Chapter 4: Daily Life with you
.
.
.
Seminggu setelah Direktur dan wakilnya berbulan madu, hari-hari yang dilalui pun menjadi tidak biasa. 3 bulan yang lalu, mereka masih seperti anjing dan kucing yanh tak di duga langsung menuju ke jenjang yang lebih tinggi. Walau biasanya mereka suka betengkar dan saling melototi, kini mulai mengurangi perselisihan dan bisa menerima masing-masing. Walau kejadian seperti bertengkar akibat pekerjaan pun sering terjadi, yang membuat mereka saling adu mulut pun kerap tak terhindarkan, sekretaris mereka pun jadi bingung mereka ini benar sudah menikah atau belum. Tapi, di sela-sela itu mereka juga bisa menunjukkan rasa cinta masing-masing.
Saat ini Gilgamesh tengah mengurus seluruh dokumen yang terbang kalai karena seminggu cuti, kalau saja hanya dia yang cuti mungkin tugas ini bisa di tangani istrinya. Arthuria juga ikut membantunya untuk menyelesaikan pekerjaan yang menggunung itu dengan lembur. Hampir Tidak ada waktu luang dan bersantai, dan itu membuat Gilgamesh jenuh.
Malam itu, di ruang kerjanya, bersama dengan wakil dan sekretarisnya, Gilgamesh masih mengerjakan dokumen-dokumen dengan suntuk. Arthuria dan lainnya juga begitu, namun tugas ini harus ia selesaikan secepatnya agar tugas lain bisa dikerjakan dengan santai.
"Ah! Sial! Aku sudah muak dengan dokumen-dokumen sialan ini!" Seru Gilgamesh sambil membanting kertas yang di pegangnya. Arthuria pun kesal lalu mencubit pipinya gemas.
"Cepat kerjakan pak Direktur! Besok kau harus pergi rapat dan siapa yang akan menandatangani kertas-kertas ini?!" Ujarnya masih mencubitnya. Gilgamesh pun menatapnya dengan tampang suntuk, lalu tiba-tiba memeluknya tepat menjatuhkan wajahnya ke dada sang istri.
"Ahh sial.. seminggu ini aku belum menyentuh istriku sama sekali.. teganya kertas-kertas ini menghambat kemesraanku dengan istriku!" Ujar Gilgamesh sambil bermanja dengan Arthuria. Sontak wanita itu merah padam terlebih Gilgamesh mengatakannya dengan lantang di depan 3 orang sekretarisnya. Para sekretaris pun saling pandang, lalu mereka menyeringai penuh makna.
"Ah Rin! Temani aku meminta menduplikat surat-surat ini.." ujar sekretaris 1 bernama Emiya Shiro kepada sekretaris 2 Toosaka Rin.
"Kau benar.. ayo pergi.."
"Ah benar juga, aku akan keluar dulu beli makanan.. kita belum makan apa-apa.." lalu sekretaris 3 Matou Sakura juga ikut-ikutan keluar.
Mereka semua pun pergi meninggalkan Direktur dan wakilnya di ruangan itu. Arthuria jadi bingung kenapa mereka mendadak pergi semua. Tentu Gilgamesh sangat berterima kasih kepada para sekretarisnya. Ia menarik istrinya dan mencium bibirnya dengan liar, Arthuria terperangah dan berusaha kabur dari ciumannya.
"K-kita masih di kantor.. jangan lakukan itu selain di rumah kau paham?!" Arthuria menyumpal mulut suaminya dengan kertas supaya berhenti, tapi Gilgamesh tidak mau.
"Istriku.. aku rindu dengan sentuhan mu.. kenapa kau menolaknya?!" Tanyanya dengan wajah memelas. Arthuria merah padam, ia jadi paham kenapa semuanya meninggalkannya berdua. Ia pun tak punya pilihan lain selain kembali mencium suaminya dengan yang seperti biasa di lakukannya padanya, Gilgamesh sempat kaget saat Arthuria memulianya duluan.
"Ternyata kau mulai agresif ya.. apa kau juga rindu padaku?!" Gilgamesh, mengusap bibirnya dengan jempol. Arthuria pun tak kuasa menahan malu.
