An Interesting Yet Dangerous World

A/N: Yeah! Balik Lagi dengan author tercinta kita! *Pe-De* Ok, Ok, Saya terlalu banyak bacot jadi lebih baik kita langsung masuk cerita daripada baca bacotan saya. To The Story-Aru! X3

-Chapter 4: Welcome To Konohagakure-

Kiri...Kanan...Atas...Bawah...semuanya terlihat sama. Ditempat ini kita tidak dapat membedakan yang mana bagian atas maupun sebaliknya. Entah saat ini kau tengah berdiri atau malah sedang Head-Stand. Entahlah.

Ditempat ini, tampak 5 sosok dengan karakteristik dan penampilan yang berbeda. Seorang dari mereka – remaja lelaki yang memiliki rambut Honey-Blond – tampak memeluk seorang perempuan yang memiliki wajah dan warna rambut yang nyaris sama dengan dirinya.

Di kedua pipi laki-laki Honey-Blond itu tampak bekas air mata yang bercampur dengan darah karena suatu alasan sementara perempuan yang dipeluknya tampak makin pucat karena kehabisan darah yang terus mengalir dari lehernya.

Disisi lain, tampak seorang gadis dengan rambut hijau tosca, tampak khawatir dengan seorang laki-laki yang – anehnya – juga nyaris mirip dengan dirinya.

Seorang lagi, laki-laki dengan rambut biru, tampak sangat bingung dengan keadaan sekitarnya. Ia tampak berkali-kali menelengkan kepalanya, mencari dimana bagian atas dan bawah tempat ini. Namun apa daya? Di tempat ini – Ruang dan Waktu tidaklah Exist, jadi meskipun kau mencarinya, kau tidak akan pernah menemukannya di Other Way.

Kaito POV

'What The - ! gawat, jangan-jangan sifat Otaku Kagamine Twins tertular padaku! Tapi, luka di leher Rin sangat nyata...jadi tidak mungkin ini hanya ilusi,' untuk kesekian kalinya aku berdebat antara pikiran dan akal sehatku. Berkali-kali pula aku mendapatkan hasil yang sama.

Entah berapa kalipun aku menyangkal bahwa ini tidak nyata, namun lihat dimana kami sekarang? Mana mungkin ada Virtual Reality sebagus ini!? Tunggu, Gakupo-Senpai pasti bisa bikin yang kayak gini, Atau Dell-senpai karena namanya kayak merek komputer...atau mungkin ini hanya ilusi optik karena gelombang elektromagnet yang mempengaruhi otak kami?...lihat Siapa yang aku bohongi! Aku bahkan tak mengerti ucapanku!

Saat aku mulai beradu argumentasi dengan pikiranku sendiri, sebuah bola cahaya berwarna biru yang muncul entah darimana mendekatiku. Entah kenapa, rasanya bola itu mengeluarkan hawa yang dingin. karena penasaran, aku mencoba menyentuhnya, tapi sebelum sempat tanganku menyentuhnya, bola itu mulai berubah dan mengambil bentuk seorang perempuan.

Ia memakai baju yang tampak berwarna hijau tosca – seperti rambut MikuMikuo – dengan rambut yang diikat Ponytail. Ditangan kanannya, perempuan itu menggenggam sebuah topeng dengan lambang sepert kabut dibagian keningnya.

Tentu semuanya pasti memiliki pikiran yang sama sepertiku saat melihat sosok orang yang datang tak dijemput dan pulang tak diantar di sebuah tempat asing, bukan? Aku tahu ini benar-benar dapat menurunkan harkat martabatku sebagai Fans Es Krim ternama, namun saat ini aku benar-benar ketakutan hingga tak dapat bicara.

"Tidak Perlu Takut,"...Sosok Itu bisa bicara! Demi Dewa Es Krim Dan Magnum Gold! Orang – atau mahluk apalah ini – Bisa bicara! Kalian bisa bayangkan seberapa kagetnya aku, dan mungkin kalau kalian melihat ekspresi terkejutku dapat dijamin kalian akan lebih kaget melihatnya ketimbang melihat hantu!

Gak percaya? Demi Tuhaaan! *Gebrak-Gebrak meja*. Masih dalam Shock State, sosok itu memukulku menggunakan topengnya dan rasanya sakit sekali! Sumpah! Padahal kalo dilihat topengnya tipis banget!

