Naruto fanfiction

Present:

Naruto © Masashi Kishimoto

Rahasia Hati © Ran Hime

ItaDei Slight SasuDei

Drama, Hurt/Comfort

M rated

AU, OOC, Yaoi, Typo.

.

.

.

Chapter 4

.

"Aku senang Itachi-kun akhirnya mau menikah."

Deidara hanya bisa tersenyum menanggapi setiap kalimat yang diucapkan oleh Sakura. Deidara tidak bisa menolak ketika Sakura menawarkan dirinya untuk menemani dia berkeliling di Manshion Uchiha setelah makan malam. Ia tidak bisa pulang karena Mikoto memintanya untuk menginap.

"Kuharap Itachi-kun bisa terlihat 'hidup' lagi."

"Terlihat 'hidup'?" ucapnya tanpa sadar ketika mendengar ucapan Sakura. Ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh adik ipar Itachi itu.

"Yah, dulu dia tidak sedingin sekarang. Dulu ia lebih banyak tersenyum dan menghabiskan waktu luangnya di rumah," ujar Sakura sembari mengingat bagaimana Itachi yang ia kenal dulu. Ia dan Itachi telah menghabiskan masa kecil bersama bahkan berlanjut sampai ia menikah dengan Sasuke, "tapi beberapa tahun lalu ia terlihat berubah. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja.

Deidara hanya bisa diam. Ia tidak mengenal Itachi seperti Sakura mengenal pria itu. Namun satu hal yang ia tahu. Itachi selalu bersikap ramah dan lembut terhadap dirinya. Bahkan Itachi selalu baik kepadanya. Semua perhatian dan sikap yang diperlihatkan Itachi berbanding terbalik dengan apa yang Sakura katakan.

"Sarada mencarimu."

Deidara mendongak ketika mendengar suara dingin itu. Suara Sasuke-nya. Rasa kecewa kembali merayap masuk ke hatinya. Ia bahkan tidak akan bisa percaya jika Sasuke mengkhianati dirinya sampai sejauh itu. Tapi, bagaimanapun juga ia masih belum bisa membenci Sasuke walau kenyataan yang ia terima begitu pahit.

"Sebentar lagi kami kembali, Sasuke-kun."

"Temui Sarada. Aku yang akan menemani kakak ipar berkeliling."

Sakura tersenyum kepada Deidara. Seolah meminta maaf atas berakhirnya obrolan mereka karena putri kecilnya bangun dan mencarinya.

"Maaf, Namikaze-san. Aku harus pergi. Putriku sedang mencariku."

Deidara hanya bisa tersenyum maklum. Ia bisa apa jika perempuan cantik itu harus pergi dan meninggalkan dirinya bersama pria brengsek itu. Ia bisa apa jika orang yang paling ingin ia hindari malah berdiri di depannya dengan enggan. Ia bisa apa? Itachi harus menyelesaikan pekerjaannya dan tidak bisa menemaninya berkeliling.

"Namikaze?" Sasuke mencibir, membuatnya tersadar dan menatap pria itu, "Aku bahkan baru tahu jika orang yang berdiri di depanku adalah anak manja yang selalu bersembunyi di belakang kakaknya."

Itukah yang Sasuke tahu mengenai dirinya? Sasuke tidak tahu apa-apa mengenai kehidupannya. Dan tidak seharusnya Sasuke bicara seperti itu. Apa Sasuke sudah lupa, jika ialah yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua selama Sasuke menyelesaikan kuliahnya. Bagaimana bisa Sasuke menyebut dirinya anak manja, sementara Sasuke sendiri hidup dengan uang orang tuanya.

Deidara tidak berniat meladeni pria. Itu. Ia berbalik dan bersiap untuk pergi. Namun Sasuke mencengkal tangannya hingga mau tidak mau ia harus berbalik.

"Aku belum selesai bicara, kakak ipar!" ujar Sasuke sinis dan meremas pergelangan tangan Deidara dengan erat hingga Deidara meringis.

"Lepas!" Deidara meringis menahan sakit dari luka sayat di tangannya itu, Lepaskan!"

"Apa yang kau pikirkan? Masuk ke rumah ini dengan mendekati kakakku?"

"Kau bicara apa." Deidara meronta, mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman Sasuke, "kau menyakitiku Uchiha-san." mata Deidara mulai berkaca-kaca ketika cengkeraman di pergelangan tangannya semakin erat.

"Uchiha-san?" Sasuke membeo, "apa yang sedang kau rencakan, hah!"

Deidara menunduk, menyembunyikan raut wajah kesakitan. Ia tidak mengerti kenapa hatinya yang terasa sakit saat ia berusaha menahan sakit di tangannya.

