Disclaimer: Atlus…

Hmm… Halow Minna!! Ketemu lagi nich! Makasih yach, ripiu na!!

Author: Oh ya, ohya!! Kemaren Best Friend ku nge ripiu fic ini loh!!

Akira: Wateper lah…

Shizuru: Tulis ceritanyaa!!!

Author: Iya deh, iya…


"Kau sudah sadar?" Mitsuru memasuki kamar Hikari tanpa mengetuk. Kei langsung menarik tangannya.

"Heeiii… Apa yang kalian lakukan??" Goda Akira.

"Urusei*!!" Bentak Hikari.

"Tampaknya sudah tidak apa-apa…" Mitsuru tertawa kecil.

"Hikari, ganti bajumu sana." Ujar Shizuru sambil menyerahkan baju milik Hikari.

"Arigatou…" Hikari mengambil baju itu dan pergi ke kamar mandi.

"Hey, Hikari." Panggil Akira.

"Nani*?" Tanya Hikari.

"Nanti setelah ganti baju, pergi ke lantai 4 ya." Kata Shizuru.

"Wakata*…" Ujar Hikari.


Seusai ganti baju, Hikari keluar dari kamar mandi lantai satu.

"Sudah selesai?" Hikari mendengar seseorang memanggilku. Hikari menoleh.

"Kei? Sedang apa? Kukira kau di lantai 4…" Tanya Hikari.

"Ayo, kita ke lantai 4." Ujar Kei, menghiraukan pertanyaan Hikari.

"Hh… Oke." Hikari dan Kei naik ke lantai 2. Namun saat mereka ingin ke lantai 3, Hikari merasakan keberadaan orang lain di lantai 2. Dia berhenti.

"Nani ka*?" Tanya Kei.

"Ada orang lain disini…" Kata Hikari sambil menuruni tangga kembali ke lantai 2. Dia berjalan ke kamarnya, dan membuka pintunya.

"Kau masih disini?" Saat pintu dibuka, ternyata Shinjiro dan Minato ada di dalam.

"Kau lagi?! Kenapa kau disini?!" Tanya Hikari sedikit membentak.

"Ada apa Hikari?" Tanya Kei sambil menghampiri Hikari. "Hei! Kau…"

"Hei…" Ujar Minato singkat sambil sedikit melambaikan tangannya.

"Jawab aku, stalker!!" Bentak Hikari. Mendengar kata Stalker, Shinjiro mendekati Hikari dengan wajah marah. Tapi dia berhenti karena Kei langsung berdiri di depan Hikari, menghalangi Shinjiro. Kei menatap Shinjiro dengan tajam.

"Minggir." Kata Shinjiro. Shinjiro ingin menarik Kei kesamping agar ia dapat mendekati Hikari.

"Kalau aku tidak mau?" Tanya Kei mengejek. Shinjiro melepaskan tangannya dengan kasar.

"Terserahlah…" Shinjiro menjauh, lalu menghilang.

"Aku hanya ingin memperingati kalian, tapi diantara kalian semua disini, ada satu orang yang mempunyai hubungan dengan Ryoji. Aku tidak bilang kalau dia adalah pengkhianat maupun penyusup. Dia sendiri bahkan tidak tahu akan hal itu." Jelas Minato.

"Siapa?" Tanya Kei. Minato hanya mengangkat bahunya.

"Aku belum tahu, tapi berhati-hatilah." Kata Minato sebelum menghilang.

"Mereka maunya apa sih?" Tanya Hikari.

"Aku tak tahu… Ayo ke atas." Kata Kei.

"Oke." Kata Hikari.

Saat di tangga, Kei menoleh kearah Hikari.

"Nani?" Tanya Hikari.

"Sepertinya kita lebih baik menuruti mereka." Ujar Kei.

"Hn…" Jawab Hikari.


