HOLA, eh halo, eh ao, eh ola, eh *ah eh ah eh ribet bgt mau bilang Halo.

Eh ada para reader.

Halo, eh hola*ditimpuk krna salah ngucap lagi. Bagaimana kabarnya ? Kembali dengan fic SAVE YOU, IS MY JOB di chapter 4

Arigatou....... Semua reader terutama kpda haruchi nigiyama dan argi kartika "konan" yang telah mereview fic ini mulai dari chap 1 s/d sekarang. Dengan begitu saya selalu mendapat ide untuk nglanjutin fic ini dan mengupdate secepatnya. Arigatou*terharu.

...................................................................................................................................
CHAPTER 4:OUR PROMISE.


"Hinata ?" kata Naruto kaget.

"Naruto-kun ?" Jawab wanita yang bernama Hinata tersebut.

"Kenapa kau bisa begini ?" tanya Naruto. Hinata yang sedang mengiris bawang tanpa sadar mengiris jarinya.

"Aduh..." kata Hinata. "Hinata tanganmu... Sini aku obati lukamu !" kata Naruto sambil mendekati Hinata. Hinata hanya diam ketika Naruto mengobati jarinya. "Hinata, kenapa kau jadi begini setelah keluar ANBU ?" tanya Naruto sambil mengobati luka Hinata. Hinata terdiam sesaat lalu memeluk Naruto.

"Orang tuaku dibunuh oleh Akatsuki, yang tersisa hanya aku dan kakakku Neiji." kata Hinata sambil menangis.

"Tapi kenapa kau keluar dari ANBU ?" tanya Naruto.

"Itu karena ancaman Akatsuki yang akan membunuh kami. Hiks...hiks...hiks..!" kata Hinata sambil terus menangis.

"Dasar Akatsuki akan kuhabisi mereka... Oh ya Neiji dimana ?" tanya Naruto.

"Dirumah." kata Hinata.

"Rumahmu sekarang dimana ?" tanya Naruto lagi.

"Sekarang kami tinggal disebuah gubuk. Tidak jauh dari sini." jawab Hinata.

"Lalu kenapa kakakmu tak ikut berjualan denganmu ?" tanya Naruto.

"Dia mengalami gangguan kejiwaan setelah orangtua kami ...hiks..." kata Hinata sambil menangis lagi. Naruto bersedih melihat teman lamanya ini harus menjadi tulang punggung keluarga padahal dia biasanya hidup enak kini harus banting tulang seperti ini.

"Ma'af kalau pertanyaanku malah membuatmu bersedih." kata Naruto.

"Tidak apa - apa Naruto-kun. Kau berhak tahu !" kata Hinata.

"Hinata ?"

"Ya sudah, kusiapkan dulu pesananmu ya. Tunggu sebentar." kata Hinata sambil menghentikan tangisannya.

"Hinata, dulu kau terbiasa hidup enak, menjadi ANBU agar tidak dianggap orang sebagai anak manja, dan sekarang kau harus banting tulang sendirian untuk bertahan hidup dengan kakakmu. Kau hebat, Hinata. Semoga masalahmu cepat selesai." batin Naruto.

"Hei, melamun saja, entar kesambet. Ini pesanannya." kata Hinata sambil membuyarkan lamunan Naruto. "Eh iya. Makasih ya." kata Naruto sambil menyodorkan uangnya lalu pergi. "Eh Naruto, masih ada kembaliannya." teriak Hinata. "Sudah ambil saja. Anggap saja sebagai tambahan biaya untuk mendengarkan ceritamu tadi." kata Naruto tanpa menoleh. "Terima kasih, Naruto." kata Hinata.


Beberapa menit setelah Naruto pergi. 2 orang berjubah hitam mengunjungi lapak Hinata.


"Selamat datang, mau pesan apa ?" kata Hinata dengan lembut. Hinata melihat 2 orang tersebut. Dia terkejut karena dia kenal 2 orang itu.