"Y-yaa! Kau benar" akhirnya ia mengakuinya, tak ada yang paling Gilgamesh suka di banding kejujuran sang istrinya yang binal. Gilgamesh mendudukkannya di atas pinggulnya, membuka satu-persatu kancing bajunya hingga menampakkan belahan dada yang ukurannya mulai membesar, membuka kait bra yang menutupi payudaranya dan mulai mamainkan dadanya, Menghisap dan mengulum putingnya dengan nafsu.
"Gil, kau seperti bayi saja saat menghisapi putingku.."
"Apanya yang bayi.. aku hanya suka dengan warnanya yang pink.." Gilgameh makin menjadi menghisap dan menggigit nya. Arthuria tak kuasa menahan suaranya agar tak keluar. Arthuria menarik rok span pendeknya hingga manpakkan CD yang terlapisi oleh stocking hitam. Gilgamesh merobek stoking itu di bagian selangkangnya lalu memasukkan jarinya ke dalam celana itu, melakukan fingering di vaginanya yang basah. Arthuria menutup kedua mulutnya yang akan mengeluarkan desahan mesum.
"Kau sangat sensitif saat aku menyentuh ini.. ayo keluarkan suara indahmu.." pinta Gilgamesh sambil meniup telinganya.
"T-tidak.. nanti ada yang dengar bagaimana?" Sahutnya masih menahan desahan itu.
"Hmm, begitu.." Gilgamesh makin cepat menggerakkan tangannya, Arthuria jadi tidak bisa lagi menahan suaranya dan ia mendesah kecil di telinga suaminya.
"Ya.. bagus.. ayo keluarkan suara mu lagi.." kali ini bukan jari yang ia masukkan, tapi penisnya yang sudah mengeras. Arthuria pun terjerit pelan saat benda yang ukurannya makin besar dari sebelumnya kini masuk kedalam dirinya. Ia mengecilkan suara desahannya dan meyakini kalau cuma suminya yang dengar suaranya.
"Hmm kau manis sekali, istriku sangat setia sampai tidak mau orang lain mendengar suara binalnya.. aku sangat mencintaimu.." Gilgamesh berbisik padanya sambil terus menghantamkan pinggulnya untuk mencapai klimaks. Arthuria mengeratkan pelukannya dan menggigit bibirnya sendiri agar suaranya benar-benar tidak didengar sampai keluar. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengeluarkan desahannya saat rahimnya di isi penuh oleh cairan semen yang baik. Gilgamesh mencium istrinya dengan lembut sambil mencabut penisnya keluar.
.
.
Setelah di rasa cukup lama, Shiro, Rin dan Sakura kembali keruangan itu dengan beberapa surat yang sudah di foto copy dan beberapa makanan untuk menunda lapar. Mereka tidak akan menanya-nanya mengapa Arthuria tidak memakai stoking lagi atau kemeja Gilgamesh yang sudah kusut. Tidak akan.
~~OOO~~
Setelah pekerjaan yang menggunung itu selesai, bukan berarti mereka bisa santai seutuhnya. Cuma tidak ada lembur malam ini dan bisa tidur nyenyak di rumah, sayangnya itu hanya berlaku untuk Arthuria sedangkan Gilgamesh harus keluar kota untuk bisnis. Arthuria pulang ke rumah dan langsung mandi, setelah itu langsung tidur karena waktu tidurnya sudah di potong kemarin.
Rasa sepi pun melanda saat sadar suami tidak tidur bersamanya, ia butuh pelukannya untuk bisa tidur lelap. Rasa gundah pun menggerogoti hatinya, dimana suaminya sekarang? Bersama siapa? Apa tidak bersama wanita lain? Banyak pertanyaan yang mampu menggoyahkan rasa percayanya sebagai istri. Ia memilih untuk tidak memikirkan lebih lanjut.
Suara dering telepon membangukannya dari lamunan, segera mungkin ia raih ponsel yang berada di mejanya dan mengangkat telepon yang berasal dari suaminya.
"Istriku? Apa kau baik-baik saja? Apa kau sudah sampai dirumah?" Sedikit senyum mengembang di wajahnya, untunglah bukan hanya dia yang khawatir akan suaminya.
"Ya, aku baik-baik saja dan di rumah.. apa kau juga baik-baik saja di sana?"
"Tentu saja, besok aku akan pulang jadi jangan khawatir ya.."
