Their Story
Chapter 4 : Awal Penderitaan
By : Hyuuga Hani(Hani-chan)
Disclaimer : Masashi kishimoto
Pairings : NaruHina, SasuSaku, slight SasuHina, NaruSaku dan slight pairing lainnya
Warning: AU, OOC, Miss Typo, Gaje, Abal, cerita pasaran? ,multi chapter, 'sedikit' Humor, song fic -baru rencana-, Garing, crack pairing, dll.
Terakhir jangan lupa...
Don't Like, Don't Read this Fanfic :3.
Happy Reading^^
.
.
Sebelumnya~:
"Hahaha, bukan.. lebih tepatnya kalian akan di Trainee disana !"
"Trainee !" Kaget semua artis di sana serempak.
.
"Jadi apa yang membuatmu, tidak mau sekelas denganku eh? Hinata ?"
"Kau merebut First kiss-ku !"
Oh, itu ternyata !
"Oh... kukira apa" Naruto berkata setenang mungkin sambil menyeringai, iapun pergi meninggalkan Hinata
'Di kira apa katanya ? First-kiss itu sangat berarti tau T_T' Tangis Hinata dalam hati.
.
Chapter 4~
Hyuuga's Home~ Pagi Hari...
Gdubruk... gdubruk...
"Tou-san ! Kaa-san ! Lihat hp Hinata tidak ?!"
"Tidak... memangnya Hina-chan taruh dimana ?" jawab sang ibu, hyuuga Hitomi lembut, sambil menyiapkan Hinata sebuah roti untuk sarapan.
"Tadi, ada di meja belajar Hina kok ,Kaa-san" Balas Hinata sedikit panik, sambil mengusap rambutnya gusar. Hanabi yang sedang melahap rotinya memutar bola matanya bosan, melihat tingkah kakaknya.
"Sudahlah, kalau hp kan Hina-chan bisa beli lagi, sekarang Hina-chan harus sarapan dulu !"Perintah sang ibu
"Tapi Kaa-san, semua lagu Hina tuh ada di situ, semua video juga , terus gimana Hina mau internetan?, terus sms temen, teruHmmmmpppt" Sayangnya celotehan Hinata itu berhenti ketika Hanabi dengan kesel(?)nya memasukan roti ke mulut Hinata, perempatan muncul di dahi Hanabi saking kesalnya.
"Neechan harus makan dulu. karena setelah ini, kita akan jarang lagi memakan roti buatan Kaa-san"
"Mehmhmang-nyahh kihta mhau barpishhah aphha !?"
"Hinata, telan dulu makananmu !" akhirnya sang kepala keluarga mengeluarkan suara
Glekk , dengan susah payang Hinata menelan potongan Rotinya
"Memangnya kita mau berpisah apa !?" jawab Hinata ketus
"Sebaiknya kita tunggu Neji kemari dulu" balas Hiashi sangat tidak nyambung. Dengan kesal Hinata menduduki dirinya di kursi makan. Dan panjang umur...
Gdubrukk... Gdubrukk...
"Paman ! Bibi ! lihat hp Neji tidak ?" de javu kan ? Kemarin, Neji memang bermalam dirumah Hinata
"Tuh kan ! pasti ada pencuri disini Tou-san !" seketika Hinata langsung berdiri sambil menunjuk Neji yang pagi-pagi sudah bernasib sial.
"Hinata, bukan aku pencurinya !"
"Eh, iya... maaf. Intinya ada pencuri disini"
"Siapa?"
"yaelah, Mana ku ta-"
"Kalian, berhentilah mengoceh! Dan Neji, sarapanlah dulu" Hiashi masih mencoba tenang walau dalam hati emosi besar , iapun mengisyaratkan Neji untuk duduk.
Neji mulai menurut. Tapi...
"Tapi paman, semua lagu Neji tuh ada di situ, semua video juga , terus gimana Neji mau internetan?, terus sms temen, teru-"
"Hanabi " panggil Hiashi datar
"Siap Tou-san !"
