.: Author : DragonPhoenix96

.: Cast : Kris Wu Yifan,Park Chanyeol [ KrisYeol ]

.: Genre : Romance,Fluff

.: Disclaimer :.

Para Uke Milik Seme(?) dan Mereka milik keluarga mereka masing masing dan Tuhan, Author hanya punya Alur Cerita FF ini yang yah…*silahkan nilai sendiri*

.: Warning :.

Typo yang mungkin bisa terjadi,mungkin ada yang sedikit OOC tanpa Author sadari, ,BoyXBoy, OneShot *push-up dance*,Drabble abal,Don't Like Don't Read

.

Don't be Silent Reader juseyo! :'(

*nangis meluk Chanyeol* *ditelan Kris*.

.

.

.

.

.

.

"U—Ummnnhhhh….."

"Mianhae Kris…"

"Nde…Gwenchana….",jawab kris pelan dengan sedikit serak.

Chanyeol mengusap pelan kening Kris perlahan. Kris sendiri kini tengah berbaring di tempat tidurnya—wajahnya tampak pucat. Suhu tubuhnya naik semenjak kemarin sore dan kini mau tak mau,sebagai kekasih yang baik,ia kini tengah merawat namja itu. Walau Kris sempat berkali kali menolaknya karena ia hanya tak ingin membuat Chanyeol repot.

Chanyeol memegang pipi Kris perlahan sembari menghela nafas panjang,"Syukurlah sepertinya sudah lumayan turun…",gumamnya pelan.

Kris masih menutup matanya—mencoba mengendalikan pening yang ia alami saat ini."Masih pusing ?",Tanya Chanyeol dengan agak khawatir—ia beberapa kali melihat Kris mengernyitkan dahinya,menahan rasa tidak nyamannya dan Kris mengenggam tangan Chanyeol—menggenggam erat dan mengelusnya—walau matanya masih terpejam,"aku tak apa apa yeollie…"

Suasana tiba tiba menjadi hening. Helaan nafas Chanyeol dan detikkan Jarum jam kini yang menghiasi suasana mereka berdua."Maaf…",

Kris hanya menatap Chanyeol—yang menundukkan kepalanya yang kini meremas seprai tempat tidur Kris."Sudah kubilang kan….tak apa apa bukannya sudah kubilang ini salahku karena tak langsung menjelaskannya padamu…."

Chanyeol masih terdiam dan menunduk. Ia masih mengingat kejadian kemarin. Selama hampir seminggu lebih,Ia menghindari Kris. Karena cemburu,Yah mungkin itu kata yang tepat karena tanpa sengaja ia melihat Kris bersama seorang yeoja yang konon menurut kabar didengarnya dari teman temannya di kelas adalah mantan Kris sewaktu ia masih di sekolah menengah atas di Kanada sana. Mantan kekasih Kris itu ingin mengajak berbaikkan dengan Kris tapi tentu saja—hal yang tidak diketahui Chanyeol adalah di tolak mentah mentah oleh Kris karena ia sudah mempunyai seseorang yang ia sangat sayangi yang bernama Park Chanyeol.

Sementara Chanyeol—yang sama sekali tidak tahu akan hal itu—benar benar mendiamkan Kris hingga seminggu lebih dengan cara benar benar mengunci pintu kamarnya—biasanya ia membiarkannya tak terkunci hingga ia akan tidur—dan mematikan lampunya. Walaupun Kris mengetuk pelan berkali kali pintu kamar Chanyeol untuk menjelaskan kesalah pahamannya namja itu, Chanyeol benar benar tak akan menggubrisnya sama sekali. Walau kemudian,Chanyeol yang tak tahan dengan keadaan ini akhirnya yang menuju ke kamar Kris dan menemukan Kris yang terbaring lemah karena efek demam di kamarnya…..

GRAB

Kris memeluk erat Chanyeol dengan tiba tiba sangat lama. "Kri—Kriiss…."

Kris masih tetap mendekap erat Chanyeol seakan akan jika ia melepaskan pelukannya, maka Chanyeol akan hilang. Chanyeol dapat merasakan deru nafas dan suhu hangat tubuh Kris ditubuhnya—yang entah kenapa membuatnya semakin bersalah.

"Kris…berbaringlah…kau harus istirahat bukan?"kata Chanyeol pelan. Kris tak menjawab,ia hanya menggeleng pelan. "Ya..Yaa~~…jangan nakal eoh…kalau kau semakin sakit bagaimana?"

