Tittle : She Is An Amazing Girl

Cast : Sehun, Kai, Luhan, Baekhyun, and other.

Warning : GS!, Typo, OOC, etc.

Summary : "Sehun.. Jangan perdulikan aku dan cepat pergi dari sini!" / "AWAS HUN!" / "Kau cantik.." / "Karena, kalau dia tahu maka dia akan mengadukan itu pada orang tua kami. Dan.. yeah, aku akan di paksa pulang ke Cina, jadi jangan beritahu dia, oke!"

.

.

.

Sehun meremas kertas putih yang berada digenggamannya, wajahnya memerah menahan amarah. Matanya menelusuri ke seluruh penjuru kelas, saat tak mendapati apa yang dicarinya ia menggeram marah dan segera berlari keluar kelas. Sehun benar-benar kalut sekarang, Baekhyun yang sedari tadi ke toilet dan belum kembali semakin membuatnya percaya pada surat yang diberikan seseorang kepadanya. Dalam surat itu tertulis ancaman, kalau ia tidak segera datang ke gudang sekolah maka orang yang mengiriminya surat ini akan mencelakai Baekhyun dan ia juga tidak diperbolehkan mengajak seseorangpun kemari demi keselamatan Baekhyun. Ia tidak tahu siapa yang mengirimi surat ini, karena orang itu menyuruh orang lain untuk mengantarkan surat ini. Sebelum memasuki gudang ia memejamkan mata dan mengirim pesan kepada gege-nya. Sehun membuka pintu gudang dengan perlahan, dan saat pintu itu terbuka matanya membulat melihat Baekhyun dalam keadaan terikat dan mulut dibekap dengan kain sehingga Baekhyun tidak bisa berteriak meminta pertolongan. Saat ia akan mendekat, Baekhyun mengangkat wajahnya yang tertunduk dan menangis sambil menggelengkan kepalanya. Sehun yang tidak mengerti apa maksud dari gelengan kepala Baekhyun tetap mendekat, ia berjongkok dihadapan Baekhyun yang terikat di sebuah kursi dan melepas kain yang membekap mulut Baekhyun.

"Sehun.. Jangan perdulikan aku dan cepat pergi dari sini!" ujar Baekhyun setelah kain yang membekap mulutnya terlepas.

"Kenapa?" tanya Sehun bingung.

"Sudahlah cepat!" lirih Baekhyun. Mata Baekhyun membelalak lebar saat melihat tiga orang berpakaian hitam dengan topeng yang menutupi wajah mereka berdiri di belakang Sehun lalu salah satu dari mereka mengangkat sebuah balok kayu dan hendak mengayunkannya ke arah kepala Sehun yang tengah sibuk membuka tali yang melilit tangan dan kaki Baekhyun.

"AWAS HUN!" teriak Baekhyun, Sehun yang terkejut segera menghindar sehingga balok kayu itu hanya mengenai punggungnya. Sehun meringis kesakitan dan segera berdiri.

"Cih.. kalian kira dengan menutupi wajah kalian dengan topeng sialan itu, aku tidak akan mengetahui siapa kalian? Lucu sekali." Ujar Sehun sinis. Orang berpakaian hitam itu kembali mengayunkan balok kayu itu ke arah Sehun, sedangkan Sehun segera menendang tangan yang mengayunkan balok kayu ke arahnya lalu balok kayu itu terjatuh dan orang itu meringis kesakitan sambil memegangi tangannya. Melihat itu, kedua orang berpakaian hitam lainnya segera menghampiri Sehun dan mendorongnya kuat-kuat. Sehun yang sedang dalam keadaan lengahpun terdorong kebelakang, sehingga punggungnya yang sudah terlukapun semakin sakit membentur kerasnya dinding gudang, Sehun pun mengabaikan rasa sakit di punggungnya dan mencengkram kerah baju kedua orang yang mendorongnya tadi. Baekhyun pun berusaha membebaskan dirinya dari tali yang melilitnya.

"Hah.. benar-benar bodoh, kalian pikir aku bodah hah?" ucap Sehun sinis.

PLAK

Salah satu dari dua orang itu menampar pipi Sehun kuat, membuat pipi Sehun memerah.

"Kita tunggu dalam hitungan ketiga." Ujar Sehun dengan seringai seram di wajah cantiknya.

"One.." pada hitungan pertama, ketiga orang berpakaian hitam itu saling melirik.

"Two.." selanjutnya pada hitungan kedua, ketiga orang itu menatap Sehun.

"Three.."

