Chapter IV
"Siapakah Dirimu?"
Orang tersebut siap untuk menghujam Akashi dengan pisau yang sangat tajam.
"Hentikan" Pukulan menghantam pipi sang pelaku dengan sangat keras hingga terjatuh kebelakang. Ditariknya krah baju pelaku dan dipukulnya lagi hingga babak belur. Sang pelaku berusaha mengelak tetapi tak dapat dilakukan karena Kiyoshi menghantamnya tanpa henti.
Kiyoshi membiarkan sang pelaku meloloskan diri dan lebih mementingkan Akashi. Dibawanya langsung keruang UKS dan mengambil kotak P3K. Dibuka seragam Akashi, tanpa pikir panjang langsung luka yang ada di dada kiri Akashi diobati dengan cepat agar tidak infeksi.
Setengah jam kemudian...
"Ah dadaku sakit" keluh Akashi yang baru saja sadar dan langsung menoleh ke arah Kuroko yang masih saja belum sadar-sadar
"Sudah sadar?" tanya Kiyoshi yang baru saja datang dengan membawakan sepiring nasi serta lauk pauknya.
RINGG...RINGG..
"Sebentar, Akashi" Kiyoshi meninggalkan Akashi dan mengangkat handphonenya yang berbunyi
"Hallo?"
"Ini Hyuga"
"Ada apa?"
"Aku akan bawa pulang Kuroko sekarang"
"Baiklah. Kutunggu"
Setelah menerima telepon, Kiyoshi masuk dan membereskan barang-barang Kuroko. Akashi pun heran dan ingin bertanya tetapi tenggorokkannya terasa kering sekali. Diambilnya gelas yang berisikan air putih dan kemudian diminumnya hingga habis.
"Kiyoshi-sensei, aku ingin menceritakan semua kejadian yang menimpa Tetsuya hari ini" kata Akashi dengan muka cemas
"Ceritakan" jawab Kiyoshi sambil mencari posisi yang enak untuk mendengarkan
"Jadi, setelah Tetsuya terkena tindihan rak besi yang ada diperpustakaan. Aku langsung menuju ke TKP dan hasilnya nihil. Saat aku akan kembali ke ruang UKS, aku melewati ruang kelas dimana Tetsuya belajar. Disitu ada orang asing yang meletakan kertas yang bertulisan: ini baru dimulai. Aku datang kembali untuk menghancurkanmu. Dan pada saat aku akan memasuki ruang UKS aku melihat ada orang yang ingin membunuh Tetsuya. Orang yang mengejarku adalah orang yang ingin membunuh Tetsuya"
Tak disangka saat Akashi menceritakan semuanya, Hyuga mendengar runtutan cerita tragis yang menimpa anak satu-satunya.
"Aku harap kalian mau membantuku untuk mencari siapa pelaku" kata Hyuga saat memasuki ruang UKS dan mata Hyuga tertuju kepada keduanya. Tatapan matanya mengatakan bahwa ia harus menemukan pelaku semua ini.
"Baiklah. Besok Kuroko tak usah masuk. Biarkan dia pulih terlebih dahulu" kata Kiyoshi sambil memberikan tas.
Setelah Kuroko dan Hyuga pulang, Kiyoshi kembali melanjutkan perkataannya kepada Akashi.
"Akashi, aku mohon setelah ini kamu mengawasi dan melindungi Kuroko dari orang yang ingin mencelakaannya"
"Baik, aku sudah bertekad untuk menjaga Tetsuya sampai pelakunya kita temukan"
Keesokannya, di rumah Kuroko...
RING..RING...
From: Noname
Title: None
Isi: Okay, kamu lolos kali ini. Lain kali tidak akan
Ku biarkan kamu lolos. Akan ku habisin
Berhubung Kuroko masih tertidur pulas untuk memulihkan tenangnya, jadi Hyuga yang baca pesan tersebut. Hyuga sangat shock saat membaca. Ternyata ada orang yang sangat membenci Kuroko hingga ingin membunuhnya dan tidak akan meloloskannya. Hyuga berpikir keras siapa yang tega melakukan hal tersebut.
