Chanyeol membawaku duduk dibangku taman belakang kampus , Chanyeol bahkan tidak melepas sedikitpun pelukannya padaku. Aku masih belum bisa menghentikan tangisanku .
"Jangan menangis lagi kumohon , kau tak pantas menangisi lelaki brengsek sepertinya " Chanyeol mengelus lengan lembut
Aku mendongak menatapnya " Oppa sudah mengetahui ini sebelumnya ? "
"Aku bahkan sudah sering mengingatkanmu " dengusnya pelan
"Tapi dia bilang dia mencintaiku oppa " aku menangis lagi dengan tanganku yang memukul dada pelan
"Sudah hmm .. Bukankah lebih baik kau mengetahuinya sekarang . Jadi kau bisa tau siapa sebenarnya orang yang kau sukai itu "
"Aku hanya tidak menyangka mereka akan melakukan ini padaku , dan Hyejin dia sudah menghianatiku oppa "
"Aku mengerti dan sekarang berhentilah menangis cengeng . Kau terlihat sangat jelek " ejeknya padaku ,
Aku menatapnya tajam dan mencubit perutnya sebelum berdiri meninggalkannya dengan kesal. Chanyeol tertawa kencang kemudian berlari menyusulku dan mengajakku pulang
Dan malam itu aku menangis dalam diam dengan pikiran menerawang mengingat bagaimana perasaanku kepada Daehyun dan kebersamaan kami selama ini.
Perasaanku pada Daehyun tak benar-benar ada selama ini, mungkin itu hanya perasaan senang saat Daehyun meyatakan cintanya padaku waktu itu . Karena untuk yang pertama kalinya ada laki-laki yang dengan berani menyatakan perasaannya padaku dan berusaha membuktikannya meskipun dia tahu betapa posesifnya Chanyeol kepadaku.
Lalu tentang kebersamaan kami selama ini dan kata-kata manis yang dulu sering dia katakan padaku , aku harus segera melupakan semua itu . Sudah cukup dan aku tidak akan pernah menangisinya lagi karena dia tidak pantas untuk itu.
Lagi pula siapa aku , aku hanya seorang wanita penyendiri yang tak punya teman sedangkan Daehyun dia adalah laki-laki populer yang banyak dikagumi wanita.
Miris sekali
~우리~
Semua sudah berjalan seperti biasa, perasaanku sudah jauh lebih baik daripada beberapa hari yang lalu .
Aku magang seperti biasa hanya saja yang berbeda saat ini aku benar-benar sebisa mungkin untuk menghindari Hyejin . alu meminta untuk berada di shift yang berbeda dengannya dan aku sangat beruntung karena dokter Yuri mengijinkannya.
Berbeda dengan Seulgi , kami masih sering bertemu dan berada di shift yang sama seperti saat ini.
"Baek bolehkah aku menginap dirumahmu ? "
Tanya Seulgi tiba-tiba
"Menginap dirumahku ? Kenapa tiba-tiba ? " tanyaku penasaran
" Apa Chanyeol sudah memiliki kekasih ? "
Ah.. jadi ini tentang Chanyeol " Setahuku belum , dia terlihat tidak berminat untuk mendekati seorang wanita " jawabku acuh
" Itu mungkin karena ada kau disisinya "
Aku menoleh pada Seulgi " apa hubungannya denganku ? "
" dia begitu posesif padamu, kalian terlihat seperti sepasang kekasih " Seulgi mengedikkan bahu acuh
Yang benar saja, Chanyeol hanya terlalu berlebihan menghawatirkanku .
"Baek kau begitu dekat dengan Chanyeol. B-bisakah kau sedikit menjauh darinya agar dia bisa lebih menyadari bahwa aku menyukainya ? "
Aku terdiam memikirkan perkataan Seulgi, mungkin benar jika aku sedikit menjauhi Chanyeol maka dia bisa tertarik pada seorang wanita dan berhenti seposesif ini padaku.
Tapi aku ragu dengan Seulgi mengingat dia adalah teman Hyejin . Ada sedikit perasaan tidak rela jika Chanyeol harus bersamanya
Seulgi benar-benar serius saat mengatakan ingin menginap bersamaku . Dan untuk pertama kalinya aku membawa orang lain untuk menginap di apartemen kami.
Aku dan Seulgi sampai di apartemen pukul 4 sore , Chanyeol tak ada karena tadi pagi dia sudah mulai bekerja di perusahaan untuk menggantikan sementara ayah di China.
" Seulgi kau bisa membersihkan dirimu di kamar mandi kamarku , kamarku pintu yang bercat putih sebelah kanan "
"Chanyeol sunbae tak ada dirumah ? "
"Oppa belum pulang, dia mulai bekerja ke kantor ayah hari ini "
"Baiklah aku akan mandi dulu " lalu Seulgi pergi ke kamarku dan aku bersiap masak untuk makan malam nanti.
~우라~
Chanyeol datang tepat satu jam sebelum jam makan malam . Chanyeol cukup terkejut saat dia melihatku bersama Seulgi dan aku bisa melihat Chanyeol sedikit kurang nyaman saat aku mengatakan padanya bahwa Seulgi akan menginap ditempat kami.
