Chapter 3

.

.

Preview Last part

.

.

Xiumin hanya mengangguk kecil lalu mengikuti langkah Suho

Sesekali mereka tertawa bersama, tanpa melepaskan tautan tangan mereka

Mengabaikan seorang namja yang menekan dadanya sesak

Sesak sekali rasanya Xiumin

Apa kau pernah merasakan sesak ini? batinnya

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Tuan Muda!"

Langkahnya terhenti, ia menoleh ke belakang, hampir terkejut karena ternyata bukan dirinya yang dipanggil.

"Tuan Muda Kim" panggil orang itu lagi

Dilihatnya Suho memandang mereka dingin, tanpa melepaskan tautan tangannya dengan Xiumin, justru terlihat semakin mengeratkannya.

"Tuan Muda Kim, harap kembali bersama kami," ucap salah satu dari mereka

"Aku tidak mau!" tolak Suho mentah-mentah

"Junmyeonie..." panggil Xiumin pelan

"Aku tidak mau! Aku akan pulang bersama Xiumin, dan kalian tidak perlu mengikutiku! Aku akan sampai di rumah dengan selamat, sekarang cepat pergi! Ini perintah!" ucap Suho setengah membentak

"Tapi... tuan muda..."

"Kalian tidak dengar apa kataku! Ini Perintah!" tegas Suho lagi

Mereka yang berjumlah tiga orang itu akhirnya menunduk memberi hormat lalu masuk ke mobil dan pergi

Luhan memandangi Suho dalam diam

"ternyata kau bernasib sama..." ucapnya pelan lalu melanjutkan langkahnya

Set

Tak lama kemudian sebuah mobil hitam berhenti di sampingnya, tiga orang berpakaian formal keluar dari mobil itu

"Tu..." baru saja salah satu dari mereka akan bicara, Luhan sudah menyelanya cepat

"Arasseo! Aku masuk!" ucap Luhan cepat

Mereka menunduk lalu membukakan pintu untuk Luhan

Sekilas Luhan melihat Xiumin yang kini bergelayut nyaman di lengan Suho

Kemudian masuk ke mobilnya, dan melesat pergi dari situ.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Terimakasih sudah mengantarku pulang, Junmyeonie," ucap Xiumin sambil tersenyum

Suho mencubit pipi tembam Xiumin pelan

"Aku tidak mungkin membiarkan gadis selucu kau pulang sendirian," balas Suho

"YA! Jangan menggodaku!" kesal Xiumin

Suho tertawa kecil melihat Xiumin yang berkacak pinggang pura-pura kesal

"Eoh... Junmyeon-ah... apa benar tidak apa dengan appa mu?" tanya Xiumin pelan

Tawa Suho terhenti

"Tenanglah, tidak akan ada apa-apa, lebih baik sekarang kau masuk, lalu istirahat, oke?" jelas Suho

Xiumin mengangguk semangat

"Sekali lagi gomawo Junmyeon-ah, sampai besok! Aku masuk dulu yah!" ucap Xiumin lalu berlari ke rumahnya

Baru saja Xiumin akan membuka pintu rumahnya

"Minseokie!" panggil Suho

Xiumin berbalik

"Ada apa Junmyeon-ah?"

Suho berjalan ke arah Xiumin lalu memegang kedua tangan mungil itu erat

"ani... aku pergi dulu ya! Sampai bertemu besok!" ucap Suho

Xiumin tersenyum lalu melambaikan tangannya pada Suho

Suho pun tersenyum lebar lalu berbalik pergi

Sungguh ia senang sekali melihat senyuman Suho

Cklek

"Sudah selesai pacarannya?" celetuk Kai begitu Xiumin masuk ke rumah

"Berisik kau! Sudah makan belum?" tanya Xiumin lalu berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum

"Ck... ini pertama kalinya kau pacaran! Bagaimana aku tidak berisik!" protes Kai

"Ck... Aku tidak pacaran! Aku bukan kau yang gonta-ganti pacar berkali-kali!" goda Xiumin