-Meeting Room, 4th Floor-

Hikari dan Kei masuk ke dalam ruangan. Di situ ada seluruh penghuni asrama, Souji dan Naoto. Hikari berjalan ke sebelah Shizuru, tapi sebelum Hikari berjalan, Kei menarik tangan Hikari. Hikari menoleh dan melihat ke arah Kei. Dia menggelengkan kepalanya lalu melihat ke arah Shizuru. Hikari ikut menoleh dan dia melihat Akira yang duduk di sebelah Shizuru. Hikari menganggukan kepalanya dan tersenyum iseng. Lalu mereka berdua berdiri di belakang Shizuru dan Akira. Akira sedang sibuk mencari kesempatan untuk memegang tangan Shizuru. Begitu juga Kei. Tapi Akira berhenti karena merasakan aura dingin dari Hikari yang seakan mengatakan 'Awas-lo-megang-Shizuru. Gua-hajar lo'. Akira menoleh dan menyadari Hikari menatap dia dengan tajam sambil tersenyum iseng. Hikari langsung menoleh ke arah Kei, Kei juga langsung menarik tangannya.

"Ehm… Bisa kita mulai?" Tanya Mitsuru.

"Ah, Hai*!" Kata mereka bertiga.

"Baguslah… Dari tadi, kalian terlihat sibuk sendiri…" Kata Junpei.

"Urusei!" Kata Hikari, Kei dan Akira bersamaan. Di atas kepala Shizuru ada 3 tanda Tanya.

"Ehm… Jadi, Seta… Apa yang kau tahu tentang hal ini?" Tanya Mitsuru.

"Ryoji mendatangi kami di Inaba. Teman-teman kami satu-persatu menghilang. Kami mencari di Mayonaka TV dan disana tak ada siapa-siapa." Jelas Souji.

"Mayonaka TV?" Tanya Akihiko.

"Sebuah tempat yang berhubungan dengan fenomena aneh yang terjadi di Inaba yang disebut juga Mayonaka TV. Kami tak tahu nama tempat itu, jadi kami menyebutnya Mayonaka TV." Jelas Naoto.

"Ah…" Ujar Akihiko.

"Kami sempat bertemu Ryoji sebelum kami kesini. Ryoji berkata bahwa Bukan hanya Izanami yang bangkit, tapi juga seorang Dewi lain. Dewi yang akan mengadili dunia ini, dialah pangeran yang akan memberitakan hal itu ke seluruh dunia." Jelas Souji.

"Izanami?" Tanya Yukari.

"Izanami adalah makhluk yang membuat Mayonaka TV. Mayonaka TV dapat memperlihatkan sisi gelap atau rahasia-rahasia yang dipendam manusia jauh di dalam hati mereka. Sisi gelap itu akan menjadi Shadow jika orang yang memiliki sisi gelap itu masuk ke Mayonaka TV. Dan ketika orang itu mengakui Shadow itu sebagai dirinya, dia akan menjadi Persona. Tapi jika orang itu terus membantahnya, dia akan berserk dan membunuh orang itu." Jelas Naoto.

"Sou desu ne*…" Gumam Yukari.

"Bagaimana cara mencapai Mayonaka TV?" Tanya Aigis.

"Cara mencapainya dengan masuk ke dalam TV." Ujar Souji.

"Benarkah? Masuk kedalam TV?" Tanya Fuuka.

"Ya. Kami ingin memperlihatkan, tapi kami tidak tahu jika masuk dari sini, kita akan tiba dimana… Anggota kami yang mempunyai persona berkemampuan analisis tidak ada disini." Jelas Naoto.

"Yamagishi, apa kau bisa?" Tanya Mitsuru.

"Mungkin, tapi aku tak tahu." Jawab Fuuka.

"Baiklah, kuputuskan, nanti malam kita akan mengecek keberadaan Mayonaka TV di sini." Ujar Mitsuru.

"Hai!" Jawab semuanya.

"Sekarang, ke masalah berikutnya… Kalian berempat akan mulai bersekolah lusa. Kalian sudah punya seragamnya kan?" Tanya Mitsuru.

"Ya, begitulah…" Jawab Hikari.

"Baguslah, kalau begitu--…"

Dokomademo Tsudzuku michi ni wa… Ironna koto arunda ne…

HP Shizuru berdering.

"Ah maaf…" Shizuru merogoh kantung roknya lalu berjalan menjauh. Dia mengangkat telepon itu.

"Halo?"

"Hai Shizuru! Ini aku, Yuuki!" Sahut orang di seberang telepon.

"Yuuki-kun!!" Shizuru hampir berteriak girang.

"Eh? Yuuki?" Hikari tersenyum lalu mendekati Shizuru.

"Benarkah?" Kei juga menghampiri mereka.