"Ap- hmmmmpt" belum sempat Neji mencegah, mulutnya sudah disumpel duluan oleh roti
"Nii-san !" panggil Hanabi riang sambil tersenyum manis,
Glek, dengan susah payah Neji menelan sisa roti di mulutnya
"Apa !" balas Neji garang
"Makan" balas Hanabi kembali dengan muka datar
"..." Hening, memang seharusnya suasana makan keluarga Hyuuga begini kan ?
BRAAKKK, Hinata memang yang paling pertama menghabiskan rotinya
"Sudah Tou-san ! Sekarang cepat jawab pertanyaan Hinata tadi!" introgasi Hinata
"Oke. Pertama, HandPhone kalian semua disita olehku !"
"Oh..." Hiashi mulai berkeringat dingin
"Baguslah, Memangnya harus begitu kan Tousan ?"Ucap Hanabi disertai seringaian, sambil mengerling kearah Hinata dan Neji.
"Eh tunggu ! Hp disita... berarti No musik and video..." Gumam Hinata dengan bahasa yang udah di campur karedokin(?)
"No internet and chatting juga dong !" tambah Neji dengan gajenya sambil masang muka syok.
"Oh my God, Oh my No, Oh my Wowww !" sedikit info, ciri suara orang-orang Hyuuga indentik dengan suara tinggi, cempreng dan menggelagar. Yah, teriakan mereka bahkan terdengar sampai Rumah Namikaze yang jarak sekitar 1 Km dari rumah mereka .*beneran lho !*
Namikaze's Home~
"Kaa-san ! kenapa membangunkanku dengan suara Sadako(?) sih !" Yah, kalian bisa menebak. Kalau Naruto kita ini baru bangun, Kalau bukan karena suara duo Hyuuga yang ada 1 Km jauh dari rumahnya, pasti ia tidak akan bangun. Tapi, sepertinya Naruto salah menilai, dan malah mengigau kalau itu suara ibunya.
DUAAAAK
"Baka Naru-chan! itu bukan suaraku ! sekarang cepat Mandi !"
Back To Hyuuga's Home~
"Kenapa pada ketularan sinetron sih ?!" Tanya Hanabi tak kalah kencang. Kalau rotinya masih ada, pasti tuh Roti udah bersarang di mulut kedua Kakak jejadiannya(?) ini dari tadi. Kasian sekali Hanabi, dari tadi harus merasa kekesalan(?) terus-menerus. Bener kan ?
"Tenanglah Hinata, Neji... itukan hanya salah satu syarat Trainee..."Jelas Hiashi masih dengan muka Datar, walau dalam hatinya bukan marah lagi. Tapi udah kaya bom nuklir meledak.
Muka Neji dan Hinata membiru. 'Salah satu katanya ? adakah yang lebih buruk dari ini T.T ?' Batin mereka berdua lebay #plak
"Kedua, Kita akan segera pindah ke Apartement Khusus artis, di Hyuuga Ent."
"Apa ?! Semuanya ?" Pekik ketiga Hyuuga muda disana, bahkan Hanabipun ikut terpekik Kaget. Dan lagi suara mereka sudah sampai Rumah Uchiha yang jaraknya sekitar 2 Km dari rumah mereka-_-
Uchiha's Home~
"..."
"Tou-san, Apakah keluarga Hyuuga suka begitu ?" Tanya Sasuke setelah mendengar suara yang ia yakini sebagai suara salah satu temannya. Bagaimana bisa sampai kesini ? Sasuke jadi bingung sendiri memikirkannya
"Entahlah... inipun baru pertama kali suara mereka sampai kesini" balas Fugaku cuek
"..." Sarapan mereka jalani dengan suasana Hening ! impian para orang tua tuh(?)
"Hn, aku ingin Memberi tau kalian sesuatu..." Tiba-tiba seusai Sarapan Fugaku berucap.
"Hn" Balas kedua anak disana, Mikoto yang mendengarnya sedikit sweatdrop. Kemudian Fugaku menjelaskan apa yang Hiashi jelaskan tadi. Tapi diluar dugaan pemirsa ! Kedua anak itu dengan patuh meletakkan Hp mereka dan mengangguk setuju jika mereka akan pindah ! ckckck...