"AH! Noona! Aku serius!" kesal Kai

"Aku juga serius!" balas Xiumin lalu duduk di samping Kai sambil meminum airnya

"Bagaimana dengan Taeminmu?" tanya Xiumin

"Taemin sunbae? Hm... kami baik-baik saja... aku baru saja mengantarkannya pulang tadi," jawab Kai

"Ck... sasaran baru?" goda Xiumin

"Enak saja! Aku benar-benar menyukainya kali ini!" kesal Kai

"Lalu Kyungsoo?" tanya Xiumin lagi

Kai mengernyit bingung

"Memangnya Kyungsoo kenapa?" tanya Kai balik

Xiumin mengendikkan bahunya pelan lalu memandang adiknya itu

"Kau tidak menyukainya?" tanya Xiumin

"Hm... aku menyukainya... dia baik... pintar... perhatian... dia sahabatku yang paling lucu dan baik.. benar kan? Noona juga dekat dengan Kyungsoo!" jawab Kai

Xiumin hanya tersenyum, mengalihkan pandangannya lalu menggeleng pelan

"Ada apa noona?" tanya Kai bingung

"Entahlah... aku hanya bingung... kau yang tidak peka atau memang kau yang bodoh, sudahlah! Mau makan apa malam ini? Noona akan memasak!" ucap Xiumin lalu berjalan ke arah dapur dan meletakkan gelasnya

"Hm... aku ingin spagetti Kimchi ala Kyungsoo!" teriak Kai semangat

Pluk

"Ah! Noona! Kenapa aku dilempar lap!" kesal Kai

"Minta saja sama Kyungsoo! Bagaimana aku membuatnya bodoh!" kesal Xiumin

"Ck! Yasudah! Buat saja yang noona bisa! Asal jangan buat aku memakan bapau lagi!" kesal Kai

Xiumin tertawa kecil

.

.

.

.

.

.

.

"annyeong Xiumin-ssi!"

Xiumin menoleh, ia melihat Chen di sampingnya, sedang menyamakan langkah dengannya

"Annyeong Chen-ssi," sapanya balik

"Kau mau kemana?" tanya Chen

"Aku? Aku akan ke ruang OSIS," jawab Xiumin

"Benarkah? Kalau begitu aku ikut yah!" ucap Chen semangat

Xiumin menoleh

"untuk apa kau ikut ke ruang OSIS?" tanya Xiumin

"Untuk mengawasimu, dan menemanimu!" jawab Chen semangat

"Aku tidak perlu ditemani, ada Suho dan Minho yang menemaniku," jawab Xiumin

"tetap saja aku akan menemanimu! Apalagi ada Suho disitu!" jawab Chen

Xiumin menggeleng pelan lalu menghela napasnya

"Terserah kau saja!" ucap Xiumin menyerah

Ya...

Ia tahu, ia tidak akan bisa menghentikan seorang Chen.

Xiumin membuka pintu ruang OSIS lalu masuk ke dalamnya

"eoh... Luhan-ssi?"

Namja yang dipanggil Luhan itu membalikkan badannya

Ia melihat ada Chen disana

Chen menatap tidak suka pada Luhan, tapi Luhan hanya menatap Chen balik datar

Xiumin menyadari ketegangan diantara dua orang itu, tapi ia tidak tahu mengapa

"Ada apa Luhan-ssi?" tanya Xiumin

Luhan mengalihkan tatapannya ke arah Xiumin

"Park seonsaengnim menitipkan ini untuk sekretaris OSIS, dia bilang ada perlu sehingga tidak bisa membimbing rapat kalian hari ini, kalian rapat saja sendiri, nanti sekretaris berikan notulen rapat padanya, begitu katanya..." ucap Luhan panjang lebar

Baru kali ini Xiumin mendengar Luhan berbicara sepanjang itu

Suara Luhan lembut meskipun ada bernada dingin

Entah kenapa Xiumin suka ketika mendengar Luhan bicara

Luhan menyodorkan sebuah map berwarna biru pada Xiumin

"ini titipan dari Park seonsaengnim," ucap Luhan

Xiumin mengangguk lalu hendak mengambilnya, tetapi tanpa disengaja tangan Xiumin menyentuh tangan Luhan

Deg

Deg

Perasaan apa ini?