"Kalian ? Untuk apa kalian kesini. Bukankah kalian....." Hinata berhenti bicara karena salah satu dari mereka mencekik lehernya dan membanting tubuhnya ke arah tembok dibelakangnya. "Ukh... Apa yang kalian lakukan ?" kata Hinata.

"Dengan siapa tadi kau bicara ?" teriak Orang tersebut.

"Tidak tahu. Dan aku tidak akan pernah memberitahunya, pasti kalian ingin mencelakakannya." teriak Hinata. "m...m...m..." Hinata ingin teriak, tapi orang tersebut membekap mulutnya. "Kau tahu apa akibatnya jika kau menolak. Maka kakakmu akan kami bunuh." kata Orang tersebut. Hinata menangis "Naruto Uzumaki." kata Hinata. Orang tersebut melepaskan cekikannya hingga membuat Hinata. Dan pergi begitu saja meninggalkan Hinata sendirian. Hinata ingin menangis sejadi-jadinya tapi dia sadar dia harus memberitahu Naruto bahwa ada bahaya yang akan menghampirinya. Dia kemudian bangkit, merapikan lapaknya yang memang hanya Satu grobak. Setelah merapikannya. Dia kemudian berlari mengejar Naruto dengan perasaan yakin Naruto ada disekitar sini karena tadi Naruto membeli Nasi goreng dilapaknya dengan berjalan kaki.


5 - 10 menit kemudian.


Hinata akhirnya dapat menemukan Naruto. Dia berlari menuju Naruto. Naruto sedang disamping mobil Sakura sambil ngobrol Sakura sedang makan didalam mobil. "Sakura, tadi aku bertemu dengan mantan rekan kita dulu, Hinata." kata Naruto.

"Oh ya. dimana kalian bertemu ?" tanya Sakura.

"Tadi sa'at mau beli Nasi goreng." jawab Naruto.

Bersamaan dengan itu seseorang berjubah hitam sedang membidik ke arah Naruto yang sedang ngobrol dengan Sakura dengan senjata SNIPER dari Mobil Mazda2-nya.

"Naruto.....awas !!!!!" teriak Hinata. Naruto menoleh begitu juga Sakura. Mereka melihat Hinata berlari ke arah mereka.

"Ada apa, Hinata ?" tanya Naruto.

DOOR !!!

DOOR !

DOOR !

3 Buah peluru mengarah kearah Naruto dengan cepat. Hinata yang jaraknya sudah dekat dengan Naruto langsung melompat dan mendorong Naruto.

TARR !

"Hinata !!!" teriak Naruto melihat Hinata bersimbah darah. Dia terkena dua peluru di dadanya. Lalu yang satu lagi ? Peluru yang satu lagi melewati tepat didepan Sakura dan menancap di tembok pagar sekolah Sman1konoha (kebetulan Sakura memarkir mobilnya disitu). Karena sadar ada musuh datang Sakura langsung mengambil pistolnya yang ada dimobil. Lalu keluar dan menembaki mobil penembak tersebut.

DOOR.

DOOR.

DOOR.

"Sial...!!!" kata Sakura. Penembak itu berhasil kabur. Sakura kemudian menuju Hinata dan Naruto. "Akan kupanggilkan ambulance." Kata Sakura. Dia mengambil Handphonenya dan menghubungi Ambulance.

"Hinata, bertahanlah Sakura sudah memanggil ambulance. Jadi kau harus bertahan." kata Naruto. Hinata tersenyum. "Terima kasih, Naruto." Hinata pingsan karena kehilangan banyak darah. "HINATA.....!!!!!"

Ambulance datang.

"Naruto, kau dampingi Hinata ke Rumah Sakit." kata Sakura.

"Tapi, bagaimana dengan kau ?" tanya Naruto.

"Sudahlah, Hinata membutuhkanmu cepat kau dampingi dia ke Rumah Sakit. Aku harap dia masih bisa tertolong." jawab Sakura.