"Baiklah, kalian boleh berangkat... Ohya, Sasuke ! aku sudah membelikanmu kendaraan baru !" setelah itu Fugaku pergi ke kamarnya bersiap-siap berangkat kerja diikuti istrinya yang bermuka cemberut. Sejujurnya Mikoto tuh IRI pada Hitomi, Kapan ya ia punya anak perempuan ?
'Yes, ayah membelikanku mobil baru...' Batin seorang pria ayam(?) Gaje
Back to Hyuuga's Home
Dari tadi muka Hitomi tuh udah pucat banget. 'ampun deh ! perasaan sarapan yang kemarin-kemarin gak separah ini...' Batin Hitomi gaje. Sejujurnya Hitomi tuh IRI pada Mikoto, Kapan ya ia punya anak Laki-laki ? *Dasar ibu-ibu !* #plak
"Ah, sudahlah... pusing menjelaskannya, Lebih baik kalian segera berangkat sekolah, Dan aku sudah menyiapkan Kendaraan baru untuk kalian." Setelah itu, entah mendapat ilham dari mana, Hiashi langsung pergi kekamarnya diikuti Hitomi yang masih bermuka pucat.
"..."
"Hei, Apa benar yang di katakan paman tadi?" tanya Neji entah pada siapa
"Ah, aku tau ! pasti Tou-san membelikan kita mobil baru !" pekik Hinata pelan, kalau kencang, bisa-bisa ia menggangu kediaman Namikaze lagi...
Tidak mau mendengar celotehan kedua Kakaknya, Hanabi segera pergi meninggalkan ruang makan menuju garasi. Tidak mau ketinggalan, Neji dan Hinata langsung menyusul Hanabi. Dan betapa terkejutnya mereka.
"Tou-san ! apa maksudnya ini ?! Kemana mobil kita?" pekik Hanabi namun cukup terdengar ke lantai dua tepat di mana ayahnya berada.
"Tou-san, sudah membelikan kalian kendaraan baru ! pakai saja itu !" seru Hiashi dari atas. Sontak semuanya langsung menoleh kepada satu-satunya jenis kendaraan yang ada digarasi.
"Jangan bilang kalau kendaraan baru yang di maksud itu, SEPEDA !" Pekik ketiganya keras hingga terdengar sampai beberapa kilo meter jauhnya-_-
Silahkan bayangkan sendiri, apa yang di katakan media setelah ini?
.
Their Story
.
Kringg... Kringg... Kringg... bel sekolah itu bagaikan Lonceng surga bagi seluruh murid Konoha Gakuen. Tak terkecuali anak-anak kelas X-a, Yang dari tadi ingin sekali istirahat. Setelah pagi-pagi berangkat sekolah pakai Sepeda, Udah telat, langsung belajar pula ! gimana gak capek ?
setelah Kakashi-Sensei pergi mereka semua langsung beranjak dari kursi masing-masing. Salah satu Dari mereka pandangannya tertuju pada mading kelas yang entah kenapa, sudah diisi kertas. Emm, judulnya...
'Jadwal Trainee kelas X-a !'
"Minna ! sini dulu deh !" pekik Ino sambil mengisyaratkan teman-temannya mendekati mading
'Sekarang apa lagi ?' Batin semuanya
Dengan malas mereka melihat mading disana, beberapa detik kemudian mata mereka semua terbelalak kaget.
DUKK
"Oh... Kami-sama... Kapan ini semua berakhir" Kata Shion lemas, Kepalanya pun sampai terantuk ke Meja saking pasrahnya.
"Rasanya aku ingin menangis..." Gumam Matsuri. Dan benar saja , Matanya sudah mulai berkaca-kaca
Semuanya menatap kasihan keduanya, Mereka berdua memang sulit menerima keadaan. Sebenarnya, merekapun sama. Tidak mau menerima ini semua, tapi.. mau gimana lagi ?
"Sudahlah Minna ! lebih baik kita ke kantin yuk !" suara Sakura yang terdengar ceria membuat Mood mereka jadi sedikit naik.
Sekarang mereka semua benar-benar keluar kelas. dan harus menghadapi lautan Fans yang menunggu mereka di luar
JADWAL TRAINEE KELAS X-A
Desember : Trainee Musik (alat musik)
Januari : Trainee Vokal (tarik suara)
Februari : Trainee Dance
Maret : Trainee Akting
April: Trainee Foto Model
Mei-November : All Trainee
.
