KYUMIN
By: Clara Eduardo Wijaya
.
A Darkness
.
Warning : GS, EYD tidak sesuai, typo(s).Nama pemain hanya author pinjam.
Don't Like? Please don't read ;)
.
.
Sungmin mengedipkan matanya tampak tidak nyaman. Alisnya mengeryit. Dia merasakan pusing yang teramat pada bagian belakang kepalanya. Sambil meringis, mata foxynya menatap ruangan yang di tempatinya sekarang.
Ini bukan kamarnya.
Tangan mungilnya meraba sprei hitam lembut yang terpasang ditempat tidur yang Sungmin duduki sekarang. Matanya beralih pada dinding, jendela, lampu, pintu, perabotan, TV, dan sofa besar yang ada di kamar tersebut. Betapa besar kamar ini.
Ingatannya kembali mengingat saat-saat kemarin malam.
Oh Tuhan! Kyuhyun!
Kemarin memang dia tidak salah lihat. Kyuhyun, bos besarnya, menggigit leher seorang yeoja. Astaga. Apa bosanya adalah seorang va-
Sungmin bahkan tak berani mengira-ngira. Tapi jika hal tersebut itu benar, apa sekarang dia dalam bahaya?
Ketakutan Sungmin menjadi saat pintu besar dari kayu yang juga bercat hitam itu terbuka. Refleks, Sungmin berangsur mundur.
"Kau sudah bangun rupanya." Kyuhyun menatap Sungmin geli saat selesai menutup pintu dan tidak lupa menguncinya.
"Apa yang kau inginkan dariku?" Yeoja itu tanpa basa-basi langsung bertanya pada Kyuhyun.
"Apa yang kuinginkan darimu?" Kyuhyun terkekeh, tapi setelah itu dia berubah menjadi serius. Pandangannya menyiratkan sesuatu yang telah dia inginkan selama ini. Badan tegapnya mendekati Sungmin, "Aku menginginkan semua yang ada didirimu Sungmin."
Ranjang besar itu bergoyang saat Kyuhyun menaikinya. Membuat Sungmin mundur lagi.
"Kenapa takut sayang?" Mata itu datar tapi menggoda. Sungmin merasakannya. Dengan menatap mata namja yang ada di depannya ini membuatnya takut sekaligus merasakan perasaan aneh yang lagi-lagi muncul. Memaksa tubuhnya untuk memanas dan merasakan hantaman didalam dadanya yang nyaman.
Sungmin sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Pikirannya mengatakan bahwa dia harus memberontak, tapi tidak dengan tubuhnya yang nyaman berada di dekat Kyuhyun.
Bibir tebal Kyuhyun melumat lembut bibir Sungmin. Mengecap rasa manis yang ada dalam bibir Sungmin.
Akhirnya Kyuhyun bisa merasakan dengan leluasa bibir Sungmin. Dia selalu ingin merasakan bibir Sungmin. Menjadikan bibir ini sebagai miliknya seorang. Hanya miliknya.
Tanpa sadar ciuman yang tadinya lembut, kini menjadi-jadi. Kyuhyun seperti ingin memakan Sungmin bulat-bulat. Tidak melewatkan setiap inci bibir Sungmin.
Yeoja itu hanya diam, tak membalas. Hanya pasrah, nyaman dengan semua perasaan yang sekarang penuh dibenaknya.
"Aku menginginkamu Sungmin...," Kyuhyun melepaskan ciumannya, bergumam parau, menatap Sungminnya dengan pandangan sayu, "Aku sudah tak tahan lagi, kau harus jadi milikku malam ini Sungmin." Dan setelah perkataan vulgar Kyuhyun, Sungmin merasakan tubuhnya terangkat sedikit.
Kyuhyun menempelkan tubuh Sungmin dengan tubuhnya. Menghapus jejak mereka. Bibir itu kembali menghujami bibir Sungmin, membuat bibir Sungmin membengkak kemerahan.
Namja berkulit pucat itu mulai menurunkan cumbuannya saat Sungmin mulai kehabisan nafas.
