilan ke dalam keranjang tersebut. Setelah merasa cukup, Sungmin membawa semua cemilannya ke meja kasir. Saat Sungmin akan mengeluarkan dompetnya, sebuah tangan menahan lembut pergelangan tangannya. "Biar aku yang bayar." Suara bass seorang namja mulai memasuki gendang telinga Sungmin. Sungmin yang mengenali siapampemilik suara itu langsung tersenyum, "Wah Kyunnie. Gomawo, ne?"
"Cheonmaneyo Minnie-ah." Jawab Kyuhyun sambil meletakkan beberapa lembar uang di meja kasir.
"Aigoo, jadi ini namjachigumu Minnie? Tampan sekali." Kata sang pemilik mini market seraya mengamati Kyuhyun dari atas sampai bawah.
"Ani ahjumma, dia hanya temanku." Sahut Sungmin tanpa beban. Tanpa ia sadari, perkataannya tadi membuat hati namja yang kini berada di sampingnya sedikit mencelos.
"Oh, mian. Kukira kalian pacaran, padahal kalian sangat cocok lho."
"Sekarang memang hanya teman ahjumma, tapi nanti dia akan jadi istriku." Kaget dan malu. Itulah yang dirasakan Kyuhyun saat ini. Bagaimana bisa bibirnya bergerak si luar kontrol. Bayangkan saja wajah Kyuhyun kini semerah cabe yang dijual di pasar.
"Mwo? Jangan bercanda Kyunnie." Sungmin hanya menaggapinya dengan tertawa kecil seraya menepuk pundak Kyuhyun. Menurutnya kata-kata Kyuhyun adalah sebuah lelucon yang amat sangat lucu. Sungguh polos bukan?
"Ah, semoga saja itu terjadi." Ucap sang pemilik mini market.
"Ya sudah ahjumma, Minnie pulang dulu, ne? Annyeong." Sungmin melangkahkan kainya keluar dari mini market diikuti oleh Kyuhyun.
Hening~
Tak ada yang berniat membuka suara. Hanya terdengar senandung kecil yang meluncur dari bibir mungil Sungmin. Kyuhyun pula tak berniat menghapus kesunyian yang tercipta di antara dirinya dan Sungmin. Kyuhyun terlalu sibuk dengan detak jantungnya yang berdetak tak normal ketika dirinya secara tak sengaja mencuri pandang pada Sungmin.
"Umm, Kyunnie. Kenapa kau mengikutiku?" tanya Sungmin saat dirinya mulai heran dengan Kyuhyun yang terus berjalan di sampingnya.
"Aku akan mengantarmu pulang." Jawab Kyuhyun singkat.
"Umm, baiklah." Sungmin kembali bungkam. Sesekali Sungmin melirik ke arah Kyuhyun.
Deg~
Jantung Sungmin serasa berhenti berdetak ketika mata foxynya bertemu pandang dengan mata coklat teduh milik Kyuhyun. Kyuhyun juga membeku saat ini. Tanpa disadari Kyuhyu, tangannya kini mulai bertengger di pinggang Sungmin. Jarak di antara mereka pun semakin menipis saat Kyuhyun membawa wajahnya mendekati wajah Sungmin yang kini telah merona merah. Pandangan Kyuhyun kini tertuju pada bibir mungil Sungmin. Nafas Kyuhyun mulai memerpa wajah Sungmin, disusul dengan mendaratnya sesuatu yang lembut dan agak basah tapat di bibir Sungmin. Tak ada penolakan yang dilakukan Sungmin, ia malah menutup kedua bola matanya menikmati sentuhan yang sangat memabukkan itu. Kyuhyun mengecup pelan bibir Sungmin sambil sesekali melumatnya pelan. Kyuhyun mulai terbuai dalam ciumannya, sampai dirinya merasakan nafas Sungmin yang mulai terputus-putus. Dengan cepat Kyuhyun menari wajahnya menjauh dari Sungmin. Kyuhyun mulai salah tingkah sambil meruntuki dirinya 'Aish, apa yang kau lakukan babboya KYU!'
"Err,, Kyu?" wajah Sungmin kini semakin merah.
"Umm, lupakan saja." Kyuhyun berusaha membuat dirinya bertingkah seperti tak ada yang terjadi.
"Ne.." Lirih Sungmin.
"Kajja kita pulang." Kyuhyun berjalan mendahului Sungmin sambil tetap merutuki dirinya.
*TBC*
Hyaa, mian lama updatenya…. Soalnya author lagi galau karena SS4. Baiklah bagi yang mmau tanya2 soal ff ini silahkan pm aj ke author. Jangan lupa review ya…
R
E
V
I
E
W
P
L
E
A
S
E