Their Story
.
"Perkenalkan, Namaku Kurinai Yuuhi. Aku bertugas sebagai guru Matematika kelas 10. Tapi, Hari ini jam Pelajaran ke-4 ditiadakan bagi kelas X-a, Karena Trainee musik kalian di percepat, cepatlah ke Ruang musik. Seseorang menunggu kalian" Setelah Masuk kekelas X-a sekarang guru cantik itu langsung pergi. Sungguh pertemuan yang cepat.
"Sekarang ?!" Tanya Kiba.
"Kapan lagi ?" Setelah berucap begitu, Gaara langsung beranjak dari bangkunya. Yang lain mengikutinya, Bagaimanapun mereka tetap mempunyai keinginan untuk menjadi orang yang berbakat. Bukan saatnya untuk bermalas-malasan.
koridor~
"Hinata, emm gimana perasaanmu tentang err ciuman kemarin itu ?" bisik Sasuke pelan pada Hinata, kan bisa gawat kalau di dengar yang lain. Sasuke menyesali kegugupannya. Didepan Hinata ia seperti orang pencemburu saja. Kenapa juga ia harus gugup?. Hanya karena penasaran, dengan perasaan Hinata terhadap err Ciuman dengan si Dobe kemarin itu. Kenapa Sasuke jadi ngerasa yang nyium Hinata ya? Jelas-jelas bukan dia tersangkanya.
"Apa, ha ? Kenapa nanya gitu ? minta tabok lu ?" tawar Hinata. Bikin Sasuke merinding sendiri. 'Mana ada orang minta tabok, lagian aku cuman nanya kok. Gak boleh ya?'batin Sasuke innocent. Gak heran juga sih Hinata jadi segitu galaknya, mungkin karena tragedi(?) tadi pagi dikediamaan. Oh, atau mungkin Penyebab utamanya, Hinata tuh lagi PMS !(Readers: pantesan...-_-)
Sementara di barisan depan ada Sakura yang lagi melamun...
Sakura P.O.V
Hmm, hari ini cape banget sih! yah mungkin ini awal dari semuanya. Oh ayolah Sakura ! kamu kan mau menyaingi Hyuuga Hinata, sejujurnya aku tuh iri sama Hinata. Kapan ya aku deket sama Sasuke-kun ? hah, Sasu kan emang ganteng. Siapa sih yang gak mau deket ama dia ?
Jadi inget first love aku deh,dia tuh lebih kece badaii(?) dari Sasuke-kun, muka dia tuh imut -ralat- sangat kelewatan imut ! pas itu aku tuh lagi jalan-jalan deket Haruno Hospital, umurku kalau gak salah masih 10 tahun. Sambil membawa minuman jus Tomat, aku melewati sebuah jembatan. Disana lah aku bertemu dia sepertinya dia juga seumuranku. Dia menangis, tapi anehnya mukanya tetep imut.
Flash back 5 tahun yang lalu~ :
"hiks...hiks..."
"Hei, kenapa menangis ?" Tanya Sakura lembut, satu tangannya yang bebas menyentuh rambut gelap anak kecil yang sedang menangis itu. Sikap Sakura seolah menjadi seorang kakak dadakan.
Plakk
"Siapa kau !" tanya dia senggit, sambil melepas tangan Sakura dari rambut kesayangannya.
"..."
'wajahnya imut sekali !' batin Sakura menjerit-jerit. Bukannya pergi, Sakura malah mendekati anak kecil itu, membuat anak kecil itu mundur ketakutan.
"Kubilang, siapa kau ! mau apa kau hah !?" kali ini anak itu membentak Sakura, dengan tubuh gemetaran. Akhirnya Sakura sadar ia telah membuat anak kecil itu takut. Iapun berhenti mendekatinya.
"eh, aku bukan penjahat kok !"
"..." anak kecil itu hanya diam
"Kenapa tadi menangis ?"
"..." anak kecil itu hanya memandang Sakura
"Hah, yasudah kalau tidak mau menjawab !" Sakurapun berniat meninggalkan anak itu. baru dua langkah, Sakura tiba-tiba berhenti.