"Terima kasih." Kata Naruto. Narutopun ikut naik ke Ambulance dan pergi ke Rumah Sakit.

Sakura kemudian menelepon Kakashi.

Tuut

Tuut

Tuut

"Halo. Sakura ada apa ?" tanya Kakashi.

"Ada peristiwa penembakan di depan Sman1 Konoha, dan yang melakukannya menurutku Akatsuki. Mereka mulai berani menyerang kami ditempat Umum." kata Sakura.

"Wah ini tak bisa dibiarkan saja. Ada korban dalam penembakan tersebut ?" kata Kakashi.

"Ada, mantan anggota ANBU Hyuga Hinata. Dan kau harus segera kemari." kata Sakura.

"Baiklah aku akan kesana." kata Kakashi.

Sakura menutup telponnya.


Ditempat Naruto .


"Hinata bertahanlah." teriak Naruto. Setelah 15 menit ambulance tersebut telah sampai di RSUD Konoha. Hinata dibawa dengan ranjang trolli(atau apalah yang biasa digunakan untuk memindahkan pasien dari Ambulance). Hinata dipindah keruang UGD. Naruto ingin masuk kekamar itu tapi suster mencegahnya.

"Ma'af, anda tidak boleh masuk. Serahkan pada dokter saja." Naruto terdiam dan berdo'a. "Hinata, cepat sembuh."


Ditempat Sakura .


Tempat itu mendadak Ramai. Polisi dan ANBU sudah datang. Banyak yang menonton termasuk murid-murid Sman1 Konoha.

"Kakashi apa kau kenal dengan jejak Ban mobil ini ?" tanya Sakura sambil menunjuk bekas ban mobil didepannya.

"Hmmm..... Aku tidak yakin sih. Tapi, jejak ban ini adalah jejak ban merek BF GROFDISH dan dilihat dari lebar antar kanan kiri. Mobil yang dipakai adalah mobil merek Mazda." kata Kakashi.


Ditempat Sasuke .
.................................

"Ada apa disana ? Ramai sekali. Jangan jangan.......Lihat ajalah." kata Sasuke sambil berjalan menuju gerbang sekolah. Dia melihat Sakura berbincang dengan seseorang.

"Sakura, ada apa ? Mana Naruto ?" Tanya Sasuke.

"Tadi ada penembakan disini dan korbannya adalah mantan rekan kami Hyuga Hinata. Naruto ikut mendampinginya ke Rumah Sakit." jawab Sakura. Sasuke melihat bercak darah di samping mobil Sakura.

"Kau tidak apa apa Sakura ?" tanya Sasuke.

"Aku tidak apa -apa Sasuke." jawab Sakura. Kakashi terkejut mendengar nama tersebut.

"Jadi kau yang bernama Sasuke Uchiha ?" tanya Kakashi.

"Ya, betul. Anda siapa ?" kata Sasuke.

"Hatake Kakashi, atasan Sakura Haruno di ANBU. Salam kenal." jawab Kakashi.


Di markas Akatsuki .
...................................................

"Kalian gagal. Deidara ?" tanya pemimpin mereka yang bernama Pein.

"Ma'af, karena ada yang menghalangi tembakan kami." jawab Deidara.

"Siapa ?" tanya Pein.

"Hinata Hyuga. Dia melindungi sasaran kami. Tetapi, dia tertembak. Dan sekarang dilarikan ke Rumah Sakit." jawab Deidara.

"Kalau begitu ledakkan Rumah Sakit itu.....!!!!!" bentak Pein.

"B...Baik !" jawab Deidara. Dia langsung pergi begitu mendapat perintah Pein.


Di Rumah Sakit .


Hinata telah siuman setelah dioperasi pengeluaran peluru selama 3jam.

"Naruto-kun ?" kata Hinata. Naruto yang tertidur disamping Hinata terbangun.

"Hinata, kau sudah siuman ?" tanya Naruto gembira.

"Naruto-kun kau harus pergi !" kata Hinata.