Untuk beberapa hari kedepan, Hyuga meminta cuti sampai Kuroko benar-benar sehat dan bisa bersekolah lagi. Tiga hari telah berlalu, akhirnya Kuroko sudah bisa sekolah kembali. Semua teman-teman Kuroko sangat kwatir atas keadaan Kuroko
"Tetsu-kun, bagaimana keadaanmu?" tanya sang pacar, Momoi
"Aku sudah sehat" balas Kuroko
Akashi mengawasi Kuroko jarak jauh dan tidak akan meninggalkan Kuroko sedetik pun, karena ia tidak ingin kejadian di perpustakaan terulang kembali. Saat di lorong, Akashi melihat seseorang memasukan sesuat kertas kedalam loker milik Kuroko.
Akashi dengan tenang menunggu orang tersebut sampai pergi dan dia merogoh kantong untuk mengambil kunci cadangan loker Kuroko yang terlah diberikan oleh Kiyoshi-sensei. Tak lama kemudian, orang asing tersebut pergi dan saatnya Akashi beraksi.
Dia membuka loker Kuroko dan Akashi menemukan selembar kertas yang ditulis dengan menggunakan darah ayam.
SUATU SAAT KAMU AKAN
TAU AKIBATNYA
Akashi dengan sergap mengambil kertas itu dan menutup kembali loker tak lupa ia juga mengunci loker tersebut. Tanpa pikir panjang, dia langsung menemui Kiyoshi-sensei untuk memberitahukannya apa yang dia temukan.
Di ruang guru...
"Kiyoshi-sensei, aku menemukan ini" Akashi langsung memberikan lembaran kertas tersebut.
"Baunya amis sekali" Dibukanya perlahan dan betapa terkejutnya Kiyoshi saat membaca apa yang ditulis dalam kertas tersebut.
"Ini pasti dilakukan oleh pelaku yang sama dan dia pasti ada dilingkup sekolah ini" tegas Akashi. Pada saat yang bersamaan, sang pelaku mengintip pembicaraan mereka berdua.
"Oh jadi, dia punya dua malaikat yang selalu melindunginya. Pantas saja rencanaku selalu gagal. Aku akan memusnahkan mereka satu demi satu. Sehingga tidak ada yang akan menggagalkanku tuk membunuh Kuroko" batin si pelaku tersebut
Weekend pun tiba, Kuroko diajak Hyuga berjalan-jalan ke tempat pertandingan basket. Semasa bersama Riko seperti biasa diakhir pekan Hyuga dulu sering mengajak Kuroko dan Riko menonton street basket. Tapi kali ini yang dirasakan Kuroko dan Hyuga sangat beda. Mereka merasa sangat kehilangan semenjak Hyuga ditinggal pergi oleh Riko.
"Rasanya ada yang beda" kata Kuroko lesu
"Apa yang beda? Kan kita setiap minggu selalu kesini" jawab Hyuga yang mengerti apa yang sedang dirasakan Kuroko saat ini. Hyuga juga merasakannya tetapi ia mencoba untuk menutupi dan tegar dengan keadaan yang kini dia rasanya, meskipun rasanya sangat menyakitkan.
Tak jauh dari tempat Kuroko dan Hyuga berada, Riko juga datang ke pertandingan tetapi bersama Kiyoshi dan Akashi. Hyuga dan Riko sama tidak mengetahuin satu sama lain ada ditempat yang sama dan waktu yang bersamaan. Hanya Akashi yang bisa merasakaan keberadaan Kuroko tidak jauh darinya.
"Ayah aku ingin beli minum di stan disana" kata Kuroko sambil menunjuk stannya. Hyuga hanya mengangguk dan memberikan uang. Pergilah Kuroko ke stan yang ditujukan dan dia membeli minum. Saat dia hendak kembali kepada Hyuga, ia bertemu Kiyoshi dengan Riko yang hendak membeli minuman distan yang sama.
Kiyoshi dan Riko sangat mesra sekali. Kuroko sangat tidak mempercayai apa yang ia lihat saat ini, botol minuman yang dia bawa akhirnya terlepas dari tangannya sangking shocknya. Begitu juga Riko kaget bertemu dengan anak sendiri dan melihat dirinya bersama pria lain. Kiyoshi hanya bisa diam.
"Kuroko, maafkan aku" dengan cepat Riko langsung memeluk Kuroko. Kuroko hanya menitikan air mata dan diam tak berdaya. Dia merasa dibohongi oleh Riko sert Hyuga. Tak lama kejadian tersebut, Hyuga datang dengan kaget tanpa berlama-lama langsung menarik Kuroko. Kuroko pun meronta dan melepaskan tarikan tangan Hyuga.