"Tenangkan Pikiranmu Kaito Shion,"...Ok, Itu Aneh, Bagaimana bisa mahluk ini...er, orang ini mengetahui namaku? Memang sih aku paling terkenal seantero sekolah *Caelah*, tapi aku bahkan tidak pernah bertemu dengan perempuan ini. Secret Admirer, mungkin? Ok, pikiranku mulai meracau tidak jelas, sebaiknya aku tanyakan saja hal itu padanya.

"Er, Maaf Atas Kelancanganku, Tapi Bagaimana Kau Tahu Namaku Padahal Kita Tidak Pernah Bertemu Sebelumnya?" duh, kuharap alasannya yang logis, mungkin dia kenal aku dari FB, Tweet, Atau Friendster.

"Tentu aku tahu, aku sudah lama menunggu kedatanganmu, Dimmension Traveler," Ayolah! Kenapa sejak aku masuk kesini kejadian aneh dengan alasan aneh terus bermunculan! Kenapa Harus Aku!?

"Itu Karena Kau adalah satu-satunya yang memiliki kedekatan dengan elemen Es,"...Apa Perempuan ini bisa membaca pikiran atau aku mengatakan dengan jelas pikiranku tadi ya? Baiklah Kaito, tarik napas dalam-dalam. Keluarkan. Tarik. Keluarkan. Ok, aku sudah tenang.

"Elemen Es? Um, aku tahu ini terdengar gila, tapi apa maksudmu Kekkei Genkai Es dari...Anime Naruto?" Ok, sejauh ini baik-baik saja. Kuharap jawabannya 'tidak'.

Kulihat reaksi perempuan itu. Dia tersenyum! Apakah itu pertanda baik?

"Tepat sekali," Ok, aku tarik ucapanku. Itu ternyata adalah pertanda buruk. Tapi tunggu, pengguna Kekkei Genkai Es yang aku tahu di seri Naruto – The Movie tidak termasuk – hanyalah perempuan yang membantu Zabuza.

"Ja-jangan-jangan, kau...Haku!" kali ini aku benar-benar tidak lagi berpikir untuk mendapat jawaban 'tidak' karena tak peduli berapa kalipun aku menyangkal kenyataan, tidak ada yang dapat berubah. Lagian, menurutku ini akan semakin menarik. Oh! Satu pertanyaan!

"Lalu, mau apa kau denganku?" Haku...kalau tidak salah dia sudah mati, bukan? Tapi, kenapa bisa disini? Lalu, apa yang ia ingin kan dariku?

Normal POV

Haku mendekati Kaito. Ia kemudian memberikan topeng miliknya pada laki-laki penggemar es krim itu. Kaito menatap Haku dan topeng itu bergantian dengan tatapan bingung. Haku kemudian menepuk pelan bahu Kaito.

"Aku ingin kau menjadi pewaris Kekkei Genkai milikku," ucapnya sambil mengarahkan telunjuknya kearah kening Kaito. Dari ujung kelingkingnya, muncul sebuah cahaya berwarna putih salju. Kaito bahkan dapat merasakan dinginnya salju dari cahaya itu.

Belum sempat Kaito berbicara, cahaya itu sudah lebih dulu menelannya.

Somewhere,

Normal POV

"Yosh! Setelah latihan, aku akan langsung pergi ke Ichiraku Ramen -ttebayo!" ujar seorang remaja laki-laki dengan rambut Blonde, memakai Jumpsuit dengan corak Hitam dan Oranye, sambil melompat dari satu dahan pohon ke dahan lainnya dengan sangat cepat.

Peluh dapat terlihat di keningnya, menandakan anak ini berlatih dengan sungguh-sungguh. tentu saja setelah latihan, lebih enak mengisi perut dengan makan makanan favorit, bukan?

Setelah beberapa saat melompati dahan demi dahan, anak ini akhirnya menemukan jalan setapak dan kemudian memutuskan untuk berlari menuju gerbang desa-nya yang terbuka lebar.

Dengan senyum lebarnya, dia melangkahkan kakinya ke dalam desa...

BRUUUGH!

...Sebelum akhirnya ia tertimpa oleh sesuatu yang sangat berat.

"Gah! Siapa yang pasang perangkap siang-siang gini -ttebayo!?" ujarnya sambil berusaha bangkit dan menyadari bahwa yang menimpanya bukanlah benda, melainkan sekumpulan orang ditambah binatang dengan bentuk aneh.

Anak ini benar-benar bingung. Dilihatnya langit cerah-cerah saja, tidak ada satupun awan hujan yang tampak.

"Padahal Ramalan Cuaca hari ini gak ada yang namanya hujan orang," gumamnya. Aduh nak, tidak bisakah kau mengerti bahwa mereka muncul tiba-tiba?! Tak lama, remaja ini pun menyadari salah satu dari 5 orang itu tampak terluka.

