Disclaimer: Halah, Bang Hide ngaku-ngaku doang tuh! *di bom*
Warning: Gaje, OC, OOC, abal, humans name, garing krenyes-krenyes, bahasa acakadulalalala. Oya! Mohon maaf buat readers yang non-muslim. Ada sedikit konten yang berbau muslim. Tapi cuma dikiiitt kok!
Summary: Para kontestan menyerahkan makanannya ke juri. Apa reaksi juri? Dan gimana hasilnya? Yo, liat aja di dalem!
Kembali lagi dengan saya! Ini chapter terakhir lho! Bangga rasanya bisa nyelesain 1 fic. Arigatou atas review kalian :D
Well, minna, enjoy this story!
Cerita sebelumnya ::
Hotaru, sang pembawa acara, tepar. Dan terpaksa digantikan oleh sang Author, Chii-chan. Saat itu, semua kelompok udah mulai masak dan udah selesai semua. Bagaimana hasilnya?
Kembali lagi di Studio 9 "PUB & PUP"
Hotaru, yang tadi membutuhkan napas buatan, telah kembali dengan muka lemes bin sekarat. Ternyata bukannya diberi napas buatan oleh Kazuki Hihara, malah dapet napas buatan dari Azuma Yunoki. Malang nian nasibmu, nak…
"Okeh!! Semua peserta udah selesai masak?" Tanya Hotaru.
"UDAAAHHH!!"
"Yo, Group 1, bawa makanan kalian ke juri!"
"Oke bos!" jawab Alfred tanpa disuruh ngomong.
Para juri yang udah laper banget, langsung jadi kenyang liat makanan Group 1. Emang mereka masak apa sih?
"Ma…masakan apa ini?" Elizaveta gelagepan. Gimana enggak, liat makanan Group 1 bawaannya pasti mual-mual plus kebelet ke toilet.
"Hohoho… Kau tidak tau Ellie? Ini beruang goreng asam manis (?), enak banget lho!!" Alfred memberi penjelasan.
"Da…dapet darimana be…beruangnya?" tanya Sey.
"Gak tau, aru. Tiba-tiba udah nemplok di penggorengan, aru." Keterangan Wang Yao makin membuat para juri bersama Author keder.
"Pake bumbu apa aja nih?" Indonesia tetep stay cool kayak tukul, tapi dalem hati, dia nangis liat masakan Group 1. Soalnya tampilannya ancur, gan!
"Ohhh… Biasa aja. Kayak bikin saus asam manis biasa. Tapi, asam jawa nya abis di tukang sayur, jadi pake tai kucing deh." Entah mengapa, kalo Alfred yang jawab makin menambah suasana menjijikkan makanan Group 1.
"WATDEPAK!!!???? TAI KUCING BUAT BUMBU!!!???" dan semua juri ngacir ke rumah Author.
"Ahh…ehmmm…maaf, pemirsa. Ada kesalahan teknis sedikit. Tunggu sesaat lagi ya!"
TUUUUUUTTTTTT……………………
"Ya, kembali dengan saya, pemirsa!! Hotaru yang kawaii en kirei ini!! Yup, maaf tadi ada kesalahan teknis. Para juri sudah tiba dengan selamat di studio, tapi dengan wajah pucat dan keliatan menahan pup, pemirsa. Hohoho. Oya, Group 2!! Serahkan masakan kalian ke juri!!"
Group 2 pun menyerahkan masakan yg mereka buat ke juri.
"Ini dia, makanan paling AWESOME, yang dibuat oleh orang AWESOME, dengan bahan dan bumbu yang AWESOME pula!" tau dong ini siapa yang bilang?
"Masakan apa ini, nee?" Taiwan bertanya (eh, Author mau nanya, nama asli Taiwan siapa sih? Saya gak tau lho)
"Makanan favorit kita semua." jawab Roderich dingin.
"Ya tapi ini apa?" tanya Nesia-chan
"Ini bir bakar, balon rebus, buku goreng, dan biola kukus."
Gleekkk…
"Emmm…apakah maksud kalian ini roti atau semacamnya yan dibentuk menjadi yang kalian sebutkan di atas tadi?" Natalia mengungkapkan pikiran para juri yang lain.
"Nani? Tentu saja tidak! Ini asli, mbak! Buatan group gue yang AWESOME!"
"Iyaa… Asem banget." Para juri pada bisik-bisik. Ya iyalah, daripada disembur sama kata-kata AWESOME dari Gilbert.
"Ayo juri, silakan dimakan." Tino tersenyum manis.
"Enggg… baiklah…"
Tapi para juri malah makan sambil ngumpet di kolong meja.
"Hei! Hei! Kenapa kalian!? Cara makan yang AWESOME itu ya di atas meja!"
"Ma…maaf." Para juri pada keder.