Seulgi benar-benar melakukannya , dia dengan terang-terangan mendekati Chanyeol dari kami memulai makan malam tadi hingga saat ini kami sedang berada di ruang tengah menonton tv. Seulgi akan dengan riangnya menawarkan camilan atau memberikan pertanyaan-pertanyaan pada Chanyeol meskipun Chanyeol hanya menanggapi malas apa yang dilakukannya. Sudah aku bilang kan Chanyeol itu susah .
"Aku akan tidur lebih dulu .." Aku berdiri dari sofa dan akan pergi ke kamarku saat Chanyeol tiba-tiba menarik tanganku dan mengecup keningku
"Selamat tidur baek" Chanyeol mengelus pipiku lembut dan aku melirik canggung kearah Seulgi sebelum buru-buru pergi kekamarku.
~우리~
Aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah mereka tapi disana aku melihat gadis kecil sekitar umur 7 tahun berada dipangkuan seorang perempuan didalam mobil dengan seorang laki-laki di sebelahnya yang tengah menyetir . Mereka terlihat sangat bahagia hingga kemudian ada sebuah truk besar menghantam mobil mereka lalu semua menjadi gelap .
Aku terbangun dengan keringat dingin di seluruh tubuhku , mimpi apa aku barusan . Sungguh ini baru pertama kalinya aku memgalami mimpi semacam itu.
Aku melihat ke samping dan Seulgi tak ada sana. Apa dia ke dapur ?
Dengan pelan aku mengambil air minum di nakas dekat ranjangku dan memutuskan untuk memastikan kemana Seulgi .
Saat aku keluar dari kamar keadaan gelap karena Chanyeol akan selalu mematikan lampu ruangan san hanya menyisakan lampu dapur. Dan ketika aku sampai di pintu dapur tak ada siapapun disana . Kemana perginya Seulgi bahkan di ruang tengah pun tidak ada.
"Apa Seulgi dan Chanyeol tidur bersama ? " gumamku pelan
Aku tidak ingin peduli ..
Bukankah itu berarti Chanyeol tertarik pada Seulgi.
Tapi kenapa perasaanku seperti ini
Ada denyutan perih yang aku rasakan saat aku memikirkan apa yang mungkin sudah mereka lakukan.
Bukankah ini terlalu cepat
Perasaan tidak rela itu semakin jelas bisa aku rasakan saat ini.
Aku tersadar dari keterdiamanku, aku melihat jam dan sekarang sudah hampir pukul 6 pagi , mengenyahkan semua pemikiran-pemikiran aneh di otakku akhirnya aku memutuskan untuk membuatkan mereka sarapan. Setelah selesai aku pergi ke kamarku bersiap-siap untuk berangkat magang dan saat aku keluar mereka belum juga terlihat dimanapun .
Tiba-tiba saja aku merasakan dadaku terasa sesak ..
Apa ini ?
Tidak , Baekhyun kau tidak boleh seperti ini .
Ingat Park Chanyeol adalah kakakmu .
Dan kau tidak boleh menyukainya yang seperti itu ...
Perasaan itu tak seharusnya kau miliki..
~ 우리~
Aku sampai dirumah sakit sedikit terlambat karena harus menunggu taksi lumayan lama bahkan aku tidak membangunkan Chanyeol seperti biasanya, aku tidak ingin menganggu mereka .
Dan sungguh ada apa dengan pagiku hari ini karena disaat aku turun dari taksi aku harus melihat Daehyun dan Hyejin berjalan bersama ke dalam rumah sakit . Aku bisa melihat mereka sedikit terkejut melihatku tapi aku pura-pura tidak menyadari kehadiran mereka.
Syukurlah aku masih bisa mengontrol pekerjaanku disaat suasana hatiku yang berantakan saat ini .
Aku sedang masuk ke toilet saat sayup-sayup kudengar suara wanita yang sangat aku kenal.
"Kau tau Chanyeol sangat sulit untuk ku rayu , ini semua karena wanita bodoh itu. Benar-benar menyusahkan saja "
"Daehyun saja masih sering membawa-bawa Baekhyun dalam obrolan kami , apa istimewanya wanita sepertinya "
Hyejin dan Seulgi berdecak kesal lalu terkejut saat melihat bayanganku dicermin
" Sangat menjijikkan mendengar kalian membicarakanku seperti ini dibelakangku "
Aku keluar dari tempat itu dan mendengus tak percaya . Betapa bodohnya aku , mereka selama ini hanya memanfaatkanku untuk mendapatkan orang-orang yang ada disampingku .
Saat ini Seulgi sedang dimarahi habis-habisan oleh dokter senior karena dia salah memberikan obat pada salah satu pasiennya. Aku tidak membantu, biasanya aku yang membantu mereka menyiapkan apa yang diperintahkan dokter senior dan mereka yang akan menerima pujian atas pekerjaanku.