Kenapa rasanya aneh sekali ketika tanganku bersentuhan dengan tangan Luhan, batin Xiumin

Chen yang menonton itu semua mulai jengah, apa-apaan ini? Xiumin sedang bersamanya!

"Ehem!" Chen berdeham keras dengan sengaja

Luhan buru-buru menarik tangannya lalu memasukkannya ke kantung celana

"Aku pergi," pamitnya lalu buru-buru keluar dari situ

Xiumin mematung beberapa saat sampai akhirnya sadar dan mendudukkan dirinya di kursi

Xiumin menarik napas pelan lalu memegang dadanya

Perasaan apa ini? Kenapa aku berdebar ketika menyentuh tangan Luhan? Batin Xiumin

"Kau kenapa?" tanya Chen lalu menarik kursi di samping Xiumin dan duduk disana

"ne? Ani... tidak apa..." jawab Xiumin

"kau mengenalnya?" tanya Chen

"Ne? Ani... yang kutahu dia teman sekelasku..." jawab Xiumin, ia mulai membuka map yang diberikan Luhan

"eoh? Kau tidak tahu dia? Kudengar namanya Luhan, dan dia salah satu dari fans-fans mu..." ucap Chen

"Aku tidak punya Fans..." ucap Xiumin kesal

"benarkah? Apa kau tidak tahu aku juga fans mu?" tanya Chen sambil mendekatkan wajahnya pada Xiumin

Xiumin tidak sempat mundur

Sekarang wajah Chen berada terlalu dekat dengan wajahnya

Xiumin bahkan bisa merasakan deru napas Chen di wajahnya

Chen tersenyum kecil, mempertampan wajah itu

Tapi Xiumin tidak berdebar, ia justru ketakutan

Ini berbeda ketika Luhan menyentuh tangannya tadi

Perlahan wajah Chen mendekat, Xiumin berusaha memundurkan badannya tapi pergerakan dikunci oleh Chen

"C..chen-ssi..." panggil Xiumin bergetar

Tapi Chen tidak perduli, ia terus menatap mata Xiumin intens

Brak

Chen mundur karena kaget, sedangkan Xiumin menghela napasnya lega

"Apa yang kau lakukan di ruang OSIS Chen-ssi!?" tanyanya dengan penuh penekanan

"Ha! Kau lagi! Kenapa kau selalu menganggu sih!" kesalnya lalu bangkit dari kursinya

"Aku rasa kau harus keluar sekarang, Chen-ssi" ucapnya lagi tanpa ekspresi namun penuh penekanan, sepertinya ia benar-benar marah

"Ck... baiklah Suho-ssi..." jawab Chen malas lalu berjalan melewati Suho

Brak

"Suho-ssi..." panggil Xiumin

Suho berbalik menghadap Xiumin

Bruk

"Minseokie..." panggilnya lembut ketika Xiumin memeluknya erat

"Terimakasih sudah datang, aku benar-benar takut..." ucap Xiumin

"Tidak apa Minseokie... aku akan selalu ada untukmu..." ucap Suho

Xiumin memeluk Suho erat

Suho diam sambil mengelus punggung Xiumin pelan

Flachback on

"Sedang apa kau disini?" tanya Suho yang baru saja keluar dari ruang kepala sekolah, melihat Luhan menunggunya

"Cepat pergi ke ruang OSIS, Xiumin hanya berdua dengan Chen disana..." ucapnya pelan lalu pergi meninggalkan Suho

Suho memandang Luhan bingung, namun pada akhirnya menemukan Xiumin di ruang OSIS

Flashback Off

Suho merasakan dingin di hatinya

Bukan

Bukan Suho yang menemukan Xiumin, Luhan yang menemukannya

.