"O-Oi! Kau terluka! Biar aku bawa ke rumah sakit," ucap anak itu yang berniat mengangkat Rin namun tangannya ditahan oleh Len. Len mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk dan menemukan wajah yang ia kenal dari Manga-nya. Bisa kau bayangak seberapa kagetnya Len saat ini?

Namun, bukan hanya Len yang kaget. Remaja dengan 3 kumis kucing yang ada di kedua pipinya itu tampak terkejut saat Len mengangkat wajahnya dan menampakkan kedua matanya yang berwarna merah dengan 3 Tomoe yang mengitari titik hitam ditengahnya.

"Kau...Uzumaki Naruto," ucap Len lega dan entah karena apa Sharinggan miliknya kembali seperti mata Cerulean-nya lagi. Len kemudian tampak teringat sesuatu dan mengalihkan pandangannya pada Rin lagi.

"Tolong aku, Bawa kakakku kerumah sakit dan selamatkan dia!" ujar Len memohon pada Naruto sambil mempererat genggamannya pada tubuh kakakknya yang mulai mendingin. Naruto kembali sadar dari Shock-nya kemudian mulai membentuk beberapa Hand-Sign.

"Kage Bunshin-No Jutsu!" ujarnya dan membuat 2 klon yang sangat mirip dengannya. Klon pertamanya mengangkat Rin sedangkan yang satunya lagi membawa Mikuo yang masih pingsan.

"Ayo ikuti aku!" ujar Naruto pada Kaito, Miku dan Len. Mereka semua berlari kearah utara desa dan sampai disebuah rumah sakit yang lumayan besar. Baru saja mereka masuk, mereka dapat mencium bau obat-obatan yang sangat menyengat.

Namun hal itu mereka acuhkan karena mereka lebih khawatir pada kondisi kedua teman mereka.

Berkali-kali mereka ditegur oleh suster dan dokter rumah sakit itu agar tidak berlari-lari dilorong rumah sakit dan lagi-lagi mereka tidak mengacuhkan hal itu.. setelah berbelok ke beberapa arah didalam rumah sakit itu, Len, Miku, dan Kaito menemukan seorang lagi yang mereka kenal.

"Sakura!" ujar Naruto pada gadis dengan rambut Pink yang tengah berbicara dengan seorang dokter. Belum sempat Naruto mengajukkan permohonan untuk menolong Len dkk, Len sudah lebih dulu mendekati Sakura dan menundukkan kepalanya.

"Aku Mohon, Sakura-san, Selamatkan kakakku! Aku Mohon!" ucapnya pada Sakura. Sakura yang tidak mengerti sama sekali mengalihkan pandangannya pada naruto dan mendapati 2 orang yang sedang pingsan – dan salah satunya memiliki luka yang terbuka lebar.

"Astaga! Suster! panggilkan Ahli Bedah keruang Operasi secepatnya! Bawakan peralatan bedah dan Sekalian juga ambil obat bius yang kita punya! Naruto, bawa perempuan itu kemari!" perintahnya. Dengan cepat, para suster yang ada disitu berlari mencari ahli bedah sementara Naruto membawa Rin kearah ruangan yang ditunjukkan Sakura.

Len menatap kakaknya yang dibawa ke ruang bedah dengan tatapan sendu. Penyesalan mulai muncul kembali ke dalam hatinya. Penyesalan karena tak dapat melindungi kakaknya sendiri. Len kemudian merasakan tepukan pelan dipunggungnya dan melihat Miku dan Kaito menatapnya dengan tatapan 'Ini Semua Bukan Salahmu'.

Len membalas tatapan mereka dengan senyuman kemudian berjalan menuju tempat duduk didekat ruang operasi itu. Miku dan Kaito mengikutinya dan duduk untuk menunggu kabar dari hasil operasi Rin.

3 Hours Later...

Normal POV

Lampu diatas pintu ruang operasi yang awalnya hidup, kini sudah mati. Selama 3 jam, operasi itu selesai juga. Tentu menunggu selama itu dapat membuat siapapun tertidur, termasuk juga pada Len, Miku, dan Kaito.

Len tidur dengan posisi duduk dan tangan dilipat di depan dadanya sementara Miku...yah, dia tertidur dibahu Kaito yang juga sama saja ngantuknya. Pintu ruang operasi terbuka, menampakkan wajah Pinkette Kunoichi yang memasang wajah senang.