Akirnya, juri-juri makan makanan Group 2 itu di meja juri (ya iyalah).
Glekk… bunyi makanan ditelan.
Lalu…
"GYAAAAA!!! Manis asem asin, ancur rasanya!!!"
Para juri pun tepar dengan tidak elite nya.
"Gomennasai, minna. Kesalahan teknis lagi. See ya!"
TEEEEEETTTTTTT……………………
"Hoho, akhirnya kembali dengan saya, Hotaru Hideyoshi a.k.a Hotaru! Gomen, minnaaaa… Tadi kesalahan teknis. Yup yup! Sekarang Group 3! Yah, semoga gak ancur deh."
"Mmmmm… Kami tak masak-masak apa-apa…" Ludwig berbicara.
"HEEEHHH!!??"
"Kalian!! Bagaimana bisa!?" teriak Nesia-chan.
"Karena… Karenaaaa…"
"Karena apa?"
"Karena ka-" Kiku hendak melanjutkan kata-katanya, tapi gak jadi gara-gara ada double deathglares dari Zwingli bersaudara.
"KARENA APA, HAH!!?? MAU KUTUSUK DENGAN BELATI KU!!???" Natalia mulai keliatan jiwa pshyco nya.
"Tidak… tidak karena apa-apa." Giliran Lovino yang ngomong.
"Jelaskan, atau mau merasakan rasanya dipukul pake frying pan keramat ku?" sahut Hungary tenang.
Glekkk…
"Baiklah…"
"Kami tidak memasak karena…"
"Apa?"
"Karenaa…"
"Apa!?"
"Karenaaa…"
"APA?
"Karenaaaa…"
"APA HAH!? MAU KUBUNUH KALIAN!?" sekarang, semua juri jadi phsyco (kecuali Raivis tentunya).
"Karena, kita semua gak bisa masak."
"EH!? Bukannya kalian semua bisa masak!?"
"Hmm… Ludwig gak bisa masak, karena yang masak biasanya Feliciano. Lovino biasanya cuma makan tomat en nasi, gak usah masak. Kiku kan suka makan makanan kucing, jadi gak pernah masak. Sekian." jelas Zwingli bersaudara.
"Lho? Kalian? Bisa masak gak?" tanya juri yang rupanya benar-benar bingung.
"Gak."
Para juri pun pingsan (karena kelaperan).
"Huhhh… Kesalahan teknis lagi! Gomenne, minna!"
TILULIT TILULIT……………
"Grroookkk… fiuh… krrrr…"
"Hotaru!! Bangun!!" Author berusaha membangunkan Hotaru yang susaaaahhh banget dibangunin.
"Ahh… fiuuhhh…"
"Hotaru…:
"Krrr… groookkk…"
"HOTARU HIDEYOSHI a.k.a HOTARU a.k.a HOT-CHAN!!! BANGUUUNNN!!!" giliran Author yang telihat sisi phsyco nya.
"Hmmmhhh… EH!? HOT-CHAN!? Siapa yang manggil gue kayak gitu!? Gue cincang lo!"
"Gue yang manggil lo Hot-chan! Emang napa?" Author menatapnya dengan tatapan apa-lo-mau-gue-sebarin-rahasia-lo-?
"Eh, Author… Numpang eksis ya? Hehe, gak apa-apa kok panggil aku Hot-chan, tapi cuma Author yang boleh panggil gue gitu!" Oh ya, Hotaru takut sama Author, karena Author punya semua rahasia Hotaru. Hoho *gak penting –shot-*
Okeh, back to the story!!
"Aduuhh… Gomen lagi ya, minna! Entah mengapa ini kesalahan teknis mulu! Tapi bakal lanjut kok! Inilah dia, Group 4!"
Para juri berkeringat dingin. Mereka tau group ini paling ancur, coz gak ada yang bisa akur. Udah gitu ada Ivan, yang siap menebarkan 'aura sejuta setan' bagi yang ada di dekatnya.
"Silakan dicoba, da!"
"Euhhmm… I…iya…" juri nya gelagepan. Ya iyalah, yang nawarin si Ivan. Kecuali Natalia en Yekaterina, yang kesenengan banget tuh!
Glekkk…
Suara para juri menelan makanannya.
Lalu…
"UAPAAAAHH INI!!?? Enak'e, muaknyoosss!!"
"Kolkolkolkol, enak kan?"
"Iya, nii-chan! Enak sumpah!" sahut Natalia en Yekaterina berbarengan.
"Haaa… ini bahannya dari apa, Ivan-san? Bumbunya? Kok bisa enak gini? Ajarin dong!"
"Kalian mau tau itu dibuat dari apa, da?"
"MAUUU!!"
"Kalian takkan menyesal mengetahuinya, da?"
"GAK!!"
"Baiklah. Ini terbuat dari…"
"Apa? Jangan bikin kita penasaran!" Hungary siap kembali dengan frying pan keramat nya.