Telepon pun tertutup, Arthuria sempat kesal karena Gilgamesh menutup teleponnya lebih cepat. Tapi ia sadar kalau suaminya orang sibuk, jadi ia memaklumi hal tersebut. Arthuria berguling di kasur, mengusir rasa gelisah yang menghampiri.
Sekarang bukan gelisah yang datang, tapi sepi kembali. Ia rindu akan sentuhanya yang membuatnya takluk, membayangkan saat mereka berhubungan saja sudah membuat bagian bawahnya basah. Arthuria berusaha mengingat sentuhan itu kembali, sambil meraba payudara dan vaginanya, desahan kecil di keluarkan sambil bernafas berat. Ia rindu sentuhan Gilgamesh.
Di lain pihak, Gilgamesh yang sibuk melayani kliennya yang akan menawarkan kerjasama penting dan menggiurkan. Direktur perusahaan itu, dia adalah wanita janda yang terlihat jalang, melihat dari gerak-gerik nya saja Gilgamesh sudah peka kalau wanita ini menginginkannya.
"Hei.. Gilgamesh.. beneran kamu sudah menikah?! Apa kau tidak berniat menduakan istrimu?!" Ujarnya sambil menyentuh tangan Gilgamesh genit, bahkan ia juga tak segan membuka kancing bajunya untuk menampakkan dada montoknya.
"Menjauh dariku dasar jalang! Melihatmu saja sudah membuat ku enek!" Gilgamesh mendorongnya kasar. Membuat wanita itu sangat tersinggung.
"Kurang ajar! Padahal aku jauh lebih seksi dari istrimu yang kurus itu! Apa kau buta?!" Cacinya marah. Gilgamesh langsung terbawa emosi, ia menjambak rambut perempuan lonte itu kesal.
"Dengar ya! Istriku itu jauh lebih cantik dan seksi darimu yang cuma anjing kampung, membandingkan mu dengannya saja sudah membuat ku mual! Terserah kau tidak jadi bekerjasama dengan kami! Sekali lagi kau berkata seperti itu tentang istriku, aku tidak akan segan-segan membunuh mu! Anjing Kampung" Ancam Gilgamesh kepadanya, wanita itu langsung berwajah pucat, ia pun maraih tasnya dan pergi dari bar tempat pertemuan mereka.
"Dasar sombong! Aku tidak akan mau berurusan denganmu lagi!" Teriaknya lantang.
Gilgamesh pun menghela nafas berat. Akhirnya wanita itu pergi juga, dari tadi ia tidak tahan saat wanita itu merayunya. Selama ia hidup sampai menikah pun ia paling benci dengan wanita. Dimana menurutnya sikap mereka seperti anjing semua, terkecuali istrinya yang sulit di taklukkan dan berbeda dengan wanita lainnya. Ia beruntung mendapatkan wanita spesial sepertinya.
Suara handphonenya berbunyi, ia segera mengangkat telepon tersebut dan meletakkannya di telinga. Ia kaget sekali saat mendengar suara desahan erotis di telepon itu.
"Gil.. aku rindu padamu ❤ .. ahhhn.. cepat pulang dan sentuh aku ❤.." Gilgamesh membatu di tempat, lalu segera berlari ke toilet dan mengunci diri.
"Arthuria?! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Gilgamesh cemas. Arthuria masih mendesah-desah.
"Aku hanya melakukan onani.. karena aku ingin di sentuh, khhh ❤"
Gilgamesh pun langsung terangsang akan desahan itu, ia mengeluarkan penisnya lalu mengocoknya dengan tangan.
"Ohh.. istriku Arthuria, teruslah mengeluarkan suara indahmu..." ucapnya sambil terus mengocok. Di seberang telepon juga menjadi sangat terangsang dan memainkan miss V nya sendiri dengan hikmat.
"Ahhh Gil ❤❤.. aku akan orgasme...ahhhhh" suara desahan yang sagat erotic memperkencang kocokan Gilgamesh hingga spermanya berhamburan keluar. Arthuria juga mencapai orgasme lalu mengeliat dengan rasa nikmat yang tak tertahankan. Keduanya pun bernafas tersengal-sengal dan menghentikan kegiatan itu.