"Kyuuh...," Sungmin mendongakkan kepalanya, kenikamatan saat Kyuhyun membuat tanda kepemilikan di lehernya.
Tangan Kyuhyun menelusup di balik pakain kantornya, menemukan payudaranya yang hangat dan lembut, lalu meremasnya. Sedikit terlalu bergairah sehingga
Sungmin mengerang.
Kyuhyun berhenti sejenak, lalu menatap Sungmin lembut,
"Apakah sakit?" Bisiknya.
Sungmin terpukau, namja didepannya ini sangat bergairah. Sungmin tak tahu harus berjawab apa, dia hanya diam, terus menatap mata Kyuhyun yang agak sayu.
Tetapi Kyuhyun tidak memerlukan jawaban, namja itu menyeringai, lalu menggerakkan tangannya lagi menyentuh payudara Sungmin, dengan ahli dia menyingkirkan semua baju Sungmin yang menghalangi, dan menemukan keindahan ranum di baliknya.
Lalu bibir Kyuhyun yang panas menelungkupi puting payudaranya, lidahnya bermain di sana terasa panas, membakar seluruh tubuh Sungmin, membuatnya
terpaksa merintih. Bingung dengan gejolak yang menyebar di seluruh tubuhnya. Kyuhyun begitu ahli sedang Sungmin sama sekali tidak berpengalaman, dan namja itu tampaknya tidak merasa perlu menahan diri.
Entah kapan, mereka sudah telanjang bersama di atas tempat tidur itu, Tubuh Kyuhyun yang keras, melingkupi tubuh Sungmin yang mungil di bawahnya.
Menggodanya, menggeseknya dengan kekuatannya, membawa gairah Sungmin makin naik, sedikit demi sedikit ke puncaknya.
Kemudian Sungmin merasakan kejantanan Kyuhyun, yang tidak terhalang apapun menyentuh pusat dirinya. Pelan, tapi membuatnya terkesiap. Sungmin membuka matanya yang terpejam, menatap Kyuhyun di atasnya. Namja itu menatapnya dengan tajam, matanya berkabut, dan napasnya terengam membuatnya tampak begitu liar.
Kyuhyun mulai mendorong, menekan dan menyentuh Sungmin.
Jantung Sungmin berdegup kencang, beriringan dengan detak jantung Kyuhyun yang bahkan lebih parah dibandingkan dirinya. Dengan perlahan, Sungmin memejamkan matanya.
Ini sensasi baru bagi Sungmin, merasakan kejantanan seorang namja yang mencoba memasukinya, menyatu dengannya. Rasanya panas dan membuat
seluruh saraf ditubuhnya menggila, membuatnya begitu sensitif oleh kebutuhan yang sampai saat ini tidak pernah diketahuinya, kebutuhan untuk mencapai
puncak.
Hingga rasa sakit yang menyengat tiba-tiba menyentakkannya ke alam sadar, Sungmin mengerang kesakitan, tubuhnya mengejang, dengan panik
dicengkeramnya pundak Kyuhyun dan menggeleng-gelengkan kepala ketakutan atas usaha Kyuhyun untuk menyatu semakin dalam dengannya.
.
Dan ketika merasakan sesuatu penghalang yang menghalanginya, mendengar erangan Sungmin yang jelas-jelas kesakitan serta pandangan ketakutan, Kyuhyun sadar bahwa dia adalah namja pertama Sungmin.
Kyuhyun sebenarnya mengetahui jika dia adalah namja pertama yang memasuki Sungmin, mengingat betapa ketatnya penjagaannya terhadap Sungmin. Tapi tetap saja rasa senang membanjiri pikiran Kyuhyun ketika menyadari bahwa dia adalah namja pertama Sungmin.
Menyadari kesakitan yang mendera Sungmin, Kyuhyun mengalihkan perhatian Sungmin dengan ciuman dengan segenap keahliannya.