"Ini terbuat dari…"
"APA ONII-SAN!?" Belarus napsu.
"Ini terbuat dari…"
"Cepetan ah! Lama lo!" Author menengahi (?)
"Ini terbuat dari daging babi. Bumbunya pun dari minyak babi dan kulit babi. Oya, ada campuran scone nya Arthur lho! Kolkolkolkol."
"…………………" hening.
"…………………" tetap hening.
"…………………" terus hening.
Dan akhirnya……
"UGYAAAAAAA!!!!!! AKU MAKAN DAGING BABI!! DAN MAKAN SCONE ARANG ITU!! YA ALLAH, AMPUNI HAMBAAA!!" para juri keder. Mereka gak nyangka merka abis makan daging babi yang haram. Dan…oh iya, Author lupa kasih tau, ceritanya jurinya tuh Islam. Hohoho *shot*
Akhirnya para juri itu perlu dibawa ke kuburan terdekat (?)
"Wah, seluruh jurinya pergi, aru."
"Siapa yang menang, da?"
"Ve~ juri yang tak bertanggung jawab!"
"Uhh!! Mereka sama sekali tak AWESOME!! (kecuali Elizaveta)"
"Mereka bukan HERO!! Mereka payah!"
"Terus kita gimana, aru?"
"Iya! Siapa yang menang, ve~?"
"Hmmm… bagaimana kalo kita pulang aja ke rumah masing-masing, da?"
"Huhhh!! Baiklah! Aku yang AWESOME ini akan cabut ke rumah!"
"Oke! Babaaayyy!!"
"Kolkolkolkolkol."
SELESAI!!!??? Ini selesai!!?? Yaya, memang sudah selesai *shot*
Btw, terlalu gantung ya? Gomenne!!! Jangan gantung saya karena cerita ini gantung!
Hmm…terimakasih untuk Milla a.k.a Hotaru Hideyoshi yang mau jadi OC saya! *peluk Hotaru*
Dan Gakkun! My lophely beloped brother!
Terima kasih yang udah review!!
Review kalian sangat berarti! Terimakasih!!
Mau bales review, boleh?
Kuroshironimu: Haha, scene terakhir memang gaje. Saya gak ada ide lagi sih *pundung di pojokan*. Roddy odong ya, lagi lomba masak pun main biola. Ckckckck, bodoh sekali kau, Roddy *digetok biola*. Hera-chan memang jarang muncul karena dia Cuma jadi kameramen. Tapi saya mau bikin fic tentang Hera kok. Sabar yaaaa.
Yosh! Ini udah update! Review lagi yaaa!!
LilyZwingli7: Saya sendiri juga heran, kenapa bisa lomba masak jadi aneh begini. Yasud, tanyakan saja pad aide yang tak kunjung datang sehingga jadi gaje begini *shot*. Arthur emang lagi ketiban sial. Atau malah Francis yang ketiban sial dikejar sama naked Arthur? XD. Hehe, salam kenal :DD
OrangeBurst: Arigatou *nunduk dalem-dalem*! Iya nih, gak tau. Peserta nya sedeng semua, jadi acaranya juga jadi sedeng *digebuk chara Hetalia*
AlmightyHero: Memang sudah nasib Canada gak eksis *Canada pundung*. Karakter cewek di chapter ini keluar. Tentu saja mereka tidak berbugil ria bersama Francis! Nanti Francis nge*piiiippp* mereka lagi! Yo, ini udah update!
Kirihara Hisoka: Bang Ipan memang gila dan sarap *disumpel vodka*. Hoho, Alfred memang amazing. Dia bisa multi-languange karena kalo mau jadi THE HERO harus bisa semua bahasa. Salah satunya bahasa Jawa. Beginilah jadinya!
Kelompok 2? Menang? Hoho, saya terkekeh *ditimpuk piano sama Roddy*
Canada emang kasian ya gak eksis. Salah sendiri gak eksis! Indonesia dong! Hoho *ditimpa Kumajirou*. Yaaa, ini udah update!
Heixarn Mizu: Cerita ini memang nista. Senista tokohnya *dihajar rame-rame*. Group 2 sudah membuktikan cara nge-mix nya lho. Dengan cara tak normal, tentunya *hajared*. Hoho, saya juga gak mau sama Antonio! Gak napsu. Itu Cuma untuntan cerita -___-. Mending saya sama Lovinooooo *dilempar tomat busuk*!!!
Yoyoy, udah update!
Eikaru Mercado: Udah update! Udah liat kana pa yang mereka buat? Hohoho *evil's smirk*
Dan maaf, saya gak bikin omake kali ini. Puyeeeengggg!!!
Well, see ya at my next fic XD
Oh iya!
Don't forget to REVIEW!!
R
E
V
I
E
W