"Yuuki ya?" Akira sedikit mendengus, namun ia tidak beranjak dari tempat duduknya.

"Kudengar kau bersekolah di Gekkoukkan ya, sekarang?" Tanya Yuuki.

"Ya, begitulah! Bagaimana denganmu?" Tanya Shizuru.

"Sama denganmu." Jawab Yuuki.

"Eehh?! Sou desuka*?!" Tanya Shizuru.

"Apa? Ada apa?" Tanya Hikari. Shizuru menjauhkan sedikit teleponnya.

"Yuuki akan bersekolah disini!!" Ujar Shizuru girang.

"APPAAAA???!!!!" Teriak Akira dalam hati.

"Eh? Sou desuka?!" Tanya Hikari.

"Iya!" Jawab Shizuru.

"Halo? Shizuru?" Yuuki mulai memanggil Shizuru.

"Ah, gomen ne*… Lalu, kau dimana sekarang?" Tanya Shizuru.

"Aku sedang di stasiun Iwatodai sekarang." Jawab Yuuki.

"Biar kami jemput!" Teriak Hikari.

"Hush, jangan berteriak." Ujar Kei. Dia lalu berbisik, "Lihat tuh, siapa yang lagi ber-aura nggak enak…" Bisik Kei.

"Eh??" Hikari berbalik dan menyadari Akira menatapnya dengan pandangan kesal. "Wakata…" Ujar Hikari.

"Eh? Tidak usah! Nanti malah merepotkan kalian…" Ujar Yuuki.

"Oh begitu ya? Ya sudah… Kami berempat tinggal di Asrama Iwatodai." Ujar Shizuru.

"Baiklah, besok aku akan main kesana." Kata Yuuki.

"Baiklah! Sampai jumpa besok ya!" Kata Shizuru.

" Ya! Tentu saja!" Jawab Yuuki.

PIP!

Shizuru menutup teleponnya.

"Siapa tadi? Yuuki?" Tanya Fuuka.

"Ya, Tsukagawa Yuuki. Temanku sejak SD." Jawab Shizuru.

"Ooh…" Seluruh S.E.E.S ber 'ooh' ria.

"Ups, maaf… Aku harus ke toilet sebentar!" Hikari langsung berlari keluar ruangan dan masuk ke toilet. (A/N: Di lantai 4 ada toilet kan?)

Setelah beberapa menit, Hikari selesai dan berniat mencuci tangannya.

"Haaahh… Yuuki akan bersekolah disini juga ya? Jadi kumpul lagi kayak dulu deh…" Hikari bergumam sendiri sambil tersenyum mengingat masa lalunya.

"Oh iya… Kalau aku tidak bertemu Yuuki saat itu, mungkin aku tak akan kenal Shizuru ya?" Tanya Hikari pada dirinya sendiri.

"Ada apa sih dengan wanita dengan kebiasaan mereka menggumam sendiri?" Sebuah suara berat terdengar dari belakang Hikari.

"J-jangan-jangan…" Hikari menoleh belakang perlahan dan melihat Shinjiro sedang berdiri di belakangnya. Hikari membatu sesaat.

"Hm…?" Shinjiro agak bingung saat melihat Hikari membatu.

"WAAA-- mmpphh!!!!" Hikari yang baru saja ingin berteriak langsung dibekap sama Shinjiro.

"Kau gila ya?! Yang bisa melihatku Cuma kamu dan cowokmu itu!!" Kata Shinjiro. Hikari menarik tangan Shinjiro agar dia melepas tangannya dari mulutnya.

"Justru kau yang gila!!! Kau mau membunuhku ya?! Aku tak bisa bernapas tau!!! Dan kenapa kau mengikutiku ke kamar mandi!!?" Hikari agak membentak.

"Tak usah membentak cewek bawel!!! Kau cukup berbicara lewat pikiranmu saja!!" Ujar Shinjiro.

"Kenapa nggak bilang sejak awal!!!!" Hikari membentak dalam pikirannya.

"Berisik!!" Jawab Shinjiro. Hikari menjulurkan lidahnya ke arah Shinjiro lalu berjalan keluar kamar mandi. Dia membuka sedikit pintu ruangan.

"Hikari? Ada apa?" Tanya Kei.

"Umm, Kei… Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Hikari balik.

"?? Boleh saja…" Kei berjalan keluar ruangan.