Len yang mendengar pintu ruang operasi terbuka langsung terbangun dan menatap Sakura seolah bertanya 'Bagaimana Kakakku?'. Sakura hanya bisa mengangkat salah satu jempolnya dan hal itu sudah cukupuntuk membuat Len bahagia.

Berkali-kali ia berterima kasih pada Kunoichi itu karena telah menyelamatkan kakaknya.

"Ngomong-Ngomong, Kenapa kalian tidur disini? 'kan kalian bisa menunggu kabar Operasinya dari rumah?" tanya Sakura tiba-tiba saat melihat Kaito dan Miku yang masih tertidur dengan nyenyaknya.

Len menggaruk pipinya pelan.

"Um, Sebenarnya kami bukan dari sini...jadi, yah...kami tidak memiliki rumah," jawab Len sambil nyengir lebar, hingga membuat Sakura mengingat wajah Naruto saat tersenyum seperti itu. Maksudku, ayolah, mereka berdua sama-sama memiliki rambut Blonde bukan?

"Hm, begitu ya? Kalau begitu, selamat datang di Konoha," ucap Sakura. KRUYUUUK...Tiba-tiba sebuah suara membuat mereka terkejut.

"Suara Apa itu?" tanya Sakura sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara itu. Dengan malu-malu, Len mengusap belakang kepalanya.

"Hehe, itu suara perutku," lha, kalo lapar seharusnya ngusap perut, bukan kepala. Jangan-jangan organ dalam Len kebalik semua nih.

Sakura yang semula terdiam tak lama tertawa kecil mendengar pengakuan Len.

"haha, kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi keluar dan cari makan. Disini ada Ramen yang enak lho!" ucap Sakura bersemangat. Len mengangguk setuju kemudian mulai membangunkan Miku dan Kaito.

Yah, sepertinya tidak ada yang terlupakan. Iya gak? Kalau gitu, Ramen~ Ramen~ *ikut Rombongan Sakura cs*

Meanwhile...

"oooi...Miku, Len, Kaito...Kenapa aku Ditinggal Sendiri disini sih?" gumam Mikuo yang tampaknya tengah bermimpi ditinggalin sama Miku, Len dan Kaito. Masih saja dia ini pingsan. Kasihan banget, udah pingsan, ditinggalin temen...

KRUYUUUUK

...Perut keroncongan lagi! Haha! *Dilempar Buku Filsafat dari chapter 2*

"Len...Kok Makan Ramen gak ngajak-ngajak sih...?"

To Be Continued(?)

Review Reply:

Shiroi Karen: Twilight...City...? *Merinding* Saya juga nyasar disana, bingung mau lewat mana. Gak apa kok telat Review, Don't Mind, Don't Mind . Yang penting saya tahu kalo ternyata ada yang suka cerita ini (Maklum, baru debut pertama Voca sih =_=a) oh ya? Kasih juga ya Rin yang jadi korban pelampiasan terus *Plak!digiles* OK! Akhir kata, trim's sudah menyempatkan diri membaca, See You Next Chapter! :3

Chloe Cyasesa: Selamat Rin, Kondisi bayi-nya kritis *Plak!kritis kok selamat?* ehem...Back to Serious Mode. Yup, mereka Dimmension Traveler (Or That's How I Mention It) yang bakal keliling AniGaVerse (Anime-Game Verse). Yah secara teknis, Miku dan Kaito gak apa-apa, soalnya mereka Cuma ditahan, gak diserang secara fisik maupun mental (Gitu deh...). Btw, saya memang sengaja Update cepat, karena waktu udah ngetik cerita...tangan saya langsung ngambil modem buat Upload ceritanya. Akhir kata *Pasang Pupy Eyes* Baca Lagi Chapter berikutnya ya! :3 See You Next Chapter~

Chalice07: Hohoho, Aneh juga ya, Masa Uchiha Rambutnya Blonde? Rata-rata 'kan item semua. Ya sudahlah, udah terlanjur :3 *Acuhkan* yah, Kaito udah dapat kekuatan tuh, kayaknya bakal Sekelas ama Yuki Onna deh *Kena Lempar es balok* soal kekuatan yang lain...tunggu setelah pesan-pesan berikut ini! *Kena hajar Chalice07* Oh Ya! Main Elsword juga! Masih Sih! Tahu gak - *dibekep* (Len: jangan OOT juga) oh iya. Ehem...Yup! FYI, Desa Konoha bisa juga disebut Konohagakure or Hidden Leaf Village. Ha'i! Pasti Saya Update! Terakhir, See You Next Chapter ya! :3