Diciumnya bibir Sungmin dengan lembut, bibir M yang sekarang menjadi miliknya. Nafas Sungmin terengah-engah dan Kyuhyun melihat di matanya, ada ketakutan dan kesakitan. Kyuhyun sebenarnya tidak tahu bagaimana rasa sakit yang dialami Sungmin. Tetapi Kyuhyun tidak suka melihat rasa sakit itu
ada dimata Sungmin.
Dengan lembut Kyuhyun menelusurkan tangannya di sisi tubuh Sungmin, lalu berhenti di pinggang Sungmin, menahan pinggangnya yang sedikit meronta, mencegah tubuh mereka yang sudah setengah menyatu supaya tidak terpisah, "Sayang, mungkin akan sedikit sakit tapi semua akan baik, tubuhmu akan menerimaku-", Suara Kyuhyun terhenti ketika dia mendorong dengan kuat, menembus batas keperawanan Sungmin dan menyatukan tubuhnya sepenuhnya dengan Sungmin.
Sungmin berteriak kencang, merasakan pedih yang amat sangat ketika Kyuhyun merobek selaput tipisnya, jemarinya tanpa sadar mencengkeram pundak dingin Kyuhyun dengan keras. Tetapi Kyuhyun tidak berhenti karena dia sadar kalau dia berhenti dia akan semakin menyakiti Sungmin. Dengan perlahan, Kyuhyun menggerakkan tubuhnya.
Oh Tuhan!
Sungmin rapat sekali, terlalu basah, terlalu panas, mencengkeram tubuhnya di bawah sana. Dia hampir-hampir tidak tahan dan dorongan untuk memuaskan diri dengan brutal di tubuh Sungmin yang semakin menyiksa.
Tetapi Kyuhyun sadar, ini pengalaman pertama bagi Sungmin, dia harus membuatnya semanis mungkin, dia tidak boleh menyakiti Sungmin. Karena itu sambil menggertakkan diri menahan gairah, Kyuhyun mencoba bergerak selembut mungkin, menarik tubuhnya pelan dari balutan dinding basah dan panas
itu, untuk kemudian menghujamkannya lembut.
Lalu ketika desah napas Sungmin menjadi pendek-pendek serta pegangannya pada pundak Kyuhyun makin kencang, Kyuhyun sadar, dia telah membuat Sungmin mencapai orgasme pertamanya. Pemandangan ekspresi wajah Sungmin saat itu sungguh tak tergantikan, mendorongnya terlempar menuju puncak kepuasan yang sangat tinggi, sangat tak tertahankan seolah-olah dunia meledak dibawahnya. Dan Kyuhyun benar-benar meledak di dalam tubuh Sungmin.
Kenikmatan yang luar biasa ini membuat Kyuhyun merasa sedikit sesak, seolah-olah dia terhanyut dalam pusaran gairah yang tak tertahankan terus menerus menghantamnya tanpa henti, erangan parau keluar dari bibirnya ketika dia menenggelamkan wajahnya dalam-dalam di leher Sungmin.
.
.
Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dari belakang. Nafas yeoja itu sedang teratur, menandakan bahwa Sungmin sedang tidur. Namja itu tersenyum, benar-benar tersenyum tulus. Dia tidak pernah merasa senang seperti ini sebelumnya, senang sampai sesak. Dia mengecup pundak Sungmin dan mengencangkan pelukannya pada pinggang ramping Sungmin.
Harapan Kyuhyun akhirnya terkabul, dia sudah memiliki Sungmin. Yeoja ini sekarang miliknya seutuhnya. Kyuhyun menatap wajah Sungmin, betapa rasa bangga menerpanya. Yeoja ini istimewa.
Tiba-tiba rasa takut Kyuhyun datang.
Tadi, dia bisa menahan hasratnya untuk menggigit Sungmin, walaupun dengan susah payah. Tapi bagaimana dengan selanjutnya? Apakah dia bisa menahan rasa untuk menggigit Sungmin.
Dia ingat bagaimana ekspresi takut Sungmin tadi terhadapnya. Pasti yeoja ini merasa jijik dengannya.