BRUAK

Pintu gudang didobrak, di pintu yang didobrak itu menampilkan tiga orang pemuda tampan yaitu siapa lagi kalau bukan Luhan, Kai, dan Tao. Ketiga orang bertopeng itu langsung terkejut, salah satu dari dua orang yang Sehun cengkram kerahnya mengeluarkan pecahan kaca kecil lalu menggoreskan pecahan kaca itu ke tangan Sehun. Sehun berjengit kaget lalu melepaskan cengkramannya, ketiga orang bertopeng itu segera kabur dengan meloncati jendela gudang yang terbuka.

"YA! BERHENTI KALIAN!" teriak Luhan seraya berlari menuju jendela dan hendak ikut meloncati jendela tapi ditahan oleh Sehun.

"Sudahlah ge, biarkan saja! Lebih baik kau lepaskan ikatan yang membelit Baekhyun." Kata Sehun dengan lembut.

"Siapa yang melakukan ini semua?" tanya Kai dengan tangan yang sudah terkepal menahan amarah. Baekhyun berjalan mendekati Sehun, Kai, dan Luhan setelah Tao membebaskan ikatannya.

"Mereka K.." belum selesai Baekhyun berbicara Sehun segera memotongnya cepat.

"Kami tidak tahu." Baekhyun segera menatap Sehun, Sehun yang mengerti arti tatapan Baekhyun segera mengenggam tangan Baekhyun.

"Benarkah?" tanya Kai dengan tatapan menyelidik.

"Ya." Jawab Sehun singkat.

"Argghh.. pantas saja dari tadi perasaanku tidak enak, ternyata benar-benar terjadi sesuatu yang melibatkanmu." Luhan mengacak-acak rambutnya lalu memeluk Sehun. Sedangkan Sehun berusaha menyembunyikan sakit dipunggungnya dengan menggigit bibirnya. Baekhyun, Luhan, dan Tao memang tidak mengetahuinya, tapi Kai bisa melihat itu. Luhan melepaskan pelukannya pada Sehun.

"Kau tidak kenapa-kenapa kan?" tanya Tao khawatir sambil memandangi Sehun dari atas ke bawah. Sehun segera menyembunyikan tangan kanannya yang berdarah dibalik punggungnya, Kai akan menarik tangan itu dari balik tubuh Sehun, tapi Sehun segera menahan tangan Kai dan menggeleng. Kai yang mengertipun segera mengangguk.

"Aku tidak apa-apa." Ujar Sehun meyakinkan. Setelah Sehun selesai mengatakan itu, Kai segera menarik Sehun keluar gudang.

"Kau mau membawaku kemana?" tanya Sehun setelah agak jauh dari gudang.

"Ke rumah sakit, aku tahu kau terluka." Jawab Kai. Sehun menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangan Kai.

"Aku tidak mau ke rumah sakit." Jawab Sehun datar.

"Baiklah, kalau begitu kita keruang kesehatan saja untuk mengobati luka di tanganmu ini." Ucap Kai seraya mengangkat tangan Sehun yang mengeluarkan darah lumayan banyak. Sehun menampik tangan Kai dan mengangguk. Kai pun tersenyum dan segera menarik tangan Sehun menuju ruang kesehatan.

.

.

.

"Baekhyun, kau tidak terluka kan?" tanya Luhan khawatir, Baekhyun tersenyum lembut dan menggeleng.

"Aku tidak terluka."

"Baiklah.." Luhan menggaruk tengkuknya gugup.

Tao hanya mendengus melihat kelakuan Luhan, lalu melanjutkan makannya dengan tenang. Luhan menyangga dagunya dan memandangi Baekhyun yang sedang makan sambil tersenyum-senyum sendiri. Baekhyun yang menyadarinya segera menghentikan makannya.

"Ke..kenapa sunbae menatapku seperti itu?" tanya Baekhyun gugup.

"Kau cantik.." Jawab Luhan tanpa sadar. Tao yang sedang asik makan tersedak lalu terkekeh mendengar apa yang dikatakan Luhan, sedangkan Baekhyun langsung menunduk dengan pipi yang memerah. Setelah sadar apa yang baru saja diucapkannya Luhan segera berdehem.

"A.. aku ke toilet dulu." Ujar Luhan gugup dan berlari meninggalkan Baekhyun yang blushing dan Tao yang tertawa keras.

"Damn.." gerutu Luhan setelah jauh dari Baekhyun dan Tao.

.

.

"Nah.. sudah selesai." Gumam Kai yang baru saja selesai mengobati tangan Sehun yang terluka. Saat ini mereka tengah berada di ruang kesehatan setelah kejadian tadi untuk mengobati luka Sehun.

"Terima kasih." lirih Sehun.

"Lebih baik kau tidak kembali ke kelas, punggungmu juga masih sakit kan?"

"Tidak." Ucap Sehun datar.