"Ini tidak seberapa jika dibandingkan kalau aku kehilangan dirimu,Park Chanyeol…"

Chanyeol tiba tiba terdiam. Kris melepaskan memegang dagu Chanyeol dan menatap wajahnya,sembari tersenyum. Chanyeol perlahan tersenyum, entah kenapa….

Padahal suasana hatinya sama sekali tidak bisa membuatnya tersenyum. Entah kenapa melihat Kris tersenyum membuatnya juga tersenyum—walau hanya sedikit.

"Begitukah ?"

Kris mencubit pipi Chanyeol,"Menurutmu?"

Pipi Chanyeol pun bersemu merah."Go—Gombal…."

Kris mengusak rambut Chanyeol lagi. "Jarang kan aku gombal seperti ini…."

"Jarang katamu ? Hei demamnya bikin kamu amnesia ya?",Tanya Chanyeol,"Setiap kali kita bersama kau pasti menggombal,Yifan…"

"Ah begitukah…."

Chanyeol menjitak kekasihnya itu pelan. "Sudahlah lebih baik kau istirahat saja Tuan Wu…aku tak mau kalau otakmu akan makin konslet nantinya…"

Kris terkekeh geli,"Ya..Ya…Ya…Baiklah Nyonya Wu yang cerewet…"

Chanyeol terdiam dan lagi lagi kembali bersemu. "Iiiisssshh…Yi—Yifaaannnn!"

.

.

.

.

.

Chanyeol saat ini sama sekali tidak bisa berkonsentrasi mendengarkan dosen yang tengah menerangkan materi tentang profesi dan profesionalitas, Selain Chanyeol yang memang tak terlalu menyukai mata kuliah ini, Kepalanya di penuhi oleh kekhawatiran akan keadaan Kris. Yah,walaupun ia sudah mengantarkan surat ijin-nya ke kelasnya sesuai dengan permintaan kekasihnya tapi entahlah rasanya ia sepertinya ada sesuatu yang hilang atau mungkin kurang...

mungkinkah karena tak ada yang menganggunya di jam kosong sebelumnya seperti biasanya…

entahlah….

Kris sudah diminum obatnya ? Istirahat ok.

Krissie

Sudah kok Calon istriku yang bawel :p

Chanyeol lagi lagi kembali merona membaca percakapan terakhir dengan Kris tadi—yang ia lihat dari smartphone-nya diam diam. Namja itu sudah dua kali memanggilnya layaknya sebagai calon istri.

'oh astaga feeling so cheesy…'batin Chanyeol saat pertama kali ketika ia membacanya.

Ia teringat sesuatu lalu jemarinya kembali menari di atas smartphone miliknya….

Krissie

Sudah kok Calon istriku yang bawel :p

Mau Kubawakan Sesuatu ? Kau mau kubawakan apa ? akan kubelikan…

Setelahnya ia kembali mencoba untuk berkonsentrasi,walau dengan efek malah membuatnya mengantuk. Ia mencoba menarik nafas dan membuangnya cepat agar ia tak mengantuk. Namun sebuah bunyi notifikasi yang masuk mengalihkan perhatiannya…..

Mau Kubawakan Sesuatu ? Kau mau kubawakan apa ? akan kubelikan…

Krissie

Sudahlah Park Chanyeol….Konsentrasi kuliah saja oke…jangan pikirkan aku dulu oke…aku tahu kau masih jam kuliah kan?

Chanyeol lagi lagi hanya bisa menghela nafas panjang lagi.

'Kalau kau seperti itu….justru aku semakin kepikiran yifan pabo….',batin Chanyeol.

Ia kembali mencoba untuk berkonsentrasi walau sepertinya akan semakin sulit untuknya.

.

.

.

.

.

Ctak Ctak Ctak

Klik Klik

"Iiiisshh….dasar Baekhyun ….kenapa sih gak dirapiin sekalian…",gusar Kris. Dia mengusak rambutnya kasar. Temannya memintanya menyatukan makalah kelompok mereka dan membuat bagian cover,pembukaan,kesimpulan dan print serta jilid—mumpung Kris tidak masuk katanya sekalian minta menambahkan isi makalah mereka.

"Mana harus di kirim ke Yixing satu jam lagi….aiiisshh….",Rutuk Kris lagi.

