Naruto POV
Ku rebahkan tubuhku sambil menikmati alunan lagu klasik kesukaanku yang mengalir dari earphone yang sudah kupasang di pun membaca sebuah buku komputer yang baru saja kubeli beberapa hari yang lalu dengan santainya.
Brakkk
"Pantesan. Telingamu udah tersabotase dengan benda nista itu" Muncul seorang berambut kuning dengan wajah yang lumayan tampan mendobrak kamarku yang memang tidak kukunci agar aku bisa keluar dengan sangat mudah.
"Bisa ketuk pintu tidak, Tou-chan" Kataku sambil melepaskan earphone itu untuk mendengarkan apa kata Tou-chan.
"Aku sudah mengetuk dan teriak berkali-kali" Kata Tou-chan.
"Ya sudahlah, maafkan aku. Ada perlu apa Tou-chan kesini ?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Tou-chan ada tugas yang harus Tou-chan selesaikan mengenai sosok misterius yang dijuluki mad gasser, kamu baik-baik aja dirumah ya ?" Nasehat Tou-chan padaku.
"Ya, memang akan terjadi apa sih" Kataku mengindahkan kecemasan Tou-chan.
"Ya sudah, Tou-chan berangkat ya ?" Tou-chan mengacak-acak rambut jabrikku pelan, tapi entah mengapa aku selalu merasa nyaman bila ayahku mengelus rambutku seperti itu. Aku pun hanya tersenyum manja dan meneruskan kegiatanku yang sempat tertunda beberapa saat.
"Woy...! Jangan nyumpelin telinga napa" Sungut seseorang yang dengan seenaknya memasuki kamarku, aku pun menoleh dan mendapati sosok berambut pantat ayam yang sedang berdiri dan menatap tajam kearahku bersama dengan sosok rambut nanas yang sedang memasang wajah malas sambil menggaruk-garuk tengkuknya.
"Kenapa gak ketuk pintu sih, main masuk aja. Kalo aku lagi ganti baju gimana" Sungutku sambil manyun melepas earphoneku dan mendorong mereka berdua keluar dari kamarku yang mameng cukup mewah menuju ruang tamuku yang tidak kalah mewah.
Disana sudah teronggok sosok gadis berambut indigo yang masih dengan setia duduk manis di sofa berwarna hijau tersebut.
"Ada perlu apa kalian kemari ?" Serangku begitu kami berempat sudah duduk dengan posisinya masing-masing.
"Kami ada perlu dengan ayahmu" Jelas Shikamaru. Aku pun menelan ludah melihat Shikamaru yang biasanya sangat malas dan bersemboyan 'troublesome' itu sekarang menjadi sangat serius seperti saat memecahkan misteri beberapa hari yang lalu. Apakah ada pembunuhan lagi ?
"Ada apa emangnya" Kulihat mereka sepertinya sedang bertukar informasi melalui bahasa yang sama sekali tidak dapat kumengerti. Mungkin mereka menggunakan kriptografi tingkat tinggi. Padahal setahuku, aku termasuk seorang kriptografer handal lho. Teringat dibenakku ketika secara tidak sengaja aku memecahkan kode kriptografi sebuah password yang cukup krusial di situs pemerintahan. Untung saja Tou-chan dengan sangat rapinya menutupi kejahatanku yang sangat krusial tersebut ck ck ck.
Tak lama kemudian mereka berdua secara serentak menatapku dengan sangat tajam, seolah mata tersebut secara langsung menusuk sebelah mataku.
"Ada apa ?" Tanyaku sambil meneguk ludah, pasalnya mereka berdua tampak ingin sekali menelanku bulat-bulat.
"Dobe, kau masih menyimpan password yang dulu kau pecahkan gak ?" Tiba-tiba saja Sasuke bertanya tentang hal yang sepertinya tidak penting.
Aku terkesiap sesaat. Bukan karena pertanyaan dari Sasuke, tapi aku melihat sosok hitam berambut jabrik panjang sedang mengintip melalui jendela depan. Siapakah gerangan ? Perampokkah ?
"Dobe..." Panggilan Sasuke membuatku sadar dan sosok tersebut sepertinya telah menghilang.
"A-Apa ?" Tanyaku tergagap, pasalnya saat itu aku khawatir banget karena Tou-chan tidak ada dirumah, jadi, kalau aku mati disini, gimana ?
"Lupakan sajalah, aku akan bertanya sendiri pada Minato-san" Sahut Shikamaru begitu melihatku yang sepertinya tergagap-gagap. Ucapan Shikamaru benar-benar membuat otakku jadi tambah penasaran dengan apa yang sedang terjadi di Konoha ini. Tou-chan yang biasanya hanya santai-santai, kini menjadi panik dalam pekerjaan. Shikamaru, nanas pemalas ini pun terlihat panik sekali.
"Sebenarnya, apa yang telah terjadi ? Kenapa kalian sepanik ini" Tanyaku pada mereka bertiga.