"Permisi sebentar…" Kata mereka berdua sebelum menutup pintu.

"Ada apa, Hikari?" Tanya Kei.

"Ikut aku sebentar ke lantai 5." Ujar Hikari.

"Hah?" Ujar Kei kebingungan sambil mengikuti Hikari.


Mereka naik. Saat sampai diatas, Hikari berhenti.

"Jadi, kau benar-benar membawa cowokmu kesini ya? Dasar…" Ujar Shinjiro sambil menyender ke pintu.

"Eh?! Kau!!" Ujar Kei kaget.

"Kau bilang yang bisa melihatmu hanya aku dan dia, jadi kuajak saja dia supaya aku tahu kalau aku berhalusinasi apa tidak." Ujar Hikari.

"Apa maksudmu?" Tanya Kei.

"Maksudnya, kami ini tak bisa dilihat orang lain. Makanya kami agak kaget begitu kalian berdua dapat melihat kami." Sebuah suara tenang menjawab dari arah tembok. Ternyata Minato sedang duduk di lantai sambil mendengarkan I pod nya.

"Eh?" Hikari dan Kei menoleh.

"Yah, begitulah… Singkatnya, kami berdua bukan manusia lagi." Ujar Shinjiro.

"Bukan manusia?" Tanya Kei.

"Ya, kami berdua beberapa tahun yang lalu sudah meninggal." Ujar Minato enteng.

"APA?!" Tanya Hikari dan Kei.

"Ya, itu benar. Dan jangan pernah menyebut nama Aragaki Shinjiro atau pun Arisato Minato di depan semua orang. Belum saatnya mereka tahu." Kata Minato lagi.

"Baiklah…" Jawab Hikari.

"Oke, hanya saja, aku punya pertanyaan. Apakah yang dimaksud waktu mereka menyebut kata 'dia' itu adalah kau, Arisato-san?" Tanya Kei.

"Yah, itu benar. Akulah yang seharusnya menjaga segel Nyx. Tapi entah kenapa suatu hari sebuah makhluk bernama Izanami datang dan secara paksa menarik segel hingga terlepas." Jelas Minato.

"Aku sendiri tak tahu kenapa aku disini sekarang. Sebenarnya aku harus menjaga jiwa Arisato yang dijadikan segel, namun setelah hal itu aku terbangun di ruangan biru itu. Dan kakek tua itu mengirimku kembali kesini bersama Arisato." Jelas Shinjiro.

"Hmm…" Hikari dan Kei manggut-manggut.

"Yah, pokoknya begitu. Dan mulai sekarang, kau bisa berbicara dengan Shinjiro-senpai setiap saat melalui pikiran." Kata Minato sambil menunjuk Hikari. "Begitu juga dengan kau. Kau bisa berbicara denganku setiap saat melalui pikiran." Kali ini dia menunjuk Kei.

"Wakata…" Jawab Kei dan Hikari.

~TBC alias Tuberkulosis *dihajar readers* Maksud saia To Be Continued…~

Kamus kecil Author:

Urusei= Untuk menegur orang. Artinya kira-kira diam, atau berisik.

Nani = Apa.

Wakata = dapat diartikan seperti I understand atau Understood.

Nani ka = Ada apa

Hai = Maksudnya Iya, atau baik.

Sou desu ne = Dapat diartikan seperti 'begitu ya?'

Sou desuka = Artinya 'benarkah?'

Gomen ne = maaf

Trus ada yang tau nggak, itu lagu apa yang jadi ringtone hpnya Shizuru?? Hayoo, ada yang tau nggak? Kalo tau ntar saya kasih hadiah, dicium ama Souji ato Minato!! *Sou ama Mina kabur*


Author: Cihui!! Saia apdet lagi!! Horeee!!!

Shizuru: Berisik lo!!

Akira: Iya nih!!

Author: Huwehehehe… Minna, OC baru nih!! Tsukagawa Yuuki!!

Yuuki: *muncul* Nape lo manggil gue? Gue kan appearance nya masih di chappie depan kan?

Author: Siapa juga yang nyuruh lo muncul? Gua Cuma ngenalin nama lo kok!

Yuuki: Ooh…

Author: Yo wess… Wateperlah… Nah, Minna… Bersediakah memberikan ripiu bagi fic aneh bin ancur nan gaje ini?

\/

\/

\/