Kris menghela nafas panjang. Wifi di kostnya mulai menunjukkan tanda tanda tak bersahabat. 'Mentang mentang router wifi baru….malah menyebalkan seperti ini….',Rutuk Kris. Matanya melirik ke smartphone-nya dan membaca percakapan terakhirnya dengan kekasihnya itu.

Yeollie Chagi

Kau mau kubawakan apa? akan kubelikan…

Sudahlah Park Chanyeol….Konsentrasi kuliah saja oke…jangan pikirkan aku dulu oke…aku tahu kau masih jam kuliah kan?

Karena ia merasakan membutuhkan sesuatu secara tiba tiba. Tangannya mulai mengetik di atas keyboard smartphone-nya….

Hei masih di kampus ? Bisa minta dibeliin Ice Cappuchino latte ? Nanti kuganti uangnya…aku haus…hehe…mianhae baby….

Ia kembali melanjutkan tugasnya dan untung saja ia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik walau badannya memang masih sedikit kurang nyaman. Ia kemudian memutuskan untuk berbaring sebentar dikasurnya menatap langit langit kamarnya. Pikirannya tiba tiba teringat dengan Chanyeol dan entah kenapa secercah rasa khawatir muncul begitu saja.

Entah bagaimana keadaan Chanyeol saat ini, Ia hanya berharap tidak ada hal apapun yang akan menyakiti Chanyeol-nya bukan secara fisik tapi tentu saja mental dan perasaannya—ia tak ingin membuat Chanyeol-nya kelelahan apalagi sampai sakit sepertinya saat ini. Ia memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya hingga tanpa ia sadari hingga membawanya ke alam mimpi.

.

.

.

.

Chanyeol melirik pesan Kris yang masuk di smartphone miliknya, sembari menggelengkan kepalanya. Ia kini tengah melangkahkan kakinya kembali ke kost-nya—wajahnya tampak lumayan lelah. Maklum saja setelah ia selesai dengan kuliahnya ditambah pula dengan kuliah pengganti hingga hampir sore apalagi ditambah ia menjadi coordinator sementara di biro yang ia ikuti karena penanggung jawab kelompoknya yang sama sekali tak bertanggung jawab menurutnya….

Kau mau kubawakan apa? akan kubelikan…

Krissie

Sudahlah Park Chanyeol….Konsentrasi kuliah saja oke…jangan pikirkan aku dulu oke…aku tahu kau masih jam kuliah kan?

Hei masih di kampus ? Bisa minta dibeliin Ice Cappuchino latte ? Nanti kuganti uangnya…aku haus…hehe…mianhae baby….

"Sedang sakit minta minumnya malah es ? dasar Yifan…",gumam Chanyeol pelan. Ditangannya terdapat satu kantung berisi makan malam untuknya dan Kris dan juga satu kantung lainnya yang berisi minuman hangat untuk Kris.

Krieeet

Chanyeol masuk ke kamar Kris setelah ia ke kamarnya dan menaruh tas serta makanan miliknya sendiri di kamarnya. Chanyeol meletakkan Minuman hangat dan makanan milik Kris di atas meja belajar yang berada disamping tempat tidurnya.

"sudah tidur rupanya…",gumam Chanyeol pelan. Ia menarik kursi belajar Kris perlahan dan duduk di samping tempat tidur Kris. Tangannya mengusap perlahan rambut Kris sembari tersenyum. Melihat Kris yang tertidur seperti ini membuatnya tak tega untuk membangunkannya sebentar. Chanyeol menyenderkan kepalnya ke meja belajar Kris dengan berbantalkan tangannya sendiri—sembari memainkan rambut halus Kris dan memejamkan mata hingga setengah tertidur tanpa ia sadar.

Chanyeol tiba tiba merasakan sesuatu menggemgam tangannya erat dan hangat,mengusapnya dan memainkan jemarinya. Ia membuka matanya perlahan dan matanya bertatapan langsung dengan wajah Kris. Kris yang menyadari kalau Chanyeol terbangun langsung mengusak cepat rambut Chanyeol sembari tersenyum."Sleep well baby…"

Chanyeol terdiam sebentar,mencoba menangkap keadaannya saat ini—ia masih setengah sadar,"A—Aaa…Kris…Maaf aku keti—"

"Tak apa ?"sela Kris cepat. "Kau pasti kelelahan tadi…tidurmu benar benar keliatan nyenyak…."