"ah, Aku punya sesuatu..." Sakurapun kembali mendekati anak itu, setelah sampai ia menaruh kemasan jus tomatnya di pinggir anak itu.
"..."
"Ini jus Tomat, rasanya memang tidak enak. Tapi sangat berkhasiat... jika kau haus minum saja"
"Arigato" Lirih anak kecil itu, tapi sayang Sakura tidak mendengarnya
"Nah aku pergi dulu. JAA~"Sakura sekarang benar-benar pergi
'Jus Tomat katanya ? membayangkannya saja membuat ku mual... huekk' Ketika anak kecil itu berniat membuangnya ke sungai, Sakura tiba-tiba berteriak.
"Hei, kita harus lari ! ada perampok !" Sakura dengan khas lari anak kecilnya buru-buru menghampirinya
"Ke-kemana?" tanya anak itu bingung, ia kembali ketakutan
"Tidak ada waktu" Sakura langsung meraih tangan anak itu. Dan tindakan yang Sakura ambil adalah...
BYUURRR, mereka menceburkan diri kesungai
Flash back End~
Aishh.. kenapa pilu sekali mengingat masa lalu ku sih, hmmpt. Aku kembali mengalih pandangan kesemua temanku. Matakupun tertuju pada Sasuke-kun yang lagi ketakutan disamping Hinata. Ah, apa aku salah liat ? aku jadi ingat wajah ketakutan itu . i-ini rasa mengganjal apa ini ? ahh, sudahlah aku tidak mau membahas Sasuke-kun. Akupun mengalihkan pandangan ke sahabat masa kecilku. Lagi-lagi muka dia sama kaya Sasuke-kun. Ada apa sih ?
"Naruto, kenapa kau kaya ketakutan gitu ?" tanya ku heran
"engg, tidak apa-apa kok.. hehe" satu kesimpulanku, aneh...
Sepintas aku mengingat ciuman tak sengaja Naruto dan Hinata.
Apa Jangan-jangan...?
Aku jahilin ahh !
Sakura P.O.V end
Sakura langsung menghampiri Ino yang berjalan tak jauh darinya. Setelah itu Sakura berbisik sesuatu kepada Ino.
"..."
"Ide bagus !" Pekik Ino pelan, sungguh yang diucapkan Sakura tadi membuat ia kembali semangat.
"oke... 1...2...3 , Minna ! Tau gak, Naruto dan Hinata itu sudah BERCIUMAN lhooo !" teriak Ino dan Sakura, Sontak membuat semua teman-temannya kaget. Untungnya koridor ini cuman ada mereka, dan tidak melewati kelas lain.
"APA ?!" Teriak Neji kelewatan kaget
"Naruto benar-benar semangat masa muda !" timpal Lee antusias
Semuanya langsung menoleh ke Naruto dan Hinata
"Apa liat-liat hah ? minta tabok lu semua ?" balas Hinata garang. Inget ! Hinata kan lagi PMS
"Hei ! itu fitnah tau gak sih ! itu hanya kecelakaan." Kini Naruto berteriak, itu sih emang fitnah, tapi tidak dipungkiri ia sedikit senang, merebut first kiss Hinata.
"hah, pasti abis ini ada pertengkaran, aku duluan" Shikamaru pergi diikuti yang lain tersisa Sasuke, Ino, Sakura,Neji, Naruto, dan tentunya Hinata. Ke 6 orang ini masih bertahan.
"Temari-senpai ! sini dulu !" Karin langsung menarik paksa lengan Temari. Mencoba menghentikan Temari yang mau pergi aja, Temari merenggut.
"Uh, apaan sih ! itu urusan mereka kok !" balas Temari galak
"senpai~"
'sial, emang dia muda gitu, terus emang aku tua gitu ?' batin Temari kesal. dan akhirnya mereka sembunyi di balik tembok
"Naruto ! beraninya Kau merebut ciuman Hina-" perkataan Neji terpotong oleh Hinata sendiri.
"Duren ! Itu memang kecelakaan, tapi kau menikmatinya kan ?!" Hinata mencoba menyudutkan Naruto, 'balas dendam enak juga' batin Hinata nista
"Ti-Tidak Hinata, A-aku..."mendadak Naruto jadi mengidap Penyakit gugup
"Sial... aku gak bawa popcorn !" celetuk Sasuke , dan langsung dibalas tatapan sweatdrop dari yang lain
"Emang lu kata ini film !" balas Sakura yang ada disebelahnya.