"Seseorang meneror desa dengan sebuah gas tidak berbahaya, tapi akan menimbulkan bahaya saat terhirup jangka panjang. Orang ini dijuluki mad gasser dan mulai meneror tadi malam" Jelas Shikamaru. Aku langsung meneguk ludahku begitu mendengar ucapan Shikamaru yang sangat terdengar sangat menyeramkan ditelingaku.
"K-kau sudah tahu pelakunya ?" Tanyaku dengan bulu tengkuk yang super merinding.
"Sebenarnya sih belum, aku juga belum tahu siapa yang diserang oleh mad gasser itu selain Sasuke dan Temari" Kata Shikamaru.
"Ano... Sepertinya kemarin aku juga diserang. Mmmm... Maksudku, orang itu mendatangi rumahku kira-kira dua kali melalui jendela kamar. Sepertinya dia tidak dapat masuk kedalam rumah" Kata Hinata. Shikamaru tampak berpikir sambil mengerutkan dahinya.
"Bisa kau ambilkan peta desa" Kata Shikamaru sambil terus mengerutkan dahinya. Aku pun langsung berlari menuju kamar Tou-chan.
Kamar Tou-chan terlihat sangat rapi, hampir seperti sebuah perpustakaan karena sangat rapi sekali. Hampir sekali setiap dinding di kamar tersebut telah tertutup oleh dokumen Tou-chan yang mungkin bila dikilokan dengan harga 1000 /kg akan dapat uang sekitar 500000 atau 500 kg. Aku sih gak tahu menahu soal berat tepatnya, ngapain ngurusin begituan. Aku pun naik untuk mengambil beberapa dokumen yang terletak pada sebuah rak yang berlabel 'maps'
Tou-chan selalu menjaga semua dokumennya terorganisir secara teratur. Bayangkan saja jika harus mencari itu di rak berbobot 500 kg tanpa label. Susah bukan ?
Aku pun mengambil sebuah dokumen bergambar peta Konoha yang berbentuk elips tak karuan dengan warna yang berbeda antara hijau, coklat, merah dan biru.
"Nih, petanya" Kataku sambil menyerahkan peta itu kepada Shikamary. Shikamaru langsung membuka peta tersebut dan memperhatikannya sejenak.
"Hmmm...! Rumah Hinata dan Sasuke letaknya agak berjauhan, dan terletak pada kawasan yang berbeda. Rumah Temari berada agak menengah dari desa. Bagaimana Hinata bisa kecipratan kalau rumahnya sangat terpencil gini ?" Shikamaru masih mencoba memahami hal yang aneh tersebut. Aku juga berpikiran sama, sepertinya peneror gila itu meneror kawasan rumah yang berada pada sekitar Sasuke saja. Kenapa rumah Hinata ikutan di teror ya.
"Hinata...! Saat kau melihat sosok hitam itu, dia lari kearah mana ?" Tanya Sasuke yang sepertinya sudah mulai mengerti dengan jalan pikiran sosok tersebut.
"Ke arah desa" Kata Hinata.
"Kau melihatnya jam berapa ?" Sepertinya Sasuke masih ingin menggali informasi dari Hinata.
"Sekitar pukul setengah sebelas" Ucapan Hinata jelas membuat Sasuke terkejut setengah mati.
"Apa...? Kau yakin ?" Tanya Sasuke dengan raut wajah tak percaya.
"Aku juga tak yakin. Tapi aku melihatnya tepat sebelum aku membuka laptopku untuk video chat denganmu" Jelas Hinata.
"Ada apa, Teme ?" Tanyaku penasaran. Mengapa Sasuke menentang habis-habisan pendapat pacarnya tersebut. Ini bukanlah Sasuke yang biasanya.
"Tidak. Hanya saja orang gila itu menerorku tepat pukul 10 sebelum mesin game ku mati" Jelas Sasuke.
"Maksudmu, kau menduga kalau sosok itu melewati rumah Hinata hanya untuk memasuki desa saja ?" Shikamaru tampaknya sudah mulai mengerti jalan pikiran Sasuke. Sasuke mengangguk mengiyakan ucapan Shikamaru.
"Jadi, dia hanya numpang lewat didepan rumah Hinata untuk memasuki kawasan rumah Sasuke ?" Sepertinya aku juga sudah mulai mengerti setelah melihat peta dimana rumah Hinata. Rumah Hinata terletak agak ke tepi desa.
"Jika dilihat, rute sosok tersebut melewati sini. Tapi jika rutenya itu sudah tetap, mengapa dia harus kembali" Kata Shikamaru sambil terus mengerutkan dahinya.
"Maksudnya ?" Aku yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Shikamaru mencoba untuk bertanya.
"Maksudnya adalah, sosok tersebut datang dari arah rumah Hinata menuju rumah Sasuke saat pukul 10, lalu dia sepertinya ingin keluar sebelum kejahatannya disadari. Tapi kenapa ia harus kembali lagi kerumah Sasuke dengan melewati rumah Hinata sehingga saat itu kepergok Hinata pukul setengah sebelas" Jelas Shikamaru.
"Jangan-jangan..."
TBC
Ada apa dengan sosok tersebut ? Apa dugaan Naruto ?
Revieeewww...!
