Terima kasih juga untuk seluruh silent reader :)

Akan lebih terima kasih lagi kalau nyantolin reviewnya XD *Disambit silent reader -_-

Warning : Berusaha untuk tidak OOC, tidak gaje, dan mohon maaf kalau masih ada typo -_-

Naruto masih milik Pak le Masashi Khisimoto XD

Menerima kritik ko ;)


Sebuah Ikatan

"Oh jadi begitu, pantas saja waktu itu kau begitu terburu-buru. Jadi karena Hinata eh?". Kata Sakura setelah mendengarkan cerita Naruto

"Hehehe.. Begitulah, jangan cemburu ya Sakura." Naruto menggaruk belakang lehernya yang tak gatal.

"Aku cemburu? Padamu? Jangan bercanda Naruto!". Dengusnya

"Jadi besok aku berangkat berdua dengan Sakura kalau begitu?". Tanya Sai tanpa memperdulikan candaan kedua temannya.

"Ya, eh.. jangan macam-macam dengan Sakura-ku ya! Awas kau!". Naruto mengancam main-main.

"Heh?". Sai nampak agak bingung dengan ucapan Naruto. Akhirnya dia tak ambil pusing dan tetap focus menyetir.

BLETAK!

"APA MAKSUDMU NARUTO?!". Ucap Sakura geram.

"Aww.. sakit Sakura. Aku kan hanya bercanda." Naruto mengelus-elus kepalanya yang baru saja mendapat jitakan dadakan dari Sakura.

Setelahnya hanya gelak tawa Sakura yang memenuhi mobil sport Sai.

'Aneh'. Kata Sai dalam hati

Sai's POV

Selalu seperti ini. Selalu ada tawa disela-sela pertengkaran mereka. Selalu ada tawa dalam kesedihan. Begitu mudah mereka mengekspresikan suasana hati mereka, tidak seperti ku yang rasanya sulit sekali mengeluarkan apa yang ada dalam hatiku. Kenapa yang keluar tak sama dengan yang ada dalam hatiku? Aku memang tak mengerti arti sebuah persahabatan, aku tak paham apa itu arti berbagi, mengasihi. Yang aku tau adalah aku yang sibuk dengan duniaku. Seni. Menurut ku, seni adalah media untuk ku menuangkan seluruh ekspresiku. Meski itu tak cukup membantu, karena sampai sekarang aku masih tak paham apa itu emosi, apa itu persahabatan.

Tapi dari mereka aku belajar, belajar mengerti apa itu persahabatan, belajar memahami apa itu rasa mengasihi. Dari mereka juga aku merasakan apa itu rasa sakit –yang orang-orang sebut dengan cemburu- aku merasa cemburu saat Naruto dan Sakura lebih banyak perhatian pada Sasuke, dan aku seolah-olah di acuhkan. Tapi itu tak lama, karena setelahnya mereka mengajak ku dalam obrolan yang sebetulnya tak aku mengerti, mereka merengkuh ku dari rasa kesepian yang selama ini membelenggu. Dan jujur, saat Sasuke pergi ada rasa sakit yang entah apa namanya yang tersimpan jauh jauh sangat jauh di sudut hatiku. Ada rasa kehilangan, meski hanya sedikit. Apa itu yang disebut ikatan? Ikatan persahabatan?

End Sai's POV

Tak terasa mobil sport yang Sai kendarai telah mulai memasuki Cherry Blossom Street, wilayah tempat tinggal Sakura. Perumahan ini begitu asri, pohon-pohon berjejer rapi di sepanjang jalan siap meneduhkan para pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor. Siap memberikan oksigen yang ditukar dengan karbondioksida yang dihasilkan kendaraan bermotor.

Rumah-rumahnya pun nampak sederhana namun classic. Ah beruntung rasanya jika kau bisa tinggal di perumahan seperti ini, bercengkrama dengan para tetangga yang ramah.

"Sudah sampai, terimakasih Sai. Jangan lupa besok". Sakura turun dari mobil sport Sai, menutup pintu mobil itu hingga terdengar bunyi 'BLAM'. Sakura mundur beberapa langkah sebelum akhirnya berdiri melambaikan tangan pada kedua temannya. Memperhatikan mobil Sai yang kian menghilang di ujung jalan.

"Hari yang melelahkan." Gumam Sakura, sambil memasuki rumah mungil keluarganya.

"Naruto, bisakah kau pindah duduk ke depan? Aku tak mau disangka orang sebagai supir mu."

"Baiklah." Naruto menuruti permintaan Sai, ia duduk di samping Sai. Tempat yang tadi di tempati Sakura.