.
"Jadi Naruto, kan dari tadi aku mau nabok 'seseorang'. Nah, kebetulan kamu tuh sasaran yang tepat !" Hinata berkata sambil tersenyum manis
Glekk
'Dasar Iblis Bidadari(?)' batin Naruto. Sementara yang lain udah senyam senyum sendiri kaya orgil
"Kabur~"
"MAU KEMANA KAU !" DUAAKK
...
"Uh, pasti sakit..." yaiyalah-_-
.
Thier Story
.
"..." Hening
"KAKASHI-SENSEI ?!" Teriak yang lain ketika mendapatkan wali kelas mereka ada di ruang musik, sedang duduk di grand piano sambil baca buku terlarang. Icha-icha paradise
"ngg, Apa ?" Kakashi-sensei malah balik tanya
"..."
"Baiklah, aku tidak mau buang-buang waktu, sekarang cepat berbaris! " Kakashi-sensei sedikit membentak, dan itu membuat murid-muridnya sedikit takut
'ampunn deh, sekarang cobaan apa lagi Kami-sama?' Batin yang lain sudah kelewat pasrah
"Kemana yang lain ?"
BRAKKK
"Kami di sini sensei !" Hinata tiba-tiba datang dengan senyum Matahari yang barusan dicurinya dari Naruto. sementara , Dipaling belakang ada Naruto yang masih menggaduh kesakitan.
"OKE. Kita mulai Traineenya~. Pertama-tama silahkan kalian duduk di tempat yang menurut kalian nyaman." Kakashi-sensei kembali memulai suara, sambil menghentikan acara menbaca buku terlarangnya
"Tapi Sensei, disini tidak ada kursi " Tanya Tenten heran, gimana duduknya kalau kursinya aja gak ada ?
"Kalau gitu di lantai"
'Sensei~ T.T' Batin yang lain menangis, dengan TERPAKSA mereka semua duduk dilantai
"Nah, kita mulai dengan Materi. minggu ini alat musik yang dipraktekkan adalah piano. Bermain piano...bla...bla...bla" Kakashi-sensei mulai menjelaskan cara bermusik , cara bermain musik dengan benar, dan memainkan berbagai Nada yang rumit. Semua yang melihatnya terlihat antusias, terkadang jika Kakashi-sensei bermain piano dengan nada yang sangat rumit, Semuanya langsung tepuk tangan.
"Sekarang kita praktek..."
Glekk,
"Sensei ! aku kan gak bisa main piano !" protes Matsuri, 'pegang aja belum' tambah Matsuri dalam Hati
"Betul sensei ! paling yang bisa cuman Hinata doang" tambah Naruto, dan langsung di balas tatapan senggit dari Hinata
"Minta tabok lagi lu ?"
"Baiklah... begini saja, yang praktek duluan adalah Hinata!"
"Apa ?! tidak sensei, aku capek... lebih baik Temari-senpai aja, atau Shikamaru-san mereka lebih berbakat , Shino-san juga berbakat main piano Sensei ! kalau aku sih masih amatir" Alasan Hinata tadi bikin Kakashi-sensei pusing. sementara ketiga nama yang disebut langsung menatap Hinata.
"ahh, biar adil kalian berempat kedepan, karena kebetulan pianonya ada empat" keputusan Kakashi-sensei keluar dan sepertinya tidak bisa di ganggu gugat. Keempat orang yang dimaksud tadi langsung pergi ke grand piano.
"Sebagai calon bintang besar, kalian harus percaya diri. Sekarang aku minta kalian berempat mempraktekkan apa yang ku praktekkan tadi"
Sonata-Sonata piano mulai mengalun di ruang musik besar itu~
"SALAH !"
*what ?!
.
Their Story
.
"... kalau begitu sensei pergi dulu^^. Selamat sore !"
CKLEK.