"Hei.. apa kau sibuk?!" Tanya Arthuria yang merasa baru saja mengganggu suaminya. Gilgamesh pun mengendus kecil.
"Ya ampun.. aku sungguh kaget kau menelpon ku dengan suara seperti itu.. kukira ada orang yang berani menyentuh istriku atau semacamnya.. tenang saja.. aku akan pulang sekarang.." jawabnya sambil tertawa kecil.
"Benarkah?! Tapi ini sudah jam 12 loh.."
"Cuma memakan waktu 3 jam kok.. kau tunggu ya.."
"Baiklah, aku akan menyiapkan piama mu.." setelah mengucapkan perpisahan, Arthuria menutup telepon. Ia pun tersenyum lebar karena senang sekali.
Waktu sudah menunjukkan jam 2, Gilgamesh sampai lebih cepat dari dugaannya. Saat memasuki kamar, ia mendapati Arthuria tengah tertidur lelap hanya dengan pakaian dalam, sepertinya wanita ini terbiasa tidur dengan setengah telanjang. Gilgamesh pun ikut berbaring di sebelahnya, ia tidak mau membangunkan istrinya yang lagi tidur dengan wajah tak berdosa itu.
'Kenapa makin lama dia makin binal saja dengan wajah polos ini.. bukannya aku tidak suka tapi aku tidak mau orang lain tahu akan sisinya yang hanya di ketahui olehku.. ahh betapa cantiknya istriku ini..' batinnya memuji-muji akan kecantikannya. Tak lama istrinya tersentak, lalu kaget saat melihat Gilgamesh sudah berbaring di sebelahnya.
"S-sejak kapan kau datang?! Kenapa kau tidak membangunkanku?" Serunya dengan wajah yang memerah. Gilgamesh pun tertawa kecil.
"Aku ingin menatapmu saat tidur, sambil membayangkan wajahmu yang tadi sedang onani.." jawabannya santai. Sontak Arthuria merah padam lalu memukuli Gilgamesh yang menjahilinya.
"Hahaha, maaf.. aku juga tadi sampai onani di wc hanya karena suaramu.. kau harus bertanggung jawab akan perbuatanmu.." ujarnya lalu tertawa lagi. Arthuria hanya diam sambil menundukkan kepala, ia benar-benar malu akan perbuatannya tadi.
"Hei.. sepertinya aku sudah berubah menjadi wanita mesum.. padahal kau melihatku karena aku ini polos kan? Apa aku masih pantas menjadi istrimu?!"
Gilgamesh tertegun dengan ucapannya, lalu ia pun menarik Arthuria dan jatuh kepelukannya.
"Selagi kau tidak menunjukkan sisi itu pada lelaki lain.. aku tidak akan mengubah rasa cinta ku padamu.. asal kau tahu saja.. akan membosankan rasanya kalau kau tidak memiliki rasa tertarik terhadap hal mesum.."
Arthuria pun memejamkan matanya puas, semakin lama ia semakin mengerti kenapa ia begitu binal terhadap suaminya, karena ia sangat mencintainya. Arthuria membuka bra dan celana dalamnya, lalu menindih Gilgamesh yang berbaring di bawahnya.
"Aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku tadi..." Arthuria mulai menggerakkan pinggulnya ke bagian penis suaminya, lalu tak lupa ia meremas dadanya sendiri untuk di pertonton olehnya.
"Sekarang istriku benar-benar tahu caranya memuaskan suami.. malam ini akan kubiarkan kau melakukannya sesuka hatimu.." pujinya lalu melipat tangan kebalik kepala. Arthuria tersenyum menggoda, ia membuka celana dan baju Gilgamesh dan menjilati seluruh tubuhnya, dari dada bidang hingga roti sobek yang di miliki sang suami. Ia juga menggesekkan vaginanya ke penis itu lalu mulai memasukkannya. Saat penis itu sudah masuk semua ke vaginanya, Arthuria mulai menggerakkan pinggulnya keatas dan kebawah sambil mendesah nikamat. Gilgamesh sangat salut akan layanan sang istri, melihatnya berusaha untuk memuaskannya sudah sangat manis. Sehingga Gilgamesh mengeluarkan sperma jauh lebih cepat dari yang di kira. Tapi Arthuria belum selesai dengan permainannya, ia masih menggoyangkan pinggulnya dengan penis yang berdenyut-denyut di vaginanya.