"Begini lebih baik." Sai tersenyum. Sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman Naruto di Kyuubi Street.

Cherry Blossom Street

When will I see you again?

You left with no goodbye, not a single word was said

No final kiss to seal any sins

I had no idea of the state we were in..

Lagu milik Adele tersebut terus menggema di ruangan bernuansa soft pink dan caramel ini. Seolah menggambarkan suasana hati pemilik ruangan ini. Haruno Sakura.

Ya, dia. Entah apa yang dipikirkannya saat ini, tatapannya focus pada langit-langit kamarnya. Terlalu menghayati lagunya kah? Atau memang benar ada yang dipikirkannya saat ini?

Sakura's POV

Beginikah rasanya kehilangan orang yang berarti untuk kita? Begitu sakit, begitu menyesakkan. Apa kau juga merasakan hal yang sama Sasuke? Kita memang baru kenal, bahkan dapat dihitung bulan aku dekat denganmu, dengan Naruto, juga Sai. Awalnya aku hanya dekat, benar-benar dekat dengan seseorang ya hanya dengan Ino. Dialah sahabat terbaikku. Tapi setelah dekat dengan kalian bertiga, rasanya lain. Berbeda dengan saat aku bersama-sama dengan Ino.

Ah, bahkan aku masih ingat apa hal menyebabkan aku bisa dekat dengan kalian bertiga.

Waktu itu…

Flashback On

Sakura's POV

Hari ini adalah hari yang ku tunggu-tunggu. Aku Haruno Sakura sangat menanti-nanti hari ini. Mungkin bukan hanya aku, tapi seluruh siswa Konoha High School. Bagaimana tidak? Hari ini adalah pengumuman pembagian kelompok untuk survey ke daerah-daerah terpencil di seluruh Jepang. Dan bukan hanya itu, dalam tugas kali ini kelompok di bagi tidak hanya dari jurusan atau klub masing-masing. Tapi dari seluruh jurusan dan klub yang ada di KHS. Dengan kata lain, kita akan digabungkan dengan anak-anak dari jurusan dan klub lain. Ah aku sangat berharap bisa satu kelompok dengan pangeran berkuda putih ku, Hyuga Neji. Ya Hyuga Neji, sepupu dari Hyuga Hinata. Siswa dari klub Informatika. Siswa yang dijuluki perfect student karena prestasinya baik di bidang akademik maupun non akademik yang bisa dibilang spectacular.

Aku begitu mengaguminya dari awal aku masuk KHS. Orangnya baik, ramah, tampan, akh pokoknya perfect.

Aku harus tampil oke hari ini. Hanya untuk melihat pengumuman? Ya mungkin kedengaran konyol. Tapi ini begitu berarti bagiku.

Aku kembali memperhatikan penampilanku, dari ujung kaki sampai rambut. Ku kepang longgar rambutku. Sederhana, tapi lumayan manis. Setelah yakin dengan penampilanku, segera saja aku turun. Tak henti-hentinya aku bersenandung, aku merasa hari ini begitu indah.

Aku disambut dengan senyum merekah ibuku, ya setiap pagi memang begini. "Hai sayang, ayo sarapan. Sudah ibu buatkan wafel untuk mu."

"Terimakasih Bu, um.. wafel buatan Ibu enaaaaak sekali, resep baru ya Bu?". Tanyaku

Ibuku mengernyit heran, ekspresinya sangat lucu. "Itukan wafel yang biasa kau makan tiap hari Sayang?".

"Benarkah? Tapi rasanya ko lain ya? Rasanya enaaak sekali."

"Mungkin suasana hati mu yang membuat wafel itu jauh lebih enak, kau sedang senang hm? Ayo ceritakan pada Ibu."

"Ih apaan sih, engga ko. Aku biasa saja."

"Benarkah? Tapi matamu tidak bisa berbohong Sayang.. ayo cerita."

"Hm.. baiklah..baiklah, membohongi Ibu memang tidak ada gunanya. Tapi ku ceritakan nanti ya Bu, nanti aku telat. Oke?". Kataku mengelak. Selalu saja ada kesempatan untuk Ibuku menggodaku.

"Oke, nanti Ibu tagih janjinya. Ya sudah, cepat habiskan sarapannya dan cepat berangkat ke sekolah."

"Oke Mom!".

Ah, setiap pagi selalu menyenangkan. Bersenda gurau dengan Ibuku yang amat sangat aku cintai.

"Mau Ibu antar Nak?". Tanyanya, ketika aku sibuk memakai pengaman sepedaku.

"Tak usah Bu, lebih sehat pakai sepeda kan? Lagi pula aku sedang tidak terburu-buru." Kataku meyakinkan Ibu.

"Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan Sayang".

Tak butuh lama untukku sampai sekolah, mungkin karena hari ini aku sedang bersemangat hingga tak terasa waktu 20 menit yang ku tempuh begitu cepat berlalu.

Baru saja aku memasuki halaman KHS tapi jantung ku sudah berpacu dengan cepat. Aku benar-benar tidak sabar melihat pengumuman di mading.

Ku sapa setiap orang yang ku lewati, tak lupa ku pasang senyum ku yang seindah mungkin. Orang-orang menatapku dengan pandangan aneh, tapi masa bodo dengan mereka. Yang penting aku sedang senang.

Sudah ku duga, koridor jadi lebih penuh dari biasanya. Apalagi di depan mading sana, sudah seperti mengantre bantuan langsung tunai, siswa-siswi berjubel berdesakan ingin melihat kemana mereka di tempatkan.

Akupun tak kalah semangat dengan mereka, tanpa masuk ke kelas terlebih dahulu aku langsung melenggang menuju mading. Tak mudah untuk menerobos kerumunan siswa ini, tapi kini aku berhasil kan.

Ku lihat satu persatu nama-nama yang tertera di depanku.


Kelompok-kelompok survey Peduli Lingkungan Jepang

Konoha High School Tahun 2012/2013

Kelompok 7

Nama : Haruno Sakura

Asal Club/jurusan : Medic

Nama : Shimura Sai

Asal Club/Jurusan : Jurnal

Nama : Uchiha Sasuke

Asal Club/Jurusan : MIPA

Nama : Uzumaki Naruto

Asal Club/Jurusan : Olahraga (Sepak Bola)

Lokasi Survey : Yukigakure

Guru Pembimbing : Hatake Kakashi

Kelompok 8

Nama : Aburame Shino

Asal Club/Jurusan : Jurnal

Nama : Hyuga Hinata

Asal Club/Jurusan : Jurnal

Nama : Inuzuka Kiba

Asal Club/Jurusan : Jurnal

Nama : Uzumaki Karin

Asal Club/Jurusan : Cheerleader

Lokasi Survey : Uzushiogakure

Guru Pembimbing : Yuuhi Kurenai

Kelompok 9

Nama : Hozuki Suigetsu

Asal Club/Jurusan : Olahraga (Basket)

Nama : Hyuga Neji

Asal Club/Jurusan : Informatika

Nama : Rock Lee

Asal Club/Jurnal : Olahraga (Sepak Bola)

Nama : Tenten

Asal Club/Jurusan : Teater

Lokasi Survey : Takigakure

Guru Pembimbing : Guy Maito

Kelompok 10

Nama : Akimichi Chouji

Asal Club/Jurusan : Music

Nama : Hokuto

Asal Club/Jurusan : Medic

Nama : Nara Shikamaru

Asal Club/Jurusan : Music

Nama : Yamanaka Ino

Asal Club/Jurusan : Cheerleader

Lokasi Survey : Takumi No Sato

Guru Pembimbing : Sarutobi Asuma


Aku mengamati satu persatu nama yang tertera dalam daftar itu. Aku amat sangat terkejut saat melihat nama-nama dalam kelompok ku. Semangat ku yang tadi menggebu-gebu kini menguap begitu saja, rasa senang ku yang tadi masih jelas ku rasa kini hilang entah kemana. Aku tak satu kelompok dengan pangeran berkuda putih ku, oh Kami-sama.. tapi bukan hanya itu saja yang aku kecewakan. Tapi nama-nama dalam kelompok ku, kenapa harus ada Naruto? Aku sangat ingin menghindari nama itu!

"Sakuraaaaa.. hey, kau tahu? Kita satu kelompooook! Oh aku senang sekali, Sakura juga senang kan?". Bagus sekali, orang yang sangat ingin aku hindari malah datang menghampiriku dengan wajah sok lugunya itu.

"Yah.. aku tau!". 'Mungkin kau senang, tapi aku sangat tidak senang Naruto'.

"Tapi aku sangat benci, kenapa harus satu kelompok dengan si ayam dan si mayat hidup itu!".

'Kali ini aku sependapat denganmu Naruto'.

Aku memang tidak sepenuhnya kenal dengan kedua orang itu (Shimura Sai & Uchiha Sasuke) tapi aku dengar dari anak-anak, mereka itu tampan tapi menyebalkan, terutama Sai itu. Yah semoga saja mereka tidak semenyebalkan seperti anak-anak bicarakan.

To Be Continued…

Guest : Huwaaaa.. makasih reviewnya :D mau review lagi?

Review lagi dooong.. yaaah ?