.

.

.

.

.

.

.

Cklek

"Luhan-ssi..."

Namja yang dipanggil Luhan itu menoleh sekilas.

Ia menghampiri wastafel lalu mencuci tangannya

"Kenapa kau bisa tahu Chen ada di ruangan bersama Xiumin saat itu..." tanyanya

Luhan hanya diam

"Luhan-ssi... aku bertanya padamu!"kesalnya

Luhan menatap ketua OSIS di hadapannya itu

Ia mengeringkan tangannya dalam diam

Tidak memerdulikan tatapan menuntut dari Suho

"Apa dia baik-baik saja?" tanya Luhan

"maksudmu?" tanya Suho

"Xiumin..." jawabnya

"Dia baik-baik saja, tapi kau harus menjawab pertanyaanku!" kesal Suho karena merasa diabaikan

"aku hanya kebetulan lewat... kau puas?" jawab Luhan pada akhirnya

Suho memandang Luhan datar

Luhan hanya melirik sekilas ke arahnya

Baru saja Luhan akan pergi, kata-kata Suho menahannya

"kau menyukainya?"

Langkah Luhan terhenti

"Bukan urusanmu"

Brak

Suho mengepalkan tangannya kesal

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kau menyukai Xiumin?"

Luhan menghentikan langkahnya, menoleh ke samping

Ia memutar matanya jengah

Sulit sekali menyukai orang seperti Xiumin

"Aku bertanya padamu!" teriaknya

"apa urusanmu, Jongdae-ya!" sahut Luhan masih dengan nada datarnya

"Jangan memanggilku dengan nama itu!" bentak Chen

Luhan tertawa meremehkan

"Jangan ingkari identitasmu sendiri!" bantah Luhan

"Kau! Kau akan menyesal!" bentak Chen

"Aku tidak takut padamu, kau bahkan tidak bisa mempertahankan Tao, kau lupa Tao berpaling pada Yifan?" ucap Luhan meremehkan

Chen menatap Luhan tajam, begitupun sebaliknya

Ia mencengkeram kerah Luhan,

Tapi Luhan tidak menunjukkan rasa takutnya sedikit pun

"Jangan lupa Chen... aku punya darah keluarga Wu... dan aku tidak takut sedikitpun padamu!" ucap Luhan lalu melepaskan tangan Chen kasar dari kerahnya

.

.

.

.

.

.

To Be Continue

.

.

.

.

.

Jeng jeng

Aku akan menjawab beberapa pertanyaan kalian, karena aku gabisa jawab review kalian satu persatu

Tapi aku dari dalam hati bener-bener berterimakasih atas review kalian!

Mungkin ga Kris muncul dan jatuh cinta sama Xiumin?

Engga

Karena Kris itu ada di cerita The First Love. Dan Kris gakan ada hubungannya sama Xiumin

Kalau yang udah baca The First Love, pasti ngerti kenapa Xiumin gada hubungannya sama Kris, karena itu... harap dibaca dulu cerita sebelumnya

Ada apa dengan keluarga Zhoumi? Yifan kabur dari rumah?

Ya... Yifan kabur dari rumah, dan sekali lagi, cerita ini ada di The First Love... Harap dibaca dulu ya Readerku sayang. Karena nantinya keluarga Zhoumi punya hubungan dengan keluarga Luhan.

Sekian dan terimakasih

Sekali lagi...

Dibaca dulu yaaaa

It's You sama The First Love

Kalau It's You kepanjangan, sebaiknya baca The First Love juga gapapa deh, karena sebenernya cerita ini ada Side Story dari kedua cerita itu.

Cerita ini dibuat karena dedikasi kerja keras *?* Xiumin karena sudah banyak menyatukan berbagai Couple wkakakakak

Thanks for reading

Don't forget to review