"Sudah jangan membantah! Kau istirahat disini saja! Nanti biarkan Luhan yang mengizinkanmu." Kai tersenyum dan mengusak rambut panjang Sehun.

"Jangan! Kalau kau menyuruh Luhan gege pasti reaksinya akan berlebihan." Larang Sehun.

"Dia begitu juga karena dia menyayangimu, jadi wajar saja." Ujar Kai dengan santai.

"Kau tidak tau apa-apa, jadi diamlah!" ketus Sehun.

"Baiklah, tapi kenapa kenapa kau tidak ingin Luhan tahu kalau kau terluka?" tanya Kai heran.

"Karena, kalau dia tahu maka dia akan mengadukan itu pada orang tua kami. Dan.. yeah, aku akan di paksa pulang ke Cina, jadi jangan beritahu dia, oke!" bujuk Sehun dengan tatapan memelas.

"Tapi kenapa mereka memaksamu pulang ke Cina?" Kai lagi-lagi bertanya, membuat Sehun geram sendiri.

"Mereka itu terlalu over protective padaku. Sudah jangan tanya lagi!" gertak Sehun lalu menutup wajahnya dengan bantal.

"Yasudah, kalau begitu aku keluar dulu." Kai beranjak dari duduknya dan hendak keluar, tapi Sehun segera menahannya.

"Kemana?" tanya Sehun.

"Kemana? Siapa yang mau kemana?" Kai mengerutkan dahinya bingung.

"Kau. Kau mau kemana?" geram Sehun.

"Ahh.. kau tidak ingin aku tinggalkan ya cantik." Goda Kai seraya mengedip-ngedipkan matanya genit.

"NO. Jangan mimpi!"

"Ahh.. mengaku sajalah!"

"Kubilang tidak ya tidak."

"Lalu, kenapa kau memegangi tanganku?" tanya Kai sambil menaik turunkan alisnya dan melirik tangannya yang digenggam Sehun, Sehun melirik tangannya dan terkejut, setelah itu dia menghempaskan tangan Kai dan membuang mukanya malu.

"Lupakan!" ujar Sehun datar. Kai tersenyum dan membaringkan dirinya di sebelah Sehun yang terbaring membelakangi Kai. Kai memeluk Sehun dari belakang dan memejamkan matanya. Keheningan terjadi setelah itu, Sehun terdiam menenangkan detak jantungnya yang menggila. Ia mendengus kesal dan mencubit lengan Kai yang berada di pinggangnya.

"Hey.. Kim Jongin, apa kau tertidur?" tanya Sehun pelan, karena tidak mendapat jawaban dari Kai, Sehun pun segera membalikan tubuhnya menghadap Kai. Hidung mereka berdua bersentuhan, Sehun mengelus pipi Kai yang tertidur dan terkekeh pelan.

"Saat tertidur kau terlihat polos, tapi saat bangun kau akan berubah menjadi makhluk yang mesum." Gumam Sehun lalu mengecup pipi Kai sekilas.

"OMO.. apa yang kau lakukan Sehun? Kau benar-benar gila." Ujar Sehun setelah tersadar apa yang telah dilakukannya, Sehun menepuk kedua pipinya bergantian dengan pelan lau membalik tubuhnya kembali memunggungi Kai dan ikut jatuh tertidur.

Kreek

Pintu terbuka dan menampilkan sosok Tao yang terkejut melihat posisi Kai dan Sehun yang tengah tertidur. Tao tersenyum dan menyelimuti kedua orang itu.

"Huaah.. mereka manis sekali." Tao mengeluarkan smartphone-nya dari kantong dan memotret mereka berdua.

"Haah.." Tao menguap, kemudian ia tertidur di sofa dekat ranjang yang ditempati Kai dan Sehun.

.

.

.

Sehun mengerjapkan matanya yang terasa berat karena baru bangun tidur dan duduk di tepi ranjang, ia membalikan tubuhnya dan hendak membangunkan Kai tapi ia begitu terkejut saat mendapati sepupunya tengah berdiri sambil bersidekap di belakang tubuh Kai yang menghadapnya, karena refleks akibat terkejut ia menendang Kai dengan kuat, membuat Kai yang masih dalam keadaan tidur terjatuh.

"Awwwh.." pekik Kai kesakitan.

"Tao, kenapa kau disini?" tanya Sehun.

"Hanya melihat pemandangan manis." Jawab Tao santai. Kai bangkit dari posisi terjatuhnya dan memegangi pantatnya yang terasa linu.

"Kenapa kau menendangku hah? Aku masih mengantuk. Jangan ganggu aku!" gerutu Kai masih dalam keadaan tidak sadar, matanya masih terpejam. Kai menaiki ranjang lagi dan kembali tertidur, membuat Tao dan Sehun melongo heran.