"Kenapa Hinata ? Kau belum sembuh. Aku akan menunggumu disini dan aku sudah diperbolehkan oleh Sakura untuk menemanimu sampai kau sembuh." kata Naruto.

"Sakura ?" tanya Hinata.

"Tadi saat kau tertembak dan ambulance datang Sakura menyuruhku mendampingimu ke Rumah Sakit." jawab Naruto.

"Jadi begitu. Terima kasih Naruto." kata Hinata. Hinata mulai menangis dan memeluk Naruto. Naruto membalas pelukan Hinata.

"Tidak apa-apa Hinata. Seharusnya aku yang berterima kasih. Karena kau melindungiku dari tembakan itu." kata Naruto tanpa sadar juga ikut menangis.

"Jangan begitu Naruto. Dulu kita Bertiga pernah berjanjikan Naruto ?" kata Hinata.

"Eh....?"

Flash back

Disebuah padang rumput di Konoha. 3 orang anak manusia sedang berkumpul bersama. Memandang Matahari terbenam.

"Naruto, indah sekali ya ?" kata Hinata.

"Iya, kalau saja tetap seperti ini indahnya. Dan kita bertiga bisa menikmatinya." kata Naruto.

"Kalau gitu kita buat sebuah janji untuk kita bertiga, bagaimana ?" tanya Sakura.

"Janji apa ?" tanya Naruto dan Hinata serempak.

"Janji untuk saling melindungi." jawab Sakura.

"Baik." mereka bertiga menyatukan tangan dan mengucapkan janji.

"Kita berjanji kita akan saling melindungi karena melindungi teman adalah pekerjaan kita." kata mereka bertiga.

End of Flasback

"Janji itu, janji kita bertiga." kata Hinata.

"Tapi..."

"Aku punya permintaan padamu Naruto." kata Hinata.

"Permintaan apa ?" tanya Naruto.

"Kuharap kau tidak menjengukku lagi. Karena aku sudah tidak ada disini. Kau harus cepat pergi dan sampaikan salamku pada Sakura. Dan tolong jaga kakakku." kata Hinata.

"Tapi..... Baiklah. Biaya Rumah Sakit sudah kubayar, jadi kau tidak usah pusing memikirkan biaya Rumah Sakit. Dan juga kakakmu akan kumasukkan ke RSJ. Biayanya serahkan padaku. Jadi kau tak perlu khawatir. Sampai jumpa." kata Naruto sambil mencium dahi Hinata dan pergi meninggalkan Hinata.

"Ma'afkan aku Naruto." kata Hinata setelah Naruto keluar dari kamar yang ditempatinya.

Naruto telah keluar Rumah Sakit dan berhenti dipinggir jalan. Kemudian menelepon Sakura.


Ditempat Sakura .


Saat Sakura, Kakashi, dan Sasuke sedang ngobrol tiba-tiba handphone Sakura berbunyi. Ada telepon masuk.

" Sebentar ya ada telpon masuk !" kata Sakura. Sakura kemudian menjawabnya.

"Halo ?" kata Sakura.

"Ini Naruto." jawab Naruto.

"Naruto ! Bagaimama keadaan Hinata ?" tanya Sakura.

"Dia....."

.BLUM.

Perkataan Naruto terhenti karena gedung Rumah Sakit dibelakangnya meledak dan hancur.

"HINATAAAAA.......!!!!!" teriak Naruto tanpa Sadar Hpnya jatuh ketanah.

tuut

tuut

tuut

Telpon terputus

"Halo ?? Halo ?? Naruto ?? Ada apa Naruto ?? Kenapa ada suara ledakan Naruto ??" tanya Sakura.


To be contunied .


Chapter 4 selesai. Wah pegel nih. Tapi nggak papa. Eit tidak lupa dan tidak ingat -kalo udah mbaca tolong di review ya *hukumnya mubah / boleh dikerjakan, boleh tidak*.

arigatou