Haruskah Sasuke menyakiti dirinya terus menerus dengan tuduhan itu? Ia bahkan tidak tahu jika Sasuke seorang Uchiha. Ia tidak tahu jika Sasuke ternyata adik laki-laki Itachi. Jika ia tahu, mungkin ia akan menolak lamaran Itachi hari itu dan memilih untuk menjadi gelandangan saja. Tapi ia bisa apa?

"Kau yang lebih dulu berbohong, kenapa menyalahkanku?" dengan bibir bergetar Deidara mencoba melawan Sasuke.

Ia sudah lelah akan Sasuke. Jika Sasuke ingin benar-benar mengakhiri hubungan mereka, maka ia sudah merelakan hal itu. Ia tidak ingin menjadi penyebab masalah dalam hubungan Sasuke dengan Sakura. Ia cukup tahu diri. Cukup ia yang tahu bagaimana rasanya dikhianati. Dan membungkam bibirnya adalah satu-satunya jalan yang terbaik untuk diambil.

"Tinggalkan Itachi!"

"Kenapa bukan kau saja yang meminta kakakmu untuk berhenti mengejarku?"

"Apa?" Sasuke menarik lengan Deidara hingga tubuh kurus itu terdorong ke depan tubuh Sasuke.

"Biarkan aku pergi, Uchiha-san." Deidara kembali meronta, berusaha melepaskan dirinya.

Sasuke mendorong tubuh Deidara. Ia berbalik sebentar lalu kembali berbalik dan menghantam pipi Deidara dengan pukulan tangannya. Deidara yang terkejut tidak mampu menghindari dan tersungkur. Sasuke berjalan mendekati Deidara dan memaksa Deidara untuk bangun. Ia kembali memukul perut Deidara. Ia mengabaikan setiap rintihan Deidara. Ia harus menyingkirkan Deidara jika ingin kehidupan damainya dengan Sakura terus berlanjut.

Sasuke kembali memukul Deidara yang bahkan tidak melawan sedikitpun. Sampai ketika tubuh Deidara terdorong ke belakang dan terhantam pinggiran pot, Sasuke baru berhenti. Ia menghirup napas sebanyak-banyaknya dan mulai gusar ketika Deidara berhenti bergerak. Ia mulai merasa takut saat ia sudah berlebihan. Ia hanya ingin Deidara pergi dari kehidupan damainya.

.

.

"Apa yang kau lakukan kepada Deidara?"

Seketika itu jantungnya seolah berhenti berdetak ketika mendengar jeritan kakaknya. Ia menoleh ke samping dan melihat kakaknya berlari menghampiri Deidara yang terkulai tidak jauh darinya.

"Darah?"

Sasuke terkejut melihat telapak tangan kakaknya berlumuran darah saat memegang kepala deidara. Ia semakin panik.

"Cepat panggil dokter!" teriak Itachi sembari merengkuh tubuh lemas Deidara dan membopongnya menuju kamarnya.

Sementara Sasuke hanya diam melihat kepanikan kakaknya. Tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya. Bagaimana bisa kakaknya mengambil Deidara dari tangannya? Bagaimana bisa kakaknya mengambil Deidara dari cengkeraman tangannya yang sedikit melonggar? Ia tidak akan membiarkan semuanya berlanjut. Deidara bukan milik kakaknya.

.

.

Rahasia hati

.

.

"Bagaimana keadaanmu?" Itachi memegang tangan Deidara ketika pemuda itu telah bangun.

Itachi begitu cemas saat dokter menyarankan agar Deidara dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Ia tidak bisa melakukannya. Jika ia keluar dari rumah, maka Kyuubi pasti akan tahu jika telah terjadi sesuatu dengan adiknya.

"Itachi-san ..."

"Kau membuatku khawatir, Dei." Itachi meremas lembut tangan Deidara, "kau terus saja tidak sadar dan tak kunjung bangun."

Deidara tersenyum lemah dan berujar, "aku baik-baik saja, Itachi-san." Deidara menatap onik Itachi dengan sedih, "kau menungguku semalaman? Kau belum istirahat sama sekali?"

"Jangan banyak bicara dulu. Kondisimu masih lemah." Itachi membalas senyuman Deidara, "aku-"

"Ranjang ini terlalu besar untukku. Kau bisa istirahat disini."

"Aku masih belum mengantuk," Itachi melepaskan genggaman tangannya lalu mengulurkan tangannya ke puncak kepala Deidara, "Kenapa Sasuke melukaimu? Kalian saling mengenal?"

Itachi sedikit merasa bersalah ketika melihat raut wajah Deidara perlahan berubah sedih.

"Dia dua tingkat di atasku ketika kuliah dulu." Deidara menghindari tatapan Itachi, "mungkin dia kurang menyukaiku."

"Tapi itu tidak bisa menjadi alasan untuknya melukaimu."