Chanyeol terbangun dan merasakan kalau tangannya kebas karena terlalu lama ia jadikan bantal. Kris memijat pelan tangan Chanyeol itu.

"Ah iya…mau makan dulu Kris? Belum minum obatnya kan?"

Kris mengangguk pelan,"Tapi suapin nde…."

Chanyeol mempout bibirnya. "Krissie sayang kau kan sudah besar…untuk apa disuapi segala ?"

"Oh ayolah….masa aku tidak boleh sekalipun bermanja manja kepada kekasihku sendiri…ayolah yeollie baby…..boleh yah?"

Chanyeol menghela nafas panjang,"Baiklah…asal habis arraseo….jangan disisakan seperti kemarin 'kay…"

Kris mengangguk pelan.

.

.

.

.

Minggu Ujian Akhir Semester pun dimulai esok hari, dan sudah berjalan seminggu…

Chanyeol mengusak kepalanya kasar.

Pusing memikirkan banyaknya deadline organisasi yang tiba tiba datang di saat saat ini dan setidaknya harus ia selesaikan ketika semester baru dan yah entahlah Chanyeol sendiri pusing jika mengingat semuanya, hal itu membuatnya hampir bad mood lagi kalau saja ia tak ingat jika keadaan Kris masih kurang sehat saat ini. Ia hanya ingin membuat namja itu khawatir lagi dan berakibat daya tahan tubuhnya kembali turun setelah kemarin kemarin mulai membaik….

Brugh

"Unngh Kris…."

"Sedang apa baby?",Tanya Kris sembari mem-back hug Chanyeol tadi.

"Belajarlah…memangnya apa lagi? Cuci baju?"

Kris terkekeh geli."Sensitive sekali…seperti yeoja saja…"

Chanyeol menyentil kening Kris pelan,"Enak saja….aku namja tahu…"

"Namja mana ada mukanya manis seperti dirimu….sepertinya kau salah ambil suara waktu ada pembagian suara baby…"

Kening Kris kembali menjadi korban sentilan tangan Chanyeol. "Bawel…aku itu tampan…bukan manis…"

Kris masih tetap memeluk Chanyeol dari belakang beberapa saat—namun matanya tetap pada bacaan di layar laptop Chanyeol,belajar sekalian modusin anak orang gitu…. /plak/

"Gak belajar Krissie sayang?",gumam Chanyeol—matanya tetap menatap layar.

"Lagi kok…"

Chanyeol memalingkan wajahnya menatap kekasihnya itu,"Apanya yang belajar kalau kau memelukku begini wu yifan…"

Kris mengeratkan pelukannya,"Mungkin belajar untuk semakin mencintaimu baby?"

Semburat merah muda kembali menghiasi pipi Chanyeol. Kris hanya mengusak rambut hitam Chanyeol perlahan,

"Sudahlah aku serius kok ini belajarnya…..kajja, kita belajar lagi….bukannya kau pernah bilang kalau kau payah di Biokimia eoh ? apa mau ku bantu belajarnya ?",Kris mencoba menyadarkan Chanyeol dari rasa….yah…kalian tahu lah(?)

Chanyeol masih terdiam—semburat merah muda masih menghiasi pipinya. Tangannya masih menekan tombol enter untuk mengubah tampilan presentasi di layar laptopnya. Kris hanya tersenyum dan kembali menatap layar laptop itu sembari tetap memeluk namja itu dan mencium pelan bahu Chanyeol.

"Wo Ai Ni,Wu Chanyeol….",bisik Kris sangat pelan.

"Nado Saranghae,Wu Yifan….dan jangan berbisik di bahu ku pabo..",sahut Chanyeol sambil tersenyum "itu geli…"

"Eh ? Kau mendengarnya ?"

Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis."Omong omong sebulan lagi anniv pertama kita bukan ?"

"Ah begitukah ? Tak terasa…."

Chanyeol hanya bergumam mengiyakan. Kris kembali memeluk Chanyeol makin erat.

"Kau ingin sesuatu baby…"

"Entahlah…aku tak tahu…",jawab Chanyeol pelan.

"Ayolah…pasti kau ingin sesuatu kan ? Katakan saja…siapa tahu aku bisa membelikannya untukmu….",kata Kris pelan.

Chanyeol terdiam beberapa saat.

"Kurasa ada…tapi…unnn….bukan barang sih sebenarnya…"

"Lalu ?"