"Haaahhh... akhirnya selesai juga" Kata Kiba lega, pasalnya bermain musik baginya sangat menyakitkan, apalagi itu piano. Kan Kiba bukan tipe lembut. Kalau saja Trainee kali ini permainannya tipe keras, kaya Drum misalnya #eh
"Rasanya jariku akan patah" Tambah Karin, sambil terus meremas-remas jarinya sendiri yang terasa sangat pegal
"Oh tidak, kuku jariku jadi begini... huee" Timpal Ino lebay #plak
"Hei, Minna Trainee kali ini bawa santai aja kali" Timpal Shion sambil meminum air mineralnya disampingnya ada Matsuri yang tersenyum simpul
"Iya ! ternyata bermain piano seru juga" Tambah Matsuri
"Hah... Troblesome"(shikamaru)
"Dasar pemalas, aku heran kau bisa bermain piano" gumam Temari yang berada tak jauh dari Shikamaru
"Hah... tidak buruk juga" Timpal Neji di kursi piano, dia meregangkan ototnya yang terasa pegal.
"Tuh anak lagi ngapain ?" tanya Gaara entah pada siapa, sambil menunjuk Hinata yang masih di grand piano, piano sebelah juga masih ada Sakura yang sepertinya kesusahan memainkan nada. Mukanyapun sampai basah oleh keringat. Karena pasrah, Sakura pun menekan asal piano kencang.
JREENNGG, Nada fals itu terdengar pilu
"uhh... susah sekali"Gumam Sakura sambil menumpukan wajahnya di atas tuts-tuts piano. Hinata segera menghampiri Sakura, diikuti Naruto bahkan Sasuke !
"Aku yakin Mereka berempat akan terlibat cinta segi empat" celetuk Sai, sambil menulis 'sesuatu' di buku Notenya
"Haha... Maksudmu, Naruto menyukai Sakura, Tapi Sakura menyukai Sasuke, Tapinya lagi Sasuke menyukai Hinata, dan Hinata menyukai Naruto. Begitu?!" Kata Chouji berniat ngelawak tapi sepertinya mustahil, dan malah menimbulkan suasana hening.
"..."
'Apa benar?' batin yang lain
"Bagaimana kalau aku bilang 'salah satu dari kita menyukai salah satu dari mereka berempat' ?" Semuanya langsung menoleh pada Lee yang tumben-tumbennya nanya begituan
"Entahlah... Disini kita semua tokoh utamanya kan ?" balas Ino gak yakin
"ya. Kita tokoh utamanya" Jawab Karin tanpa keraguan sedikit pun
"Kalau gitu, yuk kita kesana! Bergabung dengan mereka dan jadi tokoh utama nya !" ajak Matsuri pada yang lain. Yang lainnyapun ikut tersenyum simpul. Dan segera beranjak ke tempat dimana Sakura berada
Cerita mereka dimulai dari sini~
TO BE CONTINUED
.
Their Story
.
Pojokan eps 3~:
Hani : Halo Reader's semua ! Ketemu lagi dengan Hani... di acara gaje yang lumayan Laku ini :D.
Sakura : Dasar Hani ! Minta maaf kek, gak update kilat !
Hani : ahh... iya Gomenne Minna !
Shion : Nah , begitu lebih baik... Awal acara kita membalas terlebih dahulu Review dari Readers semua ! Sasuke !
Hani : Bentar ! Note's dari aku dulu ! mohon maaf yang pengen NaruHina di banyakin, Chapter ini niatnya sih pairnya mau diseimbangin sama Hani, eh.. tapi malah Hancur gitu ceritanya. Liat aja deh chap depan^^ semoga chap depan, ide cerita ada ditangan Hani !
All : amin...(berdo'a dengan khusyuk)
Sasuke : yup, Disini Sasuke kece nan ganteng nan imut, akan membalas kembali Review pertama. Dari Sakuhime-chan. Wahh, Sakuhime suka sama acara ini ? kalau begitu Review yang pertama aja ya, biar di bales sama aku lagi, oke ;)
All : huekks
Hani : Hountou ni Arigatou SakuHime-chan^^
Ino : waduh, SakuHime dikedipin mata sama Sasuke-kun ! genit lu Sasuke-kun! ekhm, oke Review kedua Dari Restyviolet , Ini udah update Resty ! semoga suka sama pair NaruHinanya . Kalau kurang bilang aja... atau bentak aja tuh Hani !