Dokter Yuri tiba-tiba menepuk bahuku " Baekhyun ada apa ? "
Aku menggeleng pelan dan tersenyum padanya
"Hei.. Kalian disini " itu dokter Shim
Dokter Shim adalah dokter khusus anak yang sangat berbakat dan tampan . Dan jika saja dia masih single mungkin aku akan mendekatinya .
" Dokter Baekhyun bisakah nanti kau ikut denganku memeriksa beberapa pasien ? "
" Baik dokter Shim " aku tersenyum manis dan dia mengusak poniku
" Kau beruntung bisa satu tim dengannya dokter Yuri " Dan kami tertawa sambil berjalan melewati dokter Tiffanny selaku pembimbing magang kami yang sedang menegur Hyejin dan juga Seulgi.
" Sayang jangan terlalu keras pada mereka " tegus dokter Shim pada dokter Tiffanny , mereka pasangan suami istri ngomong-ngomong. Pasangan yang sempurna.
Aku melirik Hyejin dan Seulgi yang sedang menatapku sinis
Yaa setidaknya aku bisa memberi mereka pelajaran dengan kepintaranku.
Sebelum pulang aku mampir ke toko buku membeli beberapa referensi buku untuk laporanku . Chanyeol menelponku hampir tiap jam hanya untuk bertanya keberadaanku dan menyuruhku untuk cepat pulang. Hah .. Posesif sekali.
~우리~
Aku sampai di aparteman pukul 6 malam dan Chanyeol belum berada disana. Aku baru saja selesai membersihkan tubuhku dan akan duduk menikmati teh hangat ku didepan ruang tv saat tiba-tiba Chanyeol datang. Dan yang membuatku terkejut adalah Chanyeol datang bersama Seulgi yang saat ini sedang bergelayut manja dilengan Chanyeol.
Aku berdiri dan menyilangkan tanganku didepan dada
"Kenapa kau membawanya kemari oppa ?" tegurku sinis
"Baek apa yang terjadi dengamu , jangan memusuhi temanmu sendiri " Chanyeol menatapku heran
Aku mengernyit bingung " Memusuhi oppa bilang ?"
"Seulgi sudah menceritakan semuanya "
Aku menatap Seulgi sinis dan sebelum dia membuka mulut untuk bicara aku mendahuluinya " apa dia bilang padamu bahwa ini semua hanya salah paham ? "
Chanyeol menganggul " Ya , dia mengatakan seperti itu "
" Apa dia juga mengatakan bahwa dia.. "
" kau hanya belum bisa menerima apa yang di lakukan Daehyun baek, kau masih cemburu dengan Hyejin " Seulgi memotong ucapan ucapanku
Apa dia bilang ?
Cemburu ?
Aku memang kecewa pada Daehyun dan Hyejin tapi untuk cemburu bahkan aku sudah melupakan sakit hatiku .
"Aku datang kesini untuk meluruskan kesalahpahaman ini Baek "
Aku menggeleng , Kebohongan lagi
Aku memandang Chanyeol kembali " Oppa jangan pacari dia , kau tahu dia hanya perempuan pembohong . Mereka perempuan.. "
" Baek cukup, perhatikan ucapanmu .. " Chanyeol berterial padaku
Chanyeol membentakku demi membela Seulgi dia membentakku
Aku megarahkan pandanganku pada Seulgi " apa ini yang kau inginkan huh .?! Kau ingin merusak hubunganku dengan kakakku .."
Plakk
Aku menatap Chanyeol tak percaya " Kau menamparku oppa ..? "
Dia tidak pernah memukul wanita , Chanyeol menghindari itu dan sekarang dia menamparku
"Siapa yang mengajarimu berteriak .. " geramnya marah
Seulgi menatapku senang dan tersenyum puas.
"Ah aku mengerti .. "
Aku berlari ke kamarku dan memasukkan baju dan juga barang-barangku ke dalam tas .
Aku memang bukan apa-apa di mata mereka
Chanyeol pikir siapa dirinya hingga bisa memperlakukanku seperti ini .Tidak , dia bahkan mereka tidak bisa melakukan apapun padaku
Ini hidupku , aku lelah dikekang oleh nya . Dan jika mereka bisa melakukan semau mereka , maka aku juga bisa.
Aku keluar dari kamarku dan mengambil kuci mobil dimeja dapur
aku melihat Seulgi yang sedang menangis di pelukan Chanyeol diruang tv , menjijikkan.
Chanyeol menoleh kearahku "Kau fikir kau akan kemana malam-malam seperti ini baek " Chanyeol berteriak dan aku tak peduli
Aku berlari menuju basement , melemparkan tasku ke dalam mobil . aku menyalakan mesin saat Chanyeol menyusulku, dia mengetuk pintu mobilku berulang kali dan memintaku membuka pintunya . Aku menoleh kearahnya, aku bisa melihat rasa bersalah itu sekarang diwajahnya tapi aku tak mau peduli . Aku menginjak pedal gasku dan melajukan mobilku .
Aku sudah terlalu muak dengan semuanya ...
Tbc
.
.
.
.
.
.
Yeayyy .. upp !!!
Maaf kalau ga nyambung
Semoga kalian suka .
Please reviewnya .
Happy reading~