"Benar-benar anak ini." Geram Tao.

"KAAAI BANGUN!" teriak Tao tepat ditelinga Kai. Kai yang terkejut segera bangkit dan menendang Tao.

"YA! APA YANG KAU LAKUKAN?" bentak Tao kesal.

"Maaf Tao, aku tidak sengaja. Kau sih mengagetiku jadi jangan salahkan aku!" bela Kai. Sehun yang melihat itu hanya tertawa. Kai yang melihat Sehun tertawa semakin terpesona dan hanya bisa menampilkan wajah idiotnya.

"Kau tertawa Hun?" Tanya Kai tidak percaya, Sehun segera menghentika tawanya dan membuang muka.

"Kau semakin cantik saat tertawa, jadi banyak-banyaklah tertawa." Ucap Kai seraya menampilkan cengiran bodohnya.

"Sudahlah, ayo pulang! Ini sudah sore nanti rusa bodoh itu akan mengamuk, kalian tidur begitu lama. Aku yang menunggui kalian saja sampai lelah sendiri." Gerutu Tao.

"Aku tidak menyuruhmu." Ketus Sehun.

"Tapi kalau aku tidak datang, maka kalian pasti akan berbuat yang tidak-tidak." Ujar tao.

"Aish.. apa yang kau katakan? Kau mau mati hah?" geram Sehun dan melempar sepatunya ke arah Tao yang tengah tertawa puas sambil berlari.

.

.

Hoho.. lama sekali saya melanjutkan ff ini, maaf kalau terlalu sedikit. Tapi, terimakasih bagi yang sudah mau membaca cerita ini.

.

bbuingbbuingaegyo : ini sudah dilanjut, ayo tebak itu siapa yang mau nyelakain.

rainrhainyrianarhianie : Aduh.. gimana ya? Saya kepikirannya gs. Tapi terimakasih sudah mau membacanya.

ayanesakura chan : Hoohoho disini karakter semua cast'nya ooc banget, ini sudah dilanjut

xxx : hohoho, nggak papa. Oke, ini sudah dilanjut.

suyanq : hahaha, maap tapi kapasitas otakku hanya segini mikirnya, jadi ya ginilah. Ini sudah dilanjut.

Uchiha Chiba Asuka : Hohoho, aku juga nggak tau kenapa ini tbc. Ini sudah dilanjut.

daddykaimommysehun : Ada deh. Kai kan keren setiap saat mau dia gimana aja tetep aja keren. Insyaallah kalok bisa bakal aku tambahin moment KaiHun nya. Ini sudah dilanjut

youngie : Salam kenal juga, ini sudah dilanjut. Iya, terimakasih.

Exostan HT : Iya, nggak papa. Ini sudah dilanjut.

nin nina : Bisa iya, bisa tidak. Haha.. maapkan saya membuat karakter mereka jadi jahat.

jung yeojin : hahaha.. kan bosen kalo Tao kalem mulu. Bisa jadi itu Krystal tapi bisa jadi juga bukan.

Ayupadma28 : Maapkan saya tapi ternyata itu benar-benar Sehun.

Mellody : Hohoho.. Luhan nggak mau nyatain karena takut sama bapaknya byunbaek *ngaco. Oke, ini sudah dilanjut.

inggit : ditunggu aja Lubaek nya, saya lagi mikir gimana buat moment mereka.

wahyuthetun :Hohoho, ditunggu aja alasannya apa. Ini sudah dilanjut.

utsukushii02 : Hahaha.. gigit aja kalok gemes. Iya ini sudah dilanjut.

aniaani47 : Iya, itu orang jahat. Ini sudah dilanjut.

Digichan-chan :Parah weh, masak iya Chanyeol sama Kris tampangnya antagonis. Jangan tanyakan aku Luhan kenapa, mungkin obat dia habis *ditendangLuhan. Ini sudah dilanjut

Nta Baby1 :Terimakasih, ini sudah dilanjut. Tapi maap lama.

Guest : Terimakasih, ini sudah dilanjut.

Sehun yehet : Ini sudah dilanjut, terimakasih. Tapi, untuk masalah memperpanjang aku nggak janji.

ByunnaPark : nggak papa, Luhan takut sama bokapnya Baekhyun mungkin *heh?. Ini sudah dilanjut.

rachel suliss : Tapi mungkin Lubaek disini tidak terlalu tersorot, bisa kyungsoo bisa bukan. Saya tidak janji untuk tidak memasukkan Chanyeol. Tapi untuk pair itu tidak akan berubah.

pradesi : Terimakasih, ini sudah dilanjut.