Hani: *deathglare*
Temari : Next, dari Febi feven, banyakin ? ini adegannya udah banyak belum ? kalau masih kurang tuh pojokin aja author ya !
Hani :*pundung*
Kiba : selanjutnya, dari Hotaru Keiko , ini udah lanjut Keiko-san^^. Apa chapter ini makin seru ? Hahaha... arigatou udah Review lagi !
Hani : Semoga Makin seru di mata Keiko-san !
Naruto : selanjutnya, dari Uzumaki-hime . French-kiss ? ahh*merona*
Matsuri : kenapa sih Naru-senpai ? coba Matsu liat !
Gaara : eits, anak kecil gak boleh liat !
Sai : ini konten orang dewasa
All :...
Terjadi sedikit keributan di studio~
Hani :*merebut kertas* ahaha... iya, Naruhinanya kurang gak Hime-chan ? kalau kurang bilang aja, dan maaf kalau bukan update kilat*kembali pundung* semoga suka deh^^
Neji : Berikutnya dari, Audhitaputri . hn, iya mereka ciuman*rada pundung* Tapi itu kecelakaan ya !
Karin : *ngerebut kertas* mau tau kita manggung kapan ? gak tau..
All : #Gdubrak
Hani : kira-kira 1 tahun lagi^^
All : Apa ?!
Tenten : Lama banget Hani-chan !
Hani : terserah aku dong, cerita-cerita aku !
Shikamaru : sudahlah, ini lagi syuuting acara pojokan nih ! jaga sikap kalian ! pengen cepet-cepet pulang. Review terakhir, Shino aja yang baca
Shino : Hn. Terakhir, dari bala-san dewa hikikomori ... Arigatou udah bilang cerita ini seru !*menunduk*
Hani : ahh, Bala-san ! arigatou udah mampir kecerita Hani^^
Shion : sekarang kita pindang ke sesi wawancara !
Lee : kali ini aku berperan sebagai pewawancara yang mempunyai jiwa semangat masa muda !
All : 'Hani-chan salah pilih mc'
Hani : hei, kata sutradara. Bukan kau yang jadi mc tapi Tenten sama Matsuri !
Lee : semuanya kek !
Hani : terserah elu dah-_- word-nya udah kebanyakan nih
Lee : baik, di depan kita sudah ada beberapa tokoh utama, dan tentunya ada Author kita Hani-chan !
Tenten : oke... dimulai dari Sasuke-kun. Sasuke-kun, Apa kau pernah mengalami kejadian masa lalu ?
Sasuke : pernah...
Matsuri : kejadian apa senpai ?
Sasuke : lupa lagi...
All :#gdubrak
Lee : lanjut ke Sakura-chan. Sakura-chan, Apa sebelumnya kau menyukai tomat Sakura-chan?
Sakura : hu'um, karena ibu dan ayahku dokter. Makanan seperti itu adalah makanan sehari-hari.
Matsuri : Masuk akal juga..
Tenten : Nah, Naruto. Apa kau benar-benar menikmati kejadian kemarin ?
Naruto : iya.*melihat ke Neji* e-eh, maksudku tidak, TIDAK ! aku membenci kejadian kemarin.
PLAKK
Hinata : kita putus !*pergi*
Hani: eh, tunggu Hinata-neechan ! jangan pergi dulu !
Lee : Hu'um , Hinata-san kan belum di wawancarai !
Hinata : hah, kalau gitu cepetan...
Matsuri : nah, Gimana tanggapan Hinata-nee soal chapter ini?
Hinata : aku sangat benci sama chapter ini !*ngedeathglare Hani* Aku pergi...
Hani : *ngumpet*
Tenten : eh, tunggu ada satu pertanyaan lagi,
Hinata : Apa lagi ?
Lee : Apa benar Hinata-san lagi PMS ?
Hinata : lu minta gua tabok ?
Lee: hehe... kita balik ke Shion aja.
Shion : ahaha... Shion disini, karena udah ada kode dari sutradara . kita udahan aja yuk.
All : iya. Minna ! Hountou nii arigatou ^^
Hani : jangan lupa Review^^
Pojokan Eps 3 End~