"Ayah, benarkah ibu sudah cerai dengannya?"tanya Kuroko dengan tegas. Hyuga sangat kebingungan terhadap pertanyaan yang diberikan Kuroko kepadanya dan sama halnya yang dirasakan oleh Riko sangat Kuroko bertanya hal tersebut.
"Kenapa kamu bisa bilang begitu?" jawab Riko yang agak gelagapan. Hyuga hanya diam dan menunggu jawaban dari Kuroko. Kuroko pun mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan pesan-pesan misterius. Hyuga tak menyangka, Kuroko telah mengetahui sejauh itu.
"Mungkin kita sudah tidak bisa menutupinya" jawab salah satu dari mereka kepada Kuroko dengan nada penuh dengan penyesalan.
"Maksudnyaa? Kalian membohongiku sejak aku di SMP sampai sekarang" jawab Kuroko dengan nada yang mulai tinggi.
"Okayy, ayah ibu akan jujur..." sejenak Hyuga dan Riko diam dan bingung untuk memulai dari mana.
TOLONGG.. Ada orang kecelakaan !
Ketegangan yang dirasakan Kuroko, Hyuga, dan Riko terhentikan. Mereka dengan cepat langsung menuju ke tempat kejadian dan melihat apa yang terjadi. Setibanya di sana...
"Akashiiii..." Riko menjerit histeris melihat Akashi terkapar dengan banyak darah dibagian kepalanya ditrotoar jalan. Tak lama ambulance datang untuk membawa Akashi ke rumah sakit. Kiyoshi, Hyuga, dan Kuroko mengikuti di belakang ambulance
Setibanya diRS, Akashi langsung diberi pertolongan pertama. Riko hanya bisa diam dan berdoa agar kondisi Akashi membaik.
"Akashi pasti baik-baik saja" kata Kiyoshi menenangkan istrinya
"Gimana bisa tenang, Teppei" isak tangis Riko semakin keras. Kuroko langsung duduk disamping Riko.
"Ibu tenang, Akashi-kun bakal baik-baik saja" Kuroko mengatakannya dengan lembut sambil mengelus punggung Riko. Isak Riko langsung terhenti dan menyenderkan kepala Riko pada pundak Kuroko.
Jam menunjukkan pukul 24.00, semua pengguhi RS telah tertidur pulas hanya Kuroko yang masih belum bisa tertidur pulas. Kuroko mencoba untuk memejamkan mata tetapi nihil. Mata Kuroko perlahan-lahan menutup sendiri dan akhirnya dia bisa tertidur pulas. Pukul satu dini hari, Kuroko mendengar ada seseorang yang masuk kekamar Akashi.
Perlahan dia membuka mata dan apa yang dia pikirkan benar-benar terjadi. Kuroko segera memulihkan secara penuh seluruh kesadarannya dan pelan-pelan berdiri dari tempat duduk dan mengintip apa yang dia lakukan diruangan Akashi
"Haii.. Akashi. Kamu akan segera pergi ke surga segera. Bye Akashi" kata si pelaku sambil hendak menusukkan pisau tepat dijantung Akashi.
BRAKK..BRAKKK...
"Hentikann" Kuroko langsung mengjatuhkan pisau yang dipegang oleh si pelaku
"Wah, pas sekali... Kau bisa melihat secara langsung saudaramu mati" kata si pelaku
"Tidak akan kubiarkan" Kuroko langsung menerjang si pelaku. Sayang si pelaku berhasil menghindari dan memukul tengkuk Kuroko hingga Kuroko terjatuh. Saat inilah waktu yang sangat dinantikan oleh si pelaku.
"Lepaskan Kuroko" teriak Kiyoshi
"Haizz.. Kenapa selalu ada yang mengangguku disaat asyik bermain dengan Kuroko" kata si pelaku dengan menyandera Kuroko
Apa yang terjadi dengan Kuroko? Dan apa motiv si pelaku melakukann semua itu?
-TBC-
A: sekiann chap 4 maap kalau masih pendek._. RnR~
Akane: ya begitulah kehidupan Kuroko /dilemparbolabasket/ maap kalau blm panjang._.
Mr Dongdong: mumpung ide masih lancar.. trs ngelambatinnya? /hajar
YuuRei: ini updatee :3
Yui. Yutikaisy: tebakk lagii?