Kyuhyun memang memiliki yeoja ini seutuhnya, tapi itu semua tidak menjamin. Dan dia takut, jika kesenangannya karena memiliki Sungmin ini hanya bersifat sementara. Dia takut, jika ini semua adalah awal dari semua penderitaannya, kesediahannya. Sungmin kelak akan meninggalkannya.
.
.
Mata itu berkedip. Merasa dingin di belakang punggungnya, tapi dia merasa nyaman. Mata Sungmin menjelajah di setiap sudut kamar yang dia tempati. Lagi-lagi tertegun.
Benar, dia masih berada di kamar Kyuhyun. Sungmin menyadarkan dirinya sendiri. Ingin bangkit tapi tertahan. Sejenak ia meringis menahan perih dan pegal pada selangkangannya.
Yeoja itu melihat pinggangnya. Lengan itu memeluknya posesif dan dengan satu gerakan dia berbalik menatap Kyuhyun yang kini memejamkan mata, walaupun tidak tertidur.
Dia vampir, Sungmin membulatkan matanya kaget. Pikirannya terputar pada kejadian 2 jam yang lalu.
Oh Tuhan! Dia-dia, tubuhnya! Bagaimana bisa?
Refleks, Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun, tak ingin dekat-dekat dengan tubuh namja itu. Sungmin memeluk tubuhnya, menangis sejadi-jadinya. Menarik selimut untuk menutup tubuhnya yang sekarang sudah tidak suci lagi.
Kyuhyun bangun dengan khawatir, merasa dirinya didorong, dia tahu Sungmin pasti marah dengannya.
"Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kau mengambil semuanya dariku?" Sungmin memekik histeris, dia telah kehilangan semuanya, orang tuanya dan sekarang keperawanannya. Sekarang dia harus hidup untuk apa? Bahkan dia sendiri jijik dengan tubuhnya, "Kau makhluk brengsek, kau tidak tahu malu, kau menjijikan...," Sungmin menghujami Kyuhyun dengan kata-kata kasar, tidak peduli dengan ekspresi terluka yang Kyuhyun keluarkan, "Aku membencimu, Cho Kyuhyun!"
.
Kyuhyun hanya menatap Sungmin kahawatir, terluka dengan perkataan Sungmin. Kyuhyun sadar, ini memang kesalahannya. Tapi, beberapa detik kemudian, ekspresinya tidak terbaca. Dia berdiri, megambil dan memakai semua pakaiannya, lalu keluar dari kamar Sungmin tanpa merespon semua umpatan Sungmin terhadapnya.
Namja itu menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Dia masih tidak ingin Sungmin melarikan diri darinya. Dia masih menginginkan yeoja itu, masih posesif terhadap Sungmin, masih mencintai Sungmin.
Setelah pintu itu tertutup, Kyuhyun bersandar ditembok sebelah pintu kamarnya tertutup.
Dia sedih mendengar erangan kemarahan Sungmin, dan ini semua karna dirinya.
.
Maaf karena aku telah melukaimu. Tapi percayalah, aku tak menyesal melakukan kesalahan itu. Karena kesalahan itu membuat kau menjadi milikku.
.
.
TBC.
Waaaaah, NC! Ngga Kuat x_x)
Maaf kalo lemonnya kurang memuaskan (?) ._.)
No bash nde? Ini FF rated M pertama saya, jadi ngga tau deh hasilnya gimana, -Ngga berpengalaman!-
Saya bikin NCnya dari pengalaman saya baca semua FF lemon yang pernah ada #ketahuan otak yadong!
.
Oh ya, Gomawo buat semua yang udah review FF ku ini. Tidak nyangka bakalan banyak yang minat. :D
Mian ngga bisa nyebutin nama kalian satu-satu.
.
Jika berminat pada FF saya, tolong tinggalkan review, semakin banyak review, update part selanjutnya makin cepat. #Soalnya banyak FF yang belum selesai. wkwkwkw _)
Sekali lagi,
Review please?