"Itachi-san ... Jangan mengungkit masalah ini. Aku tidak ingin kalian bertengkar."

Itachi menghela napas. Ia beranjak dari kursinya dan berjalan memutar ke arah sisi ranjang satunya. Dengan pelan ia menaiki ranjang empuk itu lalu berbaring di samping Deidara. Sesuai permintaan Deidara, ia tidak akan membahas perbuatan Sasuke. Namun tetap saja ia masih bingung mencari alasan ketika Kyuubi melihat memar di wajah Deidara. Bisa saja Kyuubi akan mengkhianati dirinya dan membatalkan rencana pernikahan antara dia dan Deidara.

"Tidurlah, Dei."

"Selamat malam."

Dan setelahnya Itachi tidak lagi mendengar suara Deidara.

.

.

Rahasia Hati - ItaDei

.

.

Sesuai perkiraan Itachi, Kyuubi terus-terusan mendesak menuntut penjelasan mengenai luka di wajah Deidara. Ia pikir makan malam bersama kedua kakak Deidara akan sama lancarnya ketika Deidara datang kemarin malam. Namun Kyuubi tidak berhenti bertanya tentang bagaimana penyerangan terhadap Deidara di kediaman Uchiha yang begitu ketat penjagaannya.

"Jangan membuatku ingin tertawa, Fugaku-san," cibir Kyuubi, "bagaimana bisa orang asing masuk ke rumahmu?"

Itachi dapat melihat wajah tegas ayahnya sedikit tegang. Kyuubi memang terkenal sebagai rubah licik yang sanggup menyudutkan siapapun.

"Aku benar-benar minta maaf, Kyuubi-san. Lain kali hal seperti ini tidak akan terjadi."

Kyuubi tersenyum seolah meremehkan, "aku tidak bisa mengambil resiko seperti itu." Kyuubi menatap Deidara yang sedari tadi hanya diam, "sampai pernikahan mereka, aku tidak akan mengijinkan adikku menemui anakmu."

Dan seketika itu Deidara mendongak. Mata hijau kebiruannya menatap Kyuubi sengit, seolah tidak terima akan keputusan yang diambil oleh Kyuubi dengan seenaknya itu.

"Kami sudah menemukan hari yang bagus untuk mereka menikah. Kau tidak keberatan kan Fugaku-san?" kali ini Naruto membuka bibirnya dan mengambil alih topik pembicaraan yang seharusnya, "seminggu lagi mereka akan menikah."

"Apa itu tidak terlalu cepat?" Mikoto terlihat ragu.

"Tidak masalah. Untuk resepsi, akan diadakan di hotel milik Uzumaki." ucap Naruto sesuai kesepakatannya dengan Kyuubi sebelum mereka datang ke kediaman Uchiha beberapa hari yang lalu.

"Tapi-"

"Anda tidak perlu khawatir soal apapun, Nyonya." potong Kyuubi ketika Mikoto hendak menyatakan keberatannya. Mikoto pikir semua itu terlalu mendadak, "soal para undangan, anda bisa bicarakan dengan Itachi. Nagato bisa membantunya besok."

.

.

ItaDei Fanfiction.

.

.

Deidara hanya diam sepanjang perjalanan pulang. Ia tidak bisa lagi menolak untuk pulang ke kediaman Uzumaki. Ia benar-benar membenci tempat itu. Jika boleh jujur, ia ingin lari saja dari kedua kakaknya seperti kejadiaan lima tahun yang lalu. Namun ia tidak ingin mengambil resiko akan kehilangan Itachi. Ia hanya akan berada di sana seminggu saja. Sebisa mungkin ia akan bertahan.

Deidara menatap ke depan dan tidak sengaja melihat Kyuubi yang tengah diam dalam duduknya. Ia jadi berpikir bahwa ia benar-benar tidak mengerti akan jalan pikiran kakak ke duanya. Ia masih ingat jika dulu Kyuubi lah yang paling menentang hubungannya dengan Sasuke. Kakaknya itu memaki bahkan mengutuk laki-laki yang berani membuat Deidara menolak perjodoahannya. Kyuubi tidak menyukai hubungan yang seperti itu.

Lalu kenapa sekarang Kyuubi menerima lamaran Itachi begitu saja? Deidara jadi meragukan apa yang sudah Kyuubi lakukan. Ia mulau curiga jika ada sesuatu hal yang tengah disembunyikan kakaknya itu. Untuk saat ini ia akan diam dan melihat apa yang dilakukan oleh Kyuubi, sampai saat apa yang disembunyikan kakaknya terungkap.

.

.

.

To be continue ...

Terima kasih sudah berkenan membaca ff ini.

Saya minta maaf karena belum bisa membalas review kalian.