Tiba tiba Chanyeol membalikkan badannya,mendorong badan Kris agar berbaring di atas karpet bulu dikamarnya dan ia yang berada di atas Kris.

"Chan—…"

"Please always love me…and be mine….",sela Chanyeol memotong kata kata Kris

Kris terpaku menatap Chanyeol yang rona merah muda di wajahnya semakin menjadi, "I know maybe I am not your first but…please make me last for you…"

Kris tersenyum," I am always yours…"

Kris mengecup pelan bibir Chanyeol dan sedikit melumatnya,"and you always mine…"

"even without you asking for it baby…",bisik Kris pelan di telinga Chanyeol.

Chanyeol memeluk erat Kris yang dibalas dengan lembut oleh namja itu. Kris juga mengelus pelan rambut Chanyeol.

"Kupikir kau sudah tak tahan dan mulai ganas baby…"

Chanyeol melepas pelukannya dan menatap Kris,"Eh ? Maksudmu ?"

Kris terdiam dengan penuh arti.

"Kupikir tadinya kau memintaku untuk me-rape-mu baby…haha…apa perlu ku rape sekarang?"

Chanyeol mulai menyadari secara perlahan posisi mereka saat ini benar benar tak bagus dengan keadaan Chanyeol yang menimpa badan Kris, Langsung menyingkir dari badan namja yang ditindahnya

"YAK….DASAR MESUM…."

BRUGH

Tiba tiba Kris langsung menindih dirinya—membalik keadaan mereka. Tangan Kris menggenggam erat lengan Chanyeol.

"Kri..—Kriisss….",Chanyeol mulai menatap takut Kris.

Kris mengeluarkan smirk tampannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Chanyeol.

"Kurasa kau salah dengan mengataiku dengan kata Mesum baby…"

Chanyeol menelan ludah nya kasar. 'Tamat sudah riwayatmu Park Chanyeol…'

"Apa kau mau tahu apa akibat membangunkan naga yang tidur sayang ?"

.

.

.

.

.

.

THE END

.

.

.

.

.

.

.

:: Author's Note ::

Hai hai…

DragonPhoenix is Back!

Senang rasanya banyak yang review di FF ini untuk chap sebelumnya. Entah kenapa rasanya walau banyak tugas yang datang silih berganti tapi minat nulis FF dengan pair apapun itu masih tetap jalan walaupun kayaknya gak bisa spazzing dan stalking socmed author buat dapat moment pair pair yang emang lagi author bikin ceritanya.

Anyway, di Review yang author baca ada yang bilang apakah author pindah haluan dari official pairing ke crack pairing…

nggak kok sebenarnya, selama author masih mengaku anaknya KaiSoo *ditabok KaiSoo Shipper* dan anak angkatnya KrAy (wut?) bukan berarti author pindah hati 100% hanya saja lagi ingin mengganti suasana batin aja dan entah kenapa saya jadi jatuh hati sama duo tiang rapper ini…muahahahaha…uhuk *keselek(?)* maap mamih angkat kuh….*kisseu mamih lay* *ditabok Lay biased*

Terus apakah FF ini akan lanjut? Atau sampai disini saja?

Tergantung Mood bisa lanjut bisa nggak karena itulah author kayaknya nulisnya dikit dikit yah kayak secuplik secuplik(?) gitu deh…kalau bikin satu cerita yang lanjut terus takutnya nge stuck lagi kayak FF author yang sebelumnya…tiba tiba jadi ngerasa banyak dosa sama kalian wahai readers setiaku T^T Mianhae m(_ _)m

AUTHOR DISINI JUGA SANGAT TERBUKA DALAM MENERIMAREVIEW,KRITIK DAN SARAN DARI KALIAN SELAMA KALIAN MENULIS DALAM BAHASA YANG SOPAN

Perlu author tekankan sampai begitunya karena di FF saya yang sebelah…ahem….ada menulis review dalam bahasa yang sangat tidak sopan…

Jadi sepertinya mulai sekarang author perlu menyisipkan kalimat diatas sepertinya di setiap FF buatan author^^ soalnya jujur saja author memang agak sensitive soal kalimat kasar karena sangat merusak mood menulis author…

yah kalaupun kalian memang agak kurang suka bisa ngasih kritik dan saran dalam bahasa sopan kok^^ atau gampangnya sih tinggal tekan tombol

Hope you are enjoy my fanfict and don't forget to Review…

With Love,

DragonPhoenix96