"Ah.. sial.. kau benar-benar membuatku gila.." ucap Gilgamesh yang sudah kenikmatan dengan air liur yang sudah keluar dari mulut. Arthuria lagi-lagi tersenyum menggoda.
"Aku sudah bilang kan? Aku pernah mempelajarinya di internet.. dan saat di praktekkan jadi lebih sempurna bukan?!"
"Haha, kau benar istri ku.. ayo lakukan sampai pagi.." Gilgamesh pun ikut membantunya sambil memegangi pinggulnya dan juga menggerakkan penisnya ke dalam istrinya. Arthuria tak kuasa menahan nikmat itu sampai jeritan pun terdengar keras. Gilgamesh sangat senang saat istrinya tidak menyembunyikan apapun darinya. Klimaks ke dua pun terpenuhi, namun penis Gilgamesh belum juga lelah.
Posisi pun di ubah, Gilgamesh mendudukkan Arthuria di depannya agar ia bisa leluasa mengecup tengkuknya sambil memainkan dada dan miss V. Arthuria hanya mendesah kecil menikmati permainannya, tapi tangannya sudah memegangi si P dan mengocoknya.
"Ya ampun.. kalau kau seperti ini terus aku mau punya anak yang banyak.." goda Gilgamesh sambil mulai memasukkan penisnya lagi. Arthuria hanya mendesah dan melingkarkan tangannya ke belakang dimana suaminya mencubunya.
"Aaahhhn ❤ aku ingin ❤❤ ingin... Oohhh~~ aku ingin anak yang banyak darimu~~" Arthuria sudah menggila, begitu pula dengan Gilgamesh yang tak bisa mengendalikan tubuhnya untuk terus bercinta dengan istrinya. Sampai akhirnya Arthuria dan Gilgamesh sama-sama mencapai orgasme ditandai dengan sperma yang keluar mengisi kembali rahimnya. Mereka pun akhirnya menyerah dan menutup ritual dengan berciuman.
Esoknya, Arthuria dan Gilgamesh harus kembali bekerja seperti semula. Pagi itu Arthuria bangun dengan tubuh yang sakit-sakitan terlebih di bagian pinggul, ia berusaha merilekskan tulang-tulangnya dengan sedikit senam. Tak lama ia pun menghampiri sang suami yang masih betah dengan alam mimpinya.
"Gil, bangun.. kita akan berangkat kerja.." ucapnya pelan, Gilgamesh hanya menggeliat masih ingin tidur lebih lama.
"5 menit lagi.. badanku masih sakit-sakit.." sahutnya. Arthuria pun terbayang akan perbuatan mereka semalam sampai tubuh mereka sakit-sakitan begitu, seharusnya yang lebih parah itu Arthuria sendiri bukan suaminya.
"Ayo bangun! Pagi ini ada rapat dengan para pemegang saham kan?!" Bujuknya lagi, kali ini sambil mengguncang tubuhnya kencang. Gilgamesh akhirnya membuka mata perlahan, lalu ia menarik Arthuria kembali ke kasur dan mengecup bibirnya hingga puas, Arthuria dengan wajah memerah tentu kesal akan tipuan sang suami.
"Ciuman pagi dulu.. sayang.." ujarnya sambil tersenyum, Arthuria hanya tertegun dengan jantung yang berdebar-debar.
Kehidupan sehari-hari mereka yang manis dan basah baru di mulai dari sekarang.
TBC
Balasan Review uwu
ZenoZen
saya rasa bukannya gak ketahuan orang tapi yang lihat pada asik nonton
"Dapet faped material gratis live action siapa yang gak seneng wkwk"
Mashu Kry
njirr lemonnya...ntaps
ditunggu chapter berikutnya!
"Dah up nih, sebenarnya nih fic bisa cepet karena udah kelar di note saya, jadi maunya cepet update atau ngak ya tergantung pembaca sih hehe"
Spoiler dikit tadi pas ngepost nih fic langsung dapet Ereshkigal wkwk, senangnya hatiku *plak! *Ini bukan spoiler bloon!
Makasih Reviewnya ya mash dan zen, walau cuma kalian berdua yang review dari kemarin tapi aku seneng banget ;-;)/
